Anda di halaman 1dari 3

Nama : Muhammad Fachry A

NIM : 161411079
Kelas : 2C

Makalah Nata de Coco

Tabel 1. Syarat Mutu Nata dalam Kemasan (SNI 01 - 4317, 1996)


No Jenis Uji Satuan Persyaratan
1. Keadaan
1.1. Bau 1.2. - Normal
Rasa 1.3. - Normal
Warna 1.4. - Normal
Tekstur - Normal
2. Bahan asing - Tidak boleh ada
3. Bobot tuntas % Min. 50
4. Jumlah gula (dihitung % Min. 15
sebagai sakarosa
5. Serat makanan Maks. 4,5
6. Bahan Tambahan Makanan
6.1. Pemanis buatan :
- Sakarin Tidak boleh ada
- Siklamat Tidak boleh ada
6.2. Pewarna tambahan Sesuai SNI 01 - 0222 -
1995
6.3. Pengawet (Na Benzoat) Sesuai SNI 01 - 0222 -
1995
7. Cemaran Logam :
7.1. Timbal (Pb) mg/kg Maks. 0,2
7.2. Tembaga (Cu) mg/kg Maks. 2
7.3. Seng (Zn) mg/kg Maks. 5,0
7.4. Timah (Sn) mg/kg Maks. 40,0/250,0*)
8. Cemaran Arsen (As) Maks. 0,1
9. Cemaran Mikroba :
9.1. Angka lempeng total Koloni/g Maks. 2,0 x 102
9.2. Coliform APM/g <3
9.3. Kapang Koloni/g Maks. 50
9.4. Khamir Koloni/g Maks.50
*) Dikemas dalam kaleng
Pembahasan standar nasional indonesia nata de coco
 Penggunaan jumlah gula denga batas minimal 15% dilakukan karena kadar gula yang terlalu
rendah memungkinkan mikroorganisme hidup didalamnya sedangkan dengan kadar gula yang
tinggi mikroorganisme akan teracuni. Penggunaan jumlah gula yang banyak juga mengakibatkan
kadar air menurun sehingga mikroorganisme yang membutuhkan air untuk hidup mati.

 Penggunaan natrium benzoat ini diperbolehkan digunakan dalam jumlah tertentu. Pada produk
makanan senyawa benzoat hanya boleh digunakan dengan kisaran konsentrasi 400-1000 mg/kg
bahan

 Sakarin ialah pemanis buatan yang rasanya 200 hingga 700 kali lipat dari manisnya sukrosa (gula).
sakarin punya rasa yang getir, sehingga pemanis buatan ini sering dicampur dengan siklamat.
Rasa manis dari siklamat, 30 kali lipat daripada sukrosa.Namun pemanis ini dapat menyebabkan
diabetes,kanker dan bahaya lainnya ,sehingga penggunaannya dilarang

 Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator,
di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah
terkontaminasi oleh patogen atau tidak.Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini
menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, bakteri pembusuk ini juga
memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat
menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.

 Kapang adalah sekelompok mikroba yang tergolong dalam fungi dengan ciri khas memiliki
filamen (miselium). Kapang termasuk mikroba yang penting dalam mikrobiologi pangan karena
selain berperan penting dalam industri makanan, kapang juga banyak menjadi penyebab
kerusakan pangan.

Sumber Pustaka
t.thn. Diakses Maret 3 , 2018. http://eprints.undip.ac.id/54990/3/Bab_II.pdf.

Farmasi, Ilmu. t.thn. Diakses Maret 3, 2018. http://ilmu-kefarmasian.blogspot.co.id/2012/11/natrium-


benzoat.html.

vivianti, maya. t.thn. Kapang. Diakses Maret 3, 2018.


http://mayavivianti.blogspot.co.id/2015/04/kapang.html.