Anda di halaman 1dari 15

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
INTEGRATED RIVER SYSTEM SOLUSI RENDAHNYA FUNGSI SUNGAI
DI ITS DAN DAERAH SEKITARNYA

BIDANG KEGIATAN :
PKM GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh :
Khamdan Qomaruddin 04111540000032 Angkatan 2015
Elsa Efrina Nur Faida 04411540000038 Angkatan 2015
Olga Putri Sholicha 04411540000039 Angkatan 2015
Andhika Wira Lesmana 04211640000107 Angkatan 2016
Rofianti Sulistiohartini 04311640000067 Angkatan 2016

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


SURABAYA
2018
DAFTAR ISI

JUDUL PROGRAM................................................................................................1
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
Kata Pengantar........................................................................................................iv
RINGKASAN..........................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................1
1.3 Tujuan.............................................................................................................2
1.4 Manfaat..........................................................................................................2
BAB II GAGASAN................................................................................................3
2.1 Integrated River System.................................................................................3
2.2 Desain Terpadu konsep ”Integrated River System”..................................3
2. 4 Solusi yang Pernah Ditawarkan....................................................................5
2.5 Gagasan Baru yang Ditawarkan.....................................................................5
2.6 Pihak-pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan.............................7
2.7 Langkah-langkah Strategis Implementasi Gagasan.......................................8
BAB III KESIMPULAN.........................................................................................9
3.1 Inti Gagasan...................................................................................................9
3.2 Teknik Implementasi Gagasan.......................................................................9
3.3 Prediksi Keberhasilan Gagasan.....................................................................9
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................10

ii
DAFTAR TABEL
Table 1 Gagasan yang ditawarkan Tim Penulis.......................................................5
Table 2 Tinjauan Gagasan Berdasarkan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan........7
Table 3 Identifikasi Pelaksana, Sumber Dana dan Program Community
Development............................................................................................................7
Table 4 Peranan Elemen Terkait dalam Pelaksanaan Integrated River System.......8

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Contoh penerapan konsep Integrated River System...............................4
Gambar 2 reklamasi sungai dengan bantuan alat berat............................................4

iii
Kata Pengantar

Pada matakuliah wawasan teknologi dan komunikasi ilmiha kali ini, kita
sebagai mahasiswa harus lebih kritis dalam menanggapi permasalahan yang
terdapat di sekitar kita yakni lingkungan kampus tercinta kita ITS. Dalam
penugasann kali ini diharapkan mampu mengatasi dan memberikan solusi nyata
yang bersifat ramah lingkungan dan menarik yang mampu menjadikan
keunggulan komparatif dengan kampus lain di luar ITS, meskipun belum
termanfaatkan secara maksimal. Karya ini memperlihatkan sebarapa serius
permasalah yang terdapat di lingkungan ITS. ITS membutuhkan ide-ide kreatif
dari seluruh mahasiswanya untuk terus berkembang menjadi lebih baik ke depan.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih banyak
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ini
yaitu:

1. Allah SWT yang memberikan kesehatan serta kesempatan untuk membuat


karya tulis ini.
2. Orangtua yang sangat membantu pemberian motivasi serta nasehat yang
bermanfaat dalam proses penulisan yang cukup banyak menyita waktu.
3. Rekan kerja tim yang telah memberi waktu, tenag, dan pikirannya untuk turut
serta dalam penulisan karya tulis ini.

Karya ini diharapkan dapat memberikan masukan informasi serta wacana


yang bermanfaat bagi seluruh elemenn yang ada di ITS pada umumnya.

Surabaya, 27 Februari 2018

iv
RINGKASAN

Selama ini di kampus ITS di alari sungai yang mengalir dari lingkungan
asrama, departemen biologi, Statistik, departemen teknik elektro, departemen
teknik Material dan Metalurgi, hingga mengalir ke muara sungai yang terdapat di
Desa Keputih, Pakuwonn. Hal sepele namun sangat riskan apabila dibiarkan,
selama yang diketahui sungai di sekitar kanpus ITS sangatlah kotor, bau,
ditumbuhi eceng gondok dalam jumlah yang besar dan cenderung tidak terkontrol,
yang dapat menyebabkan pendangkalan sungai dikarenakan eritrofikasi oleh
eceng gondok itu sendiri. Sedangkan sungai dalam lingkup kampus ITS memiliki
banyak fungsi penting dalam mendungkung proyek eco frendly yang dicanangkan
oleh ITS terlebih dari fungsi hakiki dari sungai itu sendiri, seperti contohnya
sungai sebagai sumber air, pengairan berbasi teknologi ITS, habitat alami hewan
air, dan sebagai eye catching seluruh elemen kampus ITS dan pengunjung. Oleh
karena itu permasalah yang terdapat padas sungai di ITS harus harus ditangani
dan ditanggapi secara serius, dilindungi dan dijaga kelestariannya, ditingkatkan
fungsi dan kemanfaatannya, dan dikendalikan daya rusaknya terhadap lingkungan
agar sungai tetap dalam kondisi yang baik. Dalam karya tulis ini tim penulis akan
memberiikan solusi untuk Mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk di
sepanjang aliran sungai kampus ITS dan sekitarnya meliputi wilayah Pakuwon
serta Keputih, Sukolilo. Sekaligus Melakukan penataan dan pemeliharaan di
wilayah sungai kampus ITS dan sekitarnya meliputi wilayah Pakuwon dan
Keputih, Sukolilo. Menggunakan Integrated River System yang mana merupakan
suatu desain sistem tata kelola sungai yang berdasarkan pembangunan
berkelanjutan. IRS merupakan serentetan langkah yang harus dilakukan untuk
revitalisasi wilayah sungai. Dalam hal 'Revitalisasi Sungai' secara sederhana
dasarnya minimal ada 2(dua) kegiatan penting yang bisa dilakukan, yaitu
Normalisasi dan Optimalisasi.

Kata Kunci : Integrated River System, Revitalisasi Sungai, Eritrofikasi

v
1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sungai adalah tempat - tempat dan wadah - wadah serta jaringan
pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan
kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan. (Permen No. 35 tahun
1991) Sungai memiliki banyak fungsi penting dalam sistem sumber daya alam,
seperti contohnya sungai sebagai sumber air, pengairan, saluran pembuangan,
habitat alami hewan air, dll. Sungai sebagai sumber air merupakan salah satu
sumber daya alam yang mempunyai fungsi serbaguna bagi kehidupan dan
penghidupan manusia. Sungai harus dilindungi dan dijaga kelestariannya,
ditingkatkan fungsi dan kemanfaatannya, dan dikendalikan daya rusaknya
terhadap lingkungan agar sungai tetap dalam kondisi yang baik.
Kondisi sungai di ITS dan daerah disekitarnya khusuhnya Keputih dalam
kondisi yang memprihatinkan. Hal ini sesuai dengan hasil observasi terakhir yang
dilakukan oleh penulis pada lokasi tersebut pada tanggal 12 Februari 2018.
Kondisi sungai terdapat banyak sampah dan dangkal yang menyebabkan aliran
sungai menjadi tersumbat, selain itu sungai ITS selalu dalam kondisi yang tidak
terawat dengan air yang keruh dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Lingkungan sekitar sungai yang ikut tidak terpelihara menambah
ketidaknyamanan daerah disekitar sungai ITS. Sampah yang ada akan
menyebabkan air menjadi kotor dan sangat rawan menjadi sarang nyamuk sumber
penyakit. Sampah juga menyebabkan aliran sungai menjadi tersumbat dan rawan
terjadi banjir apabila musim hujan tiba. Dampaknya jalan disekitar sungai akan
terendam banjir dan hal ini akan membuat jalan di sekitar sungai rusak. Apabila
dibiarkan dengan kondisi demikian maka sungai ITS akan menjadi wilayah
darurat kebersihan dan juga semakin tercemar.
Sesuai dengan kondisi yang digambarkan diatas maka penulis mencoba
untuk memberikan solusi dalam menangani ketidaklayakan kondisi sungai dengan
cara melakukan penataan dan pembangunan wilayah sungai di ITS. Penataan
dilakukan dengan melakukan membersihkan wilayah sungai terlebih dahulu,
kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sungai secara berkelanjutan.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas dapat diperoleh rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Sampah pada sepanjang aliran sungai yang menyebabkan tersumbat
dan dapat berpotensi menimbulkan banjir
2. Tata kelola dan perawatan sungai yang minim di kampus ITS dan
wilayah sekitarnya
2

1.3 Tujuan
Karya tulis ini bertujuan untuk :
1. Mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk di sepanjang
aliran sungai kampus ITS dan sekitarnya meliputi wilayah Pakuwon
serta Keputih, Sukolilo.
2. Melakukan penataan dan pemeliharaan di wilayah sungai kampus
ITS dan sekitarnya meliputi wilayah Pakuwon dan Keputih,
Sukolilo.

1.4 Manfaat
Manfaat karya tulis ini adalah :
1. Sebagai salah satu bentuk solusi dan pedoman penyelesaian masalah
sampah di sungai ITS maupun sekitarnya
2. Sebagai langkah kongkret perwujudan kawasan sungai yang bersih dan
nyaman dan pemeliharaan lingkungan bagi ITS maupun masyarakat
sekitar
3

BAB II
GAGASAN
2.1 Integrated River System
Integrated River System adalah suatu desain sistem tata kelola sungai
yang berdasarkan pembangunan berkelanjutan. IRS merupakan serentetan langkah
yang harus dilakukan untuk revitalisasi wilayah sungai. Dalam hal 'Revitalisasi
Sungai' secara sederhana dasarnya minimal ada 2(dua) kegiatan penting yang bisa
dilakukan, yaitu Normalisasi dan Optimalisasi.
Normalisasi atau dikatakan juga dengan memfungsikan dan
menghidupkan kembali peran sungai seperti awalnya dulu, baik dari sisi fisik
ataupun non fisik. Sedangkan kegiatan Optimalisasi adalah dengan
memfungsikan dan menghidupkan sungai melalui langkah
meningkatkan/mentransformasikan atau menyesuaikan kondisi sungai dengan
kondisi perkembangan zaman dan kebutuhan yang diperlukan saat ini tanpa
mengurangi dan mengabaikan 'eksistensi' masa lalu sungai tersebut. Akan tetapi
kegiatan normalisasi dan optimalisasi dalam hal revitalisasi sungai bisa dikerjakan
secara bersamaan. Dan ini tergantung dengan kondisi serta karakteristik dari
sungai dan kawasan sekitarnya yang akan di revitalisasi. Tentu hal faktor fisik dan
non fisik yang melingkupi hal kawasan sungai tersebut haruslah terlebih dahulu di
inventarisir dan di identifikasi untuk kemudian dipilih langkah revitalisasi yang
manakah yang paling tepat guna.
Dalam konsep ”Integrated River System” terdapat 4 kegatan inti dari
pelaksanaanya, yaitu:
1. Desain Terpadu konsep ”Integrated River System”
2. Reklamasi Sungai
3. Pembangunan berkelanjutan
4. Perawatan dan pemanfaatan

2.2 Desain Terpadu konsep ”Integrated River System”


Desain konsep “Integrated River System” harus memperhatikan kondisi
sekitar sungai di Kampus ITS dan sekitarnya, termasuk kedalaman air, kondisi air,
alur aliran air, dll. Desain konsep juga termasuk kedalam penambahan fasilitas
yang akan digunakan dalam mewujudkan ”Integrated River System” seperti kapal
kecil, getek, rakit, letak jembatan, letak mini port dll.
4

Gambar 1 Contoh penerapan konsep Integrated River System

2.3 Reklamasi Sungai dan Pembangunan berkelanjutan


Dalam upaya normalisasi dan optimalisasi sungai maka salah satu langkah
awal yang harus diakukan adalah dengan melakukan reklamasi atau pengerukan
sungai. Pengerukan bias dilakukan dengan menggunakan alat berat atau
menggunakan kapal apabila kapasitas sungai mampu menampung dimensi kapal.
Reklamasi dilakukan untuk menambah daya kapasitas tampung air sungai, hal ini
dilakukan biasa karena sungai yang sudah dalam kondisi dangkal dan mampet.
Reklamasi juga menambah umur pakai sungai dan mencegah dari kekeringan
apabila sungai dalam kondisi kering yng terus menerus.

Gambar 2 reklamasi sungai dengan bantuan alat berat

Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud adalah dengan menambah


fasilitas yang berkaitan dengan aktifitas di sungai seperti jembatan, kapal, port
atau tempat bersandar dll. Selain penambahan fasilitas juga dilakukan desain
perawatan yang harus dilakukan untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan
“integrated River System”. Hal ini misalnya perlu dilakukan pembersihan dan
pengecekan fasilitas sungai setiap sebulan sekali. Atau kegiatan kerja bhakti, dll.
5

2. 4 Solusi yang Pernah Ditawarkan


Dalam hal ini pihak ITS sudah pernah melakukan beberapa upaya
pemeliharaan lingkungan sekitar sungai yaitu dengan kegiatan kegiatan sebagai
berikut :
1. Penggalian sampah sungai dengan tenaga manusia dan peralatan
cangkul
2. Membersihkan parit dan rumput sekitar wilayah sungai
3. Pembersihan eceng gondok pada sungai

Upaya upaya yang dilakukan oleh pihak ITS hanya sebatas upaya
pembersihan, hal ini tidak akan bertahan lama apabila tidak diikuti dengan
tindakan tindakan perventif seperti melakukan larangan yang tegas agar tidak
membuang sampah pada sungai, melakukan penataan dan transformasi sungai,
atau tindakan tindakan yang lain. Sungai juga akan kembali tersumbat
dikarenakan pengerukan/penggalian yang dilakukan dengan tenaga manusia
kurang memberikan dampak kedalam terhadap sungai. Oleh karena itu diperlukan
solusi yang lain agar pemeliharaan sungai data terus dilakukan dengan baik dan
benar.

2.5 Gagasan Baru yang Ditawarkan


Gagasan yang kami tawarkan dipaparkan ke dalam tabel berikut :
Table 1 Gagasan yang ditawarkan Tim Penulis
No Gagasan yang Uraian atau Deskripsi Pustaka (Nama penulis
Ditawarkan Gagasan (meliputi: yang mengusulkan
Uraian Cara Kerja atau sumber lain yang
secara detail ) relevan)
1. Pengerukan/pengga - Pengerukan dilakukan https://www.academia.ed
lian sungai menggunakan alat u/10448489/METODE_
menggunakan berat sepanjang aliran PELAKSANAAN_PEN
bantuan alat berat sungai yaitu mulai dari GERUKAN_ALUR_KA
untuk menambah jembatan dekat dari LI_JUANA
kapasitas daya bundaran Biologi
tampung sungai hingga ke muara
sungai menuju Desa
Keputih
- Pada saat proses
pengerukan dilakukan
penutupan 1 lajur jalan
untuk sementara agar
proses dilakukan
6

secara cepat dan aman


akan pengguna jalan

2. Pembangunan - Pembangunan tepi Video dari laman


wilayah sungai ITS sungai dengan youtube :
dan pemberian menambahkan AMSTERDAM -
fasilitas transportasi dermaga dermaga GIETHOORN, Venice of
sungai (rakit, kecil dan juga the Netherlands
getek,dll) sebagai perbaikan jembatan https://www.youtube.co
sarana hiburan dan apabila diperlukan m/watch?
menunjang untuk lebih v=Co6CuFM6wHY
keindahan dan ditinggikan jaraknya
kenyamanan dengan permukaan
sungai Penambahan
fasilitas
kapal/rakit/getek
sebagai sarana hiburan
dan menambah
suasana keindahan dan
kenyamanan sungai
3. Pemeliharaan - Pemeliharaan Penulis
kebersihan sungai dilakukan dengan
yang dilakukan dilakukan gotong
setiap 2 bulan royong mebersihkan
sekali wilayah sungai baik
oleh warga,
mahasiswa, stake
holder, dosen, dan
seluruh keluarga besar
ITS
4. Sanksi dan denda - Pemasangan papan
bagi pembuang peraturan yang jelas
sampah ke sungai dan penegakan sanksi
ITS dan denda bagi
pelanggarnya
Sumber: Penulis, 2017

Selanjutya karya tulis ilmiah ini ditinjau berdasarkan prinsip pembangunan


berkelanjutan yang dipaparkan ke dalam tabel berikut :

Table 2 Tinjauan Gagasan Berdasarkan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan


7

Gagasan yang Aspek yang Ditinjau


No.
Ditawarkan Ekonomi Sosial Lingkungan
1. Pengerukan/penggalian Membutuhkan Mambuat Kapasitas daya
sungai menggunakan banyak biaya macet jalan tampung lebih
bantuan alat berat untuk namun Kotoran hasil
menambah kapasitas daya memiliki pengerukan
tampung sungai dampak yang yang
lebih lama menimbulkan
bau tidak sedap
sementara waktu
2. Pembangunan wilayah Membutuhkan Dapat Tidak ada
sungai ITS dan pemberian banyak biaya melibatkan
fasilitas transportasi warga
sungai (rakit, getek,dll) sekitar
sebagai sarana hiburan
dan menunjang kindahan
dan kenyamanan
3. Pemeliharaan kebersihan Biaya murah Melibatkan Lingkungan
sungai yang dilakukan seluruh sungai terawat
setiap 2 bulan sekali warga ITS

4. Sanksi dan denda bagi tidak ada menjalin semakin terjaga


pembuang sampah ke kepekaan
sungai ITS sesama
warga ITS
Sumber: Penulis, 2018

2.6 Pihak-pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan


Gagasan ini dapat terwujud melalui partisipasi aktif pihak-pihak sebagai
berikut.

Table 3 Identifikasi Pelaksana, Sumber Dana dan Program Community Development


Pelaksana Sumber dana Program yang diterapkan
Desain Integrated River
Bantuan dari pemerintah System wilayah ITS dan
ITS -IKOMA sekitarnya
Membuat kebijakan dan
penyedia anggaran
Reklamasi dan penataan
berkelanjutan sungai
Pemkot Surabaya Pemkot Surabaya
wilayah ITS dan
sekitarnya
Masyarakat -Anggaran APBD -Masyarakat mempunyai
8

Pelaksana Sumber dana Program yang diterapkan


program untuk pemilahan
sampah dan membeli
tempat sampah yang
warnanya berbeda-beda
-Bantuan dari pemerintah
-Tidak membuang
sampah di sungai
-Kerja bakti rutin untuk
lingkungan di sekitarnya.
-Melakukan pengontrolan
-Dari pihak Perguruan pemilahan sampah
Tinggi -Melakukan pembersihan
Petugas Kebersihan
-Masyarakat rutin di lingkungan
-Pemerintah sekitarnya termasuk
sungai.

Sumber: Penulis, 2017


Untuk pelaksanaan ”Integrated River System” sebagai solusi dari rendahnya
fungsi sungai pada daerah ITS dan sekitarnya, berkut ini merupakan pihak-pihak yang
terkait dalam pelaksanaan pembangunan

Table 4 Peranan Elemen Terkait dalam Pelaksanaan Integrated River System


No. Lembaga Peranan
1. ITS Mempersiapkan desain Integrated River System
2. Pemkot Surabaya Pelaksana pembangunan sungai
3. Dinas Perhubungan Penyedia alat alat berat
Penyedia fasilitas tambahan sungai (getek, rakit,
4. Dinas Pariwisata
kapal, dll)
Sumber: Penulis, 2017

2.7 Langkah-langkah Strategis Implementasi Gagasan


Langkah-langkah strategis untuk mewujudkan gagasan ”Integrated River
System” adalah sebagai berikut :
1. Pembuatan Desain Terpadu konsep ”Integrated River System”
2. Pelaksanaan Reklamasi Sungai
3. Pembangunan berkelanjutan wilayah sungai
4. Perawatan dan pemanfaatan

BAB III
KESIMPULAN

Dalam mengatasi masalah sampah dan ketidaklayakan sungai ITS dapat


dilakukan dengan cara menggalakkan bersih berih disekitar area sungai. Namun
hal ini saja tidak cukup, perlu dilakukan penataan dan pembangunan sekitar
wilayah sungai dengan program berkelanjutan agar menjadi lebih terjaga dan
9

dapat berfungsi dengan baik. Penataan dan pembangunan berkelanjutan sungai


contohnya adalahmembuat sebuah program bersih sungai yang dilakukan secara
periodic mungkin selama 2 bulan sekali atau periode lainnya. Pembangunan
sungai dilakukan dengan melakukan pengerukkan badan sungai terlebih dahulu
dikarenakan untuk membuat kapasitas tampung sungai menjadi lebih besar.
Kemudian apabila diperlukan dilakukan perbaikan dan pembangunan fasilitas
baru disekitar wilayah sungai seperti halnya jembatan, pembangunan dermaga
kecil, atau juga bias menambahkan rakit/perahu sebagai sarana transportasi.

3.1 Inti Gagasan


Melalui pelaksanaan Integrated River System di ITS, akan tercipta kondisi
yang nyaman dan bersih dalam proses pengelolahan air. Revitalisasi dilakukan
dengan standardisasi dan koordinasi yang memiliki tolak ukur. Penyertaan
dilakukan secara bertahap agar terjadi keadaan konsisten di setiap kali di ITS.

3.2 Teknik Implementasi Gagasan


Gagasan revitalisasi kali di ITS akan berjalan baik apabila pengguna
maupun pengembang fasilitas dari tiap anggota civitas akademika di ITS
melakukan koordinasi dan standardisasi dengan pihak pemelihara. Apabila
koordinasi terjalin dengan baik, maka program ini akan berjalan dengan baik.

3.3 Prediksi Keberhasilan Gagasan


Gagasan mempunyai tingkat keberhasilan yang bisa dikatakan baik, yaitu
90%. Karena disaat ini ITS hampir sepenuhnya bergantung dengan kali
disekitarnya, selain itu dikarenakan banyaknya sumberdaya yang dapat digunakan
dalam program ini.
10

DAFTAR PUSTAKA
[1] Cahyono AT. 2010 Perencanaan Pengendalian Banjir Kali
Kemuning, Sampang. [Skripsi]. Institut Teknologi Sepuluh
November. Surabaya
[2] http://www.majalahtataruangindonesia.com/jabar/99/sungai-sebagai-
sumber-air-peraturan-pemerintah-republik-indonesia-nomor-35-
tahun-1991.html diakses tanggal 11 Februari 2018
[3] https://kbbi.web.id/sungai diakses tanggal 11 Februari 2018
[4] http://www.mstar.com.my/berita/berita-semasa/2011/07/02/sungai-
klang-dan-sungai-gombak-jadi-ikon-waterfront--pm/ diakses tanggal
11 Februari 2018
[5] http://www.utusan.com.my/berita/wilayah/transformasi-sungai-
gombak-klang-1.125492 diakses tanggal 11 Februari 2018
[6] https://ugm.ac.id/id/news/14683-
raih.doktor.usai.teliti.transformasi.kota.sungai.rawa.banjarmasin
diakses tanggal 12 Februari 2018
[7] https://www.jawapos.com/radarmadura/read/2017/10/03/16990/banji
r-sampang-bangun-pompa-hampir-rp-50-m diakses tanggal 12
[8] https://berandainovasi.com/normalisasi-sungai-upaya-
penanggulangan-dan-pencegahan-banjir/ diakses tanggal 12
[9] Surabaya.http://waterengnet.com/2011/city-of-winnipeg-and-red-
river-flooding/ diakses tanggal 12