Anda di halaman 1dari 5

1.

PENGERTIAN
MOW (Metode Operatif Wanita) / tubektomi adalah tindakan penutupan
terhadap kedua saluran sel telur kanan dan kiri, yang menyebabkan sel telur tidak dapat
melewati saluran sel telur, dengan demikian sel telur tidak dapat bertemu dengan
sperma laki-laki sehingga tidak terjadi kehamilan (rahmipelita.blogspot.com, 2013).
MOW (Metode Operatif Wanita) / tubektomi yaitu tindakan pengikatan dan
pemotongan saluran telur agar sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma
(www.posyandu.org, 2014).

2. INDKASI
a. Usia lebih dari 26 tahun.
b. Sudah punya anak cukup (2 anak), anak terkecil berusia minimal 2 (lima) tahun.
c. Yakin telah memiliki keluarga yang sesuai dengan kehendaknya.
d. Ibu pasca persalinan.
e. Ibu pasca keguguran.

3. TUJUAN
a. Memperlancar jalannya operasi
b. Dapat mempertahankan kesterilan alat – alat instrument
c. Dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada penderita
d. Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo
e. Dapat mencegah tertinggalnya instrument atau gaas dalam perut penderita

4. PENGKAJIAN
a. Keadaan umum pasien
b. Hasil laboratorium normal
c. Hasil photo rontgent normal
d. Hasl EKG normal
e. Tanda vital normal
5. PERSIAPAN
a. Pasien
1) Pasien telah dipuasakan 6-8 jam sebelum pelaksanaan operasi
2) Pasien dipersiapkan dalam kondisi bersih dan menggunakan pakaiaan khusus
masuk kamar operasi serta menanggalkan semua perhiasan yang dipakai.
3) Pasien telah diberikan inform consent tentang tindakan oprasi
4) Pasien diposisikan pada posisi supinasi di meja operasi
5) Pasien diberikan General anestesi (Epidural + CVP)
b. Lingkungan
1) Menciptakan lingkungan / ruangan operasi yang bersih dan steriL.
2) Mengatur suhu ruangan operasi 18-24 derajat celsius
3) Mengatur dan mengecek fungsi mesin suction,couter, lampu operasi, meja
operasi, meja mayo, meja instrument.
4) Menenmpatkan tempat sampah yang sesuai agar mudah dijangkau.
5) Memberi perlak dan doek pada meja operasi, memasang sarung meja mayo
pada meja mayo, mempersiapkan linen steril dan instrument yang akan
digunakan.
c. Alat, Linen, BHP
1) Meja mayo
 1. Desinfeksi Klem (Sponge Holding Forceps) : 1 buah
 2. Doek Klem (Towel Forceps) : 5 buah
 3. Pincet Chirurgie : 2 buah
 4. Pincet Anatomis : 2 buah
 5. Hand vat mes no.3 (Knifehandle) : 1 buah
 6. Gunting kasar (Ligature Scissors) : 1 buah
 7. Gunting Metzembaum : 1 buah
 8. Klem mosquito : 2 buah
 9. Klem manis : 1 buah
 10. Arteri klem van pean bengkok (chrom klem) : 1 buah
 11. Arteri klem van Kocher lurus : 4 buah
 12. Nald Voerder panjang/pendek : 1/1 buah
 13. Langenbeck : 2 buah
 14. Bekochk. : 1 buah
 15. Ring klem : 1 buah
 16. Jarum cuting/ tapper sedang : 1/ 1
 17. Jarum cutting kecil :1
2) Instrumen penunjang
 Meja Operasi :1
 Sambungan Kabel :1
 Tempat Sampah :1
 Meja Mayo :1
 Meja Instrument :1
 Lampu Operasi :2
3) Meja Instrumen
 Alas meja operasi :1
 Sarung meja mayo :1
 Duk besar :3
 Duk sedang :4
 Duk kecil :4
 Baju operasi :6
 Handuk/ lap :5
 Bengkok : 2 buah
 Kom : 1 buah
 Cucing : 1 buah
 Mini big kas : 1 lembar
 Kassa : 10 lembar
4) Bahan Habis Pakai
 Handscone 6,5 / 7 / 7,5 : 4 psg
 Mess no.15 :1
 Kasa kecil : 10 lembar
 Kasa besar + bertali : 1 lembar
 Deppers : 5 buah
 Benang catgut plain no 1 :2
 Benang catgut chromic no 2-0 :1
 Underpad steril :3
 NS 0,9 % : 1 liter
 Sufratul :1
 Hipafix : 10 x 10 cm
 T-towel :1

6. TEKNIK INSTRUMENTASI
1) Sebelum dilakukan pembiusan perawat sirkuler melaksanakan sign in.
2) Pasien dilakukan pembiusan dengan General Anasthesi.
3) Perawat instrumen melakukan scrubbing, gowning, gloving.
4) Perawat instrumen memakaikan baju operasi dan handscoen steril kepada operator
dan asisten operator yang telah melakukan scrubbing.
5) Operator melakukan desinfeksi area operasi. Berikan desinfeksi klem, savlon 4 dan
deppers.
6) Drapping area operasi dengan duk kecil di atas simpisis pubis,duk besar di atas area
operasi kemudian duk lubang dengan posisi lubang tepat diarea operasi dan
tambahkan duk sedang dibagian bawah.
7) Operator menentukan area insisi operasi, instrumentator memberikan pinset
chirurgis dan iodine povidon secukupnya untuk menggambar.
8) Tim operasi melakukan time-out yang dipimpin oleh perawat sirkuler, bila
konfirmasi selesai operasi segera dimulai dan dawali dengan doa yang dipimpin
oleh operator.
9) Operator melakukan incisi semilunar dibawah umbilikus, instrumentator
memberikan handvat mess dan pinset chirurgis untuk insisi kulit sampai dengan
lemak.
10) Kemudian berikan gunting kasar untuk membuka fasia,Incisi diperdalam lapis
demi lapis sampai cavum peritoneal terbuka, lalu rawat perdarahan dengan
memberikan kassa yang diklem dengan ring klem.
11) Rongga peritoneum terbuka, perawat instrumen memberikan kasa besar yang
talinya dijepit dengan masquito, kassa besar untuk melindungi usus kemudian
perawat instrumen memberikan langen back satu pasang kepada operator, operator
mengidentifikasi fundus uteri, kemudian menyusuri ke sisi kiri. Saat tampak tuba
falopi , perawat instrumen memberikan pinset anatomis pada operator untuk
menyusuri dan mengidentifikasi fimbrie. Pada pars ampularis yang
avaskuler,perawat instrumen memberikan klem babcock pada operator untuk
memegang tuba falopi dan klem pean besar untuk menjepit bagian bawahnya.
Kemudian perawat instrumen memberikan gunting kasar untuk memotong tuba
falopi kemudian berikan benang plain no.1 untuk menjahit ikat (jahitan muka
belakang).
12) Hal yang sama dilakukan juga pada tuba kontra lateral. Lalu evaluasi perdarahan.
13) Perawat sirkuler melakukan sign out ( tujuannya untuk menghitung kassa dan alat
instrument, apakah yang dipersiapkan sama dengan saat sign out)
14) Kemudian big kas dikeluarkan dan mulai melakukan penjahitan,sebelumnya
berikan khoker bengkok 4 buah untuk memegang fasia.
15) Jahitan dilakukan lapis demi lapis, berikan catgut plain no. 1 untuk menjahit
peritonium, benang catgut chromic no. 2-0 untuk menjahit facia, benang plain no.
1 untuk menjahit lemak, benang chromic 2-0 untuk menjahit kulit. Lalu luka
operasi ditutup dengan sufratule, kasa dan hipavix.
16) Perawat instrumen membersihkan pasien dengan menggunakan kasa basah lalu
kasa kering.
17) Operasi selesai, pasien dirapikan, alat dibersihan.
18) Catat bahan habis pakai di lembar depo. Rapikan kembali ruangan.
19) Bereskan semua instrument lalu didekontaminasi (rendam pricept,bersihkan
dengan zidesim dan bilas dengan air mengalir ), diinventaris, bungkus / packing
dan siap disteril.
20) Cuci tangan.

7. REFERENSI
Turkanto, 2005, (INSTEK) Instrumentasi Teknik, PT Media Mitra Persada, Solo
Puruhito dkk, 2001, Pedoman Teknik Operasi, Airlangga University Press, Surabaya.