Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

PASAR DAN LEMBAGA KEUANGAN

PEGADAIAN

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Pasar Dan Lembaga Keuangan
Dosen Pembimbing : Anwar Azazi, S.E., DEA

Disusun oleh :
Rival Taruna Anorawi (B1021151016)
Putri Mutiara Sari (B1021151024)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2016
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktu yang direncanakan.
Makalah dengan judul Pasar Dan Lembaga Keuangan Pegaidaian ini telah
kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, mulai
dari dosen pembimbing dan teman-teman dalam kelompok ini, sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran
dan kritik yang sifatnya membangun dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inspirasi bagi pembaca.

Pontianak, 13 Juni 2016

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …............................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah …................................................................ 1

1.2. Rumusan Masalah ….......................................................................... 1

1.3. Tujuan Penulisan …............................................................................ 2

1.4. Manfaat Penulisan .............................................................................. 2

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1. Definisi Pegadaian ............................................................................. 3

2.2. Pendirian Pegadaian ........................................................................... 4

2.3. Produk yang Ditawarkan Pegadaian .................................................. 7

2.4. Mekanisme Pinjaman ......................................................................... 5

2.5. Analisis Pertumbuhan Aset Pegadaian dari Tahun 2011-2015.......... 10

2.6. Analisis Rasio Keuangan Pegadaian dari Tahun 2011-2015 ............. 13

BAB 3 PENUTUP

3.1. Kesimpulan ........................................................................................ 17

3.2. Saran ................................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA ….............................................................................. 19

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam kegiatan sehari- hari, uang selalu saja dibutuhkan untuk membeli
atau membayar berbagai keperluan. Dan yang menjadi masalah terkadang
kebutuhan yang ingin dibeli tidak dapat dicukupi dengan uang yang dimilikinya.
Kalau sudah demikian, mau tidak mau kita mengurangi untuk membeli berbagai
keperluan yang dianggap tidak penting, namun untuk keperluan yang sangat
penting terpaksa harus dipenuhi dengan berbagai cara seperti meminjam dari
berbagai sumber dana yang ada.

Pegadaian sebagai satu-satunya perusahaan diindonesia yang


menyelenggarakan bisnis gadai dan sarana pendanaan alternatif telah ada sejak
lama dan banyak dikenal masyarakat Indonesia. Karena proses peminjamannya
yang mudah, pegadaian banyak diminati oleh masyarakat khususnya kelas
menengah ke bawah. Pegadaian tidak hanya melayani kredit berbasis gadai, tetapi
telah berkembang seperti kredit berbasis fidusia, investasi emas dan jasa keuangan
lainnya.

1.2. Rumusan Masalah


1.2.1. Apa yang dimaksud dengan pegadaian?
1.2.2. Kapan pegadaian didirikan?
1.2.3. Produk apa saja yang ditawarkan pegadaian?
1.2.4. Bagaimana mekanisme peminjaman di pegadaian?
1.2.5. Bagimana pertumbuhan aset pegadaian dari tahun 2011-2015?
1.2.6. Bagaimana rasio keuangan pegadaian dari tahun 2011-2015?

1
1.3. Tujuan Penulisan
1.3.1. Untuk menjelaskan secara terperinci mengenai pegadaian.
1.3.2. Untuk mengetahui sejarah pegadaian dari awal berdiri hingga sekarang.
1.3.3. Untuk menjelaskan produk apa saja yang ditawarkan pegadaian.
1.3.4. Untuk mendeskripsikan mekanisme pinjaman di pegadaian.
1.3.5. Untuk menganalisis pertumbuhan aset pegadaian dari tahun 2011-2015.
1.3.6. Untuk menganalisis rasio keuangan pegadaian dari tahun 2011-2015

1.4. Manfaat Penulisan


1.4.1. Manajemen Perusahaan
Perusahaan dapat melihat perkembangan pegadaian dalam analisis
yang sudah dipaparkan dengan terperinci dan diolah dalam kurun waktu
lima tahun terakhir (2011 – 2015), dari analisis tersebut perusahaan
dapat melakukan pengambilan keputusan dengan tepat.
1.4.2. Pemerintah Sebagai Regulator
Pemerintah dapat mengawasi kinerja pegadaian dengan melihaat
perkembangannya. Apakah kinerja dari pegadaian sudah berkontribusi
dengan baik pada perekonomian Indonesia? Sehingga pemerintah dapat
membuat kebijakan yang tepat.
1.4.3. Investor
Dengan melihat pertumbuhan pegadaian dalam kurun waktu lima
tahun terakhir (2011-2015), investor dapat berinvestasi di pegadaian
dalam bentuk investasi emas dengan aman.
1.4.4. Akademisi
Dunia pendidikan merupakan salah satu referensi agar pelajar dapat
memahami akan pegadaian dan dapat pula berkontribusi bagi
perekonomian di Indonesia dengan memaksimalkan jasa pegadaian.

2
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Pegadaian


Pegadaian adalah sebuah BUMN di Indonesia yang berbentuk PT, yang
mana usaha intinya adalah bidang jasa penyaluran kredit kepada masyarakat atas
dasar hukum gadai. Pegadaian merupakan suatu bentuk Lembaga Pembiayaan yang
diperuntukkan bagi masyarakat luas berpenghasilan rendah yang membutuhkan
dana dalam waktu segera.

Gadai menurut kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150 adalah


hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak.
Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang
yang mempunyai utang atau oleh seorang lain atas nama orang yang mempunyai
utang. Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang
berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan
untung melunasi utang apabila pihak yang berutang tidak dapat memenuhi
kewajibannya pada saat jatuh tempo. Jadi usaha gadai adalah kegiatan yang
menjaminkan barang barang berharga kepada pihak tertentu, guna memperoleh
sejumlah uang, dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan
perjanjian antara nasabah dengan lembaga gadai.

Seiring dengan perkembangannya, pegadaian juga memberikan jasa kredit


yang berbasis syariah kepada masyarakat. Dengan berlandaskan pada Al-Qur’an
dan Hadist yang tentunya tetap berjalan susuai dengan kitab Undang-undang
Hukum Perdata Pasal 1150. Gadai syariah diciptakan agar tidak adanya praktik-
praktik yang diharamkan dalam prinsip syariah seperti riba, gharar dan maisir.
Gadai dalam perspektif islam disebut dengan istilah Rahn, yaitu perjanjian untuk
menahan sesuatu barang sebagai jaminan atau tanggungan utang. Kata Rahn secara
etimologi berarti “Tetap, Berlangsung, dan Menahan”. Maka Dari segi bahasa Rahn
bisa diartikan sebagai menahan sesuatu dengan tetap. Ar Rahn Adalah menahan
salah satu harta milik sipeminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya.

3
2.1.1. Ciri-Ciri Pegadaian
1. Terdapat barang-barang berharga yang digadaikan.
2. Nilai jumlah pinjaman tergantung nilai barang yang digadaikan.
3. Barang yang digadaikan dapat ditebus kembali.

2.1.2. Tujuan Pegadian


1. Membantu masyarakat golongan ekonomi lemah untuk mengatasi
kesulitan dana.
2. Meningkakan kesejahteraan masyarakat lapisan bawah.
3. Melaksanakan dan menunjang program pemerintah dibidang
ekonomi dan pembangunan nasional.

2.1.3. Sumber Dana Pegadaian


1. Modal Sendiri
- Modal awal
- Penyertaan modal pemerintah
- Laba ditahan
2. Modal Pinjaman dari bank
(jangka pendek dan jangka panjang)
3. Modal pinjaman dari masyarakat.

2.1.4. Kelebihan Pegadaian


1. Mengatasi masalah tanpa masalah.
2. Memberikan dana tunai dengan cepat.
3. Tidak perlu menjual barang.
4. Dapat menjadi lokasi transaksi logam mulia.
5. Membantu keperluan dana mendadak dalam jumlah yang cukup
besar.
6. Angsuran atau cicilan yang ringan.

4
2.2. Pendirian Pegadaian

Pegadaian didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda pada tanggal 1 April


1901 dengan ditandai didirikannya Pegadaian cabang Sukabumi. Sampai sekarang
setiap tanggal 1 April diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Pegadaian. Berbicara
tentang pendiriannya, berikut adalah sejarah pegadaian mulai dari era kolonial
sampai sekarang.

2.2.1. Era Kolonial

Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Belanda (VOC)


mendirikan Bank van Leening yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit
dengan sistem gadai, lembaga ini pertama kali didirikan di Batavia pada tanggal 20
Agustus 1746.

Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Indonesia dari


tangan Belanda (1811-1816), Bank Van Leening milik pemerintah dibubarkan, dan
masyarakat diberi keleluasaan untuk mendirikan usaha pegadaian asal mendapat
lisensi dari Pemerintah Daerah setempat ("liecentie stelsel"). Namun metode
tersebut berdampak buruk pemegang lisensi menjalankan praktik rentenir atau
lintah darat yang dirasakan kurang menguntungkan pemerintah berkuasa (Inggris).
Oleh karena itu metode "liecentie stelsel" diganti menjadi "pacth stelsel" yaitu
pendirian pegadaian diberikan kepada umum yang mampu membayar pajak yang
tinggi kepada pemerintah daerah.

Pada saat Belanda berkuasa kembali, pacth stelsel tetap dipertahankan dan
menimbulkan dampak yang sama. Pemegang hak ternyata banyak melakukan
penyelewengan dalam menjalankan bisnisnya. Selanjutnya pemerintah Hindia
Belanda menerapkan apa yang disebut dengan "cultuur stelsel" di mana dalam
kajian tentang pegadaian saran yang dikemukakan adalah sebaiknya kegiatan
pegadaian ditangani sendiri oleh pemerintah agar dapat memberikan perlindungan
dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

5
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah Hindia Belanda
mengeluarkan Staatsblad No. 131 tanggal 12 Maret 1901 yang mengatur bahwa
usaha Pegadaian merupakan monopoli Pemerintah dan tanggal 1 April 1901
didirikan Pegadaian Negara pertama di Sukabumi, Jawa Barat. Selanjutnya setiap
tanggal 1 April diperingati sebagai hari ulang tahun Pegadaian.

Pada masa pendudukan Jepang gedung kantor pusat Jawatan Pegadaian


yang terletak di jalan Kramat Raya 162, Jakarta dijadikan tempat tawanan perang
dan kantor pusat Jawatan Pegadaian dipindahkan ke jalan Kramat Raya 132. Tidak
banyak perubahan yang terjadi pada masa pemerintahan Jepang baik dari sisi
kebijakan maupun struktur organisasi Jawatan Pegadaian. Jawatan Pegadaian
dalam bahasa Jepang disebut ‘Sitji Eigeikyuku’, Pimpinan Jawatan Pegadaian
dipegang oleh orang Jepang yang bernama Ohno-San dengan wakilnya orang
pribumi yang bernama M. Saubari.

2.2.2. Era Kemerdekaan

Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, kantor Jawatan


Pegadaian sempat pindah ke Karanganyar, Kebumen karena situasi perang yang
kian memanas. Agresi Militer Belanda II memaksa kantor Jawatan Pegadaian
dipindah lagi ke Magelang. Pasca perang kemerdekaan kantor Jawatan Pegadaian
kembali lagi ke Jakarta dan Pegadaian dikelola oleh Pemerintah
Republik Indonesia. Dalam masa ini, Pegadaian sudah beberapa kali berubah status,
yaitu sebagai Perusahaan Negara (PN) sejak 1 Januari 1961, kemudian
berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7/1969 menjadi Perusahaan Jawatan
(Perjan), dan selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No.10/1990 (yang
diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah No.103/2000) berubah lagi menjadi
Perusahaan Umum (Perum). Kemudian pada tahun 2011, perubahan status kembali
terjadi yakni dari Perum menjadi Perseroan yang telah ditetapkan dalam Peraturan
Pemerintah (PP) No.51/2011 yang ditandatangani pada 13 Desember 2011. Namun,
perubahan tersebut efektif setelah anggaran dasar diserahkan ke pejabat berwenang
yaitu pada 1 April 2012.

6
2.3. Produk yang Ditawarkan Pegadaian
Pegadaian merupakan satu-satunya lembaga keuangan di Indonesia yang
memberikan jasa kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai. Produk atau
layanan yang ditawarkan pegadaian kepada masyarkat terbagi atas tiga yaitu,
layanan pembiayaan, layanan emas dan layanan aneka jasa. Berikut adalah produk
atau layanan pegadaian secara terperinci.

2.3.1. Produk Pembiayaan

A. Pembiayaan Berbasis Konvensional


1. Kredit Cepat Aman (KCA) adalah kredit dengan sistem gadai yang
diberikan kepada semua golongan nasabah, baik untuk kebutuhan
konsumtif maupun kebutuhan produktif. KCA merupakan solusi
terpercaya untuk mendapatkan pinjaman secara mudah, cepat dan aman.
Untuk mendapatkan kredit nasabah hanya perlu membawa agunan berupa
perhiasan emas, emas batangan, mobil, sepeda motor, laptop, handphone,
dan barang elektronik lainnya.
2. Kredit (pinjaman) angsuran bulanan yang diberikan kepada Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (UMKM) untuk pengembangan usaha dengan
sistem gadai. KRASIDA merupakan solusi terpercaya untuk
mendapatkan fasilitas kredit yang cepat, mudah dan murah. Agunan
berupa perhiasan emas dan kendaraan bermotor.
3. KREASI adalah Kredit dengan angsuran bulanan yang diberikan kepada
Usaha Kecil dan menengan (UKM) untuk pengembangan usaha dengan
sistem Fidusia. Sistem Fidusia berarti agunan untuk pinjaman cukup
dengan BPKB sehingga kendaraan masih bisa digunakan untuk usaha.
KREASI merupakan solusi terpercaya untuk mendapatkan fasilitas kredit
yang cepat, mudah dan murah.
4. Kredit (pinjaman) angsuran bulanan dengan sistem FIDUSIA yang
diperuntukkan bagi pegawai atau karyawan suatu instansi yang telah
memiliki penghasilan tetap. KAGUM dapat diperoleh di perusahaan atau
instansi yang telah menjalin kerjasama dengan Pegadaian KAGUM dapat

7
digunakan untuk pendanaan usaha maupun non-usaha, seperti:
membiayai berbagai kegunaan seperti membangun dan merenovasi
rumah, biaya sekolah, biaya pengobatan, pernikahan dan lainnya.
KAGUM merupakan solusi pembiayaan yang cepat dan tepat bagi
karyawan

B. Pembiayaan Berbasis Syariah


1. Pembiayaan RAHN dari Pegadaian Syariah adalah solusi tepat
kebutuhan dana cepat yang sesuai syariah. Prosesnya cepat hanya dalam
waktu 15 menit dana cair dan aman penyimpanannya. Jaminan berupa
barang perhiasan, elektronik atau kendaraan bermotor.
2. Pembiayaan AMANAH dari Pegadaian Syariah adalah pembiayaan
berprinsip syariah kepada pegawai negeri sipil dan karyawan swasta
untuk memiliki motor atau mobil dengan cara angsuran.
3. Pembiayaan ARRUM pada Pegadaian Syariah memudahkan para
pengusaha kecil untuk mendapatkan modal usaha dengan jaminan
BPKB dan emas. Kendaraan tetap pada pemiliknya sehingga dapat
digunakan untuk mendukung usaha sehari-hari. Maksimalkan daya guna
kendaraan anda.

2.3.2. Produk Emas

1. MULIA adalah layanan penjualan emas batangan kepada masyarakat


secara tunai atau angsuran dengan proses mudah dan jangka waktu yang
fleksibel. MULIA dapat menjadi alternatif pilihan investasi yang aman
untuk mewujudkan kebutuhan masa depan, seperti menunaikan ibadah
haji, mempersiapkan biaya pendidikan anak, memiliki rumah idaman
serta kendaraan pribadi.
2. Tabungan Emas adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan
fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan
kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas.

8
3. Konsinyasi Emas adalah layanan titip-jual emas batangan di Pegadaian
sehingga menjadikan investasi emas milik nasabah lebih aman karena
disimpan di Pegadaian. Keuntungan dari hasil penjualan emas batangan
diberikan kepada Nasabah, oleh sebab itu juga emas yang dimiliki lebih
produktif.

2.4. Mekanisme Pinjaman

Nilai
Taksiran
Informasi Penaksir Dana
Jumlah
Pinjaman

Jadi mekanisme pinjaman dimulai dari :

1. Nasabah datang kemudian dilayani oleh petugas.


2. Petugas mengecek apakah nasabah telah terdaftar sebagai member atau
tidak, jika telah terdaftar maka nasabah dapat melakukan transaksi
menggadaikan barang. Namun jika belum terdaftar maka petugas akan
menginformasikan kepada nasabah untuk mendaftar sebagai member
pegadaian terlebih dahulu.
3. Untuk satu transaksi pinjaman uang, nasabah memberikan satu atau lebih
barang sebagai jaminan.
4. Barang yang dijaminkan dicatat jenis, merk, tipe, tanggal pembelian,
tanggal tebus, keterangan mengenai barang tersebut.
5. Kemudian proses selanjutnya yaitu menaksir harga barang yang
dijaminkan. Pegadaian mempunyai data mengenai harga barang
berdasarkan jenis, merek dan tipe barangnya untuk memudahkan dalam
penaksiran barang. Hanya barang – barang yang ada dalam daftar ini yang
dapat diterima sebagai barang jaminan / digadaikan. Petugas mengentry

9
data – data barang yang digadaikan, kemudian system memproses
perhitungan harrga taksiran barang tersebut.
6. Setelah penaksiran harga barang jaminan selesai, maka petugas yang
melayani transaksi pinjaman baru bisa menentukan berapa pinjaman yang
bisa diberikan. Besar pinjaman yang harus dikembalikan oleh nasabah
adalah sebesar pinjaman ditambah bunga sesuai ketentuan dari pegadaian.
7. Pegadaian menawarkan berbagai paket – paket produk jasa yang dimiliki
oleh pegadaian sehingga nasabah dapat menetukan pilihannya sesuai
dengan kebutuhannya.

2.5. Analisis Pertumbuhan Aset Pegadian dari Tahun 2011-2015


Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pegadaian, tentu
perlu dilakukan analisis data keuangan. Disini kami melakukan analisis data
keuangan pegadaian yang bersifat kuantitatif mulai dari tahun 2011 sampai
dengan tahun 2015. Data ini bersumber dari anual report (laporan
keuangan) pegadaian yang diposting di website resmi pegadaian yaitu
www.pegadaian.co.id. Dengan data ini kami akan menganalisis rasio
pertumbuhan aset pegadaian dan rasio keuangan pegadaian melalui analisis
deskriptif dengan menggunakan analisis horizontal. Hal ini bertujuan agar
didapatkannya kesimpulan tentang kinerja keuangan dari pegadaian.
Apakah lembaga keuangan ini dalam kondisi dan situasi yang sehat. Berikut
data keuangan, grafik dan analisis data.

10
2.5.1. Growth Asset (Pertumbuhan Aset)

Tabel 1
Growth Asset PT. Pegadaian (Persero)
Tahun 2011-2015

Total Aset (Dalam


Tahun Growth (%) Mean
Jutaan Rupiah)
2011 26.219.353

2012 29.311.898 11,79%

2013 33.469.357 14,18% 11%

2014 35.443.361 5,90%

2015 39.157.960 10,48%


Sumber: http://www.pegadaian.co.id/info-annual-report.php

Grafik 1
Growth Asset PT Pegadaian (Persero)
Tahun 2011-2015
45,000,000 16.00%
14.18% 39,157,960
40,000,000 14.00%
11.79% 35,443,361
35,000,000 33,469,357
12.00%
30,000,000 29,311,898 10.48%
26,219,353 10.00%
25,000,000
8.00%
20,000,000
5.90% 6.00%
15,000,000
4.00%
10,000,000
5,000,000 2.00%

0 0.00% 0.00%
2011 2012 2013 2014 2015

Mean : 11% Total Aset (Dalam Jutaan Rupiah) Growth (%)

Sumber : Diolah sendiri dengan aplikasi Exel.

11
Hasil Analisis 1 :
Berdasarkan grafik diatas telah dideskribsikan bahwa total aset
pegadaian mulai dari tahun 2011 sampai dengan 2015 mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun. Mulai dari tahun 2011 sebesar 26.219.353
(dalam jutaan rupiah) mengalami peningkatan secara terus-menerus sampai
dengan tahun 2015 yaitu sebesar 39.1577.960 (dalam jutaan rupiah).
Sedangkan pertumbuhan dari total aset pegadaian mengalami
fluktuasi atau naik turun. Pertumbuhan total aset tertinggi terjadi di tahun
2013 dengan 14,18% dan terendah di tahun berikutnya yaitu turun menjadi
5,90% di tahun 2014. Hal ini disebabkan oleh peningkatan total aset yang
tidak stabil. Namun dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan total aset
pegadaian dalam lima tahun terakhir terkategori baik karena mimiliki rata-
rata pertumbuhan sebesar 11% mulai dari tahun 2011 sampai dengan 2015.

12
2.6. Analisis Rasio Keuangan Pegadaian dari Tahun 2011-2015
2.6.1. Current Ratio (Aset Lancar Terhadap Liabilitas Jangka Pendek)
Tabel 2
Current Ratio PT. Pegadaian (Persero)
Tahun 2011-2015

Aset Lancar (Dalam Liabilitas Jangka Pendek Current


Tahun
Jutaan Rupiah) (Dalam Jutaan Rupiah) Ratio
2011 25.537.221 17.689.388 1,44
2012 28.554.184 18.720.492 1,53
2013 28.644.416 17.629.534 1,62
2014 30.320.767 18.099.251 1,68
2015 33.559.368 18.576.889 1,81
Sumber: http://www.pegadaian.co.id/info-annual-report.php

Grafik 2
Current Ratio PT. Pegadaian (Persero)
Tahun 2011-2015
40,000,000 2.00
1.81
35,000,000 1.68 1.80
1.62
1.53 1.60
30,000,000 1.44
1.40
25,000,000 1.20
20,000,000 1.00

15,000,000 0.80
0.60
10,000,000
0.40
5,000,000 0.20
0 0.00
2011 2012 2013 2014 2015

Aset Lancar Liabilitas Jangka Pendek Curent Ratio


Sumber : Diolah sendiri dengan aplikasi Exel.

13
Hasil Analisis 2 :

Menurut Van Horne ( 2005 : 234) : “Rasio keuangan adalah alat


yang digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja
perusahaan. Kita menghitung berbagai rasio karena dengan cara ini kita bisa
mendapat perbandingan yang mungkin akan berguna daripada berbagai
angka mentahnya sendiri”. Rasio keuangan dapat dibagi kedalam tiga
bentuk umum yang sering dipergunakan yaitu : Rasio Likuiditas, Rasio
Solvabilitas ( Leverage ), dan Rasio Rentabilitas.

Sedangkan current ratio disini tergabung dalam rasio likuiditas,


yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban financial jangka pendek. Disini kami memilih current
ratio agar dapat mengukur kemampuan pegadaian dalam membayar
kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar. Current
ratio (rasio lancar) didapat dari aset lancar dibagi dengan liabilitas jangka
pendek.

Berdasarkan tabel diatas dapat dilhat bahwa current ratio pada tahun
2011 sebesar 1,44. Artinya pada tahun 2011 setiap Rp. 1 liabilitas jangka
pendek pegadaian dijamin atau ditanggung oleh Rp. 1,44 aset lancar
pegadaian, begitu juga dengan tahun seterusnya. Telah dideskribsikan oleh
grafik diatas bahwa dari tahun ke tahun curent ratio pegadaian terus
mengalami peningkatan. Artinya nilai current ratio pegadaian dapat
dikatakan baik karena besarnya diatas 1.

Semakin tinggi nilai current ratio seharusnya semakin besar


kemampuan perusahaan untuk membayar kemampuan jangka pendek.
Namun current ratio yang terlalu tinggi menunjukan manajemen yang buruk
terhadap sumber likuiditas atau pengolaan aset lancar yang kurang baik
karena masih banyak aktiva yang menganggur.

14
2.6.2. Debt to Asset (Total Liabilitas Terhadap Total Aset)
Tabel 3
Debt to Asset PT. Pegadaian (Persero)
Tahun 2011-2015

Total Aset (Dalam Total Liabilitas (Dalam


Tahun Debt to Asset
Jutaan Rupiah) Jutaan Rupiah)
2011 26.219.353 22.142.990 0,84
2012 29.311.898 23.940.013 0,82
2013 33.469.357 23.110.735 0,69
2014 35.443.361 24.634.255 0,70
2015 39.157.960 26.625.016 0,68
Sumber : http://www.pegadaian.co.id/info-annual-report.php

Grafik 3
Debt to Asset PT. Pegadaian (Persero)
Tahun 2011-2015
45,000,000 0.84 0.90
0.82
40,000,000 0.80
0.69 0.70 0.68
35,000,000 0.70
30,000,000 0.60
25,000,000 0.50
20,000,000 0.40
15,000,000 0.30
10,000,000 0.20
5,000,000 0.10
0 0.00
2011 2012 2013 2014 2015

Total Aset (Dalam Jutaan Rupiah)


Total Liabilitas (Dalam Jutaan Rupiah)
Debt to Asset
Sumber : Diolah sendiri dengan aplikasi Exel.

15
Hasil Analisis 3 :

Debt to asset ratio merupakan salah satu rasio solvabilitas atau


disebut juga ratio leverage. Disini kami memilih debt to asset agar dapat
mengukur berapa bagian dari total aset yang dibelanjai oleh liabilitas. Debt
to asset ratio di dapat dari total liabilitas dibagi dengan total asset.

Berdasarkan tabel diatas dapat dilhat bahwa debt to asset ratio pada
tahun 2011 sebesar 0,84. Artinya pada tahun 2011 presentase aset yang
dibiayai oleh liabilitas adalah 84%, begitu juga dengan tahun seterusnya.
Telah dideskribsikan oleh grafik diatas bahwa dari tahun ke tahun debt to
asset ratio pegadaian terus mengalami penurunan. Artinya debt to asset
ratio pegadaian dapat dikatakan baik, karena terjadinya penurunan dalam
debt to asset menunjukan kinerja pegadaian yang semakin meningkat
dengan menurunnya porsi liabilitas dalam pendanan aset.

16
BAB 3

PENUTUPAN

3.1. Kesimpulan
3.1.1. Pegadaian adalah sebuah BUMN di Indonesia yang berbentuk PT, yang
mana usaha intinya adalah bidang jasa
penyaluran kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai.
Pegadaian merupakan suatu bentuk Lembaga Pembiayaan yang
diperuntukkan bagi masyarakat luas berpenghasilan rendah yang
membutuhkan dana dalam waktu segera.
3.1.2. Pegadaian berdiri di Indonesai sudah sejak era kolonial. Pegadaian
didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda pada tanggal 1 April 1901
dengan ditandai didirikannya Pegadaian cabang Sukabumi. Sampai
sekarang setiap tanggal 1 April diperingati sebagai Hari Ulang Tahun
Pegadaian.
3.1.3. Pegadaian syariah bukanlah suatu lembaga keuangan, melainkan salah
satu layanan atau produk yang berbasis syariah yang ditawarkan oleh
pegadaian kepada masyarakat.
3.1.4. Pegadaian satu-satunya lembaga keuangan dengan sistem gadai. Yang
proses pemberian kreditnya sederhana dan waktunya yang relatif singkat.
Kemudahan ini dirasa penting bagi masyarakat yang memerlukan dana
dengan segera tanpa syarat yang sulit.
3.1.5. Berdasarkan ketiga analisis diatas yatitu analisis growth asset,current
ratio dan debt to asset, dapat disimpulkan bahwa Perum Pegadaian ini
berada pada posisi financial yang baik dan aman. Terbukti dengan
meningkatnya seluruh aspek analisis tersebut.

17
3.2. Saran
3.2.1. Perum pegadaian perlu meningkatkan kinerjannya terutama layanan atau
produk yang ditawarkan kepada maysarakat agar dapat bersaing dengan
lembaga keuangan lainnya seeperti bank.
3.2.2. Manajemen pemasaran pegadaian dirasa harus melirik pasar sasaran
kelas menengah keatas untuk meningkatkan jumlah nasabahnya. Perum
pegadaian yang terkesan hanya untuk kelas menengah kebawah harus
mempunyai gebrakan agar dapat menguasi seluruh lapisan masyarakat.
3.2.3. Layanan atau produk emas pegadaian perlu di sosialisakan kepada
masyarakat, hal ini diharapkan agar masyarakat dapat berinvestasi di
pegadaian alam bentuk emas dengan resiko yang aman. Dibandingkan
harus berinvestasi di pasar modal yang memiliki resiko kegagalan yang
tinggi.

18
DAFTAR PUSTAKA

http://www.pegadaian.co.id/

http://www.pegadaian.co.id/info-annual-report.php

https://id.wikipedia.org/wiki/Pegadaian_(perusahaan)

https://shelmi.wordpress.com/2009/03/04/rasio-%E2%80%93-rasio-keuangan-
perusahaan/

https://www.academia.edu/9162118/Makalah_Keuangan_and_Lembaga_Keuanga
n_Non_Bank_Pegadaian_

19