Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

SATUAN PENDIDIKAN TINGKAT SEKOLAH MENENGAH


PERTAMA DAN
STUDI KASUS SMP NEGERI 11 MALANG

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Pengantar Pendidikan
Yang dibina oleh Dr. Muhammad Ishaq, M.Pd

Nama Anggota :
1. Hanan Taqiyuddin 170533628562
2. Luthfiah Setya Pratiwi 150533628502
3. Muchammad Ryan Pratama 170533628556
4. Mahera Nur Sofiana 170533628553
5. Muhammad Iqbal Aulia 170533628515
6. Muhammad Ihda Rizqi S.R 170533628522
7. Lucky Reza Alfikar R.J 170533628572
8. Aulia Roviqoh An-Naharis .S 170533628630

Kelompok 1

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
berkah, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Tugas Mata Kuliah
Pengantar Pendidikan dapat diselesaikan.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan bimbingan dalam
proses penyusunan Makalah Tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan ini kepada:

1. Dosen pembimbing yang telah memberikan dan mengajarkan berbagai ilmu


pengetahuan,
2. Teman-teman yang memberi bantuan atau masukan ide.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Makalah Tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan
ini masih banyak kekurangan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Penulis berharap semoga Makalah Tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan ini bermanfaat
dan dapat memberikan informasi bagi pembaca.

Malang, 3 Maret 2018

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadian manusia.
Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia
menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius
menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan
muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk
hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Reformasi pendidikan merupakan respon
terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem
pendidikan yangmampu mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan
zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus
berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak asasi
manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna
kesejahteraan hidup di masa depan.
Tujuan umum pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengethauan,
kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut. Sedangkan Tujuan umum pendidikan menengah kejuruan adalah
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan
untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Salah satu pendidikan menengah atas yaitu SMK Telkom Malang. SMK Telkom malang
berlokasi di Jl. Danau Ranau, Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang

1.2 RUMUSAN MASALAH


Rumusan dalam makalah ini antara lain:
1. Apa saja macam-macam satuan pendidikan setingkat SMA?
2. Bagaimana sejarah SMK Telkom Malang?
3. Berapa jumlah siswa di SMK Telkom Malang?
4. Apa saja sarana dan Prasarana yang tersedia di SMK Telkom Malang?

1.3 TUJUAN
Tujuan dari observasi lapangan ini antara lain :
1. Untuk mengetahui macam-macam satuan pendidikan setingkat SMA
2. Untuk mengetahui sejarah SMK Telkom Malang
3. Untuk mengetahui jumlah siswa SMK Telkom Malang
4. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang tersedia di SMK Telkom Malang
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Macam – Macam Satuan Pendidikan Setingkat SMA


a. Sekolah Menengah Atas (SMA)
Sekolah Menengah Atas dalam pendidikan formal di Indonesia, merupakan jenjang
pendidikan menengah setelah menamatkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau
yang sederajat. Sekolah Menengah Atas diselesaikan dalam kurun waktu 3 tahun, yaitu
mulai kelas 10 sampai kelas 12. Pada tahun kedua (di kelas 11), siswa Sekolah
Menengah Atas, wajib memilih jurusan yang ada, yaitu Sains, Sosial, atau Bahasa. Pada
akhir tahun ketiga (di kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional yang
mempengaruhi kelulusan atau tidaknya siswa. Setelah lulus (tamat) Sekolah Menengah
Atas dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
b. Madrasah Aliyah (MA)
Madrasah Aliyah (MA) adalah pendidikan yang setara/sederajat dengan SMA, SMK
atau MAK. Madrasah Aliyah (MA) adalah jenjang pendidikan menengah sebagai
lanjutan dari SMP/MTs. Lama belajar 3 tahun terdiri dari jenjang kelas 10, 11 dan
12.Usia anak yang bersekolah di Sekolah ini antara 15 – 18/20 tahun. Siswa Madrasah
Aliyah (MA) kelas 12 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (UN) sebagai syarat
kelulusan siswa. Lulusan MA dapat melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi
negeri atau swasta. Kurikulum Madrasah Aliyah (MA) sama dengan kurikulum Sekolah
Menengan Atas (SMA). Perbedaannya adalah SMA dikelola oleh Depdikbud
sedangkan MA dikelola oleh Depag, dan terdapat tambahan mata pelajaran agama
islam.
c. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah
yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis
pekerjaan tertentu. Pendidikan menengah kejuruan mengutamakan penyiapan siswa
untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional. Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan formal
yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah
sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat.
d. Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) adalah bentuk satuan pendidikan formal yang setara
atau sederajat dengan SMA/SMK dan MA. Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dikelola
dan dibina oleh Departemen Agama (Depag). Dalam hal mata pelajaran yang diberikan
kepada siswa Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) sama seperti pada siswa Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK). Daftar nama jurusan yang diselenggarakan Madrasah
Aliyah Kejuruan (MAK) pun sama dengan SMK.
e. Sekolah Satu Atap SD-SMP/SD-SMP-SMA/TK-SD-SMP
Sekolah Satu Atap merupakan sekolah dimana di dalam satu bangunan terdapat dua
atau lebih tingkat satuan pendidikan yang berbeda. Tujuan didirikannya Sekolah Satu
Atap yaitu agar dapat menjangkau siswa-siswa yang berada di daerah terpencil,
sehingga mereka bisa menuntaskan pendidikan tanpa harus menjangkau sekolah-
sekolah lain yang jauh jaraknya. Hal ini dapat terjadi karena pada umumnya sekolah
yang ada di daerah-daerah terpencil tidak banyak jumlahnya, sehingga antar satu
sekolah dengan sekolah lain sangatlah jauh jaraknya. Oleh karena itu diharapkan
dengan adanya sekolah satu atap dapat mempermudah akses bagi semua siswa.
f. Kelompok belajar paket C
Kelompok Belajar Paket C adalah salah satu jenjang pendidikan non-formal yang
lulusannya setingkat dengan lulusan SMA/MA. Melalui program kejar paket tersebut
siswa akan mendapatkan pelajaran setara dengan tingkatannya. Di akhir program siswa
bisa mengikuti ujian kejar paket (atau biasa disebut dengan istilah ujian persamaan atau
ujian kesetaraan) untuk mendapatkan Sertifikat Ijazah sebagai tanda kelulusan, yang
kemudian dapat dipakai untuk mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik
ke sekolah menengah ataupun ke perguruan tinggi, atau bagi yang hendak langsung
bekerja, Ijazah juga dapat dipergunakan sebagai kelengkapan persyaratan lamaran
kerja.
g. Sekolah Menengah Atas Luar Biasa(SMALB)
Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) sebagai satuan pendidikan khusus untuk
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tidak memungkinkan mengikuti pendidikan
di program Inklusif, atau kelas khusus/spesial clas di sekolah reguler. Bagi yang
tergolong dalam kluster normal dan berkeinginan melanjutkan ke jenjang Pendidikn
Tinggi dianjurkan mengikuti progran Inklusi.
h. SMA Terbuka
SMA Terbuka adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang berdiri sendiri tetapi
merupakan bagian dari sekolah induk yang penyelenggaraann pendidikannya
menggunakan metode belajar mandiri, atau sekolah yang dirancang khusus untuk
penyelenggara sekolah Terbuka Mandiri. Siswa model SMA Terbuka metode
pembelajarannya menggunakan tiga cara, yaitu ; belajar mandiri di TKB dengan
menggunakan modul berbasis TIK, modul cetak dan belajar tatap muka dengan Guru
Pembina/Guru Bina dari sekolah induk serta belajar tatap muka dan menggunakan
modul berbasis TIK. Sebagai tempat pembelajaranyang digunakan bisa di SMA,
sebagai sekolah induknya, SMP, Kelurahan, Kecamatan, Pondok Pesantren, atau
tempat yang dekat dengan peserta didiknya.
i. Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK)
Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) adalah pendidikan yang setara/sederajat
dengan SMA, SMK atau MAK. Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) adalah
jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs. Lama belajar 3 tahun
terdiri dari jenjang kelas 10, 11 dan 12.Usia anak yang bersekolah di Sekolah ini antara
15 – 18/20 tahun. Siswa Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) kelas 12 diwajibkan
mengikuti Ujian Nasional (UN) sebagai syarat kelulusan siswa. Lulusan SMAK dapat
melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri atau swasta. Kurikulum
Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) sama dengan kurikulum Sekolah Menengan
Atas (SMA). Hanya saja pada SMAK ada tambahan materi tentang agama Kristen lebih
banyak dari pada di SMA/SMK.

2.2

Anda mungkin juga menyukai