Anda di halaman 1dari 6

Pengertian Senam Lantai

Ada berbagai jenis senam yang saat ini dikembangkan dan dilakukan di dalam masyarakat
sebagai salah satu olah raga yang paling sering dilakukan baik sendiri ataupun bersama-sama
seperti misalnya senam aerobik, senam pramuka, senam ibu hamil, senam lansia, senam SKJ, dan
lain sebagainya.

Namun ada juga senam yang tidak bisa sembarangan dilakukan oleh orang karena senam ini
membutuhkan ketrampilan tubuh yang ekstrim, yakni senam artistik.

Secara sederhana senam lantai adalah salah satu jenis senam artistik yang memadukan berbagai
bentuk keterampilan tubuh yang menonjolkan keindahan gerak, kerumitan gerak, kekuatan gerak,
keluwesan gerak, keseimbangan dan kelenturan gerak untuk dipertunjukkan dalam lapangan
senam lantai.

Pertandingan senam lantai ini justru malah mirip seperti pertunjukan dan oleh karenanya senam
lantai disebut juga sebagai senam artistik karena keindahan gerak juga diperhitungkan oleh juri.

Seorang atlet senam lantai bebas meramu berbagai macam gerak tubuh seperti meroda,
melenting, roll, jatuhan, salto, dan lain sebagainya dengan berbagai gaya dan ekspresi.

Dengan kata lain, gerakan dalam senam lantai bisa dibilang tak terbatas (unlimited exploration)
sejauh atlet melakukan performanya tanpa bantuan alat.

Oleh karena itulah atlet senam lantai harus banyak melatih tubuhnya dengan berbagai jenis
latihan tubuh dari berbagai disiplin yang bahkan merambah ke wilayah tari balet, tari jalanan
(dance street) dan gerakan-gerakan akrobat.

Istilah Senam Lantai

Di sebut sebagai senam lantai karena pada waktu melakukannya, atlet hanya menggunakan lantai
sebagai media geraknya tanpa bantuan alat apapun untuk menciptakan gerak kecuali pakaian
yang nyaman untuk bergerak dan matras yang berfungsi hanya sebagai pengaman, bukan sebagai
alat.

Istilah senam lantai hadir karena salah satu sebabnya adalah aktivitas dalam olahraga senam
lantai membutuhkan ketrampilan-ketrampilan dasar olah tubuh yang dilakukan di atas permukaan
lantai (baca: permukaan datar yang terbuat dari bahan apapun) seperti misalnya pemanasan,
peregangan, dan pelenturan.

Sejarah Senam Lantai

Entah sejak kapan manusia mengenal bentuk-bentuk latihan senam lantai atau latihan gymnastik
tanpa alat.
Namun menurut beberapa catatan sejarah, khususnya di Eropa, sejak zaman Yunani Klasik,
olahraga gymnastik (termasuk senam lantai) telah ada dan digunakan untuk latihan semua
kalangan atlet dari berbagai disiplin dan bahkan dijadikan juga sebagai metode latihan militer.

Buku tentang metodologi gymnastic pertamakalinya ditulis oleh Archange Tuccaro (1536-1616)
yang berjudul “Arial Jumps”.

Buku tersebut memuat beragam metode latihan gymnastik yang diadaptasi dari berbagai jenis
gerakan akrobatik.

Buku tersebut sangat berpengaruh dalam dunia gymnastik terutama di eropa pada waktu itu
sehingga gymnastik saat ini banyak mendapatkan warisan gagasan sehingga bisa dilihat bahwa
lebih dari 50% dari gerakan senam lantai (artistic gymnastics) merupakan gerakan akrobatik.

Sebelum olimpiade pertama, olahraga senam lantai ini telah berkembang baik di Eropa dan
Amerika khususnya di negara Jerman sejak dipelopori oleh Adolf Spiess (1810-1858) dan Justus
Carl Lion (1829-1901).

Bahkan, sebelum diadakannya olimpiade modern pertamakali pada tahun 1896, FIG (Federation
Internationale De Gymnastique) telah dibentuk pada tahun 1881.

Mula-mula kompetisi ini tidak diberlakukan untuk perempuan, namun sejak tahun 1928 akhirnya
perempuan bisa mengikuti kompetisi ini.

Enam tahun kemudian, yakni pada tahun 1934, cabang olah raga ini mulai dikembangkan dengan
baik dengan peraturan yang berbeda dan terbentuklah WAG (women’s artistic gymnastics) dan
MAG (men’s artistic gymnastics). Dan justru setelah itu kemudian olah raga senam lantai
didomiasi oleh perempuan.

Jenis-Jenis Senam Lantai

Sebagaimana telah sempat disinggung pada bagian sebelumnya bahwa senam lantai memiliki
bentuk-bentuk yang tidak terbatas dan terus berkembang, maka jenis-jenis senam lantai boleh
dikatakan tidak terbatas.

Namun demikian, senam lantai tetap memiliki bentuk-bentuk dasar yang telah ada sejak zaman
klasik dan bertahan sebagai metode latihan utama dalam merangkai gerak senam lantai hingga
saat ini.

Berikut ini merupakan beberapa jenis bentuk dari senam lantai, yakni Roll depan dan roll
belakang, meroda, kayang, salto, headstand, handstand, shoulderstand, sikap lilin, lompat
harimau, gulingan, jatuhan, split, dan lain sebagainya.
Gerakan Dasar Senam Lantai

Senam lantai memiliki gerakan dasar yang harus dilakukan sebagai menu latihan setiap hari.

Gerakan dasar senam lantai bertujuan untuk melatih keseimbangan, kelenturan dan kekuatan
karena ketiga hal ini merupakan modal atlet untuk mengembangkan ketrampilan tubuhnya.

Berikut ini merupakan gerakan dasar pada latihan senam lantai:

1. Peregangan

Peregangan merupakan aktivitas meregangkan seluruh bagian tubuh mulai dari kepala hingga
ujung kaki.

Contoh gerakan peregangan ini adalah memutar kepala ke arah kiri dan kanan, memutar bahu
kiri-kanan ke arah depan dan belakang, memutar tulang dada ke arah kiri dan kanan, memutar
tulang pinggul ke arah kiri dan kanan, memutar sendi tulang selangkangan kiri dan kanan ke arah
depan dan belakang, memutar pergelangan kaki kiri dan kanan ke arah kiri dan kanan, dan masih
banyak berbagai jenis gerakan tubuh yang bertujuan untuk meregangkan otot dan persendian.

Gerakan ini dilakukan sebagai pegantar untuk melakukan latihan pelenturan.

2. Pelenturan

Pelenturan dilakukan dengan tujuan untuk membuat gestur tubuh bisa menampilkan performa
estetis dengan menonjolkan lengkung tubuh pada gerakan-gerakan tertentu misalnya dalam
mengakhiri gerakan salto dalam kompetisi.

Tak hanya itu, tubuh yang lentur memungkinkan untuk melakukan berbagai gerakan ekstrim
tanpa khawatir akan cidera.

Tubuh yang lentur juga menandakan keluasan dimensi gerak. Oleh karena itu ada beberapa titik
tubuh yang wajib dilakukan dengan beberapa jenis latihan seperti split samping, split depan, cium
lutut, cium lantai pada posisi cium lutut, dan kayang arah belakang, samping kiri dan samping
kanan.
3. Keseimbangan

Keseimbangan juga merupakan salah satu hal terpenting yang harus dimiliki oleh atlet senam
lantai karena tanpa keseimbangan yang baik maka mustahil baginya untuk melakukan gerakan-
gerakan sulit.

Beberapa cara untuk melatih keseimbangan adalah, misalnya dengan berdiri dengan satu kaki
(kiri/kanan).

Pada posisi ini, salah satu kaki menjadi tumpuan dan kaki satunya diangkat hingga posisi lurus
mengarah kedepan, belakang, samping kiri dan kanan.

Setelah latihan ini berhasil dilakukan, tingkat kesulitannya ditambah, yakni pada posisi tersebut-
misalnya kaki kiri menjadi tumpuan dan kaki kanan diangkat lurus ke depan-kaki kiri kemudian
ditekuk dan diturunkan perlahan hingga posisi jongkok tanpa merubah posisi tubuh (yang tegap
lurus) dan kaki (yang terlentang lurus ke depan) lalu kemudian diangkat perlahan hingga posisi
semula.

4. Kekuatan

Tiga latihan yang telah disebutkan diatas sebetulnya merupakan salah satu cara untuk melatih
kekuatan tubuh terutama pada latihan pelenturan dan keseimbangan karena untuk melakukan hal
tersebut tubuh mengeluarkan energi yang sangat besar.

Selain itu, latihan kekuatan bisa dilakukan dengan cara mudah seperti misalnya dengan berlari,
berenang, bersepeda, push-up, back-up, sit-up dan lain sebagainya.

Latihan kekuatan ini juga bisa dilakukan dengan cara melakukan gerakan-gerakan senam lantai
secara berulang dan terus menerus, misalnya dengan mengambil bentuk salto yang dilakukan
berulang kali.

Unsur-Unsur Gerakan Senam Lantai

Terdapat 6 unsur gerakan senam lantai yang akan kami jelaskan dibawah ini, yaitu:

1. Unsur Keindahan

Keindahan dimunculkan dengan membuat variasi-variasi gerak yang dipinjam dari disiplin tari
dan akrobat seperti misalnya gestur-gestur dalam tari balet dan gerakan-gerakan kecil yang
mengandung unsur tari.
2. Unsur Kekuatan

Kekuatan tentu saja menjadi unsur penting dalam senam lantai karena gerakan-gerakan ekstrim
hanya bisa dilakukan jika atlet mau melebarkan jangkauan energi tubuhnya melalui latihan-
latihan dasar senam lantai.

3. Unsur Keberanian

Senam lantai dan senam artistik lainnya membutuhkan keberanian tersendiri karena dalam olah
raga ini sang atlet dituntut untuk mengalahkan rasa takutnya sendiri sehingga ia berani
melakukan gerakan ekstrim dan tetap menjaga keseimbangan, keluwesan dan keindahan gerak.

4. Unsur Kelenturan

Tubuh yang lentur memiliki flesibilitas tinggi untuk melakukan berbagai jenis gerakan sulit
seperti kayang, salto, meroda, roll dan sebagainya. Kelenturan juga sangat penting untuk
menciptakan gerakan-gerakan estetis.

5. Unsur Keluwesan

Keluwesan gerak saat melakukan performativitas tubuh menandakan ketekunan dan kedalaman
latihan yang telah ditempuh oleh atlet.

Dalam sekali penampilan, barangkali sang atlet telah melakukan gerakan itu berulangkali agar
ketika melakukannya ia tak lagi canggung dan bingung.

6. Unsur Keseimbangan

Tanpa keseimbangan yang baik, rasanya mustahil bagi atlet untuk bisa melakukan performa
terbaiknya. Bisa-bisa ia telah jatuh duluan sebelum melompat.

Manfaat Senam Lantai

Ada yang bilang bahwa manfaat senam adalah untuk menjaga kesehatan.

Hal itu memang benar. Namun sebenarnya kesehatan merupakan sebuah efek yang otomatis
didapatkan ketika orang rajin berolahraga dan makan makanan sehat.

Senam lantai bisa membuat seseorang memiliki kepercayaan diri serta keberanian yang lebih
karena dalam menjalani latihan, tak jarang atlet tersebut berhadapan dengan resiko cidera, cacat,
dan bahkan kematian jika terjadi kecelakaan fatal.

Oleh karena itu, atlet sejati senam lantai adalah atlet yang tak puas dengan pencapaian di titik
tertentu saja, ia akan selalu penasaran dengan hal-hal yang belum ia kuasai sehingga salah satu
manfaat lain dari senam lantai adalah pengetahuan yang diperoleh melalui teori dan praktek
ketika berlatih.

Tujuan Senam Lantai

Menjadi juara saat pertandingan, memiliki tubuh sexy dan atletis mungkin adalah salah satu
tujuan seseorang berlatih senam lantai, namun ada hal yang lebih berharga dari sebuah
penghargaan juara atau tubuh yang sexy dan indah, yakni rasa hidup yang hanya bisa didapat
ketika seorang atlet senam lantai berhasil melampaui batasan-batasan tubuhnya, rasa takutnya,
dan rasa tak percaya bahwa tubuh mampu melakukan hal yang sangat berbahaya sekalipun.

Umumnya, tujuan atlet senam lantai terus melakukan latihan adalah untuk terus menerus
berusaha memperlebar jangkauan tubuhnya hingga ia tak lagi sanggup melakukannya atau tak
ada seorangpun yang bisa melakukan gerakan tubuh seperti yang sudah ia capai.