Anda di halaman 1dari 6

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kode etik?

Mengapa perlu disusun kode etik


tersebut?
Jawab :
Pengertian kode etik mencakup dua komponen yaitu :
a. Prinsip-prinsip yang relevan terhadap profesi dan praktik audit internal.
b. Peraturan pelaksanaan yang menjelaskan norma tingkah laku auditor internal
yang diharapkan.
Kode etik perlu disusun untuk membantu menginterpretasikan prinsip- prinsip aplikasi
praktik dan diharapkan dapat menjadi panduan pelaksanaan etika auditor internal dan
untuk mengembangkan budaya etik dalam profesi audit internal.(halaman 9)
2. Jelaskan maksud prinsip integritas, objektivitas, kerahasiaan, kompetensi!
Jawab :
 Integritas yaitu membangun kepercayaan dan memberikan dasar kepercayaan terhadap
penilaian yang dilakukan.
 Objektivitas yaitu auditor internal menunjukkan tingkatan objektivitas professional
tertinggi dalam mengempulkan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi tentang
aktivitas atau proses yang sedang diperiksa.
 Kerahasiaan yaitu auditor internal menghormati nilai dan kepemilikan informasi yang
diterima dan tidak mengungkap informasi tanpa otoritas yang sesuai, tanpa jaminan sah
atau tuntutan professional dan lain sebagainya. Audit tidak diperkenankan mendiskusikan
hal apa pun berkaitan dengan audit yang dilakukan terhadap pihak luar yang tidak
termasuk dalam staf audit.
 Kompetensi yaitu auditor internal menerapkan pengetahuan, keahlian dan pengalaman
yang diperlukan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya pada jasa layanan
audit internal.(halaman 10)
3. Jelaskan maksud standar profesi audit internal!
Jawab:
Maksud dari standar profesi audit internal adalah :
 Menggambarkan prinsip-prinsip dasar yang merepresentasikan praktik audit internal yang
seharusnya.
 Memberikan kerangka kerja untuk melaksanakan dan mengembangkan berbagai aktivitas
audit internal yang mempunyai nilai tembah.
 Memberikan kerangka dasar pengukuran kinerja audit internal.
 Meningkatkan proses dan operasi organisasi (halaman 11-12)
4. Untuk siapa standar tersebut diberlakukan? Jelaskan!
Jawab :
Untuk auditor intenal, supaya dengan diterbitkannya standar ini auditor intenal wajib
mematuhi standar- standar terkait dengan integritas objektivitas kerahasiaan dan
kompetensi professional.(halaman 11)
5. Jelaskan kategori pokok standar atribut dan standar kinerja dalam Standar Profesi Audit
Internal(SPAI)?
Jawab :
Kategori Pokok Standar Atribut Ialah :
1000- Tujuan, kewenangan, dan tangggung jawab, harus dinnyatakan secara formal
didalam piagam audit internal, yang konsisten pada definisi audit internal, kode etik dan
standar
1100- Indepedensi dan objektivitas
Indepensi adalah kebebasan dari kondisi yang mengancam kemampuan akitivitas audit
internal untuk melaksanakan tanggung jawab audit internal dengan cara tidak memihak.
Objektivitas adalah sikap mental tidak memihakyang memungkinkan audit internal untuk
menunjukkan perjanjiann yang sedemikian rupa bahwa mereka percaya dalam pekerjaan
mereka dan tidak ada kualitas kompromi yang dibuat.
1110- indepedensi organisasi, kepala SKAI harus melaporkan ke tingkatan organisasi
yang memungkinkan auditor internal melakukanaktivitas guna memenuhi tanggung
jawabnya.
1110.A- aktivitas audit internal harus bebass dari gangguandalam menentukan ruang
lingkup audit internal, melakukan pekerjaan, dan hasil komunikasi
1111- interaksi langsung dengan dewann, kepala SKAI harus berkomunikasi dan
berinteraksi secara langsung dengan dewan.
1120- objektivitas Individual, auditor internal harus mempunyai sifat netral, tidak
memihak dan menghindari kemungkinan timbulnya konflik kepentingan.
1130- penurunan nilai indepedensi dan objektivitas
1130.A1- Auditor internal harus menhan diri dari menilai kegiatan tertentu yang
sebelumnya mereka menjadi penanggung jawab.
1130.A2.- penugasan pemastian untuk fungsi-fungsi
1130C1.- auditor internal dapat memberikan layanan konsultasi yang berkaitan dengan
kegiatan yang sebelumnya menjadi tanggung jawab mereka.
1130.C2- kija audit internal memiliki potensi gangguan terhadap indepedensii atau
objektivitas yang berhubungan dengan layanan konsultasi yang diusulkan pengungkapan
harus dilakukan kepada klien penugasan sebelummenerima penugasan.
1200- keahlian dan kehati-hatian profesionanl, penugasan harus dilakukan dengan
keahlian dan kecermatan professional.
1210-keahlian, memiliki pengetahuan, keterampilan dan kompetensi lain yang
dibutuhkan untuk melaksankan tanggung jawab.
1230- pengembangan profesional yang berkelanjutan, meningkatkan pengetahuan,
keterampilan dan kompetensi lainnya melalui pengembangan professional yang
berkelanjutan.
1300- jaminan kualitas dan program pengembangan, kepala SKAI harus
mengembangkan dan mempertahankan program jaminan dan peningkatan kualitas yang
mencakup semua aspek aktivitas audit internal.
1310-persyaratan program, jaminan dan peningkatan kualitas.
1311- penilaian internal
1312 – penilaian eksternal
1320- pelaporan program, jaminan dan peningkatan kualitas, kepala SKAI harus
menyampaikan hasil program jaminan dan peningkatan kualitas kepada manajer senior
dan dewan
1321- penggunaan pernyataan Standar Internasional untuk Praktik Profesional Audit
Internal
1322- pengungkapan ketidakpatuhan
Kategori Standar Kinerja :
2000-Pengelolaan Fungsi Audit Internal, kepala SKAI harus mengatur aktifitas fungsi
audit internal secara efektif untuk memastikan bahwa aktivitas audit internal memberi
nilai tambah bagi organisasi.
2010- perencanaan
2020- komunikasi dan persetujuan
2030- manajemen sumber daya
2040- kebijakan dan prosedur
2050- koordinasi
2060- pelaporan kepada manajemen senior dan dewan
2070- penyedia layanan ekternal dan tanggung jawab organisasi terhadap audit internal
2100- lingkup pekerjaan, aktivitas audit internal harus mengevaluasi dan memberikan
konstribusi bagi peningkatan tata kelola, manajamen risiko dan proses pengendalian
dengan menggunakan pendekatan yang sistematis dan disiplin
2110- tata kelola
2020- manajemen risiko
2030- pengendalian
2200- perencanaa penugasan, auditor internal harus mengembangkan dan
merekomendasikan perencanaan untuk setiap penugasan yang mencakup tujuan, ruang
lingkup, waktu, dan alokasi sumber daya.
2201- pertimbangan perencanaan
2220- lingkup penugasan
2230- alokasi sumber daya penugasan
2240- program kerja penugasan
2300- pelaksanaan penugasan, auditor internal harus mengindetifikasi, menganalisis,
mengevaluasi dan mendokumentasi informasi yang memadai untuk mnecapai tujuan
penugasan
2310- mengindetifikasi informasi
2320- analisis dan evaluasi
2330- pendokumentasian informasi
2340- penugasan supervise
2400- komunikasi hasil penugasan, auditor internal harus mengomunikasikan hasil
penugasan.
2410- kriteria untuk mengomunikasikan hasil
2420- kualitas komunikasi
2421- kesalahan dan kelalaian
2430- penggunaan “dilaksanakan sesuai dengan SIPPAI”
2431- pengungkapan ketidakpatuhan
2440- diseminasi hasil
2450- opini keseluruhan
2500- pamantauan tindak lanjut, kepala SKAI harus menyusun dan menjaga system
untuk memantau tindak lanjut hasil penugasan yang telah dikomunikasi kepada
manajemen..
2600- resolusi penerimaan risiko oleh manajemen, jika kepala SKAI menyimpulkan
bahwa manajemen telah menerima tingkat risiko yang mungkin menurut kepala SKAI
tidak dapat diterima oleh organisasi, kepala SKAI harus mendiskusikan masalah ini
dengan manajemen senior.(halaman 11-30)

JAWABAN KASUS 1
Etika yang dilanggar oleh Dona adalah kode etik Objektivitas. Auditor internal harus
menunjukkan tingkatan objektivitas professional tertinggi dalam mengempulkan,
mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi tentang aktivitas atau proses yang sedang
diperiksa. Auditor intenal harus :
1. Tidak berpartisipasi dalam beberapa aktivitas atau hubungan yang dapat mengganggu
atau dianggap mengganggu penilaian mereka, partisipasi ini mencakup aktivitas-
aktivitas atau hubungan-hubungan yang bertolak belakang dengan kepentingan
organisasi.
2. Tidak akan menerima apapun yang dapat menggangu atau dianggap mengganggu
keputusan profesioan mereka
3. Mengungkapkan semua fakta materil yang diketahui. Jika tidak diungkapkan maka
dapat mengubah laporan aktivitas yang sedang diperiksa jika fakta tersebut tidak
diungkap.
Sehingga yang dilakukan Dona adalah salah, seharusnya ia tidak menerima uang
transport agar ia tidak terbenani dan tidak mengganggu keprofesionalannya.
(halaman 10-11)

JAWABAN KASUS 2
Yang perlu dilakukan SKAI agar efektif perkembangan tindak lanjutnya ialah sesuai
dengan standar profesi audit internal yaitu standar kinerja kepala SKAI harus mengatur
aktivitas fungsi audit internal memberi nilai tambah bagi organisasi. Kepala SKAI harus
menetapkan kebijakan dan prosedur untuk memandu pelaksanaan aktivitas audit internal.
Dan apabila audit internal tidak menindaklanjuti maka SKAI berhak mengungkapkan
ketidakpatuhan audit internal kepada manajer senior. Kepala SKAI harus menyusun dan
menjaga system untuk memantau tindak lanjut hasil penugasan yang telah dikomunikasi
kepada manajemen. Kepala SKAI harus menetapkan proses tindak lanjut untuk
memantau dan memastikan bahwa tindakan manajemen telah menerima risiko untuk
tidak mengambil tindakan. (halaman 30)