Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

BANGUNAN AIR

DOSEN : YEDIDA YOSANANTO,ST.,MT.

KELOMPOK 3 :

RACA PRASETYO (22-2015-061)

ZAKI ABDILLAH (22-2015-065)

M. REZA SATRIA C (22-2015-071)

OGI (22-2015-073)

AMIRAFI ELDIN (22-2015-084)

CAYA ADI SETIAWAN (22-2015-088)

FARHAN DESTIAN (22-2015-090)

MOCH.HIKMAT.R (22-2015-095)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL BANDUNG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat

menyelesaikan Makalah Bangunan Air tepat pada waktunya. Tidak lupa kami juga

mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan

memberikan bantuan baik materi maupun pikirannya.

Makalah ini dibuat untuk memperdalam pengetahuan tentang bangunan air khususnya

Bendung dan sekaligus sebagai tugas yang harus dipenuhi oleh mahasiswa dalam mata kuliah

Bangunan Air.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, Kami menyadari masih banyak

kekurangan dalam laporan ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang

membangun dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini.

Bandung, 26 Februari 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1

1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1


1.2 Masalah ............................................................................................. 2
1.3 Maksud dan Tujuan ........................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN................................................................................. 3

2.1 Pengertian ......................................................................................... 3


2.2 Tujuan ............................................................................................... 3
2.3 Pembangunan .................................................................................... 4
2.4 Konstruksi Bangunan ........................................................................ 4
2.4.1 Data Teknis Bendung ............................................................. 5
2.4.2 Bangunan Pintu Pengatur Ranau ............................................ 7
2.5 Operasi Bangunan saat Banjir .............................................................. 8

BAB III PENUTUP ...................................................................................... 10

3.1 Simpulan ......................................................................................... 10


3.2 Saran ............................................................................................... 10

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hampir di setiap wilayah Indonesia terdapat banyak sungai besar


maupun kecil yang menguasai hampir 80% hajat hidup masyarakat Indonesia,
terutama petani sebagai basis dasar negara agraris. Kebutuhan akan
ketersediaan air pada suatu daerah sangatlah perlu diperhatikan dikarenakan air
merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa dipisahkan
dari kehidupannya. Indonesia merupakan daerah yang memiliki dua musim
yakni musim kemarau dan musim penghujan. Sehingga perlu dikembangkan
potensi-potensi sungai tersebut guna meningkatkan hasil produksi pertanian,
salah satunya dengan membangun bendungan.

Bendung adalah suatu bangunan yang dibuat dari pasangan batu kali,
bronjong atau beton, yang terletak melintang pada sebuah sungai yang tentu
saja bangunan ini dapat digunakan pula untuk kepentingan lain selain irigasi,
seperti untuk keperluan air minum, pembangkit listrik atau untuk
penggelontoran suatu kota.

Bendung sebagai salah satu contoh bangunan air mencakup hampir


keseluruhan aspek bidang ketekniksipilan, yaitu struktur, air, tanah, geoteknik,
dan manajemen konstruksi didalam perencanaan teknis strukturnya. Oleh
karena itu disini kami mencoba membahas salah satu bendung di Indonesia,
yaitu Bendung Gerak Perjaya yang berada di Desa Perjaya dan Kermongan
Kecamatan Martapura Kabupaten Okut Provinsi Sumatera Selatan, untuk tahu
lebih rinci tentang bangunan bendung.

1
1.2 Masalah
a. Apa itu Bendung Gerak Perjaya?
b. Apa tujuan dari dibangunnya Bendung Gerak Perjaya?
c. Bagaimana pelaksanaan pembangunan Bendung Gerak Perjaya?
d. Bagaimana konstruksi bangunan Bendung Gerak Perjaya?
e. Bagaimana operasi Bendung Gerak Perjaya saat banjir?

1.3 Maksud dan Tujuan


a. Mengetahui apa itu Bendung Gerak Perjaya
b. Mengetahui tujuan dari dibangunnya Bendung Gerak Perjaya
c. Mengetahui pelaksanaan pembangunan Bendung Gerak Perjaya
d. Mengetahui konstruksi bangunan Bendung Gerak Perjaya
e. Mengetahui Bendung Gerak Perjaya saat banjir
BAB II

PARAGRAF

2.1 Pengertian

Bendung Gerak Perjaya adalah bagian dari prasarana jaringan Irigasi


Komering yang membendung Sungai Komering sehingga dapat mengairi
daerah Komering, Macak, Belitang, Bahuga juga Mucak Kabau dan Tulang
Bawang di daerah Lampung.

Bendung Gerak Perjaya terletak di Desa Perjaya dan Kermongan


Kecamatan Martapura Kabupaten Okut Provinsi Sumatera Selatan. Bendung
tersebut berada posisi 104o 20’ Bujur Timur – 104o 55’ Bujur Timur dan 3o 55’
Lintang Selatan dan 4o 20’ Lintang Selatan, berjarak ± 8 km dari Kota
Martapura dan ± 200 km dari Palembang.

2.2 Tujuan

Tujuan dari Bendung Gerak Perjaya ini adalah sebagai sarana dan
prasarana irigasi untuk meningkatkan wilayah daerah irigasi Belitang yang
sudah ada dan membuka daerah baru dengan total luas areal seluruhnya
120.000 Ha. Studi kelayakan pembangunan bendung dilaksanakan oleh JICA
pada tahun 1981. Adapun sistem Bendung Gerak Perjaya dipilih berdasarkan
pertimbangan teknik dan ekonomi dimana sistem tersebut lebih baik
dibandingkan dengan bendung tetap ataupun bendung kombinasi.

3
2.3 Pembangunan

Pembangunan Bendung Gerak Perjaya dilaksanakan selama 4 tahun


dimulai dari tahun anggaran (TA 1991/1992 dan selesai TA 1995/1996),
dilakukan perbaikan pintu-pintu sistem kontrol tahun 2008/2011, mulai
dioperasikan tahun 1994 untuk melayani jaringan sekunder Belitang seluas
20.968 Ha.

Pelaksana Konstruksi dan Perbaikan dilakukan Oleh:

1. Pelaksanaan Pekerjaan Sipil: PT. Pembangunan Perumahan dengan biaya


sebesar Rp. 49.340.447.885

2. Pelaksana Pekerjaan Pintu: PT. Amarta Karya-Sakai, J/O dengan biaya


sebesasr Rp. 22.844.263.490

3. Perbaikan Pintu-pintu dan Sistem Kontrol: PT. Waskita Karya dengan biaya
sebesar Rp. 16.344.078.899,35

2.4 Konsturksi Bangunan


Konstruksi bendung terdiri dari bangunan utama dan bangunan
pelengkap.
1. Bangunan Utama
a) Bendung terdiri dari Pelimpah Banjir, Pembilas, Tangga ikan, Jembatan
pelayanan dan Kolom Olakan.
b) Bangunan pengambilan yang dilengkapi dengan kantong lumpur.
2. Bangunan Pelengkap
a) Rumah Kontrol: Rumah Kontrol dan Ruang Kerja 4 lantai seluas 638 m2.
b) Rumah Generator: Seluas 168 m2 dilengkapi dengan genset untuk operasi
pintu.
2.4.1 Data teknis Bendung Gerak Perjaya

1. Bendung Pengelak
a) Banjir Rencana : 2.200 m3/det
b) EI. Muka Air Tinggi Rencana : EI.81,00
c) Panjang Total Bendung : 215.5 m
d) Ukuran Pintu (W x H) dan jumlah :
• Bagian Bendung Banjir FG 1 – FG 5 > 20m x 2,9m x 5Bh
• Bagian Pintu Penguras FG 6 – FG 7 > 20m x 3,9m x 2Bh
• Bagian Pintu Penguras SC 1 – SC 3 > 12,5m x 4,2m x 3Bh
• Bagian Pintu Penguras Bawah UG 1 – UG 3 > 12,5m x 2m x 3Bh
2. Kolam Olakan
a) Bagian Bendung Banjir
 Panjang Olakan : FG 1 – FG 3 : 30 m
FG 4 – FG 7 : 40 m
 Panjang Ambang Akhir : FG 1 – FG 3 : 2 m
FG 4 – FG 7 : 3 m
b) Bagian Pintu Penguras
 Panjang Kolam : 50 m
 Tinggi Ambang Akhir : 3 m

3. Tangga Ikan

 Panjang :75,5 m
 Kemiringan : 1 : 11,7

4. Pengambilan

 Elevasi Muka Air Rencana : El. 79,70


 Kapasitas Pengambilan Maksimum : 101 mᶟ/det
 Kapasitas Pengambilan Rencana : 91,68 mᶟ/det
 Lebar Pengambilan : 49,5 m
 Ukuran Pintu (W x H) dan jumlah : 7,5 m x 3 m x 5 bh

5
5. Kantong Lumpur

a. Debit Rencana : 16 mᶟ/det/Bay


b. Jumlah Kolam : 5 Buah
 Lebar : 45 m
 Panjang : 140 m
 Tinggi : 2,9 – 4,3 m
c. Saluran Pengarah
Saluran Pengarah Atas
 Lebar : 6,50 m
 Panjang : 115 m
 Tinggi : 2,9 m
 Tipe : Cocrete Tipe U

Saluran Pengarah Bawah

 Lebar : 24 m
 Panjang : 560 m
 Tinggi :4m
 Tipe : Lining Beton Trapesium
kemiringan Talud 1 :1,5
d. Pintu Penggurus Pasir : 3 x 0,8 x 10 bh x 5 alur

6. Gedung Pengontrol ( Pengendali)


a. Gedung Pengendali : 638 m² dengan 4 lantai
b. Bangunan Generator Diesel : 16 x 10,5 m
2.4.2 Bangunan Pintu Pengatur Ranau
1. Debit Pengatur Ranau : Max 9 m³/det pd EI 541,70
Min 50 m³/det pd EI 540,20
2. Elevasi Air Rencana
 Elevasi Air Banjir Rencana : EI 543 m
 Elevasi Air Rencana pada Danau Ranau : EI 541,70 m
 Elevasi Air Rendah : EI 540,20 m
3. Tipe Bangunan : Bendungan Beton
4. Tinggi Bendungan
 Elevasi Mercu Dam : EI 544 m
 Elevasi Pondasi Bendungan : EI 537 m
 Tinggi Total Bendungan :7m
5. Panjang Bendungan

 Bagian Pintu : 24,10 m

 Bagian Pelimpah Darurat : 41 m

 Bagian tidak melimpah (tengah) :4m

(kiri) : 43 m
(kanan) : 31 m

 Panjang Total : 144 m


6. Elevasi Ambang Pintu

 Pintu Pengatur : EI 537 m

 Pintu Pengambilan Pem.lokal : EI 539,50 m


7. Ukuran Pintu (W x H)

 Pintu Pengatur : 2,5 x 1,6 m x 6 Bh

 Pintu Pengambilan Untuk Pemakaian Lokal : 1,5 m x 1,0 m x 1 Bh

7
8. Kolam Olak
 Elevasi Lantai : EI.535,50 m
 Panjang Kolam : 15,00 m
 Tinggi Ambang Akhir : 1,00 m
9. Pelimpah Darurat
a. Elevasi Puncak : EI.542,50 m
b. Length Of Emergency Spillway : 5 m x 7 Bh
c. Kolam Olakan
 Elevasi Lantai : EI. 538,50 m
 Panjang Kolom :3m
 Tinggi Ambang Lebar : 0,30 m
10. Saluran Pengaruh
a. Panjang Saluran
 Atas : 2.23 Km
 Bawah : 0,87 Km
b. Lebar Dasar
 Atas ( Potongan ganda ) : 61 m dan 17,5 m
 Bawah : 20 m
c. Tipe Saluran : Trapesium
d. Kemiringan Talud Dalam : 1 : 1,5 dan 1 : 1

2.5 Operasi Bendung Saat Banjir

Pada musim hujan pada bulan Nopember s.d Mei operator harus
mengamati elevasi/ketinggian muka air di Damarpura OKU Selatan dan
mencatat elevasi pada setiap tiga jam yang dilaporkan oleh Petugas
Pengamat Banjir dan cuaca ke operator bendung. Juga pencatatan elevasi
muka air di hulu bendung, posisi bukaan pintu, dan debit pengambilan harus
dicatat segera sesudah pintu dioperasikan. Operasi pintu yang didasarakan
pada elevasi muka air.
Pada saat banjir meningkat Elevasi/ketinggian muka air di hulu
bendung harus dipertahankan elevasi +79,60 m s.d. +79,80 m dengan
melepas air ke hilir melalui pintu banjir. Dengan kata lain bahwa operator
harus sejauh mungkin mengontrol pintu untuk mempertahankan elevasi
muka air di hulu bendung pada +79,60 m.
Ada dua tahapan untuk membuka pintu banjir/Flood Gates (FG).
Pintu-pintu banjir harus dibuka sebagian sampai dengan 1,20 m bergantian
dengan urutan yang dibuka adalah FG 6, FG 5, FG 7, FG 4, FG 3, FG 2 dan
FG 1 pada saat debit banjir yang datang naik. Bila elevasi muka air masih
terus naik padahal pintu-pintu banjir (FG) semua sudah dibuka 1,20 m,
maka dengan urutan yang sama pintu-pintu banjir dibuka penuh bila banjir
yang datang terus menunjukkan kenaikan. Bila elevasi muka air hulu
bendung melewati ketinggian +79,80 m Pintu bilas harus semua terbuka.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan
Bendung adalah suatu bangunan yang dibuat dari pasangan batu kali,
bronjong atau beton, yang terletak melintang pada sebuah sungai yang
mempunyai fungsi beragam pada sendi kehidupan tidak hanya untuk irigasi
tapi juga dapat digunakan untuk pengendali banjir, pembangkit listrik dan
keperluan air minum. Bendung sebagai salah satu contoh bangunan air
mencakup hampir keseluruhan aspek bidang ketekniksipilan, yaitu struktur,
air, tanah, geoteknik, dan manajemen konstruksi didalam perencanaan
teknis strukturnya.

3.2 Saran
Pertama semua bendung di Indonesia sekarang harus mulai menjadi
‘Bendung Pintar’ dengan cara dilengkapi teknologi digital untuk
mengelolanya. Kedua adalah Go Public untuk bendung yang memiliki
fungsi pengendali banjir seperti Bendung Katulampa, artinya data
ketinggian muka air pada bendung tersebut dapat diakses oleh masyarakat
melalui smartphone mereka. Sehingga masyarakat dapat mengantisipasi
datangnya banjir.

Anda mungkin juga menyukai