Anda di halaman 1dari 10

ARTIKEL HASIL PRAKTIKUM

ANALISIS POTENSI ANTIBIOTIK

Diajukan Oleh:
SHARNILA
15020140107

Laboratorium Mikrobiologi Farmasi


Program Studi S1 Ilmu Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslin Indonesia
Makassar
2016
ARTIKEL HASIL PRAKTIKUM
ANALISIS POTENSI ANTIBIOTIK

Dipersiapkan dan disusun oleh


Sharnila
15020140107

Telah dipertahankan didepan asisten pendamping


………………………………..

Telah disetujui Oleh:

Asisten Pendamping

Asri Monika Tanggal ……………..


ANALISIS POTENSI ANTIBIOTIK
Sharnila1 dan Asri Monika2
1
Mahasiswa Fakultas Farmasi, UMI.
2
Asisten Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi, UMI

Email : Sharnila.ilha@gmail.com

INTISARI

Latar Belakang : Antibiotik merupakan suatu senyawa dihasilkan dari mikroba,


teruatama fungsi yang dapat digunakan untuk membunuh atau menekan
pertumbuhan bakteri. Pengujian potensi antibiotik perlu ditentukan kadar atau
potensinya salah satu penyebabnya yaitu efek penggunaan antimikroba yang
meningkat, sehingga meningkatkan pula efek resistensi berbagai mikroba patogen.
Tujuan : Adapun tujuan darin analisis potensi antibiotik ini yaitu untuk melihat
potensi antibiotic dari Colsansetine® terhadap bakteri uji Eschericia coli,
berdasarkan pembentukan zona hambatan yang terbentuk pada medium Nutrien
Agar.
Metode: Metode pengujian dilakukan dengan metode eksperimental dengan
rancangan praktikum yang digunakan yaitu One-shot case study. Pengujian
potensi antibiotika dilakukan dengan metode difusi agar dengan rancangan 5+1
Hasil: Berdasarkan pengamatan hasil korektor yang diperoleh untuk S1 dan S3
yaitu 14,610 mm, S2 dan S3 12,777 mm, S4 dan S3 11,055 mm, S5 dan S3
13,722 mm, serta U3 dan S3 10,499 mm. Dari perhitungan persamaan regresi
kurva baku, didapatkan dosis larutan uji sebesar dan potensi uji sebesar 0.38%
Menurut FI IV potensi sampel antibiotik untuk kloramfenikol sebesar 95%-105%.
Kesimpulan: Berdasarkan pengamatan yang dilakukan maka dapat dismpulkan
bahwa sediaan obat antibiotik dari Kloramfenikol yaitu Colsansetine® efektif
sebagai antibiotic berdasarkan terbentuknya zona hambat. Serta dari perhitungan
persamaan regresi kurva baku, didapatkan dosis larutan uji sebesar 0,030 dan
potensi uji sebesar 0.38% dan enurut FI IV potensi sampel antibiotik untuk
kloramfenikol sebesar 95%-105%, hal ini menunjukkan bahwa antibiotik pada
colsansetine® memiliki daya hambat kurang dibandingkan larutan baku.

Kata Kunci: Antibiotic, Colsansetine®, Bakteri Eschericia coli


PENDAHULUAN
Antibiotika (L.anti = lawan= hidup) adalah zat-zat kimia yang dihasilkan
oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat
pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil1.
Aktivitas atau potensi dapat ditunjukkan pada kondisi yang sesuai dengan
efek daya hambat terhadap mikroorganisme. Suatu penurunan aktivitas
antimikroba juga dapat menunjukkan perubahan kecil yang tidak dapat
ditunjukkan oleh metode kimia sehingga pengujian secara mikrobiologi atau
biologi biasanya merupakan standar untuk mengatasi keraguan tentang
kemungkinan hilangnya aktivitas2.
Prinsip penetapan potensi antibiotik dalam sediaan obat adalah
membandingkan dosis larutan sediaan uji terhadap dosis larutan baku pembanding
yang menghasilkan derajat hambatan yang sama pada mikroorganisme uji3.
Ada dua metode umum yang dapat digunakan, yaitu penetapan dengan
lempeng silinder atau cara “lempeng” dan penetapan dengan turbidimetri atau
cara “tabung”. Metode pertama berdasarkan difusi antibiotic dari silinder yang
dipasang tegak lurus pada lapisan agar padat dalam cawan petri atau lempeng.
Jadi mikroorganisme yang ditambahkan dihambat pertumbuhan yang berisi
larutan antibiotic. Metode turbidimetri berdasarkan hambatan pertumbuhan biakan
mikroorganisme dalam larutan antibiotic serba sama dalam media cair yang dapat
menumbuhkan mikroorganisme dengan cepat jika tidak terdapat antibiotik2.
Keberhasilan penggunaan sediaan-sediaan farmasi yang mengandung
senyawa antibiotika dan vitamin tergantung (1) ketepatan diagnosis dokter, (2)
mutu antibiotika dan vitamin tersebut. Mutu sediaan terutama antibiotika, mulai
dalam bahan baku, selama dalam proses pembuatannya sampai diedarkan,
biasanya potensi masih tinggi, setelah diedarkan beberapa waktu sering
mengalami penurunan potensi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka
pengawasan mutunya perlu diperhatikan, agar penggunaan dapat dipertanggung
jawabkan. Demikian juga halnya dengan sediaan vitamin perlu diperlakukan
seperti halnya dengan sediaan antibiotika4.
METODE PRAKTIKUM

Jenis dan Rancangan Praktikum :


Jenis praktikum ini adalah experimental dengan rancangan praktikum
One-Shot Study.
Bahan dan Alat Penelitian
Adapun bahan dan alat yang digunakan yaitu autoklaf, cawan petri,
erlenmeyer, inkubator (Memmert®), kapas, lampu spiritus, mistar, NA (Nutrient
Agar) (no. reg: 1.05450.0500 Merck KG A, 64271 Darmstadt), ose bulat, paper
disk, pinset, plastik wrap, spidol, spoit, suspensi bakteri Eschericia coli, vial,
dan tissue.
Sampel Praktikum
Sampel yang digunakan pada praktikum ini adalah antibiotic
kloramfenikol merek Colsansetine®.
Cara kerja
Pengujian Potensi Antibiotik
Dimasukkan satu ose suspensi bakteri Eschericia coli ke dalam vial yang
berisi medium NA 10 ml. Kemudian dihomogenkan lalu dituang ke dalam cawan
petri yang telah dipatron enam. Setelah medium memadat, diletakkan 3 paper disk
dengan dosis tengah baku (S3) dan 3 paper disk dari tiap pengenceran S1, S2, S3,
S4 larutan baku yang mana diisi secara selang seling. Sedangkan untuk sediaan uji
dosis, 3 paper disk dengan dosis tengah baku (S3) dan 3 paper disk dengan
pengenceran larutan uji obat antibiotic Colsansetine® (U3). Kemudian diinkubasi
1x24 jam pada suhu 37oC. Diamati zona hambatan yang terbentuk dan diukur
zona hambatan yang terbentuk, lalu dihitung hasil pengukurannya.
Analisis Hasil
Pada percobaan ini parameter yang dianalisis yaitu dilakukan pengujian
terhadap obat antibiotic Colsansetine® yang digunakan untuk melihat potensi
antibioticnya terhadap bakteri uji Eschericia coli, berdasarkan pembentukan zona
hambatan pada medium Nutrien Agar.
HASIL PRAKTIKUM

Gambar 1. zona hambat S1 dan S3 Gambar 2. zona hambat S2 dan S3

Gambar 3. zona hambat S4 dan S3 Gambar 4. zona hambat S5 dan S3

Gambar 5. zona hambat U3 dan S3


Tabel 1. Hasil Pengamatan Zona Hambat Sediaan Obat Antibiotik
Consalcentine® Terhadap Bakteri Uji Eschericia coli.
No. Parameter Zona Hambatan (mm)
Baku Pembanding Sampel Uji
S1 S3 S2 S3 S4 S3 S5 S3 U3 S3
1 10 16 9 21 10 15 13 16 9 15
2 12 16 10 26 11 13 13 17 9 14
3 10 16 9 19 10 14 13 16 9 14
4 12 19 9 11 9 10 14 12 11 10
5 12 19 10 12 10 11 14 12 11 11
6 12 19 9 11 9 12 14 12 11 11
7 15 16 10 14 9 12 13 14 8 11
8 13 16 11 15 9 13 13 14 8 9
9 15 15 10 14 10 12 13 14 8 10
Jumlah 111 152 87 143 87 112 120 127 84 105
Rata-rata 12.333 16.888 9.666 15.888 9.666 12.444 13.333 14.111 9.333 11.666

Korektor 2.277 - 3.111 - 1.389 - 0.389 - 1.166 -

Hasil
Korektor 14.610 12.777 11.055 13.722 10.499

Tabel 2. Pembuatan Kurva Baku

Larutanbaku Log s = Diameter zona X2 Y2 XY


x hambatan = y

Dosis S1 = 1,6 0.204 14.610 0.0416 213.452 2.980


Dosis S2 = 2 0.301 12.777 0.0906 163.251 3.845
Dosis S3 = 2,5 0.39 14.221 0.1521 315.027 6.922
Dosis S4 = 3,125 0.494 11.055 0.244 122.102 5.461
Dosis S5 =3,9 0.591 13.722 0.3492 188.293 8.109
PEMBAHASAN
Antibiotik adalah senyawa yang dihasilkan mikroorganisme seperti fungi
untuk membasmi mikroba jenis lain. Perbedaan antara keduanya ialah,
antimikroba dapat diperoleh dari bahan alam maupun sintesis sedangkan
antibiotik berasal dari mikroorganisme.
Uji potensi antibiotika merupakan suatu teknik untuk menetapkan potensi
suatu antibiotika dengan mengukur efek senyawa-senyawa tersebut pada
pertumbuhan suatu mikroorganisme. Efek yang ditimbulkan antara lain berupa
daya hambatnya terhadap mikroorganisme. Pada praktikum ini uji potensi
dilakukan secara mikrobiologik sebab dapat menunjukkan penurunan aktivitas
mikroba sehingga terjadi perubahan yang kecil yang tidak dapat ditunjukkan
secara kimia.
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu Percobaan ini bertujuan adalah
untuk melihat potensi antibiotik dari Colsansetine® terhadap bakteri uji Eschericia
coli, berdasarkan pembentukan zona hambatan pada medium Nutrien Agar. Daya
hambat antibiotik dapat dilihat berupa zona hambatan yang berwarna bening pada
medium NA di dalam cawan petri yang telah diinkubasi selama 1 x 24 jam pada
suhu 37o C.
Pada praktikum ini metode yang digunakan yaitu metode difusi agar
dengan rancangan 5+1 dimana digunakan 1 baku pembanding dengan 5 tingkat
dosis dan 1 sampel dengan 1 tingkat dosis yang setara dengan dosis tengah baku
pembanding yang dikerjakan dalam satu cawan petri. Digunakan desain pengujian
5 + 1 karena tingkat dosis dan satu sampel dengan satu tingkat dosis yang setara
dengan dosis menengah (dosis acuan) baku pembanding.
Cawan yang telah berisi medium dan sampel diinkubasi selama 1x24 jam.
Setelah cawan petri dinkubasi, maka akan terbentuk daerah hambatan berupa zona
bening disekitar paper disk yang kemudian diukur dengan menggunakan mistar.
Zona bening terbentuk karena didaerah tersebut pertumbuhan mikroba uji
dihambat oleh sampel uji. Zona inilah yang akan digunakan sebagai dasar
kuantitatif untuk mengukur potensi antibiotik baku.
Pada percobaan ini maka diperoleh zona bening pada daerah pertumbuhan
bakteri Escherichia coli pada ke-5 seri pengenceran baku, dimana S1, S2, S4, S5
dan U3 berturut-turut sebesar 14,610;12,777;11,055,13,722; dan 10,499. Dosis
larutan uji 0.030 dan potensi antibiotik sebesar 0.38%
Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan maka dapat dismpulkan bahwa
sediaan obat antibiotik dari Kloramfenikol yaitu Colsansetine® efektif sebagai
antibiotic berdasarkan terbentuknya zona hambat. Serta dari perhitungan
persamaan regresi kurva baku, didapatkan dosis larutan uji sebesar 0,030 dan
potensi uji sebesar 0.38% dan enurut FI IV potensi sampel antibiotik untuk
kloramfenikol sebesar 95%-105%, hal ini menunjukkan bahwa antibiotik pada
colsansetine® memiliki daya hambat kurang dibandingkan larutan baku.
SARAN
Sebaiknya saat praktikum medium yang dibuat lebih banyak sehingga
pada memudahkan dan mempercepat waktu pengerjaan saat praktikum
berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA
1. Tjay, Tan, dkk. 2010. Obat-Obat Penting. PT. Elex Media Komputindo :
Jakarta

2. Harmita, dkk. 2006. Buku Ajar analisis Hayati Edisi 3. EGC : Jakarta.

3. Radji, Maksum. 2010. Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi &


Kedokteran. EGC : Jakarta.

4. Djide, M.N. 2003. Mikrobiologi Farmasi Jurusan Farmasi Unhas : Makassar.


DATA TAMBAHAN
Lampiran
Perhitungan Data
a = 14.738
b = -3.6886
r = 0.1581
y = a + bx
y = 14.738 − 3.6886X
x pada dosis tengah = 0,39, maka
y = 13.300
yu = (y + (U − S3 U))
yu = (13.300 + (9.333 − 11.666))
yu = (13.300 + (−2.333)
yu = 10.967
yu = a + bxu
10.967 = 14.738 − 3.6886xu
10.967 − 14.738
xu =
−3.6886
xu = 1.0223
xun = 1.022 = Log dosis uji = 0.00957
U 0,00957
Potensi Uji = x 100% = x 100% = 0.38%
S3 2,5