Anda di halaman 1dari 2

Perubahan kognitif di masa dewasa

Menurut piaget, secara kualitatif orang dewasa dan remaja menggunakan jenis penalaran
yang sama. Secara kuantitatif pemikiran orang dewasa dapat lebih maju dibandingkan
remaja.
Penyebab mengapa pemikiran orang dewasa lebih maju dibandingkan remaja :
Berpikir relistis dan pragmatis.
Labouvie- Vief menyatakan bahwa ketika seorang dewasa muda memasuki dunia kerja, cara
berpikir mereka mengalami perubahan. Sebuah gagasan menyatakan ketika mereka
menghadapi desakan realitas yang terkandung dalam pekerjaan, idealisme mereka menurun.
K. warner Schaie mengemukakan bahwa perspektif juga membahas perubahan kognitif.
Orang dewasa melampauin cara berpikir ilmiah yang terdapat pada tahap operasional formal.
Menurut schaie bahwa penggunaan intelektualitas orang dewasa melampaui penggunaan
intelek remaja.
Berpikir reflektif dan relativistik
Menurut william perry, remaja sering kali memandang dunia dalam polaritas benar/salah,
kami/mereka, baik/buruk. Pemikiran absolut, dualistik remaja merupakan awal dan
pemikiran reflektif relativistik seorang dewasa.

Ciri-ciri pemikiran Pascaformal (Postformal though)


 Reflektif, relativistik, dan konstektual.
 Sementara
 Realistis
 Terbuka terhadap emosi dan subjektivitas

TEORI VYGOISKY
Teori ini telah merangsang sejumlah minat dalam suatu pandangn yang menyatakan
pengetahuan itu terkait dengan situasi dan bersifat kolaboratif. Pengetahuan didistribusikan
diantara orang-orang dan lingkungan, yang meliputi benda-benda, artefak, perkakas, buku,
dan komunitas dimana orang-orang hidup.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek kognitif


Kelompok psikometrika radikal berpendapat perkembangan intelektual individu sekitar 90 %
ditentukan oleh faktor hereditas dan pengaruh lingkungan. Individu yang memiliki hereditas
intelektual unggul, pengembangannya sangat mudah meski intervensi lingkungan yang tidak
maksimal. Adapun individu yang memiliki hereditas intelektual rendah sering kali intervensi
lingkungan sulit dilakukan meskipun sudah maksimal.
Kelompok pedagogis radikal yakin bahwa intervensi lingkungan justru memiliki andil sekitar
80-85 %, sedangkan hereditas hanya 15-20 % terhadap perkembangan intelektual individu.
1. Faktor Hereditas
Secara potensial anak telah memiliki sifat-sifat yang menentukan daya kerja
intelektualnya. Namun potensi ini tidak dapat berkembang secara optimal apabila
lingkungan tidak memberi kesempatan untuk berkembang.
2. Faktor lingkungan
Ada dua unsur yang sangan berperan yaitu :
 Keluarga
Intervensi yang penting dilakukan orang tua adalah memberikan pengalaman
kepada anak dalam berbagai bidang kehidupan sehingga anak memiliki
informasi yang banyak yang merupakan alat bagi anak untuk beerpikir.
 Sekolah
Sekolah adalah lembaga formal yang diberi tanggung jawab untuk
meningkatka perkembangan berpikir anak tersebut. Guru sangat berperan
penting didalamnya. Berikut beberapa cara diantaranya :
1) Menciptakan interaksi atau hubungan yang akrab dengan peserta didik.
2) Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berdialog dengan
orang yang ahli dan berpengalaman dalam bidang ilmu pengetahuan.
3) Menjaga dan meningkatkan pertumbuhan fisik
4) Meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik.