Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Kesepadanan dan Kesatuan

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kesepadanan adalah kelengkapan yang maksimal dalam
penggunaan struktur bahasa untuk mendukung ide atau gagasan yang terdapat dalam suatu kalimat.

Zubeirsyah dan Lubis (2007:86-87) mengatakan:

Kesepadanan dalam sebuah kalimat efektif adalah hubungan timbal balik antara subjek dan predikat,
predikat dengan objek serta keterangan, yang semuanya berfungsi menjelaskan unsur/bagian kalimat
tersebut. Selain struktur/ bentuk kesepadanan, kalimat efektif harus pula mengandung kesatuan ide pokok/
kesatuan pikiran.

Kesatuan berasal dari dasar kata satu yang berarti tunggal. Kesatuan merupakan suatu penunggalan
antara kata yang satu dengan yang lain agar menjadi satu kalimat yang utuh dan benar (efektif).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kesepadanan dan kesatuan dalam kalimat efektif merupakan
kemampuan struktur/bentuk suatu bahasa untuk mendukung gagasan pikiran yang terdapat dalam kalimat
itu.

Hubungan Kesepadanan dan Kesatuan dalam Kalimat

Kesepadanan dan kesatuan memiliki hubungan yang erat dalam sistematika penulisan sebuah kalimat agar
menjadi kalimat efektif. Kata yang tidak sepadan tidak dapat membangun suatu kalimat yang efektif.
Dengan kata lain suatu kalimat harus sepadan sehingga dapat menjadi satu kalimat efektif.

Contoh 1 :

Ade akan membangun tembok, dua hari kemudian dibangun tembok.

Kalimat diatas bukan kalimat yang efektif, karena terdapat penggunaan kata yang tidak sepadan sehingga
kalimat diatas tidak menjadi satu kesatuan yang utuh.

Perbaikan:

Ade akan membangun tembok, dua hari kemudian ia membangun tembok.

Contoh 2 :
· Kepada setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi = subyeknya
tidak jelas.

Perbaikan :

· Setiap pengendara mobil di Surabaya harus memiliki surat izin mengemudi.


Contoh 3 :

· Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. à unsur S-P-O tidak berkaitan erat

Perbaikan :

· Para petani mendapat keterangan tentang kelangkaan pupuk.

2.3 Membangun Kesepadanan dan Kesatuan dalam Kalimat Efektif

Kesepadanan dan kesatuan erat kaitannya dengan struktur sistematis yang merupakan salah satu syarat
dari sebuah kalimat efektif. Zubeirsyah (2007:89) menyatakan kalimat efektif yaitu suatu kalimat yang
dapat mengungkapkan gagasan, informasi, dan perasaan dengan tepat ditinjau dari segi diksi, struktur,
dan logikanya. Ciri-ciri kalimat efektif ialah kesatuan, kehematan, penekanan, dan kevariasian. Untuk
mencapai kesepadanan dan kesatuan dalam lingkup kebahasaan yaitu kalimat efektif, perlu diperhatikan
beberapa hal , karena kesepadanan dan kesatuan ini memiliki ciri- ciri sebagai berikut.

1. Memiliki fungsi Subjek dan predikat.

2. Kata penghubung intrakalimat dan antarkalimat.

3. Memiliki gagasan pokok.

4. Penggabungan kalimat dengan “yang” , “dan”.

5. Penggabungan menyatakan “sebab” dan “waktu”.

6. Penggabungan kalimat yang menyatakan hubungan akibat dan hubungan tujuan.

Misalnya: Arni menonton flim Korea tadi siang. Kalimat ini jelas maknanya. Hubungan antara
unsur yaitu subjek (Arni) dengan predikat (menonton) dan antara predikat dengan objek (flim korea)
beserta keterangan (tadi siang) merupakan kesatuan bentuk yang membentuk kepaduan makna. Kata-kata
itu akan menjadi lain bila diubah susunannya menjadi:

1. Menonton flim korea tadi siang Arni.

2. Flim Korea Arni tadi siang menonton.

3. Menonton Arni tadi siang flim Korea.

4. Flim Korea Arni menonton tadi siang.


Kalimat-kalimat di atas maknanya menjadi kabur karena fungsi kata-katanya tidak jelas. Unsur subjek,
predikat beserta pelengkapnya tidak jelas sehingga kesatuan bentuk dan keutuhan makna tidak tercapai.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa harus ada keseimbangan antara pikiran atau gagasan
dengan struktur bahasa yang digunakan. Kesepadanan kalimat diperhatikan oleh kemampuan struktur
bahasa dalam mendukung konsep yang merupakan kepaduan pikiran.

http://sharinganswers.blogspot.co.id/2012/04/kesepadanan-dan-kesatuan.html#sthash.58Dl6aX1.dpuf