Anda di halaman 1dari 3

Bentuk Lahan dan Geomorfologi Kabupaten Bojonegoro

A. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Bojonegoro


Kabupaten Bojonegoro adalah salah satu kabupaten yang berada di Jawa Timur yang
memiliki luas wilayah sejumlah 2.307,06 km². Luas Wilayah Kabupaten Bojonegoro terbagi
dalam : 28 Kecamatan 11 Kelurahan dan 419 Desa. Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi
112º25’ - 112º09’ Bujur Timur dan 6º59’ - 7º37’ Lintang Selatan. Dari wilayah seluas 2.307,06
km² , sebanyak 40,15 persen merupakan hutan negara, sedangkan yang digunakan untuk sawah
tercatat sekitar 32,58 persen. Topografi Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa di sepanjang
daerah aliran sungai Bengawan Solo merupakan daerah dataran rendah, sedangkan di bagian
Selatan merupakan dataran tinggi disepanjang kawasan Gunung Pandan, Kramat dan Gajah.
Sebagai daerah yang beriklim tropis, Kabupaten Bojonegoro hanya mengenal dua musim yaitu
musim kemarau dan musim penghujan.
Batas wilayah administrasi Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro di sebelah selatan yaitu
berbatasan dengan Kabupaten Madiun, Nganjuk dan Ngawi, disebelah timur berbatasan dengan
Kabupaten Lamongan. Sedangkan Kabupaten Tuban merupakan kabupaten tetangga yang
berbatasan dari sisi utara dan sebelah barat berhadapan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah
tepatnya dengan Kabupaten Ngawi dan Blora.
Tipe iklim di wilayah Kabupaten Bojonegoro adalah beriklim tropis, dengan suhu rata-rata
27,8 C suhu udara berkisar antara 24,2 C – 31,4 C dan hanya mengenal dua musim yaitu musim
kemarau dan musim penghujan, curah hujan baik langsung maupun tak langsung akan
mempengaruhi jenis dan pola tanam serta pola identitas penggunaan tanah dan tersedianya air
pengairan.
Bengawan Solo mengalir dari selatan, menjadi batas alam dari Provinsi Jawa Tengah,
kemudian mengalir ke arah timur, di sepanjang wilayah utara Kabupaten Bojonegoro. Bagian utara
merupakan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang
ekstensif. Kawasan pertanian umumnya ditanami padi pada musim penghujan, dan tembakau pada
musim kemarau. Bagian selatan adalah pegunungan kapur, bagian dari rangkaian Pegunungan
Kendeng. Bagian barat laut (berbatasan dengan Jawa Tengah) adalah bagian dari rangkaian
Pegunungan Kapur Utara.
Gambar 1. Kawasan Wilayah Bojonegoro
B. Proses Geomorfologi Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, memiliki enam sataun geomorfologi, yaitu
Satuan Punggungan Sinklin, Satuan Dataran Lipatan Terdenudasi, Satuan Perbukitan Lipatan,
Satuan Perbukitan Patahan, Satuan Danau, dan Satuan Aluvial.

Gambar 2. Bukit Bojonegoro dengan Satuan Pegunungan Sinklin


Sejarah geologi Kabupaten Bojonegoro dimulai pada Kala Miosen Akhir dengan
diendapkannya satuan napal sampai pada Pliosen Awal di lingkungan batial atasneritik luar.
Regresi yang terus terjadi di daerah tesebut menghasilkan pengendapan berturut-turut dan selaras
batugamping dan batupasir-batulempung.

Gambar 3. Bentukan batial atasneritik


Sementara itu di utara, pada Plestosen diendapkan satuan batulempung pada lingkungan
litoral. Lalu, tektonik Plio-Plestosen (rezim kompresi utara-selatan) menyebabkan daerah
penelitian teranjakkan dan terlipatkan secara intensif sehingga menjadikannya lingkungan darat.
Sesar anjakan ini yang menyebabkan posisi satuan batuan Zona Kendeng (secara penampang)
berposisi di atas satuan batulempung (Zona Randublatung).

Gambar 4. batuan Zona Kendeng (secara penampang) berposisi di atas satuan


batulempung (Zona Randublatung).
Proses tektonik kompresi yang terus berjalan, memberikan efek terbentuknya beberapa
sesar sobekan (tear fault) yang memotong sesar-sesar dan lipatan-lipatan yang sudah terbentuk
sebelumnya.

Daftar Pustaka :
Bappeda Provinsi Jatim. 2013. Kabupaten Bojonegoro. Jawa Timur: Bappeda
Hasyim, Irianto dan Syaiful. 2016. Geologi Daerah Papringan dan Sekitarnya Kecamatan
Tamayang Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Bogor : Universitas Pakuan