Anda di halaman 1dari 69

TKS 4057 – Tugas Pra-Rancangan Pabrik

Semester Ganjil 2017/ 2018

“Pra-Rancangan Pabrik Triacetin dari Gliserol dengan


Kapasitas 25.000 ton/tahun”
Kelompok IV

Karina Octaria Putri (1407113350)


Kusnanto Eko Wibowo (1407112938)
Lilis Suriani (1407113270)
Mahathir Nur Muhammad (1407119411)
Miftahul Ulfa (1407113349)

Laporan V
Analisa Ekonomi

Pembimbing :
Sri Rezeki Muria, ST., MP., MSc

Koordinator :
Prof. Edy Saputra, ST., MT., PhD

Program Studi Sarjana Teknik Kimia


Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Riau
2017
i

Lembar Pengesahan Pembimbing


TKS 4057 – Tugas Rancangan Pabrik
Semester Ganjil 2017/2018
LAPORAN 5
ANALISA EKONOMI
Pembuatan Triacetin dari Gliserol
Kelompok 4 TRP :
Karina Octaria Putri (1407113350)
Kusnanto Eko Wibowo (1407112938)
Lilis Suriani (1407113270)
Mahathir Nur Muhammad (1407119411)
Miftahul Ulfa (1407113349)

Catatan Pembimbing :

Pembimbing Laporan 5
Pekanbaru, 28 Desember 2017

Sri Rezeki Muria, ST., MP., MSc


NIP. 19770509 200912 2 002
ii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang


telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Laporan 5 “Analisa Ekonomi
dan Executive Summary” Tugas Pra Perancangan Pabrik Triacetin ini telah dapat
diselesaikan. Laporan ini dibuat sebagai mata kuliah wajib Jurusan Teknik Kimia,
Fakultas Teknik, Universitas Riau.
Untuk bisa menyelesaikan laporan 5 ini, penulis menemui berbagai kendala
yang harus dilalui. Namun, berkat dorongan dan bantuan baik moril maupun materil
dari berbagai pihak, akhirnya laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Sehubungan dengan tersebut, penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima
kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung penulisan laporan ini, khususnya
kepada Dosen Pengampu Laporan 5, Sri Rezeki Muria, ST., MP., MSc yang telah
membimbing dengan sabar hingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam penulisan laporan ini, penulis semaksimal mungkin untuk
menghasilkan hasil yang terbaik. Namun penulis mengharapkan kritik dan saran
guna penyempurnaan tulisan laporan ini. Penulis berharap semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi semua.

Pekanbaru, 27 Desember 2017

Penulis
iii

RINGKASAN EKSEKUTIF

Pabrik Triacetin dengan kapasitas 25000 ton/tahun akan dibangun di Lobam


Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Bahan baku berupa Gliserol dengan kemurnian
99% yang dibeli dari PT EcoGreen dan Asam Asetat dari PT Indo Acidatama.
Pabrik dirancang beroperasi secara continue selama 300 hari efektif, 24 jam per
hari, dengan jumlah karyawan 360 orang.
Triacetin diproduksi dari rangkaian multi stage reaksi dengan
menggunakan gliserol, asam asetat, dan asetat anhidrat sebagai bahan baku.
Gliserol dengan kemurnian 99 % sebanyak 1845,878 kg/jam dimasukkan ke reaktor
bubble column uap asam asetat sebanyak 3618,15 kg/jam dimasukkan dari bawah
kolom dan reaksi berlangsung pada suhu 1200C dan tekanan 60 psig. Perbandingan
asam aseta dengan gliserol yang digunakan sebesar 9 : 1. Katalis yang digunakan
pada proses ini adalah katalis asam sulfat dengan jumlah 5% dari gliserol yang
digunakan. Pada reaktor bubble column, gliserol di esterifikasi dengan asam asetat.
Pada tahap ini akan dihasilkan monoacetin, air dan asam asetat. Kemudian pada
atas bubble column akan dikeluarkan campuran air dan asam asetat. Sedangkan
pada bagian bagian bawah bubble column akan dikeluarkan monoacetin, gliserol
dan asam asetat. Kemudian bottom produk ini akan dimasukkan ke dalam 2 reaktor
jenis CSTR pada tekanan 45 psig dan suhu 200 0C dan disertai penambahan asam
asetat anhidrat. Pada reaktor CSTR 2 akan terbentuk campuran asam asetat anhidrat
dan triacetin. Hasil dari reaktor ini dipisahkan pada menara destilasi pertama untuk
memisahkan triacetin dari asam asetat dan asetat anhidrat, dimana destilat
campuran asam asetat dan asetat anhidrat dan bottom adalah triacetin sebanyak
1487,78 kg/jam. Kemudian destilat pada menara destilasi pertama akan dipisahkan
lagi pada menara destilasi 2 dimana pada destilat asam asetat yang di reacycle ke
proses awal sebagai umpan dan bagian bottom adalah asetat anhidrat.triacetin
membutuhkan air sebanyak 73249,71 kg/jam yang disuplai dari unit pengolahan
utilitas, kemutuhan listrik 362 kW. Sebagai cadanga listrik yang digubnkan
generator dengan daya 350 kw. Dari evaluasi ekonomi diketahui bahwa pabrik
memerlukan modal tetap sebesar Rp. 276.455.588.000 kemampuan untuk
mengambalikan modal (TOP) selama 3,07 tahun.
iv

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
RINGKASAN EKSEKUTIF ....................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ........................................................................................ vi
BAB I STRUKTUR ORGANISASI PABRIK ........................................... 1
1.1 Tujuan Managemen dan Organisasi................................................. 1
1.2 Struktur Organisasi .......................................................................... 1
1.3 Jabatan, Tugas, dan Wewenang ....................................................... 5
1.4 Sistem Kerja Karyawan ................................................................... 8
1.4.1 Sistem Shift .......................................................................... 9
1.4.2 Sistem Non-Shift .................................................................. 10
1.5 Jumlah Karyawan............................................................................. 11
1.6 Sistem Penggajian Karyawan .......................................................... 12
1.7 Kesejahteraan Karyawan ................................................................. 13
BAB II INSTRUMENTASI DAN PENGENDALIAN PROSES ............. 15
2.1 Tata Letak Pabrik ............................................................................. 15
2.1.1 Tujuan Perancangan Tata Letak Pabrik ............................... 15
2.1.2 Prinsip-Prinsip Dasar Perancangan Tata Letak Pabrik ........ 15
2.1.3 Faktor-Faktor Penentuan Tata Letak Pabrik ........................ 15
2.1.4 Pengaturan Tata Letak Pabrik .............................................. 17
2.2 Tata Letak Peralatan Proses ............................................................. 18
BAB III ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI ...................................... 20
3.1 Modal Investasi ................................................................................ 20
3.1.1 Fixed Capital Investment (FCI) ........................................... 20
3.1.2 Manufacturing Cost Estimation ........................................... 24
3.2 Pendapatan dan Keuntungan (Laba) ................................................ 24
3.3 Evaluasi Keuntungan Pabrik ............................................................ 24
3.3.1 Metode No Time Value of Money......................................... 25
3.3.2 Metode Time Value of Money .............................................. 25
v

3.3.3 Break Event Point (BEP) ..................................................... 25


3.3.4 Analisa Sensitifitas ............................................................... 25
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 26
LAMPIRAN
vi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Bentuk Organisasi, Pengertian, Keuntungan dan Kerugian .......... 2


Tabel 1.2 Jadwal Kerja Karyawan Shift dalam Kegiatan Produksi .............. 9
Tabel 1.3 Jadwal Kerja Karyawan Shift Pengamanan ................................... 9
Tabel 1.4 Jadwal Pergantian Shift Karyawan yang Terlibat dalam Proses
Produksi ........................................................................................ 10
Tabel 1.5 Jadwal Pergantian Shift Karyawan Pengamanan Pabrik dan
Kebersihan .................................................................................... 10
Tabel 1.6 Jadwal karyawan non-shift ........................................................... 11
Tabel 1.7 Perincian Jumlah Karyawan .......................................................... 11
1

BAB I
STRUKTUR ORGANISASI PABRIK

1.1 Tujuan Managemen dan Organisasi


Dalam suatu perusahaan, struktur organisasi merupakan suatu hal yang
penting dalam menunjang kemajuan perusahaan. Hal ini dikarenakan akan
mempengaruhi kelancaran dalam komunikasi dan mempengaruhi kinerja
perusahaan.

1.2 Struktur Organisasi


Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian
serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan
kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi menggambarkan
pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana
hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi (Gibson, 1996). Beberapa bentuk organisasi
beserta keuntungan dan kerugiannya dapat dilihat pada Tabel 1.1
Sistem yang digunakan pada struktur organisasi perusahaan ini adalah sistem
lini dan staff. Dengan sistem ini, garis kekuasaan lebih sederhana dan praktis.
Struktur organisasi lini adalah orang-orang yang melaksanakan tugas pokok
organisasi untuk mencapai tujuan, dan wewenang serta kebijakan atasan
dilimpahkan pada satuan organisasi dibawahnya menurut garis vertikal. Orang-
orang yang bekerja menjalankan tugas sesuai keahlian yang dimiliki dalam hal ini
berfungsi memberikan saran kepada unit operasional disebut dengan staff. Sistem
lini dan staff ini biasanya digunakan untuk pabrik yang memiliki kapasitas produksi
yang besar, sehingga perusahaan ini memilih sistem lini dan staff. Dengan kapasitas
produksi yang besar sehingga jumlah karyawan pun lebih banyak, untuk itu sistem
lini dan staff cocok untuk jumlah karyawan yang banyak. Untuk struktur organisasi
perusahaan ini dapat dilihat pada lampiran A.
2

Tabel 1.1 Bentuk Organisasi, Pengertian, Keuntungan dan Kerugian


3
4
5

1.3 Jabatan, Tugas, dan Wewenang


Direktur utama dipegang oleh pemilik saham terbesar. Pelaksana tugas harian
dalam menjalankan seluruh kegiatan operasional perusahaan dilakukan oleh dewan
direksi yang terdiri dari seorang direktur utama sebagai pemegang kendali terbesar
dibantu dengan direktur teknik dan produksi serta direktur umum dan keuangan.
Direktur-direktur ini akan membawahi beberapa kepala bagian, seperti direktur
teknik dan produksi akan membawahi kepala bagian operasi, teknik
danmaintenance, dan litbang. Sedangkan direktur umum dan keuangan akan
membawahi kabag pemasaran, umum, dan keuangan. Masing-masing kepala
bagian akan membawahi kepala seksi. Dan masing-masing kepala seksi akan
membawahi dan mengawasi para karyawan perusahaan. Berikut penjelasan
mengenai masing-masing jabatan pada struktur organisasi :
1. Direktur Utama
Tugas dari direktur utama, yaitu :
a. Menjalankan pimpinan tertinggi perusahaan
b. Merencanakan dan menetapkan suatu kebijakan
c. Memberikan bimbingan operasional
d. Mengawasi serta mengkoordinasi tugas-tugas yang dijalankan direktur
teknik dan produksi serta direktur umum dan keuangan
e. Menjalin hubungan yang baik dengan pihak luar
f. Pemegang keputusan terbesar dan tepat demi kepentingan dan
kelangsungan jalannya perusahaan

2. Direktur Teknik dan Produksi


Tugas direktur teknik dan produksi adalah memimpin dan
mengkoordinir jalannya proses produksi berupa bagian operasi, teknik dan
pemeliharaan serta penelitian dan pengembangan.
Direktur teknik dibantu oleh 3 orang kepala bagian yaitu :
a. Kepala bagian operasi
Kepala bagian operasi bertugas untuk mengawasi dan
menjalankan tugas operasi yang berlangsung di pabrik. Kepala bagian
operasi membawahi 2 kepala seksi (Kasi) yaitu :
6

- Kasi transportasi
Tugas kasi transportasi yaitu mengatur transportasi dan
pengangkutan barang dan alat-alat pabrik.
- Kasi proses
Tugas kasi proses yaitu mengatur dan mengawasi langsung proses
produksi.

b. Kepala bagian teknik dan maintenance


Kepala bagian teknik dan pengembangan bertugas untuk
menjalankan tugas keteknikan pabrik baik pemeliharaan maupun
perbaikan alat yang digunakan. Kepala bagian teknik dan maintenance
terdiri dari 2 kepala seksi (Kasi) yaitu :
- Kasi teknik
Tugas kasi teknik yaitu bertanggung jawab atas kegiatan teknik dan
penyediaan alat instrumentasi.
- Kasi maintenance& bengkel
Tugas kasi maintenance & bengkel yaitu bertanggung jawab atas
kegiatan peralatan dan penggantian alat-alat di bengkel serta fasilitas
pendukungnya.

c. Kepala bagian penelitian dan pengembangan


Kepala bagian penelitian dan pengembangan bertugas untuk
menjalankan kegiatan yang berhubungan dengan utilitas yaitu berupa
pengendalian mutu, perencanaan dan pengembangan produk sehingga
terciptanya efisiensi proses yang baik. Kepala bagian penelitian dan
pengembangan terdiri dari 2 kepala seksi (Kasi), yaitu :
- Kasi utilitas
Tugas kasi utilitas yaitu bertanggung jawab terhadap penyediaan air,
steam, dan bahan bakar.
- Kasi perencanaan produk dan laboratorium
Tugas kasi perencanaan produk dan laboratorium yaitu berhubungan
dengan proses produksi dan seluruh yang berhubungan dengan
laboratorium untuk proses secara keseluruhan.
3. Direktur Umum dan Keuangan
7

Direktur umum dan keuangan bertugas untuk memikirkan dan


merumuskan kebijakan perusahaan dalam bidang umum, keuangan, dan
pemasaran.
Direktur umum dan keuangan dibantu oleh 3 orang kepala bagian yaitu:
a. Kepala bidang pemasaran
Kepala bidang pemasaran bertugas mengelola penjualan dan
pemasaran dari produk yang dihasilkan serta mengawasi kegiatan
digudang dan beserta perlengkapannya. Kepala bidang pemasaran
terdiri dari 2 kepala seksi (Kasi), yaitu :
- Kasi penjualan dan pemasaran
Tugas kasi penjualan dan pemasaran yaitu bertanggung jawab atas
pemasaran produk dan pengadaan bahan baku pabrik.
- Kasi gudang dan perlengkapan
Tugas kasi gudang dan perlengkapan yaitu mengawasi pengadaan
barang di gudang dan perlengkapan pabrik.
b. Kepala bidang umum
Kepala bidang umum bertugas untuk mengawasi kegiatan yang
berhubungan dengan kepegawaian dan kesehatan serta mengolala
perusahaan dalam bidang logistik dan perlengkapan dari perusahaan.
Kepala bidang umum terdiri dari 4 kepala seksi (Kasi), yaitu :
- Kasi humas dan keamanan
Tugas kasi humas dan keamanan yaitu menyelenggarakan kegiatan
yang berhubungan dengan relasi perusahaan.
- Kasi kepegawaian dan training
Tugas kasi kepegawaian dan training yaitu mengkoordinir kegiatan
yang berhubungan dengan kepegawaian dan pelaksanaan training.
- Kasi administrasi umum
Tugas kasi administrasi umum yaitu mengkoordinir administrasi
pabrik, dan tata usaha serta personalia.
- Kasi kesehatan
8

Tugas kasi kesehatan yaitu bertanggung jawab atas masalah yang


berhubungan dengan kesehatan baik kesehatan karyawan maupun
keluarga karyawan.
c. Kepala bidang keuangan
Kepala bidang keuangan bertugas dalam mengatur dan memiliki
kebijakan mengenai anggaran dan keuangan dari perusahaan serta
bertanggung jawab atas laporan keuangan perusahaan. Kepala bidang
keuangan terdiri dari 2 kepala seksi (Kasi), yaitu :
- Kasi keuangan
Tugas kasi keuangan yaitu bertanggung jawab atas keuangan
perusahaan dan bertugas membembuat laporan kepada kepala
bagian keuangan.
- Kasi administrasi
Tugas kasi administrasi yaitu bertanggung jawab atas administrasi
keuangan pabrik.

4. Staff/ Karyawan
Staff/karyawan bertugas memberikan bantuan, ide-ide, data dan
informasi dan pelayanan kepada pimpinan sehingga menjadi bahan
pertimbangan dalam memutuskan keputusan dan kebijakan. Garis wewenang
berada ditangan pimpinan dan staff hanya memiliki wewenang sebagai staff
saja. Digunakan ataupun tidak ide-ide dari staff merupakan wewenang dan
keputusan dari pimpinan.

5. Sekretaris
Sekretaris bertugas untuk mengurusi urusan surat menyurat dan
kearsipan serta membantu direktur menangani administrasi perusahaan.

1.4 Sistem Kerja Karyawan


Pabrik ini direncanakan beroperasi selama 300 hari per tahun dan bekerja
secara kontinu selama 24 jam per hari. Sedangkan sisa waktu yang ada selama 1
tahun proses operasi digunakan untuk shutdown pabrik, pemeliharaan serta
9

perbaikan peralatan. Sistem kerja karyawan yang digunakan pabrik ini adalah
sistem shift dan sistem non shift.

1.4.1 Sistem Shift


Sistem shift digunakan oleh karyawan yang menangani proses produksi serta
bagian-bagian tertentu dari pabrik yang mempunyai hubungan dengan keamanan
dan kelancaran proses produksi. Karyawan yang bekerja dalam sistem shift adalah
operator produksi, bagian teknik, bagian gudang dan kemanan pabrik.
Untuk pekerjaan yang membutuhkan waktu 24 jam pengawasan, para
karyawan melakukan shift yaitu bagi operating labor yang berhubungan dengan
kegiatan produksi dilakukan 3 shift dalam sehari dengan masing-masing 8 jam
untuk 1 shift. Sedangkan untuk karyawan pengamanan pabrik dan kebersihan
kantor dilakukan 2 shift dalam sehari dengan masing-masing 12 jam untuk 1 shift.
Jadwal kegiatan kerja karyawan shift baik operating labor maupun pengamanan
pabrik dan kebersihan kantor diperlihatkan pada Tabel 1.2 dan Tabel 1.3.
Tabel 1.2 Jadwal Kerja Karyawan Shift dalam Kegiatan Produksi
Shift Jam Kerja (WIB)
I 07.00 – 15.00
II 15.00 – 23.00
III 23.00 – 07.00

Tabel 1.3 Jadwal Kerja Karyawan Shift Pengamanan


Shift Jam Kerja (WIB)
I 07.00 – 19.00
II 19.00 –07.00

Untuk kegiatan produksi karyawan shift dibagi menjadi 4 regu dimana 3 regu
bekerja dan 1 regu istirahat begitu seterusnya. Sedangkan untuk pengamanan pabrik
dan kebersihan kantor karyawan shift dibagi menjadi 3 regu yang terdiri dari 2 regu
kerja dan 1 regu istirahat. Untuk jadwal kerja dapat dilihat pada Tabel 1.4 dan 1.5.
10

Tabel 1.4 Jadwal Pergantian Shift Karyawan yang Terlibat dalam Produksi
Hari Ke-
Regu
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 P P P L M M M L S S
2 S S L P P P L M M M
3 M L S S S L P P P L
4 L M M M L S S S L P

Keterangan : P : Pagi (Shift I)


S : Siang (Shift II)
M : Malam (Shift III)
L : Libur (Shift IV)

Tabel 1.5 Jadwal Pergantian Shift Karyawan Pengamanan Pabrik dan


Kebersihan
Hari Ke-
Regu
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 P P L L M M P P L L
2 M L P M P L M L P M
3 L M M P L P L M M P

Keterangan : P : Pagi(Shift I)
M : Malam (Shift II)
L : Libur (Shift III)

1.4.2 Sistem Non-Shift


Karyawan yang bekerja dengan sistem non shift adalah karyawan yang tidak
menangi secara langsung proses produksi yang termasuk karyawan non shift adalah
direktur, sekretaris, staff ahli, kepala bagian, kepala seksi dan karyawan yang
bekerja dikantor. Jumlah hari kerja dengan menggunakan sistem ini yaitu 6 hari
kerja, dengan hari libur pada hari minggu dan hari besar nasional. Berikut
dilampirkan jadwal karyawan non shift.
11

Tabel 1.6 Jadwal karyawan non-shift


Hari Kegiatan Jam Kerja (WIB)
Senin s/d Kamis Kerja 07.00 – 12.00
Istirahat 12.00 – 14.00
Kerja 14.00 – 17.00
Jum’at Kerja 07.00 – 11.30
Istirahat 11.30 – 13.30
Kerja 13.30 – 16.00
Sabtu Kerja 07.00 – 12.00

1.5 Jumlah Karyawan


Dalam suatu perusahaan dibutuhkan staff dan karyawan. Jumlah karyawan
proses (operating labor) sebanyak 45 orang, berdasarkan perhitungan
menggunakan grafik hubungan kapasitas produksi dan operating labor (Gambar 6-
9 Peter et al., 2003) dan data perhitungan terlampir pada Lampiran B. Berikut data
jumlah karyawan yang dibutuhkan perusahaan :
Tabel 1.7 Perincian Jumlah Karyawan
Karyawan shift
No Jabatan Jumlah Pendidikan
1 Karyawan Proses 45 S1 dan D3 Teknik Kimia
2 Karyawan Labor 12 S1 dan D3 Teknik Kimia/Mesin
3 Karyawan Bengkel 10 S1 dan D3 Teknik Kimia/Mesin
4 Karyawan Utilitas 10 S1 dan D3 Teknik Kimia/Lingkungan
5 Karyawan Limbah 12 S1 dan D3 Teknik Lingkungan/Industri
6 Karyawan Gudang 8 D3 Teknik Kimia/Industri/Lingkungan
7 Satpam 12 SMA/Sederajat
8 Petugas Kebersihan 12 SMP/Sederajat
Jumlah Karyawan 121
12

Karyawan non shift


No Jabatan Jumlah Pendidikan
1. Direktur Utama 1 Sarjana Teknik Kimia/Industri
2. Direktur Teknik dan 1 Sarjana Teknik Kimia/Industri
Produksi
3. Direktur Umum dan 1 Sarjana Teknik
Keuangan Kimia/Manajemen/Ekonomi
4. Staf Ahli 5 Sarjana Teknik Kimia/Mesin
/Elektro/Manajemen
6. Kepala Bagian 6 Sarjana Teknik Kimia/Mesin
/Elektro/Manajemen
7. Kepala Seksi 14 Diploma Teknik
Kimia/Industri/Mesin /Elektro
8. Dokter 5 Sarjana Kedokteran
9. Perawat 10 Sarjana/Diploma Keperawatan
10. Karyawan 10 Diploma Manajemen/Ekonomi
Pembelian/Pemasaran
11. Karyawan 15 Diploma Manajemen/Ekonomi
Administrasi/Kas
12. Karyawan Personalia 6 Sarjana/Diploma Komunikasi
13. Karyawan Humas 8 Sarjana/Diploma Komunikasi/HI
15. Kepala Keamanan 1 D3/SMA/sederajat
16. Supir 15 SMA/sederajat
17. Petugas Kebersihan 15 SMP/Sederajat
Jumlah Karyawan 113

1.6 Sistem Penggajian Karyawan


Sistem penggajian karyawan disesuaikan dengan struktur organisasi seperti
yang terlampir pada lampiran F. Gaji berupa gaji pokok ditambahkan dengan
tunjangan jabatan.
13

1.7 Kesejahteraan Karyawan


Kesejahteraan karyawan dan keluarganya dibutuhkan untuk mencapai hasil
kerja yang maksimal. Beberapa fasilitas penunjang kesejahteraan karyawan yaitu :
1. Fasilitas kesehatan
Kesehatan merupakan hal yang penting, sehingga suatu perusahaan
diperlukan membangun klinik yang berada di area pabrik. Klinik ini berfungsi
sebagai temat pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan pabrik terhadap
karyawan selama jam kerja. Sedangkan untuk kecelakaan berat ketika sedang
bekerja ataupun keluarga korban yang mengalami sakit, perusahan menunjuk
dokter umum untuk menanganinya dan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit.

2. Fasilitas Asuransi
Asuransi yang diberikan berupa program BPJS (Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial) ketenagakerjaan diberikan untuk memberikan jaminan sosial pada
karyawan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Fasilitas Transportasi
Perusahaan memberikan kendaraan ataupun supir untuk kegiatan operasional
bagi beberapa karyawan. Dan juga disediakan bus karyawan yang beroperasi dari
pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB untuk memudahkan akses karyawan.

4. Peralatan Safety
Untuk menjaga keselamatan kerja karyawan di pabrik, diberikan peralatan
safety shoes, safety helmet, masker dan alat safety lainnya.

5. Fasilitas Cuti
Perusahaan memberikan kesempatan karyawan berisitirahat sesuai waktu
yang ditetapkan jika tidak memungkinkan untuk bekerja sesuai surat keterangan
dokter. Selain itu cuti berupa cuti tahunan yang diberikan kepada seluruh karyawan
selama 14 hari kerja dalam 1 tahun.
14

BAB II
TATA LETAK PABRIK DAN PERALATAN

2.1 Tata Letak Pabrik


2.1.1 Tujuan Perancangan Tata Letak Pabrik
Tata letak bangunan dalam suatu pabrik merupakan bagian dari perancangan
pabrik yang perlu diperhatikan. Adapun tujuan dari pengaturan tata letak pabrik
adalah untuk menjamin kelancaran proses produksi dengan baik dan efisien,
menjaga keselamatan kerja para karyawannya dan menjaga keamanan dari pabrik
tersebut.
Jalannya aliran proses dan aktivitas dari para pekerja yang merupakan dasar
pertimbangan dalam pengaturan bangunan-bangunan dalam suatu pabrik. Sehingga
proses dapat berjalan efektif.

2.1.2 Prinsip-Prinsip Dasar Perancangan Tata Letak Pabrik


Prinsip dasar perencanaan tata letak pabrik merupakan tujuan dari
perencanaan tata letak pabrik. Prinsip-prinsip tersebut antara lain :
1. Prinsip integrasi total
2. Prinsip jarak pemindahan bahan yang paling minimal
3. Prinsip aliran dari suatu proses kerja
4. Prinsip pemanfaatan ruangan
5. Prinsip kepuasan dan keselamatan kerja

2.1.3 Faktor-Faktor Penentuan Tata Letak Pabrik


Dalam pengaturan tata letak pabrik ini perlu mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut :
1. Arah dan aliran angin
Arah angin di dalam dan di sekitar area proses perlu diperhatikan untuk
menghindari stagnasi udara pada suatu tempat yang dapat menyebabkan
akumulasi bahan kimia yang berbahaya, sehingga dapat membahayakan
keselamatan pekerja. Beberapa peralatan yang harus diletakkan dibagian
upwind (berlawanan dengan arah angin) pada pabrik triacetin adalah :
15

- Semua peralatan yang berisi zat-zat yang mudah terbakar. Jika ada zat
yang mudah terbakar yang tumpah, uapnya tidak akan terbawa oleh
angin ke seluruh bagian pabrik.
- Unit pengolahan limbah. Jika diletakkan searah dengan arah angin,
dapat membawa bau tak sedap ke seluruh bagian pabrik. Hal ini akan
mengganggu kenyamanan pekerja pabrik tersebut.
Sedangkan peralatan yang diletakkan di bagian downwind (searah dengan
arah angin) pada pabrik triacetin adalah
- Perkantoran
- Laboratorium
- Ruang kontrol
- Tempat penyimpanan bahan yang berisi bahan-bahan tidak beracun,
tidak berbahaya dan tidak mudah terbakar.
2. Jarak antar alat
Dalam perancangan, jarak antar alat merupakan hal yang perlu
diperhatikan. Tata letak pabrik yang tepat dapat dicirikan oleh jarak optimum
antar mesin atau alat-alat proses, yang dapat memberikan keleluasaan yang
diperlukan bagi pekerja yaitu sebesar 2m atau lebih. Dengan penentuan jarak
antar alat yang tepat maka penggunaan area pabrik dapat lebih efisien
sehingga dari segi ekonomis akan menguntungkan. Selain itu alasan
keamanan juga perlu dipertimbangkan, sebab apabila terjadi kerusakan yang
menimbulkan ledakan atau kebakaran tidak akan membahayakan proses
lainnya pada jarak tersebut.
3. Penempatan alat
Faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja pabrik salah satunya adalah
penempatan alat. Adanya pengaturan yang efektif terhadapat alat – alat
produksi tentunya akan mempengaruhi kinerja proses produksi. Beberapa hal
yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tata letak peralatan adalah :

- Pertimbangan ekonomis
Penyusunan alat dilakukan secara berurutan menurut prosesnya,
sehingga sistem perpipaan dan penyusunan letak pompa dapat lebih
16

sederhana dan teratur. Sehingga biaya konstruksi dan operasi dapat


diminimalkan.
- Kemudahan operasi
Penempatan antara alat yang satu dengan alat yang lain harus
memberikan ruang gerak yang memadai untuk keperluan perbaikan dan
pemeliharaan alat. Fasilitas jalan juga memberikan ruang gerak yang
sangat penting. Untuk itu jalan yang ada di area pabrik dibuat cukup
lebar dengan penataan jalan yang rapi dan arah yang teratur bagi
kemudahan transportasi.
- Pertimbangan Keamanan
Tata letak alat yang teratur menciptakan suasana kerja aman dan
nyaman. Jika terjadi kecelakaan kerja atau kebakaran akan
memungkinkan penanganan yang cepat.
4. Elevasi alat
Pengaliran bahan baku dan produk yang tepat akan memberikan
keuntungan ekonomis yang besar serta menunjang kelancaran dan keamanan
produksi. Guna mendukung hal tersebut perlu diperhatikan elevasi pipa,
dimana untuk pipa yang ditempatkan di atas tanah perlu dipasang pada
ketinggian 3 meter atau lebih. Sedangkan untuk pemipaan pada permukaan
tanah diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu lalu lintas pekerja. Jika
tidak ada alasan khusus bagi suatu alat untuk diletakkan pada elevasi tertentu
sebaiknya diletakkan didasar saja. Alasannya adalah :
- Biaya konstruksi untuk menaikkan elevasi suatu alat atau membuat
pabrik yang bertingkat jauh lebih besar dibandingkan jika semua
peralatan ditempatkan didasar.
- Diperlukan perhatian lebih mengenai bahaya adanya kebakaran,
ledakan atau gempa bumi.

5. Maintenence alat
Pemasangan dan distribusi yang baik dari bahan-bahan proses dan
fasilitas pendukungnya seperti listrik akan membantu kemudahan kerja dan
17

perawatannya. Penempatan perangkat proses sedemikian rupa diupayakan


agar petugas mudah untuk mencapainya.

2.1.4 Pengaturan Tata Letak Pabrik


Dalam hal ini pengaturan tata letak pabrik triacetin berdasarkan hal-hal diatas
dapat menjadi dasar untuk penempatan bangunan dalam kawasan yang
direncanakan sebagai berikut :
1. Daerah Proses
Daerah ini merupakan pusat kegiatan proses Triacetin, maka tata letak
alat disusun berdasarkan aliran proses. Daerah ini terletak dibagian tengah
pabrik yang lokasinya tidak mengganggu. Pada area proses terdapat ruang
kontrol yang akan mengontrol jalannya proses.
2. Daerah Penyimpanan
Daerah ini dibagi menjadi 2, yaitu lokasi penyimpanan bahan baku dan
lokasi penyimpanan produk. Daerah penyimpanan ini berada didaerah yang
mudah dijangkau oleh alat transportasi.

3. Daerah Pemeliharaan dan Perbaikan


Daerah ini merupakan lokasi untuk melakukan kegiatan pemeliharaan
dan perbaikan peralatan pabrik berupa bengkel teknik dan gudang
teknik.Daerah ini diletakkan diluar area proses, karena adanya aktifitas
didalam bengkel yang dapat berakibatkan fatal bagi jalannya proses.

4. Daerah Quality Control


Daerah ini merupakan lokasi untuk melakukan pengontrolan terhadap
kualitas bahan baku yang digunakan dan produk yang dihasilkan, serta
melakukan penelitian dan pengembangan terhadap produk yang dihasilkan.
Oleh sebab itu daeah ini diletakkan dekat dengan daerah proses.

5. Daerah Sarana Penunjang (Utilitas)


Daerah ini merupakan lokasi untuk menyediakan keperluan yang
menunjang jalannya proses, berupa penyediaan air, steam, listrik, dan bahan
bakar. Daerah ini diletakkan tidak jauh dari daerah proses agar biaya
perpipaan ke daerah proses menjadi lebih ekonomis.
18

6. Daerah Perkantoran
Daerah ini merupakan pusat kegiatan administrasi pabrik sehari-hari,
baik kepentingan dalam pabrik maupun luar pabrik. Daerah ini mencakup
Ruangan Serba Guna juga.

7. Daerah Fasilitas Umum


Daerah ini terdiri dari kantin, mesjid, klinik kesehatan, dan saran
olahraga (sport center), wisma tamu, toilet, taman dan parkiran. Daerah ini
diletakkan sedemikian rupa sehingga waktu perjalanan yang diperlukan
karyawan antar gedung dapat semaksimal mungkin
8. Department Pemadam kebakaran
Area ini merupakan area yang bertugas untuk menjaga keamanan
lingkungan pabrik dari api ataupun kebakaran. Area unitu unit ini diusahan
mudah diakses dan memiliki sumber ataupun cadangan air yang cukup di
sekitarnya.

9. Area Perluasan Pabrik


Area ini perlu dipertimbangkan untuk mengantisipasi adanya perluasan
area pabrik di masa yang akan datang.

2.2 Tata Letak Peralatan Proses


Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan layout peralatan
proses pada pabrik Triacetin, antara lain :
a. Aliran bahan baku dan produk
Pengaliran bahan baku dan produk yang tepat akan memberikan
keuntungan ekonomi yang besar serta menunjang kelancaran dan keamanan
produksi.

b. Aliran udara
Aliran udara di dalam dan di sekitar area proses perlu diperhatikan
kelancarannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya stagnasi udara
pada suatu tempat sehingga mengakibatkan akumulasi bahan kimia yang
dapat mengancam keselamatan pekerja.
19

c. Cahaya
Penerangan seluruh pabrik harus memadai dan pada tempattempat
proses yang berbahaya atau beresiko tinggi perlu adanya penerangan
tambahan.

d. Lalu lintas manusia


Dalam perancangan lay out pabrik perlu diperhatikan agar pekerja dapat
mencapai seluruh alat proses dangan cepat dan mudah. Hal ini bertujuan
apabila terjadi gangguan pada alat proses dapat segera diperbaiki. Keamanan
pekerja selama menjalani tugasnya juga diprioritaskan.

e. Pertimbangan ekonomi
Dalam menempatkan alat-alat proses diusahakan dapat menekan biaya
operasi dan menjamin kelancaran dan keamanan produksi pabrik.

f. Jarak antar alat proses


Untuk alat proses yang mempunyai suhu dan tekanan operasi tinggi
sebaiknya dipisahkan dengan alat proses lainnya, sehingga apabila terjadi
ledakan atau kebakaran pada alat tersebut maka kerusakan dapat dieliminir.

Pentingnya mendesain tata letak(layout) alat-alat proses sedemikian rupa


sehingga :
1. Kelancaran proses produksi dapat terjamin
2. Dapat mengefektifkan luas lahan yang tersedia
3. Biaya kapital handling menjadi rendah dan dapat menghematpengeluaran
untuk kapital yang kurang penting
Karyawan mendapat kepuasan kerja agar dapat meningkatkanproduktifitas kerja
disamping keamanan yang terjadi
20

BAB III
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI

Tujuan analisa ekonomi terhadap perancangan suatu pabrik adalah untuk


mengetahui kelayakan pendirian pabrik tersebut. Parameter yang memperlihatkan
kelayakan prarancangan pabrik adalah laju pengembalian modal, waktu
pengembalian modal dan titik impas.

3.1. Modal Investasi


Modal investasi terdiri dari biaya pendirian pabrik (fixed capital investment)
dan biaya pengoperasian pabrik pada jangka waktu tertentu (working capital
investment).

3.1.1 Fixed Capital Investment (FCI)


Merupakan perkiraan ekonomi pendirian suatu pabrik hingga pabrik tersebut
beroperasi. Biasanya disebut dengan istilah modal investasi (capital investment).
Modal investasi yang dibutuhkan untuk membiayai pendirian pabrik dapat
diperoleh dari beberapa investor, dengan perkiraan 60% dari modal keseluruhan
berasal dari investor, sedangkan 40% merupakan modal pinjaman dari Bank.Modal
investasi secara garis besar terdiri dari :
1. Modal Investasi Tetap (Fixed Capital Investment, FCI)
FCI merupakan modal yang digunakan untuk penyediaan fasilitas
pabrik. FCI ini dibagi menjadi dua, yaitu biaya langsung dan biaya tak
langsung. Untuk memperkirakan modal investasi tetap digunakan dan faktor
rasio berdasarkan biaya pengiriman peralatan pada typical percentages of
fixed-capital investment values for direct and indirect cost segments (Tabel.
6.3) [ Peters et al., 2003]
a. Biaya Langsung (Direct Costs), adalah biaya yang terlibat secara
langsung dengan material maupun tenaga kerja. Biaya langsung terdiri
dari:
21

 Purchased Equipment (Biaya Pembelian Alat)


Harga peralatan pada tahun pendirian pabrik ditentukan dengan
menggunakan indeks harga, Marshall and Swift installed-equipment
indexes (Tabel 6.2) [Peters et al, 2003]. Penentuan harga peralatan pada
kapasitas yang sama pada tahun yang berbeda, dihitung dengan
menggunakan persamaan berikut:
IP
CP = CO [Peters et al, 2003]
IO
Perkiraan harga untuk alat dengan kapasitas berbeda pada tahun yang
berbeda pula, dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:
n
I  Vp 
CP  CO P   [Peters et al, 2003]
IO  Vo 
dengan:
Cp = Harga alat pada kapasitas yang ditentukan;
Co = Harga alat pada kapasitas tertentu, pada tahun sebelumnya;
IP = Indeks harga pada tahun yang ditentukan;
Io = Indeks harga pada tahun sebelumnya;
Vp = Kapasitas alat yang akan ditentukan;
Vo = Kapasitas alat yang ada pada tahun sebelumnya;
n = Faktor kapasitas alat (atau dapat menggunakan faktor n = 0,6).

 Purchased EquipmentInstalation (Biaya Instalasi Alat)


Merupakan biaya pemasangan alat yang telah dibeli termasuk
pengecatan alat tersebut. Penentuan harga instalasi dan pengecatan alat
ini dapat ditentukan berdasarkan total harga pembelian alat, yaitu 6-14%
dari total biaya fixed capital investment [Peters et al, 2003]

 Instrumentation and Control (Installed)


Instrumentasi dan kontrol menjadi faktor penting untuk mengendalikan
proses produksi agar berjalan lancar. Harga yang dibutuhkan untuk
pembelian alat instrumentasi dan kontrol serta pemasangannya yaitu
sebesar 2-12% dari total biaya fixed capital investment [Peters et al,
2003]
22

 Piping (Installed)
Sistem perpipaan merupakan jalur transportasi bahan dan produk dari
unit satu ke unit lainnya. Secara estimasi, harga pipa dan
pemasangannya dapat diperkirakan sekitar 4-17% dari biaya dari total
biaya fixed capital investment [Peters et al, 2003]

 Electrical System (Installed)


Listrik merupakan salah satu utilitas untuk berlangsungnya suatu proses
produksi. Harga yang dibutuhkan dapat diprediksi dari biaya total
pembelian alat, yaitu berkisar 2-10% dari dari total biaya fixed capital
investment [Peters et al, 2003].

 Building (Including Service).


Biaya bangunan termasuk service terdiri dari biaya material dan tenaga
kerja yang tercakup dalam seluruh biaya pendirian bangunan. Pada
prarancangan pabrik ini, biaya bangunan diperkirakan dari biaya total
pembelian alat, yaitu sekitar 2-18% dari total biaya fixed capital
investment [Peters et al, 2003].

 Yard improvement
Adapun yang termasuk ke dalam biaya perluasan lahan adalah
pemagaran, grading, jalan, trotoar, rel kereta api, taman, dan lain-lain.
Biaya untuk yard improvement untuk suatu pabrik kimia berkisar atau
ekuivalen dengan 2-5% dari Fixed Capital Investment [Peters et al,
2003].

 Service Fasilities (Installed)


Utilitas untuk mensuplai steam, air, listrik, udara, dan bahan bakar
termasuk ke dalam biaya service facilities. Biaya total untuk service
facilities diperkirakan 8-30% dari total biaya fixed capital investment
[Peters et al, 2003]

 Land
Harga untuk pertanahan diperkirakan 1-2% dari total biaya fixed capital
investment [Peters et al, 2003]
23

b. Biaya Tidak Langsung (Indirect Costs), merupakan kebalikan dari biaya


langsung, yaitu biaya yang tidak terlibat secara langsung dengan material
maupun tenaga kerja, yang termasuk kedalam biaya tak langsung ini
adalah:
 Engineering and Supervision
Biaya untuk desain konstruksidan engineering, termasukpendesainan
berbasis computer, purchasing, pelaporan, construction and cost
engineering, travel, komunikasi dan lain-lain termasuk ke dalam biaya
engineering and supervision. Harga yang dibutuhkan untuk bagian ini
diperkirakan 4-20% dari direct cost, range yang diambil dari Tabel 6-3
[Peters et al, 2003].

 Legal Expenses (Biaya Perizinan)


Yang termasuk ke dalam bagian ini adalah biaya untuk segala pelegalan
yang dibutuhkan oleh industri, seperti perizinan pembelian lahan, alat
dan bangunan. Biaya yang dibutuhkan untuk legalitas ini diperkirakan
sekitar 1-3% dari fixed capital investment, range yang diambil dari
Tabel 6-3 [Peters et al, 2003].

 Contruction Expenses
Biaya tak lagsung lainnya adalah biaya konstruksi/lahan, termasuk
operasi dan konstruksi yang bersifat temporer, alat-alat konstruksi dan
rental, pajak, asuransi dan lain-lain. Biaya kontruksi ini sekitar 4-17%
dari fixed capital investment, range yang diambil dari Tabel 6-3 [Peters
et al, 2003].

 Contingencies
Merupakan biaya tak terduga yang tidak terdapat pada poin-poin biaya
yang telah dipaparkan sebelumnya. Hal ini perlu diperhitungkan karena
setiap perencanaan tidak ada yang sempurna. Apabila terdapat suatu
kekurangan, maka biaya ini dapat digunakan sebagai alternatif biaya.
Adapun besar dari biaya ini adalah sekitar 5-15% (biasa digunakan 8%)
dari Fixed Capital Investment, range yang diambil dari Tabel 6-3
[Peters et al, 2003].
24

 Contractor Fee
Contractor Fee berbeda-beda tergantung pada situasi. Tapi besarnya
dapat diperkirakan sekitar 2-6% dari Fixed Capital Investment dari
Tabel 6-3 [Peters et al, 2003].

2. Modal Kerja (Working Capital Investment, WCI)


WCI adalah jumlah biaya yang harus dikeluarkan setelah pabrik berdiri dan
mulai beroperasi, seperti listrik, gaji karyawan, dana sosial dan sebagainya. Pada
industri kimia perhitungan WCI yaitu 10-20 % dari total capital investment.
Besarnya WCI pada pabrik ini adalah 20% dari Total Capital Investment (TCI) dari
Tabel 6-17 [Peters et al, 2003]. Untuk memperoleh Total Capital Investment
dengan menjumlahkan Fixed Capital Investment dan Working Capital Investment.

3.1.2 Manufacturing Cost Estimation


Biaya produksi yang diperkirakan dan biaya-biaya umum lainnya (General
expenses). Manufacturing cost terdiri dari biaya produksi langsung (biaya variabel),
biaya pengeluaran tetap dan plantoverhead cost. Sedangkan general expenses
terdiri dari biaya keperluan administrasi, distribusi dan penjualan, serta penelitian
dan pengembangan [Peters et al, 2003].

3.2 Pendapatan Dan Keuntungan (Laba)


Pendapatan diperoleh dari hasil penjualan produk. Sedangkan laba diperoleh
dari selisih hasil penjualan produk, biaya produksi, depresiasi dan pengembalian
pinjaman. Pajak pengahasilan 40% setelah laba tersebut dikenai pajak penghasilan
maka akan diperoleh laba bersih.

3.3 Evaluasi Keuntungan Pabrik


Analisa keuntungan dihitung dengan dua metode, yaitu metode yang tidak
mempertimbangkan nlai uang dan metode yang memprtimbangkan nilai uang.
Metode yang tidak mempertimbangkan nilai uang yang meliputi return on
investment uang meliputi discounted cash flow (IRR). Perhitungan penting lainnya
dalam analisa keuntungan yaitu break event point (BEP) dan shut down point.
25

3.3.1 Metode No Time Value of Money


Metode ini merupakan metode yang tidak mempertimbangkan lamanya umur
pabrik untuk modal yang diinvestasikan. Metode berupa perkiraan laju
pengembaian modal (return on investment, ROI) dan waktu pengembalian modal
(payback period, PBP). Laju pengembalian modal merupakan perbandingan antara
selisih pendapatan dan biaya produksi setelah dikenai pajak dengan total modal
investasi. Sedangkan waktu pengembalian modal adalah perbandingan antara
modal tetap dengan jumlah modal tetap pertahun dan laba bersih.

3.3.2 Metode Time Value of Money


Metode time value of money (uang berdasarkan nilai waktu) adalah perkiraan
nilai uang yang telah diinvestasikan, akan bertambah seiring dengan umur pabrik.
Perkiraan ditampilkan dalam bentuk cash flow. Metode ini terdiri dari net present
worth(NPW) dan discounted cash flow rate of return(DCFR). NPW merupakan
selisih total kekayaan dari total cash flow dan total modal investasi. DCFR
merupakan laju pengembalian modal pada keadaan total investasi dan net present
worth (net present value)

3.3.3 Break Event Point(BEP)


Titik impas pendapatan dan biaya produksi yang diperoleh dari kapasitas
produksi. Nilai ini menunjukkan keuntungan pabrik akan dicapai setelah kapasitas
produksi diatas persentase ini.

3.3.4 Analisa Sensitifitas


Analisa sensitifitas dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang
mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi. Faktor-faktor tersebut adalah
perubahan harga bahan baku, dan perubahan harga jual produk. Aspek ekonomi
yang akan ditinjau adalah perubahan IRR terhadap perubahan kedua faktor tersebut.
Dalam Prarancangan pabrik ini, faktor yang dianalisa antara lain perubahan harga
bahan baku, perubahan harga produk, perubahan total investasi, dan perubahan
kapasitas.
26

DAFTAR PUSTAKA

Gibson, ID. 1996. Organisasi: Prilaku, Struktur, Proses. Jilid 1, 5th ed. Erlangga :
Jakarta.
Peter, MS., Timmerhause, KD., and West, RE. 2003. Plant Design and Economics
forChemical Engineers. McGraw Hill Book Co : New York.
LEMBAR LAMPIRAN
ANALISA EKONOMI DAN PLANT LAYOUT
LAMPIRAN A
STRUKTUR ORGANISASI
PRA-RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN TRIACETIN DARI GLISEROL

Direktur Utama

STAF Sekretaris

Direktur Direktur
Teknik dan Produksi Umum dan Keuangan

Sekretaris Sekretaris

Kabag.
Kabag. Kabag. Kabag. Kabag. Kabag.
Teknik &
Operasi Litbang Pemasaran Umum Keuangan
Maintenance

Kasi Kepegawaian &


Kasi Maintenance &

Kasi Administrasi

Kasi Administrasi
Kasi Perencanaan
Kasi Transportasi

Kasi Penjualan &

Kasi Gudang &

Kasi Kesehatan

Kasi Keuangan
Kasi Humas &
Produk & Lab.

Perlengkapan
Kasi Utilitas
Kasi Proses

Kasi Teknik

Keamanan
Pemasaran

Training
Bengkel

Umum
KARYAWAN

Wewenang lini = ( (

Wewenang staf = ( (
LAMPIRAN B
PERHITUNGAN JUMLAH KARYAWAN PROSES

Jumlah operator yang dibutuhkan ditentukan oleh kapasitas produksi.


Direncanakan produksi triacetin per tahun adalah 25000 ton/tahun. Maka dalam
satu hari pabrik memproduksi triacetin sebesar 83.33 ton/hari.
1. Kapasitas pabrik = 83.33 ton/hari
2. Massa kerja per tahun = 300 hari
3. Jumlah unit proses = 4 (proses reaksi, pemisahan, penukar panas, serta
utilitas)

Berdasarkan Gambar 6-9 Peter et al., 2003 dengan kondisi large equipment,
higly automated or fluid processing only (Grafik C), diperoleh jumlah 30 jam
kerja/(hari)/(unit proses). Direncanakan jam kerja tiap operator adalah 8 jam per
hari, sehingga operator dibagi atas 3 shift. Maka, jumlah operating labor yang
dibutuhkan adalah:
Jumlah operating labor = (30 x 4 x 3)/8 = 45 pekerja untuk 3 shift

Gambar B.1 Kebutuhan Jam Kerja pada Industri Kimia (Gambar 6-9 Peter et al.,
2003)
LAMPIRAN C
BIAYA PERALATAN

C.1 Chemical Engineering Plant Cost Index


Harga peralatan pada tahun pendirian pabrik ditentukan dengan
menggunakan indeks harga Chemical Engineering plant cost index pada Tabel C.1
dengan pertimbangan bahwa perancangan pabrik yang berbasis kimia atau proses-
proses terbaru sesuai dengan indeks Chemical Engineering plant cost index
(CEPCI). Penentuan harga peralatan pada kapasitas yang sama pada tahun yang
berbeda, dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:
IP
CP = CO [Peters et al, 2003]
IO
Perkiraan harga untuk alat dengan kapasitas berbeda pada tahun yang berbeda
pula, dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:
n
I  Vp 
CP  CO P   [Peters et al, 2003]
IO  Vo 
dengan:
Cp = Harga alat pada kapasitas yang ditentukan;
Co = Harga alat pada kapasitas tertentu, pada tahun sebelumnya;
IP = Indeks harga pada tahun yang ditentukan;
Io = Indeks harga pada tahun sebelumnya;
Vp = Kapasitas alat yang akan ditentukan;
Vo = Kapasitas alat yang ada pada tahun sebelumnya;
n = Faktor kapasitas alat (atau dapat menggunakan faktor n = 0,6).

Nilai eksponen digunakan berdasarkan kapasitas desain alat yang akan dihitung,
yang dapat dilihat pada Tabel 6.4 (Peters et al., 2003). Indeks yang digunakan pada
prarancangan pabrik triacetin ini adalah Chemical Engineering Plant Cost Index
(CEPCI) yang dapat dilihat pada Tabel C.1 terlampir dibawah ini.
Tabel C.1. Chemical Engineering plant cost index [Peter et al, 2003]
Tahun Indeks
1981 297
1982 314
1983 317
1984 323
1985 325
1986 318
1987 324
1988 343
1989 355
1990 357,6
1991 361,3
1992 358,2
1993 359,2
1994 368,1
1995 381,7
1996 381,7
1997 385,5
1998 389,5
1999 390,6
2000 394,1
2001 394,3
2002 395,6
2003 402
2004 442,4
2005 468,2
Sumber : Peters et al., 2003 dan www.che.com/pindex
C.2 Regresi Linier Chemical Engineering Plant Cost Index
Untuk mengetahui index pada tahun selanjutnya, digunakan metode regresi
linier yang dapat dilihat pada Gambar C.1.
800

700 y = 9,4987x - 18555


R² = 0,96
600

500
Cost Index

400

300

200

100

0
1980

1984

1988

1992

1996

2000

2004

2008

2012

2016

2020
Tahun

Gambar C.1 Proyeksi Chemical Engineering plant cost index Metode Regresi
Linier

Berdasarkan metode regresi linier dapat diperoleh persamaan sebagai


berikut:
y = 9,4987x - 18555

Dengan memasukkan nilai x, diperoleh indeks di tahun selanjutnya yang


dapat dilihat pada Tabel C.2.

Tabel C.2 Regresi Linier CEPCI dari Tahun 2006 - 2021


Tahun Indeks
2006 499,6
2007 525,4
2008 575,4
2009 521,9
2010 550,8
2011 585,7
2012 584,6
2013 567,3
Tahun Indeks
2014 576,1
2015 556,8
2016 604,637
2017 618,624
2018 633,025
2019 647,855
2020 663,129
2021 678,862

Pada perancangan ini, direncanakan pembangunan pabrik dimulai pada


2018 dengan masa konstruksi 2 tahun. Berdasarkan data-data diatas, maka total
harga peralatan pada pabrik ini, baik peralatan proses ataupun peralatan utilitas,
dapat dihitung.

C.3 Harga Alat Proses


No Kode Alat Jenis Alat Harga Alat (2006) Harga Alat (2021)
1 ST 101 Tangki Penyimpanan $ 124,628 $ 176,776
2 ST 102 Tangki Penyimpanan $ 53,558 $ 75,968
3 ST 103 Tangki Penyimpanan $ 37,694 $ 53,466
4 ST 104 Tangki Penyimpanan $ 42,534 $ 60,332
5 ST 105 Tangki Penyimpanan $ 124,038 $ 175,940
6 MX 101 Tangki Pencampuran $ 24,253 $ 34,401
7 MX 102 Tangki Pencampuran $ 6,244 $ 8,857
8 MX 103 Tangki Pencampuran $ 17,097 $ 24,251
9 BC 101 Reaktor Gelembung $ 111,700 $ 158,439
10 R 101 CSTR $ 102,445 $ 145,311
11 R 102 CSTR $ 102,445 $ 145,311
12 DC 101 Kolom Distillasi $ 180,665 $ 256,261
13 DC 102 Kolom Distillasi $ 180,665 $ 256,261
14 RB 101 Reboiler $ 15,300 $ 21,702
No Kode Alat Jenis Alat Harga Alat (2006) Harga Alat (2021)
15 RB 102 Reboiler $ 15,300 $ 21,702
16 CD 101 Condensor $ 23,100 $ 32,766
17 CD 102 Condensor $ 23,100 $ 32,766
18 D 101 Decanter $ 105,163 $ 149,167
19 HE 101 Pemanas $ 14,056 $ 19,937
20 HE 102 Pemanas $ 12,441 $ 17,647
21 HE 103 Pemanas $ 13,184 $ 18,701
22 HE 104 Pemanas $ 13,184 $ 18,701
23 CL 101 Pendingin $ 11,951 $ 16,952
24 CL 102 Pendingin $ 23,629 $ 33,516
25 CL 103 Pendingin $ 13,835 $ 19,624
26 CP 101 Compressor $ 27,393 $ 38,855
27 P 101 Pompa $ 7,994 $ 11,339
28 P 102 Pompa $ 3,600 $ 5,106
29 P 103 Pompa $ 1,862 $ 2,641
30 P 104 Pompa $ 3,600 $ 5,106
31 P 105 Pompa $ 16,424 $ 23,296
32 P 106 Pompa $ 1,895 $ 2,688
33 P 107 Pompa $ 8,855 $ 12,560
34 P 108 Pompa $ 7,220 $ 10,241
35 P 109 Pompa $ 9,573 $ 13,579
36 P 110 Pompa $ 8,827 $ 12,521
37 P 111 Pompa $ 21,090 $ 29,915
38 P 112 Pompa $ 21,090 $ 29,915
39 P 113 Pompa $ 8,544 $ 12,119
40 P 114 Pompa $ 9,861 $ 13,987
41 P 115 Pompa $ 6,356 $ 9,016
Total $ 2,207,639
Biaya Peralatan Utama PU $ 2,207,639
Biaya Pengangkutan 10 % PU $ 220,764
Biaya Administrasi Pelabuhan 5 % PU $ 110,382
Sub Total $ 2,538,785
Bea Masuk 10 % Sub Total $ 253,878
Total $ 2,792,663

C.4 Harga Alat Utilitas


Kode
No Jenis Alat Harga Alat (2006) Harga Alat (2021)
Alat
1 P 101 Pompa $ 9,397 $ 13,329
2 P 102 Pompa $ 9,397 $ 13,329
3 P 103 Pompa $ 9,397 $ 13,329
4 P 104 Pompa $ 9,397 $ 13,329
5 P 105 Pompa $ 3,300 $ 4,681
6 P106 Pompa $ 3,300 $ 4,681
7 P 107 Pompa $ 9,388 $ 13,316
8 P 108 Pompa $ 9,388 $ 13,316
9 P 109 Pompa $ 6,582 $ 9,336
10 P 110 Pompa $ 3,315 $ 4,702
11 P 111 Pompa $ 3,448 $ 4,891
12 P 112 Pompa $ 6,574 $ 9,325
13 P 113 Pompa $ 10,605 $ 15,042
14 P 114 Pompa $ 9,656 $ 13,696
15 P 115 Pompa $ 7,702 $ 10,925
16 P 116 Pompa $ 9,291 $ 13,179
17 P 117 Pompa $ 3,370 $ 4,780
18 P 118 Pompa $ 9,291 $ 13,179
19 P 119 Pompa $ 3,370 $ 4,780
20 P 120 Pompa $ 3,784 $ 5,367
21 P 121 Pompa $ 3,348 $ 4,749
22 P 122 Pompa $ 7,860 $ 11,149
23 BP 101 Bak Penampung $ 17,890 $ 25,376
Kode
No Jenis Alat Harga Alat (2006) Harga Alat (2021)
Alat
24 BP 102 Bak Penampung $ 17,890 $ 25,376
25 TP 101 Tangki Pencampuran $ 5,907 $ 8,379
26 TP 102 Tangki Pencampuran $ 5,907 $ 8,379
27 T 101 Tangki Penyimpanan (2 Unit) $ 53,322 $ 75,634
28 T 102 Tangki Penyimpanan $ 6,083 $ 8,628
29 T 103 Tangki Penyimpanan $ 7,146 $ 10,136
30 T 104 Tangki Penyimpanan (2 Unit) $ 52,454 $ 74,402
31 T 105 Tangki Penyimpanan $ 8,587 $ 12,180
32 CE 101 Cation Exchanger $ 41,500 $ 58,865
33 AE 101 Anion Exchanger $ 41,500 $ 58,865
34 CT 101 Cooling Tower $ 151,043 $ 214,244
35 DA 101 Deaerator $ 6,794 $ 9,637
36 B 101 Boiler $ 67,854 $ 96,246
37 SC 101 Screener $ 21,897 $ 31,059
38 CF 101 Clarifier $ 9,223 $ 13,082
39 SF 101 Sand Filter (2 Unit) $ 76,444 $ 108,431
Total $ 1,053,330
Biaya Peralatan Penunjang PP $ 1,053,330
Biaya Pengangkutan 10 % PP $ 105,333
Biaya Administrasi Pelabuhan 5 % PP $ 52,666
Sub Total $ 1,211,329
Bea Masuk 10 % Sub Total $ 121,133
Total $ 1,332,462
Biaya Total Peralatan Proses dan Peralatan
$ 4,125,126 Rp 55,689,194,580
Penunjang
LAMPIRAN D
BIAYA BAHAN BAKU DAN PRODUK

Indeks harga tahun 2017 = 618,624


Indeks harga tahun 2021 = 678,862

Tabel D.1 Harga Bahan Baku

Bahan Kebutuhan (kg/tahun) Harga/Kg ($) Harga/Tahun ($)


Gliserol 6942960 0,23 1596880,8
Asam Asetat 40142880 0,4 16057152
asetat anhidrat 378720 0,56 1724083,2

Jumlah 1,19 19378116


Jumlah (Rp) 23.292.777.232,8

Tabel D.2 Harga Bahan Utilitas

Bahan Kebutuhan (kg/tahun) Harga/Kg ($) Harga/Tahun ($)


Na2CO3 2500 0,25 625
Al2SO4 2500 0,18 450
Biodiesel 7011360 0,75 5258520
Jumlah 1,18 5259595
Jumlah (Rp) 70.990.021.075

Total harga bahan baku


= Harga bahan baku + harga utilitas
= Rp. 23.292.777.232,8 + Rp. 70.990.021.075
= Rp.94.282.798.307,8

Tabel D.3 Harga Jual Produk

Bahan Produksi (kg/tahun) Harga/Kg ($) Harga/Tahun ($)


Triacetin 25000000 1,4 35.000.000

Jumlah (Rp) 472.500.000.000


Jadi, didapatkan nilai untuk GPM (Gross Profit Margin) dengan menggunakan
persamaan 6-13 (Peters et all, 2003):
Gpm = sj - coj
Gpm = Total penjualan produk - Total pembelian bahan baku
= Rp. 472.500.000.000 - Rp94.282.798.307,8
= Rp.378.217.201.692,2
LAMPIRAN E
BIAYA INVESTASI (CAPITAL INVESTMENT)

Dalam rencana Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Triacetin dari gliserol


digunakan asumsi sebagai berikut:
1. Pabrik beroperasi selama 300 hari dalam setahun
2. Kapasitas produksi 25.000 ton/tahun
3. Perhitungan didasarkan pada harga peralatan terpasang (HPT)
4. Harga alat disesuaikan dengan nilai tukar dollar terhadap rupiah adalah US$
1 = Rp 13500
Biaya investasi meliputi modal tetap (Fixed Capital Investment/FCI) dan
modal kerja (Working Capital Investment/WCI). Dari biaya investasi tersebut,
maka ditentukan pula struktur permodalan serta biaya angsuran pokok pinjaman
tiap tahunnya.

E.1 Modal Tetap (Fixed Capital Investment/FCI)


Tabel E.1 Modal Investasi Tetap / Direct Fixed Capital Invesment (DFCI)
No Nama Keterangan Total
1 Purchased Equipment A $ 4,125,126
2 Purchased Equipment Installation 6.9% A $ 284,634
3 Instrumentation and Coltrols (Instaled) 6% A $ 247,508
4 Piping Installation 8,6% A $ 354,761
5 Electrical System Installation 5,2% A $ 214,507
6 Buildings $ 875,000
7 Yard Improvement 1,7% A $ 70,127
8 Service Facilities 12,9% A $ 32,141
9 Land $ 1,500,000
Total Modal Investasi Tetap Langsung
B $ 9,203,803
(DFCI)
a. Biaya tanah lokasi pabrik
Biaya tanah pada lokasi pabrik diperkirakan $ 100 / m2
Luas tanah seluruhnya = 15.000 m2
Harga tanah seluruhnya = $ 1,500,000
b. Biaya bangunan lokasi pabrik
Biaya bangunan pada lokasi pabrik diperkirakan $ 250 / m2
Luas bangunan seluruhnya = 7.500 m2
Harga bangunan seluruhnya = $ 1,875,000

Tabel E.2 Modal Investasi Tetap Tidak Langsung / Indirect Fixed Capital
Investment (IFCI)
No Nama Keterangan Total
1 Engineering and Supervision 6,9 % B $ 635,062
2 Construction Expense 8,6% B $ 791,527
3 Legal Expense 1,7% B $ 156,465
4 Contractor Fee 2,6% B $ 239,299
5 Contingency 7,8% B $ 717,897
Total Modal Investasi Tidak
C $ 2,540,250
Langsung (IFCI)

Maka, total modal investasi tetap (FCI) yaitu jumlah dari Modal tetap langsung
(DFCI) dan modal tetap tidak langsung (IFCI) yaitu :
FCI = DFCI + IFCI
= $ 9,203,803 + $ 2,540,250
= $ 11,744,053

E.2 Modal Kerja (Working Capital Investment / WCI)


Modal kerja dihitung untuk masa 3 bulan dengan jumlah hari kerja 90 hari
= (90 hari x 24 jam/hari x harga x kebutuhan/jam)
Tabel E.3 Modal Kerja (Working Capital Investment / WCI)
Komponen Kebutuhan Harga/satuan Biaya/3 bulan
Persediaan bahan baku
1. Gliserol(kg/jam) 964.30 $ 0.230 $ 479,064
2. Asam Asetat (kg/jam) 5575.40 $ 0.400 $ 4,817,146
3. Asetat Anhidrat (kg/jam) 427.60 $ 0.560 $ 517,225
Total $ 5,813,435
Persediaan sarana penunjang
1. Biodiesel (liter/jam) 973.8020 $ 0.75 $ 1,577,559
2. Listrik (kw) 3692.3000 $ 0.12 $ 957,044
3. Abonemen/bulan $ 800 $ 2,400
TotaL $ 2,537,003
Biaya pengemasan & distribusi
2% bahan baku $ 116,269
produk
Biaya pengawasan mutu 0.5% bahan baku $ 29,067
Biaya pemeliharaan dan
2% DFCI $ 184,076
perbaikan
Gaji karyawan 3 x gaji/bulan $ 54,289
Total Modal Kerja (WCI) $ 8,734,139

Dari perincian diatas telah didapat besar biaya investasi dari Fixed capital
investment (FCI) dan working capital investment (WCI). Sehingga total biaya
investasi (Total Capital Investment/TCI) dari pabrik triacetin ini yaitu :
TCI = FCI + WCI
= $ 11,744,053 + $ 8,734,139
= $ 20,478,192
= Rp 276,455,588,048

E.3 Struktur Permodalan


Yang dapat dijaminkan DFCI = $ 9,203,803
Bank dapat memberikan pinjaman maksimal
sebesar 75 % DFCI = $ 6,902,852
Besar pinjaman dari bank yang diambil sebesar $ 6,000,000
Modal sendiri (TCI - Pinjaman Bank) $ 14,478,192
Sehingga komposisi permodalan adalah
Modal sendiri = (TCI - pinjaman bank)/TCI x100% 70.7%
Pinjaman Bank = pinjaman bank/TCI x 100 % 29.3%

E.3.1 Perhitungan Angsuran Pokok Pinjaman Dan Bunga Bank


- Grace Periode 1 Tahun
- Bunga Bank Per Tahu (Diasumsikan Tetap Selama 5 Tahun) = 20%
Tabel E.4 Menentukan Bunga Pinjaman dan Sisa Pinjaman
Pokok
Tahun Angsuran Pokok Bunga Jumlah Sisa
Pinjaman
0 $ 6,000,000 - - $ 1,200,000 $ 6,000,000
1 $ 6,000,000 $ 1,500,000 $ 1,200,000 $ 2,700,000 $ 4,500,000
2 $ 4,500,000 $ 1,500,000 $ 900,000 $ 2,400,000 $ 3,000,000
3 $ 3,000,000 $ 1,500,000 $ 600,000 $ 2,100,000 $ 1,500,000
4 $ 1,500,000 $ 1,500,000 $ 300,000 $ 1,800,000 $ -

E.4 Salvage Value


Salvage value untuk masing-masing barang modal adalah sebagai berikut :
Tabel E.5 Salvage Value
a. DFCI selain kendaraan, bangunan, dan tanah.= $ 5,828,803
10% × DFCI selain kendaraan, bangunan, dan tanah =. $ 582,880
b. Bangunan = $ 1,875,000
10 % × Bangunan = $ 187,500
Note: Tanah tidak didepresiasi. Pada akhir tahun ke-10 harga tanah $ 1,500,000
diperhitungkan tetap, yaitu sebesar =
Sehingga total nilai salvage value yang akan diperhitungkan pada $ 2,270,380
akhir tahun ke-10 adalah sebesar =
Maka, Total Modal Investasi Tidak Langsung (IFCI) = $ 2,540,250
E.5 Depresiasi
Depresiasi digolongkan pada masing-masing alat sesuai periode
depresiasinya
- Metode yang dipakai adalah Metode MACRS
- Periode depresiasi menurut SK Menteri Keuangan No. 961/KMK-04/1983
adalah:
a. 10 Tahun untuk mesin-mesin industri kimia
b. 20 tahun untuk bangunan
c. 5 tahun untuk IFCI tanpa salvage value (amortisasi)

Tabel E.6 Depresiasi


DFCI tanpa
Nilai depresiasi Jumlah Nilai
Tahun tanah, bangunan Bangunan
IFCI Depresiasi
&kendaraan
1 $ 582,880 $ 70,313 $ 508,050 $ 1,161,243
2 $1,049,185 $ 135,356 $ 812,880 $ 1,997,421
3 $ 839,348 $ 125,194 $ 487,728 $ 1,452,269
4 $ 671,478 $ 115,819 $ 292,637 $ 1,079,934
5 $537,416 $ 107,119 $ 292,637 $ 937,171
6 $ 429,583 $ 99,094 $ 146,318 $ 674,995
7 $ 381,787 $ 91,650 $ 473,437
8 $ 381,787 $ 84,788 $ 466,574
9 $ 382,369 $ 83,663 $ 466,032
10 $381,787 $ 83,644 $ 465,430
11 $ 191,185 $ 83,663 $ 274,847
12 $ 83,644 $ 83,644
13 $ 83,663 $ 83,663
14 $ 83,644 $ 83,644
15 $ 83,663 $ 83,663
16 $ 83,644 $ 83,644
17 $ 83,663 $ 83,663
DFCI tanpa
Nilai depresiasi Jumlah Nilai
Tahun tanah, bangunan Bangunan
IFCI Depresiasi
&kendaraan
18 $ 83,644 $ 83,644
19 $ 83,663 $ 83,663
20 $ 83,644 $ 83,644
21 $ 41,831 $ 41,831
Total $ 10,244,053
LAMPIRAN F
BIAYA OPERASI

F.1 Perincian Gaji Karyawan Shift


Tabel F.1 Gaji Karyawan Shif Menurut Jabatan
No Jabatan Jumlah Gaji (Rp) Total Gaji/Bulan (Rp)
1 Karyawan Proses 45 5.000.000,00 900.000.000,00

2 Karyawan Labor 12 4.000.000,00 96.000.000,00

3 Karyawan Bengkel 10 4.500.000,00 67.500.000,00

4 Karyawan Utilitas 10 3.000.000,00 45.000.000,00

5 Karyawan Limbah 12 3.000.000,00 45.000.000,00

6 Karyawan Gudang 8 2.500.000,00 25.000.000,00

7 Satpam 12 2.500.000,00 10.000.000,00

8 Petugas Kebersihan 12 2.000.000,00 20.000.000,00

Total 121 Rp 26.500.000,00 Rp 1.208.500.000,00

Tabel F.2 Gaji Karyawan Non-Shif Menurut Jabatan

No Jabatan Jumlah Gaji (Rp) Total Gaji/Bulan (Rp)


1 Direktur Utama 1 45.000.000,00 45.000.000,00
Direktur Teknik dan
2 1 40.000.000,00 40.000.000,00
Produksi
Direktur Umum dan
3 1 35.000.000,00 35.000.000,00
Keuangan
4 Staf Ahli 9 25.000.000,00 225.000.000,00

5 Kepala Bagian 6 7.000.000,00 42.000.000,00

6 Kepala Seksi 14 6.000.000,00 84.000.000,00

7 Dokter 3 8.000.000,00 24.000.000,00


8 Perawat 3 4.000.000,00 12.000.000,00

Karyawan Pembelian/
9 5 3.000.000,00 15.000.000,00
Pemasaran
Karyawan
10 5 3.000.000,00 15.000.000,00
Administrasi/ Kas
11 Karyawan Personalia 5 3.000.000,00 15.000.000,00

12 Karyawan Humas 4 3.000.000,00 12.000.000,00

13 Kepala Keamanan 1 3.000.000,00 3.000.000,00

14 Supir 5 2.800.000,00 14.000.000,00

15 Office Boy 4 1.800.000,00 7.200.000,00

Total 113 Rp 189.600.000,00 Rp 588.200.000,00

Gaji / Tahun Rp 2.931.600.000,00


Tunjangan Hari Raya 1 bulan gaji Rp 244.300.000,00
Tunjangan makan dan transport 10% gaji setahun Rp 293.160.000,00
Tunjangan kesehatan 5% gaji setahun Rp 146.580.000,00
Total Gaji Pertahun Rp 3.615.640.000,00
Tabel F.3 Perhitungan Total Production Cost

TAHUN I
KAPASITAS PRODUKSI 80%
BIAYA PRODUKSI (PRODUCT COST) Fixed Cost Variable Cost
A. Biaya Manufacturing (Manufacturing Cost)
1. Biaya Manufacturing Langsung (DMC)
A Biaya Bahan Baku (BB) - $ 11.130.192
B Gaji Karyawan (b) $ 267.825
Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan
C $ 184.076 -
D Biaya Royalti dan Paten - $ 140.000
E Biaya Laboratorium - $ 55.651
F Biaya pengemasan produk (f) - $ 222.604
G Biaya sarana penunjang $ 9.600 $ 6.758.942
Total Biaya Manufacturing Langsung
$ 461.501 $ 18.307.389
(DMC)
Biaya Plant Overhead $ 90.380 -
Biaya Manufacturing Tetap (FMC)
2 Depresiasi $ 1.161.243 -
3 Pajak Bumi dan Bangunan diperkirakan 0.1 %
x (tanah + bangunan),kenaikan 10 % /th $ 150.000 -
A Biaya asuransi (kenaikan 10 %) pertahun $ - -
b Total Biaya Manufacturing Tetap (FMC) $ 1.311.243 -
B Pengeluaran Umum (General Expenses)
A Biaya administrasi $ 13.391 -
B Biaya distribusi dan penjualan - $ 55.651
C Bunga Bank $ 1.200.000 -
Total Pengeluaran Umum $ 1.213.391 $ 55.651
Total Biaya $ 3.076.516 $ 18.363.040
Total Biaya Produksi (TPC) $ 21.439.555
LAMPIRAN G

LAMPIRAN G
TATA LETAK PABRIK
LAMPIRAH H

LAMPIRAN H
TATA LETAK ALAT PROSES
LAMPIRAN I
CASH FLOW

Tabel I.1 Perhitungan Menggunakan Cash Flow


Present Value.
Kapasitas INVESTASI PEMBIAYAAN LABA Net Cumulative IRR
Bunga Total
Produksi Modal sendiri Pinjaman Pinjaman Pinjaman Total Investasi Hasil Penjualan BiayaProduksi Depresiasi Pengembalian SisaPinjaman Laba Kotor Pajak 30% LabaBersih Cash Flow Cash Flow 33.00%

Tahun (%) (RP) (RP) 20% (RP) (RP) (RP) (RP) (RP) (RP) (RP) (RP) (RP) (RP) (RP) (RP) (RP) (RP)

-2 135.00.000.000 135,000,000,000

-1 60,455,592,000 195,455,592,000

0 81,000,000,000 81,000,000,000 276,455,592,000

1 80% 16,200,000,000 97,200,000,000 378,000,000,000 289,433,992,500 15,676,780,500 20,250,000,000 76,950,000,000 88,566,007,500 26,569,802,250 61,996,205,250 77,672,985,750 -198,782,606,250 25,632,085,298

2 90% 12,150,000,000 89,100,000,000 467,775,000,000 309,499,002,000 26,965,183,500 20,250,000,000 68,850,000,000 158,275,998,000 47,482,799,400 110,793,198,600 137,758,382,100 -61,024,224,150 45,460,266,093

3 100% 8,100,000,000 76,950,000,000 571,725,000,000 356,912,419,500 19,605,631,500 20,250,000,000 56,700,000,000 214,812,580,500 64,443,774,150 150,368,806,350 169,974,437,850 108,950,213,700 56,091,564,491

4 100% 4,050,000,000 60,750,000,000 571,725,000,000 348,807,856,500 14,579,109,000 20,250,000,000 40,500,000,000 222,917,143,500 66,875,143,050 156,042,000,450 170,621,109,450 279,571,323,150 56,304,966,119

5 100% 2,025,000,000 42,525,000,000 571,725,000,000 343,891,494,000 12,651,808,500 20,250,000,000 22,275,000,000 227,833,506,000 68,350,051,800 159,483,454,200 172,135,262,700 451,706,585,850 56,804,636,691

6 100% 1,012,500,000 23,287,500,000 571,725,000,000 341,510,512,500 9,112,432,500 20,250,000,000 3,037,500,000 230,214,487,500 69,064,346,250 161,150,141,250 170,262,573,750 621,969,159,600 56,186,649,338

7 100% 506,250,000 3,543,750,000 571,725,000,000 340,054,659,000 6,391,399,500 3,543,750,000 - 231,670,341,000 69,501,102,300 162,169,238,700 168,560,638,200 790,529,797,800 55,625,010,606

8 100% 571,725,000,000 341,336,875,500 6,291,432,000 230,388,124,500 69,116,437,350 161,271,687,150 167,563,119,150 958,092,916,950 55,295,829,320

9 100% 571,725,000,000 342,847,255,500 6,291,432,000 228,877,744,500 68,663,323,350 160,214,421,150 166,505,853,150 1,124,598,770,100 54,946,931,540

10 100% 571,725,000,000 344,490,097,500 6,283,305,000 227,234,902,500 68,170,470,750 159,064,431,750 165,347,736,750 1,289,946,506,850 54,564,753,128

11 100% 571,725,000,000 300,000,000,000 3,710,434,500 271,725,000,000 81,517,500,000 190,207,500,000 193,917,934,500 1,483,864,441,350 63,992,918,385

12 100% 571,725,000,000 300,000,000,000 1,129,194,000 271,725,000,000 81,517,500,000 190,207,500,000 191,336,694,000 1,675,201,135,350 63,141,109,020

13 90% 514,552,500,000 280,000,000,000 1,129,450,500 234,552,500,000 70,365,750,000 164,186,750,000 165,316,200,500 1,840,517,335,850 54,554,346,165

14 90% 463,097,250,000 280,000,000,000 1,129,194,000 183,097,250,000 54,929,175,000 128,168,075,000 129,297,269,000 1,969,814,604,850 42,668,098,770

15 90% 416,787,525,000 280,000,000,000 1,129,450,500 136,787,525,000 41,036,257,500 95,751,267,500 96,880,718,000 2,066,695,322,850 31,970,636,940

16 80% 370,477,800,000 270,000,000,000 1,129,194,000 100,477,800,000 30,143,340,000 70,334,460,000 71,463,654,000 2,138,158,976,850 23,583,005,820

17 80% 329,313,600,000 270,000,000,000 1,129,450,500 59,313,600,000 17,794,080,000 41,519,520,000 42,648,970,500 2,180,807,947,350 14,074,160,265

18 80% 292,723,200,000 270,000,000,000 1,129,194,000 22,723,200,000 6,816,960,000 15,906,240,000 17,035,434,000 2,197,843,381,350 5,621,693,220

19 70% 256,132,800,000 240,000,000,000 1,129,450,500 16,132,800,000 4,839,840,000 11,292,960,000 12,422,410,500 2,210,265,791,850 4,099,395,465

20 70% 224,116,200,000 200,000,000,000 564,718,500 24,116,200,000 7,234,860,000 16,881,340,000 17,446,058,500 2,227,711,850,350 5,757,199,305

Jumlah 826,375,255,976
Keterangan tabel :
Modal sendiri : 70%TCI
Modal pinjaman : 30% TCI
Bunga Bank : 20%
Pajak : 30%
Total investasi tahun ke (0) : modal sendiri + modal pinjaman
Total investasi tahun ke (1) : (5 bunga Bank x modal pinjaman ) +(total
investasi tahun ke (0).
Pengembalian pinjaman : Persamaan 7-29, Peter & Timmerhaus 2003,
Sisa pinjaman : Total Pinjaman-(Pengembalian pinjaman -bunga)
Laba kotor : Penjualan-biaya produksi-depresiasi-pengembalian
Laba bersih : Laba kotor–pajak
Net Cash Flow : Laba bersih + depresiasi
LAMPIRAN J
ANALISA PROFITABILITAS

Analisa keuntungan dapat diperhitungkan dengan dua metode yaitu tidak


mempertimbangkan nilai uang dan metode mempertimbangkan nilai uang.
Direncanakan modal yang akan dipinjam adalah sebesar U$ 6000.000 yang diperoleh
dari bank. Data evaluasi ekonomi :
Total modal investasi awal, TCI = Rp 276.455.588.000
Modal sendiri , 70,7 % TCI = Rp 195.455.592.000
Modal pinjaman 29,3 % TCI = Rp 81.000.000.000
Bunga pinjaman = 20 %
Pajak = 30%
Umur operasi pabrik = 20 tahun
Kapasitas produksi tahun ke-1 = 80%
tahun ke-2 = 90%
tahun ke-3-12 = 100%
tahun ke-13-15 = 90%
tahun ke-16-18 = 80%
tahun ke-19-20 = 70%
Masa konstruksi = 2 tahun

J.1 Analisa Keuntungan yang Tidak Memperhitungkan Nilai Uang


Analisa keuntunngan yang tidak mempertimbangkan nilai uang meliputi
return on invesment (ROI) dan payback period (PBP).
a. Return On Invesment (ROI)
Kesimpulan data ekonomi untuk analisa keuntungan dengan tidak mempertimbangkan
nilai uang dapat dilihat pada tabel G.1. Didapat nilai ROI sebesar 17,14%. Berdasarkan
Tabel 8-1 [Perrys. 2003] diketahui bahwa untuk pabrik dengan proses teknologi yang
baru. Nilai minimal acceptable Rate of return (MARR) yang dapat diterima adalah
sama dengan atau lebih besar dari 16-24%, dari hasil perhitungan, diperoleh dari ROI
sebesar 27 %. Nilai ini menunjukkan pabrik ini layak untuk didirikan karena ROI
berada di rentang nilai yang diperbolehkan.

B. Payback Period (PBP)

3,07 tahun
Dari hasil perhitungan, diperoleh dari PBP sebesar 3,07 tahun. Nilai ini menunjukkan pabrik
triacetin ini layak untuk didirikan karena Pengembalian modal hendaknya kurang dari 5 tahun
masa operasi.

J.2 Analisa Keuntungan yang mempertimbangkan Nilai Uang


Discounted cash flow (IRR) dan net present worth (Net Present Value) dihitung secara
simultan. Net present worth merupakan suatu metode pendekatan dengan mengunakan IRR
yang dihitung dengan cara trial and error agar nilai
total present value selama umur pabrik akan sama dengan nilai capital investment
cash position yang menunjukkan efek cash flow terhadap waktu operasi pabrik. Kondisi
keuangan pabrik ditampilkan pada Tabel G.1. Dari hasil perhitungan didapat IRR 43,68%, hal
ini diharapkan dapat menarik investor untuk berinvestasi.
LAMPIRAN K
BREAK EVEN POINT (BEP)

BEP didapat dengan menghubungkan tiga variabel biaya yaitu biaya tetap, biaya
produksi dan harga jual produk. Variabel biaya ditampilkan pada tabel K.1. Adapun
nilai BEP pada tahun-n dapat dihitung dengan persamaan berikut :

Rumus Umum = Total Fixed Cost X 100%


Total Sales - Total Variabel Cost

Tabel K.1 Variabel Cost


Variabel Cost
Bahan Baku = $ 14,727,480
Paten Royalty = $ 211,750
Utilitas = $ 3,332,465
Va = $ 18,271,695

Tabel K.2 Regulated Cost (Ra)


Regulated Cost (Ra)
Gaji Karyawan = $ 267,825
General Expenses = $ 85,204
Maintenance = $ 259,014
Plant Supplier = $ 10,222,900
Laboratorium = $ 63,637
Ra = 10,898,580
Tabel K.3 Fixed Cost (Fa)
Fixed Cost (Fa)
Depresiasi = $ 2,644,053
Property tax/ pajak property = $ 439,692
Insurance =-
Interest financing/ bunga = -
Fa = $ 3,083,745

Tabel K.4 BEP


Harga Jual Produk/Tahun (Sa) = $ 28,000,000
BEP = (Fa +0.3Ra)(Sa-Va-0.7Ra)
BEP = 31.92

Tabel K.5 Hasil Perhitungan BEP

Kapasitas Biaya bahan


Tahun Va Fc Pendapatan
Produksi baku
1 80% $ 11,130,192 18,307,389 3,076,516 $ 28,000,000

2 90% $ 10,413,392 19,211,168 3,662,617 $ 34,650,000

3 100% $ 12,727,480 23,543,954 2,894,003 $ 42,350,000

4 100% $ 12,727,480 23,543,954 2,293,665 $ 42,350,000

5 100% $ 12,727,480 23,543,954 1,929,489 $ 42,350,000

6 100% $ 12,727,480 23,543,954 1,753,121 $ 42,350,000

7 100% $ 12,727,480 23,543,954 1,645,280 $ 42,350,000

8 100% $ 12,727,480 23,543,954 1,740,259 $ 42,350,000

9 100% $ 12,727,480 23,543,954 1,852,139 $ 42,350,000

10 100% $ 12,727,480 23,543,954 1,973,831 $ 42,350,000


Dari perincian perhitungan break even point (BEP) diatas dapat dibuat grafik kapasitas
produksi per tahun (%) terhadap biaya tetap, biaya produksi dan harga jual produk
dalam milyar rupiah per tahun.

31.92%

Gambar K.1 Pertumbuhan Profitabilitas Setiap Tahun

Dari grafik diatas, dapat disimpulkan bahwa pada kapasitas produksi mencapai
31.92% maka pabrik akan mengalami keadaan dimana pendapatan pabrik sama dengan
modal yang dikeluarkan, dalam artian tidak terjadi kerugian ataupun keuntungan.
LAMPIRAN L
ANALISIS SENSITIVITAS

Kondisi suatu pabrik tidaklah stabil dan pasti terjadi beberapa perubahan yang
disebabkan oleh berbagai macam faktor. Perubahan-perubahan tersebut dapat
memberikan dampak yang menguntungkan maupun tidak menguntungkan. Oleh
karena itu, dilakukan suatu analisa sensitivitas terhadap beberapa perubahan.
Perubahan tersebut secara umum antara lain : penurunan harga produk, penurunan
kapasitas produksi, kenaikan biaya operasional secara keseluruhan. Parameter-
parameter yang digunakan dalam analisa sensitivitas ini adalah NPV, IRR dan Payback
period. Hasil perhitungan analisa dapat dilihat pada Tabel L.1.
Tabel L.1 Kelayakan Proyek
Tahun Faktor Diskon Net Cash Flow
Net Cash Flow Nominal ($)
20% 1/(1+i)^n Present Value ($)
0 (20,478,192) 1 (20,478,192)
1 5,753,555 0.833 4,794,629
2 10,204,325 0.694 7,086,337
3 12,590,699 0.579 7,286,284
4 12,638,601 0.482 6,095,004
5 12,750,760 0.402 5,124,244
6 12,612,043 0.335 4,223,748
7 12,485,973 0.279 3,484,606
8 12,412,625 0.233 2,886,780
9 12,333,767 0.194 2,390,367
10 14,518,361 0.162 2,344,796
TOTAL 25,238,603

Nilai net cash flow present value pada tingkat bunga berjalan (20%) sebesar
$2.390.367 (positif). Maka perancangan pabrik ini Feasible (layak).
L.1 INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)
Keterangan : Net Cash Flow (NCF) sesudah pajak
=(Penjualan - Pengeluaran - Pajak) + Depresiasi

Tabel L.2 Internal Rate Of Return (IRR)


Net Cash Flow Bunga 33% Present Bunga 34% Present
Tahun
($) 1/(1+I)^n Value ($) 1/(1+I)^n Value ($)
0 -20,478,192 1.000 -20,478,192 1.000 -20,478,192
1 5,753,555 0.752 4,325,981 0.746 4,293,697
2 10,204,325 0.565 5,768,740 0.557 5,682,961
3 12,590,699 0.425 5,351,739 0.416 5,232,816
4 12,638,601 0.320 4,039,173 0.310 3,919,943
5 12,750,760 0.240 3,063,923 0.231 2,951,291
6 12,612,043 0.181 2,278,639 0.173 2,178,495
7 12,485,973 0.136 1,696,137 0.129 1,609,492
8 12,412,625 0.102 1,267,799 0.096 1,194,058
9 12,333,767 0.077 947,177 0.072 885,427
10 14,518,361 0.058 838,303 0.054 777,803
Total 9,099,419 8,247,791

𝟑𝟑% + (𝟑𝟑 − 𝟑𝟒) × 𝟗. 𝟗𝟗𝟎. 𝟒𝟏𝟗


𝑰𝑹𝑹 =
𝟖. 𝟐𝟒𝟕. 𝟕𝟗𝟐 − 𝟗. 𝟎𝟗𝟗. 𝟒𝟏𝟗
𝑰𝑹𝑹 = 𝟒𝟑. 𝟔𝟖%

Tabel L.3 IRR, ROI, dan PBP Terhadap Variabel


Total Biaya Harga
Variabel PBP (yr) ROI (%) IRR (%)
Produksi Penjualan
+30% Sales Price $ 21,481,555 $ 36,400,000 1.23 38.89070973 42.55
+20% Sales Price $ 21,467,555 $ 33,600,000 1.47 31.64854684 34.81
+10% Sales Price $ 21,453,555 $ 30,800,000 1.83 24.39693188 39.12
-10% Sales Price $ 21,425,555 $ 25,200,000 3.57 9.865271635 35.49
-20% Sales Price $ 21,411,555 $ 22,400,000 6.80 2.585189165 29.73
-30% Sales Price $ 21,397,555 $ 19,600,000 -16.90 -8.736779506 27.44
+30% Raw Material
$ 24,878,785 $ 28,000,000 2.66 13.04751659 29.67
Price
+20% Raw Material
$ 23,732,375 $ 28,000,000 2.09 18.70158381 36.33
Price
+10% Raw Material
$ 22,585,965 $ 28,000,000 1.73 24.9296251 42.19
Price
-10% Raw Material
$ 20,293,146 $ 28,000,000 1.28 39.49672545 39.65
Price
-20% Raw Material
$ 19,146,736 $ 28,000,000 1.13 48.08858575 39.54
Price
-30% Raw Material
$ 18,000,326 $ 28,000,000 1.01 57.77484786 43.13
Price
+30% Production
$ 36,004,500 $ 55,055,000 0.56 55.02789929 49.97
Capacity
+20% Production
$ 33,015,000 $ 50,820,000 0.60 56.08723308 42.11
Capacity
+10% Production
$ 29,034,100 $ 46,585,000 0.60 62.86723542 40.15
Capacity
-10% Production
$ 22,925,852 $ 34,650,000 0.88 53.18499797 35.43
Capacity
-20% Production
$ 21,439,555 $ 28,000,000 1.47 31.82371462 35.45
Capacity
-30% Production
$ 19,799,500 $ 19,600,000 12.15 -1.04790525 19.18
Capacity
Tabel L.4 Sensitivitas Terhadap Analisa IRR
Raw Material Production
Variabel Sales Price
Price Capacity
30.00 42.55 29.67 49.97
20.00 34.81 36.33 42.11
10.00 39.12 42.19 40.15
-10.00 35.49 39.65 35.43
-20.00 29.73 39.54 35.45
-30.00 27.44 43.13 19.18

Sensitivitas Terhadap Analisa IRR


60.00

50.00

40.00

Sales Price
30.00
Raw Material Price
Production Capacity
20.00

10.00

0.00
-40.00 -20.00 0.00 20.00 40.00

Gambar L.1 Sensitivitas Terhadap Analisa IRR


Tabel L.5 Sensitivitas Terhadap Analisa PBP
Raw Material Production
Variabel Sales Price
Price Capacity
30.00 1.23 2.66 0.56
20.00 1.47 2.09 0.60
10.00 1.83 1.73 0.60
-10.00 3.57 1.28 0.88
-20.00 6.80 1.13 1.47
-30.00 0.00 1.01 12.15

Sensitivitas Terhadap Analisa PBP


14.00

12.00

10.00

8.00 Sales Price


Raw Material Price
6.00
Production Capacity

4.00

2.00

0.00
-40.00 -20.00 0.00 20.00 40.00

Gambar L.2 Sensitivitas Terhadap Analisa PBP

Tabel L.6 Sensitivitas Terhadap Analisa ROI


Raw Material Production
Variabel Sales Price
Price Capacity
30.00 38.89 13.05 55.03
20.00 31.65 18.70 56.09
10.00 24.40 24.93 62.87
-10.00 9.87 39.50 53.18
-20.00 2.59 48.09 31.82
-30.00 -8.74 57.77 -1.05
Sensitivitas Terhadap Analisa ROI
70.00

60.00

50.00

40.00

30.00 Sales Price


Raw Material Price
20.00 Production Capacity

10.00

0.00
-40.00 -30.00 -20.00 -10.00 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00
-10.00

-20.00

Gambar L.3 Sensitivitas Terhadap Analisa ROI