Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PENDAHULAUAN

Soal.

1. Jelaskan Perbedaan rock mass dan intack rock yaitu batuan intact (intact
rock)
2. Jelaskan pengertian BidangBiscontinitya
3. Sebutkan dan jelaskan 5 contoh jenis discontinyty
4. Jelaskan pengertian RQD
5. Jelaskan kaitan Rock mass dengan uji fisik uji geser uji tekan peledakan
6. Sebutkan dan jelaskan parameter klasifikasi massa batuan
7. Pada tahap pertambangan apa saja yang di butuhkan pengujian rock mass
8. Klasifikasi massa batuan digunakan untuk sebagai semua ceklist
9. Kaitannya rock mass dan struktur geologi
1. Perbedaan rock mass dan intack rock yaitu batuan intact (intact rock) seperti
contoh batuan dalam ukuran kecil yang dapat dikatakan tidak mengandung
bidang-bidang diskontinuitas, danmassabatuan (rockmass) yaitu batuan dalam
ukuran besar atau dalam keadaan insitu dengan berbagai kondisi diskontinuitas
yang ada. Yang dimaksud dengan karakteristik batuan adalah sifat fisik (density,
specific gravity, porositas, Vp, Vs, dll) dan sifat mekanik (kuat tekan, kuat tarik,
kuat geser, modulus elastisitas, dll) sedangkan perilaku batuan adalah elastis,
elastoplastik, visco-elastik, dll).

2. Bidang Biscontinity adalah setiap bidang lemah yang terjadi pada bagian yang
memiliki kuat tarik paling lemah dalam batuan.

3. 5 contoh jenis discontinyty


1. Fault (patahan)
Adalah bidang diskontinu yang secara jelas memperlihatkan tanda-tanda
bidang tersebut mengalami pergerakan. Tanda-tanda tersebut diantaranya adalah
adanya zona hancuran maupun slicken sided atau jejak yang terdapat di sepanjang
bidang fault. Fault dikenal sebagai weakness zone karena akan memberikan
pengaruh pada kestabilan massa batuan dalam wilayah yang luas.

2. Joint (kekar)
Adalah Bidang diskontinu yang telah pecah namun tidak mengalami
pergerakan atau walaupun bergerak, pergerakan tersebut sangat sedikit sehingga
bisa diabaikan.Joint merupakan jenis bidang diskontinu yang paling sering hadir
dalam batuan.

3. Bedding (bidangpelapisan)
Bedding terdapat pada permukaan batuan yang mengalami perubahan ukuran
dan orientasi butir dari batuan tersebut serta perubahan mineralogi yang terjadi
selama proses pembentukan batuan sedimen.

4. Fracturedancrack. Fracture
Diartikan sebagai bidang diskontinu yang pecah tidak parallel dengan struktur
lain yang tampak pada batuan. Beberapa rock mechanic enginee rmenggunakan
istilah fracture dan crack untuk menjelaskan pecahan atau crack yang terjadi pada
saat pengujian batuan, peledakan dan untuk menjelaskan mekanisme pecahnya
batuan brittle.

5. Fissure

Ada banyakahli yang menjelaskan pengertian fissure, salah satunya adalah


menurut Fookes dan Denness (1969) dalam Sitohang (2008) yang mendefinisikan
fissure sebagai bidang diskontinu yang membagi suatu material utuh tanpa
memisahkannya menjadi bagian terpisah.

4. Yang dimaksud RQD adalah ukuran presentasi batuan yang terambil dari
sebuah interfal lubang bor dan pola dikontinuitas pada massa batuan
5. Kaitan rock mass dengan uji fisik, uji geser, uji tekan, dan peledakan yaitu
rock mass adalah suatu cara menilai suatu batuan Sifat massa ini berfungsi
dan bekerja menyangga beban-beban yang terdapat di atasnya dan di
dalamnya.Sehingga dalam desain dan pembuatan konstruksi harus
memperhatikan kekuatan dan seharusnya di uji sifat-sifat fisiknya dan
mekanik sehingga uji fisik, uji geser, uji tekan dan peledakan sebagai metode
untuk menentukan kekuatan suatu batuan.
6. Parameter klasifikasi massa batuan yaitu :
a. Kuat tekan uniaxial batuan utuh.
b. Rock Quality Designatian (RQD).
c. Spasi bidang dikontinyu.
d. Kondisi bidang diskontinyu
e. Kondisi air tanah.
f. Orientasi/arah bidang diskontinyu.
7. Pada tahap pertambangan yang dibutuhkan pengujian rock mass adalah pada
tahan studi kelayakan dan desain awal
8. Klasifikasi massa batuan digunakan untuk sebagai semua ceklist dan untuk
menyakinka bahwa semua informasi penting telah dipertimbangkan, secara
umum tujuan pengklasifikasikan massa batuan yaitu dapat mengelompokkan
batuan dan mengetahui jenis,karakter atau data-data lain mengenai batuan
tersebut.
9. Kaitannya rock mass dan struktur geologi yaitu dalam menentukan kekuatan
dan massa batuan harus memperhatikan struktur geologi karena semakin
batuan tersebut terkena struktur maka semakin lemah kekuatan batuan untuk
dimanfaatkan, dan apabila batuan tidak terkena struktur maka semakin besar
massa dan kekuatan batuan untuk dimanfaatkan.