Anda di halaman 1dari 113

Sukamto ISBN 978-979-17901-4-7

METODE PENULISAN
KARYA ILMIAH

Badan Penerbitan
UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG
2016
Metode Penulisan Karya Ilmiah

Oleh :
Sukamto
Penerbit :
Badan Penerbitan Universitas Widyagama
Jl. Borobudur 35 Malang

Cetakan pertama 2009


Cetakan kedua 2016

ISBN 978-979-17901-4-7
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan atas petunjuk dan
ridhoNya semata akhirnya buku ajar dengan judul Metode
Penulisan Karya Ilmiah telah dapat diselesaikan.
Keberadaan buku ini dimaksudkan untuk membantu para
mahasiswa dan para peneliti pemula yang ingin mendalami
penelitian dan sekaligus menyajikan dalam bentuk laporan
ilmiahnya. Dalam buku ini juga terdapat cara menyusun skripsi
baik proposal penelitian maupun penulisan laporannya.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih
yang sedalam-dalamnya kepada :
1. Rektor dan wakil rektor Universitas Widyagama Malang
yang telah memberikan kesempatan kepada kami dalam
berkreasi dalam penulisan buku ajar.
2. Dekan beserta seluruh staf dosen Fakultas Pertanian
Universitas Widyagama Malang yang telah memberi
dukungan kepada penulis.
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu
telah membantu untuk penyelesaian buku ini.
Semoga segala bantuan dan pengorbanan yang telah
diberikan kepada penulis mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Mudah-mudahan keberadaan buku ini dapat membantu
pihak-pihak berkepentingan.
Malang, 20 Nopember 2008
Metode Penulisan Karya Ilmiah Page i
Penulis

DAFTAR ISI

BAB I : LOGIKA DAN METODE ILMIAH ........................ 1


1.1. Ilmu ....................................................................................1
1.2. Pengetahuan .....................................................................2
1.3. Ilmu pengetahuan ..............................................................4
1.4. Metode ilmiah ....................................................................6
1.5. Pengetahuan ilmiah ......................... ................................8

BAB II. PENELITIAN ...............................................................11


2.1. Penelitian/riset.................................................................. 11
2.2. Penelitian ilmiah ........................ ......................................13
2.3.Jenis-jenis penelitian ilmiah ...............................................14

BAB III. MASALAH ..................................................................25


3.1. Bentuk-bentuk masalah dalam penelitian..........................27
3.2. Menentukan masalah dalam penelitian.............................28
3.3. Tahapan dalam merumuskan masalah.............................32
3.5. Judul penelitian........................ .........................................37

BAB IV. STUDI PUSTAKA................................................... ....39


4.1. Prinsip dalam memilih pustaka...................................... ...39
4.2. Cara mencatat isi pustaka........................ ........................40
4.3. Tata cara penulisan pustaka........................ .....................40

BAB V. HIPOTESIS........................ ........................ ................43


5.1. Pengertian hipotesis......................... ................................43
5.2. Macam hipotesis........................ ........................ ..............43
5.3. Pengujian hipotesis........................ ...................................45
5.4. Penerimaan dan penolakan hipotesis................................45

BAB VI. PEUBAH PENELITIAN........................ .......................47


6.1. Pengertian variabel........................ ...................................47

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page ii


6.2.Variabel penelitian........................ ........................ .............47
6.3. Macam-macam variabel........................ ............................48

BAB VII. PELAKSANAAN PENELITIAN DAN RANCANGAN


PERCOBAAN ........................ ..................................52
7.1.Rancangan percobaan ........................ .............................53
7.2. Unsur-unsur perancangan percobaan...............................56
7.3. Analisis ragam........................ ........................ .................58

BAB VIII. PENGAMATAN DAN PENGUMPULAN DATA.........61


8.1.Data pengamatan........................ ........................ ..............61
8.2. Metode pengamatan langsung ........................ .................62
8.3. Metode dengan menggunakan pertanyaan........................63

BAB IX. ANALISA DAN DAN INTERPRETASINYA..................65


9.1. Peranan pembahasan........................ ...............................65
9.2. Penyebab hipotesa ditolak........................ .........................66

BAB X. PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH....................68

DAFTAR PUSTAKA........................ ........................ .................99

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page iii


BAB I : LOGIKA DAN METODE ILMIAH
Berfikir / menalar :
Kegiatan pikiran atau akal budi manusia dengan maksud
mengolah pengetahuan yang telah diterima melaui panca indera.
Berfikir juga diistilahkan bicara dengan dirinya sendiri.
Kegiatanya berupa :
 mempertimbangkan
 merenungkan
 menganalisa
 membuktikan
 menunjukkan alasan
 menarik kesimpulan
 meneliti suatu jalan pikiran
 mencari berbagai hal yang berhubungan satu sama lain
 membahas secara realitas
Berpikir dengan tepat
Mengarahkan jalan pikiran yang tepat dan sesuai dengan
kaidah-kaidah yang dikemukakan dalam logika secara logis. Jika
jalan pikiran tidak mengindahkan patokan-patokan logika maka
akan berantakan jala pikirannya dan menyesatkan.
1.1. Ilmu
Diartikan sebagai kumpulan pengetahun mengenai suatu bidang
tertentu, dan merupakan suatu kesatuan yang tersusun dengan

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 1


sistematis, dan memberikan penjelasan yang dapat
dipertanggungjawabkan dengan menunjukkan sebab-sebabnya.
Setiap cabang ilmu selalu membatasi diri pada bidang-bidang
tertentu, segi-segi tertentu.
Pertanyaan yang terus menerus diajukan dalam setiap ilmu
adalah :
 Apa yang terjadi
 Bagaimana bisa terjadi
 Mengapa bisa terjadi
Logika disamping sebagai cabang ilmu juga diperlukan
secara fundamental dan mutlak untuk eksistensi ilmu.
Pola dasar yang digunakan dalam proses pemikiran yaitu :
Induksi : proses pemikiran yang didalam akal kita menyimpulkan
kejadian/peristiwa/hal-hal yang konkrit dan kusus menjadi
pengetahuan yang bersifat umum.
Deduksi : proses pemikiran yang didalam akal kita
menyimpulkan kejadian/peristiwa/hal-hal yang konkrit dan umum
menjadi pengetahuan yang bersifat kusus.
1.2. Pengetahuan
Bahwa manusia itu tahu sesuatu, tidak ada yang menyangkal.
Manusia tahu akan dunia sekitarnya, akan dirinya sendiri, akan
orang lain. Manusia tahu yang baik dan yang buruk, yang indah
dan yang tidak indah, yang bermanfaat dan yang tidak

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 2


bermanfaat. Menurut para ahli filsafat ada empat gejala tahu
pada manusia, yaitu :

1. Tidak dari permulaan manusia itu tahu


Rasa ingin tahu manusia disebabkan karena rasa kagum
dan heran terhadap sesuatu yang ada di sekelilingnya.
2. Tahu yang memuaskan manusia adalah tahu yang benar
Tahu yang tidak benar disebut keliru dan pemuas ingin
tahu itu hanyalah kebenaran walaupun tidak mudah menganalisis
apakah kebenaran itu.
3. Tahunya manusia tentang sesuatu bukanlah suatu bekal
yang dibawa sejak lahir
Yang mengelilingi manusia dan yang ingin diketahi
manusia adalah dunia seisinya, yang kelihatan maupun yang
tidak kelihatan, yang sekarang ada maupun yang tidak ada, yang
mungkin maupun yang tidak mungkin tetapi yang tidak
mengandung kemustahilan sehingga mungkin akan ada.
4. Manusia yang tahu itu, tahulah bahwa ia tahu
Manusia tahu benar bahwa ia tidak tahu sesuatu, maka
bertanyalah ia, misalnya kepada orang lain. Mungkin juga ia
mengira bahwa ia tahu, tetapi pada suatu ketika ia tahu bahwa ia
keliru.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 3


Pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui
langsung dari pengalaman, berdasarkan pancaindra, dan diolah
oleh akal budi secara spontan. Pada intinya, pengetahuan
bersifat spontan, subjektif dan intuitif. Pengetahuan berkaitan erat
dengan kebenaran, yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang
dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek.
Pengetahuan dapat dibedakan menjadi pengetahuan non-ilmiah
dan pengetahuan pra-ilmiah. Pengetahuan non-ilmiah adalah
hasil serapan indra terhadap pengalaman hidup sehari-hari yang
tidak perlu dan tidak mungkin diuji kebenarannya. Pengetahuan
non-ilmiah tidak dapat dikembangkan menjadi pengetahuan
ilmiah. Misalnya pengetahuan orang tertentu tentang jin atau
makhluk halus di tempat tertentu, keampuhan pusaka, dan lain-
lain. Pengetahuan prailmiah adalah hasil serapan indra dan
pemikiran rasional yang terbuka terhadap pengujian lebih lanjut
menggunakan metode-metode ilmiah. Misalnya pengetahuan
orang tentang manfaat rebusan daun jambu biji untuk
mengurangi gejala diare.
1.3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu (sains) berasal dari Bahasa Latin scientia yang
berarti knowledge. Ilmu dipahami sebagai proses penyelidikan
yang berdisiplin. Ilmu bertujuan untuk meramalkan dan
memahami gejala-gejala alam.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 4


Ilmu pengetahuan (science) adalah pengetahuan yang
bertujuan mencapai kebenaran ilmiah tentang obyek tertentu,
yang diperoleh melalui pendekatan atau cara pandang
(approach), metode (method), dan sistem tertentu. Yang
dimaksud kebenaran ilmu pengetahuan atau yang disebut
dengan kebenaran keilmuan/kebenaran ilmiah adalah
pengetahuan yang jelas dari suatu obyek materi yang dicapai
menurut obyek forma (cara pandang) tertentu dengan metode
yang sesuai dan ditunjang oleh system yang relevan. Ilmu
pengetahuan merupakan pengetahuan yang telah diolah kembali
dan disusun secara metodis, sistematis, konsisten dan koheren.
Agar pengetahuan menjadi ilmu, maka pengetahuan tadi harus
dipilah (menjadi suatu bidang tertentu dari kenyataan) dan
disusun secara metodis, sistematis serta konsisten. Tujuannya
agar pengalaman tadi bisa diungkapkan kembali secara lebih
jelas, rinci dan setepat-tepatnya.
Science tidaklah menghiraukan kegunaanya. Hakekat
science yang utama adalah sebagai suatu metode pendekatan
terhadap keseluruhan dunia empiris, yakni dunia kenyataan yang
dapat dikenal manusia melalui pengalamannya. Science tidak
bertujuan untuk menemukan kebenaran yang mutlak tetapi selalu
bersifat relative dan temporer/sementara atau tentatife. Tujuan
science yang sebenarnya adalah untuk memahami dunia ini dan
seisinya.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 5


Metodis, berarti dalam proses menemukan dan mengolah
pengetahuan menggunakan metode tertentu, tidak serampangan.
Sistematis, berarti dalam usaha menemukan kebenaran dan
menjabarkan pengetahuan yang diperoleh, menggunakan
langkah-langkah tertentu yang teratur dan terarah sehingga
menjadi suatu keseluruhan yang terpadu. Koheren, berarti setiap
bagian dari jabaran ilmu pengetahuan itu merupakan rangkaian
yang saling terkait dan berkesesuaian (konsisten).
Sedangkan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan
dan menguji kebenaran suatu pengetahuan disebut penelitian
(research). Usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan
metode ilmiah.
Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah dapat
dibedakan atas :
1. Ilmu Pengetahuan Fisis-Kuantitatif, sering disebut
pengetahuan empiris. Pengetahuan ini diperoleh melalui proses
observasi serta analisis atas data dan fenomena empiris.
Termasuk dalam kelompok ilmu ini adalah geologi, biologi,
antropologi, sosiologi, dan lain-lain.
2. Ilmu Pengetahuan Formal-Kualitatif, sering disebut
pengetahuan matematis. Ilmu ini diperoleh dengan cara analisis
refleksi dengan mencari hubungan antara konsep-konsep.
Termasuk dalam kelompok ilmu ini adalah logika formal,
matematika, fisika, kimia, dan lain-lain.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 6


3. Ilmu Pengetahuan Metafisis-Substansial, sering disebut
pengetahuan filsafat. Pengetahuan filsafat diperoleh dengan cara
analisis refleksi (pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian
kritis, logis rasional) dengan mencari hakikat prinsip yang
melandasi keberadaan seluruh kenyataan.
1.4. Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip
logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan
kebenaran. Metode Ilmiah merupakan suatu cara sistematis
yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah
yang dihadapi. Metode ini menggunakan langkah-langkah yang
sistematis, teratur dan terkontrol. Supaya suatu metode yang
digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode
tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut :
1. Berdasarkan fakta
2. Bebas dari prasangka
3. Menggunakan prinsip-prinsip analisa
4. Menggunakan hipolesa
5. Menggunakan ukuran objektif
6. Menggunakan teknik kuantifikasi
Pelaksanaan metode ilmiah ini meliputi tujuh tahap, yaitu :
1. Merumuskan masalah. Masalah adalah sesuatu yang
harus diselesaikan.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 7


2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang
mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering
disebut juga mengkaji teori atau kajian pustaka.
3. Menyusun hipotesis. Hipotesis merupakan jawaban
sementara yang disusun berdasarkan data atau
keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah
pustaka.
4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau
penelitian.
5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan
menggunakan metode statistik untuk menghasilkan
kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah
data yang objektif, tidak dipengaruhi subyektifitas ilmuwan
peneliti dan universal (dilakukan dimana saja dan oleh
siapa saja akan memberikan hasil yang sama).
6. Menguji kesimpulan.
Untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil
percobaan perlu dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji
senantiasa mendukung hipotesis maka hipotesis itu bisa
menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.
7. Menulis laporan Ilmiah.
Untuk mengkomunikasikan hasil penelitian kepada orang
lain sehingga orang lain tahu bahwa kita telah melakukan
suatu penelitian ilmiah.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 8


Metode ilmiah harus didasari oleh sikap ilmiah. Sikap
ilmiah semestinya dimiliki oleh setiap penelitian dan ilmuwan.
Adapun sikap ilmiah yang dimaksud adalah :
1. Rasa ingin tahu
2. Jujur (menerima kenyataan hasil penelitian dan tidak
mengada-ada)
3. Objektif (sesuai fakta yang ada, dan tidak dipengaruhi
oleh perasaan pribadi)
3. Tekun (tidak putus asa)
4. Teliti (tidak ceroboh dan tidak melakukan kesalahan)
5. Terbuka (mau menerima pendapat yang benar dari orang
lain)
1.5. Pengetahuan ilmiah
Perkembangan pola pikir. Perkembangan ini dimulai 650
SM : mitos, ramalan nasib berdasarkan perbintangan, banyak
dewa dll.
Pengetahuan tersebut diperoleh berdasarkan :
1. prasangka
2. intuisi
3. Trial and error.
Pengetahuan tersebut digolongkan sebagai pengetahuan
non ilmiah. Hal ini sangat berbeda dengan pengetahuan ilmiah.
Pengetahuan Ilmiah
Pengetahuan ilmiah harus memiliki syarat-syarat :

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 9


1. obyektif
2. Metodik
3. Sistematik
4. Berlaku umum
Langkah operasional untuk menghasilkan pengetahuan ilmiah :
1. Merumuskan masalah. Bisa menggunakan pertanyaan Apa,
Mengapa atau bagaimana terhadap obyek penelitian.
2. Penyusunan Hipotesis. Pernyataan kemungkinan jawaban
yang dianggap paling benar, namun belum mengalami pengujian
3. Pengujian hipotesis. Hasilnya bisa menolak, maupun
mendukung hipotesis.
4. Penarikan kesimpulan.
Keterbatasan: - Fakta keliru kesimpulan keliru
- Kebenaran relatif/tentatif
- Tidak mamupu menjangkau baik tidaknya
nilai seni
Keunggulan : - Mencintai kebenaran obyektif
- Menyadari kebenaran tidak absolut
- Membimbing kita untuk selalu ingin tahu
- Tidak berpikir prasangka, tetapi lebih obyektif
- Membimbing kita utuk tidak percaya begitu
saja tanpa fakta dan bukti-bukti yang kuat
- Selalu optimis
- Tidak percaya pada takhayul, mitos dsb.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 10


Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 11
BAB II. PENELITIAN

2.1. Penelitian / Riset


Salah satu hal yang penting dalam dunia ilmu adalah
penelitian (research). Research berasal dari kata re yang berarti
kembali dan search yang berarti mencari, sehingga research atau
penelitian dapat didefinisikan sebagai suatu usaha untuk
mengembangkan dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan.
Research ialah penyelidikan atau pencarian yang
seksama untuk memperoleh fakta baru dalam cabang ilmu
pengetahuan. Riset merupakan suatu cara sistematik untuk
maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan
pengetahuan yang dapat disampaikan (dikomunikasikan) dan
diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.
Kegiatan penelitian dilakukan agar dapat memenuhi
harapan-harapan atau hasil akhir yang ingin dicapai. Hasil akhir
yang dicapai diharapkan menghasilkan ilmu pengetahuan dan
teknologi baru yang mampu memecahkan permasalahan yang
ada.
Ilmu pengetahuan dan teknologi baru tersebut dapat
berupa teori-teori baru, konsep-konsep baru maupun
pengembangan teori dan teknologi yang sudah ada dalam
masyarakat.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 11


Tolok ukur kemajuan suatu negara salah satunya
dipengaruhi oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Namun demikian
dengan mengimport ilmu dan teknologi dari negara maju ke
negara kita tidak bisa begitu saja dilakukan karena terdapat
berbagai kedala antara lain :
1. Media atau kondisi, geografi, iklim, tanah, sosial, ekonomi,
budaya, politik, pendidikan dan sumber informasi dan
sebagainya dari suatu negara dengan negara lain
terdapat perbedaan.
2. Dengan menjadi negara pengimport maka
ketergantungan kita semakin besar sehingga akan
berdampak kepada aspek-aspek yang kurang sesuai
dengan situasi dan kondisi di negara kita.
3. Import ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya
membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Kegiatan penelitian merupakan kegiatan yang disusun
secara terencana dan dilakukan secara berurutan tidak bisa
dibolak-balik dengan tujuan untuk mendapatkan ilmu
pengetahuan dan teknologi baru.
Ciri-ciri riset adalah sebagai berikut :
1. Dilakukan dengan cara-cara yang sistematik dan
seksama.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 12


2. Bertujuan meningkatkan, memdofikasi dan mengembang-
kan pengetahuan (menambah perbendaharaan ilmu
pengetahuan)
3. Dilakukan melalui pencarian fakta yang nyata

4. Dapat disampaikan (dikomunikasikan) oleh peneliti lain


5. Dapat diuji kebenarannya (diverifikasi) oleh peneliti lain

2.2. Penelitian Ilmiah


Penelitian yang dilakukan dengan metode ilmiah disebut
penelitian ilmiah. Suatu penelitian harus memenuhi beberapa
karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah.
Umumnya ada lima karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
1. Sistematik
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara
berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah
dan sederhana sampai yang kompleks.
2. Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan
berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus
berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal,
yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur
induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari
berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 13


cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus
dari pernyataan yang bersifat umum.
3. Empirik.
Empirik artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada
pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan
indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang
kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.
Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :
a. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan
perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan
satu sama lain)
b. Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan
waktu
c. Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,
melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab
akibat).
4. Obyektif, artinya suatu penelitian menjahui aspek-aspek
subyektif yaitu tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis.
5. Replikatif, artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan
harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan
hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan
kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi
operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang
peneliti.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 14


1.3. Jenis-Jenis Penelitian Ilmiah
Ada tiga tingkatan penelitian ilmiah untuk sampai kepada
perwujudan ilmu/teori, yaitu :
1. Penelitian Eksploratif
Penelitian ekploratif adalah penelitian dalam upaya untuk
mencari masalah/menjajagi masalah.
2. Penelitian Pengembangan
3. Penelitian Verifikasi
Sehubungan dengan hal tersebut maka penelitian dapat
digolongkan dalam beberapa macam yaitu :
 Penelitian dasar
 Penelitian terapan
 Penelitian pengembangan
 Penelitian produksi
 Penelitian adaptif.
Penelitian dasar adalah penelitian yang dilakukan untuk
mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dasar yang diharapkan
dapat dipakai sebagai dasar penelitian-penelitian selanjutnya.
Penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan
untuk mendapatkan teknolgi baru yang dapat digunakan untuk
memecahkan masalah-masalah praktis di lapang. Dari penelitian
ini akan dihasilkan pengetahuan terapan yang digunakan dalam

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 15


kegiatan difusi dan biasanya mengalami perubahan lebih dahulu
sebelum digunakan dalam kegiatan inovasi.
Penelitian pengembangan, berdasarkan hasil
pengetahuan terapan selanjutnya dilakukan pengembangan
sebelum penerapan secara langsung di lapang. Penelitian ini
dimaksudkan untuk menghasilkan pengetahuan praktis dalam
kegiatan inovasi tanpa melalui perubahan.
Penelitian produksi. Dari hasil pengetahuan praktis
dilengkapi dengan bahan-bahan informasi lain mengenai
penggunaan pengetahuan praktis sehingga dihasilkan
pengetahuan praktis dalam skala produksi. Penelitian ini biasa
dilakukan di pabrik-pabrik untuk meneliti barang-barang atau alat
seperti bahan atau alat yang dipakai untuk melengkapi bahan
atau alat dipabrik.
Penelitian adaptif adalah penelitian-penelitian yang
dicirikan untuk mengubah pengetahuan-pengetahuan terapan
yang berasal dari luar negeri untuk permasalahan yang bersifat
khusus sebelum digunakan didalam negeri kususnya yang
bersifat praktis. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah
penelitian-penelitian dari luar negeri sesuai atau tidak dengan
situasi dan kondisi di dalam negeri.
Berdasarkan cara pelaksanaannya kegiatan penelitian
dibedakan menjadi 2 macam yaitu : Eksperimen dan Survey
1). Eksperimen

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 16


Penelitian eksperimen ditandai oleh beberapa hal diantaranya
:
a. Dicirikan adanya perlakuan (treatment)
Perlakuan ini merupakan sesuatu yang ingin
diketahui pengaruhnya atau disebut sebagai
variabel bebas.
b. Kondisi tempat percobaan harus diketahui
sebelumnya.
Hal ini karena hasil percobaan sangat dipengaruhi
oleh tempat percobaan.
c. Kondisi percobaan harus dikuasai misalnya dibuat
seragam.
Kegagalan percobaan dapat saja terjadi akibat
tidak bisa mengontrol kondisi percobaan. Kondisi
percobaan ini meliputi faktor-faktor eksternal,
bahan percobaan dan pelaksanaan percobaan.
d. Dapat memprediksikan kondisi percobaan yang
paling optimum.
e. Adanya pengamatan dan pengukuran terhadap
variabel tidak bebas sebagai akibat dari tindakan
manipulasi variabel bebas.

Pada penelitian eksperimental terdapat dua variabel yang


perlu mendapatkan perhatian kusus, yaitu variabel bebas dan

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 17


variabel tidak bebas ( terikat ), disamping hal tersebut juga
pengendalian percobaan, manipulasi dan melakukan
pengamatan. Pengendalian (mengontrol variabel lain) merupakan
inti keberhasilan penelitian eksperimen, karena tanpa
pengendalian yang baik tidak mungkin perubahan variabel terikat
akaibat pengaruh manipulai variabel bebas dapat diketahui.
Penelitian eksperimen dibagi dalam 2 macam yaitu
penelitian eksperimen sungguhan (true-experimental research)
dan penelitian eksperimen semu ( quasi-experimental research).
Penelitian eksperimen sungguhan (true-experimental research)
adalah Penelitian yang dilakukan untuk melihat hubungan sebab-
akibat dengan cara menerapkan perlakuan pada satu atau lebih
kelompok dan membandingkan hasilnya dengan kelompok
kontrol ( yang tidak diberi perlakuan ). Penelitian eksperimen
semu ( quasi-experimental research) adalah penelitian yang
ditujukan untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan
yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan
untuk mengontrol dan memanipulasi semua variabel yang
relevan pada penelitian eksperimental.

2). Survey
Kegiatan penelitian survey dilakukan untuk meneliti apa yang
ada di alam atau meneliti fenomena alam. Sebagai contoh
penelitian mengenai konsumsi iodium dalam hubungannya

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 18


dengan penyakit gondok di suatu daerah tertentu. Penelitian
mengenai status gizi masyarakat guna mengetahui kondisi gizi
masyarakat yang sesungguhnya, dan sebagainya.
Pendekatan pemetaan sosial
Metode dan teknik pemetaan sosial yang akan dibahas
pada makalah ini meliputi survey formal, pemantauan cepat
(rapid appraisal) dan metode partisipatoris (participatory method)
(LCC, 1977; Suharto, 1997; World Bank, 2002). Dalam wacana
penelitian sosial, metode survey formal termasuk dalam
pendekatan penelitian makro-kuantitatif, sedangkan metode
pemantauan cepat dan partisipatoris termasuk dalam penelitian
mikro-kualitatif (Suharto, 1997).
Survey Formal
Survey formal dapat digunakan untuk mengumpulkan
informasi standar dari sampel orang atau rumahtangga yang
diseleksi secara hati-hati. Survey biasanya mengumpulkan
informasi yang dapat dibandingkan mengenai sejumlah orang
yang relatif banyak pada kelompok sasaran tertentu.
Beberapa metode survey formal antara-lain:
1. Survey Rumahtangga Beragam-Topik (Multi-Topic
Household Survey). Metode ini sering disebut sebagai
Survey Pengukuran Standar Hidup atau Living Standards
Measurement Survey (LSMS). Survey ini merupakan
suatu cara pengumpulan data mengenai berbagai aspek

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 19


standar hidup secara terintegrasi, seperti pengeluaran,
komposisi rumah tangga, pendidikan, kesehatan,
pekerjaan, fertilitas, gizi, tabungan, kegiatan pertanian
dan sumber-sumber pendapatan lainnya.

2. Kuesioner Indikator Kesejahteraan Inti (Core Welfare


Indicators Questionnaire atau CWIQ). Metode ini
merupakan sebuah survey rumah tangga yang meneliti
perubahan-perubahan indikator sosial, seperti akses,
penggunaan, dan kepuasan terhadap pelayanan sosial
dan ekonomi. Metode ini meupakan alat yang cepat dan
effektif untuk mengetahui rancangan kegiatan pelayanan
bagi orang-orang miskin. Jika alat ini diulang setiap tahun,
maka ia dapat digunakan untuk memonitor keberhasilan
suatu kegiatan. Sebuah hasil awal dari survey ini
umumnya dapat diperoleh dalam waktu 30 hari.

3. Survey Kepuasan Klien (Client Satisfaction Survey).


Survey ini digunakan untuk meneliti efektifitas atau
keberhasilan pelayanan pemerintah berdasarkan
pengalaman atau aspirasi klien (penerima pelayanan).
Metode yang sering disebut sebagai service delivery
survey ini mencakup penelitian mengenai hambatan-
hambatan yang dihadapi penerima pelayanan dalam

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 20


memperoleh pelayanan publik, pandangan mereka
mengenai kualitas pelayanan, serta kepekaan petugas-
petugas pemerintah.

4. Kartu Laporan Penduduk (Citizen Report Cards). Teknik


ini sering digunakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM). Mirip dengan Survey Kepuasan Klien, penelitian
difokuskan pada tingkat korupsi yang ditemukan oleh
penduduk biasa. Penemuan ini kemudian dipublikasikan
secara luas dan dipetakan sesuai dengan tingkat dan
wilayah geografis.

5. Laporan Statistik. Pekerja sosial dapat pula melakukan


pemetaan sosial berdasarkan laporan statistik yang sudah
ada. Laporan statistik mengenai permasalahan sosial
seperti jumlah orang miskin, desa tertinggal, status gizi,
tingkat buta huruf, dll. biasanya dilakukan dan
dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)
berdasarkan data sensus.
Pemantauan Cepat (Rapid Appraisal Methods)
Metode ini merupakan cara yang cepat dan murah untuk
mengumpulkan informasi mengenai pandangan dan masukan
dari populasi sasaran dan stakeholders lainnya mengenai kondisi
geografis dan sosial-ekonomi.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 21


Metode Pemantauan Cepat meliputi:
1. Wawancara Informan Kunci (Key Informant Interview).
Wawancara ini terdiri serangkaian pertanyaan terbuka
yang dilakukan terhadap individu-individu tertentu yang
sudah diseleksi karena dianggap memiliki pengetahuan
dan pengalaman mengenai topik atau keadaan di
wilayahnya. Wawancara bersifat kualitatif, mendalam dan
semi-terstruktur.
2. Diskusi Kelompok Fokus (Focus Group Discussion).
Disikusi kelompok dapat melibatkan 8-12 anggota yang
telah dipilih berdasarkan kesamaan latarbelakang.
Perserta diskusi bisa para penerima pelayanan,
penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), atau
para ketua Rukun Tetangga. Fasilitator menggunakan
petunjuk diskusi, mencatat proses diskusi dan kemudian
memberikan komentar mengenai hasil pengamatannya.
3. Wawancara Kelompok Masyarakat (Community Group
Interview). Wawancara difasilitasi oleh serangkaian
pertanyaan yang diajukan kepada semua anggota
masyarakat dalam suatu pertemuan terbuka.
Pewawancara melakukan wawancara secara hati-hati
berdasarkan pedoman wawancara yang sudah disiapkan
sebelumnya.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 22


4. Pengamatan Langsung (Direct Observation). Melakukan
kunjungan lapangan atau pengamatan langsung terhadap
masyarakat setempat. Data yang dikumpulkan dapat
berupa informasi mengenai kondisi geografis, sosial-
ekonomi, sumber-sumber yang tersedia, kegiatan
program yang sedang berlangsung, interaksi sosial, dll.
5. Survey Kecil (Mini-Survey). Penerapan kuesioner
terstruktur (daftar pertanyaan tertutup) terhadap sejumlah
kecil sample (antara 50-75 orang). Pemilihan responden
dapat menggunakan teknik acak (random sampling)
ataupun sampel bertujuan (purposive sampling).
Wawancara dilakukan pada lokasi-lokasi survey yang
terbatas seperti sekitar klinik, sekolah, balai desa.

Metode Partisipatoris
Metode partisipatoris merupakan proses pengumpulan
data yang melibatkan kerjasama aktif antara pengumpul data dan
responden. Pertanyaan-pertanyaan umumnya tidak dirancang
secara baku, melainkan hanya garis-garis besarnya saja. Topik-
topik pertanyaan bahkan dapat muncul dan berkembang
berdasarkan proses tanya-jawab dengan responden.
Terdapat banyak teknik pengumpulan data partisipatoris.
Empat di bawah ini cukup penting diketahui:

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 23


1. Penelitian dan Aksi Partisipatoris (Participatory Research
and Action). Metode yang terkenal dengan istilah PRA
(dulu disebut Participatory Rural Appraisal) ini merupakan
alat pengumpulan data yang sangat berkembang dewasa
ini. PRA terfokus pada proses pertukaran informasi dan
pembelajaran antara pengumpul data dan responden.
Metode ini biasanya menggunakan teknik-teknik visual
(penggunaan tanaman, biji-bijian, tongkat) sebagai alat
penunjuk pendataan sehingga memudahkan masyarakat
biasa (bahkan yang buta huruf) berpartisipasi. PRA
memiliki banyak sekali teknik, antara lain Lintas Kawasan,
Jenjang Pilihan dan Penilaian, Jenjang Matrik Langsung,
Diagram Venn, Jenjang Perbandingan Pasangan.
2. Stakeholder Analysis. Analisis terhadap para peserta atau
pengurus dan anggota suatu program, proyek
pembangunan atau organisasi sosial tertentu mengenai
isu-isu yang terjadi di lingkungannya, seperti relasi
kekuasaan, pengaruh, dan kepentingan-kepentingan
berbagai pihak yang terlibat dalam suatu kegiatan.
Metode ini digunakan terutama untuk menentukan apa
masalah dan kebutuhan suatau organisasi, kelompok,
atau masyarakat setempat.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 24


3. Beneficiary Assessment. Pengidentifikasian masalah
sosial yang melibatkan konsultasi secara sistematis
dengan para penerima pelayanan sosial. Tujuan utama
pendekatan ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan-
hambatan partisipasi, merancang inisiatif-inisiatif
pembangunan, dan menerima masukan-masukan guna
memperbaharui sistem dan kualitas pelayanan dan
kegiatan pembangunan.

4. Monitoring dan Evaluasi Partisipatoris (Participatory


Monitoring and Evaluation). Metode ini melibatkan
anggota masyarakat dari berbagai tingkatan yang
bekerjasama mengumpulkan informasi, mengidentifikasi
dan menganalisis masalah, serta melahirkan
rekomendasi-rekomendasi.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 25


BAB III : MASALAH

Titik awal suatu kegiatan penelitian adalah upaya


membuat rumusan masalah penelitian. Rumusan masalah
penelitian bisa dibuat oleh seorang peneliti melalui beberapa
kemungkinan latar belakang yang dibuat :
1. Setelah menyadari adanya suatu permasalahan
kehidupan yang sedang dihadapi manusia atau
masyarakatnya. Masalah kehidupan yang sedang hangat
dibicarakan dalam buku ini disebut ”topik masalah” Topik
masalah inilah yang menyadarkan seorang pemikir untuk
berperan memecahkan sejumlah rumusan masalah
penelitian yang terkait dengan topik masalah itu tadi.
2. Setelah menyadari potensi permasalahan di masa datang
setidaknya menurut pandangan dan pertimbangan teoritis
dari suatu bidang keilmuan. Potensi permasalahan itu
perlu diantisipasi pemecahannya. Sehubungan dengan itu
diperlukan penelitian terhadap butir-butir permasalahan
yang secara khusus telah dirumuskan.
Dari suatu topik masalah penelitian dapat dirumuskan satu atau
lebih butir masalah penelitian. Ada lima tipe topik masalah
penelitian yang dapat digarap oleh seorang peneliti. Mahasiswa
S1 dianjurkan memilih masalah tipe 1 atau 2.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 25


Tipe alasan mengapa dipermasalahkan :

 Tipe 1 Keperluan mendeteksi penyebab terjadinya suatu


fenomena yang merugikan atau menguntungkan agar
gejala dan akibat lanjutannya dapat diatasi atau dipacu

 Tipe 2 Keperluan Memperbaiki kesalahan kebijaksanaan


peruahaan (pemerintah) yang tengah berjalan agar
kelemahan-kelemahan yang ada dapat diatasi

 Tipe 3 Keperluan meramalkan akibat positif dan negatif


dari suatu kebijaksanaan baru, langkah dini dapat
diarahkan untuk menaikkan yang positif dan menihilkan
yang negatif.

 Tipe 4 Keperluan mengkuantitatifkan strategi kebijakan


yang masih konsepsional sehingga dapat menjadi
operasional.

 Tipe 5 Keperluan membuat pendekatan baru atau


alternatif guna meningkatkan ketelitian pengukuran
mengenai cara pengukuran yang telah dirumuskan oleh
teori lain atau peneliti sebelumnya

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 26


3.1. Bentuk-bentuk masalah dalam penelitian
1. Permasalahan Deskriptif adalah suatu permasalahan yang
berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variable
mandiri, baik satu variable atau lebih. Jadi tidak bersifat
membandingkan dan mencari hubungan.
Contoh: Seberapa tinggi efektifitas iklan dengan endorser
“Mbah Maridjan” ?
2. Permasalahan Komparatif adalah suatu permasalahan
penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan satu
variable atau lebih pada dua atau lebih pada sample yang
berbeda.
Contoh: Adakah perbedaan kinerja keuangan antara
perusahaan yang go public dengan non go public ?
3. Permasalahan Asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian
yang bersifat hubungan antara dua variablel atau lebih.
a. Hubungan Simetris, adalah hubungan antara dua variebel
atau lebih yang kebetulan menculnya bersama, bukan
hubungan kausal maupun interaktif.
Contoh: Adakah hubungan antara ritual “Klenik” dengan
prestasi bisnis.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 27


b. Hubungan Kausal, adalah hubungan yang bersifat sebab
akibat. Jadi ada variable independen dengan variable
dependen.
Contoh: Adakah pengaruh kompensasi terhadap kinerja
karyawan?
c. Hubungan Interaktif/Resiprocal/Timbal balik, adalah
hubungan yang saling mempengaruhi.
Contoh: Adakah hubungan antara kecerdasan dengan
kekayaan?
3.2. Menentukan masalah dalam penelitian
Seseorang yang ingin melakukan penelitian maka tahap
awal yang perlu dilakukan adalah mencari masalah yang akan
dipecahkan dalam suatu penelitian. Dari suatu topik yang
menarik untuk diteliti diperlukan langkah merumuskan masalah.
Adapun langkah untuk merumuskan masalahan penelitian dapat
menggunakan satu atau dua dari teknik berikut :
Dalam memilih rumusan masalah penelitian yang akan
dijadikan awal penelitian, maka perlu diperhatikan ketentuan
sebagai berikut ;
Ciri-ciri pernyataan Masalah Penelitian yang baik
1) Masalah yang dipilih harus mempunya nilai penelitian :
a. Masalah harus mempunyai keaslian
b. Masalah harus menyatakan suatu hubungan
c. Masalah harus merupakan hal yang penting

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 28


d. Masalah harus dapat di uji
e. Masalah harus mencerminkan suatu pertanyaan
2) Masalah yang dipilih dengan bijak, artinya :
a. Data serta metode untuk memecahkan masalah harus
tersedia
b. Biaya untuk memecahkan masalah, secara relatif harus
dalam batas-batas kemampuan
c. Waktu memecahkan masalah harus wajar
d. Biaya dan hasil harus seimbang
e. Administrasi dan sponsor harus kuat
f. Tidak bertentangan dengan hukum dan adapt
3) Masalah dipilih dengan kualifikasi peneliti :
a. Menarik bagi peneliti
b. Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti

Masalah terjadi apabila terdapat kesenjangan (gap) antara


apa yang seharusnya (das sollen) dengan apa yang ada (das
sein), atau bisa dikatakan masalah terjadi jika ada kesenjangan
antara harapan dan kenyataan. Selama masih ada kesenjangan
maka masih terjadi permasalahan. Oleh karena itu penelitian
dilakukan guna memecahkan atau mengurangi kesenjangan
tersebut.
Pertanyaan yang mungkin muncul barangkali adalah
apakah mungkin kesenjangan itu dapat diatasi. Pada dasarnya

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 29


tidak bisa, karena bigitu harapan itu terpenuhi oleh kenyataan
maka akan muncul harapan baru yang lebih tinggi. Dengan
demikian penelitian itu perlu dilakukan terus menerus guna
memenuhi harapan-harapan yang terus bermunculan.
Supaya masalah penelitian yang kita pilih benar-benar tepat,
biasanya masalah perlu dievaluasi. Evaluasi masalah penelitian
biasanya berdasarkan beberapa parameter dibawah :
1. Menarik.
Masalah yang menarik membuat kita termotivasi untuk
melakukan penelitian dengan serius.
2. Bermanfaat.
Penelitian harus membawa manfaat baik untuk ilmu pengetahuan
maupun peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan
manusia. Penelitian juga diharapakan membawa manfaat bagi
masyarakat dalam skala besar (secara nasional maupun
internasional), maupun secara khusus di komunitas kita (kampus,
sekolah, kelurahan, dsb). Hindari penelitian yang tidak membawa
manfaat kepada masyarakat.
3. Hal yang baru.
Ini hal yang cukup penting dalam penelitian, bahwa penelitian
yang kita lakukan adalah hal baru, solusi yang kita berikan
adalah solusi baru yang apabila kita komparasi dengan solusi
lain, bisa dikatakan lebih efektif, murah, cepat, dsb. Bisa juga
kebaruan ini diwujudkan dengan perbaikan dari sistem dan

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 30


mekanisme kerja yang sudah ada. Hindari redundant research,
meneliti hal yang sama persis dengan yang dilakukan oleh orang
lain. Ya ini namanya nyontek alias plagiasi skripsi.

4. Dapat Diuji (Diukur).


Ini biasanya hal yang terlupakan, supaya proses penelitian kita
sempurna, masalah penelitian beserta variabel-variablenya harus
merupakan sesuatu yang bisa diuji dan diukur secara empiris.
Kalau kita melakukan penelitian korelasi, nah korelasi antara
beberapa variabel yang kita teliti juga harus diuji secara ilmiah
dengan beberapa parameter.
5. Dapat Dilaksanakan.
Nah ini juga faktor penting. Masalah yang bagus berkualitas, jadi
lucu dan naif kalau akhirnya secara teknik penelitian tidak bisa
dilakukan. Dapat dilakukan ini berkaitan erat dengan keahlian,
ketersediaan data, kecukupan waktu dan dana. Hindari research
impossible.
6. Merupakan Masalah Yang Penting.
Ini agak sulit mengukurnya, tapi paling tidak ada gambaran di kita
bahwa jangan sampai melakukan penelitian terhadap suatu
masalah yang tidak penting.
7. Tidak Melanggar Etika.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 31


Yang terakhir adalah masalah etika. Penelitian harus dilakukan
dengan kejujuran metodologi, prosedur harus dijelaskan kepada
obyek penelitian, tidak melanggar privacy, publikasi harus
dengan persetujuan obyek penelitian, tidak boleh melakukan
penipuan dalam pengambilan data maupun pengolahan data.

3.3. Tahapan dalam merumuskan masalah


Pada dasarnya sebelum masalah itu dirumuskan perlu
dilakukan identifikasi dan seleksi terlebih dahulu agar masalah
yang dipilih nantinya sesuai dengan kehendak dan kemampuan
peneliti.
3.3.1. Identifikasi masalah
Manusia mempunyai sifat yang selalu berusaha untuk
memenuhi harapan-harapan yang lebih baik, oleh karena itu
manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah didapat. Dari
sinilah dapat dipastikan bahwa masalah-masalah yang harus
dipecahkan dalam penelitian tersedia dalam jumlah yang sangat
banyak. Karena banyaknya masalah masalah-masalah tersebut
maka tahap awal seseorang peneliti atau calon peneliti harus
mampu melakukan identifikasi. Untuk dapat melakukan
identifikasi permaslahan dengan tepat diperlukan latihan-latihan
terutama bagi calon peneliti ataupun peneliti-peneliti pemula.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 32


3.3.2. Seleksi
Berdasarkan masalah-masalah yang telah teridentifikasi
selanjutnya perlu dilakukan seleksi, karena pada dasarnya dari
hasil identifikasi masalah tersebut masih banyak faktor-faktor
yang mempengaruhi.
Beberapa pertimbangan yang mendasari pemilihan
(seleksi) masalah adalah sebagai berikut :
a. Faktor pertimbangan obyektif
Faktor ini merupakan pertimbangan dari aspek
masalahnya itu sendiri. Artinya bahwa permasalahan yang dipilih
mempunyai peranan yang besar dari aspek kegunaannya.

b. Faktor pertimbangan subyektif


Faktor ini didasarkan pada pertimbangan dari sisi
kemampuan peneliti, baik dari aspek kemampuan teoritis yang
dikuasai oleh peneliti, kemampuan biaya, tenaga dan waktu yang
dimiliki serta alat yang tersedia. Kemampuan manageble peneliti
sangat dibutuhkan dalam hal ini.
Kelayakan suatu masalah untuk diteliti sifatnya relatif,
tergantung pada konteksnya, kadang masalah layak untuk diteliti
dalam konteks tertentu, namun tidak layak untuk konteks yang
lain.
3.3.3. Merumuskan masalah

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 33


Pengertian merumuskan masalah adalah menyatakan
masalah yang telah teridentifikasi dan terseleksi dalam bentuk
kalimat yang tepat. Dalam merumuskan masalah memang tidak
ada aturan yang umum mengenai tatacaranya namun ada
beberapa yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan
antara lain :
a. Masalah hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat
pertanyaan.
b. Rumusan itu hendaknya memberi petunjuk yang
memungkinkan pengumpulan data guna menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam rumusan
itu.
c. Rumusan harus singkat dan jelas. Singkat artinya tidak
menuliskan hal-hal yang tidak perlu, jelas artinya jangan
sampai tidak ditulis kalau memang itu perlu.

3.3.4.Sumber-sumber masalah
Persoalan selanjutnya adalah bagaimana cara
mendapatkan masalah dan dimana masalah itu dijumpai. Sumber
masalah dapat saja didapat dari berbagai sumber berikut ini :
a. Bahan-bahan bacaan
Membaca pustaka-pustaka ilmiah perlu dibudayakan utamanya
bagi yang gemar melakukan penelitian. Bahan-bahan bacaan
yang sering dijumpai adanya permasalahan adalah dari tulisan

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 34


asli seperti laporan hasil penelitian, majalah ilmiah dan jurnal.
Jika bahan-bahan bacaan tersebut sulit didapat maka bisa
dibaca abstraknya. Didalam publikasi-publikasi yang
didapatkan maka untuk mendapatkan masalah dengan mudah
dan cepat maka perlu dilihat pada bagian saran-saran. Pada
bagian ini biasanya diberikan rekomendasi atau saran untuk
penelitian lebih lanjut, karena pada dasarnya penelitian tidak
pernah akan tuntas.
b. Pertemuan ilmiah
Pertemuan-pertemuan ilmiah baik dalam forum seminar,
lokakarya atau diskusi-diskusi disajikan berbagai pendapat
sehingga bisa memberikan sumber inspirasi baru. Disamping
itu dengan pertemuan-pertemuan ilmiah sering dihasilkan
saran-saran baru untuk dilakukan penelitian lanjutan. Saran
inilah yang dapat dipakai sebagai masalah yang dapat
dilakukan penelitian.
c. Pernyataan pemegang otoritas/pemerintah
Pernyataan-pernyataan pemerintah atau pemegang
otoritas yang lain dapat juga dipakai sebagai sumber masalah
yang perlu untuk dilakukan penelitian. Sebagai contoh
pemerintah akan memperhatikan masalah produksi cabe merah
yang pada saat musim panen. Hal ini dapat memberikan
inspirasi pada peneliti untuk melakukan penelitian baik dari

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 35


aspek pola tanam, teknologi penanganan pasca panen dan
pengolahannya, dan aspek-aspek sosial dan ekonomi.
d. Pengamatan
Pengamatan-pengamatan pada saat praktikum, di
lapang/masyarakat atau saat kunjungan lapang ke perusahaan,
home industri juga dapat merangsang keingintahuan lebih
lanjut. Sebagai contoh pada saat melihat industri rumah tangga
tahu dijumpai ampas tahu yang melimpah dan limbah cair maka
munculah keinginan untuk meneliti pemanfaatan limbah tahu
tersebut untuk produk-produk pangan atau non pangan. Bertitik
tolah dari pengamatan-pengamatan tersebut munculah
pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa masalahnya apabila
ampas tahu dipakai sebagai bahan baku kecap atau biskuit dan
sebagainya.
e. Pengalaman pribadi
Banyak masalah-masalah penelitian yang diperoleh dari
hasil-hasil pengalaman pribadi. Sebagai contoh pengalaman
mempercepat pematangan pisang dengan diasapi, maka
muncul ide untuk mengetahui lebih lanjut ada apa sebenarnya
dalam asap, sejauhmana pengaruhnya. Hal ini dapat memberi
arahan pada kita untuk menggali masalah yang lebih jauh untuk
dilakukan penelitian.
f. Daya khayal

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 36


Daya khayal merupakan pemikiran baru sebagai hasil dari
menghubung-hubungkan pengetahuan yang diperoleh melalui
pengalaman pendidikan. Adanya kemampuan menghubungkan
semua pikiran, inisiatif dan fenomena sebagai pembawaan
seseorang akan mendorong meningkatnya daya khayal. Daya
khayal ini penting untuk menemukan pemikiran baru,
merangsang terciptanya usaha-usaha baru agar dapat
membayangkan manfaatnya. Oleh karena itu daya khayal
harus diubah menjadi sebuah rekomendasi yang jelas dalam
suatu tujuan atau rumusan masalah penelitian.
g. Intuisi
Intuisi lebih mirip dengan ilham, yaitu suatu penjelasan
atau pengertian yang tiba-tiba muncul terhadap suatu keadaan.
Sering intuisi ini muncul pada pagi hari, bangun tidur atau pada
saat habis istirahat atau pada saat memikirkan sesuatu
masalah. Pada saat demikian terjadi semacam konsolidasi atau
pengendapan berbagai informasi yang berkaitan dengan
masalah yang akan diteliti yang kemudian muncul dalam
bentuk pertanyaan-pertanyaan.
Seorang mahasiswa harus bersungguh-sungguh dalam
upaya mengidentifikasi dan merumuskan ”masalah penelitian”.
Upaya membuat skripsi atau tesis untuk gelar kesarjanaannya,
tak lain mempraktekkan kegiatan penelitian secara mandiri.
Ketika itu dia bertindak sebagai peneliti pemula dan ia

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 37


sebenarnya sedang digodok menjadi seorang ”Problem solver”
(pemecah masalah kehidupan) yang efektif.
Tugas : mengidentifikasi, menseleksi dan merumuskan masalah
sesuai dengan kehendak saudara ( kususnya untuk kepentingan
penyusunan skripsi).

3.5. Judul Penelitian


Perumusan judul penelitian dapat terbantu jika
masalahnya telah dirumuskan, sebab dari rumusan masalah
akan dapat melihat dengan jelas : Judul, Tujuan, dan
Hiposesisnya.
Judul biasa dibuat dalam bentuk kalimat deklaratif
(kalimat pernyataan). Aturan perumusan judul tidak ada yang
baku namun beberapa hal yang dapat dipakai sebagai
pertimbangan adalah :
a. Judul dibuat dalam kalimat pernyataan.
b. Ditulis dalam kalimat yang singkat dan
jelas
c. Kata-kata tidak bersifat puitis dan tidak
mempunyai arti ganda.
d. Kalimat menyatakan pertautan antara
variabel bebas dan tidak bebas.

Manfaat :

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 38


Manfaat Penelitian Skripsi Mahasiswa yang Terbimbing Baik
1). Bagi Lembaga
− Orisinilitas karya tulis sarjana yang ditelurkan lebih terjamin dan
lebih terasakan
− Mutu Sarjana yang diluluskan lebih tinggi dan handal
− Kegiatan akademik di Kampus akan lebih hidup dan berbobot
2) Bagi Mahasiswa
−Mendapat pengalaman meneliti yang berharga
−Mendapat pembinaan diri menuju pribadi berkualitas
−Mempersembahkan hasil karya yang dapat membanggakan
3) Bagi Dosen Pembimbing
− Menambah penalaran ilmu khususnya pengetahuan terapan
− Menambah khasanah data dan informasi yang terpercaya
− Menambah tajam wawasan keilmuan dan prestasi akademik

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 39


BAB IV. STUDI PUSTAKA

Fungsi studi pustaka dalam penelitian adalah untuk


memberikan landasan teori dan dasar-dasar ilmiah terhadap
permasalahan yang akan dicoba untuk dipecahkan. Dengan
melakukan studi pustaka akan terhindar dari penelitian coba-coba
(trial and error). Studi pustaka dapat dilakukan terhadap hasil-hasil
penelitian sebelumnya ataupun teori-teori yang telah ada.
Dasar ilmiah ditempatkan dalam tinjauan pustaka sehingga
perlu diketahui apa saja ditulis dalam tinjaun pustaka. Dasar ilmiah
tersebut ditempatkan dalam tinjauan pustaka.
Sumber-sumber pustaka dibagi dalam 2 kelompok yaitu :
1. Pustaka khusus
Pustaka khusus didapatkan dari hasil-hasil penelitian yang
dapat diambil dari majalah yang berupa jurnal, bulletin ataupun
majalah ilmiah lainnya, skripsi, thesis, disertasi maupun laporan
penelitian yang lainnya.
2. Pustaka umum
Pustaka umum didapatkan dari buku-buku teks maupun
teori-teori yang berhubungan erat dengan permasalahan dalam
penelitian.

4.1. Prinsip dalam memilih pustaka

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 39


Prinsip-prinsip yang digunakan untuk memilih pustaka
adalah prinsip relevansi dan prinsip resensi. Prinsip relevansi
artinya pustaka yang dipilih erat hubungannya dengan permasalah
yang akan diteliti, tidak terlalu umum sehingga tidak relevan
dengan permasalahan. Jika terdapat pustaka yang relevan banyak,
maka harus memperhatikan prinsip resensi. Prinsip resensi
merupakan prinsip memilih pustaka yang terbaru jika ada beberapa
pustaka yang isinya sama. Tujuan dari penerapan 2 prinsip ini agar
terhindar dari pustaka yang kadaluwarsa dan ringkas.

4.2. Cara mencatat isi pustaka


Cara mencatat isi pustaka dapat dilakukan dengan
menggunakan sistem kartu, sistem kuarto, sistem fotocopy, sistem
teknologi informasi dan lain-lain. Sistem kartu pos sebenarnya
lebih prakstis namun kelemahannya hanya dapat memuat sedikit
informasi seperti abastrak, atau katalog. Sistem kuarto dapat
memuat lebih banyak informasi seperti ringkasan. Sekarang lebih
banyak digunakan adalah sistem fotocopy karena dapat
memfotocopy naskah sesuai dengan keinginan, namun
kelamahannya tidak semua perpustakaan tersedia mesin foto
copy. Sistem mencatat pustaka yang lebih modern dapat dilakukan
langsung dengan mengakses melalui internet.

4.3. Tatacara penulisan pustaka

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 40


Penulisan pustaka dalam teks ada beberapa sistem yaitu :
- Sistem nama dan tahun. Artinya pustaka yang ditulis dalam
teks hanya diikuti oleh nama pengarang dan tahun. Nama
pengarang yang ditulis hanya nama marga. Sebagai contoh
: Ahmad Basuki (2005) ditulis Basuki (2005).
- Sistem nomor urut dalam daftar pustaka. Artinya nama dan
tahun dibelakang kalimat ditulis sesuai dengan nomor urut
dalam daftar pustaka.

Penulisan pustaka dalam daftar pustaka yaitu menuliskan


pustaka yang digunakan dalam daftar pustaka. Teknik penulisan
pustaka dalam daftar pustaka dapat dijelaskan sebagai berikut
Pustaka yang berupa Majalah
Nama pengarang. Tahun. Judul artikel. Nama Majalah. Volume
(nomor) hal s.d.
Nama majalah harus disingkat terutama majalah terbitan
dari luar negeri sudah bisa disingkat dengan tata aturan sebagi
berikut :
a. Nama majalah jika lebih dari dari satu kata perlu disingkat, jika
hanya satu kata tidak perlu disingkat.
b. Singkatan diakhiri oleh huruf mati dan diberi titik.
c. Kata depan atau kata sambung dan lainnya dihilangkan.
Contoh :

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 41


Journal of Biological Science ditulis Jour. Biol. Scien., karena
perkecualian biasa ditulis : J. Biol. Sci.
Volume 2 nomor 3 halaman 25-36 ditulis : 2(3): 25-36

Pustaka yang berupa buku Teks


Ditulis dengan tata aturan sebagai berikut :
Nama pengarang. Tahun. Judul buku. Edisi ke.../Jilid... Nama
penebit. Nama kota. Jumlah halaman.
Pengarang : artinya badan /orang/jasa yang bertanggung jawab
terhadap tulisan.
Jika dalam teks terdapat 2 atau lebih pengarang maka jika hanya 2
pengarang ditulis semuanya, jika lebih dari 3 pengarang yang
pertama ditulis semuanya untuk selanjutnya ditulis nama
pengarang pertama diikuti et al., atau dkk.
Pustaka Prosiding
Ditulis dengan tata aturan sebagai berikut :
Nama pengarang. Tahun. Judul artikel hal ...s.d.... dalam nama
editor (edt.) Judul prosiding. penebit. Nama kota.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 42


BAB V. HIPOTESIS

5.1. Pengertian hipotesis


Hipotesis berasl dari kata hypo artinya kurang dan thesis
artinya pendapat. Jadi hipotesis berarti pendapat yang masih
kurang, sehingga kebenarannya harus dibuktikan melalui suatu
penelitian. Jadi penelitian yang akan dilakukan pada dasarnya
untuk membuktikan kebenaran suatu hipotesis.

5.2. Macam hipotesis


Hipotesis dibagi menjadi 2 yaitu hipotesis tentang
perbedaan dan hipotesis tentang hubungan. Hipotesis tentang
perbedaan adalah hipotesis yang menyatakan ada atau tidaknya
perbedaan antar perlakuan/treatment. Sedangkan hipotesis
tentang hubungan adalah hipotesis yang menyatakan ada atau
tidaknya hubungan antar variabel.
Berdasarkan ada atau tidaknya hubungan/perbedaan,
hipotesis dibagi menjadi 2 yaitu hipotesis nol (H0) dan hipotesis
alternatif (H1). Dengan demikian terdapat 4 kemungkinan
hipotesis yaitu :
1. Hipotesis nol (H0) perbedaan.
2. Hipotesis nol (H0) hubungan.
3. Hipotesis alternatif (H1) perbedaan.
4. Hipotesis alternatif (H1) hubungan.
Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 43
Hipotesis yang mana yang dipilih tentunya sangat
tergantung pada permasalahan dan tujuan dalam penelitian.
Dalam merumuskan hipotesis tidak ada aturan yang bersifat
baku, namun beberapa aturan perumusan dibawah ini perlu
mendapatkan perhatian.
a. Hipotesis dibuat dalam kalimat pernyataan
b. Dibuat dalam kalimat yang singkat dan jelas
c. Menyatakan perbedaan/hubungan, maksudnya supaya
pembaca mengetahui apa yang akan diuji dalam analisis
statistiknya nanti.
d. Hipotesis yang dibuat hendaknya dapat diuji.
Hipotesis tentang perbedaan biasanya menggunakan uji
statistik analisis ragam (sidik ragam), sedangkan hipotesis
tentang hubungan biasanya diuji dengan analisis statistik korelasi
dan regresi.
Hipotesis merupakan pendapat peneliti yang diberi dasar
ilmiah, namun apabila terlalu yakin akan kebenarannya menjadi
berbahaya, artinya bisa terjadi kalau data tidak sesuai dengan
hipotesis yang telah dirumuskan maka tidak dibenarkan
memanipulasi data agar sesuai dengan hipotesisnya. Oleh
karena itu harus disadari bahwa hipotesis itu adalah jawaban
sementara. Dengan demikian kemungkinnan yang dapat terjadi
adalah data yang tidak sesuai dengan hipotesis atau perumusan
hipotesisnya yang salah.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 44


Tindakan yang harus ditempuh apabila data tidak sesuai
dengan hipotesis adalah melakukan pembahasan mengapa
terjadi ketidak sesuaian. Beberapa kemungkinan bisa terjadi
seperti pustaka yang tidak relevan, prosedur penelitian yang tidak
tepat, sampel kurang memenuhi syarat atau mungkin terjadi
kesalahan analisis statistik dan sebagainya. Dampaknya kita
tidak dapat mendapatkan teknologi dan pengetahuan baru.

5.3. Pengujian hipotesis


Hipotesis Statistik adalah pernyataan atau dugaan
mengenai satu atau lebih populasi. Pengujian hipotesis
berhubungan dengan penerimaan atau penolakan suatu
hipotesis.
Kebenaran (benar atau salahnya ) suatu hipotesis tidak
akan pernah diketahui dengan pasti, kecuali kita memeriksa
seluruh populasi. (Memeriksa seluruh populasi? Apa mungkin?)
Lalu apa yang harus dilakukan, jika tidak mungkin memeriksa
seluruh populasi untuk memastikan kebenaran suatu hipotesis?
Langkah yang dapat mengambil sampel acak, dan
menggunakan informasi (atau bukti) dari sampel itu untuk
menerima atau menolak suatu hipotesis.

5.4. Penerimaan dan penolakan hipotesis

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 45


Penerimaan suatu hipotesis terjadi karena TIDAK CUKUP
BUKTI untuk MENOLAK hipotesis tersebut dan BUKAN karena
HIPOTESIS ITU BENAR. Penolakan suatu hipotesis terjadi
karena TIDAK CUKUP BUKTI untuk MENERIMA hipotesis
tersebut dan BUKAN karena HIPOTESIS ITU SALAH.
Landasan penerimaan dan penolakan hipotesis seperti ini,
yang menyebabkan para statistikawan atau peneliti mengawali
pekerjaan dengan terlebih dahulu membuat hipotesis yang
diharapkan ditolak, tetapi dapat membuktikan bahwa
pendapatnya dapat diterima.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 46


BAB VI : PEUBAH (VARIABEL) PENELITIAN

6.1. Pengertian variabel


Semua faktor yang bepengaruh terhadap penelitian biasa
disebut sebagai variabel. Tahapan-tahapan yang perlu dilakukan
dalam menentukan variabel-variabel dalam suatu penelitian
adalah :
1. Identifikasi variabel
2. Klasifikasi terhadap variabel
3. Pemberian difinisi terhadap variabel
Kesemuanya itu berguna untuk memberikan informasi
sesuai dengan kode etik suatu penelitian, bahwa percobaan
dapat diulang, artinya bahwa orang lain dapat mengulang atau
menindak lanjuti apa-apa yang telah dilakukan oleh peneliti
terdahulu sehingga semua faktor yang berpengaruh harus
dijelaskan. Disamping itu untuk membuat agar hasil penelitian
yang telah disajikan menjadi singkat dan jelas.

6.2.Variabel penelitian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah sesuatu hal
yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulannya. Secara teoritis, variable
didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau subyek yang
Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 47
mepunyai “variasi” antara satu orang dengan orang yang lain
atau satu obyek dengan obyek yang lain.
Jadi dinamakan variable karena ada variasinya (masing-
masing dapat berbeda). Contoh: tinggi badan, berat badan,
motivasi, sikap, perilaku, kualitas, harga, promosi, dan lain-lain.
Jadi variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,
obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari atau ditarik
kesimpulannya.
6.3. Macam-macam variabel
1. Variabel Independen (Pengaruh, Bebas, Stimulus, Prediktor)
Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel
dependen (terikat). Variabel ini secara bebas ditentukan dan
ingin diketahui pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas.
Yang termasuk variabel bebas ini adalah perlakuan
(treatment) dalam suatu penelitian. Sebagai contoh
perlakuan tentang pengaruh penggunaan berbagai bahan
pengemas plastik terhadap perubahan kualitas keripik nagka
selama penyimpanan. Maka yang dikategorikan sebagai
variabel bebas adalah macam-macam pengemas plastik, dan
perlakuan inilah yang ingin diketahui pengaruhnya terhadap
variabel tidak bebas. Variabel bebas ini biasanya ditulis
dalam metode penelitian.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 48


2. Variabel Dependent (Dipengaruhi, Terikat, Output, Kriteria,
Konsekuen)

Merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena


adanya variabel bebas. Variabel ini keberadaanya tergantung
pada variabel bebas. Dalam contoh diatas yang termasuk
variabel bebas adalah perubahan kualitas kripik nangka, baik
kualitas fisik, kimia maupun biologis tergantung dari kehendak
peneliti mana yang lebih diutamakan. Variabel tidak bebas
biasa ditulis dalam pengamatan dan harus dijelaskan
bagaimana cara pengamatannya.
Contoh lain dalam bidang bisnis : Pengaruh Iklan Terhadap
Motivasi Pembelian.
Iklan = Variabel Independen
Motivasi Pembelian = Variabel Dependen.
3. Variabel Moderator
Variabel yang berpengaruh dalam percobaan tetapi
pengaruhnya tidak diutamakan. Yang termasuk dalam
variabel ini misalnya penelitian mengenai pengaruh varietas
tanaman tebu sebagai bahan baku pembuatan gula pasir
terhadap rendemen gula yang dihasilkan. Dalam penelitian
tersebut musim tanam ( penghujan dan kemarau) sebenarnya
berpengaruh terhadap rendemen, namun pengaruhnya tidak

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 49


diutamakan. Musim tanam termasuk kategori variabel
moderator. Variabel ini bis ditulis dalam judul, tempat dan
waktu, atau dalam alat dan bahan. Jika terlalu panjang ditulis
dalam judul maka dapat ditulis dalam tempat dan waktu atau
alat dan bahan. Merupakan variabel yang mepengaruhi
(memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel
independen dengan dependen. Variabel ini sering disebut
sebagai variabel independen kedua.
4. Variabel Intervening (Antara)
Merupakan variabel yang menghubungkan antara variabel
independen dengan variabel dependen yang dapat
memperkuat atau memperlemah hubungan namun tidak
dapat diamati atau diukur.
Contoh: Hubungan antara Kualitas Pelayanan (Independent)
dengan Kepuasan Konsumen (Intervening) dan Loyalitas
(Dependen).
5. Variabel Kendali
Merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat
konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap
dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
Variabel kendali berpengaruh dalam suatu percobaan namun
pengaruhnya tidak diutamakan dan dapat dikendalikan.
Sebagai contoh tingkat kematangan tomat yang
beranekaragam sebagai bahan baku pembuatan saos

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 50


berpengaruh terhadap hasil penelitian namun dapat
dikendalikan dengan pengadukan secara merata sebelum
digunakan sebagai bahan penelitian sehingga homogenitas
bahan baku dapat terjamin. Variabel kendali biasa ditulis
dalam alat dan bahan atau pelaksanaan percobaan.

6. Variabel rambang
Variabel rambang adalah variabel yang pengaruhnya
sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Misalnya pengaruh
musim pada hal penelitiannya dilakukan dilaboratorium.
Variabel ini tidak perlu ditulis dan dijelaskan dalam usulan
penelitian maupun laporan penelitian.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 51


Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 52
BAB VII. PELAKSANAAN PENELITIAN DAN
RANCANGAN PERCOBAAN
Penelitian eksperimental biasanya memerlukan suatu
rancangan percobaan agar setiap variabel maupun kondisi
percobaan dapat diatur dengan baik dan benar. Dalam
menentukan rancangan percobaan (disain percobaan)
pertimbangan pertimbangan yang perlu diambil adalah :
1. Tingkat ketelitian yang diinginkan dalam percobaan
2. Tujuan atau kegunaan dari hasil penelitian yang akan
dilakukan.
Pada prinsipnya bahwa dalam pelaksanaan penelitian
harus berusaha agar penelitian yang dilakukan benar-benar teliti.
Untuk itu perlu diperlihatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Dengan memperbanyak ulangan
2. Dengan memperbanyak contoh
3. Teknik pengambilan contoh yang benar misalnya dengan
acak lengkap, acak bertingkat, acak yang
dipertimbangkan.
4. Mengontrol pengaruh faktor-faktor luar (variabel-variabel
selain variabel bebas dan variabel tidak bebas), artinya
mengeliminir sejauh mungkin faktor- faktor luar misalnya
dengan cara membuat seragam ( homogen) semua faktor

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 52


luar selain yang dicoba, sehingga kalau ada perbedaan
data semata-mata karena pengaruh perlakuan.
Berdasarkan tingkatannya percobaan dalam penelitian
terbagi menjadi 3 tahap yaitu :
1. Percobaan pendahuluan
2. Percobaan utama
3. Percobaan demonstrasi.
Percobaan pendahuluan dilakukan untuk mempersiapkan
percobaan utama sehingga sifatnya masih relatif kasar.
Sedangkan percobaan utama perlu mendapatkan perhatian
serius karena pada tahapan ini diperlukan ketelitian yang tinggi.
Kegiatan dalam pelaksanaan percobaan perlu
dipersiapkan dengan sebaik-baiknya yang meliputi pemilihan
bahan yang akan digunakan dalam penelitian, tempat dan sarana
penelitian, pemilihan rancangan percobaan yang tepat serta cara
analisis statistiknya.
7.1. Rancangan Percobaan
Rancangan percobaan terdiri dari 2 jenis yaitu :
1. Rancangan lingkungan yaitu rancangan yang ditentukan
berdasarkan kondisi lingkungan, misalnya rancangan
acak lengkap (RAL), rancangan acak kelompok (RAK),
rancangan bujur sangkar latin (RBSL).
2. Rancangan perlakuan yaitu rancangan yang ditentukan
berdasarkan banyaknya faktor perlakuan, terdiri dari

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 53


rancangan sederhana karena hanya terdiri dari 1 faktor
perlakuan dan rancangan faktorial karena terdiri dari lebih
dari satu faktor.

7.1.1. Rancangan lingkungan


Pengertian lingkungan ini bisa berupa bahan,
pelaksanaan penelitian dan faktor luar. Kalau bisa
mengusahakan semuanya homogen maka rancangan acak
lengkap bisa digunakan karena mengacaknya mudah.
Contoh :
Kalau ada 5 perlakuan : A, B, C, D, E yang diulang 4 kali
menggunakan rancangan acak lengkap, maka rancangan
penelitiannya bisa berbentuk :

C4 A1 D3 C2 B1
B4 D2 B2 D4 E1
B3 A3 E2 C1 A4
C3 E4 B3 A2 D1

Kalau ternyata faktor-faktor diatas sulit untuk dibuat


homogen maka perlu dilakukan pengelompokan sehingga
rancangan yang dipakai adalah rancangan acak kelompok
(RAK). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bentuk berikut :

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 54


Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4
A B E E
B C A B
D D D C
E A C A
C E B D

Jika terjadi kesalahan dalam memilih rancangan


percobaan juga akan mempengaruhi hasil analisis ragamnya.
Sebagai contoh jika dipaksakan menggunakan rancangan acak
lengkap sementara seharusnya menggunakan rancangan acak
kelompok maka akan memperbesar galat percobaan sehingga
kuadrat tengah nilainya menjadi lebih tinggi dari yang
seharusnya. Akibat dari semua ini percobaan cenderung non
significant (tidak berbeda).

7.1.2.Rancangan perlakuan
Sesuai dengan namanya pada rancangan ini yang diatur
adalah perlakuannya. Rancangan perlakuan dibagi menjadi 2

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 55


jenis yaitu rancangan sederhana, karena rancangan ini hanya
terdiri dari satu faktor dan rancangan faktorial karena perlakuan
dalam penelitian ini terdiri lebih dari 2 faktor.
Alasan utama digunakannya rancangan faktorial ini adalah :
1. Untuk menghemat biaya, tenaga dan waktu karena
beberapa faktor dapat dicoba pengaruhnya sekaligus.
2. Untuk melihat adanya interaksi antara faktor-faktor yang
dicoba dan informasi inilah yang justru paling penting
dalam percobaan faktorial.

7.2. Unsur-unsur perancangan percobaan


Ada 3 unsur didalam perancangan percobaan yaitu
adanya replikasi ( ulangan, Randomisasi ( pengacakan ) dan
Galat percobaan (kesalahan).
1. Replikasi
Apabila suatu perlakuan terjadi lebih dari satu kali dalam
percobaan maka berarti terdapat ulangan pada percobaan
tersebut. Fungsi ulangan adalah untuk meningkatkan presisi
pendugaan dan memungkinkan adanya kesalahan percobaan.
Jadi tanpa adanya ulangan tidak mungkin kita mampu mengukur
besarnya kesalahan percobaan yang nantinya memegang
peranan penting dalam pengujian hipotesis maupun penentuan
selang kepercayaan, koefisien keragaman dan lain sebagainya.
Berapa ulangan yang tepat dalam suatu penelitian agar

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 56


diperoleh presisi yang tinggi. Beberapa faktor yang harus
diperhatikan adalah :
1. Keseragaman( homogenitas) media dan materi percobaan
2. Sifat yang berhubungan dengan perlakuan itu sendiri
3. Tenaga,biaya dan waktu
4. Tingkat presisi yang digunakan dan sifat dari percobaan itu
sendiri.

2. Pengacakan
Telah disebutkan bahwa suatu penelitian dinamakan
penelitian ilmiah jika logika dan obyektifitas berlaku didalamnya.
Sebagian manusia yang dilengkapi den gan perasaan maka sulit
untuk melepaskan dari faktor subyektifitas. Oleh karena itu
diperlukan suatu cara atau prosedur agar didalam menentukan
suatu subyektifitas tidak lagi berperan. Dalam ilmu statistik telah
dikembangkan suatu cara untuk menghindari subyektifitas yaitu
dengan cara pengacakan atau randomisasi. Pengacakan bisa
dilakukan dengan menggunakan lotre ataupun dengan
menggunakan gugus bilangan acak. Oleh karena itu penempatan
perlakuan kedalam satua-satuan percobaan dilakukan secara
acak, maka akan terjadi keragaman, baik keragaman dalam
perlakuan maupun antar perlakuan dapat diangga bersifat alami.
Dengan demikian sifat memihak pada suatu perlakuan tertentu
bisa terhindari.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 57


3. Kesalahan percobaan (galat percobaan)
Kegagalan dari satuan-satuan percobaan untuk
memberikan hasil yang sama pada suatu perlakuan disebut
sebagai galat percobaan. Jelasnya adalah bahwa keaneragaman
( variabilitas) yang disebabkan oleh ketidak mampuan materi
percobaan yang diperlakukan sama untuk berprilaku sama
disebut sebagai kesalahan (galat) percobaan. Galat percobaan
ini berguna sekali untuk menguji ada atau tidaknya pengaruh
perlakuan atau untuk menguji apakah semua perlakuan berasal
dari populasi yang sama paling sedikit satu yang bukan anggota
populasi yang dispesifikan. Galat percobaan juga berfungsi untuk
menunjukkan efisiensi dari satu jenis rancangan percobaan
terhadap rancangan percobaan yang lain.

7.3. Analisis ragam


Disebut analisis ragam karena memang ragam dari
masing-masing sumber keragaman yang digunakan dalam
pengujian, dalam hal ini adalah uji H1 yang merupakan uji tak
bias dan ragam populasi jika hipootesis nol yang dikemukakan
benar. Atau juga didalam mempelajari komponen-komponen
ragam untuk suatu sumber keragaman, katakanlah perlakuan
agar dapat diketahui sampai sejauh mana keanekaragaman
(variabilitas) dari perlakuan tersebut. Dari analisa ragam ini

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 58


nantinya akan dapat diputuskan diterima atau tidaknya hipotesis
nol yang diformulasikan.

7.3.1. Pengujian pengaruh perlakuan


1. Uji F
Pengaruh perlakuan melalui analisis ragm, diuji dengan
menggunakan uji F. Keputusan pengujian ini adalah dengan
membandingkan dengan titik kritis sebaran F pada taraf nyata
5% atau 1% dan derajad bebas perlakuan atau derajad bebas
galat, db (perlakuan, galat). F hitung dapat dirumuskan sebagai
berikut :

F hitung ini merupakan F dengan derajad bebas (t-1). t(n-


1), t merupakan jumlah pelakuan dan n adalah jumlah ulangan,
Jika ternyata F hitung lebih besar daripada F tabel pada (t-1), t(n-
1) maka H0 yang menyatakan tidak ada pengaruh perlakuan
menjadi ditolak.
2. Perbandingan berganda

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 59


Hasil yang diperoleh melalui uji F apabila H0 ditolak maka
belum dapat memberikan keterangan tentang perlakuan yang
mana yang berbeda, kecuali jika perlakuannya hanya 2.
Untuk menentukan perlakuan yang mana yang berbeda
apabila t > 2 maka perlu membandingkan perlakuan tersebut satu
per satu. Ada beberapa macam cara untuk mengetahui
perlakuan-perlakuan yang memberikan pengaruh perbedaan
yaitu dengan uji t, dengan uji beda nyata terkecil (BNT), Uji
tukeys atau uji beda nyata jujur (BNJ) dan uji jarak berganda
Duncan (UJBD) dengan JNT ( jarak nyata terkecil). Agar lebih
jelas mengenai aplikasi dari masing-masing uji bisa dipelajari
pada mata kuliah Rancangan Percobaan.
3. Regresi dan Korelasi
Untuk menguji hipotesa tentang hubungan digunakan
regresi dan korelasi.
Regresi
Dalam analisa regresi dicari bentuk hubungan antra dua
variabel atau lebih dalam suatu bentuk fungsi (persamaan). Pada
dasarnya ada dua bentuk hubungan yaitu
1. Hubungan proporsional (regresi linier)
2. Hubungan non proporsional (regresi non linier )
Regresi linier terbagi menjdai 2 yaitu regresi linier
sederhana (RLS) dan regresi linier berganda (RLG). Sedangkan
regresi non linier bisa beruba regresi kuadratik dan kubik.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 60


BAB VIII : PENGAMATAN DAN PENGUMPULAN
DATA

8.1. Data pengamatan


Kualitas data yang diperoleh dari hasil penelitian sangat
ditentukan oleh beberapa hal yaitu :
1. Alat pengukurnya. Kalau alat pengambil datanya dapat
diandalkan dan valid maka data penelitian yang dihasilkan
juga reliable dan valid.
2. Kualifikasi yang mengumpulkan data atau yang
menggunakan alat pengumpul data ( alat ukur ).
Beberapa alat ukur membutuhkan kualifikasi tertentu,
maka jika pemakai tidak berpengalaman juga akan
berpengaruh terhadap validitas data yang diperoleh.
3. Prosedur dan metode pengambilan data dan alat ukur
yang diperlukan. Hal ini harus dipenuhi secara urut dan
tertib.
4. Jika peneliti menggunakan jasa orang lain untuk
melakukan pengukuran maka peneliti harus yakin bahwa
pengambilan data tersebut telah dilaksanakan menurut
prosedur yang sebenarnya.
Secara umum metode pengumpulan data dapat dibagi
dalam 3 cara yaitu :

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 61


8.2. Metode pengamatan langsung.
Metode ini dilakukan dengan cara pengambilan data
dengan menggunakan mata tanpa pertolongan alat standart lain
untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai
teknik mengumpulkan data jika pengamatan tersebut mempunyai
ciri-ciri :
a. Pengamatan digunkan untuk penelitian dan telah
direncanakan secara sistematik.
b. Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian
yang telah ditetapkan.
c. Pengamatan tersebut dicatat secara sistematik dan
dihubungkan dengan proporsi umum dan bukan
dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian
saja.
d. Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan
reliabilitasnya.
Keuntungan dari pengamatan langsung sebagai cara
pengumpulan data adalah :
1) Dengan cara pengamatan langsung terdapat
kemungkinan untuk mencatat hal-hal perilaku
pertumbuhan dan sebagainya sewaktu kejadian atau
perlaku tersebut masih berlaku atau terjadi.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 62


2) Pengamatan langsung dapat memperoleh data
dari subyek baik yang tidak dapat atau tak mau
komunikasi secara verbal.
8.3. Metode dengan menggunakan pertanyaan atau
wawancara.

Metode ini biasa digunakan untuk ilmu-ilmu sosial yang


dilakukan dengan mengadakan interview atau wawancara.
Dalam hal ini informasi atau keterangan diperoleh langsung dari
responden atau informan dengan cara tatap muka dan bercakap-
cakap.
Beberapa hal yang dapat membedakan wawancara
dengan bercakapan sehari-hari antara lain :
1) Pewawancara dan responden biasanya belum saling
kenal sebelumnya.
2) Responden selalu menjawab pertanyaan dan
pewawancara selalu bertanya.
3) Pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan pada suatu
jawaban, tetapi selalu bersifat netral.
4) Pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang
telah dibuat sebelumnya. Panduan pertanyaan ini disebut
sebagai interview guide.
Wawancara dilakukan setelah persiapan untuk
dimantapkan . Dalam persiapan wawancara, sampel responden,

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 63


kreteria responden, pewawancara, serta buku panduan interview
perlu dipersiapkan terlebih dahulu.
Buku panduan wawancara sudah harus disusun dan
pewawancara harus mengerti akan isi serta makna dari buku
panduan ini. Kuisioner harus mempunyai inti atau pusat masalah
yang akan dipecahkan. Tiap pertanyaan harus merupakan
bagian dari hipotesa yang akan diuji. Dalam memperoleh
keterangan yang berkaitan disekitar masalah yang ingin
dipecahkan itu, maka secara umum isi kuisioner dapat berupa :
(1). Pertnyaan tentang fakta
(2). Pertanyaan tentang pendapat
(3). Pertanyaan tentang presepsi diri.
Berdasarkan ada atau tidaknya kaitan dengan hipotesa
pengamatan dibagi menjadi dua golongan yaitu :
1. Pengamatan aktif
Pengamatan yang direncanakan sebelum percobaan dilakukan
dan diiharapkan hasil pengamatannya berdasarkan hipotesa
yang telah dibuat.
2. Pengamatan pasif
Pengamatan yang tidak diduga dan tidak direncanakan
sebalumnya.
Data-data pengamatan hasil penelitian digolongkan dalam
dua macam yaitu :
1. Data Primer.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 64


Yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti atau
pembatu-pembantunya dari sumber pertama.
2. Data sekunder
Yaitu data yang biasanya diperoleh dari dokumen-
dokumen , sehingaa peneliti tidak menjamin mutunya dan
dalam banyak hal peneliti harus menerima apa adanya.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 65


BAB IX : ANALISA DATA DAN INTERPRETASI
HASIL ANALISA
Data yang telah diperoleh selanjutnya dilakukan kompilasi
dalam bentuk tabel untuk dilakukan analisa. Pekerjaan
menganalisa data merupakan langkah yang sangat kritis dalam
suatu penelitian.
Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat dianalisa
secara non statistik maupun dengan statistik. Hal tersebut
tergantung dari data yang diperoleh. Analisa statistik biasanya
digunakan untuk data-data kuantitatif dan data kualitatif yang
dikuantitatifkan. Sedangkan analisa non statistik biasanya
digunakan untuk data-data deskriptif. Untuk analisa statistik
model analisa harus sesuai dengan rancangan percobaan yang
dipakai serta ditentukan oleh hipotesa yang kan diuji atau tujuan
penelitian.
Interpretasi hasil analisis data dimaksudkan untuk
memberi jawabab atas pertanyaan mengapa terjadi hal demikian.
Hasil itu biasanya dibandingkan dengan hipotesa yang telah
dirumuskan selanjutnya dibahas dan pada akhirnya disimpulkan.
9.1. Peranan pembahasan
Peranan pembahasan menjadi tidak menonjol jika
landasan ilmiah tentang hipotesa tersebut baik dari teori yang
ada maupun dari hasil penelitian sebelumnya telah diuraikan

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 65


dalam tinjauan pustaka. Tetapi bila hipotesa penelitian tidak
tahan uji artinya tidak sesuai dengan hasil yang didapat maka
terjadi penolakan hipotesa. Dalam kondisi tersebut peranan
pembahasan menjadi sangat penting. Dalam kondisi seperti
inilah peneliti wajib mengeksplorasi segala sumber yang mengkin
menjadi sebab tidak diterimanya hipotesa.
9.2. Penyebab hipotesa ditolak
Beberapa penyebab ditolaknya suatu hipotesis dalam
penelitian adalah sebagai berikut :
a. Landasan teori.
Kemungkin ditolaknya hipotesis karena landasan teori
yang dikemukaan dalam tinjauan pustaka sudah kadaluwarsa.
Sehingga terbantahkan oleh teori yang baru.
b. Kondisi untuk membuktikan hipotesa.
Tidak terbuktinya hipotesa bukan terjadi karena
hipotesanya yang salah, akan tetapi kondisi yang digunakan
untuk membuktikan kebenaran hipotesa yang tidak layak.
c. Sampel
Tidak terbuktinya hipotesa bisa terjadi karena sampel
yang digunakan dalam penelitian tidak representatif, artinya
sampel terlalu kecil atau terjadi subyektifitas dalam menentukan
sampel.
d. Alat pengambil data.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 66


Alat pengambil data yang tidak valid dan reliabel dapat
menimbulkan yang yang benar menjadi salah dan sebaliknya.
Kondisi tersebut membawa konsekuensi tidak terbuktinya
hipotesa.
e. Rancangan percobaan/penelitian
Rancangan penelitian yang kurang tepat dapat
menyebabkan tidak terbuktinya hipotesa.
f. Perhitungan-perhitungan yang salah
g. Besarnya variabel eksternal yang relatif besar pengaruhnya
sehingga menghasilkan kesimpulan yang salah.
Oleh karena itu sebaiknya peneliti harus memperkecil
kemungkinan terjadinya hipotesa yang tidak terbukti
kebenarannya dengan persiapan yang cermat danmenyeluruh
sejak langkah-langkah awal penelitian. Namun demikian tidak
dibenarkan peneliti melakukan manipulasi data untuk
mempertahankan hipotesa yang salah.
Walaupun penelitian hanya menguji satu hipotesa dan
kemudian ternyata tidak terbukti kebenarannya itupun tidak
berarti bahwa penelitian itu gagal sama sekali. Yang penting
adalah peneliti dapat memberikan keterangan dan alasan yang
jelas dan kuat mengenai tidak terbuktinya hipotesa tersebut.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 67


BAB X. PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH

PENDAHULUAN
Untuk dapat menempuh ujian sarjana seorang mahasiswa
harus membuat karya ilmiah ( karil ) yang didasarkan atas hasil
kerja pelaksanaan tugas akhir. Hal tersebut bisa berupa
penelitian atau survey. Hasilnya dilengkapi dengan studi
kepustakaan.
Untuk mencapai tujuan program pendidikan sarjana
Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Malang, maka setiap
mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan ujian akhir untuk
mendapatkan gelar kesarjanaanya. Hal ini didasarkan pada hasil
penilitan yang telah dilakukan. Bentuk karya tulis ilmiah yang
didasarkan pada hasil penelitian tersebut disebut skripsi.
Sebelum melakukan suatu penelitian mahasiswa wajib
membuat usulan penelitian atau sering disebut karya ilmiah I.
Setelah usulan penelitian disetujui oleh dosen pembimbing harus
segera diseminarkan. Saran-saran yang dilontarkan dalam
seminar perlu dipertimbangkan demi keberhasilan penelitian
yang akan dilakukan. Data- data yang telah diperoleh selama
penelitian disusun dan dibahas secara ilmiah tentunya semua
kegiatan itu ditunjang oleh kemahiran penulis menulis secara
ilmiah. Selanjutnya hal itu disebut karya ilmiah II.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 68


Untuk membuat keseragaman laporan penelitian maka
diperlukan suatu pedoman tentang tata cara penulisan karya
ilmiah I ( usulan penelitian ) dan karya ilmiah II ( skripsi ).

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 69


USULAN PENELITIAN ( KARYA ILMIAH I )
Karya ilmiah I ( usulan penelitian ) terdiri dari 3 bagian :
I. Bagian awal
II. Bagian Utama
III. Bagian akhir
1. Bagian Awal
Pada bagian awal ini meliputi halaman judul dan lembar
persetujuan dosen pembimbing.
Halaman Judul
Pada bagian ini berisi tentang judul, maksud usulan
penelitian, lambang universitas, nama dan nomor induk
mahasiswa, lembaga yang dituju dan tahun pengajuan.
Judul
Hasil perumusan judul yang telah dibuat merupakan bekal
utama untuk membuat usulan penelitian. Diharapkan dengan
membaca judul sudah dapat mengetahui tentang apa yang
menjadi tujuan penelitian, bahkan mungkin metode yang
digunakan, tempat dan waktu penelitian.
Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam
menulis judul :
a. Judul dibuat dalam kalimat yang singkat dan jelas
b. Dibuat dalam kalimat pernyataan

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 70


c. Kalimat yang digunakan hendaknya sederhana, kata- kata
tidak bersifat puitis tidak muluk- muluk dan tidak
membuka penafsiran yang beraneka ragam.
Maksud Usulan Penelitian
Untuk menyusun skripsi dalam jurusan tertentu, Fakultas
Pertanian Universitas Widya Gama Malang.
Lambang Universitas
Bentuk dan ukuran dapat dilihat pada Lampiran 1.
Nama Mahasiswa
Ditulis dengan lengkap, tidak boleh disingkat dan tidak
dibenarkan mencantumkan gelar. Dibawah nama dicantumkan
nomor induk mahasiswa yang bersangkutan.
Lembaga yang dituju
Lembaga yang dituju ialah jurusan Teknologi Hasil
Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Widya Gama Malang.
Tahun Pengajuan
Ditunjukan dengan menuliskan tahun pengajuan dibawah
tempat pengajuan ( Malang ). Lembaran judul dapat dilihat pada
Lampiran 1.
Lembar Persetujuan
Pada lembar ini berisi persetujuan dari dosen pembimbing
utama dan pembimbing pendamping lengkap dengan tanggal
persetujuannya, nama dosen pembimbing lengkap dengan gelar

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 71


akdemiknya dan diberi garis bawah. Contoh lembar persetujuan
dapat dilihat pada lampiran 3.
2. Bagian Utama
Bagian utama usulan penelitian terdiri atas :
a. Pendahuluan
b. Tinjauan pustaka
c. Hipotesis
d. Metode Penelitian
Pendahuluan
Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah dan
permasalahan, tujuan penelitian dan manfaat yang diharapkan.
Latar belakang dan Masalah
Pada bagian ini berisi alasan mengapa masalah yang
disinyalir dalam usulan penelitian dipandang perlu untuk diteliti.
Setelah dilakukan indentifikasi terhadap masalah, belum tentu
merupakan jaminan bahwa masalah tersebut layak dan sesuai
untuk diteliti. Pertimbangan yang perlu dilakukan dapat dilihat
dari 2 sisi yaitu (1) dari arah masalah artinya sejauh mana
penelitian yang akan dilakukan memberi dasar teoritis
penelitiannya dan pemecahan masalah- masalah praktis. ( 2 )
dari sisi peneliti, artinya masalah tersebut manajebel atau tidak
bagi calaon peneliti. Hal ini terutama dapat dilihat dari 5 segi yaitu
: biaya yang tersedia, waktu dan tempat yang digunakan, alat

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 72


perlengkapan yang tersedia, penguasaan metode yang
diperlukan oleh peneliti.
Sumber- sumber permasalahan sering didapat dari
pengamatan seseorang langsung dilapangan, pernyataan
pemerintah, media masa atau dari pustaka ilmiah yang memuat
hasil- hasil penelitian yang telah dilakukan perlu dilakukan
penelitian lanjutan.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian perlu disebutkan secara spesifik tentang
hal yang ingin dicapai dalam penelitian yang akan dilakukan.
Hasil perumusan masalah dalam usulan penelitian dapat ditulis
dalam tujuan penelitian. Sebagai contoh:
- apakah lama pamanasan pendahuluan berpengaruh
terhadap sifat fisik dan kimia tepung (apa) yang dihasilkan
?
- Bagaimana pengaruh penggunaan bahan pengawet sulfit
tehadap perubahan kualitas dan kuantitas tepung jagung
selama penyimpanan ?
Manfaat Penelitian
Berkaitan erat dengan tujuan penelitian yang berisi
tentang uraian kemungkinan penerapan hasil penelitian.
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka berisi tentang uraian teori- teori atau
konsep- konsep umum dan dilakukan perincian atau analisa

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 73


melalui penalaran deduktif. Sedangkan tinjauan pustaka yang
berasal dilakukan pemaduan atau sintesa dan generalisa melalui
penalaran induktif. Proses deduksi dan induksi itu dilakukan
secara interaktif. Hal ini dilakukan untuk memberikan dasar ilmiah
terhadap permasalahan yang akan dicoba dalam penelitian,
sehingga terhindar dari penelitian yag bersifat coba- coba.
Memilih pustaka ada 2 kriteria yaitu prinsip relevansi dan
resensi (kemutakhiran). Relevansi artinya pustaka yang dipiliah
berkaitan erat dengan permasalahan yang akan diteliti,
diharapkan tidak terlalu umum sehingga tidak relevan terhadap
permasalahan. Prinsip resensi artinya apabila terdapat pustaka
yang relevan cukup banyak maka harus memperhatikan
resensinya. Hal ini bertujuan untuk membuat tulisan yang lebih
ringkas dan terhindar dari pustaka yang telah kedaluwarsa.
Sumber- sumber ilmiah yang digunakan harus ditulis dengan
mencantumkan penulis dan tahun penerbitan. Jika penulis 3
orang maka untuk pertama disebutkan semuanya dan untuk
selanjutnya cukup ditulis orang pertama ditambah et.al atau dkk.
Jika penulis lebih dari 3 orang cukup ditulis orang pertama
ditambah et.al atau dkk, kemudian tahun penerbitan ( contoh
dapat dilihat pada lampiran 3 ).
Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang dianggap
paling benar berdasrkan landasan teori atau tinjauan pustaka

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 74


yang didapat terhadap permnasalahan yang telah dirumuskan,
dimana kebenarannya perlu diuji. Dalam perumusan hipotesis
apakah hipotesis tentang perbedaan atau hipotesis tentang
hubungan tergantung pada permasalahan atau judul dalam
penelitian. Kadang- kadang keduanya dicantumkan hal ini
bertujuan untuk melengkapi saja tetapi jangan sampai keliru.
Beberapa ketentuan yang dapat dipakai untuk
merumuskan hipotsis adalah sebagai berikut :
a. dibuat dengan kalimat pernyataan
b. singkat dan jelas
c. menyatakan perbedaan/ hubungan, artinya supaya
pembaca mengetahui apa yang akan diuji dalam analisis
statistik nanti
d. hendaknya dapat diuji
Metode Penelitian
Metode penelitian memuat tentang : tempat dan waktu
penelitian, alat dan bahan, metode penelitian, cara penelitian,
variabel yang diamati sekaligus cara pengamatannya.
Tempat dan waktu penelitian
Tujuan dijelaskannya tentang tempat dan waktu penelitian
untuk memberikan diskripsi tentang kondisi lingkungan pada
waktu penelitian dilakukan.
Alat dan bahan

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 75


Peralatan yang dipakai dalam penelitian perlu disebutkan
dengan jelas, karena perbedaan alat- alat yang digunakan sangat
berpengaruh pada data yang diperoleh selama penelitian. Dalam
menyebutkan alat- alat yang perlu dilakukan spesifikasi tentang
kegunaan alat apakah untuk percobaan, untuk dianalisis kimia
atau hanya sebagai alat bantu.
Bahan penelitian perlu dijelaskan secara lengkap tentang
dari mana bahan diperoleh, jenis bahan maupun spesifikasi
bahan.

Metode penelitian
Pada dasarnya metode penelitian dikatagorikan dalam 2
bagian yaitu metode penelitian yang bersifat eksperimental dan
non eksperimental. Masing- masing bentuk penelitian tersebut
sangat menentukan rancangan percobaan dan analisis statistik
yang akan digunakan.
Cara penelitian
Pertimbangan yang diperlukan dalam pelaksanaan
penelitian ini adalah tingkat ketelitian yang diperlukan dan tujuan
atau kegunaan dari hasil penelitian tersebut. Jika ilmu
pengetahuan lebih baik dilakukan di laboratorium, namun kalau
untuk keperluan lapang lebih baik dilakukan di lapang. Pada cara

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 76


penelitian ini harus diuraikan secara lengkap cara
melaksanakannya, pengambilan dan pengumpulan data.
Pengamatan terhadap variabel
Pengamatan terhadap variabel yang telah dirumuskan
perlu diuraikan dengan jelas tentang tata cara pengambilan data.
Rencana kerja penelitian
Dalam rencana kerja memuat uraian secara rinci terhadap
jadwal penelitian sehingga diharapkan penyelesain tugas akhir (
karya ilimiah I dan II) tepat pada waktu yang telah ditetapkan.
Biasanya disusun tentang tahap- tahap penelitian dan kegiatan
tiap tahap.

3. Bagian Akhir
Daftar pustaka dan lampiran yang diperlukan diletakkan
pada bagian akhir dari penelitian.
Daftar Pustaka
Berbagai sumber bacaan atau informasi yang telah ditulis
dalam tinjauan pustaka harus dicantumkan dalam daftar pustaka.
Tata cara penulisan daftar pustaka ditetapkan sebagai berikut :
a. Daftar pustaka ditulis kebawah dan disusun menurut
abjad.
b. Cara penulisan dapat dilihat pada contoh dibawah ini
Buku :

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 77


Nama pengarang. Tahun. Judul buku. Edisi ke....(jilid). Nama
penerbit. Nama kota. Jumlah halaman.

Finnema.O.R., 1996. Principles of Food Science. Third edition.


Marcel Dekker Inc. New York. Bassel. 365.

Winarno. F.G., 2010. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia. Jakarta.


120.

Majalah :
Nama pengarang. Tahun. Judul artikel. Nama majalah.
Volume(nomor) : Jumlah halaman.

Chen.L.H.,Thacker.R. and Pan.S., 1977. Effect of Gemination


Hemagglutin Activity of Pea and Bea Seed. J.Fd.Sci. 14(6):
1656.

Prosiding/ Lanjuran :
Nama pengarang. Tahun. Judul artikel. Halaman ke s/d .... dalam
( nama editor ). Judul prosiding. Penerbit.

Noor.Z., 2002. Prilaku Antitripsin Biji kecipir pada Lingkungan


Perendaman. Hal 25-35 dalam Tranggono ( Edt.). Kajian
Kimiawi Pangan. Fakultas Teknologi Hasil Pertainan.
Universitas Gajah Mada Jogjakarta.

Lampiran

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 78


Jika terdapat lampiran kuisioner atau keterangan-
keterangan yang dipandang perlu sehubungan dengan
pelaksanaan penelitian hendakknya diletakkan dalam lampiran.

SKRIPSI
1. Bagian Awal Skripsi
Bagian awal skripsi memuat sampul depan, halaman
pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar
gambar, daftar lampiran dan ringkasan.
1.1 Sampul depan

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 79


Sampul depan berisi judul skripsi, maksud skripsi,
lambang Universitas Widya Gama, nama dan nomor induk
mahasiswa, lembaga yang dituju dan tahun. Contoh pada sampul
depan skripsi pada lampiran 1.
1.2 Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan berisi judul skripsi, kapan
dipertahankan didepan dewan penguji, tanda tangan dosen
pembimbing dan penguji. Contoh halaman pengesahan seperti
pada lampiran 2.
1.3 Kata Pengantar
Dalam membuat kata pengantar hendaknya berisi judul
dan maksud penulisan skripsi, ucapan terima kasih yang spesifik,
artinya sejauhmana bantuan, petunjuk maupun saran- saran
yang diberikan terutama oleh dosen pembimbing.
1.4 Daftar isi
Dibuat selengkap mungkin mulai dari judul, sub judul,
anak sub judul sekaligus dengan nomor halaman. Contoh daftar
isi seperti pada lampiran 3.

1.5 Daftar tabel


Biasanya dalam skripsi dijumpai banyak sekali tabel-
tabel, oleh karena itu perlu dibuat daftar tabel. Cara pembuatan
daftar tabel seperti pada lampiran 4.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 80


1.6 Daftar gambar dan daftar lampiran
Cara pembuatan daftar gambar dan daftar lampiran
seperti daftar atbel, gambar, lampiran dan tabel yang jumlahnya
kurang atau sama dengan 2 tidak perlu dibuat daftar.
1.7 Ringkasan
Ringkasan ditulis dalam 1 spasi yang berisi tentang uraian
singkat mulai dari judul penelitian, tujuan, metode yang
digunakan dan hasil penelitian dan kesimpulan yang dicapai
secara ringkas. Jika pindah pokok pikiran misalnya dari tujuan ke
metode penelitian selanjutnya ke hasil penelitian maka harus
diberi jarak 2 spasi dan ditulis dalam alinea baru. Contoh
ringkasan dapan dilihat pada lampiran 6.
2. Bagian Utama Skripsi
Bagian utama skripsi terdiri dari pendahuluan, tinjauan
pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan
dan saran.
Pendahuluan, tinjauan pustaka dan metode penelitian
telah dijelaskan dalam bab usulan penelitian ( karya ilmiah 1 ),
namun jika ternyata terdapat kesulitan yang muncul selama
penelitian berlangsung maka perlu diinformasikan pada sub bab
metode penelitian tentang kesulitan tersebut. Hal ini bertujuan
untuk menghindari peneliti berikutnya yang ingin mengadakan
penelitian lanjutan yang sejenis agar terhindar dari kesulitan
tersebut.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 81


2.1 Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil dan pembahasan hendakya dibuat secara tidak
terpisah. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pembaca agar
mengetahui penjelasan-penjelasan dari hasil penelitian yang
telah disajikan.
Hasil penelitian lebih baik disajikan dalam bentuk tabel,
grafik, maupun bentuk lain yang mudah dipahami oleh pembaca.
Agar mempermudah pembahasan setelah dilakukan analisis
statistik maka perlu bertanya mengapa hal ini bisa terjadi hal
semacam itu. Kemudian memberi penjelasan teoritis dapat
membandingkan penelitian tersebut dengan penelitian terdahulu,
tetapi bukan berarti harus sesuai dengan hasil penelitian
terdahulu.
2.2 Kesimpulan dan Saran
2.2.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan penelitian dan hasilnya telah dibahas
maka peneliti dapat menarik kesimpulan yang berupa pernyataan
singkat, tepat dan jelas dari hasil pembuktian hipotesis.
2.2.2 Saran
Dalam penulisan saran hendaknya dimulai dengan
masalah- masalah yang masih ada selama melakukan penelitian
baru disarankan. Hal ini bertujuan supaya orang yang ingin
melanjutkan penelitian sejenis akan lebih dapat

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 82


mengembangkan. Perlu diingat bahwa saran bukan merupakan
suatu keharusan.
3. Bagian Akhir Skripsi
Bagian akhir skripsi berisi tentang : daftar pustaka dan
lampiran
3.1 Daftar Pustaka
Penjelasan mengenai daftar pustaka sama seperti pada
karya ilmiah 1 ( usulan penelitian ).
3.2 Lampiran
Berisi data penelitian atau analisis ragam, keterangan-
keterangan informasi yang merupakan kelengkapan dari bagian
utama skripsi.

TATA CARA PENGETIKAN

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 83


1. Sampul
Sampul dibuat dari kertas buffalo atau sejenisnya dan
sedapat mungkin diperkuat dengan karton dan dilapisi plastik.
Warna sampul disesuaikan dengan sampul fakultas pertanian
yaitu hijau lumut
2. Pengetikan naskah
Naskah skripsi maupun usulan peneliti diketik pada kertas
HVS A4 80 mg dan tidak boleh bolak balik. Ukuran naskah 21 x
28 cm.

2.1 Cara mengetik


Naskah usulan penelitian maupun skripsi diketik dengan
mesin ketik atau komputer dengan huruf standart. Jarak dari
batas kiri kertas 4 cm, kanan dan bawah 3 dan atas 4 cm tidak
termasuk nomor halaman. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 84


2.2 Pergantian alinea
Apabila ingin memulai dengan alinea baru maka kata
pertama pada alinea baru harus masuk sebanyak lima ketukan.
Setelah akhir suatu kalimat diberi tanda titik dan setelah tanda
titik dimulai denga huruf besar pada huruf pertama kata pertama
dan diberi jarak 2 ketukan. Setelah tanda koma, titik dua, titik
koma diberi jarak satu ketukan dan kata pertama tidak dimulai
dengan huruf besar.
Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 85
2.3 Pengetikan bab, sub bab, anak sub bab, sub dari sub bab
2.3.1 Bab
Ditulis dengan huruf besar dibagian tengah dan simetris
dari naskah diberi angka romawi sesuai dengan urutan babnya.
2.3.2 Sub bab
Ditulis dibagian pinggir naskah, didahului dengan angka
sesuai dengan urutan sub babnya. Permulaan kata pada sub bab
ditulis dengan huruf besar tanpa diberi garis bawah dan tanpa
titik dibelakang sub bab.
2.3.3 Anak sub bab
Ditulis dibagian tepi naskah didahului dengan 2 kode
angka sesuai dengan urutan anak sub bab. Huruf pertama awal
kata anak sub bab ditulis dengan huruf besar selanjutnya dengan
huruf kecil tanpa diberi garis bawah dan tanpa titik
dibelakangnya.
2.3.4 Anak dari anak sub bab
Ditulis dibagian tepi naskah sama seperti penulisan anak
sub bab namun didahului dengan 3 kode angka sesuai dengan
urutan.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh dibawah ini :

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 86


I. TINJAUAN PUSTAKA ( BAB )

1. Komposisi Kimia Biji Kedelai ( SUB BAB )


Uraian isi..................................................
1.1 Lemak pada kedelai ( ANAK SUB BAB )
Uraian isi..................................................
1.1.1 Asam lemak jenuh ( ANAK DARI ANAK SUB BAB )
Uraian isi..................................................
2.4 Pengetikan tabel
Cara pengetikan tabel dapat dilihat seperti contoh berikut :
Tabel 1. Jumlah N-protein pada bebrapa biji- bijian dan
kacang- kacangan ( Wirodo, 2009 )

No. Nama Bahan Jumlah N-Protein ( g/100g bk)


1. Jagung 8
2. Padi 9
3. Sorgum 11
4. Kedelai 24
5. Kacang tunggak 18
Dst

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 87


Sebagai catatan dalam penulisan tabel diusahakan tidak
terpisah dari halamn satu ke halaman berikutnya dalam satu
tabel.

2.5 Gambar
Untuk menampilkan data dalam bentuk gambar
diperlukan urutan gambar, keterangan gambar agar tampilan
gambar lebih jelas untuk dimengerti.
Dalam penulisan karya ilmiah sebelum menampilkan data
dalam bentuk gambar maupun tabel, hendaknya didahului suatu
pernyataan mengenai data dalam tabel maupun gambar tersebut
baru menampilkan tabel ataupun gambarnya.
Kalimat yang memuat bilangan, lambang, ataupun rumus
kimia, jika hal tersebut terletak diawal kalimat harus dieja.
Sebagai contoh :
- Asam sulfat merupakan bahan kimia.........dst
- Seratus gram contoh serbuk kalsium.........dst
Jika bilangan atau rumus kimia terletak pada tengah
kalimat, penulisannya dapat singkat dengan menggunakan angka
atau rumus yang umum digunakan.
2.6 Pengetikan nomor halaman
Pada prinsipnya nomer halaman terbagi menjadi 2
kegunaan yaitu :

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 88


( 1 ) nomer halaman untuk bagian awal usulan penelitian atau
skripsi
( 2 ) nomer halaman untuk bagian utama dan akhir
Nomer halaman yang digunakan pada bagian awal usulan
penelitian dan skripsi seperti kata pengantar, ringkasan, daftar isi,
daftar tabel, daftar gambar, maupun daftar lampiran ditulis
dengan angka romawi i,ii,iii,iv,......dst.
Nomer halaman yang digunakan pada bagian utama dan
akhir adalah angka arab.
Nomer halaman pada bab baru dicantumkan dibagian
tengah dibawah naskah, sedangkan nomer halaman pada
naskah yang bukan bab baru diletakkan pada sudut kiri atas.
Jarak pengetikan halaman adalah 3 cm dari tepi kanan atas
kertas, dan 2 cm dari k atas ertas. Untuk bab baru berjarak 2 cm
dari bawah kertas.
Nomer pada tabel dan gambar menggunakn angka arab.
Nomer pada perhitungan atau persamaan reaksi kimia
menggunakan angka arab, sebagai contoh :
2 HCl + CaCO3 CaCl2 + H2CO3

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 89


BAHASA
Penulisan karya ilmiah diwajibkan menggunakan bahasa
indonesia yang baku artinya kaidah yang ada dalam bahasa
Indonesia wajib ditaati.
Kalimat dalam penulisan karya ilmiah paling sedikit
mengandung subjek dan predikat dan untuk melengkapi bisa
ditambanh dengan objek maupun keterangan. Penggunaan
tanda baca bisa dipakai jika diperlukan. Kata ganti orang pertama
( saya atau kami ) tidak dibenarkan untuk digunakan dalam
naskah kecuali kalimat kutipan.
1. Pemisahan Kata
Pada naskah karya ilmiah sering dijumpai pemisahan kata
pada batas kanan naskah. Dalam pemisahan kata ini harus
mematuhi aturan- aturan sebagai berikut :
a. nama orang, nama tempat, dan sejenisnya jangan
sampai dipisah
b. kata yang dipisah bukan kata dasar atau yang boleh
dipisah hanya awalan maupun akhiran.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 90


Contoh :
---------------------------------------------------------------------------------------
------membu- at ( salah )
---------------------------------------------------------------------------------------
---------mem-buat ( benar )
2. Pemisahan kalimat dalam satu alinea
Jika dalam 1 alinea terdapat kalimat yang terpotong
karena harus pindah halaman, maka kalimat terakhir pada alinea
tersebut harus disisakan paling sedikit 2 baris. Demikian pula
pada kalimat yang dipindahkan pada halaman berikutnya paling
sedikit 2 baris.
3. Penggunaan bahasa latin
Khusus untuk menulis nama spesies tanaman, hewan,
jamur dan sejenisnya dapat digunakan bahasa latin sesuai
dengan kaidah yang berlaku. Huruf yang digunakan adalah huruf
italic atau huruf biasa yang diberi garis bawah.
Contoh :
Oryza sativa atau Oryza sativa
Aspergillus niger atau Aspegillus niger
Catatan :
• Kata penghubung seperti sehingga, sedangkan tidak
boleh dipakai untuk memulai kalimat.
• Kata depan seperti : pada sering digunakan didepan
subjek hal ini akan merusak sususan kalimat.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 91


• Awalan ke dan dari harus dibedakan dengan kata dengan
ke dan di.

Lampiran 1. Contoh sampul usulan penelitian dan skripsi

PENGARUH PENGGUNAAN SODIUM BENZOAT SEBAGAI


BAHAN PENGAWET JELLY APEL TERHADAP PERUBAHAN
KULITAS SELAMA PENYIMPANAN

Usulan Penelitian Untuk Skripsi


Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Diajukan oleh :
Desy Ratnasaritem Darmawan
96.032.0096

LOGO UNIVERSITAS

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 92


Kepada
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS WIDYA GAMA
MALANG
2012
PENGARUH PENGGUNAAN SODIUM BENZOAT SEBAGAI
BAHAN PENGAWET JELLY APEL TERHADAP PERUBAHAN
KULITAS SELAMA PENYIMPANAN

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Pada Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Widyagama Malang

Diajukan oleh :
Ahmad Darmawan
96.032.0096

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 93


LOGO UNIVERSITAS

Kepada
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS WIDYAGAMA
MALANG
2007

Lampiran 2. Contoh persetujuan usulan penelitian dan lembar


pengesahan skripsi.

PENGARUH PENGGUNAAN SODIUM BENZOAT SEBAGAI


BAHAN PENGAWET JELLY APEL TERHADAP PERUBAHAN
KULITAS SELAMA PENYIMPANAN

Diajukan oleh :
Ahmad Darmawan
96.032.0096

Telah disetujui oleh


Pembimbing Utama Pembimbing pendamping

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 94


Prof.Dr.Ir.Tri Susanto,MappSc. Prof. Dr.Ir.Sukamto,MS
Tanggal................................ Tanggal................................

Mengetahui

Dekan Ketua jurusan


Teknologi Hasil Pertanian

Dr.Ir.Sukamto,MS Ir.Suprihana, MP.

Lembar pengesahan skripsi.


SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN SODIUM BENZOAT SEBAGAI
BAHAN PENGAWET JELLY APEL TERHADAP PERUBAHAN
KULITAS SELAMA PENYIMPANAN

Diajukan oleh :
Ahmad Darmawan
96.032.0096

Telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji


Tanggal :....................................
Dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Dewan Penguji
Nama penguji Tanda Tangan

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 95


1.....................(Pembimbing utama ) (........................)
2.....................(Pembimbing pendamping) (........................)
3......................( Penguji lain ) (........................)

Malang,...........................
Mengetahui / Mengesahkan
Dekan Ketua jurusan
Teknologi Hasil Pertanian

Dr.Ir.Sukamto,MS Ir. Suprihana, MP

Lampiran 3. Cara penulisan tinjauan pustaka


• Nama dan tahun ditulis pada akhir kalimat
........................................ menghasilkan total padatan terlarut
15 % ( Thacker, 2000 ).
• Nama dan tahun ditulis pada awal kalimat
Chen,Thacker dan Pan (2007 ) melaporkan...................dst
Jika penulis lebih dari 3
Wang, et al. ( 2005 ) menyatakan.....................................dst
• Jika 2 atau lebih makalah ditulis oleh penulis dalam tahun
yang sama
Piere ( 1987 a ) dan Piere ( 1987 b ) menyebutkan...........dst
• Jika mengutip pustaka dari pustaka lain
Luh, 1980 ( dalam Mayer, 1986 ) mengemukakan ..........dst

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 96


.......telah terfermentasi ( Chen, 1987 dalam Mayer, 1988 )

Lampiran 4. Contoh daftar isi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………. i


DAFTAR ISI ………………………………………………… ii
DAFTAR GAMBAR ………………………………………… iv
PROFIL PERUSAHAAN ………………………………….. vi

BAB I PENDAHULUAN …………………………………….. 1


1.1 Latar Belakang Masalah ………………………... 2
1.2 Identifikasi dan Pembatasan Masalah ………… 2

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 97


1.3 Rumusan Masalah ………………………………. 2
1.4 Tujuan Penulisan Laporan ……………………… 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA…………………………….…. 3


2.1 Sistem Pneumatik…………………………............ 3
2.1.1 Karateristik Pneumatik…………………..….. 3
2.1.2 Komponen- Komponen Pneumatik.........…..7
2.1.2.1 Valve 5/2…………………….................7
2.1.2.2 Aktuator………………………...…...…..8

Dst.

Lampiran 5. Contoh daftar tabel, gambar dan lampiran

DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Valve 5/2 .........................................................................7
2. Aktuator Single Acting........................................................8
3. Aktuator Double Acting.......................................................8
Dst.

DAFTAR TABEL

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 98


Tabel Halaman
1. Komposisi kimia buah apel.................................................12
2. Standart mutu jelly apel........................................................28
Dst.

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Contoh daftar tabel, gambar dan lampiran............................6
Dst.

Lampiran 6. Contoh ringkasan

RINGKASAN
Ahmad Darmawan. Pengaruh Peggunaan Sodium
Benzoat Sebagai Bahan Pengawet Jelly Apel Terhadap
Perubahan Kualitas Selama Penyimpanan. Dibimbing oleh
Prof.Dr.Ir.Tri Susanto dan Dr.Ir.Sukamto,MS.

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengruh penggunaan


sodium benzoat sebagai bahan pengawet terhadap kualitas jelly
apel selama penyimpanan.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 99


Metode yang digunakan adalah percobaan yang didesain
dengan menggunakan rancangan acak kelompok. Penelitian
dilakukan di...........................................................................dst.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa.......................dst.

Kesimpulan penelitian adalah...................................dst.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 100


DAFTAR PUSTAKA
Andi. 2008. ” Metode Ilmiah “.http://amiere.multiply.com/

Anonimous. 2007. Merumuskan Masalah Penelitian. WordPress


Theme & Icons by N.Design Studio.

Anonimous. 2007 Teknik Identifikasi Masalah dalam Penelitian.


Multiply,Inc. http://www.ubb.ac.id/

Arifin, E. Zaenal. 1987. Dasar-Dasar Penulisan Karangan Ilmiah.


Cetakan 8. Jakarta: PT Gramedia.

Cooper, Donald R. Dan C. William Emory. 1996. Metode


Penelitian Bisnis (Alih Bahasa: Ellen G. Sitompul)
Erlangga, Jakarta.

Nashrudin, A. 2008. ” Apakah yang Dimaksud dengan Metode


Ilmiah ” : http://dossuwanda.wordpress.com

Nasution, S. 2006. Metode Risearch. Cetakan 8. Jakarta : Bumi


Aksara.

Nugroho, W.H., 1990. Pengantar Analisis Statistika. Ganeca


exact. Bandung.

Rusdi, I. 2008. “Pengertian Penelitian: Pengertian, Tujuan,


Implikasi dan Langkah-Langkah Penelitian ” :
http://ibnurusdi. wordpress.com

Salam, B., 1997. Logika materiil, Filsafat ilmu pengetahuan.


Reneka .Cipta. Jakarta

Sugito, Y., 1990. Metode Penelitian Agronomi. Fakultas


Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 99


Sugiyono, 2005, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Jakarta

Sukamto, 2001.Metode ilmiah dan pedoman penulisan karya


Ilmiah (diktat kuliah). Program Studi Tek. Hasil Pertanian.
Fakultas Pertanian. Universitas Widyagama. Malang.

Sumarno, 2003. Materi Penataran Alih Tahun Metode Penelitian


Pertanian. Program Pasca Sarjana. Universitas Brawijaya.
Malang.

Sutrisno dan SRDm Rita Hanafie. 2007. Filsafat Ilmu dan


Metodologi Penelitian. Andi. Yogyakarta

Widayat dan Amirullah. 2002. Riset Bisnis, Graha Ilmu,


Yogyakarta

Wiratha, I. M., 2005. Pedoman Penulisan : Usulan Penelitian,


Skripsi dan Tesis. Cetakan Pertama. Yogyakarta: CV. Andi
Offset.

Metode Penulisan Karya Ilmiah Page 100