Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat
mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan
persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. Ada dua jenis
mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop
dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo).
Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi
mikroskop cahaya dan mikroskop elektron (anonim, 2007).
Ilmu bologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang
berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan. Yang dibahas dalam ilmu
biologi tidak lain adalah yang masih berkaitan dengan makhluk hidup, seperti zat
yang membentuk makhluk hidup, zat yang dibutuhkan makhluk hidup, serta
berbagai hal mengenai hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Sama halnya dengan tumbuhan yang terdiri atas sel. tumbuhan tingkat
rendah seperti bakteri dan ganggang biru, terdiri atas satu sel saja, sedangkan
tumbuhan tingkat tinggi seperti paku-pakuan dan tumbuhan berbiji terdiri atas
bertrilyun-trilyun sel.
Struktur tubuh tumbuhan tersusun dari batang, akar dan daun. Jika
daun di sayat dan diamati dengan mikroskop cahaya akan tampak beberapa
macam jaringan penyusunnya. Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai
bentuk dan fungsi yang sama. Dengan menggunakan mikroskop elektron, di
dalam sel dapat di amati lebih jelas organel-organel pengisinya. Setiap organel
mampu melakukan kegiatan tertentu.
Misalnya kloropas, merupakan organel yang berfungsi melakukan
fotosintesis yang mampu merubah energi matahari menjadi energi kimia. Organel
khas lainnya yang dimiliki tumbuhan adalah vakuola yang berfungsi untuk
menyimpan makanan.
1.2 Tujuan Praktikum
Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenali bagian-bagian
mikroskop, memahami fungsi dan terampil menggunakannya. Serta mengamati
susunan jaringan dan bentuk-bentuk sel pada tumbuhan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mikroskop merupakan alat yang sangat diperlukan dalam mengkaji


sel. Mikroskop yang pertama kali digunakan oleh para saintis Renaisans adalah
mikroskop cahaya. Dua nilai penting dalam sebuah mikroskop ialah daya
pembesaran dan penguraiannya, resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali
lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran yang sebenarnya. Daya
urai merupakan ukuran kejelasan citra, yaitu jarak minimum dua titik yang dapat
dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik terpisah. Misalnya apa
yang terlihat dengan mata telanjang sebagai suatu bintang mungkin saja terurai
menjadi bintang kembar dengan sebuah teleskop (Campbell, dkk, 1925).
Mikroskop dapat didesain untuk memperbesar objek sebesar yang
diinginkan, tetapi mikroskop cahaya tidak pernah menguraikan rincian yang lebih
halus kira-kira 0,2 µm, ukuran bakteri kecil. Penguraian (resolusi) ini dibatasi oleh
panjang gelombang cahaya tampak yang digunakan untuk menerangi
spesimennya. Mikroskop cahaya dapat memperbesar secara efekttif hingga kira-
kira 1000 kali ukuran spesimen sebenarnya, perbesaran yang lebih akan
meningkatkan kekaburan (Campbell, dkk, 1925).
Mikroskop ini memiliki berbagai jenis, seperti sebagai berikut
a. Mikroskop Cahaya, mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop
mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan
stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa
okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung
tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal
(monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat
dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung
mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem
lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek
dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar
matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang
terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar
kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai
pengganti sumber cahaya matahari.Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan
bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan
terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar
bayangan obyek dan mempunyai nilai apertura (NA).
Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian
ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk
memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan
yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali. Lensa kondensor, berfungsi untuk
mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan difokus, sehingga bila
pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang
maksimal, dua benda akan tampak menjadi satu. Perbesaran akan kurang
bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik.
b. Mikroskop Stereo, merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan
untuk benda yang berukuran relatif besar. Mempunyai perbesaran 7 hingga 30
kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi.
Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya.
Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif. Beberapa perbedaan dengan
mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih
tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk
tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga
obyek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali,
sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7
hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian
bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif
terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek
terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak
diatas pengatur fokus.
c. Mikroskop Elektron, Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100
ribu kali, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron
mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop
elektron transmisi (TEM). SEM digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan
sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.
Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel (anonim,
2007).
Mikroskop elektron mengungkapkan banyak organel yang mustahil
diuraikan oleh mikroskop cahaya. Tetapi mikroskop cahaya memiliki keunggulan,
khususnya untuk mengkaji sel-sel hidup. Kelemahan mikroskop elektron ialah
dalam metode yang digunakan untuk mempersiapkan sel mati spesimennya.
Selain itu, mikroskop elektron menghasilkan artifak-artifak, ciri-ciri struktural
yang terlihat dalam mikrograf yang sebenarnya tidak ada dalam sel hidup.
(Artifak juga dapat terlihat dalam mikroskop cahaya) (Campbell, dkk, 1925).
Kata sel berasal dari bahasa latin Cella yang artinya ruang kosong.
Dalam pengertiannya sel didefinisikan suatu unit biologi yang dibatasi oleh
membran semipermeabel dan memiliki kemampuan untuk berreproduksi dalam
suatu medium yang bebas dari kehidupan sistem yang lainnya (Santoso, 2003).
Sitologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang bentuk,
susunan, sifat-sifat fisik dan kimia sel tumbuhan serta perkembangan dinidng
selnya. Berdasarkan ada tidaknya membran inti serta membran yang mengikat
berbagai macam organel, sel dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Prokariotik, sel tidak memiliki membran inti atau membran yang mengikat
organel-organel, DNA terkonsentrasi pada daerah yang disebut nukleoid.
2. Eukariotik, sel mempunyai struktur yang kompleks. Inti atau membran yang
mengikat organel-organel yang lain terbungkus oleh membran inti dan
terdapat pada suatu larutan semi cair yang disebut sitosol.
Sel tumbuhan didefinisikan sebagai unit dasar yang universal dari
suatu struktur organik. Struktur yang membedakan sel tumbuhan dengan sel yang
lain adalah keberadaan dinding sel yang merupakan lapisan terluar dari sel yang
berbatasan dengan membran sel. Dinding sel akan memberikan bentuk pada sel
tumbuhan. Isi sel yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh keberadaan dinding
sel. Isolasi isi sel tidak komplit karena adanya noktah (dinding sel yang tidak
menebal) pada dinding sel juga terdapat plasmodesmata di dalam noktah. Pada
tumbuhan tingkat tinggi terdapat berbagai macam sel dengan variasi dalam hal
fungsi, struktur, susunan, dengan kompleksitas struktur dinding sel yang juga
bervariasi (Purnomo, dkk, 2006).
Pandey (1980) membagi komponen penyusun sel tumbuhan dalam dua
kelompok besar, yaitu:
1. Komponen protoplasmik atau komponen yang hidup dari sel, terdiri dari inti,
mitokondria, plastida, RE, ribosom, lisosom, sferosom, mikrotubul, dan badan
golgi.
2. Komponen non-plasmatik atau komponen yang tidak dapat hidup dari sel,
terdiri dari vakuola dan hasil-hasil metabolisme, antara kristal, minyak atsiri,
amilum dan aleuron (Purnomo, dkk, 2006)
Walaupun bentuk sel berlainan, sel sebetulnya mempunyai kesamaan
struktur. Setiap sel merupakan sebuah unit yang mandiri dan dibatasi oleh suatu
membran plasma. Membran sel berfungsi mengendalikan aliran bahan-bahan ke
dalam maupun ke luar sel, dengan demikian memungkinkan sel mampu
mempertahankan struktur dan susunan kimia dengan lingkungan luarnya.
Membran sel membungkus sitoplasma beserta isinya (nukleus, plastida, badan
golgi, ribosom, dsb). Setiap sel sedikitnya memiliki satu kromosom. Pada semua
tipe sel, DNA merupakan bagian kromosom yang berperan dalam penurunan sifat-
sifat genetik organisme (Santoso, 2003).
Sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama membentuk jaringan.
Beberapa jaringan membentuk sistem jaringan, untuk selanjutnya membuat satu
kesatuan yang disebut dengan organ. Jaringan yang tidak memiliki kemapuan
untuk membelah diri lagi disebut dengan jaringan dewasa. Sifat-sifat dari jaringan
dewasa ini adalah:
1. Tidak memilki aktivitas untuk memperbanyak diri.
2. Mempunyai ukuran yang relatif besar dibandingkan sel-sel meristem.
3. Mempunyai vakuola yang besar sehingga plasma sel sedikit dan merupakan
selaput yang menempel pada dinding sel.
4. Kadang-kadang selnya mati.
5. Selnya telah mengalami penebaln dinding sesuai dengan fungsinya.
6. Diantara selnya dijumpai ruang antar sel (Purnomo, dkk, 2006)
Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain sebagai
berikut:
1. Jaringan pelindung (epidermis)
2. Jaringan dasar (parenkim)
3. Jaringan penguat (penyokong)
4. Jaringan pengangkut (vaskuler)
5. Jaringan sekretoris (Purnomo, dkk, 2006)
Pada tumbuhan terdapat tiga sistem jaringan, yaitu:
1. Sistem jaringan penutup, meliputi jaringan epidermis dan periderm.
2. Sistem jaringan dasar, meliputi jaringan parenim, kolenkim, dan skelerenkim.
3. Sistem jaringan pembuluh, meliputi jaringan xilem dan floem.
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum Biologi umum kali ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 31
Oktober 2007 pada pukul 11.00 – 13.00 WITA, bertempat di Laboraratorium
Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung
Mangkurat Banjarbaru.

3.2 Alat dan Bahan

a. Pengenalan dan Penggunaan mikroskop


Alat-alat yang digunakan pada praktikum pengenalan mikroskop kali ini
adalah mikroskop cahaya monokuler, kaca benda, kaca penutup, pinset, pipet
tetes,kuas,dll. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah air dan preparat.
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
1. Penampang melintang sel gabus batang ubi kayu (Manihot utilissima).
2. Rambut daun kapuk (Ceiba pentandra) dan kapas (Gossypium sp.).
3. Penampang melintang daun karet (Ficus elastica).
4. Daun Hydrilla verticillata.
5. Selaput bagian umbi lapis bawang merah (Allium cepa).

3.3 Prosedur Kerja

a. Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop


1. Mencari Bidang Penglihatan
a. Menaikkan tabung menggunakan makrometer (pemutar kasar), hingga
lensa obyektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-
putar.
b. Menempatkan lensa obyektif pembesaran lemah (4X atau 10X) dengan
memutar revolver sampai berbunyi klik (posisinya satu poros dengan
lensa okuler).
c. Membuka diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke
belakang.
d. Mengatur letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya, hingga terlihat
lingkaran (lapangan pandang) yang sangat terang di dalam lensa okuler.
2. Mencari Bayangan Sediaan
a. Menaikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer, hingga jarak
antara lensa obyektif dengan permukaan meja  3 cm.
b. Meletakkan sediaan yang akan diamati di tengah-tengah lubang meja
benda, dengan menggunakan penjepit sediaan agar tidak terjepit.
c. Memutar makrometer ke belakang sampai penuh (hati-hati), sambil
menempatkan noda sediaan tepat di bawah lensa obyektif, hingga jarak
antara ujung lensa obyektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya
kurang lebih 1 mm.
d. Membidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke
depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak bayangan yang
jelas.
e. Untuk memdapatkan pembesaran kuat, revolver dan lensa obyektif
diputar agar sesuai.
3. Memelihara Mikroskop
a. Mikroskop harus selalu diangkat dan dibawa dalam posisi tegak, dengan
satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain
menyangga pada dasar atau kakinya.
b. Apabila tabung perlu dicondongkan posisinya, maka cukup dengan
memutar engsel penggerak sebagai titik putar. Setelah selesai harus
ditegakkan kembali.
c. Mengusahakan agar lensa obyektif lemah (4X atau 10X) berada satu
poros di bawah lensa okuler. Mengatur kedudukan tabung sedemikian
rupa sehingga ujung lensa obyektif lemah berjarak kurang lebih 1 cm
dari alas meja benda.
d. Mengatur kedudukan penjepit sediaan dengan rapi dan cermin pada
pisisi tegak agar debu tidak banyak menempel.
e. Apabila pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir,
membersihkan sisa minyak dengan menggunakan cairan Xilol sesegera
mungkin, dan dikeringkan dengan kain lap yang bersih.
f. Selanjutnya setiap akan menggunakan mikroskop, membersihkan lensa
atau bagian lainnya dengan kain lap bersih dari bahan yang halus
(flanel).
4. Pengukuran Mikroskopis/Mikrometri
Untuk mengetahui ukuran obyek yang diamati dengan mikroskop
dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut Mikrometer
Obyektif dan Mikrometer Okuler.
5. Menggambar hasil
Hasil pengamatan dengan mikroskop digambar dengan alat fotografi
atau secara manual (dengan tangan). Gambar diatur sedemikian rupa sehingga
jelas dan dapat dimengerti dengan disertai judul, keterangan pembesaran, dan
meletakkan keterangan yang ada di sisi yang sama dengan garis penunjuk
diusahakan sama dan tidak saling berpotongan.

b. Sel-Sel Penyusun Jaringan Tumbuhan


1. Mengiris tulang dan tangkai daun seta batang tumbuhan setipis mungkin
secara melintang.
2. Irisan tersebut sehingga preparat basah dan mengamati pada mikroskop.
3. Menggambar dan memberi keterangan serta beri perbesaran gambar yang
diamati.
4. Mengamati perbedaan struktur histologi masing-masing jaringan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Dari praktikum ini didapatkan hasil:
Gambar mikroskop cahaya:

Keterangan:
1. Lensa okuler 7. Penjepit
2. Tabung 8. Lensa Objektif
3. Lengan 9. Penjepit
4. Mikrometer 10. Panggung
5. Makrometer 11. Diafragma
6. Pengatur cahaya 12. Cermin
Tabel pengamatan:
No. Gambar Keterangan
1. Umbi lapis bawang merah (Allium cepa) 1. Inti sel
2. Dinding sel
3. Sitoplasma

Perbesaran 100 x
2. Kapuk (Ceiba pentandra) 1. Dinding sel
2. Rongga sel

Perbesaran 100 x
3. Karet (Ficus elastica) 1. Lapisan kutikula
2. Skelerenkim
3. Epidermis atas
4. Jaringan tiang
5. Epidermis ganda
6. Jaringan bungan
karang
7. Floem
8. Epidermis bawah
9. Xilem
Perbesaran 100 x 10. Stomata
4. Sel gabus ubi kayu (Manihot utilissima) 1. Dinding sel
2. Rongga sel

Perbesaran 100 x
5. Kapas (Gossypium sp.) 1. Torsi
2. Dinding sel
Perbesaran 100 x
6. Daun Hydrilla verticillata 1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Inti sel

Perbesaran 100 x

4.2 Pembahasan

Mikroskop mempunyai bagian-bagian terdiri dari bagian mekanis, bagian

optik, dan alat penerangan. Bagian-bagian tersebut dibagi menjadi beberapa

bagian yaitu sebagai berikut :

A. Bagian Mekanis

Bagian ini terdiri dari :

 Kaki/dasar, tapal kuda, berfungsi untuk tempat berdirinya mikroskop.

 Pilar, lengan, sebagai penghubung antara bagian optik dan mekanis.

 Meja benda, fungsinya sebagai tempat meletakkan sediaan yang akan diamati.

 Tangkai, merupakan penghubung teropong.

 Sekrup penggerak sediaan, jumlah dan terletak di samping meja sediaan.

 Sekrup-sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan, jumlahnya dua

atau satu. Apabila jumlah dua merupakan sekrup pengatur gerakan kasar.

B. Bagian Optik

Bagian ini terdiri dari :


 Lensa obyektif, adalah lensa atau susunan lensa, yang terdapat pada bagian

bawah teropong, menghadap ke preparat. Fungsinya mengumpulkan berkas

cahaya untuk membuat ciyra. Pada umumnya dijumpai mikroskop dengan tiga

lensa obyektif yaitu : 4x, 10x, dan 40x.

 Lensa okuler adalah lensa atau susunan lensa yang terdaat pada bagian atas

teropong, menghadap pada mata pengamat. Lensa okuler biasanya mempunyai

perbesaran : 5x, 10x, 12.5x, dan 15x.

C. Alat Penerangan

Bagian ini terdiri dari :

 Cermin, berfungsi untuk menangkap sinar. Biasanya ada dua cermin, cermin

datar untuk cahaya terang dan cermin cekung untuk cahaya yang kurang

terang.

 Diafragma, yaitu bagian yang akan memberikan lensa dan berguna untuk

mengatur pemusatan sinar.

Bagian-bagian lain yang dapat membantu praktikan dalam melakukan percobaan,

yaitu :

 Tabung lensa, tempat proses perbesaran bayangan antara lensa okuler dan

lensa obyektif.

 Revolver, sebagai tempat meletakkan lensa obyektif.

 Penjepit, menjepit preparat/obyek agar tidak bergeser.

 Meja panggung, untuk meletakan preparat yang akan diamati.

 Makrometer, untuk mengatur jarak fokus antara lensa obyektif ke preparat

kasar.
 Mikrometer, untuk mengatur jarak fokus antara lensa obyektif ke preparat

halus.

Gambar mikroskop dari literatur:

Gambar mikroskop stereo


Lensa
Okuler

Makro
meter

Mikro
meter

Lensa Diafragma
Objektif
Meja
Benda

Lengan Cermin

Kaki

Gambar mikroskop cahaya monekuler


Bentuk sel tumbuhan berbeda-beda, seperti sel gabus yang berbentuk
heksagonal, tersusun rapat antara sel yang satu dengan sel yang lainnya. Bentuk
sel pada kapuk dan kapas berbeda. Pada kapuk bentuk selnya seperti benang-
benang yang berbentuk bulat memanjang dan terdapat gelembung udara di dalam
selnya. Sedangkan pada kapas berbentuk bulat memanjang dan terdapat torsi yang
merupakan pembeda antara sel kapuk dan sel kapas. Pada daun Hydrilla
verticillata ini tersusun atas sel-sel yang berbentuk persegi panjang, di bagian
tengah sel terdapat inti sel dan di dalam sitoplasma terdapat butir-butir plastida.
Sedangkan pada umbi lapis bawang merah, tersusun dari sel-sel berbentuk persegi
panjang dengan inti terletak di tengahnya. Bentuk sel yang bermacam-macam ini
dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
1. Persentuhan dengan permukaan, biasanya sel menjadi pipih.
2. Akibat desakan bersama, biasanya sel menjadi bentuk segi banyak atau
polygonal.
3. Karena adanya aktivitas tertentu dan juga adanya desakan, sel dapat
membentuk cakram silindris, kumparan, piramid, stelat.
4. Karena fungsi spesial, maka bentuknya menjadi spesial (Santoso, 2003).
Pada sel gabus ubi kayu (Manihot Utillisima), terdapat gelembung udara
di dalamnya, hal ini menandakan bahwa pada sel gabus ubi kayu merupakan sel
mati.
Sel-sel tumbuhan memiliki ciri-ciri:
 Terdapat dinding sel yang mengandung selulosa.
 Memiliki membran sel/membran plasma di sebelah dalam dinding sel.
 Tidak memiliki sentriol, kecuali pada tumbuhan tingkat rendah.
 Timbunan sel berupa zat pati dan zat tepung.
 Memiliki organel kloroplas.
 Mempunyai vakuola permanen, besar, dan terletak di tengah.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari praktikum dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:
1. Mikroskop sangat penting artinya dalam mengkaji sel. Mikroskop berfungsi
untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga
memungkinkan untuk dapat mengamati objek yang halus sekalipun.
2. Mikroskop ini bermacam-macam jenisnya, diantaranya mikroskop cahaya,
mikroskop ultraviolet, mikroskop pendar, mikroskop medan gelap, mikroskop
fasekontras, dan mikroskop elektron. Mikroskop ini memiliki tujuan dan
fungsi yang berbeda-beda pula.
3. Didalam mikroskop terdapat bagian-bagian yang memiliki fungsi masing-
masing. Bagian-bagian dari mikroskop antara lain: lensa okuler, tabung,
makrometer, mikrometer, lensa objektif, penjepit, diafragma, panggung,
cermin, kaki/dasar, lengan, dll.
4. Sel merupakan suatu unit biologi yang dibatasi oleh membran semipermeabel
dan mempunyai kemampuan untuk berreproduksi pada suatu medium yang
bebas dari sistem kehidupan yang lain.
5. Sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama membentuk jaringan,
beberapa jaringan membentuk sistem jaringan, lalu untuk selanjutnya
membentuk satu-kesatuan yang disebut organ.

5.2 Saran
Saran untuk praktikum ini adalah untuk menjaga alat-alat yang
digunakan dalam melakukan percobaan supaya alat-alat tersebut kembali seperti
keadaan semula.
PERCOBAAN I DAN II
PENGENALAN DAN PENGGUNAAN MIKROSKOP
SERTA
SEL-SEL PENYUSUN JARINGAN PADA TUMBUHAN

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

Nama : Winda Ayu Fazraningtyas


NIM : J1A107208
Kelompok : 2
Asisten : Pahriati

PROGRAM STUDI S-1 MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2007
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007.Die Teile des Mikroskops. http://www.schule-


bw.de/unterricht/faecher/biologie/medik/mikroskopieren/html/mikroskopb
ezeichnungen.htm.
Diakses tanggal 6 November 2007.
Anonim. 2007.Mikroskop dan Penggunaannya. http://bima.ipb.ac.id/%7Etpb-
ipb/materi/bio100/Materi/mikroskop.html.
Diakses tanggal 6 November 2007.
Anonim. 2007.Biologiches Mikroskop SBX-V ZMS-002.
http://www.mineralium.com/index.php?
cat=STEREOMIKROSKOPE&lang=ENG&product=ZMS-002.
Diakses tanggal 6 November 2007.
Campbell, dkk. 1925. Biologi Jilid 1. Erlangga: Jakarta.

Purnomo, M.S, dkk. 2006. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Panabar


Surabaya: Jakarta.

Santoso, U. 2003. Kultur Jaringan Tanaman untuk Universitas. Universitas


Muhammadiyah: Malang.