Anda di halaman 1dari 4

3. A.

PERBEDAAN SEL PROKAROTIK DAN SEL EUKARIOTIK

Perbedaan sel PROKARIOTIK EUKARIOTIK


prokariotik dan
eukariotik NO
1 Tidak memiliki inti yang Memiliki nukleus yang
sebenarnya, materi inti sebenarnya karena materi
tersebar dalam inti dilingkupi oleh
sitoplasma karena tidak membran inti
mempunyai membran
inti
2 Memiliki DNA yang Memiliki DNA yang
lebih sederhana, lebih lebih kompleks, lebih
sedikit mengandung banyak mengandung
pasangan basa pasangan basa
nukleotida, berbentuk nukleotida, sehingga
sirkuler harus digulung pada
protein histon (ada
histonnya)
3 Hanya memiliki Memiliki kromosom
kromosom tunggal lebih dari 1 (satu)
4 Tidak memiliki intron, Memiliki intron dan
hanya ekson ekson
5 Memiliki operon Tidak memiliki operon
6 Proses transkipsi dan Transkipsi terjadi di inti,
translasi dapat terjadi dan translasi terjadi di
secara simultan sitoplasma. Keduanya
tidak dapat berjalan
secara bersamaan
7 Proses transkipsi terjadi Transkipsi lebih rumit
lebih sederhana terjadi, dikarenakan
akses RNA polymerase
terhadap DNA lebih
lama akibat DNA
dikemas secara kompak
dengan protein histon
B. GAMBAR DAN KETERANGAN MEMBRANE SEL

C. PEMBELAHAN SEL

Salah satu sifat yan membedakan satu tipe sel dangan tipa lain adalah kapasistas untuk
tumbuh dan membelah. Dalam proses pembelahan sel yang berperan penting adalah kromosom
sebagai pembawa bahan keturunan. pembelahan sel ada tiga jenis :

1. Amitosis
Merupakan pembelahan sel secara langsung tanpa melewati beberapa tahapan, umumnya
terjadi pada sel prokaryot. Sehingga yang terjadi alah pembelahan biner
2. Mitosis
Terjadi pada sel somatic yang berifat meristematik. pada pembelahan ini terdapat
beberapa fase tertentu salama pembelahan.
 Interfase
Sel bertumbuh bertumbuh membuat salinan salinan kromosom sebagai persiapan
pembelahan sel, pada fase ini terjadi banyak proses metabolic
 Profase
Kromatin berkondensasi dan nucleolus mulai lenyap, terjadi pembentukan
mikrotubula.
 Metaphase
Sentromer pada masing-masing kromsom tersusun di bidang equator. Sentromer
melekat pada benang spindel.
 Anaphase
Daerah sentromer membelah, kedua buah kromatid memisahkan diri menuju
kutub yang berlawanan
 Telophase
Kondensasi kromosom pada tiap kutub, nucleolus dan membrane inti kembali
muncul. Terbentuknya dinding pemisah sel, sitokinesis.
Mitosis menghasilkan 2 anakan diploid

3. Meiosis
pembelahan sel yang terjadi pada alat reproduksi. Sering disebut pula pembelahan
reduksi kerena adanya pengurangan jumlah kromosom. Meiosis berlangsung dengan dua
tingkat yaitu meiosis 1 dan 2.
 Meiosis 1 : reduksi kromosom
Profase 1, terdiri atas beberapa tahapan yaitu Leptoten, Zigoten, Pakiten,
Diploten,Diakinesis
Metafase 1, Bivalen menempatkan diri di dibidang equator dengan sentromer
kearah kutub, membrane dan anak inti menghilang, terbentak benang spindle
Anaphase 1, sentromer belum membelah, kromosom homolog saling memisahkan
diri kearah kutub berlawanan
Telofase 1, terbentuk dua buah inti yang haploid dengan reduksi jumlah
kromosom, sitokinesis
 Meiosis 2
Profase 2, benang spindle terbentuk kembali
Metafase 2, sentromer menempatkan diri ditengah sel
Anaphase 2, sentromer dari tiap kromosom membelah, kromatid memisahkan diri
ke kutub yang berlawanan
Telofase 2, sitokinesis kembali dan terbentuknya membrane inti
Meiosis menghasilkan 4 anakan sel haploid