Anda di halaman 1dari 10

Penghantar impuls didalam tubuh dan transmisi sinapsis

Dalam tubuh,ada banyak sekali impuls yang di hantarkan impuls-impulstersebut di transfer dari satu
neuron ke neuron yang lain,setiap neuronberhubungan dengan beribu neuron yang lain.Di
dalam tubuh ada sekitar 100 miliar neuron.sinapsis merupakan titik pertemuan antar neuron
atau istilah awamnyapenghubung antara satu neuron dengan neuron lainnya.Mekanisme
Penghantar impulsDalam mekanisme penghantaran impuls ini ada dua istilah lagi yang
perlukamu ketahui. Yaitu prasinapsis dan postsinapsis (atau bisa juga disebutpascasinapsis).
Prasinapsis adalah akson dari neuron “sebelumnya”sedangkan postsinapsis adalah dendrit
dari neuron “berikutnya.”

Impuls yang diterima dendrit diteruskan melalui badan seldan diteruskan lagi ke bagian akson. Akson
akan menghantarkan impuls keneuron berikutnya. Neuron tersebut (neuron berikutnya)
memanfaatkandendritnya untuk menerima impuls, kemudian meneruskan impuls ke
badansel lalu ke akson, hingga akson pun siap untuk mengirimkan impuls keneuron
berikutnya.

Penghantaran Impuls

Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron laindinamakan sinapsis. Setiap
terminal akson membengkak membentuk tonjolansinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan
sinapsis terdapat struktur kumpulanmembran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut
vesikula sinapsis.Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pre-
sinapsis.Membran ujung dendrit dari neuron berikutnya yang membentuk sinapsisdisebut
neuron post-sinapsis.Bila impuls sampai pada ujung neuron pre-sinapsis, maka vesikula
sinapsisbergerak dan melebur dengan membran neuron pre-sinapsis. Kemudianvesikula
sinapsis akan melepaskan neurotransmitter.

Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkanimpuls dari neuron pre-
sinapsis menuju neuron post-sinapsis.Neurontransmitter ada bermacam-macam, misalnya
asetilkolin yang terdapatdi seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik,
dan dopaminserta serotonin yang terdapat di otak. Neurotransmitter yang dilekuarkan
olehvesikula sinapsis kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempelpada situs
reseptor yang terdapat pada membran neuron post-sinapsis

Menempelnya neurotransmitter pada situs reseptor mengikuti hukum kuncidan gembok . Artinya,
tidak semua neurotransmitter dapat menempel padasitus reseptor, hanya neurotransmitter
tertentu sajalah yang dapat menempelpada situs reseptor (sebagaimana pasangan antara
anak kunci dan gembok,hanya anak kunci pasangannya sajalah yang dapat membuka
gembok)Menempelnya neurotransmitter pada situs reseptor menyebabkan perubahanpada
membran neuron post-sinapsis sehingga terjadilah potensial aksi danmenimbulkan impuls
pada neuron post-sinapsis. Setelah impuls berpindahmenuju neuron post-sinapsis, maka
neurotransmitter yang menempel padasitus reseptor akan dilontarkan kembali ke celah
sinapsis oleh enzimdeaktivasi yang dihasilkan oleh membran neuron post-
sinaptik.Neurotransmitter yang telah dilontarkan ini bisa dalam bentuk utuh ataudalam
keadaan terurai. Neurotransmitter yang kembali berada di celahsinapsis ini akan diserap
oleh vesikula sinapsis untuk disimpan dan akandigunakan kembali dalam proses
penghantaran impuls berikutnya.

Jenis-jenis sinapsisStruktur sinapsis adalah tempat bertemunya akson dari neuron pre-
sinapsisdengan suatu bagian dari neuron post-sinapsis. Akson pre-sinapsis bisaberhubungan
dengan bagian manapun dari neuron post-sinapsis. Karenanya,sinapsis bisa dibedakan
atas:a. Dendritik sinapsis ( dendritic synapse )Sinapsis jenis ini terbentuk akibat bertemunya
akson dari neuron pre-sinapsisdengan dendrit dari neuron post-sinapsis.b. Somatik sinapsis (
somatic synapse )Sinapsis jenis terbentuk akibat bertemunya akson dari neuron pre-
sinapsisdengan badan sel dari neuron post-sinapsis.c. Akson sinapsis ( axonal synapse
)Sinapsis jenis ini terbentuk akibat bertemunya akson dari neuron pre-sinapsisdengan akson
dari neuron post-sinapsis.Transmisi SinapsTransmisi (peleburan atau pelepasan
neurontransmiter) sinaps terjadi padaneuron guna menghantarkan senyawa-senyawa kimia.
Penghantaran zat-zatyang terkandung dalam neurontransmiter dengan reseptornya
bergantungpada permeabilitas di neuron pascasinaps. Proses transmisi sinaps terjadimelalui
beberapa cara, antara lain:

a. Potensial End PlateDidalam suatu sel saraf terdapat unit motor. Unit motor adalah
motoneuron bersama dengan axon dan seluruh serabut otot yang diinervasinya. Padasaat
sebuah motoneuron beraksi, seluruh serabut otot yang diinervasinyaberkontraksi. Karena
satu motoneuron mungkin menginervasi dari sangatsedikit sampai seribu atau lebih serabut
otot, maka ukuran unit motor sangatbervariasi,. Unit motor yang kecil terdapat pada otot-
otot yang kecil, misalnyaotot ekstraokular dan otot tangan.Demikian juga, unit motor yang
kecilterdapat pada otot-otot yang melakukan berbagai gerak yang halus, misalnyaotot-otot
kecil tangan, otot larynx dan otot ekstraokular. Unit motor yang besar misalnya terdapat
pada m. tibialis anterior, m. gastrocnemius. Serabut saraf unit yang kecil umumnya juga
berdiameter lebih kecil dibandingkan unit yangbesar. Satu serabut saraf dapat menginervasi
banyak serabut otot karenaaxon mempunyai banyak cabang. Serabut-serabut otot yang
berasal dari satuunit motor tersebar merata di otot.
Ujung cabang-cabang motoneuron bersama dengan membran otot yangdiinervasinya
membentuk motor-end plate (junctio neuromuscularis).Gambaran pokok dari sebuah motor
end plate adalah sbb. Motor end plateterdiri atas dua bagian, yaitu saraf dan otot yang
saling dipisahkan oleh celah.Jadi motor end plate ini dalam beberapa hal mirip sinapsis di
sistem saraf sentral. Bagian otot mengandung beberapa nuklei dan banyak
mitokhondriaserta miofibril. Bagian otot dilengkapi dengan sejumlah benjolan seperti
buahanggur, sangat mirip benik terminal. Setiap benjolan “melesak” ke dalamserabut otot
dan mengandung vesikel sinapsis dan mitokhondria. Telahdiketahui bahwa substansi
transmiter di end plate adalah asetilkholin. Iamasuk ke dalam celah, berikatan dengan
membran otot, dan mengakibatkanperubahan permiabilitas membran tersebut. Satu impuls
saraf menghasilkansuatu potensial end plate, dan apabila potensial ini mecapai ambang
makaterjadilah potensial aksi yang disebarkan ke sepanjang serabut otot danmenimbulkan
kontraksi. Asetilkholin yang dilepaskan pada saat datangnyaaksi potensial saraf akan segara
dipecah oleh asetilkholinesterase. Transmisiimpuls di junctio neuromuscularis dapat
dipengaruhi melalui beberapa cara.Curare, misalnya, mengurangi potensial end plate,
dengan demikianmencegah timbulnya potensial aksi. Akbiatnya terjadi paralisis
otot.(Bandingkan dengan penggunaan substansi seperti curare untuk memperolehrelaksasi
pada anestesi).Kerusakan yang terjadi pada miastenia gravis adalah adalah kerusakan
padatransmisi di end plate. Potensial yang direkam pada EMG adalah aksipotensial serabut
otot tersebut di atas. Apabila serabut saraf dipotong, makamotor end plate dan serabut
saraf mengalami degenerasi. Pada umumnyasatu serabut otot diinervasi oleh satu axon dan
mempunyai satu motor endplate.Setelah lahir ukuran motor unit mengecil, mungkin karena
pada mulanya satuserabut otot diinervasi oleh lebih dari satu motoneuron. Setelah
tercapaibentuk dewasa yaitu satu serabut otot diinervasi oleh satu motoneuron, maka

ukuran unit motor menjadi konstan.

ukuran unit motor menjadi konstan.b. Excitatory Post Synaptic Potential (EPSP) & Inhibitor
Past SynapticPotential (IPSP) Adanya perbedaan potensial pada membran yang
menyebabkan terjadinyaperistiwa Excitatory Post Synaptic Potential (EPSP) dan Inhibitor
PastSynaptic Potential (IPST). Potensial pascasinaps eksitatorik (EPSP) adalahperubahan
potensial pascasinaps yang terjadi di sinaps eksitatorik(terbukanya saluran-saluran
gerbang perantara kimia apabila saluran Na danKa terbuka) dimana fluks-fluks ion
menyebabkan timbulnya depolarisasi kecilyang membawa sel pascasinaps mendekati
ambang.Potensial pascasinaps Inhibitor terjadi apabila saluaran-saluran gerbangperantara
kimia yang terbuka adalah saluran Ka dan Cl, akibatnya akanterjadi hiperpolarisasi kecil
sehingga neuron pascasinaps akan mencapaiambang lenyap. Jalur-jalur sinaps yang
menghubungkan berbagai neuronsangatlah rumit akibat adanya konvergensi masukan
neuron dan divergensikeluarannya. Biasanya banyak masukan para sinaps berkonvergensi
kesebuah neuron dan secara bersama-sama mengontrol tingkat eksitabilitasneuro
tersebut. Suatu neuron dapat bereaksi melalui beberapa cara antaralain:Melepaskan
potensial aksi di sepanjang akson.
¬
Tetap
¬
berada dalam keadaan istirahat dan tidak meneruskan sinyal.Dengan cara
¬
menurunkan tingkat eksitabilitasnya
Frekuensi potensial aksi pada sinaps eksitatorik dan sinaps inhibitor mencerminkan
keadaan sinaps yang mempengaruhi kerja membran apakahsedang melakukan tansmisi
impuls atau sedang dalam keadaan istirahat. Adabeberapa faktor yang mempengaruhi
kerja sinaps dan efektivitas sinaps,antara lain:Modifikasi jumlah transmiter pada
ϖ
neuronPerubahan mekanisme sinaps yang dipengaruhi oleh pengaruh
ϖ
obat-obatan yang di konsumsi oleh individu.Ada dua kemingkinan yang terjadiyaitu:
penghantaran impuls semakin cepat atau semakin lambat.Faktor
ϖ
ketidaksengajaan. Dipengaruhi dan rentan terhadap sejumlahproses penyakit dan racun
yang ada di dalam tubuh

MACAM – MACAM NEUROTRANSMITTER

Neurotransmiter merupakan zat kimia yang disintesis dalam neuron dan disimpan
dalam gelembung sinaptik pada ujung akson. Zat kimia ini dilepaskan dari akson terminal
melalui eksositosis dan juga direabsorpsi untuk daur ulang. Neurotransmiter merupakan cara
komunikasi antar neuron. Zat-zat kimia ini menyebabkan perubahan permeabilitas sel neuron,
sehingga neuron menjadi lebih kurang dapt menyalurkan impuls, tergantung dari neuron dan
transmiter tersebut. Contoh-contoh neurotransmiter adalah norepinefrin, acetilkolin, dopamin,
serotonin, asam gama aminobutirat (GABA), glisin, dan lain-lain.
1. Asetilkolin
Asetilkolin merupakan substansi transmitter yang disintesis diujung presinap dari
koenzim asetil A dan kolin dengan menggunakan enzim kolin asetiltransferase. Kemudian
substansi ini dibawa ke dalam gelembung spesifiknya. Ketika kemudian gelembung
melepaskan asetilkolin ke dalam celah sinap, asetilkolin dengan cepat memecah kembali
asetat dan kolin dengan bantuan enzim kolinesterase, yang berikatan dengan retikulum
proteoglikan dan mengisi ruang celah sinap. Kemudian gelembung mengalami daur ulang
dan kolin juga secara aktif dibawa kembali ke dalam ujung sinap untuk digunakan kembali
bagi keperluan sintesis asetilkolin baru.
2. Norepinefrin, epinephrine, dan dopamine
Noepinephrine, epinephrine, dan dopamine dikelompokkan dalam cathecolamines.
Hidroksilasi tirosin merupakan tahap penentu (rate-limiting step) dalam biosintesis
cathecolamin. Disamping itu, enzim tirosin hidroksilase ini dihambat oleh oleh katekol
(umpan balik negatif oleh hasil akhirnya).
a. Dopamin
Merupakan neurotransmiter yang mirip dengan adrenalin dimana mempengaruhi
proses otak yang mengontrol gerakan, respon emosional dan kemampuan untuk merasakan
kesenangan dan rasa sakit. Dopamin sangat penting untuk mengontrol gerakan
keseimbangan. Jika kekurangan dopamin akan menyebabkan berkurangnya kontrol gerakan
seperti kasus pada penyakit Parkinson. Jika kekurangan atau masalah dengan aliran dopamine
dapat menyebabkan orang kehilangan kemampuan untuk berpikir rasionil, ditunjukkan dalam
skizofrenia. dari perut tegmental area yang banyak bagian limbic sistem akan menyebabkan
seseorang selalu curiga dan memungkinkan untuk mempunyai kepribadian paranoia. Jika
kekurangan Dopamin di bidang mesocortical dari daerah perut tegmental ke neocortex
terutama di daerah prefrontal dapat mengurangi salah satu dari memori.
b. Norephineprin
Disekresi oleh sebagian besar neuron yang badan sel/somanya terletak pada batang
otak dan hipothalamus. Secara khas neuron-neuron penyekresi norephineprin yang terletak di
lokus seruleus di dalam pons akan mengirimkan serabut-serabut saraf yang luas di dalam otak
dan akan membantu pengaturan seluruh aktivitas dan perasaan, seperti peningkatan
kewaspadaan. Pada sebagian daerah ini, norephineprin mungkin mengaktivasi reseptor
aksitasi, namun pada yang lebih sempit malahan mengatur reseptor inhibisi. Norephineprin
juga sebagian disekresikan oleh sebagian besar neuron post ganglion sistem saraf
simpatisdimana ephineprin merangsang beberapa organ tetapi menghambat organ yang lain.
3. Glutamate
Glutamate merupakan neurotransmitter yang paling umum di sistem saraf pusat,
jumlahnya kira-kira separuh dari semua neurons di otak. Sangat penting dalam hal memori.
Kelebihan Glutamate akan membunuh neuron di otak. Terkadang kerusakan otak atau stroke
akan mengakibatkan produksi glutamat berlebih akan mengakibatkan kelebihan dan diakhiri
dengan banyak sel-sel otak mati daripada yang asli dari trauma. AlS, lebih dikenal sebagai
penyakit Lou Gehrig’s, dari hasil produksi berlebihan glutamate. Banyak percaya mungkin
juga cukup bertanggung jawab untuk berbagai penyakit pada sistem saraf, dan mencari cara
untuk meminimalisir efek.
4. Serotonin
Serotonin (5-hydroxytryptamine, atau 5-HT) adalah suatu neurotransmitte
rmonoamino yang disintesiskan dalam neuron-neuron serotonergis dalam sistem saraf pusat
(CNS) dan sel-sel enterochromaffin dalam saluran pencernaan.
Pada system saraf pusat serotonin memiliki peranan penting sebagai neurotransmitter
yang berperan pada proses marah, agresif, temperature tubuh, mood, tidur, human sexuality,
selera makan, dan metabolisme, serta rangsang muntah.
Serotonin memiliki aktivitas yang luas pada otak dan variasi genetic pada reseptor
serotonin dan transporter serotonin, yang juga memiliki kemampuan untuk reuptake yang jika
terganggu akan memiliki dampak pada kelainan neurologist.
Obat-obatan yang mempengaruhi jalur dari pembentukan serotonin biasanya
digunakan sebagai terapi pada banyak gangguan psikiatri, selain itu serotonin juga
merupakan salah satu dari pusat penelitian pengaruh genetic pada perubahan genetic psikiatri.
Pada beberapa studi yang telah dilakukan dapat dibuktikan bahwa pada beberapa
orang dengan gangguan cemas memiliki serotonin transporter yang tidak normal dan efek
dari perubahan ini adalah adanya peluang terjadinya depresi jauh lebih besar dibanding orang
normal.Dari peneltian terbaru juga didapatkan bahwa serotonin bersama-sama dengan
asetilkolin dan norepinefrin akan bertindak sebagai neurotransmitter yang dilepaskan pada
ujung-ujung saraf enteric. Kebanyakan nuclei rafe akan mensekresi serotonin yang membantu
dalam pengaturan tidur normal. Serotonin juga merupakan salah satu dari beberapa bahan
aktif yang akan mengaktifkan proses peradangan, yang akan dimulai dengan vasodilatasi
pembuluh darah lokal sampai pada tahap pembengkakan sel jaringan, selain itu serotonin
juga memiliki kendali pada aliran darah, kontraksi otot polos, rangsang nyeri, system
analgesic, dan peristaltic usus halus.
5. GABA
γ-Aminobutyric acid (GABA) adalah neurotransmiter inhibisi utama pada
sistem saraf pusat. GABA berperan penting dalam mengatur exitability neuron
melalui sistem saraf. Pada manusia, GABA juga bertanggung jawab langsung pada
pengaturan tonus otot.
GABA dibentuk dari dekarboksilasi glutamat yang dikatalis oleh glutamate
decarboxylase (GAD).GAD umumnya terdapat dalam akhiran saraf. Aktivitas GAD
membutuhkan pyridoxal phosphate (PLP) sebagai kofaktor. PLP dibentuk dari
vitamin B6 (pyridoxine, pyridoxal, and pyridoxamine) dengan bantuan pyridoxal
kinase. Pyridoxal kinase sendiri membutuhkan zinc untuk aktivasi. Kekurangan
pyridoxal kinase atau zinc dapat menyebabkan kejang, seperti pada pasien
preeklamsi.Reseptor GABA dibagi dalam dua jenis: GABAA dan GABAB. Reseptor
GABAA membuka saluran florida dan diantagonis oleh pikrotoksin dan bikukulin,
yang keduanya dapat mnimbulkan konvulsi umum.
Reseptor GABAB yang secara selektif dapat diaktifkan oleh obat anti spastik
baklofen, tergabung dalam saluran kalium dalam membran pascasinaps. Pada
sebagian besar daerah otak IPSP terdiri atas komponen lambat dan cepat. Bukti-bukti
menunjukkan bahwa GABA adalah transmiter penghambat yang memperantarai
kedua componen tersebut. IPSP cepat dihambat oleh antagonis GABAA, sedangkan
IPSP lambat oleh antagonis GABAB. Penelitian imunohistokimia menunjukkan
bahwa sebagian besar dari saraf sirkuit local mensintesis GABA. Satu kelompok
khusus saraf dari sirkuit local terdapat di tanduk dorsal sumsum tulang belakang juga
menghasilkan GABA. Saraf-saraf ini membentuk sinaps aksoaksonik dengan terminal
saraf sensoris primer dan bekerja untuk inhibisi presinaps.
Pada vertebrata, GABA berperan dalam inhibisi sinaps pada otak melalui
pengikatan terhadap reseptor spesifik transmembran dalammembran plasma pada
proses pre dan post sinaps. Pengikatan ini menyebabkan terbukanya saluran ion
sehingga ion klorida yang bermuatan negatif masuk kedalam sel dan ion kalium yang
bermuatan positif keluar dari sel. Akibatnya terjadi perubahan potensial
transmembran, yang biasanya menyebabkan hiperpolarisasi. Reseptor GABA A
merupakan reseptor inotropik yang merupakan saluran ion itu sendiri, sedangkan
Reseptor GABAB merupakan reseptor metabotropik yang membuka saluran ion
melalui perantara G protein (G protein-coupled reseptor)
Neuron-neuron yang menghasilkanyang menghasilkan GABA disebut neuron
GABAergic. Sel medium spiny merupakan salahsatu contoh sel GABAergic
6. Glisin
Glisin (Gly, G) atau asam aminoetanoat adalah asam amino alami paling sederhana.
Rumus kimianya NH2CH2COOH. Glisin merupakan asam amino terkecil dari 20 asam amino
yang umum ditemukan dalam protein. Kodonnya adalah GGU, GGC, GGA dan GGG.
Glisin merupakan satu-satunya asam amino yang tidak memiliki isomer optik karena
gugus residu yang terikat pada atom karbon alpha adalah atom hidrogen sehingga terjadi
simetri. Jadi, tidak ada L-glisin atau D-glisin.
Glisin merupakan asam amino yang mudah menyesuaikan diri dengan berbagai situasi
karena strukturnya sederhana. Sebagai contoh, glisin adalah satu-satunya asam amino internal
pada heliks kolagen, suatu protein struktural. Pada sejumlah protein penting tertentu,
misalnya sitokrom c, mioglobin, dan hemoglobin, glisin selalu berada pada posisi yang sama
sepanjang evolusi (terkonservasi). Penggantian glisin dengan asam amino lain akan merusak
struktur dan membuat protein tidak berfungsi dengan normal. Secara umum protein tidak
banyak pengandung glisina. Perkecualian ialah pada kolagen yang dua per tiga dari
keseluruhan asam aminonya adalah glisin.
Glisin bekerja sebagai transmiter inhibisi pada sistem saraf pusat, terutama
pada medula spinalis, brainstem, dan retina. Jika reseptor glisin teraktivasi, korida
memasuki neuron melalui reseptor inotropik, menyebabkan terjadinya potensial
inhibisi post sinaps (Inhibitory postsynaptic potential / IPSP). Strychnine merupakan
antagonis reseptor glisin yang kuat, sedangkan bicuculline merupakan antagonis
reseptor glisin yang lemah. Glisin merupakan reseptor agonis bagi glutamat reseptor
NMDA.
7. Aspartat
Asam aspartat (Asp) adalah α-asam amino dengan rumus kimia
HO2CCH(NH2)CH2CO2H. Asam aspartat (atau sering disebut aspartat saja, karena
terionisasi di dalam sel), merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein.
Asam aspartat bersama dengan asam glutamat bersifat asam dengan pKa dari 4.0.
Bagi mamalia aspartat tidaklah esensial. Fungsinya diketahui sebagai pembangkit
neurotransmisi di otak dan saraf otot. Diduga, aspartat berperan dalam daya tahan terhadap
kelelahan. Senyawa ini juga merupakan produk dari daur urea dan terlibat dalam
glukoneogenesis.
Aspartat (basa konjugasi dari asam aspartat) merupakan neurotransmiter yang
bersifat eksitasi terhadap sistem saraf pusat. Aspartat merangsang reseptor NMDA
(N-metil-D-Aspartat), meskipun tidak sekuat rangsangan glutamat terhadap reseptor
tersebut.
Sebagai neurotransmitter, aspartat berperan dalam daya tahan terhadap
kelelahan. Tetapi,bukti-bukti yang mendukung gagasan ini kurang kuat.
8. Epinefrin
Epinefrin merupakan salah satu hormon yang berperan pada reaksi stres jangka
pendek. Epinefrin disekresi oleh kelenjar adrenal saat ada keadaan gawat ataupun berbahaya.
Di dalam aliran darah epinefrin dengan cepat menjaga kebutuhan tubuh saat terjadu
ketegangan, atau kondisi gawat dengan memberi suplai oksigen dan glukosa lebih pada otak
dan otot. Selain itu epinefrin juga meningkatkan denyut jantung, stroke volume, dilatasi dan
kontraksi arteriol pada gastrointestinal dan otot skeleton. Epinefrin akan meningkatkan gula
darah dengan jalan meningkatkan katabolisme dari glikogen menjadi glukosa di hati dan saat
bersamaan menurunkan pembentukan lipid dari sel-sel lemak.
Epinefrin memiliki banyak sekali fungsi di hampir seluruh tubuh, diantaranya dalam
mengatur konsentrasi asam lemak, konsentrasi glukosa darah, kontrol aliran darah ginjal,
mengatur laju metabolisme, kontraksi otot polos, termogenesis kimia, vasodilatasi,
vasokonstriksi, dll.
9. Asetilkolin
Asetilkolin disekresi oleh neuron-neuron yang terdapat di sebagian besar daerah otak,
namun khususnya oleh sel-sel piramid besar korteks motorik, oleh beberapa neuron dalam
ganglia basalis, neuron motorik yang menginervasi otot rangka, neuron preganglion sistem
saraf otonom,, neuron postganglion sistem saraf simpatik,. Pada sebagian besar contoh di atas
asetilkolin memiliki efek eksitasi, namun asetilkolin juga telah diketahui memilik efek
inhibisi pada beberapa ujung saraf parasimpatik perifer, misalnya inhibisi jantung oleh nervus
vagus.
10. Nitrat Oksida (NO)
NO adalah substansi molekul kecil yang baru ditemukan. Zat ini terutama timbul di
daerah otak yang bertanggung jawab terhadap tingkah laku jangka panjang dan untuk
ingatan. Karena itu, transmitter yang baru ditemukan ini dapat menolong kita untuk
menjelaskan mengenai tingkah laku dan fungsi ingatan. Oksida nitrat berbeda dengan
transmitter molekul lainnya dalam hal mekanisme pembentukan di ujung presinap dan
kerjanya di neuron post sinap. Zat ini tidak dibentuk sebelumnya dan disimpan dalam
gelembung ujung presinap seperti transmitter lain. Zat ini disintesis hampir segera saat
diperlukan dan kemudian berdifusi keluar dari ujung presinap dalam waktu beberapa detik
dan tidak dilepaskan dalam paket gelembung-gelembung. Selanjutnya zat ini berdifusi ke
dalam neuron post sinap yang paling dekat, selanjutnya di neuron postsinap, zat ini tidak
mempengaruhi membran potensial menjadi lebih besar, tetapi sebaliknya mengubah fungsi
metabolik intraseluler yang kemudian mempengaruhi eksitabilitas neuron dalam beberapa
detik, menit, atau barangkali lebih lama.
11. Neropeptida
Neuropeptida merupakan kelompok transmitter yang sangat berbeda dan
biasanya bekerja lambat dan dalam hal lain sedikit berbeda dengan yang terdapat pada
transmitter molekul kecil.
Sekitar 40 jenis peptida diperkirakan memiliki fungsi sebagai
neurotransmitter. Daftar peptida ini semakin panjang dengan ditemukannya putative
neurotransmitter (diperkirakan memiliki fungsi sebagai neurotransmitter berdasarkan
bukti-bukti yang ada tetapi belum dapat dibuktikan secara langsung). Neuropeptida
sudah dipelajari sejak lama, namun bukan dalam fungsinya sebagai neurotransmitter,
namun fungsinya sebagai substansi hormonal. Peptida ini mula-mula dilepaskan ke
dalam aliran darah oleh kelenjar endokrin, kemudian hormon-hormon peptida itu akan
menuju ke jaringan-jaringan otak. Dahulu para ahli meyangka bahwa peptida
dihasikan dalam kelenjar hormon danmasuk ke dalamjaringan otak, namun saat ini
sudah dapat dibuktikan bahwa peptida yang berfungsi sebagai neurotransmitter, dapat
disintesa dan dilepaskan oleh neuron di susunan saraf.
Neuropeptida tidak disintesis dalam sitosol pada ujung presinap. Namun
demikian, zat ini disintesis sebagai bagian integral dari molekul protein besar oleh
ribosom-ribosom dalam badan sel neuron. Molekul protein selanjutnya mula-mula
memasuki retikulum endoplasma badan sel dan kemudian ke aparatus golgi, yaitu
tempat terjadinya perubahan berikut:
a. Protein secara enzimatik memecah menjadi fragmen-fragmen yang lebih
kecil dan dengan demikian melepaskan neuropeptidanya sendiri atau
prekursornya.
b. Aparatus golgi mengemas neuropeptida menjadi gelembung-gelembung
transmitter berukuran kecil yang dilepaskan ke dalam sitoplasma.
c. Gelembung transmitter ini dibawa ke ujung serabut saraf lewat aliran
aksonal dari sitoplasma akson, berkeliling dengan kecepatan lambat hanya
beberapa sentimeter per hari.
d. Akhirnya gelembung ini melepaskan trasnmitternya sebagai respon terhadap
potensial aksi dengan cara yang sama seperti untuk transmitter molekul kecil.
Namun gelembung diautolisis dan tidak digunakan kembali.