Anda di halaman 1dari 10

Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,

Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

Sedimentasi dan fasies batuan volkaniklastik berkembang pada batuan volkanik, sehingga menjadikannya sebagai
(Volcaniclastic sedimentation and facies) potensi reservoir facies. Disamping itu, kita juga dapat memperoleh
gambaran mengenai kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan pada saat

1. Pendahuluan berhadapan dengan batuan volkanik dalam kegiatan eksplorasi dan

Batuan volkanik yang berasal dari produk eruptif proses recovery hidrokarbon.

volkanisma (contoh: gunung api) pada umumnya dipandang sebagai Trap dan reservoir hidrokarbon yang berasosiasi dengan batuan

batuan yang kurang berpotensi sebagai reservoir hidrokarbon (lihat: volkanik pada umumnya terdapat jauh di bawah permukaan bumi dan

Willumsen & Schiller, 1994; Farooqui et.al., 2009). Bagaimanapun juga, berkaitan dengan endapan-endapan batuan volkanik tua (ancient volcanic

seiring dengan perkembangan eksplorasi minyak dan gas dunia serta deposits). Hal ini tidak menghalangi kita untuk mempelajari dan

temuan-temuan ladang minyak dan gas yang baru, menunjukkan bahwa mengenali batuan volkanik secara langsung di permukaan, karena negara

hidrokarbon dapat ditemukan berasosiasi dengan batuan volkanik yang kita merupakan negara busur magmatik yang memiliki rangkaian gunung

merupakan hasil erupsi magmatik (lihat: Farooqui et.al., 2009; Vernik, api aktif. Gunung-gunung api yang pada saat ini aktif atau setengah aktif

1990; Arpandi & Patmosukismo, 1975; Assin & Tarunadjaja, 1972). (recent time) di Indonesia menghasilkan produk-produk klastika dan non-

Sifat koherensi material penyusun batuan volkanik secara garis klastika yang diendapkan di atas permukaan bumi sebagai sebagai

besar terbagi atas dua jenis, yaitu yang bersifat (1) klastika, dan (2) endapan volkanik berumur Kuarter. Endapan-endapan volkanik muda

kristalin non-klastika (Visher, 1960; McPhie et.al., 1993). Batuan yang berada di permukaan ini berada dalam jangkauan kita untuk

volkanik yang bersifat klastika, tersusun atas detritus (butiran lepas) hasil dipelajari sebagai analogi dari batuan volkanik tua yang mengandung

erupsi volkanik yang bersifat eksplosif yang digolongkan ke dalam hidrokarbon di bawah permukaan bumi, seperti misalnya batuan volkanik

kelompok batuan sedimen (sedimentary rocks), sedangkan batuan Formasi Jatibarang di Cekungan Jawa Barat Utara (Arpandi &

volkanik non-klastika tersusun atas batuan kristalin atau tersusun atas Patmosukismo, 1975).

campuran kristalin dan gelas yang koheren, misalnya hasil guguran atau Endapan-endapan volkanik Kuarter yang banyak di jumpai di

lelehan lava yang membeku, batuan volkanik yang koheren ini Indonesia, diendapkan dalam beragam setting dan tersebar di berbagai

dikelompokkan ke dalam golongan batuan beku (igneous rocks). lingkungan sedimentasi (Cas & Wright, 1987; McPhie et.al., 1993; Fisher

Dengan mempelajari dan mengenali batuan volkanik, misalnya dari & Schmincke, 1984; Visher & Smith, 1991). Lingkungan sedimentasi

aspek keragaman karakter fisiknya, ataupun dari komposisi kimiawi dan batuan volkanik Kuarter ini terbentang dari mulai lingkungan terrestrial

mineraloginya, kita dapat memperoleh gambaran dan dapat lebih jauh yang berdekatan dengan pusat erupsi di sekitar gunung api, di lereng

lagi mengapresiasi bagaimana porositas dan permeabilitas dapat gunung api, mengisi lembah-lembah di antara gunung api (proximal
zone), di lingkungan sungai, danau dalam jangkauan yang lebih jauh dari

1 2
Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,
Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

pusat erupsinya (medial zone), hingga lingkungan sedimentasi laut yang 2. Geologi daerah Leles dan sekitarnya
berada jauh dari pusat erupsinya (distal zone). Cekungan sedimentasi Garut dan sub-sub cekungan di dalamnya,
Daerah Lunjuk dan Gunung Guntur di Kabupaten Garut, Jawa tersusun terutama oleh endapan Kuarter pada bagian paling atas dan
Barat merupakan daerah yang cukup baik dijadikan sebagai lokasi studi endapan batuan berumur Tersier pada bagian bawahnya (Sunardi, 2014).
dan fieldtrip geologi, terutama yang berhubungan dengan batuan volkanik. Seting cekungan Garut terletak pada dataran tinggi yang dibatasi oleh
Endapan batuan volkanik di daerah ini direpresentasikan diantaranya oleh tinggian-tinggian volkanik dan didominasi oleh endapan danau, dan
batuan volkanik klastik dan batuan beku asal volkanik berumur Kuarter secara geografis berada pada lintang rendah (Sunardi, 2014).
kisaran umurnya kurang lebih mulai dari 12,000 years BP (Sunardi, 2015), Kondisi geologi yang direpresentasikan oleh adanya gunungapi
hingga guguran lava terakhir Gunung Guntur yang berlangsung pada yang berasosiasi dengan Cekungan Garut tersebut memiliki potensi
tahun 1847, serta batuan hasil rombakan dan pelapukannya yang masih sumberdaya geologi yang telah memberi manfaat bagi kehidupan
berlangsung hingga hari ini. masyarakat Garut khususnya. Disamping itu, kondisi geologi yang
demikian dapat pula menjadi sumber bencana geologi. Potensi bahaya
geologi lainnya di daerah ini antara lain banjir, gempa bumi, tanah
longsor dan pencemaran lingkungan.
Sunardi (2015, publikasi dalam persiapan) telah melakukan
penelitian awal pada cekungan Garut yang berlokasi di Sub-cekungan
Leles. Penelitian awal tersebut menunjukkan bahwa umur termuda yang
diperoleh melalui pentarikhan isotop C-14 dari endapan Kuarter di daerah
Leles berumur 11,000-15,000 years BP. Berdasarkan penelitian
singkapan di permukaan dan penafsiran data geolistrik, endapan tersebut
tersusun atas rombakan material volkanik yang diendapkan pada
lingkungan sungai dan danau.
Cekungan Garut dan Sub-Cekungan Leles memiliki karakteristik
yang sama dengan Cekungan Bandung, yaitu dikontrol oleh struktur sesar
serta dikelilingi oleh gunungapi Kuarter. Pola struktur sesar yang

Gambar 1. Lokasi fieldtrip di Daerah Lunjuk dan Gunung Guntur, berkembang di dalamnya didominasi oleh arah timurlaut-baratdaya dan
Kabupaten Garut baratlaut-tenggara (Sunardi, E, 2014a). Berdasarkan pada data gravity
regional, pola struktur sesar di bawah permukaan Cekungan Garut dan

3 4
Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,
Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

sub-Cekungan Leles memiliki pola yang relative sama dengan di daerah Lunjuk, Kadungora Garut. Lokasi kedua (LJK-01) berada di
permukaan, sehingga pembentukannya disimpulkan sebagai hasil daerah Lunjuk, lokasi ini berjarak hanya beberapa ratus meter dari
reaktifasi dari sesar tua yang sudah terbentuk sebelumnya (Sunardi, E, homebase.
2014a).
Sub-Cekungan Leles secara fisiografi termasuk ke dalam Zona
Bandung, berdasarkan Peta Geologi Bersistem Indonesia Lembar Garut
dan Pameungpeuk (M. Alzwar, N. Akbar dan S. Bachri, 1992), terdiri
atas Endapan Permukaan dan Batuan Gunungapi. Endapan Permukaan
meliputi endapan kolovium, endapan alluvium dan endapan danau.
Endapan kolovium terdiri atas endapan talus, rayapan dan runtuhan
bagian tubuh kerucut gunung api tua, berupa bongkah-bongkah batuan
beku, breksi tuf dan pasir tuf. Endapan danau terdiri atas lempung, lanau,
pasir halus hingga kasar dan kerikil, umumnya bersifat tufan. Endapan
aluvium terdiri atas lempung, lanau, pasir halus hingga kasar dan kerikil
serta bongkah-bongkah batuan beku dan sedimen. Selanjutnya yang
termasuk ke dalam batuan gunungapi, meliputi batuan yang berumur
Plistosen – Holosen, yaitu Batuan Gunungapi Mandalawangi-Mandalagiri
terdiri dari tuf kaca mengandung batuapung dan lava bersusunan andesit
piroksen hingga basalan. Batuan Gunungapi Muda terdiri atas eflata
(piroklastik) dan lava aliran bersusun andesit-basalan. Endapan Rempah
lepas Gunungapi Muda tak teruraikan terdiri atas abu gunungapi dan
lapilli, tuf pasiran bongkah-bongkah, andesit-basal, breksi lahar dan
rempah lepas.

3. Lokasi observasi
Lokasi fieldtrip terbagi atas dua stop-site. Lokasi pertama (GTR-
01) berada di lereng timur Gunung Guntur, Garut. Lokasi pertama ini Gambar 2. Skema klasifikasi genetik endapan volkanik

berjarak sekitar 7.8 km ke arah baratdaya dari homebase, yang berada di

5 6
Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,
Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

Gambar 3. Diagram yang menggambarkan magmatisma dan


sedimentasi Gambar 5. Penampang skematik dari suatu aliran lava silicic
subaerial

Gambar 4. Contoh suatu model fasies sedimentasi endapan


volcaniclastic modern
Gambar 6. Joint dan breccia yang berasosiasi denganlava flow
andesite subaerial

7 8
Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,
Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

3.1 Gunung Guntur (GTR-01)


Berada di sekitar lereng timur Gunung Guntur (Easting 107 52
28.4 - Northing 7 10 17.6). Di lokasi ini dijumpai singkapan andesite,
breksi andesite, endapan lapilli dan block-lapilli tuff yang
merepresentasikan siklus erupsi. Siklus erupsi gunung api dimulai dengan

Gambar 7. Deskripsi dan ikhtisar log lithology endapan volkaniklastik di dearh Lunjuk
diendapkannya base-surge deposit yang berasosiasi dengan letupan
explosive dan glowing avalanche. Seiring dengan berkurangnya tekanan
maka endapan fall, laharik serta aliran lava mengikuti kemudian.
Seluruh urut-urutan endapan batuan tersebut merupakan produk
volkanik primer (non-rework). Beberapa unit endapan tersebut memiliki
porositas primer yang cukup baik, seperti misalnya pada endapan base
surge, pada endapan autobreccia dan pada endapan block-lapilli tuff
breccia diantara andesite lava flow dan base surge deposits.

3.2 Lunjuk, Kadungora (LJK-01)


Berada kurang lebih 300 m ke arah barat homebase (Easting 107 54
8.8 - Northing 7 5 41.8). Pada lokasi ini terdapat urut-urutan endapan
organic-clay, silty-clay, silty-sand, gravel serta tuff. Secara umum,
endapan terbagi atas tiga unit, yaitu endapan yang didominasi oleh clay di
bagian bawah yang diendapkan melalui proses suspensi pada lingkungan
danau atau daerah limpas banjir. Di atasnya terdapat endapan yang
didominasi oleh gravel dan gravelly-sand, yang merepresentasikan
endapan terkait dengan stream atau channel di lingkungan fluvial.

9 10
Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,
Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

Gambar 9. Deskripsi dan ikhtisar log lithology endapan volkaniklastik di dearh Lunjuk
Gambar 8. Deskripsi dan ikhtisar log lithology endapan volkaniklastik di dearh Lunjuk

11 12
Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,
Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

Gambar 10. Model log lithology endapan volkaniklastik di Daerah Gambar 12. Model korelasi log lithology endapan volkaniklastik di
Lunjuk Daerah Lunjuk

Gambar 11. Model log lithology endapan volkaniklastik di Daerah Gambar 13. Deskripsi dan log lithology endapan volcanic di Gunung
Lunjuk Guntur

13 14
Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,
Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

Gambar 17. Photomosaic endapan volkaniklastik di Lunjuk yang


Gambar 14. Urut-urutan andesite, autobreccia dan lapilli tuff di menunjukkan section bagian barat
Gunung Guntur

Gambar 18. Photomosaic endapan volkaniklastik di Lunjuk yang


Gambar 15. Urut-urutan andesite, dan breccia di Gunung Guntur menunjukkan section bagian tengah

Gambar 16. Bagian interior andesite yang koheren dan bagian Gambar 19. Photomosaic endapan volkaniklastik di Lunjuk yang
exterior yang mengalami autoclastic di Gunung Guntur menunjukkan section bagian timur

15 16
Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,
Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

Daftar Pustaka Notes:

Fisher, R.V., and Schmincke, H.U., Pyroclastic Rocks, Springer-Verlag,


Berlin, 472 hal.
Fisher, R.V., and Smith,G.A., 1991, Volcanism, Tectonics and
Sedimentation, Sedimentation in Volcanic Settings, SEPM Special
Publication, No 45, hal 2-5
Jocelyn McPhie, Mark Doyle, Rodney Leslie Allen, Rodney Allen, 1993,
Volcanic Textures: A Guide to the Interpretation of Textures in
Volcanic Rocks, Centre for Ore Deposit and Exploration Studies,
University of Tasmania, 198 hal.
Sunardi, E., 2014, Reaktivasi sesar tua dan pengaruhnya terhadap
pembentukan struktur geologi dan cekungan Kuarter di daerah
Bandung-Garut, Bulletin of Sci. Contribution, volume 12, hal. 63-68
Sunardi, E., 2015, Late Quaternary Sedimentation within Leles Sub-basin,
Garut, West Java-Indonesia, dalam persiapan untuk publikasi

17 18
Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip, Volcaniclastic sedimentation and facies fieldtrip,
Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015 Lunjuk-Gunung Guntur, Garut, July-August 2015

Notes: Notes:

19 20

Anda mungkin juga menyukai