Anda di halaman 1dari 10

TUGAS PRAKTIKUM

ADMINISTRASI MANAJEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN


“Penerapan Administrasi dan Manajemen Kesehatan Lingkungan
di Puskesmas Putat Jaya”

Dosen Pengampu:
Dr. Mamik SKM., M.Kes
Hadi Suryono, ST, MPPM

Disusun Oleh :
Kelompok 2
DIV - Semester 7
Farida Aisyah N.B P27833314008
Wahyuningtyas P27833314014
Yayang Hidayatul F.N P27833314021
Miftahul Hasanah P27833314024
Nidia Nuraini P27833314031
Andang Prasetya P27833314040

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN SURABAYA
2017-2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pusat Kesehatan Masyarakat yang dikenal dengan sebutan Puskesmas adalah
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yangbertanggung jawab atas kesehatan
masyarakat di wilayah kerjanyapada satu atau bagian wilayah kecamatan.Menurut
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat, puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan
tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diberikan oleh puskesmas kepada
masyarakat, mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pencatatan, pelaporan dan
dituangkan dalam sistem.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016 tentang
Pedoman Manajemen Puskesmas, Manajemen adalah serangkaian proses yang terdiri
atasperencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol (Planning, Organizing,
Actuating, Controling) untuk mencapai sasaran/tujuan secara efektif dan efesien.
Efektif berarti bahwa tujuan yang diharapkan dapat dicapai melalui proses
penyelenggaraan yangdilaksanakan dengan baik dan benar serta bermutu, berdasarkan
atashasil analisis situasi yang didukung dengan data dan informasi yangakurat
(evidence based). Sedangkan efisien berarti bagaimana Puskesmas memanfaatkan
sumber daya yang tersedia untuk dapat melaksanaan upaya kesehatan sesuai standar
dengan baik dan benar,sehingga dapat mewujudkan target kinerja yang telah
ditetapkan.
Dalam upaya menyelenggarakan pembangunan kesehatan, puskesmas
memiliki program kesehatan wajib dan program kesehatan pengembangan puskesmas.
Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas merupakan pelayanan yang
menyeluruh yang meliputi pelayanan kuratif (pengobatan), preventif (pencegahan),
promotif (peningkatan kesehatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Pelayanan
tersebut ditujukan kepada semua penduduk dengan tidak membedakan jenis kelamin
dan golongan umur, sejak dari pembuahan dalam kandungan sampai tutup usia
(Effendi, 2009).
B. Tujuan
1. Melakukan penilaian terhadap fungsi-fungsi manajemen (POAC) di puskesmas
Putat Jaya
2. Menilai peran pemanfaatan sumber daya (5R) dalam kegiatan manajemen di
puskesmas Putat Jaya

C. Manfaat
1. Memperoleh manfaat sebagai evaluasi diri terhadap permasalahan yang berkaitan
pengelolaan secara manajerial sehingga dapat memperbaiki aspek manajemen
dalam mengelola program kesehatan lingkungan di Puskesmas Putat Jaya
2. memeperoleh pengalaman belajar dalam menilai kegiatan manajerial di biang
program kesehatan lingkungan melalui fungsi-fungsi manajemen dan penggunaan
sumber daya pendukungnya
BAB II
HASIL PRAKTIK

A. Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Putat Jaya


Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan di Puskesmas Putat Jaya, Program
Kesehatan Lingkungan pada puskesmas tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pembinaan Air
2. Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Pengendalian DBD dan
Pembinaan Bu Mantik)
3. Limbah
4. Pembinaan tempat-tempat umum
5. Pembinaan tempat pengelolaan makanan
6. Pembinaan pemukiman serta jamban sehat
7. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

B. 5M (Man, Money, Methods, Materials, Machine)


1. Man
Man merupakan sumber daya manusia. Dengan adanya sumber daya ini, dapat
dilakukan proses untuk mencapai tujuan (dalam hal ini, tercapainya sasaran program
kesehatan lingkungan di Puskesmas). Pada Puskesmas Putat Jaya, sumber daya
manusia yang ada untuk menjalankan program kesehatan lingkungan adalah seorang
ahli madya kesehatan lingkungan, yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh kader
(masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Putat Jaya).
2. Money
Uang merupakan alat yang penting untuk mencapai tujuan karena berhubungan
dengan pembiayaan gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan, dan lain sebagainya.
Anggaran yang digunakan untuk melaksanakan program kesehatan lingkungan di
Puskesmas Putat Jaya didapatkan dari APBD dan APBN. Sedangkan untuk program
inovasi yang digagas oleh sanitarian, anggaran didapatkan dari kerjasama lintas sektor
(mengajukan proposal untuk mendapatkan sponsor dari industri).
3. Methods
Sebuah metode atau cara pelaksanaan kerja suatu tugas diperlukan dalam
manajemen dengan memperhatikan berbagai pertimbangan seperti sasaran, fasilitas,
penggunaan waktu, dan lain-lain untuk dapat mencapai tujuan (dalam hal ini dapat
memenuhi program kesehatan lingkungan).
Di Puskesmas Putat Jaya, metode yang digunakan dalam melaksanakan program
kesehatan lingkungan yang ada adalah melalui observasi, pengambilan sampel,
pencatatan data, penyuluhan, pemicuan, serta demo bila diperlukan. Dengan
digunakannya metode tersebut, program kesehatan lingkungan di Puskesmas Putat
Jaya dapat terlaksana dengan efektif.
4. Materials
Material merupakan bahan yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan
program sehingga dapat membantu tercapainya tujuan yang ditetapkan. Pada
Puskesmas Putat Jaya, material atau bahan yang digunakan oleh sanitarian dalam
membantu pelaksanaan program kesehatan lingkungan adalah poster, leaflet, slide,
lembar balik (digunakan pada saat penyuluhan kepada masyarakat), buku dan alat
tulis, serta formulir.
5. Machine
Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan
serta menciptakan efisensi kerja. Dalam melaksanakan program kesehatan lingkungan
di Puskesmas Putat Jaya, sanitarian menggunakan doorprize sebagai alat untuk
menarik minat masyarakat. Dengan adanya doorprize, masyarakat bersedia berperan
aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh sanitarian dalam memenuhi program
kerjanya. selain itu, sanitarian difasilitasi dengan komputer, sehingga pengerjaan
laporan dan hal-hal lain yang dibutuhkan, dapat terlaksana dengan baik.

C. POAC (Planning, Organize, Actuating, Controlling)


Puskesmas Putat Jaya telah mendapatkan akreditasi utama, sehingga dalam
pelaksanaan program-programnya telah menggunakan metode PDCA (Plan, Do, Check,
Action). Adapun penerapannya dalam melaksanakan program kesehatan lingkungan
adalah:
1. Planning (Perencanaan)
Planning meliputi pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai
tujuan tersebut. Di dalam planning, diperhatikan hal-hal yang ingin dicapai dan
bagaimana cara melakukannya. Planning penting karena banyak berperan dalam
menggerakan fungsi manajemen yang lain.
Pada Puskesmas Putat Jaya, telah dilakukan perencanaan yang dibuat oleh
sanitarian untuk melakukan program kesehatan lingkungan yang berupa RPK
(Rencana Pengelola Kegiatan) dan RAK (Rencana Anggaran Kegiatan). Perencanaan
tersebut dilakukan setiap tahun dan akan diberlakukan untuk kegiatan program
kesehatan lingkungan pada tahun berikutnya.
2. Organizing (Pengorganisasian)
Organizing meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan kedalam
setiap tugas yang spesifik, dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk
mengerjakan beberapa tugas.
Pada Puskesmas Putat Jaya, setiap program kesehatan lingkungan merupakan
tanggung jawab dari sanitarian yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh kader-kader
dan orang yang dipekerjakan untuk kegiatan tertentu (misal, fogging). Tidak terdapat
pengorganisasian kegiatan secara khusus karena kegiatan yang dilakukan disesuaikan
dengan permintaan dari DKK. Untuk kegiatan inspeksi, ditetapkan target inspeksi 30
rumah setiap bulannya.
3. Actuating (Penggerakan)
Actuating merupakan tindakan lanjutan setelah dilakukan perencanaan dan
pengorganisasian kerja. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang
telah disusun. Kecuali jika ada hal-hal khusus yang memerlukan penyesuian.
Dalam melaksanakan kegiatan program kerja kesehatan lingkungan, sanitarian
pada Puskesmas Putat Jaya mempunyai buku kegiatan yang digunakan untuk
mencatat setiap kegiatan yang telah dikerjakan setiap harinya. Pada catatan kegiatan
tersebut, ditanda tangani pula oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan program
kesehatan lingkungan, sehingga pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan.
4. Controlling (Pengawasan)
Controlling dibutuhkan untuk menilai apakah suatu pekerjaan telah berjalan
sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan untuk dapat mengetahui apabila terjadi
penyimpangan dalam tahapperencanaan, pelaksanaanmaupunpengorganisasian.
Sehinggadengancontrolling,dapatsegeradilakukankoreksi, antisipasidanpenyesuaian-
penyesuaiansesuaidengansituasi, kondisidanperkembanganzaman.
Pada tahap ini, untuk dapat mengontrol pekerjaan yang telah dilakukan, sanitarian
di Puskesmas Putat Jaya melakukan pengecekan, apakah kegiatan yang dilakukan
telah memenuhi program kesehatan lingkungan yang direncanakan sebelumnya.
Kemudian dilakukan pelaporan rutin setiap 1 bulan sekali (sebanyak 5 laporan) dan
setiap 3 bulan sekali (sebanyak 20 laporan) kepada DKK. Apabila terdapat program
yang belum dapat tercapai dalam pelaksanaannya, maka program tersebut akan
diulangi dan dilaksanakan kembali sampai dapat tercapai sesuai target.
BAB III
PEMBAHASAN

Pengertian manajemen sendiri adalah suatu proses, yang terdiri dari kegiatan
pengaturan, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengorganisasian dan pengendalian
yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran melalui pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan
efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara
efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai
dengan jadwal. Dimana sumber daya tersebut yaitu Man, Money, Methods, Materials,
Machine (5M).
Pemanfaatan sumber daya yang ada di Puskesmas Putat Jaya sendiri sudah diterapkan
dengan baik pada proses POAC. Adapun sumber daya money untuk kegiatan pawai jamban
yang merupakan inovasi dari sanitarian yang tidak tercover oleh dana APBD dan APBN bisa
terpenuhi dengan menjalin hubungan lintas sentor sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan
baik. Selain itu, pencapaian yang didapatkan oleh Puskesmas Putat Jaya (khususnya poli
sanitasi) hingga menerima akreditasi utama tidak terlepas dari adanya komitmen dan
pengorganisasian yang baik dari pegawai puskesmas. Sehingga setiap kegiatan yang ada telah
direncanakan terlebih dahulu dengan memperhatikan dan memanfaatkan sumber daya yang
ada. Dengan menerapkan POAC untuk menjalankan kegiatan serta mempertimbangkan
sumber daya, setiap kegiatan yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan.
Pada poli sanitasi sendiri, hal ini dapat dilihat dari beberapa program yang telah
tercapai, yang mana telah terkoordinasi dengan baik oleh sanitarian beserta kader-kadernya.
Dalam pelaksanaannya sendiri pun telah menggunakan berbagai macam metode seperti
observasi, pengambilan sampel, pencatatan data, penyuluhan, pemicuan, serta demo bila
diperlukan, dan kegiatan tersebut telah dilengkapi oleh poster, leaflet, slide, lembar balik
(digunakan pada saat penyuluhan kepada masyarakat), buku dan alat tulis, serta formulir
sebagai bahan penyampaiannya.
.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Pemanfaatan sumber daya yang ada di Puskesmas Putat Jaya sudah baik
penerapannya dalam manajemen program kesehatan lingkungan
2. Alur dalam menjalankan program kesehatan lingkungan di Puskesmas Putat Jaya
telah mengadaptasi POAC, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan
pengontrolan yang disertai dengan pertimbangan terhadap sumber daya yang ada

B. Saran
1. Perlu diadakan pelatihan-pelatihan (misal, bu mantik; kader sadar lingkungan; dsb)
sehingga dapat dijaring kader yang berkualitas dan berkomitmen tinggi dalam
membantu pelaksanaan program kesehatan lingkungan
2. Mempertahankan pencapaian yang telah didapatkan oleh Puskesmas Putat Jaya
khususnya poli sanitasi sehingga program dan inovasi di bidang kesehatan lingkungan
dapat dikenal dan diikuti oleh puskesmas lain
DAFTAR PUSTAKA

Efendi. (2009). Manajemen Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta : SalembaMedika.


Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen
Puskesmas
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat.