Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai
penghasil energi, dimana setiap gram-nya menghasilkan 4 kalori. Walaupun lemak
menghasilkan energi lebih besar, namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari
sebagai bahan makanan pokok, terutama pada negara sedang berkembang seperti Indonesia.
Di negara sedang berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori,
bahkan pada daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju
karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan sumber bahan makanan
yang mengandung karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan
kaya lemak maupun protein.
Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan
sebagainya), serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam. Karbohidrat termasuk
penyusun sel karena penyusun sel terdiri dari molekul organik, yaitu molekul yang
mengandung atom karbon (C), hydrogen (H), dan aksigen (O). Secara biologis, karbohidrat
memiliki fungsi sebagai bahan baku sumber energi baik pada hewan, manusia dan tumbuhan.
Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati
dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-
tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari hasil reaksi CO2 dan H2O melalui proses fotosintesis
di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari
merupakan sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak
akan dijumpai.
Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap harinya. Walaupun
tubuh tidak membutuhkan dalam jumlah yang khusus, kekurangan karbohidrat yang sangat
parah akan menimbulkan masalah. Diperlukan sekitar 2 gram karbohidrat per Kg berat badan

1
sehari untuk mencegah terjadinya ketosis. Secara keseluruhan tubuh harus mempertahankan
keseimbangan tertentu dalam utilisasi karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber energi.
Makalah yang berisi tentang karbohidrat ini disusun untuk memenuhi tugas Dasar
Gizi, serta disusun untuk mengembangkan materi mengenai karbohidrat yang dapat
mendorong berkembangnya kompetensi pembaca tentang karbohidrat. Pembaca juga dapat
menggunakan makalah ini sebagai rujukan pelajaran mengenai karbohidrat.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari karbohidrat ?
2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis karbohidrat berdasarkan klasifikasinya.
3. Jelaskan proses pencernaan, absorpsi serta ekskresi karbohidrat.
4. Sebutkan sumber karbohidrat dalam bahan pangan.
5. Jelaskan manfaat dari karbohidrat.
6. Jelaskan proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh.
7. Jelaskan dampak dari kekurangan dan kelebihan karbohidrat.

C. Tujuan
1. Dapat mengetahui pengertian dan struktur karbohidrat.
2. Dapat memahami jenis-jenis karbohidrat berdasarkan klasifikasinya.
3. Dapat mengetahui proses pencernaan, absorpsi,serta ekskresi karbohidrat.
4. Dapat mengetahui sumber karbohidrat dalam bahan pangan.
5. Dapat memahami manfaat karbohidrat.
6. Dapat mengetahui proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh.
7. Dapat mengetahui dampak dari kekurangan dan kelebihan karbohidrat.

2
BAB I
PEMBAHASAN

A. Definisi Karbohidrat
Karbohidrat (‘hidrat dari karbon’, hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani
‘sákcharon’ yang berarti “gula”). Karbohidrat berasal dari kata karbon ( C ) dan hidrat
(H2O). Rumus umumnya dikenal sebagai CnH2nOn. Karbohidrat meliputi zat-zat yang
terdapat di alam dan sebagian besar berasal dari tumbuhan, dimana tumbuhan merupakan
sumber makanan yang maha penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton,
atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawanya bila di hidrolisis. Karbohidrat
mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus
hidroksil.
Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai
bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan
glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada
hewan dan jamur).
Pada proses fotosintesis, tumbuhan hijau mengubah karbondioksida menjadi
karbohidrat. Klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan menggunakan energi
matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari udara dan air (H2O)
yang berasal dari tanah. Energi kimia yang terbentuk akan disimpan di dalam daun, batang,
umbi, buah dan biji-bijian.
Jadi, karbohidrat adalah hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar matahari
dan zat hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis. Karbohidrat merupakan suatu molekul yang
tersusun dari unsur-unsur karbon, hydrogen, dan oksigen. Karbohidrat berfungsi sebagai
penghasil energi dan karbohidrat merupakan sumber kalori bagi organisme heterotrof.

3
B. Klasifikasi Karbohidrat
Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam 2 golongan, yaitu karbohidrat
sederhana dan karbohidrat kompleks.
1. Karbohidrat sederhana
a. Monosakarida
Monosakarida (dari Bahasa Yunani mono: satu, sacchar: gula) adalah
senyawa karbohidrat dalam bentuk gula yang paling sederhana. Dalam arti
molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan
dengan cara hidrolisis dalam keadaan lunak menjadi karbohidrat lain. Beberapa
monosakarida mempunyai rasa manis. Sifat umum dari monosakarida adalah larut
air, tidak berwarna, dan berbentuk padat kristal. Beberapa monosakarida yang
penting, yaitu :
1) Glukosa, adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa (gula anggur)
karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi kearah kanan.
Terdapat didalam sayur, buah, sirup jagung dan bersamaan dengan fruktosa
terdapat dalam madu. Tubuh hanya dapat menggunakan glukosa dalam bentuk
D. Glukosa murni yang ada di pasaran biasanya diperoleh dari hasil olah pati.
Glukosa memegang peranan sangat penting dalam ilmu gizi. Glukosa
merupakan hasil akhir pencernaan pati, sukrosa, maltosa dan laktosa pada
hewan dan manusia . dalam proses metabolisme glukosa merupakan bentuk
karbohidrat yang beredar dalam tubuh dan didalam sel merupakan sumber
energi. Dalam keaadaan normal sitem saraf pusat hanya dapat menggunakan
glukosa sebagai sumber energi. Glukosa dalam bentuk bebas hanya terdapat
dalam jumlah terbatan dalam bahan makanan. Glukosa dapat dimanfaatkan
untuk diet tinggi energi. Tingkat kemamisan glukosa hanya separuh dari
sukrosa sehingga dapat digunakan lebih banyak untuk tingkat kemanisan yang
sama.
2) Fruktosa, suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya
terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa (gula buah). Memiliki

4
tingkat kemanisan gula yang paling manis. Gula ini terutama terdapat dalam
madu bersama glukosa, dalam buah, nektar bunga, dan juga dalam sayur.
Fruktosa dapat diolah dari pati dan digunakan secara komersial sebagai
pemanis. Minuman ringan banyak menggunakan sirup jagung-tinggi-fruktosa
sebagai pemanis. Didalam tubuh, fruktosa merupakan hasil pencernaan sakrosa.
3) Galaktosa, merupakan monosakarida yang tidak terdapat bebas di alam seperti
halnya glukosa dan fruktosa., akan tetapi terdapat dalam tubuh sebagai hasil
pencernaan laktosa.
4) Pentosa, merupakan aldopentosa dan tidak terdapat dalam keadaan bebas di
alam. Merupakan bagian sel-sel semua bahan makanan alami. Jumlahnya
sangat kecil, sehingga tidak penting sebagai sumber energi. Ribosa dan
doksiribosa merupakan bagian asam nukleat dalam inti sel. Karena dapat
disintesis oleh semua hewan, ribosa dan deoksiribosa tidak merupakan zat gizi
esensial.

b. Disakarida
Disakarida, merupakan suatu molekul yang dibentuk oleh dua molekul
monosakarida yang berikatan satu sama lain. Disakarida merupakan jenis
karbohidrat yang banyak dikonsumsi oleh manusia di dalam kehidupan sehari-
hari. Setiap molekul disakarida akan terbentuk dari gabungan 2 molekul
monosakarida. Ada empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa,
laktosa dan trehalosa :
1) Sukrosa, atau gula yang kita kenal sehari-hari, baik yang berasal dari tebu
maupun dari bit. Selain pada tebu dan bit, sukrosa terdapat pula pada
turnbuhan lain, rnisalnya dalarn buah nanas dan dalam wortel. Dengan
pencernaan atau hidrolisis sukrosa akan terpecah dan menghasilkan glukosa
dan fruktosa yang disebut gula invert.
2) Maltosa, atau gula gandum tidak terdapat bebas dalam alam, merupakan
disakarida yang terbentuk dari dua unit glukosa yang bergabung.

5
3) Laktosa, atau gula susu merupakan bentuk disakarida dari karbohidrat yang
dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yaitu galaktosa dan glukosa.
Laktosa ada di dalam kandungan susu, dan merupakan 2-8 persen bobot susu
keseluruhan. Laktosa adalah gula yang rasanya paling tidak manis( 1/6 dari
manis glukosa) dan lebih sukar larut daripada disakarida lain.
4) Trehalosa, seperti juga maltosa, terdiri atas dua mol glukosa dan dikenal
sebagai gula ja-mur. Sebanyak 15% bagian kering jamur terdiri atas trehelosa.
Trehelosa juga terdapat dalam serangga.

c. Gula Alkohol
Gula alkohol terdapat didalam alam dan dapat pula dibuat secara sintesis.
Gula alkohol atau poliol didefinisikan sebagai turunan sakarida yang gugus keton
atau aldehidnya diganti dengan gugus hidroksil. Poliol adalah pemanis bebas gula.
Poliol adalah karbohidrat tetapi bukan gula. Tidak seperti pemanis berpotensi tinggi
seperti aspartame.
Secara kimia, poliol disebut alkohol polihidrat atau gula alkoholkarena bagian
dari struktur poliol menyerupai gula dan bagian ini mirip dengan alkohol. Tetapi
pemanis bebas gula ini bukan gula dan juga bukan alkohol. Poliol diturunkan dari
karbohidrat yang gugus karbonilnya (aldehid atau keton, gula pereduksi) direduksi
menjadi gugus hidroksi primer atau sekunder. Poliol mempunyai rasa dan
kemanisan hampir sama dengan gula tebu (sukrosa), bahkan beberapa jenis lebih
manis. Poliol diturunkan dari gula tetapi tidak dimetabolisme seperti halnya
metabolisme gula oleh tubuh. Beberapa keuntungan penggunaan poliol yaitu :
1) Makanan yang ditambahkan poliol kalorinya lebih rendah dan bebas gula
daripadamakanan yang tidak ditambah poliol.
2) Rasa poliol seperti gula pada umumnya (gula tebu atau sukrosa)
3) Kalorinya lebih rendah daripada gula
4) Tidak menyebabkan kerusakan gigi
5) Menurunkan respon insulin

6
Beberapa karakteristik dari poliol yaitu kalori yang lebih sedikit, pemanis,
kemampuan untuk mempertahankan kadar air (humektan), sebagai bahan pengisi
dan penurun “freeze point”. Poliol adalah bahan serba guna yang digunakan dalam
berbagai aplikasi untuk memberikan nilai tambah.

Ada tiga jenis gula alkohol yaitu sorbitol, manitol,dulsitol, dan inosito :
1) Sorbitol, terdapat dibeberapa jenis buah dan secara komersial dibuat dari
glukosa. Sorbitol banyak digunakan dalam minuman dan makanan khususnya
untuk pasien diabetes. Tingkat kemanisan sorbitol hanya 60% bila
dibandingkan dengan sukrosa, diabsorpsi lebih lambat dan diubah di dalam hati
menjadi glukosa. Pengaruhnya terhadap gula darah lebih kecil daripada
sukrosa. Sorbitol tidak mudah dimetabolisme oleh bakteri dalam mulut
sehingga tidak mudah menimbulkan karies gigi. Oleh karena itu banyak
digunakan dalam pembutan permen karet.
2) Manitol dan dulsitol, merupakan alkohol yang dibuat dari monosakarida
manosa dan galaktosa. Manitol terdapat di dalam nanas, asparagus, ubi jalar dan
wortel. Secara komersial manitol diekstraksi dari rumput laut.
3) Inositol, merupakan alkohol siklis yang meyerupai glukosa. Inositol terdapat
dalam banyak bahan makanan, terutama dalam serealia (gandum,dkk).

d. Oligosakarida
Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida
yang jumlahnya antara 2 sampai dengan 10 molekul monosakarida (oligo bererti
sedikit). Sehingga oligosakarida dapat berupa disakarida, trisakarida dan lainnya.
Oligosakarida secara eksperimen banyak dihasilkan dari proses hidrolisa
polisakarida dan hanya beberapa oligosakarida yang secara alami terdapat dialam :
1) Trisakarida, merupakan oligosakarida yang terdiri atas tiga molekul
monosakarida.Contoh dari trisakarida adalah rafinosa. Rafinos adalah suatu

7
trisakarida yang penting,terdiri atas 3 molekul monosakarida yang
berikatan,yaitu galaktosa-glukosa-fruktosa. Atom karbon 1 pada galtosa
berikatan dengan atom karbon 6 pada glukosa, selanjutnya aom karbon 1 pada
glukosa berikatan dengan atom karbon 2pada fluktosa.( Poedjiadi , 2006 )
2) Tetrasakarida, merupakan oligosakarida yang terbentuk dari empat molekul
monosakarida.Stakiosa adalah suatu tetra sakarida. Dengan jalan hidrolisis
sempurna, stakiosa menghasilkan 2 molekul galaktosa, 1 molekul glukosa dan
1 molekul fruktosa.Pada hidrolisis parsial dapat dihasilkan fruktosa dan
monotriosa suatu trisakarida.Stakiosa tidak mempunyai sifat mereduksi. (
Poedjiadi , 2006 )
3) Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa adalah oligosakarid, merupakan
oligosakarida yang terdiri atas unit-unit glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga
jenis oligosakarida ini tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim pencernan. Seperti
halnya pada polisakarida nonpati, oligosakarida ini didalam usus besar
mengalami fermentasi. Oligosakarida ini banyak terdapat di dalam biji tumbuh-
tumbuhan dan kacang-kacangan.
4) Fruktan, merupakan sekelompok oligosakarida dan polsisakarida yang terdiri
atas beberapa unit fruktosa yang terikat dengan satu molekol glukosa. Frukten
terdapat dlam serealia, bawang merah, bawang putih dan asparagus. Sebagian
besar fruktan juga difermentasi dalam usus besar.

2. Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat Kompleks terdiri atas :
a. Polisakarida
Karbohidrat kompleks ini dapat mengandung sampai 3000 unit gula sederhana yang
tersusun dalam bentuk rantain panjang lurus atau bercabang. Gula sederhana ini terutama
glukosa. Jenis polisisakarida yang penting dalam ilmu gizi yaitu ; pati, dekstrin, dan
glikogen :

8
1) Pati / amilum, merupakan bentuk simpanan karbohidrat dalam tumbuh- tumbuhan
dan merupakan karbohidrat utama yang dikonsumsi manusia diseluruh dunia. Pati
terutama terdapat dalam padi-padian, umbi-umbian,serealia dan biji-bijian. Jagung,
beras dan gandum kandungan amilumnya lebih dari 70% pati, pada kacang-
kacangan sekitar 40% sedangkan pada ubi, talas, kentang, dan singkong 20-30%.
Amilum tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk
cairan yang sangat pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut "gelatinisasi" atau
mengembang.
2) Dekstrin, merupakan zat antara dalam pencernaan pati (pemecahan amilum).
Molekulnya lebih sederhana, Lebih mudah larut di dalam air. Dekstrin maltosa,
suatu produk hasil hidrolisis parsial pati, digunakan sebagai makanan bayi karena
tidak mudah mengalami fermentasi dan mudah dicerna.
3) Glikogen, atau disebut pati hewan merupakan bentuk simpanan karbohidrat didalam
tubuh manusia dan hewan, terutama terdapat dalam hati dan otot. Glikogen dalam
otot hanya dapat digunakan untuk keperluan energi di dalam otot tersebut,
sedangkan glikogen dalam hati dapat digunakan sebagai sumber energi untuk semua
keperluan sel tubuh. Glikogen terdiri dari unit- unit glukosa, yang lebih mudah di
pecah. Tubuh memiliki kapasitas terbatas untuk menyimpan glikogen yaitu hanya
sebanyak 350 gram. kelebihan glukosa dalam bentuk glikogen akan diubah menjadi
lemak dan disimpan dalam jaringan lemak. Glikogen ini hanya terdapat di dalam
makanan yang berasal dari hewan dalam jumlah terbatas.

b. Serat (Polisakarida Nonpati)


Serat adalah polisakarida nonpati yang menyatakan polisakarida dinding sel. Ada
dua golongan serat, yaitu yang tidak dapat larut dan dapat larut dalam air. Serat yang
tidak dapat larut dalam air adalah selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Serat yang larut
dalam air adalah pektin, gum, dan mukilase.
Serat yang tidak dapat larut dalam air ;

9
1) Selulosa, merupakan bagian utama dinding sel tumbuh- tumbuhan yang terdiri atas
polimer linear panjang hingga 10.000 unit glukosa terikat dalam bentuk ikatan beta.
Selulosa berfungsi melunak-kan dan memberi bentuk pada fases karna mampu
meyerap air, sehingga membantu gerakan peristaltik usus, dengan demikian
membantu defekasi dan mencegah konstipasi (sembelit).
2) Hemiselulosa, merupakan bagian utama serat serealia yang terdiri atas pilomer
bercabang heterogen heksosa, pentosa dan asam uronat.
3) Lignin, terdiri atas pilomer karbohidrat yang relatif pendek yaitu antara 50-2000
unit. Lignin memberi kekuatan pada struktur tumbuh-tumbuhan oleh karena itu,
lignin merupakan bagian keras dari tumbuh-tumbuhan. Sehingga jarang dimakan.
Lignin terdapat dalam tangkai sayur-sayuran, bagian inti dalam wortel dan biji
jambu biji.

Serat yang larut dalam air ;


Pektin, gum dan mukilase terdapat disekeliling dan di dalam sel tumbuh-tumbuhan.
Ikatan-ikatan ini larut dan mengembang didalam air sehingga membentuk gel. Oleh
karena itu, didalam indusri pangan digunakan sebagai bahan pengental, emulsifier, dan
stabilizer.
1) Pektin, terdapat didalam sayur dan buah, terutama jenis sitrus, apel,jambu biji,
anggur, dan wortel. Senyawa pektin berfungsi sebagai bahan perekat antar dinding
sel. Buah- buahan yang mempunyai kandungan pektin tinggi baik untuk dibuat selai
atau jeli.
2) Gum, terdiri atas 10.000-30.000 unit yang terutama terdiri atas glukosa, galaktosa,
manosa, arabinosa, ramnosa, dan asam uronat. Gum arabic adalah sari pohon atasia.
Gum diekstraksi secara komersial dan digunakan dalam industri pangan sebagai
pengental, emulsifier (zat pengemulsi adalah zat untuk membantu menjaga
kestabilan emulsi minyak dan air) , dan stabilizer.

10
3) Mukilase, merupakan struktur kompleks yang mempunyai ciri khas, yaitu memiliki
komponen asam D-galakturonat. Mukilase terdapat didalam biji-bijian dan akar.
Mukilase berfungsi untuk mencegah kekeringan.

C. Pencernaan, Absorpsi, dan Ekskresi Karbohidrat


Tujuan akhir pencernaan dan absorpsi karbohidrat adalah mengubah karbohidrat
menjadi ikatan-ikatan yang lebih kecil, terutama berupa glukosa dan fruktosa, sehingga dapat
diserap oleh pembuluh darah melalui dinding usus halus. Pencernaan karbohidrat kompleks
dimulai dimulut dan berakhir di usus halus. Karbohidrat yang tidak dicernakan memasuki
usus besar untuk sebagian besar di keluarkan dari tubuh.
1. Mulut
Pencernaan karbohidrat dimulai dari mulut. Bolus makanan yang diperoleh setelah
makan dikunyah bercampur dengan ludah yang mengandung enzim amilase (ptialin).
Amilase menghidrolisis pati (amilum) menjadi bentuk karbohidrat lebih sederhana, yaitu
dekstrin. Bila berada dimulut cukup lama, sebagian diubah menjadi disakarida maltosa.
Enzim amilase ludah bekerja paling baik pada pH netral. Bolus yang ditelan masuk
kedalam lambung. Amilase ludah yang ikut masuk kelambung dicernakan oleh asam
klorida (Hcl) dan enzim pencernaan protein yang terdapat dilambung, sehingga
pencernaan karbohidrat didalam lambung terhenti

2. Usus Halus
Sebagian besar pencernaan karbohidrat terjadi didalam usus halus. Enzim amilase
yang dikeluarkan oleh pankreas, mencernakan pati menjadi dekstrin dan maltosa.
Penyelesaian pencernaan karbohidrat dilakukan oleh enzim-enzim disakaridase yang
dikeluarkan oleh sel-sel mukosa usus halus berupa maltase, sukrase, dan laktase.
Hidrolisis disakarida oleh enzim-enzim ini terjadi di dalam mikrovili dan monosakarida
dihasilkan sebagi berikut : Monosakalida glukosa, fruktosa, dan galaktosa kemudian
diabsorpsi melalui sel epitel usus halus dan diangkut oleh sistem sirkulasi darah melalui
vena porta. Bila konsentrasi monosakarida didalam usus halus atau pada mukosa sel

11
cukup tinggi, absorpsi dilakukan secara pasif. Tapi, bila konsentrasi turun, absorpsi
dilakukan secara aktif melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi dari
ATP dan ion natrium. Glukosa dan galaktosa lebih cepat diabsorpsi dari pada fruktosa.
Monosakarida memaluli vena porta dibawah kehati dimana fruktosa dan galaktosa
diubah menjadi glukosa. Jadi , semua disakarida pada akhirnya diubah menjadi
glukosa.
Maltosa maltase 2 mol glukoasa
Sakarosa sukrase 1 mol glukosa + 1 mol fruktosa
Laktosa laktase 1 mol glukosa + 1 mol galaktosa

3. Usus Besar
Dalam waktu 1 -4 jam setelah selesai makan, pati non karbohidrat atau serat makanan
dan sebagian pati yang tidak dapat dicerna,akan di masukkan kedalam usus besar. Sisa-
sisa pencernaan ini merupakan substrat potensial untuk di fermentasi oleh
mikrooganisme dalam usus bersar. Produk utama fermentasi karbohidrat didalam usus
besar adalah karbondioksida, hidrogen, metan dan asam-asam lemak rantai lemak yang
mudah menguap seperti, asam asetat, asam propionat dan asam butirat. Pada kadar
rendah, sebagian besar gas-gas hasil fermentasi diabsorpsi dan dikeluarkan melalui paru-
paru. Bila melebihi kemampuan kolon untuk mengabsorpsi, gas-gas ini akan dikeluarkan
melalui anus (flatus).

D. Sekilas Menganai Metabolisme Karbohidrat


Peran utama karbohidrat dalam tubuh adalah menyediakan glukosa bagi sel-sel tubuh,
yang kemudian diubah menjadi energi. Glukosa memegang peranan penting dalam
metabolisme karbohidrat. Jaringan tentunya hanya memperoleh energi dari karbohidrat
seperti sel darah merah serta sebagian besar otak dan sistem saraf.

12
1. Menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen
Salah satu fungsi utama hati adalah menyimpan dan mengeluarkan glukosa sesuai
kebutuhan tubuh. Kelebihan glukosa akan disimpan didalam hati dalam bentuk glikogen.
Bila persediaan glukosa dalam darah menurun. Hati akan mengubah sebagian dari
glikogen menjadi glukosa dan mengeluarkannya kedalam aliran darah. Glukosa ini akan
dibawah olah darah keseluruh bagian tubuh yang memerlukan. Seperti, otak, sistem
saraf, jantung, dan organ tubuh lain. Sel-sel otot dan sel-sel lain disamping glukosa
menggukan lemak sebagi sumber energi. Sel-sel otot juga menyimpan glukosa dalam
bentuk glikogen. Glikogen ini hanya digunakan sebgai energi untuk keperluan otot saja
dan tidak dapat dikembalikan sebagi glukosa kedalam aliran darah. Tubuh hanya dapat
menyimpan glikogen dalam jumlah terbatas yaitu untuk keperluan energi beberapa jam.

2. Penggunaan Glukosa untuk Energi


Bila glukosa memasuki sel, enzim-enzim akan memecahnya menjadi bangian-bagian
kecil yang pada akhirnya akan menghasilkan energi, karbondioksiida dan air. Bagian-
bagian kecil ini dapat pula disusun kembali menjadi lemak.
Agar tubuh selalu memperoleh glukosa untuk keperluan energi, hendaknya seseorang
tiap hari memakan sumber karbohidrat pada selang waktu tertentu, karena persediaan
glikogen hayan bertahan untuk keperluan beberapa jam saja. Apakah karbohidrat dalam
makanan dapat digantikan sebagai sumber energi oleh lemak dan protein ? protein
dapat di ubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis (sintesis glukosa dari
rantai karbon non karbohidrat) dalam batas-batas tertentu, tetapi protein mempunyai
fungi lain yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain seperti untuk pertumbuhan.
Lemak tubuh tidak dapat diubah menjadi glukosa dalam jumlah berarti, glukosa sebagi
sumber energi untuk sel-sel otak, sel saraf lain, dan sel darah merah tidak dapat
digantikan oleh lemak. Jadi, makanan sehari-hari harus mengandung karbohidrat.
Karbohidrat yang cukup akan mencegah penggunaan protein untuk energi (sebagai
penghemat protein).

13
3. Perubahan glukosa menjadi lemak
Kelebihan karbohidrat di dalam tubuh diubah menjadi lemak. Perubahan ini terjadi
di dalam hati. Lemak ini kemudian dibawah oleh sel-sel lemak yang dapat menyimpan
lemak dalam jumlah tidak terbatas.

4. Gula Darah
Agar dapat berfungsi secara optimal, tubuh hendaknya dapat memepertahankan
konsentrasi gula darah (dalam bentuk glukosa) dalam batas-batas tertentu yaitu 70-120
mg/ 100 ml dalam keaadaan puasa. Bila gula darah naik diatas 170 mg/ 100 ml, darah
akan dikeluarkan dari urin. Bila sebaliknya gula darah turun hingga 40-50 mg/100 ml
kita akan merasa gugup, pusing, lemas dan lapar. Gula darah terlalu tinggi
disebut Hiperglikemia dan bila terlalu rendah Hipoglikemia.
Hormon Insulin yaitu di produksi oleh sel-sel beta pulau langerhans (sel-sel pankreas)
menurunkan gula darah. Mekanisme penurunan gula darah oleh insulin, meliputi
peningkatan laju penggunaan glukosa melalui oksidasi, glikogenesis (perubahan glokosa
menjadi glikogen), (Glikogenesis adalah lintasan metabolisme yang
mengkonversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di dalam hati. Lintasan ini
diaktivasi di dalam hati, oleh hormon insulin sebagai respon terhadap rasio gula darah
yang meningkat, misalnya karena
kandungan karbohidrat setelah makan) dan lipogenesis (perubahan glokosa menjdi
lemak).
Glukagon, yang diproduksi oleh sel-sel alfa pulau-pulau langerhans mempunyai
pengaruh kebalikan dari insulin. Glukagon meningkatkan gula darah melalui
peningkatan glikogenolisis ( perubahan glikogen menjadi glukosa)
dan glukoneogenesis (lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh,
selain glikogenolisis, untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma
darah untuk menghindari simtoma hipoglisemia). Insulin dan glukagon adalah
antagonis dan pengaruh yang berlawanan inilah yang untuk sebagian menjaga
keseimbangan metabolisme kerbohidrat.

14
Glukokortikoid, hormon steroid yang diproduksi oleh korteks adrenal, mempengaruhi
gula darah dengan merangsang glukoneogenesis. Hormon ini mempengaruhi glukosa
dan meningkatkan laju perubahan protein menjadi glukosa dengan demikian berlawanan
dengan insulin.

E. Sumber Karbohidrat
Kebutuhan karbohidrat menurut anjuran WHO (1990) adalah 55-75 % dari total
konsumsi energi diutamakan bersal dari karbohidrat kompleks dan 10 % dari karbohidrat
sederhana. Demikian juga kebutuhan sehari-hari menurut lembaga kanker amerika
mengganjurkan 20-30 gram/hari. Pola makanan penduduk Indonesia umumnya kaya serat
dari kacang-kacangan, sayuran maupun buah.

1. Tanaman pangan
Tanaman pangan merupakan tanaman yang menjadi sumber karbohidrat untuk
dikonsumsi oleh makhluk hidup. Jenis karbohidrat yang terdapat pada tanaman pangan
ini merupakan karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat
yang terbentuk oleh hampir lebih dari 20.000 unit molekul monosakarisa terutaman
glukosa. Di dalam ilmu gizi, jenis karbohidrat kompleks yang merupakan sumber utama
bahan makanan yang umum dikonsumsi oleh manusia adalah pati (starch). Beberapa
tanaman yang mempunyai jenis karbohidrat ini, yaitu :
a. Padi
b. Kentang
c. Ubi
d. Jagung
e. Singkong
f. Kacang-kacangan

15
2. Tanaman Hortikultura ( Buah-Buahan dan Sayur-Sayuran )
Buah–buahan menjadi salah satu sumber karbohidrat sederhana.Di dalam buah
terkandung banyak glukosa begitupun pada sayuran.Fruktosa dikenal juga sebagai gula
buah dan merupakan gula yang paling manis daripada yang lainnya dan fruktosa ini juga
terkandung diberbagai macam buah-buahan.Selain buah dan sayur tanaman perkebunan,
yaitu tebu merupakan salah stu sumber karbohidrat juga karena 99% gula pasir dibentuk
oleh sukrosa yang terdapat pada tebu.

F. Manfaat Karbohidrat
1. Sebagai Energi
Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh. Karbohidrat
merupakan sumber utama energi bagi penduduk di seluruh dunia, karena banyakdi dapat
di alam dan harganya relatif murah. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kkalori.
Sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk
keperluan energi segera; sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan
otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan
energi di dalam jaringan lemak. Seseorang yang memakan karbohidrat dalam jumlah
berlebihan akan menjadi gemuk.

2. Pemberi Rasa Manis Pada Makanan


Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya monosakarida dan
disakarida. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama. Fruktosa adalah gula yang
paling manis. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai 1, maka tingkat kemanisan
fruktosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltosa 0,4; laktosa 0,2.

3. Penghemat Protein
Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk
memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat

16
pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama akan
digunakan sebagai zat pembangun

4. Pengatur Metabolisme Lemak


Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna, sehingga
menghasilkan bahan-bahan keton berupa asam osetoasetat, aseton, dan asam beta-
hidroksi-butirat. Bahan-bahan ini dibentuk menyebabkan ketidakseimbangan natrium
dan dehidrasi. pH cairan menurun. Keadaan ini menimbulkan ketosis atau asidosis yang
dapat merugikan tubuh.

5. Membantu Pengeluaran Feses


Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltik usus dan
memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam serat makanan mengatur peristaltik
usus. Serat makanan mencegah kegemukan, konstipasi, hemoroid, penyakit-penyakit
divertikulosis, kanker usus besar, penyakiut diabetes mellitus, dan jantung koroner yang
berkaitan dengan kadar kolesterol darah tinggi. Laktosa dalam susu membantu absorpsi
kalsium. Laktosa lebih lama tinggal dalam saluran cerna, sehingga menyebabkan
pertumbuhan bakteri yang menguntung.

G. Gangguan Akibat kekurangan dan kelebihan Karbohidrat.


Kekurangan atau kelebiham karbohidrat dapat pula menimbulkan berbagai gangguan
atau penyakit, diantaranya :
1. Kekurangam Kalori dan Protein (KKP)
Penyakit kekurangam kalori dan protein pada dasarnya terjadi karena defisiensi
energi dan defisiensi protein, disertai susunan hidangan yang tidak seimbang. Penyakit
KKP terutama menyerang anak yang sedang tumbuh,ibu hamil dan dapat pula
menyerang orang dewasa, yang biasanya kekurangan makan secara menyeluruh.
Penyakit KKP menyerang anak yang sedang tumbuh pesat (balita), terutama berusia
2-4 tahun. Beberapa gejala defisiensi energi, anak kelihatan kurus seolah-olah hanya

17
tinggal kulit pembalut tulang. Muka berkerut seperti orang tua, kulit di dekat pantat juga
tampak berlipat-lipat, mengesankan kulit yang terlalu lebar untuk badan anak. Anak
tergeletak pasif, apatis, tanpa respen terhadap keadaan sekitar, dan bila dipegang tidak
terasa jaringan lemak subkutam di antara lipatan kulitnya.
a. Kwasiorkor yaitu penyakit yang diakibatkan karena kekurangan protein. Pada anak
yang kekurangan protein (kwashiokor) ditemui gejala antara lain, anak apatis,
rambut kepala halus dan jarang, rambut bewarna kemerahan kusam tidak hitam
mengkilap seperti pada. anak sehat, rambut ini sering mudah dicabut tanpa terasa.
sakit oleh penderita.
b. Marasmus adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang buruk paling sering
ditemui pada balita penyebabnya antara lain karena masukan makanan yang sangat
kurang, infeksi, pembawaan lahir, prematuritas, penyakit pada masa neonatus serta
kesehatan lingkungan. Marasmus sering dijumpai pada anak berusia 0 - 2 tahun
dengan gambaran sbb :
1) berat badan kurang dari 60% berat badan sesuai dengan usianya,
2) suhu tubuh bisa rendah karena lapisan penahan panas hilang,
3) dinding perut hipotonus
4) kulitnya melonggar hingga hanya tampak bagai tulang terbungkus kulit,
5) tulang rusuk tampak lebih jelas atau tulang rusuk terlihat menonjol,
6) anak menjadi berwajah lonjong dan tampak lebih tua (old man face)),
7) Otot-otot melemah,
8) atropi,
9) bentuk kulit berkeriput bersamaan dengan hilangnya lemak subkutan,
10) perut cekung sering disertai diare kronik (terus menerus) atau susah buang air
kecil.

2. Laktosa Intolerans (LI)


Ada orang sehat terutama anak-anak dan remaja yang tidak tahan bila minum susu,
sehingga menyebabkan diare. Hal ini disebabkan kekurangam enzim laktase pada usus

18
halusnya tidak mampu menguraikan laktosa (gula susu) menjadi gula. yang lebih
sederhana. Ketidakmampuan usus halus mencerna laktosa ini ditandai dengan gejala
kejang perut, diare, dan perut kenbung jika minum susu.
Upaya yang ditempuh untuk mengatasi gangguan reaksi LI dengan penambahan
enzim laktase pada susu dengan hasil olahannya seperti yoghurt, keju, dan mentega. Ini
penting dilakukan karena susu merupakan bahan makanan yang padat gizi dan penting
dikonsumsi.

3. Gula Darah
Glukosa. dijumpai dalam peredaran darah, berfungsi sebagai penyedia energi bagi sel
dan jaringan tubuh. Dalam keadaan normal kadar glukosa darah berkisar antara 60-120
mg/100 ml. Kadar glukosa melebihi mormal disebut hiperglikemi, yaitu kelebihas
kadar gula dalam darah. Keadaam sebaliknya disebut hipoglikemil yaitu keaAaam
kadar gula. darah di bawah normal.
Hipoglikemi dapat meryebabkan kehilangan kesadaran (koma), karena sistem
susunan saraf pusat dan otak hanya dapat bekerja dengan mengambil glukosa sebagai
sumber tenaga. Pada keadaan demikian harus segera diberikan suntikan glukosa. untuk
menormalkan fungsi otak.

4. Kencing manis (Diabetes Melitus)


Penyakit diabetes melitus atau kencing manis merupakan gangguan metalobolik yang
berkaitan dengan glukosa. Para peneliti dan ilmuwan umumnya sependapat, dasar
penyakit ini ialah defisiensi hormon insulin. Hormon ini dihasilkan dalam kelenjar
pankreas dan mempunyai fungsi memetabolisme glukosa.
Diabetes melitus dapat ditangani dengan upaya diet, kegiatan fisik, dan obat. Jika
penangannya cukup baik, penderita dapat menjalani kehidupan normal untuk jangka
waktu tertentu. Pada penderita sering dijumpai kelainan sampingan, terutama yang tidak
dirawat dengan baik, misalnya kelainan retina (retinopathia diabetica), kelainan

19
kardiovaskuler dengan gejala penyumbatan pembuluh darah halus, kelainan ginjal dan
kelainan hati. Bisa juga terjadi kelainan saraf yang disebut neuropathia diabetica.

5. Obesitas
Obesitas atau kegemukan adalah kelebihan gizi yang ditandai dengan adanya
penimbunan lemak secara berlebihan dalam tubuh sehingga menaikkan berat badan.
Kegemukan hanya dapat terjadi jika ada kelebihan energi karena berbagai sebab, antara
lain kelebihan zat gizi, kelainan bagian otak tertentu, kelainan hormon endokrin, faktor
keturunan, dan akibat pemakaian obat tertentu.
Kelebihan berat badan antara lain disebabkan ketidakseimbangan konsumsi kalori
dengan kebutuhan energi, dimana konsumsi terlalu berlebihan dibanding kebutuhan
energi. Kelebihan energi itu disimpan dalam bentuk jaringan lemak.

20
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Karbohidrat merupakan suatu molekul yang tersusun dari unsur-unsur karbon,
hydrogen, dan oksigen. Rumus umumnya adalah CnH2nOn.
2. Karbohidrat dapat digolongkan berdasarkan :
a. Karbohidrat sederhana : monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa dan
pentosa), disakarida (sukrosa, maltosa, laktosa), gula alkhohol (sorbitol,
manitol, dulsitol, dan inositol) dan oligosakarida .
b. Karbohidrat kompleks : polisakarida (pati, dekstrin, glikogen) dan serat / non
pati.
3. Pencernaan karbohidrat dimulai dari mulut. Enzim Amilase (diair ludah)
menghidrolisis pati (amilum) menjadi bentuk karbohidrat lebih sederhana, yaitu
disakarida, selanjutnya pencernaan karbohidrat terjadi didalam usus halus.
Enzim amilase yang dikeluarkan oleh pankreas, mencernakan pati menjadi
dekstrin dan maltosa. Hidrolisis disakarida oleh enzim-enzim ini terjadi di dalam
mikrovili dan monosakarida dihasilkan sebagi berikut : Monosakalida glukosa,
fruktosa, dan galaktosa kemudian diabsorpsi melalui sel epitel usus halus dan
diangkut oleh sistem sirkulasi darah melalui vena porta . Sisa-sisa karbohidrat
yang tidak berguna lagi akan dikeluarkan (diekskresikan).
4. Sumber karbohidrat antara lain : padi, gandum, jagung, ubi jalar, talas, ketela,
kentang dan sagu dll.
5. Karbohidrat memiliki beberapa fungsi, dan fungi utamanya yaitu sebagai sumber
energi.
6. Kekurangan atau kelebiham karbohidrat dapat pula menimbulkan berbagai
gangguan atau penyakit. Oleh sebab itu dengan pola hidup yang sehat kita dapat
terhindar dari berbagai macam penyakit akibat gangguan karbohidrat. Adapun

21
pola hidup sehat, diantaranya : mengonsumsi makanan-makan sehat ( bergizi dan
seimbang) , berolah raga, dan banyak mengonsumsi buah dan syuran.

22
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S.2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta : Gramedia
Poedjiadi,Anna.2006.Dasar-Dasar Biokimia.Jakarta : Universitas Indonesia
Schumm,Dorothy E.1993.Intisari Biokimia.Jakarta : Binarupa Aksara
L.Achadi, Endang. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers

23

Beri Nilai