Anda di halaman 1dari 33

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Asam urat, pasti tidak asing lagi dengan penyakit ini. Selama ini
penyakit asam urat lebih dikenal sebagai penyakit yang sering menyerang
kebanyakan orang yang sudah lanjut usia atau 40 tahun ke atas yang sering
terlihat menderota penyakit ini namun dengan gaya hidup serba instant dan
modern seperti sekarang gejala asam urat seringkali ditemukan pada orang
yang lebih muda.

Asam urat sendiri membuat penderitanya merasakan nyeri yang amat


dalam pada persendian dan ini sangat mengganggu dalam menjalankan
aktivitas kita sehari-hari. Asam urat, pasti tidak asing lagi dengan penyakit
ini. Di masyarakat kini beredar mitos bahwa ngilu sendi berarti asam urat.
Pengertian ini perlu diluruskan karena tidak semua keluhan dari nyeri sendi
disebabkan oleh asam urat. Pengertian yang salah ini diperparah oleh iklan
jamu/obat tradisional.

Yang dimaksud dengan asam urat adalah kristal-kristal yang


terbentuk sebagai hasil metabolisme zat purin (bentuk turunan dari
nukleoprotein). Purin merupakan salah satu komponen asam nukleat yang
terdapat pada inti sel semua makhluk hidup. Purin terdapat dalam tubuh kita,
terdapat juga pada makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan (daging,
jeroan, sayur, buah, kacang, dsb.). Selain itu, purin juga bisa dihasilkan dari
perusakan sel-sel tubuh yang terjadi baik secara normal ataupun karena
penyakit tertentu.
Saat kita mengkonsumsi makanan yang berasal dari tubuh makhluk
hidup, zat purin yang terkandung di dalamnya ikut berpindah ke dalam tubuh
kita. Makanan yang masuk akan diolah oleh tubuh, melalui proses
metabolisme dan menghasilkan asam urat. Jadi setiap orang punya kadar
asam urat dalam tubuh. Penyakit asam urat terjadi jika kadar asam urat
berlebihan (karena purin yang masuk terlalu banyak). Tubuh manusia sudah
menyediakan 85% senyawa purin untuk kebutuhan sehari-hari, yang berarti
kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15%.

Dalam kondisi normal, asam urat yang dihasilkan akan dikeluarkan


oleh tubuh dalam bentuk urine dan feses (tinja/kotoran). Proses pembuangan
ini diatur oleh ginjal, yang berfungsi mengatur kestabilan kadar asam urat
dalam tubuh. Namun jika kadar asam urat berlebihan, ginjal akan kewalahan
dan tidak sanggup mengaturnya sehingga kelebihan kristal asam urat tersebut
akan menumpuk pada sendi dan jaringan. Ini sebabnya persendian kita terasa
nyeri dan bengkak.

Penyakit rematik banyak jenisnya. Tidak semua keluhan nyeri sendi


atau sendi yang bengkak itu berarti asam urat. Untuk memastikannya perlu
pemeriksaan laboratorium.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut dirumuskan masalah : ”Bagaimanakah


tingkat pengetahuan dan sikap lansia mengenai penyakit asam urat?”

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum

Mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap lansia tentang asam urat

2. Tujuan Khusus
a. Mendeskripsikan tingkat pengetahuan lansia terhadap penyakit
asam urat
b. Mendeskripsikan perilaku lansia mengenai pencegahan asam urat
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN
GOUT dikenal sejak masa Hippocrates, sering dinamakan sebagai
"penyakit para raja dan raja dari penyakit“. Gout bahasa Latin, yaitu gutta
(tetesan) karena kepercayaan kuno bahwa penyakit ini disebabkan oleh luka
yang jatuh tetes demi tetes ke dalam sendi. Asam urat adalah produk akhir
atau produk buangan yang dihasilkan dari metabolisme/pemecahan purin.
Asam urat sebenarnya merupakan antioksidan dari manusia dan hewan, tetapi
bila dalam jumlah berlebihan dalam darah akan mengalami pengkristalan dan
dapat menimbulkan gout. Asam urat mempunyai peran sebagai antioksidan
bila kadarnya tidak berlebihan dalam darah, namun bila kadarnya berlebih
asam urat akan berperan sebagai prooksidan. Kadar asam urat dapat diketahui
melalui hasil pemeriksaan darah dan urin. Nilai rujukan kadar darah asam
urat normal pada laki-laki yaitu 3.6 - 8.2 mg/dl sedangkan pada perempuan
yaitu 2.3 - 6.1 mg/dl (E. Spicher, Jack Smith W. 1994).

B. KLASIFIKASI ASAM URAT


1. Penyakit gout primer penyebabnya belum diketahui. Diduga berkaitan
dengan kombinasi faktor genetic dan factor hormonal yang menyebabkan
gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi
asam urat atau bisa juga di akibatkan karena berkurangnya pengeluaran
asam uart daam tubuh
2. Penyakit gout sekunder disebabkan antara lain karena meningkatnya
produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan dengan
kadar purin yang tinggi

C. PENYEBAB ASAM URAT


Pada dasarnya, asam urat berasal dari :
1. Endogen : perombakan protein/nucleoprotein jaringan terutama purin
2. Eksogen : Makanan yang mengandung sintesis nucleoprotei
Penyebab asam urat secara endogen dan eksogen diuraikan seperti berikut:
1. Faktor keturunan dengan adanya riwayat gout dalam silsilah keluarga
2. Meningkatnya kadar asam urat karena diet tinggi protein dan makanan
kaya senyawa purin lainnya. Purin adalah senyawa yang akan dirombak
menjadi asam urat dalam tubuh
3. Konsumsi alkohol berlebih, karena alkohol merupakan salah satu
sumber purin yang juga dapat menghambat pembuangan urin melalui
ginjal
4. Ekskresi asam urat berkurang karena fungsi ginjal terganggu misalnya
kegagalan fungsi glomerulus atau adanya obstruksi sehingga kadar
asam urat dalam darah meningkat. Kondisi ini disebut hiperurikemia,
dan dapat membentuk kristal asam urat / batu ginjal yang akan
membentuk sumbatan pada ureter (Mandell Brian F. 2008). Pasien
disarankan meminum cairan dalam jumlah banyak . minum air
sebanyak 2 liter atau lebih tiap harinya membantu pembuangan urat,
dan meminimalkan pengendapan urat dalam saluran kemih.
5. Beberapa macam obat seperti obat pelancar kencing (diuretika golongan
tiazid), asetosal dosis rendah, fenilbutazon dan pirazinamid dapat
meningkatkan ekskresi cairan tubuh, namun menurunkan eksresi
6. Penggunaan antibiotika berlebihan yang menyebabkan berkembangnya
jamur, bakteri dan virus yang lebih ganas.
7. Penyakit tertentu seperti gout, Lesch-Nyhan syndrome, endogenous
nucleic acid metabolism, kanker, kadar abnormal eritrosit dalam darah
karena destruksi sel darah merah, polisitemia, anemia pernisiosa,
leukemia, gangguan genetik metabolisme purin, gangguan metabolik
asam urat bawaan (peningkatan sintesis asam urat endogen),
alkoholisme yang meningkatkan laktikasidemia, hipertrigliseridemia,
gangguan pada fungsi ginjal dan obesitas, asidosis ketotik,
asidosislaktat, ketoasidosis, laktosidosis, dan psoriasis (Murray
RobertK, dkk.2006).
8. Faktor lain seperti stress, diet ketat, cidera sendi, darah tinggi dan
olahraga berlebihan.( VitaHealth, 2007 )
D. PATHWAY
E. TANDA DAN GEJALA ASAM URAT
1. Nyeri hebat yang tiba-tiba menyerang sendi pada saat tengah malam,
biasanya pada ibu jari kaki ( sendi metatarsofalangeal pertama ) atau
jari kaki ( sendi tarsal )
2. Kulit berwarna kemerahan, terasa panas, bengkak, dan sangat nyeri
3. Pembengkakan sendi umumnya terjadi secara asimetris ( satu sisi tubuh
)
4. Demam, dengan suhu tubuh 38,30C atau lebih, tidak menurun lebih dari
tiga hari walau telah dilakukan perawatan
5. Bengkak pada kaki dan peningkatan berat badan yang tiba-tiba (
VitaHealth, 2007 )

F. PENCEGAHAN ASAM URAT


1. Atur pola makan
2. Minum obat sesuai dengan resep dokter atau suplemen
3. Olahraga dan Diet
4. KDM untuk penderita Asam Urat
5. Menghindar faktor pencetusnya
6. Menghindari cidera
7. Tidak minum-minuman beralkohol
8. Mengurangi makanan yang kaya akan protein
9. Banyak minum air mineral
10. Mengurangi berat badan
11. Pencegahan dengan diet
12. Menghindari konsumsi protein purin secara berlebihan, misalnya usus,
babat, limpa, jeroan, danging sapi, paru, otak, ginjal, ekstrak danging,
danging kambing, sarden, udang, siput, ikan-ikan kecil, jamur kering,
kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau (bayam, kangkung, daun
melinjo, tempe, tahu)
13. Konsumsi lemak harus dibatasi
14. Karbohidrat yang di konsumsi sebaiknya karbohidrat kompleks
15. Konsumsi buah yang banyak mengandung air (semangka, melon,
blewah, belimbing
Pencegahan osteoartritis dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi
makanan yang bergizi. Beberapa suplemen makanan juga dapat digunakan
untuk mencegah penyakit ini. Beberapa suplemen yang umum digunakan
antara lain adalah glukosamin dan kondroitin.
1. Glukosamin. Glukosamin adalah molekul gula amino yang biasa
terdapat pada kulit krustasea (udang-udangan), artropoda, dan dinding
sel cendawan. Di Indonesia, glukosamin dapat diperoleh dari langsung
dari suplemen makanan komersial atau minuman susu tersuplementas.
2. Kondroitin. Kondrotin sendiri adalah suplemen makanan yang biasa
digunakan bersama glukosamin. Ia merupakan senyawa rantai gula
bercabang yang menyususun tulang rawan. Di Indonesia, kondroitin
dapat diperoleh dari langsung dari suplemen makanan.

G. PENGOBATAN ASAM URAT


Pengobatan bukan semata-mata ditujukan untuk menurunkan asam urat
serum, tetapi juga untuk keluhan dan gejala-gejala. Hal yang paling penting
selama pengobatan gout adalah diet purin ketat. Untuk artritis yang akut dan
sangat nyeri:
1. Istirahat
2. Colchicin
Dosis :
- 0,5mg/jam sampaiserangan hilang atau sampai ada gejalagejala
intoksikasi colchicin, yaitu: diare, muntah-muntah dan lain-lain gejala
traktus digestivus
- Dosis maksimal: 7 mg - Dosis pemeliharaan: 0,5-1 mg/hari
3. Phenilbutason/Oxyphenbutason:
- Antiinflamasi/analgetik.
- Urikosurik.
- Khasiat cepat.
- Komplikasi: pemakaian jangka waktu pendek tidak banyak.
- Dosis: 3-4 x 100 mg/hari, dosis pemeliharaan: 2 x 100 mg.
4. Indometasin
- Juga efektif, khasiat cepat.
- Dosis: 3-4 x 50 mg/hari untuk 4-5 hari.
5. Prednison
- Indikasi: bila obat-obatan non steroid antiinflamasi gagal.
- Dosis: permulaan 60 mg/hari, diturunkan berangsur-angsur sampai
dengan dosis pemeliharaan 5-10 mg/ hari.

Pada fase interkritis (bebas serangan artritis) harus dihindari faktor-faktor


pencetus provokasi:

1. Diit: rendah purin, rendah lemak, rendah protein, tinggi karbohidrat,


pantang alkohol, hindari infeksi, trauma dan operasi. Banyak minum;
diuresis 2 liter/hari memperbesar eksresi asam urat
2. Mengurangi serangan Bila serangan 2-3 kali/tahun, dapat diberi
profilaksin colchicin 1/2 – 1 mg/hari
3. Bila penderita termasuk kelompok produksi asam urat berlebihan (lebih
dari 9 mg%) diberikan – allopurinol 1-3 x 100 mg/hari untuk mengurangi
produksi.
4. Bila pengeluaran asam urat kurang, diberikan obat-obat urikosurik: -
Probenecid: 2-3 x 250 mg/hari - Phenylbutason: 3 x 100 mg/hari -
Salisilate: 5 gr/hari.7
BAB 3
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENTINGNYA PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT
ASAM URAT

Topik : Asam Urat


Sub topik : Pentingnya Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit
Asam Urat
Sasaran : Masyarakat Desa Bedoho, Kec. Sooko, Kab. Ponorogo
Target : Lansia Yang Menderita Asam Urat
Hari/Tanggal : Sabtu, 14 Oktober 2017
Waktu : Pukul 09.30 WIB – 10.00 WIB
Tempat : Rumah Kamituwo, Dusun Puru, Ds. Bedoho, Kec.
Sooko, Kab. Ponorogo
Pemateri : Mahasiswa S1 Keperawatan, Universitas
Muhammadiyah Ponorogo

A. Latar Belakang
Asam urat, pasti tidak asing lagi dengan penyakit ini. Selama ini
penyakit asam urat lebih dikenal sebagai penyakit yang sering menyerang
kebanyakan orang yang sudah lanjut usia atau 40 tahun ke atas yang sering
terlihat menderota penyakit ini namun dengan gaya hidup serba instant dan
modern seperti sekarang gejala asam urat seringkali ditemukan pada orang
yang lebih muda.

Asam urat sendiri membuat penderitanya merasakan nyeri yang amat


dalam pada persendian dan ini sangat mengganggu dalam menjalankan
aktivitas kita sehari-hari. Asam urat, pasti tidak asing lagi dengan penyakit
ini. Di masyarakat kini beredar mitos bahwa ngilu sendi berarti asam urat.
Pengertian ini perlu diluruskan karena tidak semua keluhan dari nyeri sendi
disebabkan oleh asam urat. Pengertian yang salah ini diperparah oleh iklan
jamu/obat tradisional.

Yang dimaksud dengan asam urat adalah kristal-kristal yang


terbentuk sebagai hasil metabolisme zat purin (bentuk turunan dari
nukleoprotein). Purin merupakan salah satu komponen asam nukleat yang
terdapat pada inti sel semua makhluk hidup. Purin terdapat dalam tubuh kita,
terdapat juga pada makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan (daging,
jeroan, sayur, buah, kacang, dsb.). Selain itu, purin juga bisa dihasilkan dari
perusakan sel-sel tubuh yang terjadi baik secara normal ataupun karena
penyakit tertentu.

Saat kita mengkonsumsi makanan yang berasal dari tubuh makhluk


hidup, zat purin yang terkandung di dalamnya ikut berpindah ke dalam tubuh
kita. Makanan yang masuk akan diolah oleh tubuh, melalui proses
metabolisme dan menghasilkan asam urat. Jadi setiap orang punya kadar
asam urat dalam tubuh. Penyakit asam urat terjadi jika kadar asam urat
berlebihan (karena purin yang masuk terlalu banyak). Tubuh manusia sudah
menyediakan 85% senyawa purin untuk kebutuhan sehari-hari, yang berarti
kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15%.

Dalam kondisi normal, asam urat yang dihasilkan akan dikeluarkan


oleh tubuh dalam bentuk urine dan feses (tinja/kotoran). Proses pembuangan
ini diatur oleh ginjal, yang berfungsi mengatur kestabilan kadar asam urat
dalam tubuh. Namun jika kadar asam urat berlebihan, ginjal akan kewalahan
dan tidak sanggup mengaturnya sehingga kelebihan kristal asam urat tersebut
akan menumpuk pada sendi dan jaringan. Ini sebabnya persendian kita terasa
nyeri dan bengkak.

Penyakit rematik banyak jenisnya. Tidak semua keluhan nyeri sendi


atau sendi yang bengkak itu berarti asam urat. Untuk memastikannya perlu
pemeriksaan laboratorium.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut dirumuskan masalah : ”Bagaimanakah


tingkat pengetahuan dan sikap lansia mengenai penyakit asam urat?”

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum

Mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap lansia tentang asam urat

2 . Tujuan Khusus
a. Mendeskripsikan tingkat pengetahuan lansia terhadap penyakit
asam urat
b. Mendeskripsikan perilaku lansia mengenai pencegahan asam
urat

D. Materi
Dalam kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober
2017 akan disampaikan beberapa materi yang berkaitan dengan beberapa hal
berikut ini :
a) Pengertian apa itu asam urat
b) Penyebab-peyebab asam urat
c) Tanda dan gejala asam urat
d) Penatalaksanaan asam urat

E. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi
F. Media
1. Laptop
2. LCD/proyektor
3. Power Point
4. Leaflet

G. Pengorganisasian
1. Pelaksana Kegiatan
a. Moderator : Arta Gilang Mahardika
b. Pembicara : Nindar O
c. Operator : Muhaimin
d. Fasilitator : Dhaniar Yuni
2. Peserta
a. Setting Tempat Duduk
Layar Proyektor

2 4 1

5 5 5 5

5 5 5 5

5 5 5 5 5 5 5 5

b. Keterangan
1. Moderator
2. Pembicara
3. Operator
4. Observer
5. Peserta
H. Rencana Acara Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Pembicara Kegiatan Peserta

Pembukaan :

1. Mengucapkan 1. Menjawab salam


salam,dan dan memberikan
mengapresiasi perhatian kepada
kehadiran peserta pembicara
5 Menit 2. Memperkenalkan 2. Memberikan
1. (09.30−09.35 diri perhatian kepada
WIB) pembicara
3. Menjelaskan tujuan 3. Memfokuskan
kegiatan perhatian terhadap
penyuluhan tujuan penyuluhan
yang disampaikan
oleh pembicara

Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan :

1. Menyampaikan 1. Peserta
materi penyuluhan mendegarkan
tentang “Pentingya dengan seksama
Pengetahuan dan memfokuskan

20 Menit Masyarakat perhatian terhadap

2. (09.35−09.55 Tentang Penyakit materi yang

WIB) Asam Urat” disampaikan oleh


pembicara
2. Mengadakan 2. Mengajukan
diskusi (tanya beberapa
jawab) dengan pertanyaan yang
peserta kegiatan berkaitan dengan
penyuluhan topik dalam
kegiatan
penyuluhan.

Penutup :

1. Menyampaikan 1. Memperhatikan
kesimpulan dari dengan seksama
semua materi
penyuluhan yang
telah disampaikan
2. Mengucapkan 2. Memperhatikan
terima kasih atas dengan seksama
segala bentuk

5 Menit partisipasi peserta

3. (09.55−10.00 dalam kegiatan

WIB) penyuluhan dan


membagikan
leaflet.
3. Memohon maaf 3. Meperhatikan
apabila terdapat dengan seksama
kesalahan dan dan menjawab
kekurangan pada salam
saat kegiatan
penyuluhan
berlangsung,
mengucapkan salam

I. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a) Kesiapan mahasiswa sebagai pembicara dalam kegiatan penyuluhan.
b) Kesiapan peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan.
c) Media yang digunakan sesuai dengan topik dan tepat guna.
d) Tempat yang sesuai dan kondusif untuk pelaksanaan kegiatan
penyuluhan
e) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas yang disepakati oleh
mahasiswa

2. Evaluasi Proses
a) Kegiatan penyuluhan sesuai dengan waktu yang direncanakan
b) Peserta penyuluhan kooperatif dan aktif berpartisipasi selama proses
penyuluhan
c) Suasana dalam kegiatan penyuluhan kondusif
3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan maka peserta akan :
a) Dapat menjelaskan kembali tentang pengertian dari penyakit asam
urat itu apa
b) Dapat menjelaskan faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya
asam urat
c) Memahami tanda dan gejala dari penyakit asam urat
d) Menjelaskan penatalaksanaan dari penyakit asam urat
BAB 4

MATERI PENYULUHAN

PENTINGNYA PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT


ASAM URAT

A. PENGERTIAN
Menurut Mutia Sari (2010 : 5) asam urat adalah akibat tingginya kadar
asam urat di tubuh. Silvia S. (2009 : 10) berpendapat bahwa asam urat adalah
asam yang berbentuk kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme
purin (bentuk turunan nukeloprotein) yaitu salah satu komponen asam nukleat
yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Khomsan A. S. Harlinawati Y. (2008 :
4) mengatakan asam urat ialah terjadinya penumpukan kristal asam urat pada
daerah persendian.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan asam urat merupakan bagian
metabolisme purin. Dalam keadaan normal dan jika tidak berlangsung normal
asam urat akan menumpuk dalam jaringan tubuh. Akibatnya, terjadi
penumpukan kristal asam urat pada daerah persendian sehingga menimbulkan
rasa sakit yang luar biasa.

B. PENYEBAB
Kelainan metabolisme dalam tubuh yaitu reaksi peradangan jaringan
terhadap pembentukan kristal monosodium urat monohidrat yang
berhubungan dengan hiperurisemia (pengeluaran asam urat melalui urin yang
berlebihan).
Beberapa faktor yang menyebabkan kadar asam urat tinggi adalah:
a. Faktor keturunan
b. Penyakit Diabetes Melitus
c. Adanya gangguan ginjal dan hipertensi
d. Tingginya asupan makanan yang mengandung purin.
e. Jumlah alkohol yang dikonsumsi
f. Penggunaan obat-obatan kimia yang bersifat diuretik/analgetik
dalam waktu lama.

C. TANDA DAN GEJALA


Menurut Mutia Sari (2010 : 33) biasanya asam urat mengenai sendi ibu
jari, tetapi bisa juga pada tumit, pergelangan kaki dan tangan atau sikut.
Kebanyakan asam urat muncul sebagai serangan kambuhan. Penyakit ini
timbul dari kondisi hiperurikemi, yaitu keadaan di mana kadar asam urat
dalam darah di atas normal.
Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 - 7 mg/dL, sedangkan
pada wanita 2,6 - 6 mg/dL. Serangan asam urat biasanya timbul secara
mendadak/akut, kebanyakan menyerang pada malam hari. Jika asam urat
menyerang, sendi-sendi yang terserang tampak merah, mengkilat, bengkak,
kulit diatasnya terasa panas disertai rasa nyeri yang sangat hebat, dan
persendian sulit digerakan. Serangan pertama asam urat pada umumnya
berupa serangan akut yang terjadi pada pangkal ibu jari kaki, dan seringkali
hanya satu sendi yang diserang. Namun, gejala-gejala tersebut dapat juga
terjadi pada sendi lain seperti pada tumit, lutut, siku dan lain-lain.
Asam urat yang berlebih kemudian akan terkumpul pada persendian
sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak. Kadang-kadang, kita pun
sering merasa nyeri atau pegal-pegal dan sejenisnya. Anda bisa memastikan
apakah Anda terkena asam urat atau tidak dengan cara mengetahui gejala-
gejala asam urat. Adapun gejala-gejalanya, yaitu:
1. Kesemutan dan linu.
2. Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur.
3. Sendi yang terkena asam urat akan terlihat bengkak, kemerahan,
panas, dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
4. Terasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang kali.
5. Yang diserang biasanya sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit,
pergelangan tangan serta siku.
6. Pada kejadian kasus yang parah, persendian terasa sangat sakit saat
akan bergerak.

D. PENATALAKSANAAN
Tujuan : untuk mengakhiri serangan akut secepat mungkin, mencegah
serangan berulang, dan pencegahan komplikasi.
1. Pengobatan serangan akut dengan Colchicine 0,6 mg (pemberian oral),
Colchicine 1,0-3,0 mg (dalam NaCl intravena), phenilbutazone,
Indomethacin.
2. Sendi diistirahatkan (imobilisasi pasien)
3. Kompres dingin
4. Diet rendah purin
5. Terapi farmakologi (Analgesic dan antipiretik)
6. Colchicines (oral/IV) tiap 8 jam sekali untuk mencegah fagositosis dari
Kristal asam urat oleh netrofil sampai nyeri berkurang.
7. Nonsteroid, obat-obatan anti inflamasi (NSAID) untuk nyeri dan
inflamasi.
8. Allopurinol untuk menekan atau mengontrol tingkat asam urat dan
untuk mencegah serangan.
9. Uricosuric (Probenecid dan Sulfinpyrazone) untuk meningkatkan
ekskresi asam urat dan menghambat akumulasi asam urat (jumlahnya
dibatasi pada pasien dengan gagal ginjal).

E. PENCEGAHAN
a. Pembatasan purin : Hindari makanan yang mengandung purin yaitu :
Jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus), Sarden, Kerang, Ikan herring,
Kacang-kacangan, Bayam, Udang, Daun melinjo. Kalori sesuai
kebutuhan : Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan
kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan.
b. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat
badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah
konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa
meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton yang akan
mengurangi pengeluaran asam urat melalui urine.
c. Tinggi karbohidrat : Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti
dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat
karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine.
d. Rendah protein : Protein terutama yang berasal dari hewan dapat
meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang
mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati,
ginjal, otak, paru dan limpa.
e. Rendah lemak : Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui
urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega
sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen
dari total kalori.
f. Tinggi cairan : Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui
buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang
disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis,
dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga
boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung
purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan
durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.
g. Tanpa alkohol : Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam
urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan
mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol
akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan
menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.
h. Olahraga ringan
Olahraga yang teratur memperbaiki kondisi kekuatan dan kelenturan
sendi serta memperkecil risiko terjadinya kerusakan sendi akibat radang
sendi. Selain itu, olahraga memberi efek menghangatkan tubuh
sehingga mengurangi rasa sakit dan mencegah pengendapan asam urat
pada ujung-ujung tubuh yang dingin karena kurang pasokan darah.
Jalan kaki, bersepeda, dan joging bisa dijadikan alternatif olahraga
untuk mengatasi rematik dan asam urat. Selain itu, olahraga yang cukup
dan teratur memperkuat sirkulasi darah dalam tubuh.

F. CARA PERAWATAN ASAM URAT SECARA MANDIRI


1. Perawatan yang dapat dilakukan berupa tindakan sewaktu terjadi
serangan, pengobatan dokter dan perawatan sendiri setelah memperoleh
diagnosa.
2. Bila anda mengalami serangan gout secara tiba-tiba, lakukan tindakan
darurat, berikut:
a. Istirahatkan sendi agar cepat sembuh. Beri kompres dingin
(plastik berisi es) beberapa jam sekali selama 15 samapai 20
menit pada sendi yang nyeri untuk mengurangi nyeri akibat
radang. Kalau perlu masukkan kaki yang bengkak ke dalam
ember berisi air es. Selimut atau kain lain yamg menempel pada
sendi yang nyeri, karena lokasi tersebut sedang dalam keadaan
yang sensitif.
b. Minum obat pereda sakit (analgesik biasa) untuk menghilangkan
rasa nyeri
c. Minum banyak air (lebih dari 3,5 liter atau 8-10 gelas sehari)
untuk membantu mengeluarkan asam urat dari tubuh melalui urin.

G. MAKANAN YANG DIAJURKAN PADA PENDERITA ASAM URAT


1. Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti
kentang, yogurt, dan pisang
2. Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk,
pepaya dan strawberry
3. Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah
naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai
dan tomat
4. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti
dan ubi

H. MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PADA PENDERITA ASAM


URAT
1. Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak.
2. Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting,
ikan teri, ikan sarden.
3. Ekstrak daging seperti abon dan dendeng.
4. Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden).
5. Daging kambing, daging sapi, daging kuda.
6. Bebek, angsa dan kalkun.
7. Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk tempe, tauco, oncom,
susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
8. Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun
singkong, daun pepaya, kangkung.
9. Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental.
10. Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa.
11. Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan
menggunakan margarin/mentega.
12. Makanan kaya protein dan lemak.
BAB 5
LAPORAN PENYULUHAN

1. Pelaksanaan Posyandu Lansia di Dusun Puru, Desa Bedoho, Kec. Sooko


 Pelaksanaan : 1 bulan sekali
1. Tgl 09 Mei 2015
Tempat : Rumah Ibu Kamituwo Dusun Puru, Desa Bedoho, Kec. Sooko
Kabupaten Ponorogo
2. Pelaksanaan senam dilaksanakan setiap diadakan posyandu lansia.
3. Untuk pelaksanaan posyandu lansia bulan-bulan selanjutnya belum
terlaksana karena masih mencari tanggal yang tepat.

 Jumlah Kader : 4 orang


Setiap satu dusun diberi wewenang 1 orang kader yang bertanggung jawab
atas penginformasian tentang pelaksanaan posyandu lansia dan
bertanggung jawab atas pendaftaran lansia di buku register, pencatatan
berat badan, tinggi badan di buku kader / KMS.

 Kegiatan Posyandu Lansia


1. Pendaftaran lansia di buku register
Yang diberi wewenang dalam hal ini adalah para kader. Dan total
Lansia yang hadir pada posyandu yang dilaksanakan tanggal 14
Oktober 2017 sebanyak 20 orang. Sebenarnya total keseluruhan lansia
adalah 33 orang.
2. Pengukuran berat badan dan tekanan darah
Yang diberi wewenang dalam pengukuran berat badan adalah para
kader sedangkan yang mengukur tekanan darah adalah perawat
puskesmas dengan dibantu oleh mahasiswa S1 Keperawatan Unmuh
Ponorogo.
3. Pencatatan hasil pengukuran di buku kader dan KMS
Dilakukan oleh para kader dan dibantu oleh mahasiswa S1
Keperawatan Unmuh Ponorogo.
4. Penyuluhan
Penyuluhan dilakukan oleh Mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
5. Pemberian makanan tambahan
Makanan tambahan yang diberikan seperti gorengan dan bubur kacang
ijo dari pihak kader.
6. Pengobatan
Pengobatan dilakukan oleh perawat dari puskesmas dan permasalahan
kesehatan terbanyak yang dialami lansia adalah hipertensi dan asam
urat.
2. Kendala / Permasalahan Pada Posyandu Lansia
1. Lansia yang pernah berkunjung ke posyandu lansia di waktu yang lalu
sekarang tidak pernah berkunjung lagi karena dari pihak keluarga tidak ada
yang bersedia mengantar dan karena jarak yang lumayan jauh.
2. Sarana dan prasarana yang disediakan oleh kader kurang memadai.

3 . EVALUASI
A. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan yaitu ceramah dan Tanya-jawab
dengan media LCD proyektor, Leaflet, dan PowerPoint.

B. Tujuan
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit lansia Dusun Puru, Ds.
Bedoho, Kec. Sooko, Kab. Ponorogo mengerti tentang asam urat dengan
mampu :
a) Menjelaskan pengertian apa itu asam urat
b) Menyebutkan penyebab-peyebab asam urat
c) Menyebutkan jenis-jenis asam urat
d) Menyebutkan tanda dan gejala asam urat
e) Menjelaskan penatalaksanaan asam urat

C. Evaluasi Struktur
a) Kesiapan mahasiswa sebagai pembicara dalam kegiatan penyuluhan
sudah dipersiapkan secara terstruktur beberapa hari sebelum penyuluhan
diadakan.
b) Peserta berkumpul di rumah ibu kamituwo tempat dilakukannya
penyuluhan 10 menit sebelum kegiatan dimulai. Peserta antusias dalam
mengikuti jalannya acara penyuluhan.
c) Media yang digunakan Leaflet dan PowerPoint yang mencakup
keseluruhan materi. Media yang digunakan sesuai dengan topik dan tepat
guna.
d) Tempat dilakukan di rumah ibu kamituwo, Dusun Puru, Ds. Bedoho,
Kec. Sooko, Kab. Ponorogo yang 30 menit sebelum dilakukan
penyuluhan telah disiapkan alat-alat yang digunakan dalam penyuluhan
berupa pemasangan LCD dan tempat duduk untuk peserta. Tempat
penyuluhan telah sesuai dengan kesepakatan dan kondusif untuk
pelaksanaan kegiatan penyuluhan
e) Pada pelaksanaan kegiatan penyuluhan moderator (Arta Gilang) mampu
memimpin jalannya kegiatan penyuluhan, Penyaji (Nindar Ok)
menyampaikan materi penyuluhan dengan menarik dan dengan bahasa
yang mudah dipahami serta mampu menjawab empat pertanyaan yang
diajukan oleh peserta, Fasilitator (Muhaimin dan Dhaniar Y) mampu
mengkondusifkan kondisi ruangan yang ramai, mengarahkan peserta
untuk aktif bertanya dan menjawab pertanyaan evaluasi. Pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan tugas yang disepakati oleh mahasiswa.
D. Evaluasi Proses
a) Kegiatan penyuluhan dilakukan pada Sabtu, 14 Oktober 2017 yang
dimulai pukul 09.30-10.00. Waktu penyuluhan sesuai dengan waktu yang
direncanakan.
b) Peserta penyuluhan datang 65% dengaan jumlah 20 lansia yang datang
pada saat penyulhan
c) Peserta penyuluhan tidak meninggalkan tempat kegiatan penyuluhan
diadakan sampai selesai.
d) Suasana dalam kegiatan penyuluhan cukup kondusif karena para lansia
sangat antusias dengan materi yang diberikan oleh penyaji.
E. Evaluasi Hasil
Peserta mampu menjawab 4 dari 5 pertanyaan yang diajukan moderator pada
saat evaluasi yang dilakukan 15 menit setelah penyaji penyampaikan materi
penyuluhan yang terdiri dari peserta mampu :
a) Dapat menjelaskan kembali tentang pengertian asam urat
b) Dapat menyebutkan penyebab asam urat
c) Dapat menyebutkan tanda dan gejala asam urat
d) Dapat menyebutkan makanan yang harus diperbanyak untuk penyakit
asam urat
2. Tanya Jawab
Terdapat dua pertanyaan yang diajukan peserta dan dijawab dengan baik oleh
penyaji, yaitu :
1) Pertanyaan dari Soinem:
Makanan yang perlu dihindari ?
Jawaban :
Beberapa makanan yang perlu dihindari untuk penderita asam urat adalah
makanan yang mengandung banyak purin. Contohnya Jeroan: ginjal, limpa,
babat, usus, hati, paru dan otak, abon dan dendeng, bebek, kacang-kacangan:
kacang kedelai (termasuk tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah,
kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun
singkong, daun pepaya, kangkung, keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah
daging yang kental, buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air
kelapa, makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan
menggunakan margarin/mentega, makanan kaya protein dan lemak.
2) Pertanyaan dari Sundari:
Apakah boleh makan kangkung?
Jawaban :
Sebaiknya jika memiliki keluhan pegal linu terutama pada malam hari
dan lokasinya di daerah sendi-sendi tangan ataupun kaki, untuk
menghindari olahan kangkung.
3. Dokumentasi

Pengukuran berat badan yang dilakukan oleh kader

Suasana saat dilakukan penyuluhan oleh mahasiswa.


Antusias para warga (lansia) saat diberikan cek kesehatan berupa pengukuran
tekanan darah.

Proses pemberian doorprize bagi audience yang aktif dalam proses


penyuluhan
BAB 6
PENUTUP

5.1.Kesimpulan
Asam urat adalah penyakit degeneratif, yang menyerang para
lansia. Asam urat terjadi karena proses kristalisasi asam urat yang
meningkat. Pada umumnya asam urat ditandai dengan rasa nyeri,linu di
daerah persendian. Banyak faktor yang dapat memicu peningkatan asam
urat pada lansia, antara lain makanan yang tinggi akan purin, sehingga
perlu pengawasan makanan yang di konsumsi agar tidak memperburuk
kondisi asam urat tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Brunney&suddarth. 2001. KeperawatanMedikal Bedah. EGC : Jakarta.


Compiement, Tim. 2002. Kumpulan Makalah KeperawaanMedikal Bedah. UGM
: Yogyakarta.
Graber, Mark. A, Toth, Peter P, MD, Robert L. Hearting, Jr., MD. 2006. Buku
Saku Dokter Keluarga Edisi 3. EGC : Jakarta.

Nasar, imade, Himawan, sutisna, WirasmiMarwoto. 2010. Buku Ajar Patologi


(KHUSUS) Edisi Ke-1. Sagung Seto : Jakarta.

Noer, HM. Sjaifoellah. Prof.dr, dkk. 2004. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1
Edisi 3. FKUI : Jakarta.

Muttaqin, Ns. Arif, S. Kep. 2008. Buku Asuhan Keperawatan Klien Gangguan
Sistem Muskuloskeletal. EGC : Jakarta.

Price. A. Sylvia &Lorraine M. Wilson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-


Proses Penyakit Edisi 6 Volume 2. EGC : Jakarta.