Anda di halaman 1dari 12

Nama : Dwi Yulianto

D4 TPPIS
NIM : 2014/368384/SV/6844/W

SATUAN, ARAH DAN PENENTUAN POSISI DALAM


ILMU UKUR TANAH
1) Satuan-satuan dan Sudut

Satuan sudut yang umum dipergunakan dalam Ilmu Ukur Tanah ada tiga
macam, yaitu :
a. Sexagesimal,
Dalam satua sexagesimal satu lingkaran dibagi menjadi 360 derajat ( 360o
), satu derajad sama dengan enam puluh menit ( 1o = 60’ ) dan satu menit sama
dengan enam puluh secon ( 1’ = 60” ).
b. Centicimal,
Dalam satuan Centicimal satu lingkaran dibagi menjadi empat ratus rade/gon
g
(400 ), 1 grade = 10 desigrade, 1 desigrade = 10 centigrade, 1 centigrade = 10
milligrade.
c. Radian
Dalam satuan radian satu lingkaran dibagi menjadi 2π radian. Simbol
radian dinyatakan dengan rho ( r ).

2) Sudut Arah dan Kuadran


Sudut arah dalam ilmu ukur tanah tidak sama dengan sudut arah dalam ilmu
ukur sudut (goneometri). Dalam ilmu ukur tanah, sudut dimulai dari arah utara (
sumbu Y positif ) ke arah timur searah putaran jarum jam. Demikian pula dengan
posisi kuadran.

Kuadran I, antara (00 – 900 )


Kuadran II, antara (900 – 1800)
Kuadran III, antara (1800 –2700)
Kuadran IV, antara (2700 3600)

Dalam ilmu ukur tanah sudut arah juga


disebut sudut jurusan atau azimut dan ada
pula istilah bering.
3) Satuan Jarak

Di Indonesia, sebagai satuan jarak umumnya di gunakan metric atau meter.


Namun demikian, ada pula yang menggunakan satuan lain yaitu feet atau kaki.
Sebagai satuan luas umumnya di gunakan meter persegi atau hektar, dimana 1 ha =
(100 X 100) m atau = 10.000 m². Untuk satuan volume tanah dipakai meter kubik
(m³), jarang yang menggunakan feet kubik.

4) Matematika Dalam Ilmu Ukur Tanah

Cabang dari matematika yang paling dominan pemakaiannya dalam ilmu ukur
tanah adalah trigonometri. Dalam segitiga siku-siku ABC, sisi-sisi a, b,c terletak
berhadapan dengan sudut α, β dan γ.
C

γ
b
a

α β

A c B

Adapun rumus-rumusnya adalah:


𝑎
1. sin α = 𝑏 𝑏
4. sec α = 𝑐 = cos 𝛼
1
𝑐
2. cos α = 𝑏 𝑏 1
5. cosec α = 𝑎 = sin 𝛼
𝑎
3. tg α = 𝑐 𝑐 1
6. sotg α = 𝑎 = 𝑡𝑔 𝛼

Selanjutnya:
4. a = c.sin α = c. cos β = b.tg α = b.cot β = √𝑐² − 𝑏²
b = c.cos α = c.sin β = a.cot α = a.tg β = √𝑐² − 𝑎²
𝑎 𝑎 𝑏 𝑏
c = sin 𝛼 = cos 𝛽 = sin 𝛽 = cos 𝛼 = √𝑎² + 𝑏²
Untuk sembarang segitiga, baik tumpul maupun lancip, berlaku rumus:

5. Rumus sinus:

𝑎 𝑏 𝑐
= sin 𝛽 = sin 𝛾 = 2 R
sin 𝛼

Di mana R adalah jari-jari dari lingkaran yang melalui ketiga titik tersebut.

6. Rumus cosinus:

a² = b² = c² - 2b.c.cos α
catatan: αadalah harga absolute cos α = -cos (180 – α)

7. Rumus trigonometric umum:

1 1
sin α = 2. sin 2 α cos 2 α = √1 − 𝑐𝑜𝑠²𝛼 = tg α cos α

1 1
cos α = 2.cos² 𝛼 - 1 = 1 – 2.sin² 2α
2

1 1
= cos² 2α - sin² 2α = √1 − 𝑠𝑖𝑛²𝛼

sin 𝛼 sin 2𝛼
tg α = sin cos 𝛼 = = √𝑠𝑒𝑐²𝛼 − 1
1+cos 2𝛼

8. Tambah dan kurang:

sin (α ± β) = sin α cos β ± sin β cos α

cos (α ± β) = cos α cos β ± sin α sin β

𝑡𝑔𝛼 ±𝑡𝑔𝛽
tg (α ± β) = 1+𝑡𝑔𝛼 𝑡𝑔𝛽
𝛼− 𝛽 (𝑎−𝑏) 𝛾
tg = (𝑎+𝑏) cot 2
2

9. Rumus sudut ganda:

sin 2α = 2 sin α cos α

cos 2α = cos² α - sin² α = 1 – 2sin² α = 2cos² α – 1

2 𝑡𝑔 𝛼
tg 2α =
1−𝑡𝑔² 𝛼

10. Rumus setengah sudut:

𝑎 1−cos 𝛼 𝑎 1+cos 𝛼 𝑎 cos 𝛼


sin2 = √ cos2 = √ tg2 = 1+cos 𝛼
2 2

11. Rumus luas:


1
Luas segitiga ABC = 2 a b sin γ

12. Rumus “S”:

Luas segitiga ABC = √𝑠 ( 𝑠 − 𝑎)(𝑠 − 𝑏)(𝑠 − 𝑐)

𝑎 𝑠 (𝑠−𝑎)
cos 2 = √ 𝑏𝑐

(𝑎+𝑏+𝑐)
di sini s = 2
5) Macam-macam Azimut Kompas dan Bering

a. Azimuth

Azimuth adalah sudut arah yang dimulai dari arah utara berputar searah jarum
jam. Arah utara yang sebenarnya adalah arah kutub utara bola bumi atau arah
meridian, Arah ini dapat ditentukan dengan cara pengamatan astronomi yaitu
pengamatan benda-benda langit.

Untuk mementukan arah yang sebenarnya menggunakan peralatan khusus, seperti


azimut kompas atau azimut magnetis, yang langsung dapat dibaca pada jarum
kompas, teodolit kompas.

Cara-cara menentukan azimut adalah sebagai berikut :

 Tentukan angka skala yang berimpit dengan ujung utara jarum magnet. Angka
pada garis skala ini mementukan besarnya sudut yang dimulai dari angka nol
dan diakhiri pada angka itu.

 Tentukan busur yang besarnya dinyatakan dengan angka bacaan, dari skala
nol sampai ujung utara jarum magnet.

 Cari sudut yang dimulai dari salah satu ujung jarum magnet yang diakhiri
pada arah garis bidik yang besarnya sama dengan angka bacaan.
Menentukan besarnya azimuth :

Pada garis AB, titik A (sebelah kiri)  aab dan titik B (sebelah kanan)  aba
Dengan memperpanjang garis AB, didapat pula aab Maka di titik B dapat
ditentukan hubungan antara aab dan aba  aab = aba + 180 atau aab - aba = 180

Apabila koordinat titik A ( xA, yA ) dan titik B ( xB, yB) diketahui, maka
maka sudut jurusan / azimut AB dan jarak dAB dapat ditentukan, sebagai berikut :
Contoh dan Latihan

Titik-titik P, Q, R dan S dihubungkan pada titik A. jika diketahui koordinat titik-titik


tersebut sbb :
A : x = - 1.426,81 , y = + 1.310,54
P : - 4.125,43 - 967,65
Q : + 2.852,66 + 2.783,08
R : + 1.492,28 - 1.091,19
S : - 3.600,28 + 1.600,54
Ditanyakan :
a. aap , aaq , aar , aas
b. dap , daq , dar , das

Jawab:
a)
Diketahui :
A : x = - 1.426,81 , y = + 1.310,54
P: - 4.125,43 - 967,65
Penyelesaian :

(4.125,46)  (1.426,81)  2.698,65


tg ap  
(967,65)  (1.310,54)  2.278,19
 ap  229 0 49'45' '
d ap  3.485,00

b)
Diketahui :
A : x = - 1.426,81 , y = + 1.310,54
Q : x = + 2.852,66 y = + 2.783,08

Penyelesaian :

(2.852,66)  (1.426,81)  4.279,47


tg aq  
(2.783,08)  (1.310,54)  1.472,54
tg aq  2.906
 aq  710 0'44' '

b. Bearing
Bearing adalah suatu garis yang didasarkan pada garis meredian tertentu dan
ditunjukan oleh kwadran dimana garis tersebut berada

Contoh :
Bearing garis OA dibaca : Utara 30 0 Timur
 Ditulis U 300 T
Bearing OB, OC, dan OD ?

Titik Bearing
OA U 37 T
OB S 62 T
OC S 70 B
OD U 25 B
6) Prinsip Dasar Penentuan Posisi

Dalam pengertian praktis pengukuran disini dilakukan pada bidang datar atau
dengan kata lain proyeksi yang digunakan adalah proyeksi ortogonal murni. Dalam
lain perkataan istilah ini sering disebut sebagai “Plane Surveying” . Adanya
kelengkungan bumi tidak dibahas dalam surveying praktis, akan tetapi dibahas dalam
Ilmu Geodesi.

Untuk menentukan posisi titik-titik dipermukaan bumi secara planimetrik dapat


dilakukan dengan berbagai cara, antara laian dengan pengkuran lineardan sistem
koordinat kutub.

a. Metoda Pengkuran Jarak

1. Trilaterasi

Metoda trilaterasi untuk penentuan


titik dilakukan dengan melakukan
pengkuran ketiga sisi dalam segitiga.
Pada gambar 1.3. jika jarak XY diketahui
(dikuru), maka titik potong antara XZ dan
YZ dapat ditentukan yakni titik Z

Cara trilaterasi sisi-sisi segitiga


langsung di ukur sehingga dengan di
ketahuinya sisi-sisi segitiga yang di
tentukan dengan langsung di ukur, bentuk
semua segitiga telah tentu .
2. Cara Offseting

Jika jarak OX dan OY diketahui pada


garis XY dan jarak OZ serta sudut ZOX
diketahu maka titik Z dapat ditentukan
posisinya, cara ini lazim disbeut offset

b. Metoda Pengkuran Jarak dan Sudut

1. Metoda Triangulasi

Untuk daerah yang mempunyai ukuran


panjang dan lebar sama, maka di buat
jaring segitiga dan untuk daerah yang
satunya lebih besar dari pada ukuran
lainnya, di buat rangkaian segitiga.

Untuk mementukan titik A dengan


cara triangulasi minimum diperlukan jarak
AB yang diukur , sudut CAB dan sudut
CBA Sesuai dengan cara trilaterasi maka
jarak AC dan BC dapat diplot atau dapat
dihitung dengan pendekatan rumus
trilaterasi.

Cara triangulasi yang di ukur adalah sudut-sudut, maka pada cara ini di
perlukan dasar untuk menentukan jarak. Dasar untuk penentuan jarak di namakan
basis, ialah suatu jarak yang di ukur langsung. Pada kedua cara triangulasi dan
triaaleterasi di perlukan dasar untuk penentuan x dan y titik-titik sudut segitiga dan
arah sebagai nusur orientasi letak segitiga-segitiga itu. berlainan dengan pada cara
trilaterasi bentuk segitiga-segitiga pada triangulasi belum tentu, karena yang di
ketahui semua sudut di segitiga-segitiga.
2. Metoda Koordinat Kutub

Cara koordinat kutub lazim digunakan


untuk mementukan posisi titik, ditentukan
oleh jaram dan sudut yang terbentuk terhadap
sumbu X +

Jika jarak jarak X diktahui dan sudut ZXY


diketahui juga maka titik Z dapat ditentukan.
Daftar Laman Website

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja
&uact=8&ved=0CBoQFjAA&url=https%3A%2F%2Fsanggapramana.files.wordpress
.com%2F2011%2F01%2F2-satuan-arah-dan-penentuan-posisi-dalam-
iut.ppt&ei=YiIkVLfJN8S3uASIs4LIDA&usg=AFQjCNHV3NifasI9_DMDDsqWVr
EiXxzJVg diakses tanggal 25 September 2014