Anda di halaman 1dari 12

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum Termodinamika dengan judul percobaan “Panas Jenis


Logam” disusun oleh :
NAMA : SITTI HASNAH
NIM : 20600112021
KELAS : FISIKA 1,2
GOLONGAN :A
KELOMPOK : IV (EMPAT)

Telah diperiksa dan dinyatakan ACC oleh Asisten dengan nilai :

Makassar, Januari 2014

Asisten, Praktikan,

HASRITA SITTI HASNAH


NIM: 20600112021

Mengetahui Koordinator Asisten,


Termodinamika

SUMARDI
NIM : 20404110095
PANAS JENIS LOGAM
Sitti Hasnah, Ulfa Nurfillaili, Lilis Karlina, Ikramullah

Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar

Abstrak
Telah dilakukan praktikum termodinamika dengan judul “Panas Jenis Logam”. Praktikum ini
dilaksanakan di Laboratorium Fisika Jurusan Pendidikan Fisika.Praktikum ini bertujuan untuk
mengetahui kalor jenis dari berbagai jenis logam. Variabel yang diukur dalam praktikum ini adalah
massa dan suhu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ketika suatu logam yang terdiri dari
aluminium, tembaga, kuningan, dan besi dipanassskan di atas kompor sampai mencapai suhu 95oC
kemudian dimasukkan ke dalam kalorimeter yang berisi air yang sudah diketahui massanya dan
menutup rapat kalorimeter lalu mengaduk perlahan hingga logam memiliki suhu yang sama dengan
air. sehingga akan diperoleh suhu akhir pada air dan dengan itu kita dapat menghitung perubahan
suhu yang terjadi pada air dan logam.

Kata kunci: panas jenis logam

TUJUAN
1. Menetukan panas jenis suatu logam melalui persamaan.
2. Membuat persamaan panas jenis logam dari beberapa kubus logam.
3. Membandingkan panas jenis percobaan dari beberapa kubus logam.

METODOLOGI EKSPERIMEN
Teori Singkat
Secara umum kit membicarakan “aliran” kalor-kalor mengalir dari kompor ke ketel
kopi, dari matahari kebumi, dari mulut seseorang ketermometer demam. Kalor mengalir
dengan sendirinya dari suatu benda yang temperaturnya lebih tinggi ke benda lain dengan
temperatur yang lebih rendah. Bila energi panas ditambahkan pada suatu zat, maka temperatur
zat itu biasanya naik.
Karena panas jenis air praktis konstan meliputi jangkauan temperatur yang lebar,
panas jenis sebuah benda dengan mudah dapat diukur dengan memanaskan benda sampai
suatu temperatur tertentu yang mudah diukur,dengan menempatkannya dalam bejana air yang
massa dan temperaturnya diketahui, dan dengan mengukur temperatur kesetimbangan akhir.
Jika suhu logam mula-mula adalah Ta dan suhu kesetimbangan antara logam dengan sistem
kalorimeter adalah T, maka panas yang dibebaskan logam adalah :

Q = 𝑚 . c (Ta − T) (1)

Dengan m menyatakan massa logam dan c adalah kapasitas panas jenis logam. Jumlah panas
yang diterima oleh sistem adalah ;
Q = 𝑚𝑘 𝑐𝑘 + 𝑚𝑝 𝑐𝑝 + 𝑚𝑎 𝑐𝑎 (𝑇𝑙 − 𝑇𝑎 ) (2)

Dengan 𝑚𝑘 , 𝑚𝑝 , dan 𝑚𝑎 secara berturut-turut adalah massa kalorimeter., massa pengaduk


dan massa air. Besaran 𝑐𝑘 , 𝑐𝑝 , dan 𝑐𝑎 secara berturut-turut adalah panas jenis kalorimeter,
panas jenis pengaduk dan kapasitas panas jenis air.
Pertukaran energi merupakan dasar teknik yang dikenal dengan nama kalorimetri yang
merupakan pengukuran kuantitatif dari pertukaran kalor. Untuk melakukan pengukuran
semacam itu digunakan kalorimeter. Kalorimeter sederhana adalah sangat penting bahwa
kalorimeter di isolasi dengan baik sehingga hanya sejumlah kalor pertukaran dengan luarnya.
Satu kegunaan penting dari kalorimeter adalah dalam penentuan kalor jenis zat-zat.

Alat dan Bahan


1. Alat
a. Gelas Ukur 250 ml 2 buah
b. Gelas Ukur 500 ml 1 buah
c. Kalorimeter 1 buah
d. Termometer raksa 1 buah
e. Termometer alkohol 1 buah
f. Dasar statif 1 buah
g. Penjepit 1 buah
h. Klem 1 buah
i. Kompor listrik 1 buah
j. Neraca Digital 1 buah
2. Bahan
a. Tali Pengikat secukupnya
b. Air secukupnya
c. Tissue secukupnya
d. Besi 1 buah
e. Aluminium 1 buah
f. Kuningan 1 buah
g. Tembaga 1 buah
Identifikasi Variabel
1. Variabel manipulasi : Logam
2. Variabel ukur/respon : Suhu dan Massa

Definisi Operasional Variabel


1. Logam adalah bahan yang diukur massa dan suhunya untuk membuktikan nilai
tetapan yang ada pada teori berdasarkan perhitungan yang dilakukan.
2. Suhu adalah perubahan atau kenaikan suhu yang dialami air beserta logam sebelum
dan sesudah dipanaskan.
3. Massa adalah nilai dari berat kalorimeter, kalorimeter + air, dan kubus logam untuk
dapat menghitung kapasitas dari beberapa jenis logam dan kemudian
membandingkannya dengan teori yang sudah ada.

ProsedurKerja
Prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan
2. Menimbang massa kalorimeter kosong dengan menggunakan neraca digital
3. Memasukkan air kedalam kalorimeter kemudian menimbangnya kembali dengan
menggunakan neraca digital.
4. Mengikat kubus logam besi, aluminium, tembaga, dan kuningan dengan menggunakan
tali pengikat.
5. Menimbang kubus besi, aluminium, tembaga dan kuningan dengan menggunakan
neraca digital.
2
6. Memasukkan air kedalam gelas kimia sebesar bagian, kemudian memanaskan diatas
3

kompor listrik.
7. Memasukkan logam aluminium kedalam gelas kimia, kemudian memanaskan air
diatas kompor listrik dan mengukur suhunya sampai 95℃ dengan menggunakan
termometer
8. Setelah suhu air didalam gelas kimia mencapai 95℃, angkat kubus aluminium dari
gelas kimia dan segera masukkan kedalam kalorimeter
9. Menutup rapat-rapat kalorimeter dan mengaduk secara kontinu sampai suhu dalam
kalorimeter mencapai kesetimbangan.
10. Mengukur suhu kalorimeter yang diaduk dengan menggunakan termometer
11. Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan
12. Mengulangi langkah 6 sampai 9 dengan mengganti aluminium dengan besi, tembaga
dan kuningan.

HASIL EKSPERIMEN DAN ANALISIS DATA


Hasil Pengamatan
Tabel 1 : Panas Jenis Logam
Massa Kalorimeter = 124,916 gram 𝐶𝑎𝑖𝑟 = 1,00 kal/gr.℃

NST Termometer = 1℃ 𝐶𝑘𝑎𝑙𝑜𝑟𝑖𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 = 0,125 kal/gr.℃

NST Nerca Digital = 0,01 gram 𝑇0 = 29,0 ℃

Massa Logam Massa Air ∆T Logam ∆T Air


NO Jenis Logam (gr) (gr) (℃) (℃) 𝑪𝒍 (Kal/g℃)

1 Aluminium 21, 133 138,916 66,0 2,0 0,228

2 Kuningan 64, 738 132,866 66,0 2,0 0,071

3 Tembaga 62,836 118,616 66,0 3,0 0,101

4 Besi 63,289 131,948 66,0 3,0 0,111

Analisis Data
1. Menghitung massa air
𝑚𝑎 = Massa kalorimeter + Air – Massa Kalorimeter
2. Menghitung ∆𝑇 air
∆𝑇 = 𝑇𝑐 - 𝑇𝑎
3. Menghitung kalor jenis logam
𝑄𝑙𝑒𝑝𝑎𝑠 = 𝑄𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎
𝑚 . c . ∆𝑇 = 𝑚 . c . ∆𝑇
𝑚𝑙 . 𝑐𝑙 . ∆𝑇 = ( 𝑚𝑘 𝑐𝑘 + 𝑚𝑎 𝑐𝑎 ) ∆𝑇
( 𝑚𝑘 𝑐𝑘 + 𝑚𝑎 𝑐𝑎 ) ∆𝑇
𝑐𝑙 = 𝑚 (𝑇𝑙 − 𝑇𝑐 )
PEMBAHASAN
1. Kubus logam Aluminium
Pada percobaan ini kami mengguankan kubus logam yang mempunyai massa
sebesar 21, 133 gram. Kalorimeter dengan massa 124,916 gram massa kalorimeter + air
sebesar 263,832 gram. NST Neraca digital yaitu 0,01 gram dan NST Termometer yaitu 1
℃. Dari hasil analisi diperoleh massa air dengan mengurangkan massa kalorimeter + air
dengan massa kalorimeter sehingga diperoleh massa air senilai 138,916 gram. Suhu awal
logam yaitu 31,0 ℃ setelah logam dimasukkan kedalam air yang dipanaskan hingga
mencapai suhu 95 ℃ sehingga diperoleh selisih suhunya yakni 64,0 ℃. Pada saat logam
dipindahkan kedalam kalorimeter menjadi 31,0 ℃ sehingga diperoleh selisih suhu air
adalah 2,0 ℃. Hasil perhitungan kalor jenis Aluminium maka diperoleh kalor jenis (c)
yaitu 0,228 Kal/g℃.
Berdasarkan teori, nilai atau tetapan nilai dari kalor jenis logam Aluminium adalah
0,215 Kal/g℃. berdasarkan perhitungan yang diperoleh dapat dikatakan bahwa pada
percobaan ini belum berhasil karena hasil yang diperoleh jauh berbeda dengan teori yang
sudah ada.
2. Kubus Logam Kuningan
Pada percobaan ini kami menggunakan kubus logam yang mempunyai massa
sebesar 64,738 gram. Kalorimeter dengan massa 124,916 gram massa kalorimeter + air
sebesar 257,782 gram. NST Neraca digital yaitu 0,01 gram dan NST Termometer yaitu 1
℃. Dari hasil analisi diperoleh massa air dengan mengurangkan massa kalorimeter + air
dengan massa kalorimeter sehingga diperoleh massa air senilai 132,866 gram. Suhu awal
logam yaitu 31,0 ℃ setelah logam dimasukkan kedalam air yang dipanaskan hingga
mencapai suhu 95 ℃ sehingga diperoleh selisih suhunya yakni 64,0 ℃. Pada saat logam
dipindahkan kedalam kalorimeter menjadi 31,0 ℃ sehingga diperoleh selisih suhu air
adalah 2,0 ℃. Hasil perhitungan kalor jenis Aluminium maka diperoleh kalor jenis (c)
yaitu 0,071 Kal/g℃.
Berdasarkan teori, nilai tetapan kalor jenis (c) kuningan yaitu 0,090 Kal/g℃
sedangkan dari data yang kami peroleh menunjukkan kalor jenis logam kuningan sebesar
0,071 Kal/g℃, sehingga dapat disimpulkan bahwa percobaan ini kurang berhasil yang
disebabkan karena kesalah pada pengamat yang kurang teliti pada saat melakukan
pengukuran massa air dan suhu logam aluminium.

3. Kubus logam Tenbaga


Pada percobaan ini kami mengguankan kubus logam yang mempunyai massa
sebesar 62,836 gram. Kalorimeter dengan massa 124,916 gram massa kalorimeter + air
sebesar 243,532 gram. NST Neraca digital yaitu 0,01 gram dan NST Termometer yaitu 1
℃. Dari hasil analisi diperoleh massa air dengan mengurangkan massa kalorimeter + air
dengan massa kalorimeter sehingga diperoleh massa air senilai 118,616 gram. Suhu awal
logam yaitu 32,0 ℃ setelah logam dimasukkan kedalam air yang dipanaskan hingga
mencapai suhu 95 ℃ sehingga diperoleh selisih suhunya yakni 63,0 ℃. Pada saat logam
dipindahkan kedalam kalorimeter menjadi 32,0 ℃ sehingga diperoleh selisih suhu air
adalah 3,0 ℃. Hasil perhitungan kalor jenis Aluminium maka diperoleh kalor jenis (c)
yaitu 0,101 Kal/g℃.
Berdasarkan teori yang sudah ada, nilai atau tetapan pada logam tembaga adalah
sebesar 0.093 Kal/g℃. Dan dari analisis data yang kami peroleh sudah mendekati nilai
tetapan tembaga yang sudah ada dimana nilai tetapan tembaga pada perhitungan yang kami
peroleh sebesar 0,101 Kal/g℃.
4. Kubus logam Besi
Pada percobaan ini kami mengguankan kubus logam yang mempunyai massa
sebesar 63,289 gram. Kalorimeter dengan massa 124,916 gram, massa kalorimeter + air
sebesar 256,864 gram. NST Neraca digital yaitu 0,01 gram dan NST Termometer yaitu 1
℃. Dari hasil analisi diperoleh massa air dengan mengurangkan massa kalorimeter + air
dengan massa kalorimeter sehingga diperoleh massa air senilai 131,948 gram. Suhu awal
logam yaitu 32,0 ℃ setelah logam dimasukkan kedalam air yang dipanaskan hingga
mencapai suhu 95 ℃ sehingga diperoleh selisih suhunya yakni 63,0 ℃. Pada saat logam
dipindahkan kedalam kalorimeter menjadi 32,0 ℃ sehingga diperoleh selisih suhu air
adalah 230 ℃. Hasil perhitungan kalor jenis Aluminium maka diperoleh kalor jenis (c)
yaitu 0,11 Kal/g℃.
Berdasarkan teori, nilai atau tetapan nilai dari kalor jenis logam Aluminium adalah
0,11 Kal/g℃. Maka dapat dikatakan bahwa pada percobaan ini sudah berhasil karena
tetapan kalor jenis aluminium yang sudah ada sama dengan analisis data dari percobaan
yang dilakukan.
SIMPULAN
Panas jenis logam dapat ditentukan dengan menghitung yaitu hasil perkalian dari
massa air dan kalor jenis air dengan massa kalorimeter dan kalor jenis kalorimeter, hasilnya
dikalikan dengan selisih antara suhu campuran dan suhu awal kemudian hasil akhirnya dibagi
dengan hasil perkalian dengan massa logam dan selisih suhu logam yang dipanaskan dengan
suhu awal air.

DISKUSI
Berdasarkan percobaan panas jenis logam yang telah kami lakukan, dimana kami
menggunakan beberapa jenis logam yang diantaranya adalah logam aluminium, logam
kuningan, logam tembaga dan logam besi kami mengambil kesimpulan bahwa percobaan
kami sudah cukup akurat karena dari keempat jenis logam yang kami gunakan semuanya
sudah mendekati teori karena kapasitas aluminium, kuningan, tembaga dan besi dari hasl
perhitungan tidak berbeda jauh dengan tetapannya.

DAFTAR RUJUKAN
Giancoli, Dauglas C. 2001 . FISIKA. Jakarta. Erlangga.
Tim Dosen UIN. 2013. Penuntun Praktikum Termodinamika. Makassar. UIN Press.
Tipler, Paul A. 1998. Physics for Sains and Technic. Jakarta. Erlangga.
Walker, James S. 2010. PHYSICS. United Stated of America. Pearson Education,
Inc.
Young and Freedman. 2003. University of Phisycs. Jakarta. Erlangga.
LAMPIRAN
A. Analisis data
1. Untuk logam aluminium
Massa aluminium : 20,936 gram
T logam (T1) : 95,0 ℃
T air (Ta) : 29,0 ℃
Takhir (Tc) : 31,0 ℃
a. Menghitung massa aluminium
Ma = Massa kalorimeter + air − massa kalorimeter
= 263,832 – 124,916
= 138,916 gram
b. Menghitung ∆T air
∆T = Tc− Ta
= 31,0– 29,0
= 2,0 ℃
c. Menghitung kalor jenis logam aluminium
Qlepas = Qterima
m.c. ∆T = m.c. ∆T
mL.cL. ∆T = (mk.ck + maca) ∆T
cL = (mk.ck+maca)∆𝑇
m (Tl – Tc)
(124,916 . 0,125 + 138,916.1,00)2,0
cL =
21,133 (95−31)

(15,6145 + 138,916 )2,0


=
21,133(64)

(154,5305)2,0
=
1352,512

309,061
=
1352,512

= 0,228 kal/gr℃
2. Menghitung massa kuningan
a. Ma = Massa kalorimeter + air − massa kalorimeter
= 257,782 – 124,916
= 132,866 gram
b. Menghitung ∆T air
∆T = Tc− Ta
= 31,0– 29,0
= 2,0 ℃
c. Menghitung kalor jenis logam aluminium
Qlepas = Qterima
m.c. ∆T = m.c. ∆T
mL.cL. ∆T = (mk.ck + maca) ∆T
cL = (mk.ck+maca)∆𝑇
m (Tl – Tc)
(124,916 . 0,125 + 132,866.1,00) 2,0
cL =
64,738(95−31)
(15,6145 + 132,866) 2,0
=
64,738 (64)
(148,4805) 2,0
=
4143,232
296,961
=
4143,232

= 0,071 kal/gr℃
3. Menghitung massa tembaga
a. Ma = Massa kalorimeter + air − massa kalorimeter
= 287,760 – 124,961
= 162,799 gram
b. Menghitung ∆T air
∆T = Tc− Ta
= 32,0– 29,0
= 3,0 ℃
c. Menghitung kalor jenis logam besi
Qlepas = Qterima
m.c. ∆T = m.c. ∆T
mL.cL. ∆T = (mk.ck + maca) ∆T
cL = (mk.ck+maca)∆𝑇
m (Tl – Tc)
(124,916 . 0,125 + 118,616.1)3,0
cL =
62,836 (95−32)
(15,6145 + 118,616)3
=
62,836 (63)
(134,2305)3,0
=
3958,668
403,6915
=
3958,668

= 0,101 kal/gr℃
4. Menghitung massa besi
a. Ma = Massa kalorimeter + air − massa kalorimeter
= 256,864 – 124,961
= 131,948 gram
b. Menghitung ∆T air
∆T = Tc− Ta
= 32,0– 29,0
= 3,0 ℃
c. Menghitung kalor jenis logam besi
Qlepas = Qterima
m.c. ∆T = m.c. ∆T
mL.cL. ∆T = (mk.ck + maca) ∆T
cL = (mk.ck+maca)∆𝑇
m (Tl – Tc)
(124,916.0,215+ 131,948.1,00)3,0
cL =
63,289(95−32)
(15,6145 + 131,948)3,0
=
63,289 (63)
(147,5625) 3,0
=
3987,207
442,6875
=
3987,207

= 0,111 kal/gr℃