Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH KETERAMPILAN BAHASA RESEPTIF

Teknik Isian Rumpang

Dosen Pengampu :
Dra. Rumasih Simaremare, M.Pd

DISUSUN OLEH :

DINI SARTIKA BR TARIGAN


2173311014

FAKULTAS BAHASA DAN SENI


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
Kata Pengantar
Puji syukur bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta
inayahnya kepada seluruh umatnya. Shalawat dan salam tercurah untuk baginda
Rasulullah SAW yang menjadi teladan untuk umat seluruh alam.

Alhamdulillah, penulis telah menyelesaikan tugas makalah yang sangat


sederhana ini, sebagai pemenuhan tugas makalah individu.

Dengan selesainya makalah ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih


kepada ibu Dra.Rumasi Simaremare, M.Pd selaku dosen pengampu yang
membantu saya dalam membimbing materi ini

Segala daya dan upaya penulis lakukan untuk menyusun makalah ini, akan
tetapi dengan keterbatasan waktu, tenaga dan minimnya pengalaman, tentunya
masih banyak kekurangan di dalamnya, untuk itu penulis memohon maaf yang
sebesar-besarnya, serta kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk
menyempurnakan langkah penulis kedepan. Sekian, semoga bisa bermanfaat
bagi kita semua. Amin.

Medan, 01 Oktober 2017

Dini Sartika Br Tarigan


Daftar Isi

Kata pengantar........................................................................................

Daftar isi...................................................................................................

Bab I Pendahuluan..................................................................................

1. Latar belakang................................................................................
2. Rumusan masalah...........................................................................
3. Tujuan .............................................................................................

Bab II Pembahasan................................................................................

1. Pengertian teknik isi rumpang....................................................


2. Fungsi dan kegunaan teknik isi rumpang.................................
3. Langkah-langkah pembuatan teknik isi rumpang....................
4. Kriteria pembuatan teknik isi rumpang.....................................
5. Keunggulan dan kelemahan teknik isi rumpang.......................

Bab III Penutup.....................................................................................

1. Kesimpulan.......................................................................................
2. Saran..................................................................................................
3. Daftar pustaka...................................................................................
Bab I

Pembahasan

1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan sesuatu hal yang penting dalam kehidupan kita,
dalam pendidikan kita akan mengetahui tentang kehidupan daan perkembangan
ilmu pengetahuan serta alam sekitarnya. Membaca adalah suatu metode dalam
pendidikan, dalam menyampaikan ilmu pengetahuan.tanpa bekal kemampuan
membaca jangan harap kita akan memperoleh berbagai pengetahuan dan ilmu
dengan sebanyak-banyaknya.
Membaca merupakan proses yang kompleks artinya yaitu membaca
merupakan interaksi tidak langsung antara penulis dan pembaca
Keberhasilan belajar melalui kegiatan membaca ditentukan oleh banyak
faktor. Selain ditentukan oleh faktor motivasi, minat, kebiasaan, juga didukung
oleh kondisi fisiologis ,sajian bahan bacaan, dan strategi menyiasati bahan
tersebut. Teknik isi rumpang merupakan faktor yang paling berhasil diantara
yang lain.
Teknik isi rumpang merupakan metode penangkapan pesan dari
sumbernya (penulis atau pembicara), mengubah pola bahasa dengan jalan
melesapkan bagian-bagiannya, dan menyampaikannya kepada si penerima
(pembaca dan penyimak) sehignga mereka berupaya untuk menyempurnakan
kembali pola-pola keseluruhan yang menghasilkan sejumlah unit-unit
kerumpangan yang dapat dipertimbangkan.

2. Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan teknik isi rumpang?
Apa fungsi dan kegunaan teknik isi rumpang?
Bagaimana langkah-langkah pembuatan teknik isi rumpang?
Apa kriteria pembuatan teknik isi rumpang?
apa keunggulan dan kelemahan teknik isi rumpang?

3. Tujuan
Untuk mengetahui apa itu teknik isi rumpang atau metode klos
Untuk mengetahui apa fungsi dan kegunaan teknik isi rumpang
untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah pembuatan teknik isi rumpang
untuk mengetahui apa kriteria pembuatan teknik isi rumpang
untuk mengetahui apa keunggulan dan kelemahan teknik isis rumpang
Bab II
Pembahasan
1. Pengertian teknik isi rumpang ( metode klos )
Teknik isi rumpang dengan metode klos memiliki arti yang sama. Klos
berasal dari kata “CLOZURE” yaitu suatu istilah dari ilmu jiwa Gestalt. Hal ini
seperti yang dikemukakan Wilson Taylor yang dikutip oleh Kamidjan, bahwa
Konsep teknik klos ini menjelaskan tentang kecenderungan orang untuk
menyempurnakan suatu pola yang tidak lengkap menjadi suatu kesatuan yang
utuh. (Kamidjan, 1996:66).
Berdasarkan pendapat di atas, dalam teknik klos pembaca diminta untuk
memahami wacana yang tidak lengkap, karena bagian tertentu telah dihilangkan
akan tetapi pemahaman pembaca tetap sempurna.
Bagian - bagian kata yang dihilangkan itu biasanya disebut kata ke – an.
Kata ke – an itu diganti dengan tanda garis mendatar atau tanda titik-titik,
karena kata ke – an bisa berupa kata benda, kata kerja, kata penghubung, dan
kata lain yang dianggap penting. Tugas pembaca ialah mengisi bagian-bagian
yang kosong itu sama dengan wacana aslinya.
Menurut pengkajian yang dilakukan oleh Bormount(1969), metode klos
mempunyai korelasi yang besar dengan berbagai teks membaca. Selanjutnya dia
mengatakan, du keunggulan yang dimiliki metode klos. Pertama, metode klos
mencerminkan keseluruhan pengaruh yang berinteraksi dalam menentukan
keterbacaan suatu teks. Kedua, metode klos mengkombinasikan hampir seluruh
unsur yang berhubungn dengan penentuan keterbacaan. Dengan metode klos
yang diukur bukanlah teks terpisah dari pembacanya. Dengn demikian metode
klos digunakan, bukan saja untuk mengukur tingkat keterbacaan suatu teks,
tetapi dapat pula dipakai sebagai alat pengukur pemahaman.

2. Fungsi Dan Kegunaan Teknik Isi Rumpang


Seperti disebutkan diatas, bahwa metode klos mempunyai dua fungsi yaitu
sebagai alat ukur dan alat ajar. Sebagai alat ukur, teknik klos digunakan untuk
mengukur tingkat kepemahaman pembacanya. Sebagai alat ajar, teknik klos
digunakan untuk melatih kemampuan membaca siswa.
Metode klos dapat mengukur kemampuan pembaca dalam berbagai
hubungan kontekstual. Kemampuan yang diukur dengan metode klos, nukan
hanya berhubungan dengan makna-makna kata, tetapi juga dengan serapan
pembacaterhadap pola-pola bahasannya. Dengan kata lain, jawaban terhadap
metode klos mencerminkan kemampuan bahasa secara keseluruhan.
Kegunaan klose yang lebih rinci:
1. Mengukur tingkat keterbacaan sebuah wacana untuk:
a. Menguji tingkat kesukaran dan kemudian bahan bacaan
b. Mengklasifikasikan tingkat baca siswa
c. Mengetahui kelayak wacana sesuai dengan peringkat siswa
2. Melatih keterampilan kemampuan dan kemampun siswa melalui kegiatan
belajar-mengajar, pengajaran membaca melatih:
a. Siswa menggunakan isyarat sintaksis
b. Siswa menggunakan isyarat semantik
c. Siswa menggunakan isyarat skematis
d. Peningkatan kosa kata, dan
e. Daya nalar siswa dalam upaya pemahaman bacaan. (Harjasujana,s.1988)
Berdasarkan manfaat di atas, dalam waktu relatif singkat guru akan
segera dapat mengetahui tingkat keterbacaan wacana; tingkat keterpahaman
siswa; dan latar belakang pengalaman, minat dan bahasa siswa. Dengan
demikian guru akan dapat dengan tepat membuat keputusan instruksional untuk
membantu anak didiknya dalam belajar, khususnya dalam kegiatan membaca.

3. Langkah-langkah pembuatan klos

Wilson Taylor (1953) sebagai pencipta teknik ini, mengusulkan sebuah


prosedur yang bakuuntuk sebuah konstruksi klose, sebagai berikut:

1. Memilih suatu wacana yang relatif sempurna yaitu wacana yang tidak
tergantung informasisebelumnya.
2. Melakukan penghilangan/pelepasan kata ke-n, tanpa memperhatikan arti
dan fungsi kata-kata yang dihilangkan.
3. Mengganti bagian-bagian yang dihilangkan tersebut dengan tanda garis
lurus datar yangsama panjangnya.
4. Memberi salinan dari semua bagian yang di produksi kepada peserta tes.
5. Mengingatkan siswa untuk berusaha mengisi semua delisi dengan
pertanyaan-pertanyaandari konteks atau kata-kata sisanya
6. Menyediakan waktu yang relatif cukup untuk memberi kesempatan
kepada siswa dalam menyelesaikan tugasnya.

John Haskal menyempurnakan kontruksi tersebut dengan variasi berikut


ini:

1. Memilih sesuatu teks yang panjangnya kurang lebih 250 kata


2. Biarkan kalimat pertama dan kalimat terakhir utuh tanpa menghilangkan
satu kata pun.
3. Mulaiah penghilangan itu dari kalimat kedua,yakni pada setiap kata
kelima.
4. Jika kata kelima jatuh pada kata bilangan,jangan melakukan delisi pada
kata tersebut.Biarkan kata itu hadir secara utuh dan sebagai gantinya
mulailah kembali dengan hitungan kelima.

4. Kriteria Pembuatan klose

Karakteristik Sebagai alat ukur Sebagai alat ajar


1.Panjang wacana Antara 250-35o Wacana yang
perkataan dari wacana terdiri atas
terpilih maksimal 150
perkataan
2.Delisi(lesapan) Setiap kata ke-an Delisi secara
berjumlah lebih 50 buah selektif
bergantung pada
kebutuhan siswa
dan
pertimbangan
guru
3.Evaluasi Jawaban berupa kata. Jawaban boleh
Persis sesuai dengan berupa sinonim
kunci/teks aslinya atau kata yang
metode “exactwords” secara struktur
dan makna dapat
,nggunakan
kedudukan kata
yang dihilangkan
4.Tindak lanjut Lakukanlah
diskusi untuk
membahas
jawaban-
jawaban
Menurut Kamidjan (1996:69) kriteria penilaian tes klos di Indonesia
lebih banyak menggunakan PAP (Penilaian Acuan Patokan), oleh karena itu
lebih sesuai jika menggunakan kriteria Earl F. Rankin da Yoseph Cullhene
sebagai berikut :
Pembaca berada dalam tingkat independen, jika persentase skor tes uji
rumpang yang diperolehnya di atas 60 %, pembaca berada dalam tingkat
instruksional, jika prosentase skor tes uji rumpang yang diperolehnya berkisar
antara 41 % - 60 %, dan pembaca berada dalam tingkat frustasi atau gagal, jika
prosentase skor tes uji rumpang yang diperolehnya sama dengan atau kurang
dari 40 .

5. Keunggulan dan kelemahan klose


Beberapa keunggulan teknik klose, yaitu:
a) dalam menentukan keterbacaan suatu teks, prosedur ini mencerminkan
polainteraksi antara pembaca dan penulis;
b) prosedur isian rumpang bukan saja digunakan untuk menilai keterbacaan,
melainkan juga dipakai untuk menilai pemahaman pembacanya;
c) bersifat fleksibel, yaitu guru akan segera dengan tepat mendapat
informasimengenai latar belakang kemampuan dan kebutuhan siswanya;
d) di bidang pengajaran, teknik uji rumpang mendorong siswa tanggap
terhadap bahan bacaan;
e) dapat dipergunakan sebagai latihan dan ukuran praktis akan pengetahuan
dan pemahaman tata bahasa siswa;
f) dapat menjangkau sejumlah besar individu pada saat yang sama;
g) dapat melatih kesiapan dan ketanggapan dalam upaya memikirkan dan
memahami maksud dan tujuan penulis atau wacana

disamping keunggulan yang disebut diatas, prosedur klose juga


mempunyai kelemahan. Menurut Schlezinger (1968) kelemahan yang utama
prosedur ini adalah kerguan validitasnya. Ketepatan pengisisan bagian-bagian
yang dihilangkan, belum tentu atas pemahaman wacana, melainkan atas pola-
pola ungkapan yang telah dikenalnya. Jadi, untuk mengatasi hal itu hendaknya
guru berhati-hatilah memilih bahan. Disamping itu, diskusi sangat baik
dilakukan untuk mengetahui alasan siswa memberi jawaban pada tempat yang
dikosongkan tersebut.
Bab III

Penutup

1. simpulan
Konsep teknik klos ini menjelaskan tentang kecenderungan orang untuk
menyempurnakan suatu pola yang tidak lengkap menjadi suatu kesatuan yang
utuh. (Kamidjan, 1996:66). Teknik klose mempunya dua fungsi utama yaitu
sebagai alat ukur dan alat ajar.

2. Saran
Setelah mempelejari teknik ini diharapkan dapat memahami dan
menerapkan konsep-konsep prosedur klose sewaktu dalam pengajaran dan dapat
membuat contoh prosedur klose dan dapat dimanfaatkan sebagai alat ajar, serta
mengajarkan kegiatan membaca dengan teknik klose.

3. Daftar pustka
Diktat membaca Dra. Rumsih Simaremare,M.Pd
http://eprints.ung.ac.id/7501/5/2013-2-87205-221410218-bab2-10012014090136.pdf
http://riska-ade.blogspot.co.id/2014/09/teknik-uji-rumpang.html
http://digilib.unila.ac.id/8538/13/BAB%20II.pdf