Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Air limbah terdiri dari satu atau lebih parameter pencemar yang

melampaui ambang batas yang telah ditetapkan. Kemungkinan di dalamnya

terdapat minyak, lemak, bahan anorganik seperti besi, alumunium, nikel,

plumbum, barium, fenol, dan lain-lain, sehingga dalam pengolahannya dibutuhkan

kombinasi dari beberapa metode dan peralatan [1]. Limbah diolah dengan tujuan

untuk mengambil bahan-bahan berbahaya di dalamnya dan atau menghilangkan

senyawa-senyawa kimia maupun non-kimia yang berbahaya dan beracun [2].

Beberapa cara pengolahan limbah antara lain dengan memberikan bahan kimia

yang dapat menentralkan air, menghancurkan senyawa yang berbahaya,

menggumpalkan kotoran-kotoran [3]. Berdasarkan UU RI No.32 Tahun 2009

Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka setiap industri

maupun instansi/ badan usaha harus ber- tanggung jawab terhadap pengelolaan

limbah yang dihasilkan dari kegiatannya [4]. Untuk pengolahan limbah cair perlu

dibangun IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah). Pembangunan IPAL

membutuhkan biaya yang tidak murah, begitu pula dengan biaya operasional dan

perawatannya. Saat ini kecenderungan yang terjadi adalah pihak industri memiliki

IPAL hanya sebatas untuk memenuhi persyaratan pendirian pabrik (industri) atau

untuk mematuhi peraturan pemerintah. Hanya sedikit industri yang menjalankan

IPAL-nya dengan benar. Seluruh air limbah dari hasil kegiatan di industri

dialirkan ke bak penampung air limbah yang berfungsi sebagai bak ekualisasi

1
2

serta bak pemisah lemak. Dari bak penampung (bak ekualisasi), air limbah

dipompa ke reaktor biofilter anaerob-aerob dengan debit yang telah diatur.

Reaktor biofilter anaerob-aerob berfungsi untuk menghilangkan polutan organik,

amoniak, serta padatan tersuspensi. Reaktor biofilter yang digunakan dibagi

empat ruang yakni bak pengendapan awal, ruang biofilter anaerob, rungan

biofilter aerob dan bak pengendapan akhir. Air limbah dari bak ekualisasi

dialirkan ke unit Reaktor Biofilter melalui lubang pemasukan (inlet) ke bak

pengendapan atau bak pengurai awal. Air limpasan dari bak pengendapan awal air

dialirkan ke zona anaerob. Zona anaerob tersebut terdiri dari ruangan yang diisi

dengan media dari bahan plastik sarang tawon untuk pembiakan mikroba. Pada

zona anaerob air limbah mengalir dengan arah aliran dari atas ke bawah.

Letak IPAL yang umumnya cukup jauh dari kantor pabrik sehingga akan

merepotkan operator untuk selalu standby di lokasi IPAL. Pengendalian proses

masih memerlukan operator. Hal ini dipertimbangkan karena untuk monitoring

sekaligus pengendalian proses memerlukan biaya yang sangat besar. Masalah ini

bisa diatasi dengan pemasangan sistem monitoring secara remote. Batasan

masalah yaitu pada sistem otomatisasi dan pada monitoring proses pengolahan

limbah cair.

Dalam penelitian ini yang membedakan penelitian ini dengan penelitian-

penelitian lain yang mengenai perancangan sistem otomatisasi dan memonitoring

proses pengolahan limbah cair secara real time untuk membantu meningkatkan

efektifitas, efisiensi dan biaya tidak mahal. Sensor-sensor yang terpasang akan

mengambil data parameter hanya beberapa saja yang dicantumkan, yaitu pH,

suhu, daya hantar listrik dan volume limbah cair. Selanjutnya melalui
3

mikrokontroller yang fungsinya sebagai pengendali dan mengolah data-data

dalam berbagai format (teks dan grafik), lalu di tampilkan pada LCD mini dan

selanjutnya dikirimkan ke server/PC untuk di record trending, dan pembuatan

laporan (reporting). Data terekam ke dalam file yang dapat dibuka dengan

Microsoft Excel. Data dari file ini dapat diolah menjadi grafik atau untuk

keperluan analisis.

1.2 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan yaitu menciptakan prototipe sistem

otomatisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara struktur,

memonitoring kejadian selama proses berlangsung (Real Time) dan menyimpan

data-data selama proses berlangsung (Record Trending) .

1.3 Pembatasan Masalah

Agar permasalahan tidak terlalu meluas dan menyimpang dari tujuan maka perlu

dilakukan suatu pembahasan mengenai :

1. Merancang prototipe sistem otomatisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah

(IPAL).

2. Menganalisa proses pembentukan air bersih.

3. Mengidentifikasi kadar pH dan kelembapan suhu serta volume tinggi air.

4. Memonitoring dan menyimpan data secara real time.


4

1.4 Metode Penelitian

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini menggunakan metode, yaitu:

a. Studi Literatur

Penulisan Tugas Akhir ini berdasarkan pada teori-teori yang diambil

dari bebagai sumber, yaitu buku-buku dan internet yang berkaitan

dengan Tugas Akhri yang diambil.

b. Studi Lapangan

Melakukan percobaan dan perakitan komponen untuk mengetahui

kendala dan permasalahan yang di temui dan analisa yang di dapat

kemudian di diskusikan dengan pembimbing

1.5 Sistematika Penulisan

Penulisan Tugas Akhir ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan secara singkat latar belakang, maksud dan tujuan

penulisan, batasan masalah, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II TEORI DASAR

Bab ini berisi landasan teori yang berkaitan dengan penyusunan Tugas

Akhir.

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PEMROGRAMAN

Bab ini berisi tentang mengenai bagaimana perancangan dari prototipe

sistem otomatisasi Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).


5

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Bab ini berisi tentang pengujian dari sensor pH, sensor suhu, sensor

ketinggian air, mengukur daya penghantar listrik serta otomatisasi Instalasi

Pengolahan Air Limbah (IPAL), monitoring secara real time dan record

trending.

BAB V KESIMPULAN

Bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil analisa pada bab IV.
6

Tabel 1. Jadwal Kegiatan Penulisan Tugas Akhir

Bulan ke
No Kegiatan
1 2 3 4

1. Persiapan

a. Literatur

b. Diskusi dan Koordinasi

c. Proposal

2. Penulisan

a. Bab. 1 s/d 3

b. Bimbingan

c. Bab. 4 s/d 5

d. Penyelesaian akhir

e. Ujian
7

DAFTAR PUSTAKA

[1] Philip Kristanto, Ir., “Ekologi Industri”, (2002) Penerbit ANDI,

Yogyakarta. (Diakses pada 12 Februari 2018).

[2] Sakti A. Siregar, “Instalasi Pengolahan Air Limbah”, (2005) Penerbit

Kanisius, Yogyakarta. (Diakses pada 18 Februari 2018).

[3] Hindarko S, Ir., “Mengolah Air Limbah”, (2003) Penerbit Esha, Jakarta.

(Diakses pada 18 Februari 2018).

[4] Mattalatta, Andi, (2009) Penerbit UU no 32 tahun 2009 pasal 1 ayat (2),

Jakarta. (Diakses pada 12 Februari 2018)