Anda di halaman 1dari 13

TUGAS UAS TAKE HOME METODOLOGI PENELITIAN

Yang dibimbing oleh Bu Siti Munawaroh, S.Kep,. Ns,. M.Kep

Oleh :

Dhaniar Yuniardso (14631444)

PROGRAM STUDI S 1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

2017
Jawaban soal UAS Metodologi Penelitian

1. tinggi badan 50 mahasiswa S1 Keperawata Unmuh Ponorogo 2017

Tinggi (cm) F1 X1 F1.X1


<150 0 0 0
150-154 2 152 304
155-159 4 157 628
160-164 7 162 1134
165-169 16 167 2672
170-174 13 172 2236
175-179 6 177 1062
180-184 2 182 364
Jumlah 50 8400

∑𝐹1 . 𝑋1
Mean : 𝑥 =
𝑓1

8400
=
50

= 168
𝑑1
Modus = Tb + 𝑑1+𝑑2.C

9
=164,5 + 9+3
.5

9
= 164,5 + 12
.5

= 164,5 + 3,75

= 168,25
1
𝑛−𝐹
Median = Tb + 2 .C
𝑓

1
.50−13
2
= 164,5 + .5
16

25−13
= 164,5 + .5
16

12
= 164,5 + 16. 5

= 164,5 + 3,75

= 168,25

2. A) Pengujian menggunakan uji Chi-Square


Tabel 5.2 Data distribusi pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan Unmuh Ponorogo
sebelum mendapatkan pelajaran riset dengan setelah mendapatkan pelajaran
Pengetahuan
Total
Sebelum Setelah
Kurang 7 2 9
Pengetahuan
8 18 26
Baik
Total 15 20 35

B) Diagram batang dan kesimpulan


Tabel 5.3 Data distiribusi responden berdasarkan pengetahuan mahasiswa S1 keperawatan
Unmuh Ponorogo sebelum mendapatkan pelajaran riset
Pretest pengetahuan Frekuensi Prosentase
Kurang 15 42.9 %
Baik 20 57.1 %
Total 35 100 %
Tabel 5.3 Data distiribusi responden berdasarkan pengetahuan mahasiswa S1 keperawatan
Unmuh Ponorogo sesudah mendapatkan pelajaran riset
Postest pengetahuan Frekuensi Prosentase
Kurang 9 25.7 %
Baik 26 74.3 %
Total 35 100 %
Kesimpulan : pada bagian fisher exact test terlihat nilai exact sig. 0.022 < 0,05. maka H0
ditolak yang artinya ada hubungan antara pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan Unmuh
Ponorogo sebelum dan setelah mendapatkan pelajaran riset.

3. Data tabulasi penelitian dengan judul efektifitas nafas dalam terhadap penurunan skala
nyeri
no nyeri 1 nyeri 2
1 9 6
2 5 3
3 6 4
4 4 3
5 3 3
6 7 5
7 8 6
8 5 3
9 6 4
10 5 4
11 4 3
12 6 4
13 3 3
14 8 4
15 6 4
16 7 5
17 3 3
18 4 2
19 8 6
20 9 7
21 5 3
22 5 4
23 6 5
24 4 3
25 7 5
26 4 4
27 6 3
28 3 2
29 3 2
30 4 2
31 2 2
32 6 2
33 8 5
34 5 3
35 5 3
36 4 3
37 6 4
38 6 3
39 7 6
40 8 7
Tabel 5.4 Data distribusi responden hasil uji beda skala nyeri antara sebelum dan sesudah

dilakukan tehnik nafas dalam


Variabel Mean SD SE P value N
Nyeri 1 4,90 1.482 0,234 40
0.000
Nyeri 2 5,80 1.937 0,306 40
Tabel 5.4 Data distribusi responden sebelum dilakukan tehnik nafas dalam

Rentang nyeri Frekuensi Prosentase


1-3 6 15%
4-6 23 57,5 %
7-9 11 27,5 %
Total 40 100 %
Skala Nyeri

4 sampai 6 : 57,5%

7 sampai 9 : 27,5%

1 sampai 3 : 15%

Tabel 5.5 Data distribusi responden sesudah dilakukan tehnik nafas dalam

Rentang nyeri Frekuensi Prosentase


1-3 20 50%
4-6 18 45 %
7-9 2 5%
Total 40 100 %
Skala Nyeri

1 sampai 3 :50%
4 sampai 6 : 45%
7 sampai 9 : 5%

Kesimpulan : berdasarkan uji Paired Sample Test, diketahui bahwa P Value adalah 0,000 < dari
alfa (0,05). Berarti H0 ditolak, jadi dapat disimpulkan bahwa tehnik nafas dalam efektif untuk
penurunan nyeri pada pasien fraktur.

4. Data tabulasi pengaruh keteraturan menstruasi terhadap penggunaan alat kontrasepsi


suntik
no AlatKB Menstruasi
1 1 2
2 2 1
3 2 2
4 2 2
5 1 2
6 1 2
7 2 1
8 1 1
9 2 1
10 1 2
11 2 2
12 1 2
13 2 1
14 1 2
15 2 1
16 1 2
17 1 1
18 1 2
19 2 1
20 2 2
21 1 1
22 2 2
23 1 1
24 2 2
25 1 1
26 2 2
27 2 1
28 2 1
29 2 1
30 2 2
31 1 2
32 1 1
33 1 2
34 1 1
35 2 2
36 1 2
37 2 2
38 1 1
39 2 1
40 1 1
41 2 1
42 1 1
43 2 1
44 1 1
45 2 2
46 1 2
47 1 2
48 2 2
49 1 2
50 1 2
51 2 1
52 1 1
53 2 2
54 1 2
55 2 1
56 1 1
57 2 2
58 1 1
59 1 2
60 1 1
61 2 2
62 2 1
63 2 2
64 1 1
65 1 2
66 1 1
67 1 1
68 2 1
69 1 1
70 2 1
71 1 2
72 1 2
73 1 2
74 1 2
75 2 2

Pengujian menggunakan uji Chi-Square


Tabel 5.7 Data distribusi responden pengaruh keteraturan menstruasi terhadap penggunaan
alat kontrasepsi suntik

Kontrasepsi suntik
Total
menggunakan Tidak menggunakan
teratur 19 17 41
Menstruasi
22 17 34
Tdk teratur
Total 41 34 75

Kesimpulan : dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa P value 0,467 >
alfa (0,5). Berarti H0 diterima tidak ada hubungan. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat
pengaruh yang signifikan antara keteraturan menstruasi terhadap penggunaan alat
kontrasepsi suntik.

5. Data tabulasi hubungan pekerjaan lansia dengan kesehatan lansia


NO pekerjaan kesehatan

1 1 2
2 1 2

3 1 2

4 1 1

5 1 1

6 2 2

7 1 1

8 2 2

9 1 1

10 2 1

11 1 2

12 2 1

13 1 2

14 2 2

15 2 1

16 2 1

17 1 2

18 1 2

19 2 2

20 2 2
Tabel 5.8 Data distribusi responden hubungan pekerjaan dengan kesehatan fisik lansia

Variabel Mean SD SE P value N


Pekerjaan lansia 1.40 0.503 0,112 20
0.379
Kesehatan lansia 1.55 0.510 0,114 20

Histogram pekerjaan lansia

Histogram kesehatan lansia


Kesimpulan : dari hasil menggunakan uji Paired Simple Test ditemukan bahwa P Value adalah
0.379 > alfa (0.05). H0 diterima berarti tidak ada hubungan. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak
ada hubungan antara pekerjaan lansia dengan kesehatan lansia.