Anda di halaman 1dari 28

KKN MANDIRI BERBASIS RISET

LAPORAN INDIVIDU

HUKUM MEMBACA QUNUT PADA WAKTU SHALAT SUBUH


BERJAMA’AH DI MASJID ADIL MAKMUR KELURAHAN SUNGAI
SELAYUR PALEMBANG
MENURUT PADANGAN IMAM MAZHAB

Disusun Oleh :
Nama : Rizka Nuraini
Nim : 14150116

JURUSAN PERBANDINGAN MAZHAB DAN HUKUM


FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
2017

1
KATA PENGANTAR

Segala Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
pertolongannya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan individu KKN. Shalawat
serta salam kami sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa
kebenaran kepada umat manusia,dan membawa umat islam menuju kejayaan yang
hakiki, serta beliau adalah sebagai panutan sepanjang hayat. Sehubungan dengan
pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) UIN Raden Fatah Palembang angkatan 68 tahun
2017 yang dilaksanakan pada tanggal 28 November 2017 sampai dengan 04 Januari
2018 di Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, maka kami
membuat laporan individu berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan KKN dimulai dari
kajian sampai dengan evaluasi.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini banyak terdapat
kekurangan disana sini, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua
pihak untuk perbaikan penulisan dikemudian hari.
Untuk penyelesaian kelompok KKN ini kami banyak mendapat dukungan dan
bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu kami menyampaikan ribuan rasa
terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Drs. H. M. Sirozi, M. A., Ph. D selaku rektor Universitas Islam
Negeri Raden Fatah Palembang.
2. Ibu Dr. Syefriyeni, M. Ag selaku ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat UIN Raden Fatah Pelembang).
3. Bapak Prof, DR. H. Romli. SA, M. Ag selaku Dekan Fakultas Sayariah dan
Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
4. Bapak Muhammad Torik, LC., MA. selaku Ketua Program Studi Perbandingan
Mazhab dan Hukum
5. Bapak Dr. Heri Junaidi.,S.H.,M.Si Selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)
yang telah memberikan nasehat, saran, bimbingan dan asuhan, sehingga kami
dengan optimis menjalankan program kerja.

2
6. Bapak Arsun Sahadi SE.,M.Si selaku Lurah Sei Selayur
7. Bapak RW 06/ RT 22 yang sudah memberi izin dalam KKN mandiri.
8. Seluruh masyarakat dan saudara-saudara di Kelurahan Sei Selayur , Kecamatan
Kalidoni khusunya di Jalan Zen Mayor Lr. Sastra, serta kepada adik-adik yang
telah banyak membantu sehingga program kami dapat berjalan dengan lancar
dan sesuai harapan
9. Orang tua kami yang selalu menyayangi dan memberikan dorongan moril
maupun materil serta do’anya kepada kami, sehingga kami dapat dengan lancar
melaksanakan KKN ini khususnya dan perkuliahan pada umumnya.
10. Teman-teman seperjuangan KKN Kelompok 17 yang turut serta membantu
dalam melaksanakan program KKN ini dengan baik dan sesuai harapan.

Palembang, Desember 2017

Rizka Nuraini

3
LEMBAR PENGESAHAN

Setelah diverifikasi oleh Tim Panitia Pelaksana KKN Mandiri Berbasis Riset dan
Pengembangan Potensi Lokal Berkarakter Tahun 2017 pada Lembaga Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat, pada :

Hari / Tanggal : ......../........Januari 2018

Tempat : LP2M UIN Raden Fatah Palembang

Nama : Rizka Nuraini

NIM : 14150116

Fak / Jur : Syariah dan Hukum / Perbandingan Mazhab dan Hukum

Judul Laporan : Hukum Membaca Doa Qunut Pada Waktu Shalat Subuh Berjamaah
Di Masjid Adil Makmur Kelurahan Sungai Selayur Palembang
Menurut Pandangan Fuqaha Dan Imam Mazhab

Maka Laporan KKN Saudara/i dapat diterima untuk melengkapi sebagian syarat
memperoleh nilai akhir dan sertifikat KKN.

TIM PENGESAHAN

Palembang, .....Januari 2018

Ketua LP2M Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Syefriyeni, M. Ag Dr. Heri Junaidi, S.H., M.Si.

4
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN .......................................................................................................1

KATA PENGANTAR .......................................................................... ..........................2

LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................................4

DAFTAR ISI ......................................................................................... ..........................9

DAFTAR TABEL ................................................................................. ………………12

BAB I PENDAHULUAN

A. Analisis Situasi..................................................................................................7

B. Permasalahan.....................................................................................................9

C. Tujuan...............................................................................................................9

D. Manfaat...........................................................................................................10

E. Sasaran............................................................................................................10

F. Metode ................................................................................... ........................10

BAB II HASIL TELAAH LAPANGAN

A. Kondisi Masyarakat .............................................................. ........................12

B. Dinamika ................................................................................ ........................14

C. Temu Solusi ........................................................................... ........................17

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................. ........................19

B. Rekomendasi .............................................................................. ........................19

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................21

5
LAMPIRAN DOKUMENTASI....................................................................................22

BIODATA PENELITI..................................................................................................27

6
BAB I
PENDAHULUAN

A. Analisis Situasi
1. Topografi
Lokasi KKN Mandiri kelompok 17 berada di kelurahan Sei Selayur Kecamatan
Kalidoni Palembang, provinsi Sumatera Selatan. Dari pusat kota, kelurahan Sei Selayur
dapat ditempuh selama kurang lebih 15 menit. Lokasi ini dapat dengan mudah ditempuh
oleh kendaraan. Jalan utama kelurahan Sei Selayur ini merupakan jalan umum yang
dilintasi berbagai kendaraan umum maupun pribadi.
KKN di Sungai Selayur termasuk daerah untuk melakukan suatu pengabdian
kepada masyarakat, di karenakan Sei Selayur termasuk daerah padat penduduknya.
Berbagai sarana pendidikan, tempat ibadah, pusat pemerintah, industri, pasar, dan lain
sebagainya sudah ada di daerah ini. Oleh karena itu, Alangkah baiknya jika berbagai
sarana tersebut lebih dikembangkan lagi, dimana Paradigma dan prinsip pendekatan
KKN berbasis riset dan pengembangan potensi lokal berkarakter semuanya mengarah
kepada konteks pemahaman dan internalisasi aset, potensi, kekuatan, dan pendaya
gunaannya secara mandiri dan maksimal. Paradigma dan prinsip pendekatan riset dan
pengembangan potensi lokal berkarakter mengisyaratkan penyadaran akan keberadaan
kekuatan dan energi positif yang dimiliki “masyarakat” yang harus diidentifikasi,
diketahui, dipahami, diinternalisasi, untuk kemudian dimobilisasi oleh masyarakat
sendiri dalam kerangka menuju peningkatan kesejahteran dan keberdayaan semua
elemen komunitas-masyarakat.

2. Profil Potensi Lokal ( Sosial, Ekonomi, Budaya)


Kondisi sosial ekonomi kelurahan Sei Selayur kecamatan Kali Doni terletak di
pinggiran kota Palembang dengan pertambahan penduduk cenderung meningkat
dikarenakan adanya urbanisasi dan sebagaian besar penduduk kelurahan Sei Selayur
kecamatan Kali Doni bermata pencaharian buruh dan pedagang.

7
3. Data dan Peta Aset/ Potensi Lokal berkarakter
a. Data dan Peta Kelurahan Sei Selayur
 Keadaan Geografis
Kelurahan Sei Selayur berada di wilayah kecamatan Kali Doni Kota Palembang
Provinsi Sumatera Selatan.Kelurahan Sei Selayur kecamatan GanduKali Doni memiliki
luas wilayah ± 420 Ha yang terdiri dari daratan dan sebagian rawa.
Batas-batas Kelurahan Sungai Selayur Kecamatan Kalidoni adalah sebagai berikut :
1. Sebelah utara : Kelurahan Kali Doni
2. Sebelah selatan : Sungai Musi
3. Sebelah Barat : Sungai Buah
4. Sebelah Timur : Sei Selincah
(Sumber : Arsip Kelurahan Sei Selayur)

Peta Kelurahan Sei Selayur Palembang


Ditinjau dari segi georafis, luas wilayah Kelurahan Sei Selayur ini yaitu 420 Ha,
penggunaan lahan di dominasi oleh bangunan penduduk tidak adanya lahan yang
dipakai untuk berkebun atau bercocok tanam. selain itu, daerah Kelurahan Sei Selayur
yang bersebelahan dengan sungai Musi mengandung kekayaan alam yang bisa dijadikan
suatu mata pencaharian.
Berdasarkan peta dasar Kelurahan Sungai Selayur kecamatan Kali Doni, luas
wilayah Kelurahan Sungai Selayur kecamatan Kali Doni, dengan rincian penggunaan
lahan sebagai berikut:

8
1. Luas Perkarangan : ± 0,95 Ha
2. Lapangan Olahraga : ± 0,03 Ha
3. Pemukiman/terbangun : ± 102 Ha
4. Perkantoran : ± 0,05 Ha
5. Pemukiman : ± 102 Ha
6. Sawah/Rawa : ± 85 Ha
7. Pekarangan : ± 0,95 Ha
8. Perkantoran Pemerintah : ± 0,05 Ha
9. Usaha Prikanan : ± 0,5 Ha
10. Fasilitas Pasar : ± 0,10 Ha

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam program kerja yang terdapat di laporan ini adalah

sebagai berikut:

a. Bagaimana pendapat masyarakat terhadap membaca doa qunut pada waktu sahlat

berjama’ah di Masjid Adil Makmur Kelurahan Sungai Selayur Palembang ?

b. Bagaimana pandangan dari para fuqaha dan imam mazhab mengenai membaca doa

qunut pada waktu shalat berjama’ah di Masjid Adil Makmur Kelurahan Sungai

Selayur Palembang ?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari program kerja yang terdapat di laporan ini, adalah untuk

menambah wawasan dan pengetahuan tentang hukum membaca qunut dalam shalat

subuh berjama’ah di Masjid Adil Makmur Kelurahan Sungai Selayur Palembang.

9
D. Manfaat
Adapun manfaat dari program kerja yang terdapat di laporan ini, dalah sebagai
berikut:
1. Secara Teoritis

a) Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu

pengetahuan agama khususnya mengenai hukum membaca qunut pada waktu

shalat subuh berjam’ah.

b) Dapat mengembangkan kemampuan berkarya ilmiah dengan daya penalaran dan

acuan sesuai dengan ilmu yang dimiliki guna mengungkapkan suatu

permasalahan secara objektif melalui metode ilmiah.

2. Secara Praktis

Secara praktis, penelitian ini berguna sebagai penambahan wawasan

berfikir bagi penulis tentang shalat khususnya mengenai hukum membaca qunut

pada waktu shalat subuh berjama’ah..

E. Sasaran
Sasaran dalam program kerja KKN adalah Masyarakat dan para jama’ah di
Masjid Adil Makmur Kelurahan Sungai Selayur Palembang.

F. Metodelogi Penelitian
1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah

penelitian kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan cara mengkaji dan

menelaah berbagai dokumen baik berupa buku atau tulisan yang berakaitan dengan

pembahasan tentang hukum membaca qunut pada waktu shalat subuh berjama’ah..

10
2. Sifat Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu berusaha memaparkan tentang hukum

membaca qunut pada waktu shalat subuh berjama’ah.. dan mencari data-data yang ada

diuraikan dan dianalisis dengan secermat mungkin sehingga dapat ditarik kesimpulan.

3. Metode Pendekatan

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

dengan masyarakat kelurahan sungai selayur palembang, pendekatan kasus (case

approach), pendekatan historis (historical approach), pendekatan komparatif

(comparative approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach).1 Dan

pendekatan normatif yuridis, yang mengkaji masalah hukum membaca qunut pada

waktu shalat subuh berjama’ah..

4. Teknik Pengumpulan Data

Melakukan wawancara kepada masyarakat serta para jama’ah yang shalat di

Masjid Adil Makmur Kelurahan Sungai Selayur Palembang.

5. Analisis Data

Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan

hasil dokumentasi, wawancara dan lainnya. Untuk meningkatkan pemahaman penelitian

tentang kasus yang diteliti dan mengkajinya sebagai temuan.2 Teknik analisis data yang

penulis gunakan adalah analisis deskriptif yaitu penelitian untuk membuat deskripsi

(gambaran) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian.3 Dengan pendekatan

1
Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, (Jakarta: Kencana, 2010), hlm. 93.
2
Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta, Rake Sarasin, 1996, hlm. 104.
3
Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta: Raja Grafindo, 1998, Cet XI, hal. 18.

11
analisis induktif yaitu berangkat kasus-kasus bersifat khusus berdasarkan pengalaman

nyata yang kemudian dirumuskan menjadi definisi yang bersifat umum.

12
BAB II
HASIL TELAAH LAPANGAN

A. Kondisi Masyarakat
1. Keadaan Monografi
Tabel I. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Jumlah Kepala Keluarga
Jumlah Jumlah Kepala
Luas Total
Perempuan Laki2 Keluarga

103 Ha 13171 13196 26.367 5.273

(Sumber : Dokumentasi Kelurahan Sei Selayur Tahun 2017)

2. Keadaan Pemerintahan
Organisasi Kelurahan Sei Selayur berdasarkan Surat Keputusan Walikota
Palembang Nomor 101 tanggal 19 Desember 2001 tentang Uraian Tugas dan Fungsi
Kelurahan adalah sebagai berikut :
Dalam pelaksanaan tugas sehari – hari Kantor Lurah 36 Ilir terdiri : 1 (satu)
orang Lurah , 5 (Lima) orang Kepala Seksi , 2 (dua) orang Staf dan 2 (enam) orang
Tenaga Honorer dan dibantu oleh 8 (delapan) Orang Ketua RW (Rukun Warga) dan
37 (tiga puluh tuju) orang Ketua Rukun Tetangga (RT) serta dibantu oleh 1 (satu)
orang , Bhabinkatibmas berasal dari Anggota Polri, 1 (satu) orang Babinsa yang
berasal dari TNI-AD dan 1 (satu) orang Penyuluh Lapangan KB.

3. Keadaan Tanah dan Air


Pada umumnya kelurahan Sei Selayur berada pada dataran dan juga di pinggiran
sungai Musi dengan ketinggian ± 10 M diatas permukaan laut. Keadaan tanahnya
dibagian dataran terbilang cukup subur untuk bercocok tanam dan untuk daerah aliran
sangat cukup baik untuk berternak ikan. Sedangkan sumber air untuk keperluaan

13
masyarakat sehari-hari, seperti memasak, mencuci dan lain sebagainya didapat dari air
PDAM dan juga dari sungai Musi.

4. Kondisi Sarana dan Prasarana Sosial


a. Sarana Prasarana Ibadah
Keadaan masjid/ langgar di kelurahan Sei Selayur cukup memenuhi kebutuhan
masyarakat untuk beribadah setiap harinya, adapun jumlah masjid/ langgar di kelurahan
Sei Selayur adalah sebagai berikut
Tabel II. Daftar Nama Ma/sjid/ Langgar Kelurahan Sei Selayur
NO. NAMA MASJID/ LANGGAR LOKASI ( RW/RT)

1 Masjid Aqobah 1 PT PUSRI JL May Zen Rt 001 Rw 001

2 Masjid Khairul Amal Jl. Lebak Jaya I Rt 030 Rw 008

3 Masjid Baiturrahman Jl. Lebak Jaya III Rt.015 Rw 005

4 Masjid Adil Makmur Jl. May Zen Rt 022 Rw 006

5 Masjid Nurul Falah Jl. Kapling Rt 013 Rw 004

6 Masjid Nurul Jannah Lrg. Wanaasri Rt 006 Rw 002

7 Masjid Nurul Huda Lrg. Margoyoso Rt 010 Rw 003

8 Masjid Al-Mu’min Jl. Lebak Jaya III Rt 017 Rw 005

9 Masjid Al-ikhlas Jl. May Zen Rt 007 Rw 003

10 Masjid Amal Bakti Jl. DR Ir Sutami Rt 014 Rw 004

11 Musholah Suadi Rachman Lr Segaran Rt 021 Rw 006

12 Musholah Nurul Yakin Lr Semendawi Rt 028 Rw 007

Sumber : Observasi Mahasiswa KKN Kelurahan Sei Selayur Tahun 2017

14
B. Dinamika
1. Pengertian Qunut

Qunut menurut arti bahasa berarti do’a, sedangka menurut istilah syara’ berarti

sebutan atau zikir yang telah di tentukan. Lafal do’a qunut tidak ditentukan (tidak harus

pakai lafal yang ditentukan), artinya seseorang boleh berqunut dengan menggunakan

ayat Al-Qur’an yang mengandung kalimat do’a dengan niat membaca qunut, maka dia

(yang membaca ayat) dinyatakan telah memperoleh kesunnatanya[1]. Dan juga lafal

qunut berkaitan dengan kalimat-kalimat pujian. Demikian pula kata qunut dalam

ungkapan ayat ataupun hadits, terkadang memiliki makna lain selain bacaan doa, yaitu

taat, berdiri, khusyuk, diam, selalu dalam ibadah, dan tasbih. Selain itu makna tersebut

juga terdapat dalam hadits,

َّ ‫ْالقنوتُ طولُ ال‬


َ ‫صالَةُ أ َ ْف‬
ُ‫ضل‬

“Sebaik-baik shalat adalah yang qunutnya panjang.” (Sahih, HR. Muslim)

Maksudnya, yang lama berdirinya. Inilah maknanya berdasarkan kesepakatan

ulama, sebagaimana kata an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim.[2]

Dengan demikian, bisa jadi makna hadits di atas-apabila dikatakan sahih-ialah

bahwa Rasulullah tetap melakukan qunut, yakni berdiri lama, dalam shalat subuh

sampai beliau meninggal dunia. Sebab, memang shalat subuh yang beliau lakukan

selalu panjang/lama. Ayat yang beliau baca sekitar 60-100 ayat. Ibnul Qayyim

mengatakan[3],“Di antara hal yang sangat diketahui, seandainya Rasulullah SAW.

Melakukan qunut setiap subuh dan berdoa dengan doa sebagaimana yang dibaca

15
Rasulullah SAW. serta para sahabat mengaminkannya, tentu penukilan umat semuanya

pada perbuatan tersebut sama dengan penukilan mereka dalam hal mengeraskan bacaan

dalam shalat.”

Bacaan qunut dibaca pada shalat subuh ketika iktidal pada rokaat kedua, dan

qunut dibaca dengan mengangkat kedua tangan setinggi pundak. Dan juga setelah

bacaan qunut disunahkan untuk membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dan keluarganya, dimana hal ini tidak disunahkan dibaca awal bacaan qunut.[4]

Membaca do’a qunut pada sholat subuh hukumnya sunnah Ab’ad. dan apabila

lupa atau disengaja tidak dibaca maka harus diganti dengan sujud sahwi. Karena Do'a

qunut subuh selalu dikerjakan oleh Nabi SAW, pada setiap shalat subuh, Nabi tidak

pernah meninggalkan sampai akhir hayatnya sebagaimana dalam hadisnya.[5] Bacaan

qunut sebagaimana Rusulullah membecanya setiap sholat subuh[6]

2. Dasar-dasar Bacaan Qunut

Berikut dasar-dasar bacaan qunut pada sholat subuh :

Sebagaimana hadist Nabi SAW.

’’Dari Anas, ia berkata , Rasulullah SAW. Senantiasa membaca do’a qunut pada

sholat subuh hingga samapai beliau meninggal dunia.’’ (H.R. Ahmad)[7]

“Bahwa Nabi SAW. Pernah qunut selama satu bulan sambil mendoakan kecelakaan

atas mereka kemudian Nabi meninggalkannya. Adapun pada shalat subuh, maka Nabi

melakukan qunut hingga beliau meninggal dunia”

16
Hadits dari sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu sendiri.

“Selama satu bulan, Nabi SAW. melakukan qunut setelah ruku’, mendoakan

kecelakaan terhadap beberapa kabilah Arab.” Dalam riwayat Muslim rahimahullah

terdapat tambahan, “Lalu beliau tidak melakukannya lagi.”

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya Nihayahiz Zain berpendapat bahwa:

"Disunatkan qunut pada sholat shubuh dan sholat witir pada pertengahan terkhir

bulan Ramadlan, dan pada sholat fadlu lainnya karena adanya bala yang menimpa umat

Islam, sekalipun hanya menimpa kepada salah satu orang namun luas manfaatnya,

seperti tertawanya seorang alim dan seorang pemberani dalam membela Islam). Sama

saja dalam hal qunut Nazilah ini, baik karena ada rasa takut dari serangan musuh

sekalipun mereka beragama Islam, atau karena terjadinya kekeringan (kemarau), hama

belalang, penyakit menular, dan penyakit berbahaya.

3. Pendapat Para Imam Mazhab

Qunut subuh adalah masalah khilafiyah, artinya para ulama berbeda pendapat

dalam hal itu. Para ulama pengikut Imam Syafi’I mereka mengatakan bahwa qunut saat

sholat subuh adalah sunnah ab’ad. Ulama pengikut Imam Abu Hanifa mengatakan jika

qunut subuh itu tidak sunnah. Masing-masing mempunyai hujjah yang bersumber dari

Rasulullah SAW. Kalau kita kembali kepada ilmu para ulama ada banyak sebab

perbedaan pendapat para ulama yang akan menjadikan orang yang sadar akan semakin

kagum dengan kinerja para ulama terdahulu. Bahkan mereka senantiasa saling

17
menghormati tanpa harus mencela yang berbeda denganya. Bagi kita adalah mengikuti

mereka bukan mencela. Yang mencela orang yang tidak berqunut itu sama artinya

mencela Imam Abu Hanifa, begitu sebaliknya yang mencela orang yang berqunut itu

sama artinya mencela Imama Syafi’i. Menyikapi hal itu kita harus bijak, jangan

membuat keanehan di masyarakat kita. Karena tidak semua orang awam tahu

perbedaan ini. Maka jika kita hidup di Negeri orang tidak berqunut seperti India, maka

kita jangan memaksa mereka mengikuti kita yang ber Qunut. Karena hal itu akan

membuat resah ummat sehingga dengan keresahan itulah umat akan saling tunjuk,

saling menjatuhkan, tidak menyadari akan perbedaan. Seperlunya kita salaing

menghargai akan keyakinan mereka karna mereka punya hak untuk melakukan segala

hal yang menjadi kewajiban mereka. Begitu juga jika kita pengikut Imam Abu Hanifa

lalu kita ke Indonesia yang masyarakatnya pengikut Imam Syafi’i jangan kita membuat

resah mereka dengan kita memaksa mereka untuk tidak berqunut.

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarahnya kitab Muhazzab jilid III/504 “Dalam

madzab syafi’i disunnatkan qunut pada waktu shalat subuh baik ketika turun bencana

atau tidak’’. Dengan hukum inilah para Ulama Salaf dan orang-orang yang sesudah

mereka, setiap akan sholat subuh maka dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan kita

setinggi pundak seraya kita membaca qunut atau ayat Al-Qur’an yang mengandung

kalimat do’a atau pujian, bacaan qunut yang di sunahkan sebagaimana yang dibaca Nabi

Muhammad SAW.

Pendapat ulama berbeda-beda mengenai qunut dan kemuthlaqannya. Ada yang

berpendapat qunut muthlaq hanya dilakukan pada waktu sholat witir sebelum ruku’

18
(Hanafi) atau sesudah ruku’ (Hanbali). Ada pula yang berpendapat bahwa qunut itu

hanya disunnahkan pada waktu sholat witir sebelum ruku’ kedua (Maliki). Ada pula

yang sholat witir pertengahan terakhir bulan Ramadlan sebelum ruku’ terakhir

(Syafi’iy). Berdasarkan telaah atas beberapa hadis qunut, maka qunut dapat dibagi

menjadi tiga bagian, yakni; qunut nazilah, qunut witir dan qunut shubuh.

Menurut madzhab Hanafi dan Hanbali membaca qunut pada sholat shubuh

hukumnya tidak boleh, sebab membaca qunut itu tempatnya hanya di waktu

mengerjakan sholat witir saja dengan berdasar hadis:

"Abu bakar bin abi syaibah telah menceritakan hadis kepadaku, (Abu Bakar berkata)

Abdullah bin Idris, Hafs Bin Ghiyats dan Yazid Bin Harun telah memberi khabar

kepadaku. Dari Abi Malik Al-Asyja’i, Saad bin Thoriq berkata: aku berkata bapakku:

hai bapak "sesungguhnya engkau telah sholat di belakang Rasulullah saw. Abu Bakar,

Umar, Utsman (di Madinah) dan Ali bin Abi Tholib disini (Kufah), selama lima tahun

adakah dia membaca qunut dalam sholat shubuh? ia menjawab: Hai anakku "qunut itu

hal baru".

Menurut mahzab Maliki, membaca doa qunut diwaktu mengerjakan sholat

shubuh hukumnya mustabah, yakni sesuatu perbuatan yang disukai oleh Nabi

Muhammad saw, tetapi tidak dibiasakan seperti hadis Nabi Muhammad.

"Sulaiman Abu Harb dan Musaddad telah menyampaikan hadis kepadaku, keduanya

(Hammad) telah diberi khabar dari Ayub, Ayub dari Annas bin Malik, ia ditanya:

bahwasanya ia (Annas bin Malik. ra)ditanya:apakah Rasulullah saw membaca qunut

19
dalam sholat shubuh ? ia menjawab, "ya", maka ditanyakan kepadannya : sebelum

ruku’atau sesudahnya?, Jawabannya ‘sesudah ruku’, Musaddad berkata ‘hanya

membaca sebentar".

Imam An Nawawi menyatakan bahwa: "Ketahuilah bahwa qunut sholat shubuh

adalah sunah, karena hadis sholat di dalamnya, dari Annas ra bahwa Rasulullah saw,

tidak pernah meninggalkan qunut di dalam (sholat) shubuh hingga beliau meninggal

dunia". (Hadis ini diriwayatkan oleh Al Hakim Abu Nabdilah dalam kitab al-Arba'in

dan dia berkata shahih”.

20
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Bacaan qunut dibaca pada shalat subuh ketika iktidal pada rokaat kedua, dan qunut
dibaca dengan mengangkat kedua tangan setinggi pundak. bacaan qunut
sebagaimana yang di baca Nabi SAW.
2. Bahwa Nabi SAW. Pernah qunut selama satu bulan sambil mendoakan kecelakaan
atas mereka kemudian Nabi meninggalkannya. Adapun pada shalat subuh, maka
Nabi melakukan qunut hingga beliau meninggal dunia.
3. Qunut subuh adalah masalah khilafiyah, artinya para ulama berbeda pendapat
dalam hal itu. Para ulama pengikut Imam Syafi’I mereka mengatakan bahwa qunut
saat sholat subuh adalah sunnah ab’ad. Ulama pengikut Imam Abu Hanifa
mengatakan jika qunut subuh itu tidak sunnah. Masing-masing mempunyai hujjah
yang bersumber dari Rasulullah SAW.

B. Saran
Saran yang bisa penulis berikan agar para masyarakat atau jam’ah yang
melakukan shalat subuh berjama’ah wajib membaca qunut pada rakaat ke dua setelah
i’tidal.

21
DAFTAR PUSTAKA

Kitab :

1. Ibnu Hajar Al’asqolani, Al-Hafidh. Blughul Maram. Surabaya : Nurul Huda


2. Bin Abdul Aziz Al-Malibari, Asy-Syekh Zainudin. Fathul Mu’in. Surabaya : Al-
Hidayah
3. Abu Abdillah, Syekh Syamsudidin. 2010. Terjemah Fathul Qorib. Surabaya Mutiara
Ilmu

Buku :

1. Qurratul Aeni, Dewi, S.Ag. Mengenal Sholat Sunnat.2009. Semarang : Aneka Ilmu

Net :

1. Brigade, Al qassam. 2011. Mengapa Subuh Ada Qunut.

2. Jundu, Muhammad. Qunut Shubuh Berdasarkan Kitab Al-Adzkar An-Nawawi


(Madzhab Syafi'i)

22
LAMPIRAN DOKUMENTASI

Gambar 1 : Poto Bersama Guru PAUD

Gambar 2 : Mengajar anak-anak PAUD

Gambar 3 : Mengajar anak TPA

23
Gambar 4. Poto bersama anak TPA

Gambar 5. Pembersihan

Gambar 6. Pembuatan tempe mendoan

24
Gambar 7. Bimbingan Belajar

Gambar 8. Gotong Royong

Gambar 9. Kelurahan Sei Selayur

25
Gambar 10. Pembuatan Pagar

Gambar 11. Posyandu

26
Gambar 10. Perpisahan bersama rekan kelompok dan ketua ,anggota staff pegawai
Kelurahan Sei Selayur

27
BIODATA PENELITI

Nama : Rizka Nuraini

NIM : 14150116

Fakultas / Jurusan : Syariah dan Hukum / Perbandingan Mazhab dan Hukum

T.T.L : Palembang,

28