Anda di halaman 1dari 24

Asiten : Imelda Sofia L.

Gultom
Hari/ Sesi/ Kelompok : Jumat/II/6

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN


LARVA IKAN DAN
ANALISA ISI SALURAN PENCERNAAN

OLEH

MAYA FITRI ZULY


1504115214
TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

LAPORAN BIOLOGI PERAIRAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya,

sehingga laporan praktikum biologi perikanan yang berjudul “Larva Ikan dan

Analisa Saluran Pencernaan” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Laporan praktikum ini disusun berdasarkan hasil pengamatan pada

praktikum yang dilakukan pada hari Jumat, 11 November 2016 di Laboratorium

Biologi Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau.

Laporan ini di buat untuk melengkapi rangkaian pelaksanaan praktikum Biologi

Perikanan yang telah dilaksanakan dan juga sebagai salah satu syarat untuk

mengikuti praktikum selanjutnya.

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada para dosen yang telah

memberikan ilmu pengetahuan yang menjadi acuan dalam pembuatan laporan ini

serta kepada para assisten praktikum biologi perikanan yang telah memberikan

arahan ketika melakukan praktikum tersebut.

Tidak ada gading yang tak retak oleh karena itu penulis menyadari bahwa

laporan praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis

mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi

kesempurnaan dalam penulisan untuk masa akan datang. Semoga laporan ini

bermanfaat dan berguna.

Pekanbaru, November 2016

Maya Fitri Zuly


DAFTAR ISI

Isi Halaman

KATA PENGANTAR............................................................................. i

DAFTAR ISI ........................................................................................... ii

DAFTAR GAMBAR................................................................................ iii

DAFTAR TABEL..................................................................................... iv

DAFTAR LAMPIRAN............................................................................. v

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1
1.2 Tujuan dan Manfaat ..................................................................... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA.. ................................................................... 3

III. BAHAN DAN METODE PRAKTIKUM


3.1 Waktu dan Tempat ...................................................................... 7
3.2 Bahan dan Alat ............................................................................ 7
3.3 Metode Praktikum ....................................................................... 7
3.4 Prosedur Praktikum ..................................................................... 8

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil ............................................................................................. 9
4.2 Pembahasan .................................................................................. 10

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan .................................................................................. 13
5.2 Saran............................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Jenis Plankton yang ditemukan dalam saluran pencernaan ............... 10


DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Post larva ikan Plati pedang (Xyphorus hellerii) ............................... 9

2. Saluran pencernaan ikan tambakan (Helostoma temminckii). ........... 9


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Alat dan Bahan yang digunakan saat praktikum................................. 15

2. Hasil yang didapatkan dari praktikum................................................. 16

3. Rumus dan Perhitungan untuk mencari persentase volume satu

jenis makanan (Metode Volumetrik)................................................... 17


I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Larva adalah anak ikan yang baru menetas dimana tubuhnya belum

sempurna baik organ bagian dalam maupun organ bagian luarnya untuk menjadi

individu ikan yang utuh. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan

larva misalnya dalam faktor fisika air yang mencantum mengenai kekeruhan air,

arus, begitu juga dengan kimia air misalnya kualitas air dan begitu juga dengan

faktor biologi dan fisiologi ikan itu sediri, hal ini biasanya menyangkut dengan

populasi dan ekosistem serta habitat ikan dalam lingkungannya.

Masa larva ikan merupakan masa yang paling kritis, karena pada masa

individu ikan berbentuk larva individu ikan ini menghadapi mortalitas. Masa

Larva ikan tebagi atas dua yaitu pro larva dan post larva, yang menjadi

pembedanya yaitu pada masa pro larva belum memiliki bukaan mulut, sirip belum

terbentuk sempurna, dan membawa kuning telur sebagai cadangan makanan.

Sedangkan pada masa post larva bukaan mulut sudah terbentuk dan beberapa

organ tubuh mulai terbentuk sempurna serta mulai difungsikan.

Sistem Pencernaan adalah proses penyederhanaan makanan melaului cara

fisik dan kimia, sehingga menjadi sari-sari makanan yang mudah diserap di dalam

usus, kemudian diedarkan ke seluruh organ tubuh melalui sistem peredaran darah.

Sedangkan analisis aaluran pencernaan adalah proses pengamatan saluran saluran

sistem pencernaan guna melihat jenis makanan apa saja yang dikonsumsi ikan.

Organ-organ saluran pencernaan terdiri dari (dari arah depan/anterior ke arah

belakang/posterior) berturut-turut : mulut/rongga mulut, Oesophagus, lambung,


usus dan anus. Organ-organ tambahan: kelenjar hati, kelenjar empedu, dan

kelenjar pancreas. Organ-organ pelengkap: sungut, gigi, tapis insang.

Maka perlu dilakukan pratikum mengenai Larva ikan dan Analisis Saluran

Pencernaan pada Ikan agar dapat mengetahui ciri-ciri pertumbuhan spesies ikan

yang dimulai dari larva, dan mengetahui apakah ikan tergolong karnivora,

herbivora atau omnivore yang dilihat melalui pengamatan saluran pencernaan ikan

dan apa saja jenis makanan yang dikonsumsi spesies ikan tersebut.

1.2Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari pelaksanaan pratikum ini adalah untuk dapat

mengetahui larva ikan dan dapat melihat analisa isi saluran pencernaan serta

menghitung berat lambung yang berisi dan yang kosong kemudian mengetahui

jenis-jenis makanan ikan yang terdapat dalam saluran pencernaan. Sedangkan

manfaat dari pelaksanaan praktikum ini adalah agar pratikan mengerti dan

mengetauhi crri-ciri pertumbuhan masa larva ikan,serta mengetahui sistem saluran

pencernaan serta jenis makanan yang dikonsumsi ikan yang jadi objek pratikum

melalui analisa saluran pencernaan pada ikan .


II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Larva Ikan

Larva adalah anak ikan yang baru menetas dari telur berukuran sangat kecil

dan membawa cadangan makanan pada tubuhnya berupa kuning telur dan butiran

minyak. Pada fase larva, organ-organ tubuhnya belum sempurna karena masih

dalam proses perkembangan. Pada fase ini jika larva tidak menemukan makanan

dari luar pada saat cadangan makanan didalam tubuhnya habis maka larva tersebut

akan mati. Oleh karena itu pada fase ini harus dapat diberikan pakan yang tepat

jenisnya, tepat ukurannya sesuai dengan bukaan mulut larva dan mempunyai

kandungan gizi yang tinggi karena pada fase larva masih dalam proses

perkembangan seluruh organ-organ tubuh larva (Pulungan, 2006).

Telur-telur ikan yang telah dibuahi maka didalam telur itu akan terjadi

proses embriologis hingga terbentuknya individu ikan lalu mentas dan keluar dari

cangkang telur. Telur ikan yang baru menetas akan mengeluarkan anak ikan yang

disebut dengan larva (Manda et al, 2016).

Pada fase larva pakan yang dikonsumsi oleh larva digunakan untuk proses

morfogenesis, organogenesis dan metamorfosis. Oleh karena itu pakan yang

diberikan pada larva harus benar-benar sesuai dengan ukuran bukaan mulut larva,

mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Pada fase larva belum banyak terjadi

pertumbuhan karena seluruh energi yang diperoleh digunakan untuk ketiga proses

tersebut (Lesmana dan Dermawan, 2001).

Mulut dan rahang belum berkembang dan ususnya masih merupakan tabung

halus, pada saat tersebut makanan didapatkan dari kuning telur yang belum habis
terserap. Masa ini disebut dengan pro (pre) larva. Biasanya larva ikan yang baru

menetas berada dalam keadaan terbalik karena kuning telurnya masih

mengandung minyak. Gerakan larva hanya terjadi sewaktu-waktu dengan

menggerakan ekornya ke kiri dan ke kanan (Lesmana dan Dermawan, 2001).

Masa post larva ikan ialah masa dari hilangnya kantung kuning telur sampai

terbentuk organ-organ baru atau selesainya taraf penyempurnaan organ-organ

yang ada. Pada akhir fase tersebut, secara morfologis larva telah memiliki bentuk

tubuh hampir seperti induknya. Pada tahap post larva ini sirip dorsal (punggung)

sudah mulai dapat dibedakan, sudah ada garis bentuk sirip ekor dan anak ikan

sudah lebih aktif berenang. Kadang-kadang anak ini memperlihatkan sifat

bergerombol walaupun tidak selamanya. Setelah masa pasca larva ini berakhir,

ikan akan memasuki masa juvenile (Pulungan, 2006).

Lama masanya masa pro larva atau sampai habis kuning telur bervariasi

untuk setiap spesies ikan, biasanya sekitar 3-7 hari. Sesudah habis cadangan

makan berupa kuning telur maka larva akan memasuki periode post larva dan

pada saat ini bukaan mulut sudah terbentuk dan beberapa organ tubuh mulai

terbentuk sempurna serta mulai difungsikan. Lama periode post larva ini adalah

dari beberapa menit hingga menjelang tahunan (Lagler, K,F., 1970).

Individu ikan yang masih berada pada fase larva ikan akan mengalami rona

kehidupan yang penuh dengan resiko atau merupakan masa yang paling kritis

dalam kehidupannya. Karena pada masa larva ini individu ikan masih berada pada

fase peralihan dari bentuk yang primitif menjadi bentuk yang definitif (Manda et

al, 2016).
2.2 Analisa Isi Saluran Pencernaan

Analisis isi pencernaan ikan merupakan kajian tentang hubungan antara

komposisi pakan alami dalam lambung dan habitatnya, baik yang bersifat

planktonik, bentik maupun nektonik dan lainnya. Kebiasaan makanan ikan (food

habits) dapat digunakan untuk mengetahui hubungan ekologi dengan organisme

di dalam perairan, misalnya pemangsaan, persaingan dan rantai makanan.

Makanan merupakan faktor yang menentukan bagi populasi, pertumbuhan dan

kondisi ikan. Macam makanan satu spesies ikan biasanya bergantung pada umur,

tempat dan waktu (Herdia, T., 2007)

Setiap ikan mempunyai makanan yang berbeda. Jika dilihat dari jenis

makanannya maka ikan dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu herbivor,

karnivora dan omnivora. Berdasarkan cara makannya ikan dibedakan menjadi

lima golongan yaitu pemangsa (predator), penggerogot (grazer), penyaring

(strainer), penghisap (sucker) dan parasit (Mudjiman, 2001).

Menurut Effendie, M. I. (1979), Saluran pencernaan ikan Tambakan berupa

segmen-segmen, meliputi: mulut, rongga mulut, faring, esofagus, pilorus, usus,

rektum dan anus. Ikan Tambakan dapat memakan plankton maupun invertebrata

kecil. Atas dasar inilah maka dapat dikatakan bahwa ikan Tambakan merupakan

ikan omnivora yang cenderung herbivora. Keadaan usus yang sangat panjang pada

ikan herbivora merupakan kompensasi terhadap kondisi makanan yang memiliki

kadar serat yang tinggi sehingga memerlukan pencernaan lebih lama.

Saluran pencernaan, bentuk mulut dan gigi, bentuk dan ukuran lambung

serta intestinum yang dimiliki setiap jenis ikan bervariasi, maka menyebabkan

setiap spesies ikan cara mengambil makanannya juga bervariasi. Sehingga


berdasarkan cara mendapatkan makanannya, maka ikan-ikan itu dapat

digolongkan menjadi ikan yang bersifat predator, pemikat, penyumpit, peninggu

atau pemalas, penyaring makanan (filter feeder), grazer dan parasit (Manda et al,

2016).

Sistem pencernaan pada tubuh ikan dapat dibedakan menjadi saluran

pencernaan (tructus digesticus) dan kelenjar pencernaan (glandula digestoria).

Organ-organ yang menyusun saluran pencernaan antara lain, mulut, pangkal

tenggorokan (pharynx), kerongkongan (esophagus), lambung (ventriculus), usus

(intestinum) dan anus (Pulungan et al, 2006)


III. BAHAN DAN METODE

3.1. Waktu dan tempat

Praktikum Biologi perikanan tentang Larva Ikan dan Analisa Isi Saluran

Pencernaan dilaksanakan pada hari Jumat, 11 November 2016, pukul 10.30-

selesai, bertempat di Laboratorium Biologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan

Ilmu Kelautan, Universitas Riau.

3.2. Alat Dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam pratikum ini adalah baki atau nampan,

gunting bedah, cutter, serbet, laporan sementara, buku pratikum, penggaris, alat

tulis, cawan petri, objek glass, cover glass, mikroskop, gelas ukur, pipet tetes,

penjepit dan buku identifikasi plankton. Sedangkan bahan yang digunakan selama

praktikum ini adalah larva ikan plati pedang (Xyphophorus helleri), awetan

saluran pencernaan ikan tambakan (Helostoma temminckii).

3.3. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode dengan

pengamatan secara langsung terhadap objek praktikum yang akan diteliti atau

yang di amati. Dimana data dan informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh

dengan cara mengamati secara langsung di Laboratotium Biologi Perikanan,

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau, sehingga dapat

memberikan gambaran mengenai objek yang dipraktikumkan.


3.4. Prosedur Pratikum

3.4.1 Larva Ikan

Menyiapkan larva ikan pada sebuah wadah yang berisi air, membersihkan

objek glass dan meletakkan larva tersebut pada objek glass dan menutupnya

dengan cover glass lalu diamati di bawah mikroskop. Menentukan pro larva atau

post larva dengan melihat kondisi kandungan kuning telur dan perkembangan dari

organ-organ tubuh pada larva.

3.4.2 Analisa Saluran Pencernaan

Pengamatan untuk analisa saluran pencernaan yaitu dengan mengamati

saluran percernaan ikan Tambakan (Helostoma temminckii), menghitung berat

lambung yang berisi makanan dan berat lambung yang kosong dengan air 10 ml,

menghitung persentase volume satu jenis makanan serta menghitung panjang usus

ikan tersebut. Mengidentifikasi jenis makanan yang dimakan ikan Tambakan

dibawah pengamatan mikroskop, menentukan golongan ikan tersebut berdasarkan

panjang ususnya, kemudian dihitung persentase volume satu jenis makanan

dengan metode volumetrik.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

4.1.1 Larva Ikan

Adapun klasifikasi dari Ikan Plati Pedang adalah, Ordo: Cyprinodontoidei,

Sub ordo: Poecilioidei, Famili: Poecilidae, Genus: Xyphophorus, Spesies:

Xyphophorus helleri.

Gambar 1.Post larva ikan Plati pedang (Xyphophorus helleri)

4.1.2 Analisa Isi Saluran Pencernaan

Adapun klasifikasi ikan tambakan adalah, Filum: Chordata, Kelas: Pisces,

Ordo: Perciformes, Family: Anabantidae, Genus: Helostoma, Spesies: Helostoma

temminckii.

Gambar 2. Saluran pencernaan ikan tambakan (Helostoma temminckii).


Tabel 1. Jenis Plankton yang ditemukan dalam Saluran Pencernaan

Spesies Gambar Jumlah Vi=(n/n)x Vp

Vi = 4 x 10,4ml
Spirulina sp 4 10
= 4,16 ml

Vi = 2 x 10,4ml
Gomphosphaeria 2 10
aponina kg = 2,08 ml

Vi = 2 x 10,4ml
Nitzschia curvula 2 10
= 2,08 ml

Vi = 2 x 10,4ml
Coccontus placentula 2 10
= 2,08 ml

4.2 Pembahasan

4.2.1 Larva Ikan plati pedang (Xyphophorus helleri)

Dari hasil pengamatan praktikum diperoleh bahwa larva ikan Plati pedang

tersebut termasuk post larva dimana perbedaan yang paling nyata dari larva ikan

Plati pedang baik dari pre larva dan post larva adalah; pada tahap pre larva, larva

membawa kantong kuning telur yang berada pada bagian abdominal tubuh yang
besarnya hampir setengah dari tubuhnya, jumlah kuning telur yang terkandung di

dalam kantung kuning telur sangat banyak, masa pre larva pada ikan Plati pedang

biasanya mencapai kisaran tiga hari, sirip-sirip untuk pergerakan belum

berkembang dengan sempurna, sehingga pada tahap ini, larva tidak banyak

bergerak karena disamping pergerakannya terbatas, juga untuk menghindari cepat

habisnya kuning telur, bentuk tubuh sangat sederhana dengan warna tubuh yang

transparan sehingga memperlihatkan bagian tubuh dalam, khususnya kuning telur

yang dibawanya, sungut sudah mulai terbentuk sangat pendek dan gemuk

berjumlah empat pasang.

Sedangkan pada tahap post larva, larva sudah tidak mempunyai kantong

kuning telur dan tidak terdapatnya kuning telur untuk makanannya, sehingga larva

harus mencari makan dari lingkungannya. Sirip-sirip di tubuh sudah mulai

berkembang dengan baik dan dapat digunakan untuk mencari makan dan

menghindari predator, tubuh mulai berpigmen hitam yang menutupi seluruh

permukaan tubuh sehingga tubuh tidak lagi menjadi transparan.

4.2.2 Analisa Isi Saluran Pencernaan

Ikan tambakan yang diamati mempunyai usus yang jauh lebih panjang dari

ukuran tubuhnya dikarenakan ikan Tambakan adalah termasuk ikan herbivora,

dari pratikum tersebut kami mendapatkan 4 jenis spesies plankton diantaranya

yaitu Spirulina sp, Gomphosphaeria aponina kg, Nitzschia curvula,Coccontus

placentula. Plankton yang didapatkan berjumlah 10 buah, dengan pengulangan

sebanyak 5 kali.

Ikan herbivor tidak mempunyai gigi dan mempunyai tapis insang yang

lembut untuk menyaring phytoplankton dari air. Ikan herbivora tidak mempunyai
lambung yang sesungguhnya, lambung hanya merupakan bagian usus yang

mempunyai jaringan otot kuat, mengekskresi asam, mudah mengembang terdapat

di bagian muka alat pencerna makanannya. Ususnya panjang berliku-liku dan

berdinding tipis.

Secara umum sistem pencernaan pada ikan dapat dibedakan menjadi 2

bagian yaitu sistem saluran pencernaan (tractus digesticus) dan sistem kelenjar

pencernaan (glandula digestovia). Sistem saluran pencernaan pada ikan terdiri dari

beberapa organ yang menyatu menjadi satu saluran. Saluran ini mengelola

makanan yang masuk melalui mulut dan akhirnya sisa dari pemprosesan itu

dikeluarkan melalui anus.

Organ-organ penyusun saluran pencernaan pada ikan tidak sama untuk

semua jenis ikan. Hal ini tergantung kepada makanan yang biasa dimakan ikan,

kebiasaan makan, jenis makanan dan cara mendapatkan makanan. Alat-alat

pencernaan makanan pada ikan Tambakan terdiri dari : mulut, pharynx,

esophagus, lambung, usus dan anus. Organ-organ pencernaanya ini juga

dilengkapi dan dibantu oleh hati, empedu dan pancreas (Pulungan, 2006).

Sedangkan menurut Nelson, J.S. (2001), saluran pencernaan ikan Tambakan

berupa segmen-segmen, meliputi mulut, rongga mulut, faring, esofagus, pilorus,

usus, rektum dan anus.

Ikan Tambakan dapat memakan plankton maupun invertebrata kecil. Atas

dasar inilah maka dapat dikatakan bahwa ikan Tambakan merupakan ikan

herbivora. Keadaan usus yang sangat panjang pada ikan herbivora merupakan

kompensasi terhadap kondisi makanan yang memiliki kadar serat yang tinggi

sehingga memerlukan pencernaan lebih lama.


V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Larva pada ikan terbagi dua yaitu pro (pre) larva dan post larva. Pro (pre)

larva adalah larva yang baru keluar dari cangkang telur. Post larva adalah larva

yang telah habis cadangan makanan berupa kuning. Dari hasil pengamatan ikan

yang diamati telah memasuki masa post larva dengan ciri sudah memiliki bukaan

mulut, cadangan makanan berupa kuning telur sudah habis dan beberapa organ

tubuh mulai terbentuk sempurna serta mulai difungsikan.

Saluran pencernaan yang dimiliki setiap jenis ikan bervariasi, maka

menyebabkan setiap spesies ikan cara mengambil makanannya juga bervariasi

maka makanan yang dimakan oleh spesies ikan juga dapat bervariasi. Berdasarkan

jenis makanan yang dimakannya maka ikan-ikan yang terdapat di alam dapat

digolongkan menjadi ikan karnivora, herbivore dan omnivora. Dari hasil

pengamatan saat pratikum didapatkan bahwa ikan tambakan tergolong ikan

herbivora karena usus atau saluran pencernaan ukurannya lebih panjang daripada

ukuran tubuh ikan tambakan yaitu dengan panjang usus 118,5 cm.

5.2. Saran

Adapun saran dari pratikum ini adalah usahakan kondisi usus atau saluran

pencernaan ikan yang jadi objek pratikum tetap segar dan tidak bau agar saat

mengidentifikasi mendapatkan hasil yang baik . Serta diperlukan kehati-hatian

dan ketelitian saat menggunakan mikroskop ketika melakukan pengamatan larva

ikan dan sistem saluran pencernaan.


DAFTAR PUSTAKA

Effendie, M. I. 1979. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Dewi Sri. Bogor.

Herdia, T., 2007. Dunia ikan. Armico. Bandung.

Lagler, K.F. 1970. Freshwater Fishery Biologi. WMC Brown Comp. Dubuque,
Lowa.

Lesmana dan Dermawan, 2001. Budidaya Ikan Hias Air Tawar Populer. Penabar
Swadaya. Jakarta. 160 hal.

Mudjiman, A. 2001. Makanan Ikan. cetakan ke-15. Jakarta: PT Penebar


Swadaya. 190 hal.

Nelson, J.S. 2001. Fisher Of The World. New York 524 p: John Wiley And Sons.

Pulungan, C. P. 2006. Penuntun Praktikum Biology Perikanan. Universitas Riau,


Pekanbaru.

Ridwan et al. 2016. Penuntun Praktikum Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan


dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru.

.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Alat dan Bahan yang digunakan saat praktikum.

Buku Penuntun Pulpen Pensil

Penggaris Serbet Nampan

Gelas ukur Sampel saluran pencernaan Gunting bedah


Pipet tetes Penjapit Cawan petri

Lampiran 2. Hasil yang didapatkan dari praktikum

Pengukuran Intestinum Post larva ikan Plati pedang

Coccontus placentula Gomphosphaeria aponina


Nitzschia curvula Spirulina sp

Lampiran 3. Rumus dan Perhitungan untuk mencari persentase volume satu jenis

makanan (Metode Volumetrik)

Vi = (n / n) x Vp

Dimana : Vi = Presentase Volume satu jenis makanan

n = Jumlah satu jenis makanan

n = Jumlah semua jenis makanan

Vp = Volume makanan ikan

Vi spesies A = (n / n) x Vp Vi spesies C = (n / n) x Vp

= (4/10) x 10,4 = (2/10) x 10,4

= 4,16 ml = 2,08 ml

Vi spesies B = (n / n) x Vp Vi spesies D = (n / n) x Vp

= (2/10) x 10,4 = (2/10) x 10,4

= 2,08 ml = 2,08 ml