Anda di halaman 1dari 24

Asiten : Imelda Sofia L.

Gultom
Hari/ Sesi/ Kelompok : Jumat/II/6

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN

MORTALITAS IKAN DAN PENDUGAAN POPULASI

OLEH:

MAYA FITRI ZULY


1504115214
TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

LABORATORIUM BIOLOGI PERAIRAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan

karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum Biologi

Perikanan ini dengan judul “Mortalitas Ikan dan Pendugaan Populasi” diamati

pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) tepat pada waktunya.

Laporan ini di buat untuk melengkapi rangkaian pelaksanaan praktikum

Biologi Perikanan yang telah dilaksanakan dan juga sebagai salah satu syarat

untuk mengikuti UTS Praktikum. Penulis mengucapkan terima kasih kepada

dosen pembimbing mata kuliah Biologi Perikanan dan asisten dosen yang telah

memberikan pengarahan selama melaksanakan praktikum ini.

Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan, materi dan cara penulisan

kata-kata masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan

kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini

sehingga berguna bagi kita semua. Semoga laporan praktikum ini bermanfaat bagi

kita semua.

Pekanbaru, Desember 2015

Maya Fitri Zuly


DAFTAR ISI

Isi Halaman

KATA PENGANTAR. ............................................................................ i

DAFTAR ISI. ........................................................................................... ii

DAFTAR GAMBAR. .............................................................................. iii

DAFTAR TABEL .................................................................................. iv

DAFTAR LAMPIRAN. .......................................................................... v

I. PENDAHULUAN . .......................................................................... 1
1.1. Latar Belakang. . ......................................................................... 1
1.2. Tujuan dan Manfaat. ................................................................... 2
II. TINJAUAN PUSTAKA. ................................................................. 3
III. BAHAN DAN METODE. ............................................................... 7
3.1. Waktu dan Tempat...................................................................... 7
3.2. Bahan dan Alat. .......................................................................... 7
3.3. Metode Praktikum. ..................................................................... 7
3.4. Prosedur Praktikum. ................................................................... 7

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. ....................................................... 9


4.1. Hasil. ........................................................................................... 9
4.2. Pembahasan. ............................................................................... 10

V. KESIMPULAN DAN SARAN. ....................................................... 13


5.1. Kesimpulan. ................................................................................ 13
5.2. Saran. .......................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)………………… .......... 9


DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Pengamatan Mortalitas pada ikan nila (Oreochromis niloticus)....... 9

2. Perhitungan Hasil Tangkapan Ikan nila (Oreochromis niloticus).......


yang Bertanda dan Tidak Bertanda .................................................... 10

3. Nilai Bias dari masing-masing metode............................................... 10


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Rumus dan perhitungan Hasil Tangkapan ikan nila (Oreochromis niloticus)

yang Bertanda dan Tidak Bertanda ..................................................... 16

2. Alat dan bahan yang digunakan pada waktu praktikum ..................... 18


I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia memiliki perairan yang sangat luas karena 70% dari negara

Indonesia adalah perairan. Dalam perairan tersebut banyak terdapat organisme

yang hidup, salah satunya adalah ikan.

Usaha pembudidayaan ikan yang selama ini dilakukan di kolam kini sudah

berkembang kearah pembudidayaan ikan di dalam keramba dan jaring apung yang

berlokasi di perairan umum. Tentu saja spesies ikan yang dipelihara itu punya

peluang yang cukup besar untuk mengalami kematian karena pengaruh

pencemaran, hama dan penyakit.

Kematian ikan di perairan umum selain mengalami kematian secara alami

kini kematian individu ikan sebagian besar disebabkan oleh adanya penangkapan

terutama pada spesies ikan yang bernilai ekonomis tinggi, pencemaran yang di

akibatkan oleh adanya limbah industry, pertambangan, pertanian, pemangsaan

oleh predator dari hewan-hewan avertebrata, serangan hama dan penyakit serta

pengaruh gejala alam seperti elnino dan gelombang tsunami.

Angka mortalitas yang terjadi pada individu suatu spesies ikan sangat sulit

untuk ditetapkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Apabila angka

mortalitas terhadap individu suatu spesies ikan setiap tahunnya terus meningkat

maka lama kelamaan dapat menyebabkan terjadinya kepunahan suatu populasi

ikan yang menghuni suatu habitat tertentu.

Memonitor perubahan kepadatan populasi dalam waktu tertentu sangat

penting sebagai dasar pengertian dari dinamika populasi, produksi, dan


pengelolaan perikanan secara rasional. Metode pendugaan populasi ikan dapat

dibedakan menjadi dua bagian yaitu: secara langsung dan secara tidak langsung.

Pendugaan populasi sangat penting artinya dalam upaya mengelola sumber–

sumber hasil perikanan di masa yang akan datang. Pendugaan populasi dalam

suatu perairan memungkinkan kita untuk mengetahui berapa banyak jumlah ikan

dan jumlah spesies dalam suatu perairan. Dengan demikian kita dapat mengetahui

berapa besar penangkapan yang memungkinkan untuk memperoleh hasil yang

maksimal.

1.2Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari praktikum mortalitas ikan dan pendugaan populasi adalah untuk

mengetahui bagaimana tingkah laku ikan saat akan mengalami mortalitas, apa-apa

saja faktor yang menyebabkan mortalitas pada ikan, agar mahasiswa dapat

menduga populasi ikan di suatu perairan dan untuk melihat bias dari masing-

masing metode yang digunakan.

Sedangkan manfaatnya adalah untuk mengetahui ciri-ciri atau tanda yang

ditunjukkan pada ikan menjelang kematiannya, dengan memperhatikan gerakan

sirip, bukaan mulut, permukaan tubuh, operculum, denyut jantung, serta

memperhatikan warna insang, jantung, dan visceral. Dapat mengetahui cara

menghitung pendugaan populasi ikan dengan berbagai metode dan melihat bias

dari masing-masing metode tersebut.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Spesies yang bersifat selalu hidup di lapisan permukaan perairan lebih


mudah mengalami kematian dari spesies ikan yang hidup di dasar perairan.
Spesies ikan yang suka bermain ke lapisan permukaan perairan adalah ikan mas
(Cyprinus carpio), gurami (Osphronemus gouramy), dan nila (Oreochromis
niloticus). Ikan-ikan yang hidup didasar perairan jika dipelihara dalam keramba
atau jaring apung maka keberadaannya di tempat itu mendorong individu ikan
untuk selalu berada di lapisan permukaan perairan. Oleh karena itu semua
individu spesies ikan tersebut punya peluang besar untuk mengalami kematian
karena pengaruh limbah (Manda et al, 2009)
Menurut Saanin (1984), klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut,
kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Klas: Osteichthyes, divisi: Halecostomi,
ordo: Perciformes, Famili: Cichlidae, genus: Oreochromis, spesies: Oreochromis
niloticus
Secara umum, ciri-ciri ikan nila adalah sebagai berikut: badannya pipih

berbentuk lonjong; pada badan, sirip ekor, sirip punggung dan sirip perut terdapat

garis-garis tegak lurus dengan siripnya, matanya menonjol dan bagian tepinya

berwarna putih; dagingnya cukup tebal dan tidak terdapat duri-duri halus di

dalamnya; kepalanya besar; mulutnya lebar, bibirnya tebal, sisik besar-besar dan

kasar; sirip punggung dan sirip dubur memiliki beberapa jari-jari yang tajam

seperti duri (Bambang Cahyono, 2000).

Di perairan umum, ikan nila banyak terdapat di sungai-sungai, danau-danau,

rawa-rawa, dan di air payau. Ikan nila umumnya terdapat di perairan yang arusnya

tenang. Misalnya: di kolam-kolam, di waduk dengan jala apung atau keramba, di

sungai-sungai dengan menggunakan keramba dan di sawah dengan sistem mina

pada (Bambang Cahyono, 2000).


Penyebab kematian individu spesies ikan secara massal disuatu lingkungan

perairan dapat terjadi karena predasi, penyakit, pencemaran, pemusnahan secara

fisik oleh manusia atau mesin dan gejala alam. Kelima penyebab kematian itu

berpengaruh secara langsung kepada individu spesies ikan di dalam populasi.

Sedangkan pengaruh secara tidak langsung kepada individu spesies ikan di dalam

populasi antara lain disebabkan oleh makanan, kondisi lingkungan yang kurang

menguntungkan dan tekanan sosial (Pulungan et al, 2006).

Penyakit yang menyerang biasanya berkaitan dengan kualitas air, sehingga

kualitas air yang baik akan mengurangi resiko ikan terserang penyakit dan ikan

dapat bertahan hidup (Yuniarti, 2006). Kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan

dipengaruhi oleh nutrisi makanan, selain itu peningkatan padat tebar ikan juga

berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan (Rukmana, 2003).

Individu-individu ikan sebelum mengalami kematian akibat terkena oleh

limbah biasanya akan memperlihatkan pergerakan atau tingkah laku yang berbeda

ketika lingkungan hidupnya tidak tercemar. Gerakan renang selalu tidak beraturan

dan arah tidak menentu. Adakalanya pergerakan itu akan membentur ke dinding

keramba atau ke jaring yang mengakibatkan timbulnya luka pada permukaan

tubuh sehingga keadaan itu mempercepat proses kematian individu ikan di dalam

keramba atau jaring apung (Pulungan at al, 2006).

Pendugaan populasi penting artinya dalam Biologi Perikanan sebagai

upaya mengelola sumber-sumber hasil perikanan di masa yang akan datang.

Metode pendugaan populasi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu secara

langsung; cara ini dapat dilakukan pada suatu kolam yang luasnya terbatas sebab

kolam tersebut dapat dikeringkan dan ikan-ikan dapat ditangkap satu persatu.
Secara tidak langsung; cara ini dapat dilakukan dengan memperhatikan

pengurangan “Catch per unit Effort”. Dalam perhitungan sering menggunakan

metode regresi dari De Lury juga Laslie dan Davis. Dapat juga menggunakan

metode penandaan (Pulungan et al, 2006).

Kegunaan utama dalam studi penandaan antara lain dapat diketahui:

parameter populasi (kepadatan/densitas, mortalitas, recruitment, dan laju

eksploitasi), kecapatan dan arah ruaya, penentuan umur dan pertumbuhan, tingkah

laku, serta daerah penyebaran (Manda et al, 2009)

Penentuan umur dapat berguna untuk menentukan beberapa kelas umur

didalam populasi. Penentuan umur dengan metode penandaan ada dua yakni

marking dan tagging. Marking yaitu pemberian tanda pada tubuh ikan tanpa

menggunakan benda-benda asing, misal pemberian tanda berupa pemotongan sirip

dan pembuatan tato. Sedangkan tangging yaitu pemberian tanda pada tubuh ikan

dengan memberikan benda-benda asing. Benda yang digunakan adalah benda

yang tidak mudah berkarat seperti: perak, aluminium, plastik, nikel, ebonit dan

seluloid. Pada tag diberikan tanggal pelepasan, nomor seri dan kode-kode lainnya

(Manda et al., 2009).

Tagging ada 2 bentuk yaitu Internal Tag dan Eksternal Tag. Internal Tag

adalah membenamkan benda asing tersebut dalam tubuh ikan, sedangkan

Eksternal Tag adalah dengan cara menempelkan benda asing ketubuh ikan.

Sedangkan Pemberian tanda secara Marking adalah dengan cara tidak

menempelkan benda asing ke tubuh ikan akan tetapi dengan cara pemotongan

salah satu sirip perut atau sirip lainnya, dengan syarat setelah sirip dipotong maka

tidak mengganggu aktifitas ikan sehingga memudahkan untuk menangkapnya


kembali, pemberian tato pada operculum ikan dan pemberian lubang pada

operculum ikan (Pulungan et al., 2006).

Bagian-bagian tubuh ikan yang diberi tag adalah: 1). Bagian kepala yang

meliputi tulang rahang bawah dan tutup insang. 2). Bagian tubuh yang meliputi

bagian depan sirip punggung, bagian belakang sirip punggung, bagian tengah

tubuh, sirip lemak (adifose find) dan batang ekor. Beberapa pertimbangan yang

harus diperhatikan dalam percobaan pemberian tanda pada ikan adalah: tujuan

percobaan pemberian tanda, lamanya percobaan, cara-cara mengembalikan ikan

bertanda, macam dan jumlah ikan yang terlihat, dan tenaga yang tersedia (Manda

et al, 2009)

Suatu populasi ikan yang telah berhasil mengadakan pemijahan

menghasilkan sejumlah besar anak-anak ikan yang bergantung pada fekunditas,

keberhasilan pemijahan dan mortalitas dari anak-anak ikan tersebut. Sisa anak-

anak ikan yang tumbuh dan berhasil hidup mencapai ukuran yang dapat

dieksploitasi dinamakan recruitmen (Effendie, 2002).

Perubahan jumlah individu dalam populasi dari suatu spesies dapat

berubah-ubah dari waktu ke waktu. Terjadinya perubahan itu dipengaruhi oleh

keberhasilan atau kegagalan reproduksi selanjutnya dapat dipengaruhi oleh

rekruitmen ke dalam populasi ikan yang telah ada. Selain itu juga dipengaruhi

oleh angka mortalitas yang terjadi (Rukmana, 2003).


III. BAHAN DAN METODE

3.1. Waktu dan tempat

Praktikum Biologi Perikanan tentang Mortalitas Ikan dan Pendugaan

Populasi ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 2 Desember 2016, pukul

10.30-13.10 WIB bertempat di Laboratorium Biologi Perikanan, Fakultas

Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau.

3.2. Alat Dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam pratikum ini adalah baki atau nampan,

serbet, gunting bedah, laporan sementara, buku penuntun praktikum, penggaris

dan alat tulis, wadah plastik, detergen, bayclean, dan tangguk. Sedangkan bahan

yang digunakan selama praktikum ini adalah ikan nila (Oreochromis niloticus)

3.3. Metode Penelitian

Metode yang dipergunakan pada praktikum ini adalah metode langsung

dimana objek diteliti dan diamati secara langsung oleh praktikan guna diambil

datanya sesuai dengan tuntunan yang terdapat didalam buku penuntun praktikum.

3.4. Prosedur Pratikum


3.4.1. Mortalitas Ikan

Mempersiapkan tiga buah wadah sebagai tempat percobaan, individu ikan

yang dijadikan sebagai hewan uji dimasukkan ke dalam wadah percobaan. Pada

wadah pertama dimasukkan satu spesies ikan dengan wadah tidak diberi bahan

pencemar, wadah kedua dimasukkan tiga spesies ikan dengan wadah diberi

deterjen (1gr-2gr), dan wadah ketiga dimasukkan tiga spesies ikan dengan wadah

diberi bayclean (1ml-2ml). Setelah itu amati dan catat pergerakan ikan sebelum

dan menjelang kematian, dan catat waktunya. Bandingkan gerakan sirip, bukaan
mulut, permukaan tubuh, operculum, denyut jantung, warna insang, jantung dan

warna visceral, antara 5 menit pertama dengan 10 menit pertama dengan 15 menit

pertama. Perhatikan dan catat ciri-ciri serta gejala yang timbul menjelang dan

sesudah ikan mati.

3.4.2. Pendugaan Populasi

Langkah-langkah dalam praktikum pendugaan populasi adalah pertama-

tama menyiapkan sejumlah individu ikan hidup dari spesies tertentu lalu

meletakkannya pada wadah yang telah berisi air sebanyak 10 liter sampai

ketinggan 14,5 cm. Biarkan beberapa menit untuk beradaptasi pada

lingkungannya. Lalu dilakukan sampling menggunakan tangguk kecil. Ikan yang

tertangkap pada penangkapan pertama diberi tanda secara marking. Pemotongan

sirip atau pembuaatan tato. Individu ikan yang telah diberi tanda dimasukkan

kembali ke wadah semula dan biarkan ikan bertanda berbaur dengan ikan yang

tidak bertanda. Ikan yang diberi tanda jumlahnya dinyatakan dengan m.

Selang beberapa waktu diadakan penangkapan kembali. Apabila pada

sampling kedua ini terdapat ikan bertanda, jumlahnya dinyatakan dengan r,

sedangkan ikan yang tidak bertanda jumlahnya dinyatakan dengan u. Ikan dilepas

kembali ke dalam wadah dan dibiarkan beberapa menit untuk beradaptasi dengan

ikan lainnya. Lakukan pengambilan sampling hingga sepuluh kali pengulangan.

Pendugaan polulasi dihitung dengan metode Petersen dan Zoe Scehnebel.

Terakhir hitunglah bias masing-masing percobaan.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Adapun klasifikasi dari ikan nila (Oreochromis niloticus) kingdom:

Animalia, Filum: Chordata, Klas: Osteichthyes, ordo: Perciformes, Famili:

Cichlidae, genus: Oreochromis, spesies: Oreochromis niloticus

Gambar 1. Morfologi ikan nila (Oreochromis niloticus)

4.1.1. Mortalitas Ikan

Tabel 1. Pengamatan Mortalitas pada ikan nila (Oreochromis niloticus)

Gerak Buka Permu Oper Denyut Warna


Ikan an an kaan Culu Jantung Insang Jantung Viscer
Sirip Mulut Tubuh m al
Ikan 22 112 Kasat 112 50 Merah Merah Marah
Kontrol (cepat) segar bata
Ikan A 10 216 Kasat 261 Cepat Merah Merah Merah
(5 m) pucat bata
Ikan A - 381 berlen 202 22 Merah Merah Hitam
(10 m) dir bata bata coklat
Ikan A - 7 Kasat 7 13 Merah Merah Hitam
(15 m) pucat bata coklat
Ikan B 21 391 Kasat 391 20 Merah Merah Merah
(5 m) bata bata bata
Ikan B 22 97 berlen 10 19 Merah Merah Merah
(10 m) dir bata pucat bata
Ikan B 19 59 berlen 5 5 Merah Merah Hitam
(15 m) dir pucat pucat coklat
4.1.2. Pendugaan Populasi

Tabel 2. Perhitungan Hasil Tangkapan Ikan nila (Oreochromis niloticus) yang

Bertanda dan Tidak Bertanda.

Pen u+r u r m m(u+r) m2 P= m(u+r) ^P= m(u+r)


(u+r) r r
1 4 4 0 0 0 0 0 34,4
2 3 2 1 4 12 48 12 25,8
3 5 2 3 6 30 150 10 43
4 1 1 0 8 8 64 0 8,6
5 1 0 1 9 9 81 9 8,6
6 2 1 1 9 18 162 18 17,2
7 4 2 2 10 40 400 20 34,4
8 3 2 1 12 36 432 36 25,8
9 1 0 1 14 14 196 14 8,6
10 2 2 0 14 28 392 0 17,2
∑=10 ∑=86 ∑=195 ∑=1955 119 223,6

Tabel 3. Nilai Bias dari masing-masing metode.

Penangkapan 𝑃 − ^𝑃
𝐵𝑖𝑎𝑠 = 𝑥 100 %
𝑃
1 ∞
2 -115%
3 -330%
4 ∞
5 4,44%
6 4,44%
7 -72%
8 28,33%
9 38,57%
10 ∞

4.2. Pembahasan
4.2.1. Mortalitas Ikan

Mortalitas adalah angka kematian dari suatu populasi suatu ikan. Kematian

ikan di perairan umum selain mengalami kematian secara alami kini kematian

individu ikan sebagian besar disebabkan oleh adanya penangkapan terutama pada

spesies ikan yang bernilai ekonomis tinggi, pencemaran yang di akibatkan oleh
adanya limbah industry, pertambangan, pertanian, pemangsaan oleh predator dari

hewan-hewan avertebrata, serangan hama dan penyakit serta pengaruh gejala alam

seperti elnino dan gelombang tsunami.

Mortalitas ikan dapat menunjukkan bahwa suatu perairan telah tercemar,

terbukti ketika dilakukan percobaan terhadap ikan sampel ikan nila (Oreochromis

niloticus). Lima menit pertama dibiarkan pada wadah yang berisi detergen dan

bayclean, pada wadah yang diberi bayclean terlihat denyut jantung ikan cepat

20x/s, gerakan operculum cepat 391x/s, dan tubuh kasat/ belum mengeluarkan

lendir. Lima menit kedua denyut jantung ikan mulai melambat dari 20x/s menjadi

19x/s, gerakan operculum dari 391x/s menjadi 10x/s, dan tubuh sudah mulai

mengeluarkan lendir. Lima menit yang ketiga pergerakan ikan yang mulai

melemah, permukaan tubuh banyak mengeluarkan lendir, perubahan warna pada

insang dan permukaan sirip dan sisiknya.

4.2.2. Pendugaan Populasi

Berdasarkan hasil pengamatan selama praktikum yakni pada pendugaan

populasi ikan nila (Oreochromis niloticus) yang disediakan adalah 10 ekor,

dilakukan penangkapan ikan sebanyak 10 kali. Pada praktikum kali ini penandaan

dilakukan dengan menggunakan marking yaitu berupa pemberian tanda pada

tubuh ikan tanpa menggunakan benda-benda asing. Tanda yang diberikan berupa

pemotongan sirip dan pembuatan tato pada ikan nila (Oreochromis niloticus).

Metode perhitungan pendugaan populasi yang digunakan adalah Metode Petersen,

Metode Zoe Scahnabel, dan Metode Scumecher dan Eschemeyer.

Maka dapat diketahui bahwa pendugaan suatu populasi ikan dilakukan

secara acak dengan cara tanpa melihat dikarenakan karena di perairan memang
pengambilan sampel dilakukan secara acak juga. Saat praktikum ada ikan yang

diberi tanda atau marking dengan pemotongan sirip dan sebagian lagi ada yang

tidak diberi tanda/ dibiarkan saja. Ikan yang diberi tanda dilepaskan kembali agar

berbaur dengan ikan yang tidak bertanda.

Ikan yang diberi tanda jumlahnya dinyatakan dengan m. Apabila pada

sampling kedua dan selanjutnya terdapat ikan bertanda, dinyatakan dengan r,

sedangkan ikan yang tidak bertanda dinyatakan dengan u. Lakukan pengambilan

sampling hingga sepuluh kali pengulangan. Setelah itu gunakan metode petersen

dan metode Zoe Scehnebel dalam perhitungan pendugaan populasi.

∑m(u+r)
Metode Petersen (Sensus tunggal) 𝑃=
∑𝑟

∑m(u+r)
Metode Zoe Scehnebel (Sensus ganda) ^𝑃 =
∑𝑟

Selanjutnya dicari pula nilai bias dari masing-masing metode dan

bandingkan nilai masing-masing bias yang di peroleh.

𝑃−^𝑃
𝐵𝑖𝑎𝑠 = 𝑥 100 %
𝑃
V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan tentang Mortalitas Ikan dan

Pendugaan Populasi, maka diperoleh kesimpulan bahwa mortalitas ikan dapat

menunjukkan terjadinya pencemaran suatu perairan, dan dapat diketahui pula

bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) sebagai hewan uji sampel tergolong ikan

yang mampu bertahan lama mengalami mortalitas. Pendugaan populasi dapat

dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung, baik secara tangging

maupun marking dengan pemotongan sirip maupun pembuatan tato.

5.2. Saran

Sebaiknya dalam melaksanakan praktikum ini dilakukan dengan serius agar

tidak ada kekeliruan dalam pengambilan dan perhitungan data. Pengambilan

sampel dilakukan secara acak tanpa memilih-milih ikan mana yang ingin

ditangkap. Salah satu cara terbaik yaitu mengambil sampel tanpa melihat ke

dalam wadah. Gunakan waktu yang ada seefisien mungkin dan semoga

dikemudian hari praktikum Biologi Perikanan berjalan dengan lebih baik lagi dan

dapat menambah wawasan serta ilmu pengetahuan praktikan.


DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, Bambang. 2000. Budidaya Ikan Air Tawar (Ikan Gurami, Ikan Nila,
Ikan Mas). Kanisius (anggota IKAPI). Yokyakarta.

Effendi, M. I. 2002. Biologi Perikanan. EdisiRevisi. Yayasan Pustaka Nusatama.


163 Hal.

Manda et al. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan


dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru.

Pulungan, et.al. 2006. Penuntun Praktikum Bilogi Perikanan. Pekanbaru: Pusat


Universitas Riau.

Rukmana. 2003. Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Pascapanen.


Semarang: Aneka Ilmu.

Saanin, 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Volume I dan II. Jakarta:
Bina Rupa Aksara.

Yuniarti. 2006. Pengaruh Kepadatan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus.


Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Rumus dan Perhitungan Hasil Tangkapan ikan nila
(Oreochromis niloticus) yang Bertanda dan Tidak Bertanda.

Metode Petersen Metode Zoe scehnebel

m(u+r) 4 ∑m(u+r) 344


𝑃1 = = 00 = 0 ^𝑃1 = = = 34,4
𝑟 ∑𝑟 10

m(u+r) 3 ∑m(u+r) 258


𝑃2 = =4 = 12 ^𝑃2 = = = 25,8
𝑟 1 ∑𝑟 10

m(u+r) 5 ∑m(u+r) 430


𝑃3 = = 6 3 = 10 ^𝑃3 = = = 43
𝑟 ∑𝑟 10

m(u+r) 1
𝑃4 = = 80= 0 ^𝑃4 =
∑m(u+r)
=
86
= 8,6
𝑟
∑𝑟 10
m(u+r) 1
𝑃5 = = 91= 9 ∑m(u+r) 86
𝑟 ^𝑃5 = ∑𝑟
= 10
= 8,6
m(u+r) 2
𝑃6 = = 9 1 = 18 ∑m(u+r) 172
𝑟 ^𝑃6 = = = 17,2
∑𝑟 10
m(u+r) 4
𝑃7 = = 10 2 = 20 ∑m(u+r) 344
𝑟
^𝑃7 = = = 34,4
∑𝑟 10
m(u+r) 3
𝑃8 = = 12 1 = 36 ∑m(u+r) 258
𝑟
^𝑃8 = = = 25,8
∑𝑟 10
m(u+r) 1
𝑃9 = = 14 1 = 14
𝑟 ∑m(u+r) 86
^𝑃9 = = = 8,6
∑𝑟 10
m(u+r) 2
𝑃10 = = 14 0 = 0
𝑟 ∑m(u+r) 172
^𝑃10 = = = 17,2
∑𝑟 10

𝑃−^𝑃 0−34,4
𝐵1 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = ∞
𝑃 0

𝑃−^𝑃 12−25,8
𝐵2 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = -115%
𝑃 12

𝑃−^𝑃 10−43
𝐵3 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = -330%
𝑃 10

𝑃−^𝑃 0−8,6
𝐵4 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = ∞
𝑃 0

𝑃−^𝑃 9−8,6
𝐵5 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = 4,44%
𝑃 9
𝑃−^𝑃 18−17,2
𝐵6 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = 4,44%
𝑃 18

𝑃−^𝑃 20−34,4
𝐵7 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = -72%
𝑃 20

𝑃−^𝑃 36−25,8
𝐵8 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = 28,33%
𝑃 36

𝑃−^𝑃 14−8,6
𝐵9 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = 38,57%
𝑃 14

𝑃−^𝑃 0−17,2
𝐵10 = 𝑥 100 % = 𝑥 100 % = ∞
𝑃 0
Lampiran 2. Alat dan bahan yang digunakan pada waktu praktikum.

Buku Penuntun Pena Pensil

Serbet Toples Tangguk

Ikan nila (Oreochromis niloticus)