Anda di halaman 1dari 18

Asisten :ElsiMuharni

Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

LAPORAN PRATIKUM IKHTIOLOGI

IDENTIFIKASI IKAN

OLEH :

KENZO ADITYA MUHAMMAD YANDHRIA PUTRA (1504110022)

MARTA ARIADI

MUHAMMAD RIDWAN (1504114544)

MAYA FITRI ZULY (1504115214)

KEVIN OCTAVIANUS SITEPU (1504112046)

MUHAMMAD HALIM (1504112046)

TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

LABORATORIUM BIOLOGI PERAIRAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

PEKANBARU
2016
KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan ke-hadirat Allah SWT, atas berkat rahmat

dan karunia nyalah makalah ini dapat diselesaikan deangan baik tepat pada

waktunya. Adapun tujuan penulisan karya ini adalah untuk memenuhi tugas mata

kuliah Pratikum Ikhtiologi. Ucapan terima kasih penulis sampaikan untuk kedua

Orang tua yang telah mendukung dengan sepenuh hati baik berupa samangat dan

dorongan yang kuat kepada penulis serta kepada Dosen dan asisten dosen

Ikhtiologi yang telah memberikan petunjuknya sehingga terselesaikannya

makalah ini.

Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak

kekurangannya, hal ini dikarenakan penulis masih dalam proses pembelajaran.

Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang

bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan

datang.

Harapan penulis, semoga makalah yang sederhana ini, dapat memberi

informasi dan sebagai bacaan dalam meningkatkan pengetahuan tentang

kepemimpinan. Penulis mendoaakan semoga segala bantuan yang telah diberikan

mendapat imbalan dari Allah. SWT. Amin.

Pekanbaru, Mei 2016

Penulis
Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam mendukung pengetahuan tentang klasifikasi dan taksonomi

diperlukan adanya identifikasi dari berbagai parameter morfologi dari bentuk

tubuh ikan. Dengan melihat morfologi ikan kita dapat mengelompokkan

ikan/hewan air. Sistem atau cara pengelompokan ini dikenal dengan istilah

sistematika atau taksonomi. Mengidentifikasi terhadap suatu jenis ikan sangat

penting di lakukan terhadap jenis – jenis ikan yang baru di dapatkan dari alam

bebas dan belum di ketahui nama ilmiahnya dan pekerjaan ini biasanya

dilakukan setelah di deskripsikan dari ikan tersebut.

Sistematika atau taksonomi ada 3 pekerjaan yang biasa dilakukan, yaitu

identifikasi, klasifikasi, dan pengamatan evolusi. Identifikasi merupakan

pengenalan dan deskripsi yang teliti dan tepat terhadap suatu jenis atau

spesies yang selanjutnya diberi nama ilmiahnya, sehingga diakui oleh para

ahli diseluruh dunia. Klasifikasi adalah suatu kegiatan pembentukan

kelompok-kelompok makhluk hidup dengan cara memberi keseragaman ciri

atau sifat di dalam keanekaragaman ciri yang ada pada makhluk hidup

tersebut. Oleh karena itu, dengan morfologi tubuh makhluk hidup yang

berbeda satu sama lainnya, kita memerlukan pengklasifikasian agar kita lebih

mudah memahami dan mempelajari keanekaragaman makhluk hidup tersebut.


Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

1.2. Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari praktikum ini adalah pengenalan dan pengelompokan jenis

ikan secara alami dan meliputi bentuk tubuh, cirri cirinya dan perhitungan data

data dari ikan tersebut


Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

II. TINJAUAN PUSTAKA

Keanekaragaman jenis ikan (Pisces) di Indonesia sangat tinggi, sedikitnya

terdapat 7.000 jenis baik ikan laut maupun tawar. Untuk menentukan berapa

jumlah jenis tersebut maka dibutuhkan suatu keahlian bidang taksonomi

(Biosistematik). Salah satu bagian penting dari taksonomi adaah Teknik

Identifikasi. Dalam pelaksanaannya, mengidentifikasi suatu jenis ikan

bukanlah hal yang mudah karena memerlukan suatu metoda, peralatan tertentu

(kaliper, kaca pembesar, mikroskup, dan lainnya); buku atau pustaka

mengenai taksonomi, pengenalan jenis, dan pustaka terkait (Haryono, 2009).

Deskripsi terhadap setiap jenis yang ditemukan dilakukan berdasarkan

metoda konvensional. Pengukuran menggunakan kaliper digital meliputi

panjang standar (SL), panjang total (TL), panjang sebelum sirip punggung,

panjang sebelum sirip perut, panjang sebelum sirip dubur, dan

sebagainya.Data meristik yang dihitung meliputi jumlah sisik pada bagian

tubuh tertentu dan jumlah jari-jari sirip, diantaranya jumlah sisik pada gurat

sisi, jumlah sisik sebelum sirip punggung, jumlah sisik melintang badan,

jumlah sisik pada pangkal ekor; jumlah jari-jari pada sirip punggung, sirip

dubur, sirip dada dan yang lainnya (Novianto, 2010).

Identifikasi atau determinasi pada umumnya dilakukan dengan urutan

sebagai berikut : (1) Penggunaan kunci pendahuluan untuk mencari sub-kelas,

ordo dan familia; (2) Penggunaan kunci untuk mencari genus dan species,

apabila dapat memperoleh monografi atau publikasi fauna yang mutakhir; (3)
Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

Pencocokan atau penyesuaian dengan katalog dan bibliografi (sumber

literatur) lain yang diterbitkan paling mutakhir; (4) Pencocokan dengan

deskripsi yang asli; dan (5) Pembandingan dengan tipe specimen yang ada

(Taufik, 2011).

Pekerjaan mencari dan mengenal ciri-ciri taksonomi individu yang

beraneka ragam dan memasukannya dalam suatu takson merupakan cara untuk

mengidentifikasi suatu spesies. Identifikasi ini ditinjau dari segi ilmiah, sebab

seluruh pekerjaan berikutnya sangat tergantung dari hasil identifikasi yang

benar dari suatu spesies yang sedang diteliti. Dalam melakukan identifikasi

ikan, buku kunci identifikasi ikan mutlak diperlukan.Agar mudah

dalammenggunakan buku kunci identifikasi, terlebih dahulu harus memahami

istilah-istilah yang biasa digunakan dalam identifikasi. Identifikasi ikan

didasarkan atas morfometrik dan meristik yang dilakukan sesuai dengan

petunjuk identifikasi (Rifai, 1983).


Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

III. METODE DAN BAHAN

3.1. Waktu dan Tempat

Pratikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Mei 2016 pukul 08.00 –

11.00 WIB bertempat di Laboratorium Biologi Perairan Fakultas Perikanan

dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau, Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang

Baru, Panam, Pekanbaru.

3.2. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan sebagai objek untuk melaksanakan praktikum ini

adalah Ikan Belut. Cupang, Sepat Rawa, Paweh, Pantau, dan Nila

Adapun alat yang digunakan dalam pratikum ini adalah nampan,

penggaris 30cm, serbet, tissue, alat tulis, buku identifikasi dan jarum.

3.3. Metode Praktikum

Metode yang dilakukan pada praktikum ini adalah metode pengamatan

secara langsung. Sampel diambil di perairan waduk Faperika dan dibawa ke

laboratorium. Sampel tersebut diteliti dan diamati oleh praktikan untuk

diambil datanya sesuai dengan tuntunan yang diberikan asisten laboratorium

serta yang terdapat didalam buku identifikasi ikhtiologi.


Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

3.4. Prosedur Praktikum

Ada 2 kelompok pratikum yang melaksanakan pratikum. Salah satu

kelompok pergi ke waduk untuk menangkap ikan. Lalu kelompok yang

lainnya mengidentifikasi ikan


Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

IV. HASIL

Dari praktikum ini hanya menggunakan enam jenis ikan untuk di

identifikasi. Maka dari praktikum ini di peroleh hasil :

Gambar 1. Ikan Pantau ( Rasbora argyrotaenia.)

1. Klasifikasi Ikan Pantau

Ordo : Cypriniformes

Famili : Cyprinidae

Genus : Rasbora

Spesies :Rasbora tawarensis

Habitat : Perairan laut

Bentuk tubuh ikan pantau (Rasbora tawarensis) seperti panah / sagitiform

yaitu kepala lancip dan meruncing, badan memanjang kebelakang. Mulut ikan

pantau termasuk kedalam kelas terminal, yaitu mulut tepat berada tepat diujung
Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

hidung, dan ukuran mulut ikan pantau termasuk kedalam ukuran kecil / sempit.

Mulutnya lebar, sudut mulut dengan bola mata sedikit kebelakang. Bibir tebal dan

hanya bibir atas yang berlipatan. Ikan pantau tidak memiliki sungut , sirip dubur

dengan lima jari yang bercabang, mulut agak kecil dengan berbogol sambungan.

Letak sirip punggung dipertengahan, permulaan dasar sirip punggung dibelakang

sirip punggung dan terpisah dari sirip ekor. Posisi sirip dada miring, dibawah linea

lateralis, persisi dibawah sudut tutup insang.

Gambar 2. Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2. Klasifikasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Kelas : Osteichtyes

Ordo : Perciformes

Family : Cichlidae

Genus : Oreochromis

Spesies : Oreochromis niloticus


Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

Deskripsi ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan yang hidup di perairan air

tawar termasuk pada grup ikan yaitu Gnathostomata karena memiliki rahang dan

termasuk pada kelas Osteichthyes karena memiliki ciri-ciri antara lain: memiliki

rahang, memiliki tutup insang, rangka tubuh terdiri dari tulang sejati.

Bentuk tubuh Ikan ini adalah Bilateral Simetris karena apabila tubuh Ikan ini

dibelah dua secara membujur atau memanjang tubuh mulai dari pertengahan

ujung kepala sampai ke ujung ekor, maka akan menghasilkan dua belahan tubuh

yang serupa. Bentuk tubuh compresed yaitu lebar tubuh lebih pendek dari

tingginya. Ujung kepala ikan Nila berbentuk tumpul dan kepala bersisik.

Posisi sudut mulut satu garis lurus dengan sisi bawah bola mata . Dan bola

mata dijumpai pada kedua sisi kepala. Mata tidak berkelopak seperti agar-agar

yang lebar dan seperti cincin. Ikan ini memiliki tutup insang (operculum),

memiliki sisik dan tidak memiliki sungut.

Mulut berada tepat di ujung hidung (terminal). Bentuk mulut proctractile

dapat disembulkan ke depan dan selanjutnya dapat ditarik kembali keposisi

semula. Ukuran mulutnya sempit, celah mulut tidak dapat dimasuki jari

kelingking tangan. Ukuran bibirnya tipis dan keadaan bibir hanya bibir rahang

atas yang berlipatan. Hubungan kedua bibir: bibir atas bersambung dengan bibir

bawah. Bentuk bibir atasnya tidak bergerigi. Moncong (rostrum) ikan tersebut

ukurannya tumpul.

Sirip pada ikan terdiri terdiri dari sirip punggung (D), sirip dada (P), sirip

perut (V), sirip anus (A) dan sirip ekor (C). Sirip punggung berbentuk sempurna,
Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

jumlahnya hanya satu, letak sirip punggung di belakang kepala bagian anterior

badan, permulaan dasar sirip punggung persis sama dengan permulaan sirip perut.

Sirip punggung dengan sirip ekor tidak menyatu. Posisi dasar sirip dada: oblique

(miring 450 atau hampir horizontal). Posisi sirip dada di bawah linea lateralis

persis di bawah sudut tutup insang. Sirip perut terletak di depan sirip dada. Sirip

anus dengan sirip ekor letaknya terpisah dan di pangkal sirip anus diselimuti sisik.

Bentuk sirip ekor berlekuk tunggal.

Gambar 3. Ikan Belut (Monopterus albus)


3. Klasifikasi Belut

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Klas : Actinopterygii
Ordo : Synbranchiformes
Family : Synbrachidae
Genus : Monopterus
Spesies : Monopterus albus
Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

Ciri-ciri Belut

Bentuk tubuhnya seperti ular, ujung kepala berbentuk lancip, tidak

mempunyai sisik, Belut tidak mempunyai sirip. Sirip dada, sirip punggung, sirip

ekor telah berubah menjadi sembulan kulit yang tidak berjari-jari. Kulitnya licin

dan berlendir, mata hampir tetutup oleh kulit, giginya kecil runcing membentuk

kerucut, bibir berupa lipatan kulit yang lebar, tidak bersirip perut, dan tidak

bersisik. Letak dubbur jauh kebelakang, dada. Mempunyai bantuan alat

pernafasan, yaitu labirin.

Gambar 4. Ikan Cupang (Betta sp)

4. Klasifikasi ikan cupang

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Oesteochytes
Superkelas : Actinopterygii
Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

Superordo : Achantopteri
Ordo : Perciformes
Subordo : Anabantoidei
Famili : Anabantidae
Subfamili : Ctenopinae
Genus : Betta
Spesies : Betta sp
Ciri-ciri ikan cupang (Betta sp)

Bentuk tubuhnya pipih mendatar, ujung kepala berbentuk tumpul dan lancip,

mulutunya superior, mata ikan cupang tetrletak disisi kanan dan sisi kiri bagian

kepala, tutup insang terletak dibagian kepala, mulutnya sempit, bibirnya tipis,

sirip punggungnya rudimeter, letak sirip punggung dipertengahan, sirip punggung

dan sirip ekornya menyatu, sirip ekornya berbentuk belah ketupat,

Gambar 5. Ikan Sepat Rawa (Trichogaster trichopterus)

6. Klasifikasi Ikan sepat rawa (Trichogaster trichopterus)


Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

Klasifikasi dari Ikan Sepat Rawa (Trichogaster trichopterus) adalah kelas

:Actinopterygii, Ordo : Perciformes, Family : Belontiidae, Genus : Trichogaster,

Spesies : Trichogaster trichopterus.

Ikan Sepat Rawa (Trichogaster trichopterus) bertubuh pipih dan

bermoncong runcing sempit, memiliki warna perak buram kebiruan atau

kehijauan, dengan beberapa pita miring berwarna gelap serta bercak hitam

masing-masing sebuah pada tengah sisi tubuh dan pada pangkal ekor. Ikan yang

masih sekerabat dengan ikan gurami, tambakan, dan betok ini mempunyai sirip

anal yang memanjang berada di bawah dada

Gambar 5. Ikan Sepat Paweh (Osteochilus hasselthi)

6. Klasifikasi ikan Paweh (Osteochilus hasselthi)

Ikan Paweh termasuk dalam kelas Osteichthyes karena memiliki rahang,

tutup insang dan bertulang sejati. Ikan Paweh memiliki bentuk bilateral simetris

pipih compressed. Kepala ikan ini tumpul dan bersisik. Mulutnya berbentuk

termina, hidung dirhinous, memiliki operculum, sisik linea lateralis disepanjang


Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

tubuh. Sirip punggung terletak dipunggung atas. Sirip perut ikan paweh terletak di

ventral tubuh didepan anus. Sirip dada terletak di belakang operculum dan sirip

anus ada di belakang anus. Mulut ikan paweh berbentuk prodactile dan berukuran

sempit. Posisi mulut dengan bola mata satu garis lurus dibawahnya. Ukuran

bibirnya tipis. Hubungan kedua bibir bersambung atas dengan bawah. Dan

bergerigi. Moncongnya pendek dan sirip punggung berbentuk sempurnadan

berjumlah satu. Letaknya dipertengahan anterior tubuh .

Permulaan dasar sirip punggungnya persis sama dengan permulaan sirip

anusnya dan terpisah dengan sirip ekor. Sirip dadanya horizontal dan posisi nya

dibawah tutup insang. Sirip perutnya terletak dibawah sirip dada(thorcic). Sirip

anusnya terpisah dari sirip ekor dan bersisik. Dan sirip ekornya berbentuk cagak

(forked)
Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Ikan sebagai hewan avertebrata yang hidup di perairan memiliki bentuk

tubuh dari bentuk mulut sampai bentuk ekor yang berbeda beda. Cara

mengetahui perbedaan tersebut dengan cara mengidentifikasi ikan ikan

tersebut dengan baik dan benar

5.2 Saran

Agar praktikum berjalan dengan baik dan lancar maka di harapkan agar

dalam melakukan identifikasi dengan baik dan benar. Dan kemudian sebelum

praktikum di mulai, sebaiknya praktikan harus memahami dan mempelajari

materi praktikum yang akan di laksanakan dan juga menjaga laboratorium

dengan bersih sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar


Asisten :ElsiMuharni
Hari/Sesi/Kelompok: Rabu/13.00-16.00/IV

DAFTAR PUSTAKA

Haryono. 2009. Buku Panduan Lapangan: Ikan Perairan Lahan Gambut.. Jakarta.

Novianto. 2010. Mengenal Ikan Bandeng. Jakarta

Rifai, 1983. Taksonomi Ikan. Yogyakarta

Taufik, 2011. Teknik Identifikasi spesies Ikan.Jakarta