Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena
geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks
keruangan (Seminar Loka Karya Peningkatan Kualitas Pengajaran Geografi
1988). Objek utama kajian Geografi adalah geosfer, yaitu permukaan bumi
yang hakikatnya merupakan bagian dari bumi yang terdiri atas atmosfer
(lapisan udara), litosfer (lapisan batuan, kulit bumi), hidrosfer (lapisan air,
perairan), dan biosfer (lapisan kehidupan).

Geografi terbagi kedalam dua cabang utama yaitu ada geografi fisik dan
geografi manusia. Geogafi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari
gejala fisik di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara
dengan segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala
alamiah di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia.
Geografi manusia merupakan cabang geografi yang objek kajiannya
keruangan manusia.

Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termasuk kependudukan, aktivitas


manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial
dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek kemanusiaan,
geografi manusia terbagi dalam cabang-cabang geografi penduduk, geografi
ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan geografi sosial. Oleh
sebab itu untuk pemahaman secara langsung dan mendalam mengenai
geografi fisik dan geografi manusia (sosial) maka, diadakannya kuliah kerja
lapangan ini.

Selain itu, geografi juga menjadi salah satu Program Studi Pendidikan di
Universitas yang merupakan suatu wadah untuk mendidik mahasiswa sebagai
calon pendidik menjadi seorang yang profesional dan menguasai teknologi
geografi dalam pembelajaran di sekolah.

1
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
Sedangkan pariwisata secara etimologis berasal dari kata “ Pari “ yang berarti
berputar –putar dan “Wisata” yang berarti perjalanan. Atas dasar itu maka
pariwisata diartikan sebagai perjalan yang dilakukan berputar –putar dari suatu
tempat ke tempat lain. Menurut Prof. Salah wahab dalam bukunya berjudul An
Introduction an Touristm Theory mengemukakan bahwa batasan pariwisata
hendaknya memperlihatkan anatomi dari gejala –gejala yang terdiri dari 3unsur
yaitu manusia(human),yaitu orang yang melakukan perjalanan pariwisata ,ruang
(space), yaitu daerah atau ruanng lingkup tempat melakukan perjalanan
waktu(time)yakni waktu yang di gunakan selama perjalanan dan tinggaal di
daerah tujuan waisata.

Berdasarkan ketiga unsur tersebut di atas maka Prof Salah Wahab merumuskan
pengertian pariwisata sebagai suatu aktifitas manusia yang dilakukan secara sadar
dan mendapat pelayanan secara beergantian orang –orang di suatu Negara itu
sendiri (di luar negri) yang meliputi pendiaman di daerah lain (daerah tertentu
,suatu Negara atau benua )untuk sementara waktu dalam mencari kpuasan yang
beraneka rgam dan berbeda dengan apa yang di alaminya dimana dia memperoleh
pekerjaan tetap. Dalam pengertian lain pariwisata (Toursnm) adalah suatu
perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari
suatu tempat ke tempat lain, dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari
nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati perjlanan
tersebut untuk memenuhi keinginannya yang beraneka ragam. Maka untuk lebih
jelasnya pengertian pariwisata adalah :
a. Semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata.
b. Pengusaha obyek wisata, seperti kawasan wisata, taman rekreasi, kawasan
peninggalan sejarah (Candi, Makam Benteng), Museum, Waduk,
pegelaran seni budaya, tat kehidupan masyarakat dan bersifat
c. alamiah: keindahan alam, gunung berapi, danau, pantai indah dan
sebagainya.
d. pengusaha jasa dan prasarana pariwisata yakni, Usaha jasa pariwisata
(Biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, pramuwisata, konvensi
perjalanan intensif dan pameran, inprestarait, konsultan pariwisata,

2
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
informasi pariwisata, Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari akomodasi,
rumah makan, bar, angkutan wisata dan sebagainya, serta usaha-usaha
jasa lainnyayang berkaitan dengan penyelenggaraan pariwisata (buku
panduan wisata).

1.2 Tujuan Kegiatan


Adapun tujuan yang diharapkan dari diadakannya Study lapangan geografi
pariwisata Way Kambas ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk Menggambarkan dan menguraikan keadaan Way Kambas secara
umum.
2. Untuk Meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang
pengetahuan Geografi Pariwisata.

1.3 Manfaat Kegiatan


Adapun Manfaat dari diadakannya Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui keadaan Way Kambas secara umum.
2. Dapat menumbuhkan sikap dan prilaku aktif pada diri mahasiswa geografi
yang nantinya akan menjadi bekal setelah terjun kemasyarakat sebagai
seorang ahli dalam bidangnya.
3. Terbinanya hubungan baik sesama mahasiswa dan antara mahasiswa
dengan dosennya.
4. Untuk menambah jumlah literatur pada Program Studi Pendidikan Geografi
Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Lampung.

1.4 Ruang Lingkup Obyek Kuliah Kerja Lapangan


1. Subjek
Subjek kegiatan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas
Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS FKIP
Universitas Lampung Tahun Akademik 2017.

3
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
2. Objek
Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS FKIP
Universitas Lampung dalam melaksanakan Study Lapangan Tahun
Akademik 2017-2018. Adapun obyek penelitianya yaitu di aspek sosial dan
ekonomi yang terdapat di Way Kambas.

Pelaksanaan waktu dan tempat pada objek penelitian yaitu:


a. Way Kambas
Waktu : Minggu, 10 Desember 2017
Tempat : Way Kambas
Penelitian : Aspek Sosial, Aspek Ekonomi, Aspek Wisata

4
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Gambaran Umum Kabupaten Lampung Timur

a. Kondisi Geografis
Secara geografis Kabupaten Lampung Timur terletak pada posisi 105015' BT-
106020'BT dan 4037'LS -5037' LS. Kabupaten Lampung Timur memiliki luas
wilayah kurang lebih 5.325,03 km2 atau sekitar 15% dari total wilayah Provinsi
Lampung (total wilayah Lampung seluas 35.376 km2). Ibukota Kabupaten
Lampung Timur berkedudukan di Sukadana. Secara administratif, Kabupaten
Lampung Timur berbatasan dengan:
 Utara : Kecamatan Rumbia, Seputih Surabaya, Seputih Banyak Kabupaten
Lampung Tengah, Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang
 Timur : Laut Jawa (wilayah laut Provinsi Banten dan DKI Jakarta)
 Selatan : Kecamatan Tanjung Bintang, Ketibung, Palas, dan Sidomulyo,
Kabupaten Lampung Selatan
 Barat : Kecamatan Bantul dan Metro Raya Kota Metro, serta Kecamatan
Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah.

b. Kondisi Topografi
Dari segi topografi, Kabupaten Lampung Timur dapat dibagi menjadi lima daerah,
yaitu :
 Daerah berbukit sampai bergunung terdapat di Kecamatan Jabung,
Sukadana, Sekampung Udik, dan Labuhan Maringgai.
 Daerah berombak sampai bergelombang, yang dicirikan oleh bukit-bukit
sempit, dengan kemiringan antara 8% hingga 15% dan ketinggian antara
50-200 meter di atas permukaan laut (dpl).
 Daerah dataran alluvial, mencakup kawasan yang cukup luas meliputi
kawasan pantai pada bagian timur dan daerah-daerah sepanjang sungai

5
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
Way Seputih dan Way Pengubuan. Ketinggian kawasan tersebut berkisar
antara 25-75 meter dpl dengan kemiringan 0-3%.
 Daerah rawa pasang surut disepanjang pantai timur dengan ketinggian 0.5-
1 meter dpl.
 Daerah aliran sungai (DAS) yaitu Seputih, Sekampung, dan Way Jepara.

c. Kondisi Klimatologis
Iklim Kabupaten Lampung Timur berdasarkan Smith dan Ferguson termasuk
dalam kategori iklim B, yang dicirikan oleh bulan basah selama 6 bulan yaitu
Desember-Juni dengan temperature rata-rata 24-340C. Curah hujan merata
tahunan sebesar 2000-2500 mm. Sedangkan menurut Oldeman (1979), iklim
Kabupaten Lampung Timur termasuk tipe C2 dengan jumlah bulan basah 5-6
bulan dan kering 2-3 bulan.

d. Kondisi Geologi
Wilayah Kabupaten Lampung Timur dapat digolongkan ke dalam empat jenis
struktur geologi yaitu :
 Endapan permukaan yang sebagian besar terdapat di sepanjang timur.
Wilayah ini terdiri dari dataran rawa dan pasang surut yang terbentuk dari
sedimen holosen yang mengandung liat marine, endapan sungai dan rawa,
serta endapan pasir pantai.
 Batuan gunung api yang meliputi hampir seluruh wilayah Kabupaten
Lampung Timur, terdiri dari endapan gunung api (Qhw), tufa Lampung
(Qlv), dan andesit tua (Tov). Batuan-batuan ini membentuk tanah latasol
dan padsolik yang memiliki tingkat kesuburan tanah rendah.
 Batuan sedimen, sebagian besar terdapat di bagian utara dan selatan
wilayah Kabupaten Lampung Timur.
 Batuan beku, banyak terdapat di bagian selatan Kabupaten Lampung
Timur.

6
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
e. Kondisi Potensi Pariwisata
Kabupaten Lampung Timur merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi
Lampung yang memiliki banyak potensi pariwisata, terlebih pariwisata yang
berdasarkan potensi sumber daya alamnya. Berikut beberapa potensi pariwisata
yang cukup terkenal yang dimiliki oleh Kabupaten Lampung Timur, yaitu:
 Danau Way Jepara
Danau Way Jepara adalah satu andalan wisata di Kabupaten Lampung
Timur. Danau ini terletak di Kecamatan Way Jepara dengan luas total
danau mencapai 200 hektare.
 Taman Purbakala Pugung Raharjo
Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah sebuah situs purbakala dari
zaman megalitikum yang ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1957
oleh penduduk setempat di Kecamatan Sekampung Udik. Lokasinya
berjarak sekitar 40 km dari kota Bandar Lampung. Di dalam area taman
purbakala ini ditemukan banyak peninggalan arca batu, punden berundak,
keramik lokal dan benda bersejarah lainnya.
 Islamic Centre
Tempat Ibadah umat Muslim ini dikenal sebagai Masjid Ar-Rahman yang
juga dikenal sebagai Islamic Centre Kabupaten Lampung Timur yang
terletak di Kecamatan Sukadana. Masjid ini sekarang menjadi sebuah ikon
kota Sukadana dengan arsitekturnya yang indah.
 Pantai Labuhan Maringgai
Labuhan Maringgai adalah nama dari sebuah Kecamatan yang berada di
pesisir timur Kabupaten Lampung Timur. Posisi daerah yang menghadap
ke Laut Jawa ini menyebabkan daerah ini memiliki banyak pantai indah,
antara lain Pantai Labuhan Maringgai yang paling terkenal.
 Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas Kawasan
Taman Nasional Way Kambas merupakan destinasi wisata yang terkenal.
Berupa sebuah kawasan hutan hujan tropis, yang di dalamnya terdapat
beberapa destinasi wisata alam yang indah, antara lain Suaka Rhino
Sumatera (SRS). Suaka Rhino Sumatera ini merupakan area penangkaran
Badak Sumatera yang mulai terancam punah. Di dalam Suaka Rhino

7
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
Sumatera terdapat banyak spesies badak Sumatera yang dirawat dan
dipelihara di habitat aslinya.
 Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas merupakan sebuah destinasi wisata yang
sangat terkenal di Lampung Timur hingga ke mancanegara. Pintu masuk
ke taman nasional berada di Desa Karangsari. Taman Nasional Way
Kambas sangat terkenal dengan adanya Pusat Konservasi Gajah (PKG)
yang merupakan tempat penangkaran Gajah Sumatera di habitat aslinya.
Bahkan, kadang karena Taman Nasional Way Kambas sangat identik
dengan spesies Gajah Sumatera-nya mengakibatkan banyak orang salah
mengerti bahwa Taman Nasional Way Kambas sama dengan Pusat
Konservasi Gajah Sumatera, padahal Pusat Konservais Gajah merupakan
suatu tempat penangkaran Gajah Sumatera di Taman Nasional Way
Kambas. Dari beberapa potensi wisata yang terdapat di Kabupaten
Lampung Timur, Pusat Konservasi Gajah di Taman Nasional Way
Kambas merupakan potensi wisata yang paling terkenal yang harus
dikembangkan lebih baik agar minat wisatawan baik lokal maupun asing
semakin meningkat.

8
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
BAB III
METODE

3.1 Metode-Metode
Untuk mencapai tujuan Study Lapangan Geografi Pariwisata Taman Nasional
Way Kambas yang telah diuraikan di atas dalam pelaksanaannya diperlukan
metode. Metode yang digunakan adalah:
a. Metode observasi
Metode ini digunakan untuk mengamati gejala-gejala alam (fisik) dan
manusia yang ada dilapangan dengan tujuan untuk mencocokkan teori
yang ada dengan kenyataan yang sebenarnya.
b. Wawancara dan kuesioner
Wawancara digunakan untuk menggali informasi tentang obyek-obyek
fenomena manusisa (kependudukan) yang dikunjungi. Wawancara
dilakukan terutama pada wisatawan yang berkunjung dan masyarakat atau
petugas disekitar tempat yang dikunjungi, untuk mencari data yang
berhubungan dengan keadaan penduduk serta kegiatannya.
c. Metode dokumentasi
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang tertulis mengenai
obyek yang dikunjungi.

9
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
BAB IV
DESKRIPSI WILAYAH

4.1 DESKRIPSI PANTAI SARI RINGGUNG


1. Sejarah Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas (TNWK), adalah satu dari dua kawasan konservasi
berbentuk taman nasional di Propinsi Lampung selain Taman Nasional Bukit
Barisan Selatan (TNBBS). Ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri
Kehutanan Nomor 670/Kpts-II/1999 tanggal 26 Agustus 1999, kawasan TNWK
mempunyai luas lebih kurang 125,631.31 ha. Secara gaeografis TNWK terletak
antara 40°37’ – 50°16’ Lintang Selatan dan antara 105°33’ – 105°54’ Bujur
Timur. Berada di bagian tenggara Pulau Sumatera di wilayah Propinsi Lampung.

Pada tahun 1924 kawasan hutan Way Kambas dan Cabang disisihkan sebagai
daerah hutan lindung, bersama-sama dengan beberapa daerah hutan yang
tergabung didalamnya. Pendirian kawasan pelestarian alam Way Kambas dimulai
sejak tahun 1936 oleh Resident Lampung, Mr. Rookmaker, dan disusul dengan
Surat Keputusan Gubernur Belanda tanggal 26 Januari 1937 Stbl 1937 Nomor 38.

Pada tahun 1978 Suaka Margasatwa Way Kambas diubah menjadi Kawasan
Pelestarian Alam (KPA) oleh Menteri Pertanian dengan Surat Keputusan Menteri
Pertanian Nomor 429/Kpts-7/1978 tanggal 10 Juli 1978 dan dikelola oleh Sub
Balai Kawasan Pelestarian Alam (SBKPA). Kawasan Pelestarian Alam diubah
menjadi Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) yang dikelola oleh
SBKSDA dengan luas 130,000 ha. Pada tahun 1985 dengan Surat Keputusan
Menteri Kehutanan Nomor 177/Kpts-II/1985 tanggal 12 Oktober 1985.

Pada tanggal 1 April 1989 bertepatan dengan Pekan Konservasi Nasional di


Kaliurang Yogyakarta, dideklarasikan sebagai Kawasan Taman Nasional Way
Kambas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 444/Menhut-
II/1989 tanggal 1 April 1989 dengan luas 130,000 ha. Kemudian pada tahun 1991
atas dasar Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 144/Kpts/II/1991 tanggal

10
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
13 Maret 1991 dinyatakan sebagai Taman Nasional Way Kambas, dimana
pengelolaannya oleh Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Way Kambas
yang bertanggungjawab langsung kepada Balai Konsevasi Sumber Daya Alam II
Tanjung Karang.

Dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 185/Kpts-II/1997 tanggal 13


maret 1997 dimana Sub Balai Konsevasi Sumber Daya Alam Way Kambas
dinyatakan sebagai Balai Taman Nasional Way Kambas. Alasan ditetapkannya
kawasan tersebut sebagai kawasan pelestarian alam, adalah untuk melindungi
kawasan yang kaya akan berbagai satwa liar, diantaranya adalah tapir (Tapirus
indicus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), enam jenis primata, rusa
sambar (Cervus unicolor), kijang (Muntiacus muntjak), harimau Sumatera
(Panthera tigris), beruang madu.

Badak Sumatera pada saat itu belum ditemukan sehingga bukan sebagai salah satu
pertimbangan yang dipergunakan sebagai dasar penetapannya. Namun demikian,
setelah ditetapkannya sebagai kawasan suaka margasatwa hampir selama dua
puluh tahun, terutama pada periode 1968 – 1974, kawasan ini mengalami
kerusakan habitat cukup berat, yaitu ketika kawasan ini dibuka untuk Hak
Pengusahaan Hutan, kawasan ini beserta segala isinya termasuk satwa, banyak
mengalami kerusakan.

Dari jenis satwa tersebut, sampai dengan saat ini keberadaannya masih terjaga
dengan baik, antara lain yang dikenal dengan The Big Five mammals yaitu tapir
(Tapirus indicus), gajah Sumatera (Elephant maximus sumatranus), harimau
Sumatera (Panthera tigris), badak Sumatera (Diserohinus sumatranus) dan
beruang madu (Helarctos malayanus)

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan Taman Nasional tertua di


Indonesia. Taman Nasional ini terletak di ujung selatan Sumatera atau 110 km
dari Bandar Lampung. TNWK adalah salah satu Taman Nasional pertama dan
tertua di Indonesia. Taman Nasional ini menempati 1.300 km persegi dari hutan
dataran rendah pantai sekitar Sungai Way Kambas di pantai timur Provinsi
Lampung. TNWK dikenal dengan konservasi gajah, karena selain menjadi tempat

11
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
perlindungan bagi gajah sumatera, taman nasional ini juga dikenal sebagai tempat
latihan mereka. Pembentukan awal taman nasional ini bertujuan untuk melindungi
keberadaan gajah dan pada saat yang sama menciptakan saling menguntungkan
untuk kedua gajah dan manusia.

Pusat pelatihan juga mengingatkan pada saat raja atau sultan memerintah
Sumatera, ketika gajah dilatih dan dikerahkan dalam perang dan juga untuk tujuan
seremonial. Gajah melakukan berbagai tugas seperti mengangkut kayu atau
membajak sawah. Namun sekarang di TNWK pengunjung dapat melihat gajah
melakukan kegiatan seperti bermain sepak bola atau pertunjukan menghibur
lainnya. Di TNWK berdiri Rumah Sakit khusus gajah yang terbesar di Asia.

Selain konservasi gajah, di sini juga terdapat konservasi badak sumatera dan ada
fasilitas Rhino Sanctuary. Sayangnya untuk bisa dapat melihat badak sumatera ini
pengunjung harus punya izin khusus sebelumnya. Pengunjung atau wisatawan
biasa tidak bisa melihat penangkaran alami badak sumatera ini. Selain itu TNWK
juga rumah bagi banyak flora eksotis. Diantaranya adalah: api-api (Avicennia
marina), Pidada (Sonneratia sp), nipah (Nypa fruticans), Gelam (Melaleuca
leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), Rawang (Glochidion borneensis),
ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan
(Pandanus sp), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp), minyak
(Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).

Izin untuk masuk ke TNWK dapat diperoleh di pintu gerbang. Selain datang
langsung juga dapat diperoleh dari HQ konservasi di Bandar Lampung. Fasilitas
utama yang ditemukan di dekat taman nasional yang terletak 500 meter dari pintu
masuk di sebuah tempat bernama Satwa Sumatra Elephant Eco Lodge. Terletak di
sebuah taman berdinding yang luas penuh dengan pohon buah-buahan tropis,
tempat ini menawarkan empat cottage masing-masing dengan kamar luas yang
dapat menampung hingga empat orang dengan tempat tidur, kipas langit-langit,
mandi air panas dan toilet.

Menuju TNWK bisa ditempuh 2 jam perjalanan darat dari Kota Bandar Lampung.
Jalan menuju ke sini cukup bagus dan jika Anda membawa mobil pribadi bisa

12
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
kurang dari 2 jam. Jika Anda menggunakan transportasi umum, rute yang paling
sederhana adalah mengambil bus dari Rajabasa di Terminal di Bandar Lampung
ke arah Way Jepara. lalu turun di gajah batu di Desa Rajabasa Lama, Way Jepara.
Selanjutnya menggunakan ojek atau sepeda motor ke Way Kanan atau Pusat
Pelatihan Gajah (PLG) yang merupakan pintu masuk ke TNWK. Perlu diketahui
bahwa bus yang menuju langsung jam terakhir kembali ke Rajabasa itu adalah
pukul 15.00 WIB.

Di Pusat Pelatihan Gajah (PLG), ada atraksi gajah yang dilakukan rutin setiap
sore dengan pertandingan dan khusus sepak bola gajah yang diadakan setiap
weekend. Anda juga bisa menaiki gajah berputar dan masuk ke dalam hutan
dengan pawangnya. Dengan trip seperti ini jika beruntung Anda akan bertemu
dengan gajah-gajah liar yang banyak terdapat di TNWK. Di TNWK para
wisatawan bisa mengenal lebih dalam tentang Konservasi Gajah. Di sini kita bisa
banyak berinteraksi dengan gajah dan banyak bertanya tentang gajah ke pawang-
pawang yang berada di taman nasional ini. Sebelum dilepas gajah-gajah di
Waykambas dimandikan dahulu di kolam dan sungai Way Kambas. Jika Anda
datang sebelum jam 7 pagi selain bisa mengabadikan gajah pada saat sunrise juga
bisa memotret puas gajah-gajah di pusat konservasi.

Selain pagi hari, momen terbaik juga bisa ditemukan pada sore hari menjelang
sunset, karena gajah yang berada di savana dikumpulkan kembali ke lapangan
oleh pawang-pawang. Anda bisa mengabadikan siluet gajah dan aktivitas mereka
pada saat ini.

2. Tinjauan Lokasi Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas merupakan suaka alam dataran rendah yang
terletak di Kabupaten Lampung Timur. Taman Nasional Way Kambas memiliki
luas kurang lebih 126.000 hektar. Taman Nasional Way Kambas memiliki dua
destinasi utama yaitu Camp Resort Jagawana Way Kanan dan Pusat Konservasi
Gajah. Camp Resort Jagawana Way Kanan terletak 13 kilometer dari pintu
gerbang utama. Di sepanjang jalan menuju Camp Resort Jagawana Way Kanan,
pengunjung yang beruntung dapat melihat satwa liar yang berkeliaran atau

13
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
melintas di jalan. Camp Resort Jagawana Way Kanan adalah surga bagi pecinta
alam karena kekayaan flora dan faunanya.

Dalam kawasan ini terdapat Sumateran Rhino Sanctuary (SRS) yang merupakan
proyek penelitian pengembangan populasi Badak Sumatera di habitat aslinya yang
telah berhasil melahirkan seekor badak Andatu. Kegiatan yang dapat dilakukan
adalah tracking di hutan rimba atau berperahu motor ke hulu atau hilir sungai
untuk mengamati flora dengan fauna yang terdapat di alam hutan bebas dan
perjalanan harus dipandu dengan petugas. Selain itu, terdapat pula destinasi wisata
yang sangat identik dengan Taman Nasional Way Kambas, yaitu Pusat
Konservasi Gajah.

Pusat Konservasi Gajah terletak 9 kilometer dari pintu gerbang utama dan
merupakan kawasan konservasi bagi spesies Gajah Sumatera (Elephas maximus
sumatranus). Di Pusat Konservasi Gajah, para wisatawan dapat menyaksikan
kehidupan spesies Gajah Sumatera secara langsung melalui interaksi langsung
maupun dengan menyaksikan atraksi gajah atau dengan aktivitas menunggang
gajah. Untuk bisa sampai di Taman Nasional Way Kambas, terdapat beberapa rute
perjalanan yang dapat ditempuh, antara lain:
 Start Point: Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan
Wisatawan dapat menempuh jalur perjalanan dari Bandara di Kecamatan
Natar – Kota Metro – Pekalongan – Sukadana – Tridatu – Taman Nasional
Way Kambas. Alat transportasi yang dapat digunakan berupa taksi, bis,
atau travel dengan waktu tempuh 2-3 jam.
 Start Point: Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan
Wisatawan dapat menempuh jalur perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni –
Sribhawono – Way Jepara – Way Kambas. Alat transportasi yang dapat
digunakan berupa taksi, bis, atau travel dengan waktu tempuh 3-4 jam.
 Start Point: Kota Bandar Lampung
Wisatawan dapat menempuh jalur perjalanan dari Kota Bandar Lampung –
Pugung Raharjo – Wahana Melinting – Way Kambas. Alat transportasi

14
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
yang dapat digunakan berupa taksi, bis, atau travel dengan waktu tempuh
dengan 2-2.5 jam.

3. Tinjauan Lokasi Pusat Konservasi Gajah

Pusat Konservasi Gajah yang berdiri sejak tahun 1985 merupakan sebuah area
penangkaran dan penjinakkan gajah-gajah liar yang berasal dari sekitaran kawasan
hutan Taman Nasional Way Kambas. Sejak tahun 1985 hingga sampai saat ini,
Pusat Konservasi Gajah tersebut sudah mampu menjinakkan dan melatih gajah-
gajah liar sebanyak 290-300an ekor. Gajah yang ada di Pusat Konservasi Gajah
ini dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, gajah atraksi, gajah angkutan kayu
dan gajah bajak sawah atau pun menjadi gajah patroli untuk kawasan Taman
Nasional Way Kambas. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih
mendidik dan melatih gajah.

UNSUR KONDISI EKSISTING GAMBAR


KEGIATAN Kegiatan konservasi yang
KONSERVASI terdapat di Pusat Konservasi
Gajah yaitu, menjinakkan
gajah, melatih gajah, erawat
gajahkegiatan konservasi
yang sudah ada belum dapat
berjalan dengan baik karena
tidak ditunjang oleh fasilitas
sarana dan pra-sarana yang
memadai.

15
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
FASILITAS Kandang gajah sangat luas
BANGUNAN dan cukup untuk mewadahi
PENUNJANG seluruh gajah yang ada di
(KANDANG Pusat Konservasi Gajah.
GAJAH) Kandang gajah hanya berupa
lapangan luas dengan patok-
patok pengikat rantai gajah,
tanpa adanya tambahan
peneduh seperti pohon
maupun atap.
FASILITAS Klinik gajah memiliki lokasi
BANGUNAN yang strategis karena dekat
PENUNJANG dengan kandang gajah dan
(KLINIK perumahan mahout (pawang
GAJAH) gajah). Klinik berbentuk
sangat sederhana dan jauh
dari standar yang terbuat dari
kayu dan besi.
FASILITAS Tersedia 2 buah kolam yang
BANGUNAN diperuntukkan untuk mandi
PENUNJANG dan
(KOLAM minum gajah. Kolam tersebut
MANDI DAN berukuran cukup besar dan
MINUM masingmasing kolam dapat
GAJAH) menampung 3 sampai 5 gajah
dewasa. Kolam mandi gajah
tersebut seringkali mengalami
kekeringan ketika musim
kemarau dan pada kolam
minum airnya cenderung
keruh dan kotor.

16
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
FASILITAS Kantor pengelola terletak
BANGUNAN strategis karena berada di
PENUNJANG dekat pintu gerbang masuk
(KANTOR dan dapat menjadi area
PENGELOLA) informasi bagi wisatawan.
Kondisi bangunan kantor
pengelola sudah tidak lagi
layak digunakan karena kotor
dan banyak ditemukan
kerusakan di beberapa
bagian.
FASILITAS Perumahan mahout
BANGUNAN merupakan bangunan yang
PENUNJANG tergolong baru dengan
(PERUMAHAN kondisi yang masih sangat
MAHOUT) baik. Perumahan mahout
tersebut belum dapat
dipergunakan secara optimal
karena dialih fungsikan
menjadi
gudang pakan gajah maupun
gudang kebutuhan lainnya.

17
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
4. Kondisi Eksisting Fungsi Wisata
Selain memiliki fungsi konservasi, Pusat Konservasi Gajah juga memiliki fungsi
lain yaitu fungsi wisata yang juga dijalankan dengan ditunjang oleh beberapa
fasilitas seperti pada Tabel berikut.

Tabel Kegiatan dan Fasilitas Penunjang Fungsi Wisata


UNSUR KONDISI GAMBAR
EKSISTING
KEGIATAN Kegiatan wisata yang
KONSERVASI terdapat di Pusat
Konservasi Gajah yaitu
Melihat kehidupan
gajah secara Langsung,
Berinteraksi dengan
gajah melalui kegiatan
atraksi, menunggang
gajah, dan kegiatan
feeding and bathing
Kegiatan wisata tersebut
sudah tidak lagi berjalan
optimal karena tidak
tersedianya fasilitas
yang cukup untuk
mewadahi kegiatan
wisata tersebut.

18
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
FASILITAS Terletak strategis di
BANGUNAN dekat pintu masuk.
PENUNJANG Kondisi bangunan sudah
(PUSAT KIOS, tampak kotor, tidak
TOILET, DAN terawatt, dan rusak di
MUSHOLA) berbagai sisi sehingga
mengakibatkan banyak
pedagang memilih
berjualan di halam
bangunan.
FASILITAS Bangunan stadion
BANGUNAN atraksi berbentuk
PENUNJANG menarik seperti stadion
(STADION bola dalam ukuran mini.
ATRAKSI) Bangunan tidak dapat
dipergunakan karena
adanya kesalahan
perhitungan mngenai
ukuran sehingga gajah
yang berukuran besar
tidak dapat masuk,
sehingga atraksi gajah
dilakukan di luar
bangunan.

19
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
5. Tinjauan Tapak Pusat Konservasi Gajah
Pemilihan tapak untuk perancangan Pusat Konservasi Gajah perlu memperhatikan
beberapa aspek, yang diantaranya adalah:

a. Lokasi tapak yang mendukung keberlangsungan hidup spesies Gajah


Sumatera
Lokasi tapak untuk mendukung kegiatan keberlangsungan hidup spesies Gajah
Sumatera agar berlangsung dengan maksimal adalah pada lokasi yang merupakan
sebuah area habitat asli Gajah Sumatera berupa dataran di dalam kawasan Taman
Nasional Way Kambas yang dekat dengan sumber air, seperti sungai atau danau.

b. Memiliki kondisi iklim yang mendukung keberlangsungan hidup


spesies Gajah Sumatera
Kondisi iklim akan mempengaruhi keberlangsungan hidup spesies Gajah
Sumatera. Agar hal tersebut dapat berlangsung dengan maksimal, kondisi iklim
harus sesuai dengan kebutuhan spesies Gajah Sumatera yaitu dengan kondisi
iklim yang tidak terlalu panas dengan banyak terdapat pohon peneduh sebagai
penunjang aktivitas gajah sehari-hari.

c. Peruntukan lahan yang sesuai dengan kebijakan pemerintah


Pemilihan lokasi perlu memperhatikan peruntukan lahan berdasarkan kebijakan
pemerintah, terlebih di kawasan Taman Nasional Way Kambas terdapat
pembagian peruntukan lahan dengan fungsi konservasi. Peruntukan lahan untuk
fungsi Pusat Konservasi Gajah dikategorikan pada zona rimba yang di dalamnya
dapat ditemukan fungsi konservasi dan fungsi wisata terbatas.

d. Aman dari bahaya konflik dengan satwa lain dan manusia


Lokasi yang dipilih harus memperhatikan keselamatan spesies Gajah Sumatera,
sehingga lokasi harus aman dari bahaya konflik dengan satwa lain maupun
dengan manusia yang sangat mungkin masih terjadi.

20
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
e. Memiliki akses yang mudah dijangkau
Sebagai sebuah kawasan konservasi spesies Gajah Sumatera yang juga memiliki
fungsi penunjang yakni fungsi wisata, akses menuju tapak harus mudah
dijangkau. Kemudahan jangkauan meliputi akses yang dapat diraih melalui jalan
utama, sarana jalan yang memadai (kondisi dan lebar jalan), tersedianya akses
kendaraan umum yang dapat digunakan wisatawan untuk
mencapai lokasi.

f. Memiliki jaringan utilitas yang memadai


Jaringan utilitas seperti air bersih, listrik, dan telepon harus melewati lokasi untuk
menunjang kegiatan di Pusat Konservasi Gajah.

5. Tapak Terpilih
Lokasi untuk perencanaan dan perancangan Pusat Konservasi Gajah terletak
sekitar 5 kilometer dari lokasi sebelumnya. Alasan pemilihan lokasi tersebut
adalah ketersediaan sumber air yang memadai berupa sungai yang merupakan
salah satu unsur vital bagi keberlangsungan hidup spesies Gajah Sumatera.
Apabila dilihat secara akses, kondisinya sangat mendukung karena lebih dekat
dengan pintu gerbang utama Taman Nasional Way Kambas dan jalan utama
Lintas Timur.

a. Tinjauan Tapak
Lokasi tapak untuk perancangan Pusat Konservasi Gajah terletak pada bagian
tengah kawasan Taman Nasional Way Kambas. Bentuk dari tapak adalah organik,
yaitu mengikuti kondisi alam. Luas tapak adalah 101.059 m2. Berikut ini adalah
batas delimiasi pada tapak :
Utara : Kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas
Selatan : Kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas
Barat : Kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas
Timur : Sungai Kambas (Way Kambas)

21
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
Gambar Lokasi Tapak

Kelebihan pada tapak :


1. Memiliki lokasi tapak yang mendukung untuk keberlangsungan hidup spesies
Gajah Sumatera, dimana lokasi dekat dengan sumber air, yaitu sungai.
2. Kondisi iklim dan angin masih mendukung untuk keberlangsungan hidup
spesies Gajah Sumatera, dimana lokasi di dalam tapak banyak tersedia jenis
pohon peneduh yang bisa menunjang kegiatan Gajah Sumatera.
3. Tapak tidak terjangkau dari kawasan pemukiman penduduk dan terletak cukup
jauh dari kawasan hutan liar Taman Nasional Way Kambas yang dapat
meminimalisirkan kemungkinan adanya konflik.
4. Berdasarkan peruntukan lahan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Pusat
Konservasi Gajah terletak pada zona rimba yang didalamnya terdapat fungsi

22
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
konservasi dan wisata terbatas karena terletak di titik tengah kawasan Taman
Nasional Way Kambas dan dekat dengan pintu gerbang utama.
5. Akses menuju ke tapak dapat dilalui langsung dari jalan utama Lintas Timur,
lalu masuk ke jalan di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas dengan lebar
jalan yang memadai untuk lalu lalang kendaraan besar seperti bus
pariwisata. Lokasi tapak terletak di antara kawasan Camping Gorund Taman
Nasional Way Kambas dan Suaka Rhino Sumatera (SRS).

6. Pusat Konservasi Gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung


Timur
Perencanaan Revitalisasi Pusat Konservasi Gajah di Taman Nasional Way
Kambas, Lampung Timur merupakan salah satu bagian dari pengembangan
kawasan Taman Nasional Way Kambas milik Badan Kehutanan dan Sumber
Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung. Mengingat sudah adanya undang-
undang mengenai konservasi dan pelestarian satwa langka seperti spesies Gajah
Sumatera di Indonesia, diharapkan kebijakan tersebut akan mendukung
perencanaan Revitalisasi Pusat Konservasi Gajah di Taman Nasional Way
Kambas dalam rangka untuk melakukan

kegiatan konservasi bagi spesies langka dan memadukannya dengan fungsi wisata
dalam skala yang lebih luas kepada masyarakat. Perencanaan Revitalisasi Pusat
Konservasi Gajah ini turut serta memiliki peran untuk meningkatkan industri
pariwisata di Provinsi Lampung, terutama bagi Kabupaten Lampung Timur agar
semakin banyak dikunjungi wisatawan. Pengelolaan bangunan Pusat Konservasi
Gajah oleh pemerintah akan difungsikan dengan maksimal selama 20 tahun ke
depan.

Konsep dari Pusat Konservasi Gajah yang akan diterapkan adalah sebuah kawasan
pusat konservasi gajah yang mengangkat sisi perilaku gajah sebagai titik poin
utama. Nilai-nilai yang diperoleh dari perilaku gajah tersebut akan digunakan
untuk membuat sebuah kawasan konservasi yang nyaman dihuni oleh Gajah
Sumatera sesuai dengan habitat aslinya. Selain itu, adanya peambahan fungsi

23
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
wisata diharapkan juga mampu memberikan rekreasi yang bersifat edukatif bagi
masyarakat disamping menigkatkan pendapatan ekonomi bagi warga sekitar.
Perwujudan konsep yang diambil dari perilaku gajah akan diterapkan pada tata
ruang luar seperti zoning tata massa bangunan dan sirkulasi bagi gajah maupun
pengunjung.

24
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
BAB V
PEMBAHASAN

5.1 Aspek Sosial Taman Nasional Way Kambas


Aspek sosial yang diamati di kawasan Taman Nasional Way Kambas
(TNWK) adalah yang berkanan pada keadaan sosial ekonomi masyarakat
yang. observasi dan wawancara yang dilakukan untuk menjawab kuesioner
aspek sosial untuk memperoleh informasi secara deskriptif mengenai kondisi
sosial ekonomi masyarakat yang tinggal disekitar TNWK.

Kondisi Geografis dan aksesbilitas titik pengamatan satu ini terletak di daerah
pantai yang merupakan kawasan wisata TNWK. Berjarak kurang lebih 98 km
dari ibu kota Bandar Lampung dengan luas keseluruhan kawasan ini kurang
lebih 1300 km2. Aksesbilitas kekawasan ini dinilai cukup baik dengan tipe
jalan aspal dan alat trasportasi yang biasa digunakan masyarakat adalah
kendaraan roda dua dan roda empat. Aksesbilitas dapat dilakukan dngan
mudah sebagai Penunjang jalannya aktivitas sosial ekonomi masyarakat di
kawasan ini.

Berdasarkan hasil wawancara dengan penduduk setempat bahwa keadaan


alam atau kondisi geografis kawasan ini sangat mempengaruhi perekonomian
masayarakat khususnya masyarakat yang berpropesi sebagai pedagang atau
penyedia jasa dan fasilitas umum dikarnakan kawasan ini sangat ramai
dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan dan hari libur Pengunjung yang
datang untuk berekreasi dapat dilayani oleh masyarakat setempat dengan
menyajikan kebutuahan seperti makanan minuman yang diual di kios kios
yang berdiri sepanjang lapangan parkir kemudian di bidang jasa masyarakat.
daya tarik wisata inilah yang membantu menikatakan perekonomian
masyarakat yang tinggal disekitar kawasan wisata TNWK.

Kondisi Demografi, yang diamati di kawasanini terkait dengan mata


pencarian dan penduduk namun berdasarkan hasil observasi didapat informasi

25
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
bawahwa tidak ada penduduk yang tinggal atau berdomisili dikawasan seluas
1.300 km2 ini dikarnakan keseluaruhan lahan ini telah dimanfaatkan sebagai
tempat konservasi, rekreasi oleh penglola wisata TNWK sehingga pemukiman
penduduk terdekat ditemui pada jarak kurang lebih 1 km dari titik
pengamatan 1.

Penduduk yang tinggal di daerah ini terdiri dari suku lampung, jawa dan
bugis dengan suku mayoritas yang dinggal didini adalah suku jawa .Mata
pencarian penduduk mayoritas sebagai pedagang dan pawang gajah. diliahat
dari aspek ketenagakerjaan masyarakat mengeluh sulit sekali mencari
pekerjaan yang layak berdasarkan pengamatan kami kurangnya deferensasi
dan spesialisasi pekerjaan menjadi factor utama sulitnya bagi penduduk
setempat mencari pekerjaan sehinga jalan sat satunya untuk mencari nafkah
aladalah berusaha di sector informal seperti berdagang makanan dan
minuman dikawasan wiasata TNWK. tingkat pendidikan yang ditamat kan
penduduk rata rata adalah jenjang SMA sehingga dinilai cukum memiliki
keterampilan dan memiliki kesadaran kesehatan yang tinggi.

Kondisi infrastuktur ysng terdapat di kawasan ini sangat baik dan terplihara
dengan baik kareana berada dikawasa wisata yang dikelula dengan baik pula
.infrastruktur yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat adalah kios
kios usaha yang digunakan masyarakat sebagfai tempat berjualan dikawasan
wisata TNWK.

Kondisi Kelembagaan terdapat 1 RT yang memeiliki peran penting dalam


mengyomi warga terkait dengan pelaporan dan pencatatn langsung data data
kependudukan desa kemudian persatuan ibu ibu PKK yang aktif dalam
meaplikasi kan program program pemerintah yang berkenaan dengan ibu ibu,
perkumpulan arisan dan pengajian ibu ibu desa. Bentuk betuk kegiatan
kelembagaan yang berjaan idesea ini di wujudkan dalam bentuk kegiatan
gotong royong arisan dan pengajian setiap bulan nya dengan tujuan
meningkatkan kekeluargaan dan menyambung silaturahmi antar warga desa.

26
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
Selain itu program program pembangunan desa dari pemerintah kabupaten
juga diterima masyarakat dan tepat sasaran salah satunya adalaj program
BPJS kesehatan warga desa mayoritas mepunyai jaminan kesejatan dari bpjs
yang pada bualan juli 2016 disosialisasikan dan masyarakat antusias dalam
mengikuti program ini.

Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adalah suslitnya mencari


pekerjaan sehingganya banyak sekali masusia usia produktif yang
menganggur sehing berdasarkan analisa solusi dari persolan ini adalah
peningkatan mutu dan motivasi wirausaha pada masyarakat sehingga
membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran.

5.2 Aspek Pariwisata Taman Nasional Way Kambas


Pada aspek pariwisata diamati khusus nya di kawasan wisata TNWK
.pengamatan dilakukan pada hari Sabtu, 10 Desember 2017 pukul 10.30 WIB.
Aspek lokasi wisata kawasan ini merupakan kawsan wisata alam yang
menawarkan keindahan alam yang terbentuk secara alami .dilihat dari segi
aksesibilitas untuk sampai dikawasan wisata ini sudah sangat mudah di
jangkau sarana dan prasarana serta infrastruktur aksesibilitas dibangun dan di
plihara dengan baik Daya tarik yang ditawarkan tempat wisata ini adalah
Penangkaran/konservasi gajah dengan sarana prasarana yang lengkap dan
terplihara dengan baik sehingga memanjakan para pengunjung yang
berekreasi. Kondisi promosi wisata TNWK dilakukan secara baik melalui
berbagai jalan yaitu dipromosikan melalui media cetak seperti Koran dan
majalah media online dan spanduk spanduk yang di pasang dibeberpa tempat
seperti salah satunya billboard yang dipasang. Dalam hal ini
pusatpengembangan wisata TNWK sangat active dalam mempromosikan daya
tarik wisata ini. Wahana terkait sarana presarana serta infratruktur dalam
lokasi wisata TNWK dibagun dikelala dan dipelihara dengan baik sehingga
teriptanya kenyaman dan kemudahan dalam berewisata ke tempat ini .kondidi
peragangan juaga sangan baik kois kios perdagangan di tata memanjang
sepanjang tenpat parkir didekordengan menarik serta menjual barang barang

27
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
kebutuhan pengunjung sehingga pengunjung dimudahkan dan pendapatan
pedagang juga meningkat .

Pada pengamatan kaliini dilakukan wawancara terhadap 5 orang wisatawan


yang usianya kurang dari 30 tahun dengan tingkat pendidikan 2 orang
tamatan SMA dan 3 orang tamatan SMP . Wisatawan yang dating kewasain
ini dominan berasal kota Bandar Lampung dimana kota bandar lampung
sebagai ibu kota provinsi lampung dangan jumlah penduduk yang cukup
besar dan mayoritas memiliki gaya hidup yang mementingkan pentingnya
melakukan rekreasi sebagai wahanan refresing diselaselah kesibukan aktivitas
sehari hari selain itu juga jarak kawasan wisata patai sari ringung yang tidak
terlu jauh serta aksesbilitas yang sangat baik menjadi fakot utama tempat ini
majadi tujan utaman dominan wisatawan dari kota Bandarlampung.

Kehidupan sosial masyarakat yang tinggal di dekat kawasan ini cukup terbatu
dengan adanya pengelolalan wisata ini secara terpadu banyak jugwarga yang
dipekerjakan dan di perbolehkan berdagang di kios kios semi permanen yang
disediakan pengembang .kehadiran tempat wisata ini memberikan dapak
postif dalam rangka peningkatan perekonomin msyarakat yang bermukin di
sekitarnya. Ancaman yang perludiwaspadai didaerah wisata ini adalah
datangnya gajah liar yang dapat merusak kios kios pedagang.

28
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat diambil
beberapa kesimpulan berikut. Kuliah Geografi Pariwisata Mahasiswa
Pendidikan Geografi Angkatan 2014 dilaksanakan selama 1 hari di Taman
Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur Pada hari sabtu tanggal
10 Desember 2017. Kegiatan ini dilaksanakan dengan lancar dan bertujuan
untukmemenuhi tugas dari mata kuliah geografi pariwisata.

Pengamatan pertama kali di lakukan di TNWK yaitu berupa pengamatan fisik,


sosial dan pariwisata, yang mengkaji fenomena-fenomena yang ada di
lapangan yang berkaitan dengan Geografi Budaya, Geografi Sosial,
Geomorfologi, Demografis, Geologi, Keteorologi dan Klimatologi, Geografi
Pariwisata. Untuk kondisi fisik TNWK yaitu di kawasan ini memiliki
topografi yang relatife datar dan sedikit berbukit dengan kemiringan lereng
yang berombak. pengunaan lahan disini digunakan sebagai tempat konservasi
dan wisata dangan bentukanlahan hutan.

Untuk pengamatan kondisi sosial berdasarkan hasil wawancara dengan


penduduk setempat bahwa keadaan alam atau kondisi geografis kawasan ini
sangat mempengaruhi perekonomian masayarakat khususnya masyarakat yang
berpropesi sebagai pedagang atau penyedia jasa dan fasilitas umum
dikarenakan kawasan ini sangat ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir
pekan dan hari libur Pengunjung yang datang untuk berekreasi dapat dilayani
oleh masyarakat setempat dengan menyajikan kebutuahan seperti makanan
minuman yang dijual di kios-kios yang berdiri sepanjang lapangan parkir,
daya tarik wisata inilah yang membantu menikatakan perekonomian
masyarakat yang tinggal disekitar kawasan wisata TNWK.

29
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
6.2 Saran
Dalam Kuliah Geografi Pariwisata yang telah di laksanakan di TNWK,
Kabupaten Lampung Timur diharapkan peserta yang akan melakukan kegiatan
lapangan diharapakan menyiapkan fisik dan mental serta perlengkapan-
perlengkapan yang akan dibutuhkan pada waktu kegiatan dilaksanakan.
Dengan adanya kuliah Geografi Pariwisata ini diharapkan mahasiswa dapat
mengambil banyak sekali pelajaran dan hikmah yang terjadi pada saat
pelaksaan kegiatan Kuliah Geografi Pariwisata di TNWK.

30
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Aspek Geografi.http://imfatul-tria-fkm13.web.unair.ac.id/.Diakses


pada tanggal 15 Desember 2017 Pukul 20.00 WIB
Anonim.2012.http://sidicq.wordpress.com/2012/11/27/laporan-praktikum-
geografi-tanah/ . Diakses pada tanggal 15 Desember 2017 Pukul 20.00 WIB
Anonim.2012.pengertian Kontur dan kemiringan lereng.
http://kasmatyusufgeo10.blogspot.com/2012/11/pengertian-kontur-dan
kemiringan-lereng.html. Diakses pada tanggal 15 Desemer 2017 Pukul
19.00 WIB
Anonim.2013.http://studyandlearningnow.blogspot.com/2013/01/21-kajian-teori-
perumahan dan-permukiman.html diakses Diakses pada tanggal 15
Desember 2017 Pukul 20.00 WIB
Anonim.2013. Laporan praktikum analisis landscape.
http://ries091.blogspot.com/2013/12/laporan-praktikum-analisis-
lansekap.html . Diakses pada tanggal 15 Desember 2017 Pukul 21.00 WIB
Dedi.2012.Pengertian dan Ruang lingkup meteorologi dan klimatlogi.
http://ddediary.wordpress.com/2012/12/09/pengertian-dan-ruang-lingkup-
meteorologiklimatologi-metklim/. Diakses pada tanggal 15 Desember 2017
Pukul 20.00 WIB
Fajri.2009.http://cahaya-fajeri.blogspot.com/2009/10/diktat-geologi-dasar.html .
Diakses pada tanggal 15 Desember 2017 Pukul 20.00 WIB
Lutfian.2012.Kemiskinan.http://luthfiannoor.blogspot.co.id/2012/06/kemiskinan.h
tml. Diakses pada tanggal 15 Desember 2017 Pukul 20.00 WIB

31
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017
LAMPIRAN

32
Laporan Study Lapangan Geografi Pariwisata Way Kambas 10 Desember 2017