Anda di halaman 1dari 5

A.

DEFINISI
Sistem informasi adalah sistem komputer yang mengumpulkan,
menyimpan, memproses, memperoleh kembali, menunjukkan, dan
mengkomunikasikan informasi yang dibutuhkan dalam praktik,
pendidikan, administrasi dan penelitian (Malliarou et al, 2007 dalam
Malliarou & Zega, 2009)

SIM- KEP adalah kombinasi dari ilmu komputer, ilmu informasi dan
ilmu keperawatan yang di rancang untuk manajemen dan mengolah data
serta informasi pengetahuan yang dapat menunjang praktik
keperawatan dan pengembangan ilmu keperawatan (Strenggers &
Thompson, 2002)

SIM- KEP adalah area khusus yang mengintegrasikan ilmu


komputer dan ilmu informasi untuk mengatur dan mengkomunikasikan
data informasi dan pengetahuan dala praktek keperawatan (Huber, 2010
; Potter & Perry, 2010).

B. Elemen SIMKEP
Siagian (2003) komponen suatu pengelolaan data secara elektronik
terdiri atas sumber daya manusia, prosedur, infrastruktur fisik, perangkat
keras dan perangkat lunak.
Cahyo (2010) dalam mewujudkan komputer sebagai pengolah data
untuk menghasilkan informasi, maka diperlukan sistem komputer yang
elemennya terdiri dari hardware, software, dan brainware

C. PAYUNG HUKUM
a. UU No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 52 pencatatan dan
pelaporan.
b. UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik
D. PROGRAM YANG DIKEMBANGKAN DALAM SIMKEP
Menurut Jasun (2006) beberapa program tang dirancanf dalam SIMKEP
antara lain :
a. Standar Asuhan Keperawatan
b. Standar Operating Procedure (SOP)
c. Discharge Planning
d. Jadwal dinas perawat
e. Penghitungan angka kredit perawat
f. Daftar diagnosa keperawatan terbanyak
g. Daftar NIC terbanyak
h. Laporan Implementasi
i. Laporan statistik
j. Resume Perawatan
k. Daftar SAK
l. Presentasi Kasus Online
m. Mengetahui Jasa Perawat
n. Monitoring Tindakan Perawat & Monitoring Aktifitas Perawat
o. Laporan Sift
p. Monitoring Pasien oleh PN atau Kepala Ruang saat sedang Rapat

E. MANFAAT SIM-KEP
Sistem informasi manajemen berbasis komputer tidak hanya
bermanfaat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan, namun juga
dapat menjadi pendukung pedoman bagi pengambil kebijakan/
pengambil keputusan di keperawatan/ decision support system dan
executive information system (Eko, I. 2001)
Manfaat sistem informasi dalam keperawatan (Malliarou & Zyga,
2009)
1. Lebih banyak waktu dengan pasien dan lebih sedikit waktu di nurse
station
2. Mengurangi penggunaan kertas
3. Dokumentasi keperawatan secara otomatis
4. Standar yang sama dalam perawatan (proses keperawatan)
5. Mengurangi biaya
6. Kualits pelayanan keperawatan dapat diukur.

F. Kekurangan SIMKEP
1. Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai
teknologi informasi.
2. Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama
karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin
sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan
efisien.
3. Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum
tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat
sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih
(tidak up to date).
4. Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer
sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.
5. Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan
sistem informasi karena bukan merupakan core competency
pekerjaan mereka.
6. Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat
menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan sistem dan
kesalahan/ resiko yang terjadi menjadi tanggiung jawab perusahaan
(ditanggung sendiri).
G. TAHAP PENGEMBANGAN SIMKEP
a. Konversi paralel (paralel conversion) yaitu sistem lama dan sistem
baru sama-sama dijalankan, jika sistem baru telah bisa diterima
untuk menggantikan sistem lama, maka sistem lama segera
dihentikan.
b. Konversi pilot (pilot conversion) yaitu menerapkan sistem baru hanya
pada lokasi tertentu yang diperlukan sebagai pelopor. Jika berhasil
maka akan diperluas ke tempat lain.
c. Konversi langsung (direct conversion atau direct cut over) yaitu
menghentikan sistem lama dan menggantinya dengan sistem yang
baru.
d. Konversi modular atau bertahap (phased conversiion) yaitu cara
yang aman daripada konversi langsung.

H. TAHAP PENGEMBANGAN SIMKEP


1. Tahap analisis
2. Tahap desain sistem
3. Tahap implementasi, pada tahap ini dilakukan
 Pelatihan substansi proses keperawatan
 Pelatihan pengoperasian sistem
 Pelatihan peran masing-masing user
 Uji coba dan pendampingan
 Evaluasi dan proses

I. STANDARISASI BAHASA KEPERAWATAN


Standar bahasa dalam keperawatan (Standardized Nursing
Language) adalah bahasa yang umum digunakan, diketahui oleh seluruh
perawat, untuk menggambarkan asuhan keperawatan yang diberikan
(Keenan, 1999 ; Rutherford, 2006)
Daftar Terminologi SNL

a. CCC (Clinical Care Classification) System


b. ICNP (International Classification of Nursing Practise)
c. ICF (International Classification of Functioning, Disability and Health)
d. ICD-10 (International Classification of Disease 10 th revision)
e. NANDA –I (North America Nursing Diagnosis Association
International)
f. NIC (Nursing Interventions Classification)
g. NOC (Nursing Outcomes Classification)
h. OMAHA System