Anda di halaman 1dari 11

TUGAS AUDIT & ASSURANS

“Audit Market”

Disusun Oleh:

- Gian Sebastian / 125150371


- Dicky Djajadi / 125150379

Kelas EY

UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Jl. Tanjung Duren Utara I, Jakarta Barat

2017
CHAPTER 2
AUDIT MARKET
2.1 Pengantar
Kemunculan pesat dari peran auditor dimulai sejak masa revolusi industri yang
bermula di Inggris sekitar tahun 1780. Perkembangan terebut dipicu karena
semakin pesatnya pertumbuhan industri berskala besar yang memiliki modal
dalam jumlah besar. Adanya aktivitas pemisahan kekayaan dan semakin
berkembangnya dunia bisnis saat itu mendorong pertumbuhan profesi akuntan
dan auditor, baik yang internal maupun eksternal. Auditor dibutuhkan untuk:
1. Menentukan representasi yang akan dilampirkan pada laporan keuangan
2. Meningkatkan keyakinan kepada investor, kreditur, dan pihak terkait
lainnya atas laporan keuangan dan opini berdasarkan laporan keuangan
tersebut

Manajemen mengontrol sistem akuntansi, pengendalian internal, dan laporan


keuangan untuk para investornya. Tetapi manajemen tidak independen dan
obyektif karena kesuksesan bergantung kepada positifnya laporan mereka. Oleh
karena itu, auditor lah yang menaikkan kepercayaan pengguna laporan tersebut
dengan memberikan opini atas kewajaran laporan laporannya.

2.2 Permintaan dan Penawaran Jasa Audit


Permintaan terhadap audit services dijelaskan dengan 4 teori, yaitu :
1. The Policeman Theory
Auditor yang bertanggung jawab untuk mencari, menemukan, dan mencegah
adanya kecurangan. Sampai dengan tahun 1940-an itu dipegang luas bahwa
pekerjaan auditor adalah fokus kepada akurasi aritmetik dan melakukan
deteksi dan pencegahan kecurangan. Namun, dari 1940-an sampai pergantian
abad ada pergeseran audit berarti verifikasi kebenaran dan kewajaran laporan
keuangan.
2. The Lending Credibility Theory
Pandangan lainnya berpendapar bahwa fungsi utama dari seorang auditor
adalah untuk menambah kredibilitas laporan keuangan. Laporan keuangan
yang telah diaudit digunakan oleh manajemen untuk meningkatkan
kepercayaan stakeholders kepada pekerjaan yang telah dilakukan oleh
manajemen.

3. The Theory of Inspired Confidence


Teori ini dikembangkan pada akhir tahun 1920-an oleh profesor Belanda,
Theodore Limperg. Berbeda dengan teori-teori sebelumnya, teori Limperg
tidak hanya menjelaskan permintaan jasa audit saja, tetapi juga menjelaskan
penawaran jasa audit. Permintaan untuk jasa audit adalah konsekuensi
langsung dari kontribusi para stakeholders dalam perusahaan. Para
stakeholders ini menuntut pertanggungjawaban dari manajemen, sebagai
imbalan atas kontribusi mereka terhadap perusahaan. Audit atas informasi ini
diperlukan karena informasi yang diberikan oleh manajemen mungkin bias
karena adanya perbedaan antara kepentingan manajemen dan pemangku
kepentingan. Auditor harus bertindak sedemikian rupa sehingga dia tidak
mengecewakan harapan dari para stakeholders dan harus melakukan segala
hal untuk memenuhi harapan publik

4. Agency Theory
Teori ini digagas oleh Watts dan Zimmerman. Auditor ditunjuk bukan hanya
untuk kepentingan pihak ketiga, melainkan juga untuk kepentingan
manajemen. Perusahaan dipandang sebagai hasil dari kontrak formal, di mana
tiap-tiap anggotanya memberikan kontribusi kepada perusahaan. Hasil dari
audit (report assurance) akan disampaikan kepada pihak ketiga yang telah
memberikan kontribusi kepada perusahaan tersebut. manajemen dipandang
sebagai agen yang mencoba untuk mendapatkan kontribusi dari bank,
pemegang saham dan karyawan.
2.3 Peraturan Audit
Di kebanyakan Negara, umumnya peraturan mengatakan bahwa perusahaan diberi
kebebasan apakah mereka menggunakan laporan keuangan yang diaudit atau
tidak, sehingga berdampak penawaran jasa audit dibiarkan terbuka tanpa harus
ada persyaratan tertentu untuk menjadi seorang auditor. Namun belakangan ini,
pada Negara besar seperti Amerika dan Eropa, audit secara hukum diperlukan
untuk perusahaan yang berskala menengah-besar yaitu jumlah karyawan lebih dari
50 orang, Asset lebih dari 3,1 juta Euro, dan net sales lebih dari 6,2 juta Euro.
Berkaitan dengan hal tersebut, penawaran jasa audit saat ini juga diatur sehingga
audit hanya dapat dilakukan oleh auditor yang telah memenuhi persyaratan teknis
tertentu yang berkaitan dengan pendidikan dan pengalaman yang sudah memadai.

Dewan Pengawasan Akutansi (Public Oversight Board)


Karena makin tingginya permintaan akan jasa audit laporan keuangan, maka
dibentuklah Dewan Pengawasan Akuntansi (Public Oversight Board/POB) yang
berfungsi untuk memeriksa ulang pekerjaan dari auditor dan mengambil peran
aktif dalam mengatur dan menegakkan standar. Contoh dari POB ini adalah the
Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB) dari amerika yang
berdasar pada Sarbanes-Oxley Act of 2002 yang bertugas untuk memeriksa
operasi perusahaan akuntansi yang telah terdaftar dan menyelidiki kemungkinan
pelanggaran hukum sekuritas, standar, konsistensi, dan perilaku, serta memberi
sanksi terhadap perusahaan dan individu untuk pelanggaran hukum, peraturan,
dan aturan yang berlaku.

2.4 Perusahaan Audit


Perusahaan Audit pada umunya dibagi 2 yaitu:
1. Perusahaan Audit Big-Four
Kelompok empat perusahaan jasa professional dan akuntansi internasional
terbesar berstandar audit tinggi yang menangani mayoritas pekerjaan audit
untuk perusahaan public maupun tertutup
Contoh: Ernst&Young (EY), Deloitte, Pricewaterhouse Coopers (PWC), dan
KPMG
2. Perusahaan Audit Bukan Big-Four
KAP yang ukurannya lebih kecil daripada KAP big-four serta memiliki
standar audit lebih rendah daripada KAP big-four
Contoh: RSM AAJ, CBIZ, BDO, Crowe Horwath, GMN Internasional, dll

2.5 Audit Mutu dan Audit Biaya Penentuan


Auditor dievaluasi berdasarkan 2 elemen, yaitu:
1. Kualitas Audit Fungsional
Sejauh apa proses pelaksanakan audit dan penyampaian hasil audit dapat
memenuhi harapan konsumen. Aspek ini bukan hanya berorientasi pada
hasil saja, melainkan pada prosesnya juga.
2. Kualitas Audit Teknis
Kualitas dari hasil proses audit mengenai seberapa baik auditor dalam
mencari error dalam laporan keuangan atau dalam mendeteksi fraud. Para
klien bukan hanya megapresisasi kemampuan dari auditor dalam
menemukan kesalahan, melainkan bagaimana mereka dapat menunjukkan
apa yang salah serta memberikan opini yang akurat sesuai ketentuan yang
berlaku.

Kualitas dan Jangka Waktu (Audit Tenure)


Audit tenure merupakan jangka waktu perikatan yang terjalin antara auditor dari
kantor akuntan publik dengan auditee yang sama. Audit pada tahun awal-awal
pasti tidak terlalu menyeluruh karena butuh waktu untuk mengidentifikasi semua
resiko audit yang potesial, namun hubungan yang terjalin antara klien dengan
Kantor Akuntan Publik selama bertahun-tahun (biasanya 10-15 tahun) secara
potensial dapat mengurangi independensi auditor yang bekerja di suatu kantor
akuntan publik.
Sehingga dilakukan rotasi untuk pemberian jasa akuntan publik. Di Indonesia,
rotasi jasa akuntan publik diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan nomor:
17/KMK.01/2008 tentang “Jasa Akuntan Publik” pasal 3 yang mengatur bahwa
“Pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan dari suatu entitas dilakukan
oleh KAP paling lama untuk 6 (enam) tahun buku berturut-turut dan oleh
seorang Akuntan Publik paling lama 3 (tiga) tahun buku berturut-turut.”
Biaya Audit
Laporan Keuangan yang dihasilkan haruslah memiliki kualitas yang baik dan
dapat diandalkan untuk membantu dalam pengambilan keputusan (decision
making), oleh karena itu butuh jasa pemeriksaan (audit) yang berkualitas baik
pula. Besaran fee audit dapat mempengaruhi kualitas hasil audit, dimana ketika
pemilik perusahaan memilih auditor yang berkualitas tinggi maka akan
dikenakan fee audit yang tinggi pula dengan hasil audit yang dapat memberikan
informasi yang berguna bagi investor dalam pengambilan keputusan.
Besarnya Fee Audit bergantung pada:
1. Ukuran perusahaan yang akan diaudit
Makin besar perusahaan yang diaudit maka biayanya akan semakin mahal
2. Ukuran KAP
Jika menggunakan jasa audit dari KAP Big-Four, maka biaya auditnya akan
lebih mahal daripada KAP bukan Big-Four
3. Tingkat Layanan Konsultasi
Makin baik tingkat layanan konsultasi, maka biaya akan semakin mahal
4. Kualitas dari sistem internal control dari perusahaan yang di audit
Bila internal control di suatu perusahaan semakin baik, maka biaya akan
semakin rendah karena internal control yang baik akan berdampak pada
terlaksana nya prosedur perusahaan sesuai aturannya, sehingga KAP dengan
mudah dapat menyelesaikan penugasan untuk proses audit perusahaan
tersebut
2.6 Auditor’s Legal Liability
1. Liability Under Common Law
Common law adalah hukum yang tidak tertulis yang berdasarkan atas
keputusan pengadilan dan bukan atas hukum yang dibuat dan disahkan oleh
pihak legislatif. Common law berasal dari prinsip-prinsip yang berdasarkan
atas keadilan, alasan, dan hal-hal yang masuk akal. Menurut common law,
kewajiban hukum para auditor berkaitan dengan dua pihak yaitu:
a. Para klien, sesuai dengan:
i. Contract Law (Hukum Kontrak)
Seorang auditor bertanggung jawab kepada klien atas pelanggaran
kontrak, apabila ia menerbitkan laporan audit standar tanpa
melakukan audit sesuai dengan GAAS, tidak mengirimkan laporan
audit sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati, dan melanggar
hubungan kerahasiaan klien.
ii. Tort Law (Hukum Kerugian)
Tindakan merugikan adalah tindakan salah yang merugikan milik,
badan, atau reputasi seseorang yang berdasarkan kelalaian yang biasa,
kelalaian kotor, atau kecurangan.
b. Pihak ketiga (Stakeholders)
Auditor bertanggung jawab kepada semua pihak ketiga atas semua
kelalaian kotor dan kecurangan menurut hukum kerugian. Sebaliknya
kewajiban auditor atas kelalaian biasa pada umumnya berbeda antara
kedua kelompok pihak ketiga.
2. Civil Liability under Statutory Law (Kewajiban Menurut Undang-Undang
Sekuritas)
Sebagian besar negara bagian memiliki undang-undang pengamanan surat
berharga yang dimaksudkan untuk mengatur penerbitan dan perdagangan
sekuritas dalam suatu negara bagian (federal). Biasanya undang-undang ini
mewajibkan pengarsipan laporan keuangan yang telah diaudit oleh suatu
badan pengatur yang ditunjuk.
3. Criminal Liability Under Statutory Law
Seorang akuntan professional dapat dituntut secara hokum apabila terlibat
dalam tindakan yang melawan hukum seperti membuat laporan keuangan
palsu (manipulasi) dan harus menanggung hukuman seperti denda atau
penjara atau keduanya.
Securities Exchange Act of 1934
Mewajibkan perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam lingkup undang-
undang ini untuk
(1) Mengarsipkan laporan pendaftaran apabila sekuritas tersebut
diperdagangkan secara terbuka kepada masyarakat melalui pasar bursa
efek atau pasar di luar bursa efek
(2) Menjaga agar arsip laporan pendaftaran tersebut tetap mutakhir dengan
cara mengarsipkan laporan tahunan, laporan kuartalan, dan informasi-
informasi lain yang berkaitan dengan securities exchange.
4. Liabilities as Members of Professional Accounting Organisations
Tiap profesi audit memiliki pengadilan untuk kedisiplinan. Di beberapa
negara, siapapun dapat mengajukan protes/complain kepada auditor.
Pengadilan disiplin biasanya terdiri dari wakil dari audit dan profesi hukum,
serta wakil dari masyarakat umum. Setelah mendengar argumen dari
penggugat dan tergugat, pengadilan membuat keputusan dan menentukan
sanksi-jika ada-terhadap auditor yaitu dapat berupa denda, teguran,
pelarangan tugas sementara atau bahkan seumur hidup

Solusi untuk meminimalisir resiko seorang auditor terjerat dalam litigasi:


1. Proportionate liability : perusahaan tidak bertanggung jawab atas seluruh
kerugian yang ditanggung penggugat tapi hanya sejauh kerugian yang
disebabkan oleh auditor
2. Beberapa negara (seperti jerman) telah menetapkan batasan hokum atas
kewajiban auditor (kepada klien dalam kasus Jerrnan)
3. Untuk melindungi kekayaan pribadi dari mitra audit, beberapa
perusahaan audit tersetruktur sebagai kemitraan terbatas
2.7 Pengembangan dari Audit Market
Pengguna jasa audit dapat diklasifikasikan sebagai auditee (dewan direksi
perusahaan) dan stakeholders (pemegang saham, bank, kreditor, karyawan,
pelanggan, dan kelompok lain). Masing-masing kelompok memiliki ekspektasi
sendiri berkaitan dengan tugas-tugas seorang auditor, yaitu:
1. Memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan
Memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan umumnya
dianggap sebagai bisnis inti auditor. Pada dasarnya, tampaknya bahwa
sebagian besar pengguna jasa audit mengharapkan bahwa laporan
keuangan dengan opini audit wajar tanpa pengecualian dan benar-benar
bebas dari kesalahan. Perusahaan seperti Enron, Parmalat, dan
WorldCom yang melaporkan laporan keuangan palsu memiliki laporan
keuangan yang tidak mencerminkan kondisi keuangan perusahaan
tersebut. Keterbatasan dari audit, dinyatakan dalam materialitas dan
risiko audit tidak sepenuhnya diterima dan dipahami oleh semua
kelompok pengguna.
2. Memberikan pendapat atas kemampuan perusahaan untuk
mempertahankan akan kelangsungan perusahaan.
Melalui hasil laporan keuangannya, auditor diharapkan dapat secara
wajar menjabarkan kondisi perusahaan sesungguhnya, yaitu apakah
masih akan bertahan atau akan mengalami kebangkrutan. Bila ada
keraguan, maka auditor perlu mengungkapkan keraguan ini melalui opini.
3. Memberikan pendapat atas sistem pengendalian internal perusahaan
Isu pengujian dan pelaporan pada kualitas sistem pengendalian internal
perusahaan telah diakui sebagai salah satu isu fokus dalam audit. Saat ini,
ISA 400 mengharuskan auditor untuk memahami sistem akuntansi dan
pengendalian internal perusahaan, sehingga cukup untuk merencanakan
audit dan mengembangkan pendekatan audit apa yang efektif.
4. Memberikan pendapat atas timbulnya kecurangan/fraud
Deteksi kecurangan telah menjadi salah satu pilar profesi auditor, oleh
karena itu, auditor harus dapat menemukan kasus kecurangan dan
melaporkannya melalui opini yang dibuat.
5. Memberikan pendapat atas timbulnya tindakan ilegal
Auditor diharapkan dapar mendeteksi dan melaporkan tindakan illegal
yang terjadi
2.8 Contoh Studi Lapangan dan Perundang-undangan yang Mempengaruhi
Pasar Audit Internasional
1) COSO Report, bertujuan untuk:
a) Mengharmonisasikan definisi mengenai pengendalian internal dan
komponennya
b) Membantu manajemen dalam menilai kualitas pengendalian internal
c) Menciptakan perbandingan dari pengendalian internal, yang
memungkinkan manajemen untuk membandingkan pengendalian internal
di perusahaan mereka sendiri dengan pengendalian internal yang berlaku
saat ini secara umum
d) Menciptakan basis/dasar untuk pelaporan eksternal mengenai
pengendalian internal yang layak.
2) The Cadbury Report, Combined Code, and Turnbull Report
 Laporan Cadbury diterbitkan di Inggris oleh Komite Keuangan
Aspek Tata Kelola Perusahaan. Cadbury berkaitan dengan tanggung
jawab dan tugas eksekutif dan anggota non-eksekutif dari dewan
direksi. Laporan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan yang
terdaftar di Bursa Efek London harus mematuhi Kode Best Practice
 Selain itu, Laporan Cadbury menyarankan bahwa dewan harus
melaporkan bahwa itu diuji kecukupan pengendalian internal
perusahaan serta kemampuan perusahaan untuk melanjutkan
usahanya.
 Laporan Turnbull/Kode gabungan adalah ;aporan menyatakan bahwa
direksi harus menetapkan kebijakan yang tepat pada pengendalian
internal dan mencari jaminan reguler bahwa sistem pengendalian
internal berfungsi secara efektif dalam mengelola risiko yang telah
disetujui oleh dewan direksi.
3) Sarbanes-Oxley Act of 2002 (SOX)
SOX adalah hukum akuntansi pertama disahkan oleh AS sejak Securities
and Exchange Act of 1934. Terbentuk akibat skandal akuntansi yaitu
runtuhnya Enron dan memperluas ke perusahaan-perusahaan raksasa seperti
WorldCom, Xerox, dan Tyco, menyebabkan reaksi di Amerika Serikat.
2.9 Persyaratan Baru untuk Perusahaan Audit dan Komite Audit
 Auditor harus melaporkan kepada komite audit, bukan kepada manajemen
 Partner audit dan partner review harus diputar setiap lima tahun
 Partner kedua harus meninjau dan menyetujui laporan audit.
 Akan dijatuhi hukuman hingga sepuluh tahun penjara untuk sengaja gagal
untuk menjaga semua laporan audit dan ulasan (review) untuk setidaknya
lima tahun
 Penghancuran dokumen akan menerima hukuman hingga 20 tahun penjara.
 Manajemen harus menilai dan membuat representasi tentang efektivitas
struktur pengendalian intern dan auditor mereka akan diminta untuk
membuktikan penilaian dan menggambarkan tes yang digunakan.

8 Pelayanan yang melangggar hukum bila dilakukan oleh auditor kepada


perusahaan:

1. Pembukuan
2. Desain dan implementasi sistem informasi
3. Pelayanan appraisal &valuation
4. Pelayanan aktuaris
5. Audit internal
6. Pelayanan manajemen dan SDM
7. Makelar dan investasi perbankan
8. Pelayanan ahli yang berhubungan dengan pelayanan audit