Anda di halaman 1dari 5

See

discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/260157567

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM


OTOMATISASI PEMELIHARAAN TANAMAN
HIDROPONIK

Article · October 2009

CITATIONS READS

2 312

3 authors, including:

Sani M. Isa
Binus University
52 PUBLICATIONS 101 CITATIONS

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Smart Health Monitoring View project

All content following this page was uploaded by Sani M. Isa on 25 November 2015.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


TESLA Vol. 8 No. 1, 1 – 4 (Maret 2006)
Jurnal Teknik Elektro

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM OTOMATISASI


PEMELIHARAAN TANAMAN HIDROPONIK

Hadian Satria Utama1), Sani M. Isa1) dan Arie Indragunawan2)

Abstract
Nowadays automatitation is become a trend, even though people still using manual ways to do
agriculture, especially in hydroponics plantation. By using this device, people don’t have to do
watering and maturing hydroponics plants again, because the system will do it automatically.

Keywords : hidroponik plantation and automatic

PENDAHULUAN media tanah, pada tanaman hidroponik media


yang digunakan bukanlah media tanah, tetapi
Dewasa ini perkembangan teknologi
dapat berupa batu apung, air, arang sekam,
sangat berkembang pesat. Salah satu
dan pasir. Keuntungan yang diperoleh pun
perkembangan teknologi yang sangat
cukup berlimpah, diantaranya adalah tanaman
berkembang pesat adalah elektronika. Salah
menjadi lebih bersih, tidak membutuhkan
satu caranya adalah dengan otomatisasi alat
tempat yang luas, dan lain-lain. Tanaman
bantu manusia yang sudah ada. Dengan
dapat ditanam dengan metode ini antara lain,
adanya otomatisasi itu maka diharapkan alat
jenis sayuran (contoh: selada, caysim, bayam,
bantu manusia yang sudah ada sekarang dapat
kangkung), jenis sayuran buah (contoh: tomat,
bekerja lebih efisien dan efektif dalam
terong, mentimun), dan lain-lain.
meringankan pekerjaan manusia.
Pada perancangan ini penulis
Bukan hanya pada elektronika, bidang
merancang suatu alat yang dapat melakukan
pertanian sekarang pun sudah menjadi sangat
penyiraman dan pemberian pupuk secara
berkembang. Hal ini dapat diakibatkan
otomatis sesuai dengan waktu yang telah
semakin sempitnya lahan pertanian, sehingga
ditentukan.
manusia mulai mencari cara yang lebih efisien
dalam mengembangkan bidang pertanian
walaupun lahannya semakin sempit. Tujuan Rancangan
Perkembangan ini dapat dilihat dengan
Tujuan dari rancangan sistem
adanya metode pertanian yang baru, salah
otomaisasi ini adalah untuk
satunya yang dikenal sebagai budi daya sistem
mengotomatisasikan pemeliharaan tanaman
hidroponik.
hidroponik yaitu dalam hal penyiraman dan
Hidroponik berasal dari kata hidro yang pemberian pupuk, sehingga diharapkan dapat
berarti air dan ponus yang berarti daya. mempermudah user yang ingin melakukan
Dengan demikian, hidroponik dapat berarti pemeliharaan tanaman hidroponik.
memberdayakan air, yaitu kegunaan air
sebagai dasar pembangunan tubuh tanaman
dan berperan dalam proses fisiologi tanaman. Spesifikasi Rancangan
Berbeda dengan cara penanaman biasa, bila Alat yang akan dirancang ini memiliki
pada penanaman biasa yang digunakan adalah spesifikasi sebagai berikut :

1)
Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
2)
Alumni Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

1
2 Hadian S.Utama., Sani M. Isa dan A. Indragunawan

a. Menggunakan mikrokontroler AT89S52 digunakan sebagai pengendali keseluruhan


sebanyak 2 buah sistem. IC mikrokontroler yang digunakan
b. Menggunakan tampilan Liquid Crystal adalah IC keluaran ATMEL dengan tipe
Display (LCD) 2x16 AT89S52.
c. Motor DC sebanyak 4 buah. Alasan penulis menggunakan
d. Menggunakan catu daya 5 Volt. mikrokontroler ini adalah karena
e. Keypad sebagai input mikrokontroler ini banyak sekali di pasaran
f. Pompa air sebanyak 3 buah dan memiliki kemampuan in-system
LDR sebagai sensor programming, dimana mikro ini dapat
diprogram langsung tanpa menggunakan
modul downloader. sehingga bila ingin
ISI melakukan perubahan program dapat
Rancangan sistem Otomatisasi dilakukan dengan lebih cepat. Jumlah I/O
pemeliharaaan tanaman hidroponik ini adalah pada mikrokontroler ini sebanyak 32 buah,
alat bantu untuk melakukan penyiraman dan karena port untuk I/O yang dibutuhkan oleh
pemupukan secara otomatis. penulis tidak mencukupi maka penulis
menggunakan 2 mikrokontroler.
Konsep dasar alat ini adalah alat ini
secara otomatis akan menyiram tanaman pada
saat pertama kali menghidupkannya, Realisasi Rancangan
kemudian penyiraman akan dilakukan setiap 3 Perancangan alat ini secara umum
hari sekali. Alat ini juga akan dapat terdiri dari 2 bagian yaitu perancangan
melakukan pencampuran pupuk, kemudian perangkat keras dan perancangan perangkat
pupuk akan disiramkan secara otomatis setiap lunak.
seminggu sekali. Karena pupuk akan Perancangan perangkat keras terdiri dari
dicampur dengan air, maka pemberian pupuk beberapa bagian, yaitu :
dan air akan dilakukan secara bergantian
• Perancangan modul mikrokontroler
setiap 3 hari sekali.
• Perancangan modul display LCD
Diagram blok rancangan sistem • Perancangan modul stepper motor DC
otomatisasi pemeliharaan tanaman hidroponik • Perancangan Modul Pompa
yang dirancang diperlihatkan pada Gambar 1 • Perancangan modul LDR
berikut ini:
Perancangan software dilakukan dengan
menggunakan Assembler ASM51 yang
kemudian akan di download ke dalam
mikrokontroler. Sebelum melakukan
pemrograman penulis melakukan perancangan
hardware terlebih dahulu. Hal ini dilakukan
agar dapat mempermudah penulis dalam
melakukan pengecekan apabila terdapat
kesalahan dalam melakukan pemrograman.
Gambar 1. Diagram blok rancangan.

Pemilihan Tipe Komponen HASIL PENGUJIAN DAN ANALISIS

Perancangan dan implementasi sistem Pengujian ini merupakan pengujian


otomatisasi pemeliharaan tanaman hidroponik yang dilakukan terhadap modul-modul yang
ini menggunakan IC mikrokontroler sebagai digunakan dalam perancangan alat. Maksud
komponen utamanya. Mikrokontroler ini dari pengujian ini adalah untuk mengetahui

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 1 (Maret 2006)


Perancangan dan implementasi sistem otomatisasi pemeliharaan tanaman hidroponik 3

bahwa modul yang digunakan dapat berfungsi limit switch dapat dipakai. Pada rancangan ini,
dengan baik. penulis menggunakan 2 buah limit switch.
Hasil pengujian modul limit switch dapat
Tabel 1. Hasil pengujian modul dilihat pada Tabel 3. Dari Tabel tersebut dapat
mikrokontroler dilihat bahwa secara kesuluruhan hasil
Pengujian pengujian modul limit switch sesuai dengan
Tampilan LED yang diharapkan.
ke -
1 11111111
2 00000000 Tabel 3. Hasil pengujian modul limit switch
3 11111111 sebanyak 5 kali
4 00000000 Jenis Limit Tidak
5 11111111 Ditekan
Switch Ditekan
Limit Open / Close /
Berdasarkan hasil yang diperoleh maka Switch 1 Terbuka Tertutup
dapat disimpulkan bahwa modul Limit Open / Close /
mikrokontroler yang dibuat dapat bekerja Switch 2 Terbuka Tertutup
dengan baik dan sesuai dengan kriteria untuk
rancangan alat yang dibuat. Pengujian LDR ini bertujuan untuk
mengetahui apakah LDR ini dapat bekerja
Pengujian dilanjutkan dengan menguji dengan baik atau tidak. Pertama penulis
modul-modul lainnya, seperti pengujian pada melakukan pengujian LDR. Pada pengujian
modul keypad, modul driver motor, modul ini penulis menggunakan multimeter.
tampilan, modul limit switch, dan modul LDR Mulimeter dipasang pada posisi Ohm,
Hasil pengujian modul keypad dapat kemudian penulis mengukur tahanan pada
dilihat pada Tabel 2. Dari Tabel tersebut dapat kedua kaki LDR. Apabila tahanan LDR pada
dilihat bahwa secara kesuluruhan hasil saat terkena cahaya dan pada saat tidak
pengujian modul keypad sesuai dengan yang terkena cahaya berbeda jauh, maka LDR ini
diharapkan. dapat dipakai. Hasil pengujian LDR dapat
dilihat pada Tabel berikut
Tabel 2. Hasil pengujian modul keypad
sebanyak 5 kali Tabel 4. Hasil pengujian LDR
Jenis Tidak Hambatan Hambatan Saat
Ditekan Jenis
keypad Ditekan Saat Terkena Tidak Terkena
LDR
keypad - 1 Open Close / Short cahaya (KΩ) Cahaya (KΩ)
keypad - 2 Open Close / Short LDR 1 0.5 114
keypad - 3 Open Close / Short LDR 2 1,4 109.6
keypad – 4 Open Close / Short LDR 3 2,1 110
Keypad - 5 Open Close/ Short LDR 4 0.6 123.5

Pada pengujian limit switch pertama Setelah semua selesai dilakukan, maka
multimeter diatur ke ohm. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian sistem
dihubungkan pada kaki NO (Normally Open) keseluruhan. Pengujian yang dilakukan pada
dan kaki common pada limit switch. Bila tidak bagian ini adalah pengujian sistem kerja
tersambung, brarti baik. Kemudian limit rancangan alat yang dibuat. Pada pengujian
switch ditekan, pada keadaan ini multimeter ini penulis langsung menjalankan sistem,
harus menunjukkan angka yang berarti limit mulai dari menset timer, menyalakan sistem,
switch tersambung. Bila sudah benar, berarti dan menunggu sistem bekerja. Apabila hasil

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 1 (Maret 2006)


4 Hadian S.Utama., Sani M. Isa dan A. Indragunawan

pengujian sesuai dengan data yang hambatan yang besar antara saat LDR
diharapkan, berarti sistem telah berjalan terkena cahaya dan saat tidak terkena
dengan baik. cahaya.
3. Dengan menggunakan LDR sebagai
sensor matahari, penutup matahari dapat
Tabel 5. Data yang diharapkan.
bekerja dengan baik, yaitu akan membuka
Hari saat terang dan akan menutup saat gelap.
Aktivitas
ke
1 Pompa siram air nyala sampai Saran
sensor di pot terhalang. Bagi yang ingin mengembangkan
3 Pompa isi air pupuk nyala sampai rancangan alat ini, saran yang dapat diberikan
sensor di tempat campuran untuk mendukung pengembangan tersebut
terhalang. Motor penutup takaran adalah sebaiknya ditambahkan alat untuk
bergerak menutup. Penutup tempat mengatur suhu sesuai dengan yang
stok terbuka sampai sensor di dibutuhkan oleh tanaman agar tanaman dapat
takaran terhalang, kemudian tumbuh dengan lebih baik.
menutup kembali. Penutup takaran
terbuka selama 2 detik. Motor
pengaduk nyala selama 5 detik. Referensi
Pompa siram pupuk nyala sampai
sensor di pot terhalang. M.J.Cooke, Semiconductor Devices, London:
6 Pompa siram air nyala sampai Prentice Hall International, 1990
sensor di pot terhalang. R.Boylestad, Electronic Devices And Circuit
9 Pompa siram pupuk menyala Theory,6th edition, New Jersey: Prentice
sampai sensor di pot terhalang Hall Intenational,1996, ch.: 3, pp. 116 –
12 Pompa siram air nyala sampai 119
sensor di pot terhalang. R.J.Tocci, Digital Systems, 5th edition,
15 Pompa siram pupuk menyala London: Prentice-Hall International
sampai sensor di pot terhalang Editions, 1995, ch.:12, pp. 682
18 Penutup matahari terbuka sampai
limit switch atas terkena. Setelah Suhata, Aplikasi Mikrokontroler Sebagai
itu pompa siram air akan menyala Pengendali Peralatan Elektronik Via
sampai sensor di pot terhalang Line Telepon, edisi pertama, Jakarta :
Elex Media Komputindo,2005, ch.: 2,
pp.7-12.
PENUTUP Y.Sutioso, Hidroponik ala Yos, Jakarta:
Kesimpulan Penebar Swadaya, 2002.

Selama proses perancangan alat dan Datasheet LCD


hasil pengujian yang dilakukan terhadap Datasheet AT89S52
rancangan ini, maka dapat ditarik kesimpulan
www.DCElektricmotors.htm
sebagai berikut:
1. Perancangan dan implementasi sistem www.Electricmotor/wikipedia/thefree
otomatisasi pemeliharaan tanaman encyclopedia.htm.
hidroponik dapat bekerja sesuai dengan Dokumen Pribadi
yang direncanakan.
2. LDR yang baik untuk digunakan adalah
LDR yang memiliki perbedaan nilai

TESLA, Jurnal Teknik Elektro, Vol. 8 No. 1 (Maret 2006)

View publication stats