Anda di halaman 1dari 4

3 CM

LAPORAN PRAKTIKUM GEOMAGNETIK TNR 12


SPASI 1,5
BEFORE PAPER ACARA RTP RTE
AFTER 0 TNR 14 BOLD

5,5 CM

5,5 CM

4 CM 3 CM

SPASI 1
Oleh: TNR 12 BOLD
XXXXXXXXX
SPASI 1,5
BERFORE 111.160.XXX TNR 14 BOLD
AFTER 1,5
KELOMPOK X

LABORATORIUM GEOFISIKA EKSPLORASI


TNR 14
JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA
BOLD SPASI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
1 ; BEFORE UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
AFTER 0 YOGYAKARTA
2018

3 CM
JUDUL PAPER
Nama Kalian
116.160. 254
Program Studi Teknik Geologi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
namakalian@gmail.com
Jalan SWK 104 Condongcatur Yogyakarta

INTISARI

Sifat kemagnetan batuan dimanfaatkan dalam ilmu geofisika dengan metodenya yaitu
metode geomagnetik, untuk melakukan eksplorasi supaya diketahui gambaran bawah permukaan.
Intrusi batuan beku memiliki sifat kemagnetan yang mana dapat dimaanfaatkan dalam eksplorasi
geomagnetik sehingga dapat diketahui keberadaannya di bawah permukaan. Pengukuran dilakukan
pada hari Sabtu tanggal 15 April 2017 di daerah Gunung Wungkal, Godean Sleman Yogyakarta.
Pengukuran dilakukan menggunakan metode base rover yang mana base menggunakan alat untuk
medapatkan nilai variasi harian sedangkan rover untuk mendapatkan nilai intensitas tiap titik
pengukuran. Hasil yang didapatkan dari proses secara keseluruhan yaitu berupa Peta TMI yang
dikorelasikan dengan Peta Geologi menunjukkan indikasi adanya intrusi batuan beku diorit yang
berasal dari Gunung Wungkal dengan nilai intensitas magnet berkisar 242,3 nT sampai 992,7 nT
dan intrusi batuan beku dasit yang berasal dari Gunung Juring dengan intensitas magnet 35,1 nT
sampai 589,2 nT.

Kata Kunci : Geomagnetik, Metode Base Rover

ABSTRACT

The magnetism of rock is utilized in geophysics with its method of geomagnetic method, to
explore the sub-surface image. The intrusion of igneous rocks has magnetic properties which can
be utilized in geomagnetic exploration so that it can be known to exist beneath the surface.
Measurements were made on Saturday, April 15, 2017 in the area of Wungkal Mount, Godean
Sleman Yogyakarta. Measurements are made using the base rover method in which the base uses
the tool to obtain daily variation values while the rover to obtain the intensity value of each
measurement point. Results obtained from the overall process that is a TMI Map that is correlated
with Geological Map shows indications of intrusion of igneous rock diorite from Wungkal
Mountain with magnetic intensity values ranging from 242.3 nT to 992.7 nT and intrusions of
igneous rocks dasit originating from Juring Mountain with magnetic intensity 35.1 nT to 589.2 nT.

Keywords: Geomagnetic, Looping, One Tool Method

2
1. PENDAHULUAN
Peta RTE
2. DASAR TEORI
Gambar 9. Peta RTE
3. METODOLOGI
Diagram Alir Pengolahan Data 4. KESIMPULAN

Gambar 7. Diagram Alir Pengolahan Data


DAFTAR PUSTAKA
Pembahasan Diagram Alir Pengolahan [1]Wibowo, Eko, & Staff Asisten Metode
Data Geomagnetik 2016. Buku Panduan
Praktikum Geomagnetik. UPN
4. HASIL DAN PEMBAHASAN “Veteran”Yogyakarta.
Peta TMI [2] Verdiansyah, Okki. 2016. Perubahan
Unsur Geokimia Batuan Hasil Altersi
Gambar 8. Peta TMI Hidrotermal di Gunung Wungkal, Godean,
Yogyakarta. Yogyakarta: STTNAS
Peta RTP Yogyakarta.
Gambar 9. Peta RTP

CATATAN:
MARGIN 2-2-2-2
HALAMAN ABSTRAK 1 KOLOM, BAGIAN ISI DIBUAT 2 KOLOM
DILARANG COPY PASTE (NILAI NOL)
LEMBAR KONSUL DILAMPIRKAN
PENGUMPULAN SAAT PRAKTIKUM

3
4