Anda di halaman 1dari 18

“KEWAJIBAN DASAR MANUSIA DALAM MENJUNJUNG

HAM DAN HUBUNGANNYA DENGAN BIDANG

KESEHATAN”

MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

“KEWAJIBAN DASAR MANUSIA DALAM MENJUNJUNG HAM DAN HUBUNGANNYA DENGAN BIDANG KESEHATAN” MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Nama

Nama : Fitrya sari NPM : 14.07.0069

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

\

\

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan hidayah-

Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Kewajiban Dasar

Manusia Dalam Menjunjung HAM di Indonesia dan Hubungannya Dengan Bidang

Kesehatan” sebagai tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan untuk perbaikan penyusunan makalah selanjutnya.

Banjarbaru,19 April 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

PENDAHULUAN

1

  • 1.1 Latar Belakang

...........................................................................

1

  • 1.2 Rumusan Masalah

2

2

3

PEMBAHASAN 2.1 Kewajiban Dasar Manusia dalamMenjunjung HAM di

3

2.2 Hubungan Kewajiban Dasar Manusia dalam Menjunjung HAM dengan Bidang Kesehatan ..... BAB III

4

PENUTUP

................................................................................................

7

Kesimpulan

  • 3.1 ............................................................................

7

  • 3.2 ...................................................................................

Saran

7

DAFTAR PUSTAKA

........................................................................

8

  • 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Hak Asasi Manusia merupakan hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum dan Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Hak asasi manusia sebagai gagasan, paradigma serta kerangka konseptual tidak lahir secara tiba-tiba sebagaimana kita lihat-Universal Declaration of Human Right’ 10 desember 1948. Namun melalui suatu proses yang cukup panjang dalam sejarah peradaban manusia. Dari persespektif sejarah deklarasi yang ditandatangani oleh majelis umum PBB dihayati sebagai suatu pengakuan yuridis formal dan merupakan titik kulminasi perjuangan sebagian besar umat manusia dibelahan dunia. Pada zaman Yunani, Plato telah memaklumkan kepada warga polisnya, bahwa kesejahteraan bersama akan tercapai manakala setiap warganya melaksanakan hak dan kewajibannya masing-masing.

Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa terkecuali, persamaa antara manusia selalu dijunjung tinggi untuk menghindari berbagai kecemburuan sosial yang dapat memicu permasalahan. Hak dan kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga negara meiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya.

Semua itu terjadi karena pemerintah dan para pejabat tinggi lebih banyak mendahulukan hak dari pada kewajiban. Padahal menjadi seorang pejabat itu tidak cukup hanya memiliki pangkatan tetapi mereka berkewajiban untuk memikirkan diri sendiri jika keadaanya seperti ini, maka tidak ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika keseimbangan itu tidak ada akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan. Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan nyaman sejahtera.

  • 1.2 Rumusan Masalah

    • 1. Bagaimana kewajiban dasar manusia dalam menjunjung HAM di Indonesia?

    • 2. Bagaimana hubungan HAM dengan bidang kesehatan?

  • 1.3 Tujuan Mengetahui kewajiban dasar manusia dalam menjunjung HAM dan hubungannya di bidang kesehatan.

  • BAB II PEMBAHASAN

    2.1 Kewajiban Dasar Manusia dalam Menjunjung HAM di Indonesia

    Kewajiban dasar manusia telah diatur dalam Undang-undang No. 39 tahun 1999 Tentang Kesehatan, yaitu :

    • 1. Pasal 67

    Setiap orang yang ada di wilayah negara Republik Indonesia wajib patuh

    pada peraturan perundang-undangan, hukum tak tertulis, dan hukum internasional mengenai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara Republik Indonesia.

    • 2. Pasal 68

    Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara sesuai

    dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    • 3. Pasal 69

    1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain, moral,

    etika, dan tata tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 2) Setiap hak asasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas Pemerintah untuk menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukannya.

    • 4. Pasal 70 Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

      • 2.2 Hubungan Kewajiban Dasar Manusia dalam menjunjung HAM dengan Bidang Kesehatan

    Kesehatan mencerminkan komitmen masyarakat terhadap kesetaraan dan keadilan. Kesehatan dan HAM seharusnya diprioritaskan di atas kepentingan ekonomi dan politik. Berikut adalah contoh hubungan dasar manusia dalam menjunjung HAM dengan bidang kesehatan.

    • 1. Setiap warga negara Indonesia wajib patuh terhadap perundang-undangan

    maupun hukum tak tertulis. Dalam bidang kesehatan, para medis wajib memberikan pelayanan kesehatan sesuai peraturan yang berlaku di derahnya dan sesuai dengan ketetapan undang- undang. Misalnya bidan harus memiliki surat ijin praktik ( SIPB) apabila ingin membuka rumah praktik sendiri, tenaga medis harus menempuh pendidikan terlebih dahulu minimal D3.

    2. Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sebagai tenaga medis, dalam mengupayakan pembelaan negara bisa dengan meningkatkan kualitas sarana maupun tenaga medisnya sesuai perkembangan dunia kedokteran terkini, mendukung penerapan hak untuk sehat, misalnya :

    • - Dalam bidang kesehatan tenaga medis ikut serta menuntut pemerintah dan organisasi internasional untuk memastikan pelaksanaan kebijakan dan menghormati hak untuk sehat

    • - membangun gerakan masyarakat agar kesehatan dan HAM masuk dalam undang-undang

    • - melawan eksploitasi kebutuhan kesehatan rakyat untuk mengambil keuntungan (misal kasus strain virus flu burung)

    • 3. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain, moral, etika, dan tata tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam bidang kesehatan dapat dilakukan dengan cara :

      • - Menghargai etika medis, yaitu menghargai sesama medis, menjalin kemitraan yang baik, tidak menjelek-jelekkan sesama medis demi keuntungan sendiri.

      • - Menghargai perbedaan sosial budaya, sepeti tidak membanding- bandingkan suku,dan ekonomi,

      • - Menjaga rahasia klien

      • - Menerapkan 5S, yaitu: senyum, salam, sapa, sopan dan santun kepada siapapun

      • - Berbuat adil dalam memberikan pelayanan kesehatan

    • 4. Setiap hak asasi manusia seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung

    jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik serta menjadi tugas Pemerintah untuk menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukannya. Dalam hubungannya dengan bidang kesehatan, peran negara meliputi:

    • - pemberian jasa atas pelayanan

    • - penyediaan fasilitas dan sarana seperti mendirikan program pendidikan kesehatan, peralatan perawatan yang memadai.

    • - Penyediaan pelayanan kesehatan dasar

    • - Promosi penyediaan makanan dan gizi yg baik

    • - Penyediaan air bersih yg cukup dan sanitasi

    • - Perawatan ibu dan anak termasuk KB

    • - Imunisasi untuk penyakit menular berbahaya

    • - Pencegahan dan kontrol thp penyakit2 endemik lokal

    • - Pengobatan yg baik dan penyakit umum dan luka-luka

    • - Penyediaan obat-obat esensial

    • 5. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin

    pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Dalam bidang kesehatan, misalnya kewajiban tenaga medis yang berhubungan dengan pernyataan di atas, yaitu:

    • - Memberi pelayanan yang terbaik kepada klien dengan tidak membeda- bedakan status ekonominya

    • - memberikan hak kepada klien atau keluarga dalam bermusyawarah menentukan keputusan

    • - melakukan persetujuan apabila akan dilakukan penelitian

    • - memberikan hak hidup

    2.3 Profesi Kesehatan

    Jenis profesi kesehatan dan kewajibannya antara lain, yaitu :

    1. Dokter Dokter merupakan profesi yang dianggap membanggakan pada

    sebagian besar masyarakat. Namun, pada pelaksanaannya dokter memiliki tanggung jawab besar yang harus dilaksanakan dimana hal ini tidak semudah yang dipikirkan oleh masyarakat. Sebagai dokter, ia berkewajiban untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan bidangnya yaitu sebagai tenaga medis. Tidak dipungkiri pula, jika ada tugas atau perintah dari negara, seharusnya seorang dokter dapat melaksanakannya, karena hal itu merupakan kewajibannya kepada negara sebagai tenaga medis. Maka dari itu, dokter dituntut untuk selalu professional dalam menjalankan profesinya. · Kewajiban dokter kepada pasien sebagai berikut :

    • a. Memberikan pelayanan medis sesuai dg standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan pasien.

    • b. Merujuk pasien ke dokter lain yg memiliki keahlian/ ketrampilan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan.

    • c. Merahasiakan segala sesuatu yg diketahuinya tentang pasien, bahkan setelah pasien meninggal dunia, serta tunduk pada tata cara pembukaan Rahasia Kedokteran menurut Hukum yang berlaku.

    • d. Melakukan pertolongan darurat atas dasar kemanusiaan, kec: ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya

    • e. Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.

    ·

    Kewajiban Dokter kepada Teman Sejawat

    • a. Setiap dokter memperlakukan teman sejwatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan.

    • b. Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali dengan persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis.

    ·

    Kewajiban Dokter Terhadap Diri Sendiri

     
    • a. Setiap dokter harus memelihara kesehatannya, supaya bekerja dengan baik.

    • b. Setiap

    dokter harus senantiasa

    mengikuti perkembangan

    ilmu

    pengetahuan dan teknologi kedokteran/kesehatan.

    ·

    Kewajiban dokter kepada negara

     
    • a. Membayar pajak atas ijin prakteknya.

    • b. Menjalankan profesi dokternya sesuai dengan undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah.

    • c. Bersedia untuk ditempatkan didaerah terpencil sesuai dengan Surat Keputusan dari pemerintah.

    • d. Memberikan tenaga medisnya terhadap korban bencana alam atau korban perang.

    ·

    Kewajiban Dokter Kepada Masyarakat

     
    • a. Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajibannya

    melindungi untuk hidup insani.

    • b. Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan menggunakan segala ilmu yang dimiliki dan ketrampilannya untuk kepentingan masyarakat.

    • c. Setiap dokter wajib memberikan kesempatan pada penderita agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dalam beribadat maupun dalam masalah lainnya.

    • d. Memberikan layanan kesehatan semaksimal mungkin

    • e. Melayani atau menerima konsultasi

    • f. Melakukan kederisasi masyarakat dalam bidang kesehatan kompleks

    • g. Menanggulangi penyakit atau wabah tertentu

    • h. Memberikan penyuluhan/informasi kesehatan pada masyarakat.

    • i. Melaporkan apabila terjadi kejadian luar biasa.

    • j. Seorang dokter harus mengutamakan/mendahulukan kepentingan masyarakat dan memperhatikan segala aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh,serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenarnya.

    • k. Dalam melakukan pekerjaannya sebagai dokter,seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi.

    • l. Seorang dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan atau tekhnik baru yang belum teruji kebenarannya.

    2.

    Bidan Menurut WHO bidan adalah seseorang yang telah diakui secara regular dalam program pendidikan kebidanan sebagaimana yang telah diakui skala yuridis, dimana ia ditempatkan dan telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan memperoleh izin melaksanakan praktek kebidanan. Sebagai anggota profesi, bidan mempunyai ciri khas yang khusus. Sebagaii pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik, yaitu:

    • - Selalu mengedepankan fungsi ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya.

    • - Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang

    didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu.

    • - Keberadaan bidan diakui memiliki organisasi profesi yang bertugas meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

    • - Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan tetap memegang teguh kode etik profesi.

    Perilaku Profesional Bidan

    • 1. Bertindak sesuai keahliannya

    • 2. Mempunyai moral yang tinggi

    • 3. Bersifat jujur

    • 4. Tidak melakukan coba-coba

    • 5. Tidak memberikan janji yang berlebihan

    • 6. Mengembangkan kemitraan

    • 7. Terampil berkomunikasi

    • 8. Mengenal batas kemampuan

    • 9. Mengadvokasi pilihan ibu

    3.

    Perawat Perawat adalah orang yang berkecimpung di dalam dunia kesehatan, yang mana berdasarkan ilmu yang telah mereka miliki, mereka ditugaskan di Departemen Kesehatan untuk merawat para pasien, baik itu mereka lakukan di rumah sakit maupun home care. Jika mereka bekerja di rumah sakit sebagai juru rawat rumah sakit, tugas mereka adalah membantu para dokter dalam menangani para pasien, baik itu pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. Berikut contoh kewajiban perawat :

    • 1. Perawat wajib mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan.

    • 2. Perawat wajib memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas kegunaannya.

    • 3. Perawat wajib menghormati hak klien.

    • 4. Perawat wajib merujukkan klien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya.

    • 5. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada klien untuk berhubungan dengan keluarganya, selama tidak bertentangan dengan peraturan atau standar profesi yang ada.

    • 6. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada klien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama atau kepercayaan masing- masing selama tidak mengganggu klien yang lainnya.

    • 7. Perawat wajib berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada klien.

    • 8. Perawat wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan keperawatan yang diberikan kepada klien atau keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya.

    • 9. Perawat wajib membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara

    akurat dan bersinambungan. 10. Perawat wajib mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan atau kesehatan secara terus-menerus.

    4.

    Radiologi Radiografer adalah suatu profesi yang melakukan pelayanan kepada masyarak, bukanlah profesi yang semat-mata pekerjaan untuk mencari nafkah, akan tetapi merupakan pekerjaan kepercayaan, dalam hal ini kepercayaan dari masyarakat yang memerlukan pelayanan profesi, percaya

    kepada ketulusan hati, percaya kepada kesetiaannya dan percaya kepada kemampuan profesionalnya.

    • - Kewajiban Umum

    Setiap Radiografer dalam melaksanakan pekerjaan profesinya:

    • 1. Tidak dibenarkan membeda-bedakan kebangsaan, kesukuan,warna jenis kelamin, agama, politik serta status sosial kliennya.

    • 2. Selalu berpedoman pada standar profesi.

    • 3. Tidak dibenarkan melakukan perbuatan yang dipengaruhi pertimbangan keuntungan pribadi. Selalu berpegang teguh pada sumpah jabatan dan kode etik serta standar profesi Radiograf

    • - Kewajiban terhadap Profesi

    Setiap Radiografer :

    • 1. Harus menjaga dan menjunjung tinggi nama baik profesi.

    • 2. Hanya melakukan pekerjaan Radiografi & Imejing (CT Scan, MRI, USG), Radioterapi dan Kedokteran Nuklir atas permintaan dokter tanpa meninggalkan prosedur yang telah digariskan.

    • 3. Tidak dibenarkan menyuruh orang lain yang bukan ahlinya untuk melakukan pekerjaan Radiografi & Imejing (CT Scan, MRI, USG), Radioterapi dan Kedokteran Nuklir.

    • 4. Tidak dibenarkan menentukan diagnosa Radiologi.

    • - Kewajiban terhadap Pasien

    Setiap Radiografer dalam melaksanakan pekerjaan profesi :

    • 1. Senantiasa memelihara suasana dan lingkungan dengan menghayati nilainilai budaya, adat istiadat, agama dari penderita, keluarga penderita dan masyarakat.

    • 2. Wajib dengan tulus dan ikhlas memberikan pelayanan terbaik.

    • 3. Wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui baik hasil pekerjaan profesi maupun dari bidang lainnya tentang keadaan pasien.

    • 4. Wajib melaksanakan peraturan-peraturan dan kebijakan yang telah

    ditetapkan oleh Pemerintah di dalam bidang kesehatan.

    • 5. Demi kepentingan penderita setiap saat bekerja sama dengan Ahli lain yang terkait dan melaksanakan tugas secara cepat, tepat dan terhormat serta percaya diri akan kemampuan profesinya.

    • 6. Wajib membina hubungan kerja yang baik antara profesinya dengan profesi lain demi kepentingan pelayanan terhadap masyarakat

    • - Kewajiban terhadap diri sendiri

    Setiap Radiografer :

    • 1. Harus menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya baik terhadap bahaya radiasi maupun terhadap penyakit.

    • 2. Senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan profesionalnya baik

    5.

    secara sendiri-sendiri maupun bersama dengan jalan mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pelayanan terhadap masyarakat. Gizi Perbaikan gizi untuk meningkatkan gizi perseorangan masyarakat antara lain perbaikan perilaku sadar gizi peningkatan akses serta mutu gizi, playanan gizi dan kesehatan sesuai dengan ilmu dan teknologi.

    3.1 Kesimpulan

    BAB III

    PENUTUP

    Setiap warga negara termasuk pemerintah selain mendapatkan hak-haknya juga harus menjalankan kewajiban agar Hak Asasi Manusia seimbang dan terpenuhi sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera. Karena setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa terkecuali. Dalam bidang kesehatan, kewajiban dasar manusia dalam HAM dijalankan oleh pemerintah maupun tenaga kesehatan agar dapat berjalan seimbang dengan hak masyarakat yang harus terpenuhi.

    3.2 Saran

    Pemerintah maupun tenaga kesehatan harus memberi pelayanan kesehatan yang berkualitas, sarana dan prasarana yang memadai untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang baik.

    DAFTAR PUSTAKA

    Winarno. 2008. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Bumi Aksara