Anda di halaman 1dari 3

pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran

http://www.jasasipil.com/2014

Setelah pada artikel sebelumnya membahas tentang cara mudah menghitung kebutuhan batu bata
merah pada pekerjaan dinding. Sekarang saya akan mengulas bagaimana menghitung kebutuhan
material selain batu bata merah pada pekerjaan dinding yaitu semen dan pasir. Artikel ini saya pisah
dengan artikel sebelumnya karena memang di sini akan berbeda kebutuhan materialnya sesuai
dengan perbandingan campuran semen dan pasir. Tujuan dari artikel ini supaya anda bila akan
membangun rumah bisa ikut andil dalam menentukan pembelian material bangunan. Seperti yang
kita tahu semen dan pasir merupakan bahan pokok dalam membangun rumah. khusunya pada
pekerjaan beton, dinding, lantai, pondasi, dsb.
pada kesempatan yang baik ini saya akan membahas khusus untuk menghitung volume atau
kebutuhan semen dan pasir pada pekerjaan pasangan batu bata dengan tebal 1/2 bata. Ingat ini
belum termasuk pekerjaan plesteran. Untuk pekerjaan plesteran bisa membaca artikel ini

Pasangan 1/2 Bata dengan Campuran 1 PC: 3 PP


Menggunakan batu bata dengan ukuran 5x11x22. Untuk mengerjakan dinding seluas 1 m2, sesuai
dengan SNI 2008 maka membutuhkan material semen (PC) 14,37 kg. Pasir (PP) 0,04 m3. Apabila
anda akan membangun dinding dengan panjang 10 m dan tinggi 3 m maka dapat dihitung dengan
rumus.
Luas dinding = 10x3 = 30 m2
Volume PC = 14,37 x 30 = 431,1 kg = 431,1/40 = 11 sak semen
Volume PP = 0,04 x 30 = 1,2 m3 = 1 bak mobil pickup

Pasangan 1/2 Bata dengan Campuran 1 PC: 4 PP


Menggunakan batu bata dengan ukuran 5x11x22. Untuk mengerjakan dinding seluas 1 m2, sesuai
dengan SNI 2008 maka membutuhkan material semen (PC) 11,5 kg. Pasir (PP) 0,043 m3. Apabila
anda akan membangun dinding dengan panjang 10 m dan tinggi 3 m maka dapat dihitung dengan
rumus.

Luas dinding = 10x3 = 30 m2


Volume PC (semen) = 11,5 x 30 = 345 kg = 345/40 = 9 sak semen
Volume PP (pasir) = 0,043 x 30 = 1,29 m3 = 1 bak mobil pickup

Pasangan 1/2 Bata dengan Campuran 1 PC: 5 PP


Menggunakan batu bata dengan ukuran 5x11x22. Untuk mengerjakan dinding seluas 1 m2, sesuai
dengan SNI 2008 maka membutuhkan material semen (PC) 9,68 kg. Pasir (PP) 0,045 m3. Apabila
anda akan membangun dinding dengan panjang 10 m dan tinggi 3 m maka dapat dihitung dengan
rumus.
Luas dinding = 10x3 = 30 m2
Volume PC = 9,68 x 30 = 290,4 kg = 290,4/40 = 8 sak semen
Volume PP = 0,045 x 30 = 1,35 m3 = 1 bak mobil pickup

Pasangan 1/2 Bata dengan Campuran 1 PC: 6 PP


Menggunakan batu bata dengan ukuran 5x11x22. Untuk mengerjakan dinding seluas 1 m2, sesuai
dengan SNI 2008 maka membutuhkan material semen (PC) 8,32 kg. Pasir (PP) 0,049 m3. Apabila
anda akan membangun dinding dengan panjang 10 m dan tinggi 3 m maka dapat dihitung dengan
rumus.
Luas dinding = 10x3 = 30 m2
Volume PC = 8,32 x 30 = 249,6 kg = 249,6/40 = 7 sak semen
Volume PP = 0,049 x 30 = 1,47 m3 = 1 bak mobil pickup

Pasangan 1/2 Bata dengan Campuran 1 PC: 8 PP


Menggunakan batu bata dengan ukuran 5x11x22. Untuk mengerjakan dinding seluas 1 m2, sesuai
dengan SNI 2008 maka membutuhkan material semen (PC) 6,5 kg. Pasir (PP) 0,05 m3. Apabila
anda akan membangun dinding dengan panjang 10 m dan tinggi 3 m maka dapat dihitung dengan
rumus.
Luas dinding = 10x3 = 30 m2
Volume PC = 6,5 x 30 = 195 kg = 195/40 = 5 sak semen
Volume PP = 0,05 x 30 = 1,5 m3 = 1 bak mobil pickup
Setelah menghitung jumlah kebutuhan maka selanjutnya adalah menganalisa biaya pekerjaan
dengan menggunakan update harga terbaru material bata. Sekarang tinggal giliran anda
menentukan berapa campuran yang akan dipakai untuk spesi dinding anda. kalau saya biasanya
menggunakan campuran 1:4 atau 1:5. selain kokoh juga tidak terlalu mahal. hhe. Jika anda belum
mempunyai SNI bisa download di sini. Angka-angka koefisien tersebut adalah hasil penelitian dari
beberapa instansi kemudian dibentuk dalam SNI. berikut penjelasan perhitungan angka koefisien
tersebut.

etelah anda membaca artikel saya sebelumnya tentang menghitung pasir dan semen untuk
pasangan batu bata, mungkin anda bertanya-tanya bagaimana dengan pekerjaan plesteran. oke.
beberapa masukan dari teman-teman artikel ini saya pisah lagi biar satu halaman tidak terlalu full.
berbicara pekerjaan plesteran tentu ini adalah pekerjaan yang harus dilakukan apabila telah selesai
melakukan pasangan batu bata. Pada pasangan batu bata menggunakan spesi campuran semen
dan pasir, pada pekerjaan plesteran pun juga sama. bahkan cara perhitungannya juga sama. hanya
berbeda nilai indeks saja.

Plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 15 mm


Rata-rata tebal plesteran yang digunakan untuk rumah tinggal standar adalah 15 mm. Seperti biasa
untuk perbandingan campuran bisa disesuaikan. Sesuai dengan peraturan SNI 2008, Untuk
mengerjakan plesteran seluas 1 m2 membutuhkan semen (PC) 6,24 kg dan pasir (PP) 0,024 m3.
apabila anda mempunyai dinding dengan panjang 10 m dan tinggi 3 m, maka dapat dihitung sebagai
berikut.
Luas dinding = 10 x 3 = 30 m2
Volume semen = 6,24 x 30 = 187,2 kg = 187,2/40 = 5 sak semen
Volume pasir = 0,024 x 30 = 0,72 m3
Ingat. Pada plesteran dinding punya 2 sisi dalam dan luar. Oleh karena itu harus dikalikan 2 menjadi
kebutuhan semen = 5 x 2 = 10 sak semen
Kebutuhan pasir = 0,72 x 2 = 1,44 m3

Plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm


Rata-rata tebal plesteran yang digunakan untuk rumah tinggal standar adalah 15 mm. Seperti biasa
untuk perbandingan campuran bisa disesuaikan. Sesuai dengan peraturan SNI 2008, Untuk
mengerjakan plesteran seluas 1 m2 membutuhkan semen (PC) 5,18 kg dan pasir (PP) 0,026 m3.
apabila anda mempunyai dinding dengan panjang 10 m dan tinggi 3 m, maka dapat dihitung sebagai
berikut.
Luas dinding = 10 x 3 = 30 m2
Volume semen = 5,18 x 30 = 155,4 kg = 155,4/40 = 4 sak semen
Volume pasir = 0,026 x 30 = 0,78 m3
Ingat. Pada plesteran dinding punya 2 sisi dalam dan luar. Oleh karena itu harus dikalikan 2 menjadi
kebutuhan semen = 4 x 2 = 8 sak semen
Kebutuhan pasir = 0,78 x 2 = 1,56 m3

Plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 15 mm


Rata-rata tebal plesteran yang digunakan untuk rumah tinggal standar adalah 15 mm. Seperti biasa
untuk perbandingan campuran bisa disesuaikan. Sesuai dengan peraturan SNI 2008, Untuk
mengerjakan plesteran seluas 1 m2 membutuhkan semen (PC) 4,42 kg dan pasir (PP) 0,027 m3.
apabila anda mempunyai dinding dengan panjang 10 m dan tinggi 3 m, maka dapat dihitung sebagai
berikut.
Luas dinding = 10 x 3 = 30 m2
Volume semen = 4,42 x 30 = 132,6 kg = 132,6/40 = 4 sak semen
Volume pasir = 0,027 x 30 = 0,81 m3
Ingat. Pada plesteran dinding punya 2 sisi dalam dan luar. Oleh karena itu harus dikalikan 2 menjadi
kebutuhan semen = 4 x 2 = 8 sak semen
Kebutuhan pasir = 0,81 x 2 = 1,62 m3

Kebutuhan volume juga tergantung dari proses pengerjaannya. Apabila pekerjaan plesteran tidak
sesuai dengan standarnya maka menimbulkan kerugian di material. Oleh karena itu
pentingnya pekerjaan plesteran yang baik perlu anda pahami juga. Untuk melihat harga terbaru
tahun 2015 untuk material semen dan pasir bisa kunjung artikel berjudul harga pasir terbaru tahun
2015