Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM IPA TERAPAN


“ROKET AIR SEDERHANA”

Disusun oleh:

Fathika Rahmah 13312244010


Agustina Martha Eristya 13312244027

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2016
A. Judul
Roket Air Sederhana

B. Tujuan Percobaan
1. Menjelaskan cara pembuatan roket air sederhana
2. Menjelaskan prinsip kinerja roket air sederhana.

C. Dasar Teori
I. Roket
Di dalam bidang astronomi, roket berperan secara tidak langsung
untuk mendapatkan data bnda-benda langit secara lebih lengkap.
Pengamatan astronomi landas bumi dengan menggunakan teleskop optik
memiliki kendala yaitu tidak bisa digunakan jika cuaca kurang mendukung,
misalnya berawan, hujan, atau badai. Berdasarkan kendala inilah para
ilmuan khususnya negara-negara maju mengembangkan teleskop landas
angkasa yang mengorbit bumi. Telskop ini dibawa ke orbitnya yang berada
di luar angkasa menggunakan roket. Selain mengirimkan teleskop, roket
bahkan digunakan untuk perjalanan ke luar angkasa baik berawak maupun
tidak berawak. Misinyapun beragam, misalnya dari sekedar melintas planet
untuk mendapat gambar objek dari dekat, mengorbit planet, hingga
mendarat dan melakukan penjelajahan di planet lain maupun satelitnya.

Prinsip dasar planet merupakan implementasi dari perubahan


momentum serta Hukum III Newton mengenai aksi-reaksi. Di dalam
bidang pendidikan, berbagai percobaan bisa dilakukan untuk memahamkan
kepada peserta didik mengenai prinsip dasar roket mulai dari percobaan
yang sederhana menggunakan tabung bekas roll film, sampai pada
pembuatan roket menggunakan botol-botol bekas minuman bersoda. Alat
peluncurpun beraneka ragam mulai dari menggunakan karet keras yang
dihubungkan langsung ke botol, sampai pada alat peluncur yang lebih
kompleks (Aldino, 2008: 4).

Roket air merupakan salah satu model roket yang bahan utamanya
berasal dari bahan plastik bekas minuman kemasan dengan tenaga
pendorong air bertekanan. Roket air juga merupakan sarana untuk
mengaplikasikan teori fisika dan matematika yang telah diajarkan di
sekolah. Cara membuat roket air dengan menggunakan 2 buah botol plastik
minuman bersoda yang diisi air dan diberi tekanan angin dengan
menggunakan pompa. Kemudian ditambahkan dengan sayap dan nozzle.
Sayap roket air dapat dibuat dengan menggunakan styrofoam (gabus
sintetis), infraboard, atau mika. Sayap roket air berfungsi sebagai
penyeimbang roket pada saat roket meluncur di udara. Nozzle merupakan
salah satu bagian penting dari roket air yang berfungsi sebagai saluran
keluarnya air dan udara yang ada dalam roket. Nozzle inilah yang
menghubungkan antara roket dengan peluncurnya (Tim Redaksional, TT).

Cara membuat roket air:


1. Potong tiga atau empat serat kayu balsa menjadi bentuk seperti pada
gambar dan tempelkan pada botol. Roket harus bisa berdiri pada
serat kayu. Biarkan lem mengering.
2. Membuat lubang kecil pada gabus tutup botol dan dorong adaptor
jarum masuk ke dalam. Ujung yang lebar masuk terlebih dahulu dan
lubang jangan sampai longgar.
3. Isi botol dengan air sampai setengah botol dan dorong gabus tutup
botol masuk ke dalam.
4. Bawa roket ke tanah lapang yang jauh dari bangunan atau kabel
listrik. Ambil pompa sepeda dan hubungkan ke roket.
5. Pompa udara ke dalam botol. Tekanan udara di dalam botol akan
semakin tinggi, sehingga gabus tutup botol akan melompat dan roket
akan terbang meluncur dengan cepat.

Proses pelubangan Pengisian air dalam botol Rancangan


tutup botol. roket peluncuran roket.
(John Graham, 2004)
Sistem peluncur, terdiri atas:
1. Pipa paralon kecil yang diameter totalnya sedikit lebih kecil dari
mulut botol (sehingga muat jika dimasukkan ke dalam mulut
roket botol, kalo gak salah sih ukurannya ¾ inch), ambil panjang
pipa kira-kira 50 cm,
2. Kabel tis (kira-kira 10 buah), gunakan yang panjangnya sekitar
15 cm,
3. Pipa paralon yang berukuran sedikit lebih besar dari mulut roket
botol bagian luar (sekitar 1 inch) dengan panjang 10 cm, diberi
tali rafia,
4. Tutup botol yang dimodifikasi, dan
5. Karet ban yang dimodifikasi (masalah modifikasi ini liat aja
gambarnya biar jelas).
Prinsip Kerja Roket:
1. Isi botol dengan air sampai sepertiga dari volume botol. (Untuk
gaya dorong maksimum). Air digunakan sebagai medium
pendorong roket air (massa jenis air lebih besar dari pada massa
jenis udara). Sesuai dengan hukum Tekanan Hidrostatis:
FA=ρ . g . h
Semakin besar massa jenisnya (ρ) maka semakin besar gaya dorong
roket (FA). Na
2. Katup roket air dipasang dengan badan roket air. Katup Roket air
memiliki luas penampang yang jauh lebih kecil dibandingkan
mulut botol, Sesuai dengan Hukum Pascal: “Semakin kecil luas
penampang (A1), semakin besar gaya dorong yang dihasilkannya
(F2)”.
3. Sudut peluncuran roket diatur sedemikian rupa (Untuk menempuh
jarak terjauh digunakan sudut 45o terhadap garis horizontal).
Sesuai dengan rumus Gerak Vertikal Ke atas lintasan parabola
4. Dilakukan pemompaan,pemompaan bertujuan untuk memanfaatkan
volume, volume Berbanding terbalik dengan takanan. Semakin
kecil volume maka semakin besar tekanan. (semakin besar
frekuensi pemompaan atau semakin sering dipompa,maka semakin
jauh jarak Yang di tempuh roket ,namun pemompaan yang
berlebihan dapat merusak pompa itu sendiri dan Juga dapat
merusak roket). Sesuai dengan Hukum Tekanan Hidrostatis: P ≈ F
(P berbanding lurus dengan F). Semakin besar tekanan, gaya
dorongnya juga akan semakin besar.
P≈F
(P berbanding lurus dengan F)
Semakin besar tekanan, gaya dorongnya juga akan semakin besar.
5. Pada saat pemompaan dirasa cukup,lepaskan roket dan roket air
dapat mengangkasa ke udara. Ketika roket dipompa air pada roket
mendapatkan tekanan udara dari pompa ketika sumbat sudah tidak
dapat menahan tekanan udara dalam roket maka roket akan
mengeluarkan gaya dorong air dari bawah roket. Akibat gaya
dorong roket ini maka roket akan meluncur ke atas. Hal ini sesuai
dengan Hukum III Newton”Jika setiap benda di berikan gaya aksi
maka benda tersebut memberikan gaya yang sama besar namun
berlawanan arah”
(Rosita Martini, TT).
II. Tekanan

Tekanan merupakan konsep yang paling penting dalam fluida.


Tekanan didefinisikan sebagai gaya yang diberikan per satuan luas, yang
dapat dituliskan sebagai dengan F adalah gaya yang diberikan, A adalah
luas tempat gaya itu bekerja, dan P adalah tekanan. Definsi tekanan ini
berlaku umum, pada zat padat, zat cair, dan gas. Pengukuran tekanan
merupakan peristiwa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Ban harus dipompa sampai tekanan yang sesuai, tekanan darah seharusnya
berada dalam jangkauan normal, dan tekanan dalam mata yang terlampau
besar (glaucoma) dapat menyebabkan kebutaan (Dadan, 2014: 2). Satuan
tekanan dalam Sistem Internasional adalah pascal (Pa), atau newton per
meter persegi (N/m2), 1 N/m2 = 1 Pa.
III. Gaya Aksi Reaksi
Hukum ketiga Newton kadang-kadang dinamakan hukum
interaksi atau hukum aksi reaksi. Hukum ini menggambarkan sifat
penting dari gaya, yaitu bahwa gaya selalu terjadi berpasangan. Jika
sebuah gaya dikerjakan pada sebuah benda A, maka harus ada benda lain
B yang mengerjakan gaya itu. Selanjutnya, jika B mengerjakan gaya pada
A, maka A harus mengerjakan gaya pada B yang sama besar dan
berlawanan arahnya. Sebagai contoh, bumi mengerjakan gaya gravitasi Fg
pada sebuah benda proyektil, yang menyebabkan dipercepat ke bumi.
Menurut Hukum ketiga Newton, proyektil mengerjakan gaya pada bumi
yang sama besar dan berlawanan arahnya. Jadi proyektil mengerjakan
gaya F’g=-Fg pada bumi ke proyektil. Jika gaya adalah satu-satunya gaya
yang bkerja pada bumi, bumi akan dipercepat ke proyktil. Karena bumi
mempunyai massa yang sangat besar, percepatan yang dialami akibat
gaya yang dihasilkan proyektil ini sangat kecil dan tak teramati.

Di dalam pembahasan tentang hukum ketiga Newton, kata “aksi”


dan “reaksi” sering kali digunakan. Jika gaya yang dikerjakan pada benda
A dinamakan aksibenda B pada benda A, maka gaya A yang dikerjakan
balik pada B dinamakan reaksi A pada B. Tidaklah menjadi persoalan
gaya mana dalam pasangan semacam itu dinamakan aksi dan mana reaksi
yang penting adalah gaya-gaya selalu dalam pasangan aksi reaksi, dan
gaya reaksi sama besar dan berlawanan arah dengan gaya aksi (Tipler,
1998: 97)

IV. Gaya Gravitasi


Gaya yang paling umum dalam pengalaman manusia sehari-hari
adalah gaya grafitasi bumi pada sebuah benda. Gaya ini dinamakan berat,
w. Jika menjauhkan sbuah benda dekat permukaan bumi dan
mengabaikan resistensi udara sehingga satu-satunya gaya yang bekerja
pada benda itu adalah gaya karena gravitasi (keadaan ini dinamakan jatuh
bebas), benda dipercepat ke bumi dengan percepatan 9,81 m/s2. Pada titik
di ruang, percepatan ini sama untuk semua benda, tak tergantung pada
masanya. Dinamakan nilai percepatan ini g. Dari hukum kedua Newton
dapat menuliskan gaya grafitasi F pada benda bermassa m sebagai

Fg=m.a

Menggunakan a=g dan menulis w untuk gaya gravitasi didapat


W=m.g

(Tipler, 1998: 94)


D. Metode Praktikum
1. Alat dan Bahan
a. Botol plastik bekas
b. Selotip hitam (lakban)
c. Plastisin
d. Pipa
e. Penghubung pipa
f. Pipa T, L, dan tutup pipa
g. Gunting
h. Pompa
i. Alfa board
j. Mika
k. Air

2. Tempat dan Waktu Percobaan


a. Tempat : Lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan
b. Waktu : Senin, 11 April 2016

3. Prosedur Kerja
1. Prosedur Pembuatan Roket dan Peluncur
a. Pembuatan Badan Roket
1) Menyiapkan dua buah botol plastik bekas
2) Memotong salah satu ujung bawah botol kemudian mengisi
ujungnya dengan plastisin sebagai pemberat.
3) Menggabungkan potongan botol sebagai bagian atas roket dan
botol utuh sebagai bagian bawah roket
4) Membuat sayap roket dari potongan polikarbon yang direkatkan
dengan menggunakan selotip/lakban
5) Melubangi tutup botol bagian bawah roket dan memasang dob
pada lubang tersebut.
b. Rancangan Peluncur
Memotong pipa PVC 3/4 dan merangkainya menjadi seperti
gambar

2. Prosedur Pengujian Roket

Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

Merangkai roket air dengan pemicu dengan mengisi roket air 1/3
volume botol atau 100 ml

Menutup roket dengan tutup botol yang telah dipasangi dob

Memasang pompa pada bunglon dan memompa roket

Melepaskan handle rem yang telah dihubungkan dengan pemicu

Mengulangi percobaan dengan tidak menggunakan pemicu


E. Data hasil percobaan

Roket air Volume Kemiringan Jarak


Pakai 1/3 volume 45˚ 5 meter secara
pemicu botol horizontal dan terjadi
gerak parabola yang
tidak sempurna
Tidak pakai 1/3 volume 90˚ atau Melesat secara vertikal
pemicu botol tegak lurus

F. Pembahasan
Percobaan ‘Roket Sederhana’ yang dilakukan pada hari Senin, 11 April
2016 di Lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta
ini bertujuan untuk menjelaskan cara pembuatan roket air sederhana dan
menjelaskan prinsip kinerja dari roket sederhana. Pembuatan roket ini
dilakukan praktikan dengan alat dan bahan sederhana. Adapun bahan dan alat
yang digunakan praktikan dalam pembuatan roket adalah 2 buah botol air
mineral bekas berukuran 1,5 liter, selotip hitam/lakban, plastisin, pipa 3/4,
penghubung pipa, pipa T, L dan tutup pipa ukuran ¾, alfa board (karton),
gunting, pompa, lakban, air dan mika.
Dalam pembuatan roket sederhana ini, pertama praktikan membuat badan
roket dengan menyiapkan semua peralatan dan bahan yang akan digunakan
yaitu menyiapkan dua buah botol plastik bekas, selanjutnya memotong salah
satu ujung bawah botol kemudian mengisi ujungnya dengan plastisin sebagai
pemberat. Setelah itu, menggabungkan potongan botol sebagai bagian atas
roket dan botol utuh sebagai bagian bawah roket serta membuat sayap roket
dari potongan polikarbon yang direkatkan dengan menggunakan
selotip/lakban. Lalu, melubangi tutup botol bagian bawah roket dan
memasang dob pada lubang tersebut. Tiruan roket sederhana telah jadi dibuat.
Berikut merupakan model tiruan roket sederhana yang telah praktikan buat.
Sumber dokumen pribadi
Selain membuat badan pesawat, praktikan juga membuat pemicu peluncur
roket air sederhana menggunakan pipa ¾, pipa T, pipa L, tutup pipa, dan pipa
sambungan yang dirangkai seperti gambar berikut :

Sumber dokumen pribadi


Proses peluncuran roket sederhana ini dapat terjadi, karena ketika
praktikan memompa pompa, udara akan masuk ke dalam botol. Di dalam
botol, udara dari pompa terperangkap karena keadaan botol di buat hampa
udara. Udara dari pompa menyebabkan tekanan udara di dalam botol sangat
besar, sehingga ketika kunci dari tutup bagian bawah di lepaskan, roket akan
meluncur sebagai aksi dari di keluarkannya udara yang terperangkat didalam
botol. Air yang diisikan dalam botol merupakan analogi dari api yang keluar
dari bagian bawah roket sungguhan. Roket air adalah roket yang berbahan
bakar atau lebih tepatnya berbahan bakar pendorong air dan udara bertekanan.
Dari hasil yang diperoleh ini dapat dilihat bahwa pada penambahan tekanan
pada roket, jarak yang dapat ditempuh roket juga semakin jauh.
Roket air bekerja berdasarkan prinsip dan hukum-hukum fisika
diantaranya, hukum III Newton, hukum pascal, hukum tekanan hidrostatis,
hukum kekekalan momentum, dan gerak parabola yaitu penggabungan antara
tekanan udara yang diberikan oleh pompa dan gaya aksi reaksi yang diberikan
oleh alat peluncur dimana luas penampang (lubang botol) juga mempengaruhi
roket. Peluncuran roket dapat berjalan mulus dan roket dapat meluncur keatas
dengan lancar karena tekanan yang diberikan cukup kuat dan air yang
dimasukan kedalam roket tidak melampaui batas yang seharusnya. Untuk gaya
dorong maksimum, volume air sepertiga volume botol. Mula-mula air
dimasukkan ke dalam botol melalui mulut botol. Air digunakan sebagai
medium pendorong roket air (massa jenis air lebih besar dari pada massa jenis
udara). Sesuai dengan Hukum Tekanan Hidrostatis:

FA=ρ . g . h
Semakin besar massa jenisnya (ρ) maka semakin besar gaya dorong roket
(FA). Sedangkan, katup roket air dipasang dengan badan roket air. Katup
roket air memiliki luas penampang yang jauh lebih kecil dibandingkan mulut
botol. Sesuai dengan Hukum Pascal bahwa tekanan yang bekerja pada fluida
didalam ruang tertutup akan diteruskan oleh fluida tersebut kesegala arah
dengan sama besar se\ehingga semakin kecil laus penampang (A) akan
semakin besar gaya dorong yang dihasilkan (F).

Sudut peluncuran roket diatur sedemikian rupa. Sesuai dengan Gerak


Vertikal ke Atas lintasan Gerak Parabola yaitu :

𝒗𝟎 𝟐 𝒔𝒊𝒏 𝟐 𝒂
𝒙𝒎𝒂𝒌𝒔 =
𝒈

Dimana sudut peluncuran roket untuk dapat mencapai jarak terjauh


optimalnya adalah 45º terhadap garis horizontal. Namun hal ini tidak menutup
kemungkinan bahwa setiap roket pasti akan memiliki karakteristik tersendiri
dibandingkan dengan roket-roket yang lain artinya sudut peluncuran roket
untuk jarak terjauh tidak hanya 45º semua itu kembali pada karakteristik atau
ciri khas roket air yang dibuat. Dalam pelaksanaannya roket tidak dapat
meluncur membentuk parabola dengan sempurna dan hanya mem[unyai jarak
5m. Saat diluncurkan terjadi pembelokan lintasan yang dimungkinkan karena
pemberat yang diberikan di ujung roket terlalu berat atau tidak seimbang
dengan berap badan roket sebelah belakang yang menyebabkan pembelokan
lintasan.
Pemompaan saat menguji roket bertujuan untuk memampatkan volume.
Volume berbanding terbalik dengan tekanan. Semakin kecil volume semakin
besar tekanan (semakin besar frekuensi pemompaan atau semakin banyak
dipompa, semakin jauh jarak yang ditempuh roket, namun pemompaan yang
berlebih dapat merusak pompa itu sendiri dan juga merusak roket). Sesuai
dengan hokum Tekanan Hidrsotatis:

P≈F

(P berbanding lurus dengan F)

Semakin besar tekanan, gaya dorongnya juga akan semakin


besar.Kemudian udara yang dipompa akan bergabung bersama air dan
membuat air yang berada didalam roket merasa terdesak keluar. Ketika
tekanan udara semakin kuat dan ruang yang ada didalam roket sudah terasa
penuh maka aliran udara dan air tersebut akan menyembur keluar dan
roketpun meluncur keatas. Hukum kekekalan momentum menyatakan bahwa
jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka
momentum total sebelum tumbukan sama dengan momentum total setelah
tumbukan (m1. ∆v1 = m2. ∆v2). Hukum kekekalan momentum berlaku dimana
semburan air menyebabkan roket bisa bergerak ke atas dengan kelajuan yang
tinggi. Selain itu saat udara dan air tersembur keluar roket air juga
memebrikan gaya dorong ke bawah yang diselanjutnya disebut dengan gaya
aksi reaksi atau Hukum Newton III. Hukum Newton III menyatakan bahwa
apabila sebuah benda memberikan gaya pada benda lain,maka benda tersebut
akan memberikan gaya pada benda pertama. Kedua gaya tersebut memiliki
besar yang sama tetapi berlawanan arah.
Sumber dokumentasi pribadi
Hukum aksi reaksi dapat dilihat dengan adanya gaya roket kepada air
yang dibuang dan air yang mengerjakan gaya yang sama dan berlawanan pada
roket. Roket air mendapatkan sebuah dorongan jika botol diberi tekanan udara
yang tinggi (dari pompa) dan di dalamnya diberi sedikit air untuk
menghasilkan tenaga semburan yang lebih besar. Tekanan yang berbeda
diberikan kepada roket yang menyebabkan jarak luncur yang ditempuh roket
semakin panjang seperti yang telah dijelaskan di atas. Semakin besar tekanan
gaya dorong juga semakin besar. Volume air yang digunakan membantu gaya
dorong air.

G. Kesimpulan
1. Cara pembuatan roket air sederhana adalah membuat badan roket dengan
menyiapkan dua buah botol plastik bekas, selanjutnya memotong salah
satu ujung bawah botol kemudian mengisi ujungnya dengan plastisin
sebagai pemberat. Setelah itu, menggabungkan potongan botol sebagai
bagian atas roket dan botol utuh sebagai bagian bawah roket serta
membuat sayap roket dari potongan polikarbon yang direkatkan dengan
menggunakan selotip/lakban. Lalu, melubangi tutup botol bagian bawah
roket dan memasang dob pada lubang tersebut. Selain membuat badan
roket, membuat pemicu peluncur roket air sederhana menggunakan pipa
¾, pipa T, pipa L, tutup pipa, dan pipa sambungan.
2. Prinsip kerja roket air sederhana menerapkan prinsip hukum III Newton,
hukum pascal, hukum tekanan hidrostatis, hukum kekekalan momentum,
dan gerak parabola.

Daftar Pustaka
Tim Redaksional. TT. The Young Scienteist. Jakarta: PT Gramedia
Widiasarana Indonesia.
John Graham. 2004. Jagoan Sains: Gaya dan Gerak. Alih bahasa: Grace
Satyadi. Jakarta: Erlangga.
John Snuterz. 2013. Panduan Membuat Roket Air Sederhana. Diunduh dari
alamat situs http://www.anonymous-1997.net/2013/05/panduan-
membuat-roket-air-sederhana.html.
Rosita Martini. TT. Roket Air Sederhana: Cara Kerja Roket Air Sederhana. diunduh
dari alamat situs
http://www.academia.edu/5294042/ROKET_AIR_SEDERHANA.