Anda di halaman 1dari 21

KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSUP H.

ADAM MALIK
NOMOR : PM.01.21/IV.4.6/............. /2015
TENTANG
KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DAN SAMPAH PADAT SERTA
PEMBUANGAN LIMBAH B3 (BAHAN BERACUN DAN BERBAHAYA)
DI RSUP H.ADAM MALIK MEDAN
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DIREKTUR UTAMA RSUP H. ADAM MALIK

Menimbang : a. bahwa Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan tempat


berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat atau dapat menjadi tempat
penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran
lingkungan dan gangguan kesehatan.
b. bahwa untuk menghindari resiko dan gangguan kesehatan sebagaimana
dimaksud dalam huruf (a), maka perlu disusun kebijakan pembuangan
sampai limbah cair dan pembuangan limbah B3 ( bahan berbahaya
beracun) Rumah Sakit.
c. bahwa berdasarkan butir (b) tersebut diatas dipandang perlu ditetapkan
dengan Keputusan Direktur Utama RSUP H. Adam Malik.
Mengingat :
1. Undang- Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup ;
2. Undang-undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ;
3. Undang-undang RI No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit ;
4. Peraturan Menkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Persyaratan
Kualitas Air Bersih ;
5. Peraturan Menkes Kesehatan RI No. 244/Menkes/Per/III/2008 tanggal 11
Maret 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUP H.Adam Malik;
6. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 18 Tahun 2009 tentang
Cara Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun ;
7. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit ;
8. Keputusan Menteri Keuangan No. 214/KMK.05/2009 tentang Penetapan
RSUP H. Adam Malik pada Departeman Kesehatan sebagai Instansi
Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan BLU ;
9. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.:198/MenKes/SK/II/2012 tanggal 15
Juni 2012 tentang pola Klasipikasi Arsip dan Kode Pengolah diLingkungan
Kementerian Kesehatan.
10. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor :2244/Menkes/SK/2011 tentang
Pemberian Izin Operasional.

Memperhatikan : Standar Akreditasi Rumah Sakit, Kerjasama Ditjen Bina Upaya Kesehatan
Kemmenkes RI dengan Komisi Akreditasi Rumah Sakit
(KARS),September 2011.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA TENTANG KEBIJAKAN


PEMBUANGAN SAMPAH PADAT LIMBAH CAIR DAN
PEMBUANGAN LIMBAH B3 ( BAHAN BERBAHAYA BERACUN ) DI
RSUP H. ADAM MALIK.

KESATU : Memberlakukan kebijakan Pengelolaan Limbah cair dan Sampah Padat serta
pembuangan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di RSUP H.Adam
Malik .

KEDUA : Memberlakukan kebijakan Pengelolaan Limbah cair dan Sampah Padat serta
pembuangan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di RSUP H.Adam
Malik dapat dilaksanakan dan digunakan sebagai acuan pelaksanaan kegiatan
KETIGA : Keputusan ini berlaku selama 3 (tiga ) tahun sejak tanggal ditetapkan dengan
ketentuan bahwa apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya akan dilakukan perbaikan kembali sebagaimana mestinya .

Ditetapkan di : MEDAN
Pada tanggal : Januari 2015
Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001

Tembusan :
1. Direktur RSUP H. Adam Malik
2. Ketua Komite/SMF RSUP H. Adam Malik
3. Kepala SPI/Bagian /Bidang RSUP H. Adam Malik
4. Kepala Instalasi/ Unit Kerja RSUP H. Adam Malik
5. Pertingga
Lampiran Surat Keputusan Direktur Utama RSUP H. Adam Malik
Nomor : PM.01.21/IV.4.6/.................../2015
Tanggal : .....Januari 2015.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KEBIJAKAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DAN SAMPAH PADAT SERTA
PEMBUANGAN LIMBAH B3 (BAHAN BERACUN DAN BERBAHAYA)
DI RSUP H.ADAM MALIK

I. Pengertian :
a. Sampah Rumah Sakit adalah semua sampah yang dihasilkan dari kegiatan Rumah Sakit baik
berupa cair maupun padat yang tidak digunakan lagi, sehingga keberadaannya perlu ditangani
dan dibuang agar tidak terjadi perkembang biakan mikro organisme.
b. Limbah cair adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan Rumah Sakit
yang kemungkinan mengandung mikro organisme bahan kimia beracun yang berbahaya bagi
kesehatan.
c. IPAL adalah Instalasi Pengolahan air limbah.
d. TPSS adalah tempat pembuangan sampah sementara dan bila sampah tersebut telah terkumpul
akan diangkut/dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) oleh Pihak ke-3 yang mempunyai
izin dari KLH (Kementerian Lingkungan Hidup).

II. Tujuan :

Menjadi dasar dan acuan dalam Pengelolaan limbah Cair dan Sampah Padat serta
pembuangan Limbah B 3 (Bahan Berbahaya dan Beracun ) RSUP.H.Adam Malik.

III. Kebijakan :
1. Setiap petugas yang melaksanakan pekerjaan pada tahap-tahap pembuangan sampah harus
menggunakan alat pelindung diri (pelindung badan, kaki, hidung,mata dan tangan) dan selesai
melaksanakan pekerjaan harus mencuci tangan dengan sabun/desinfektan pada air bersih yang
mengalir.
2. Dalam melaksanakan tugasnya, setiap petugas wajib mematuhi Ketentuan dalam K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
3. Alat-alat dan bahan yang menggunakan pembuangan sampah harus selalu dipakai.
4. Sampah RSUP H. Adam Malik dibagi atas 5 (lima) jenis yaitu : Sampah Infeksius, Non
Infeksius, Cititoksis, Farmasi dan Radio aktif.
5. Untuk pembuangan spuit bekas, harus menggunakan wadah khusus, jeregen (safety box) yang
diberi label. ( Sampah Tajam Infeksius) dan berwarna dasar kuning.
6. Untuk pembuangan sampah infeksius harus menggunakan wadah sampah bertutup, warna
kuning dengan kantong plastik warna kuning dan bersimbolkan biohazat dan bertuliskan
sampah infeksius yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan pasien.
7. Untuk pembuangan sampah non infeksius harus menggunakan wadah sampah bertutup warna
hitam dan abu-abu dengan kantong plastik warna hitam yang dihasilkan dari kegiatan non
medis.
8. Untuk pembuangan sampah citotoksis harus menggunakan wadah sampah bertutup, warna ungu
dan kantong plastik warna ungu yang dihasilkan dari kegiatan kemoterapi.
9. Untuk pembuangan sampah Farmasi harus menggunakan wadah sampah bertutup, warna coklat,
dengan kantong plastik warna coklat yang dihasilkan dari kegiatan farmasi.
10. Untuk pembuangan sampah Radiologi, harus menggunakan wadah sampah warna merah
dengan kantong plastik warna merah yang mengandung Radio Aktif.
11. Untuk pemusnahan potongan tubuh dari kegiatan bedah harus ditawarkan terlebih dahulu
kepada pihak keluarga pasien, dan apabila menyerahkannya ke rumah sakit harus dibuat berita
acara dari pihak keluarga pasien dengan kepala ruangan bedah sentral dan selanjutnya pihak
bedah sentral menyerahkan potongan tubuh ke Instalasi Instalasi Kesehatan Lingkungan untuk
dibakar di Incinerator dengan terlebih dahulu membuat berita acara serah terima.
12. Untuk pembuangan specimen bekas (agar pertumbuhan) di laboratorium mikrobiologi harus
dilakukan autoclaving terlebih dahulu sebelum dibuang ke Incinerator untuk dibakar.
13. Rentang waktu pembuangan sampah diruangan dilakukan sekurang-kurangnya 2 (dua)
kali/hari, dan apabila sampah medis mendesak untuk dibuang segera dilaksanakan oleh petugas
cleaning service.
14. Pengembalian obat farmasi yang kadaluarsa kepada pemasok obat oleh instalasi Farmasi.
15. Pengiriman/Pengembalian bahan Radio Aktif kepada pemasok/Negara asal oleh instalasi
Radiologi..
16. Khusus sampah medis harus dimusnakan di Incenerator.
17. Khusus sampah non medis yang ditampung di BAK TPS (Tempat Pembuangan Sampah) harus
dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang bekerjasama dengan Dinas Kebersihan
Pemerintah Kota Medan.
18. Instalasi Kesehatan Lingkungan bertanggung jawab dalam pengawasan Pembuangan sampah di
RSUP H. Adam Malik.
19. Instalasi Kesehatan Lingkungan bertanggung jawab atas laporan berkala yang ditetapkan baik
kepentingan eksternal maupun internal.
20. Wadah/Tong sampah harus dibersihkan setiap hari.
21. Kantong plastik yang melapisi Tong Sampah harus diganti setiap pengangkutan RSUP H.
Adam Malik sampah.
22. Pembuangan limbah di RSUP H. Adam Malik adalah untuk menciptakan lingkungan Rumah
Sakit yang bersih nyaman dan sehat dari gangguan limbah sehingga Infeksi Nosokomial dapat
dihindari.
23. Pembuangan akhir air limbah harus sesuai dengan Baku Mutu yang ditentukan KEPMENLH
No. : 58/MENLH/12/1995.
24. Semua limbah cair dari hasil kegiatan Rumah Sakit harus dibuang ke IPAL RSUP H. Adam
Malik untuk diolah, seperti dari Toilet, Kamar Mandi, Laboratorium, Ruang Pelayanan Pasien.
25. Limbah B3 merupakan bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemarkan atau merusak
lingkungan hidup dan dapat membahayakan lingkungan serta mahluk lain harus ditangani
dengan baik untuk menciptakan lingkungan Rumah Sakit yang nyaman, sehat dan terhindar dari
bahaya limbah Rumah Sakit.
26. Pembuangan Oli Bekas, AKI Bekas, Lampu TL, adalah di TPS Limbah B3 yang selanjutnya
diangkut dan dimusnakan oleh Pihak ke-3 yang mempunyai izin dari Kementrian Lingkungan
Hidup (KLH).
27. Pembuangan cairan Fixer diangkut oleh Pihak ke-3 yang mempunyai Izin Kementrian
Lingkungan Hidup (KLH).
28. Pemeriksaan kualitas air limbah (harian) dilaksanakan dan di control oleh petugas Laboratorium
Instalasi Kesehatan Lingkungan.
29. Pemeriksaan kualitas air limbah dilakukan 1 x 1 Bulan ke Laboratorium Pemerintah yang
Terakreditasi yaitu BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan).
30. Setiap bulan wajip melaporkan hasil pemeriksan kualitas air limbah ke Direktur Utama .
31. Setiap 3 (tiga ) bulan RSUP.H.Adam Malik harus melaporkan hasil pemeriksaan kualitas air
limbah ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan .
32. Setiap 6 (enam) bulan RSUP.H.Adam Malik Medan harus melaporkan hasil pengengelolaan
Lingkungan (Limbah Cair,Sampah padat,Limbah B3) ke BLH Kota Medan.

Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001
KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSUP H. ADAM MALIK
NOMOR: PM.01.20/IV.4.6/......../2015
TENTANG
KEBIJAKAN PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BERSIH DAN AIR MINUM
DI RSUP H. ADAM MALIK

DIREKTUR UTAMA RSUP H. ADAM MALIK

Menimbang : a. bahwa air merupakan salah satu unsur yang sangat dibutuhkan dalam
upaya pelayanan di rumah sakit, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan
kualitas air bersih dan air minum dilingkungan RSUP H.Adam Malik;
b. bahwa air merupakan salah satu unsur yang sangat dibutuhkan dalam
rangka pelayanan di Rumah Sakit, maka perlu disusun kebijakan
pemeriksaan kualitas air;
c. bahwa berdasarkan butir (a) dan (b) perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur Utama RSUP H. Adam Malik;
Mengingat : 1. Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup;
2. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ;
3. Undang-Undang No.44 tahun 2009 tentang Rumah sakit ;
4. Peraturan Menkes RI No.: 416/MENKES/Per/IX/1990 tentang
Persyaratan kualitas air bersih;
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.244/Menkes/Per/III/2008 tentang
Organisasi dan Tatakerja RSUP H.Adam Malik ;
6. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. : 1204/MenKes/SK/X/2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit ;
7. Keputusan Menteri Keuangan No.214/KMK.05/2009 tentang Penetapan
RSUP H.Adam Malik pada Departemen Kesehatan sebagai Instansi
Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan BLU.
8. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.:198/MenKes/SK/II/2012 tanggal
15 Juni 2012 tentang pola Klasipikasi Arsip dan Kode Pengolah di
Lingkungan Kementerian Kesehatan
9. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor :2244/Menkes/SK/2011 tentang
Pemberian Izin Operasional
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA TENTANG KEBIJAKAN
PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BERSIH DAN AIR MINUM DI
RSUP H. ADAM MALIK

KESATU : Menetapkan Kebijakan Pemeriksaan Kualitas air dan air minum bersih di
RSUP H. Adam Malik sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
KEDUA : Kebijakan Pemeriksaan Kualitas air bersih dan air minum ini dijadikan
pedoman dan acuan di RSUP H. Adam Malik

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bilamana
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : MEDAN
Pada tanggal : Januari 2015
Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, Sp.B, Sp.BA (K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001

Tembusan :
1. Direktur RSUP H. Adam Malik
2. Ketua Komite/SMF RSUP H. Adam Malik
3. Kepala SPI/Bagian /Bidang RSUP H. Adam Malik
4. Kepala Instalasi/ Unit Kerja RSUP H. Adam Malik
5. Pertinggal
Lampiran Surat Keputusan Direktur Utama RSUP.H.Adam Malik
Nomor : PM.01.20/IV.4.6/....../2015
Tanggal : .....Januari 2015.
Tentang : Kebijakan Pemeriksaan Kualitas air bersih dan air minum di RSUP H. Adam
Malik Medan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KEBIJAKAN PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BERSIH DAN AIR MINUM


DI RSUP H.ADAM MALIK MEDAN

I. Pengertian :
Air bersih adalah air yang mempunyai kualitas tidak berasa, tidak berbau, tidak keruh dan
belum tercemar.

II. Tujuan :
Menjadi dasar dan acuan dalam PemeriksaanKualitas air bersih di RSUP.H. Adam Malik
Medan .

III. Kebijakan :

1. Air bersih dan air minum di RSUP H.Adam Malik harus dipertahankan kualitas dan
kuantitasnya agar tidak menjadi sumber infeksius baru bagi pasien atau membahayakan
kesehatan.
2. Pemeriksaan kualitas air bersih perlu dilakukan untuk mengetahui apakah air aman bagi
konsumen di RSUP H. Adam Malik.
3. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mengetahui ketentuan dalam K3
(keselamatan dan kesehatan kerja).
4. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standart prosedur operasional yang berlaku.
5. Setiap 3 (tiga) bulan wajib melaporkan hasil pemeriksaan kualitas air bersih ke Direktur Utama
.
6. Sumber penyediaan air bersih dan air minum di RSUP H.Adam Malik adalah dari PAM dan air
tanah.
7. Sumber Penyediaan air minum di RSUP.H.Adam Malik adalah dari PAM.
8. Pemeriksaan kualitas air bersih dan air minum RSUP H. Adam Malik, diperiksa secara
periodik 1 (satu) kali 3 (tiga) bulan untuk Mikrobiologi dan 1 (satu) kali 6 (enam) bulan
untuk Kimia dan Mikrobiologi (lengkap) ke Laboratorium Pemerintah yang terakreditasi.
9. Melaksanakan pengamatan dan menentukan titik-titik rawan pada jaringan distribusi air, yang
diperkirakan air dalam pipa mudah terkontaminasi.
10. Titik pengambilan sampel adalah : Instalasi Bedah Pusat, Instalasi Gizi/Dapur, Ruang bersalin,
Ruang Perinatologi, IGD, Patologi Klinik, CSSD, Instalasi Haemodialisa, Instalasi
Mikrobiologi, Instalasi Farmasi, PAM, RA1, Sumur BOR, Reservoir. poli gigi, IPI, Air Minum
3 Titik.
11. Instalasi Kesehatan Lingkungan bertanggung jawab atas laporan berkala yang ditetapkan, baik
kepentingan Internal maupun eksternal.
12. Instalasi Kesehatan Lingkungan bertanggung jawab atas Pemeriksaan Kualitas Air Bersih di
RSUP H.Adam Malik .

Ditetapkan di : MEDAN
Pada tanggal : Januari 2015
Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, Sp.B, Sp.BA (K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001
KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSUP H. ADAM MALIK
Nomor : PM.01.14/IV.4.6/....../2013
TENTANG
KEBIJAKAN PENGENDALIAN SERANGGA DAN BINATANG PENGGANGGU
DI RSUP H. ADAM MALIK
DIREKTUR UTAMA RSUP H. ADAM MALIK

Menimbang : a. bahwa rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan tempat berkumpulnya orang
sakit maupun orang sehat sehingga dapat menimbulkan limbah, sehingga
lingkungan dapat menjadi bau bila tidak dikelola dengan benar.
b. bahwa bila lingkungan tidak bersih dapat menjadikan tempat persembunyian
serangga maupun binatang pengganggu lainnya.
c. bahwa untuk menghindari resiko dan gangguan kesehatan sebagaimana dimaksud
dalam huruf (a) dan (b), maka perlu disusun kebijakan pengendalian serangga dan
binatang pengganggu di Rumah Sakit.
d. bahwa berdasarkan butir (a), (b) dan (c) tersebut diatas dipandang perlu ditetapkan
dengan Keputusan Direktur Utama RSUP H. Adam Malik.
Mengingat :
1. Undang- Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
2. Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ;
3. Undang-Undang RI No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit ;
4. Peraturan Menkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Persyaratan Kualitas
Air Bersih ;
5. Peraturan Menkes Kesehatan RI No. 244/Menkes/Per/III/2008 tanggal 11 Maret
2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUP H.Adam Malik;
6. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 18 Tahun 2009 tentang Cara
Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun ;
7. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit ;
8. Keputusan Menteri Keuangan No. 214/KMK.05/2009 tentang Penetapan RSUP H.
Adam Malik pada Departeman Kesehatan sebagai Instansi Pemerintah yang
menerapkan Pengelolaan Keuangan BLU ;
9. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.:198/MenKes/SK/II/2012 tanggal 15 Juni
2012 tentang pola Klasipikasi Arsip dan Kode Pengolah di Lingkungan
Kementerian Kesehatan.
10. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor :2244/Menkes/SK/2011 tentang
Pemberian Izin Operasional

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA TENTANG KEBIJAKAN


PENGENDALIAN SERANGGA DAN BINATANG PENGGANGGU DI RSUP
H. ADAM MALIK.

KESATU : Menetapkan Kebijakan pengendalian serangga dan binatang pengganggu di RSUP


H. Adam Malik sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
KEDUA : Kebijakan pengendalian serangga dan binatang pengganggu ini dijadikan pedoman
dan acuan di RSUP H. Adam Malik.

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bilamana
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : MEDAN
Pada tanggal : Januari 2015
Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, Sp.B, Sp.BA (K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001

Tembusan :
1. Direktur RSUP H. Adam Malik
2. Ketua Komite/SMF RSUP H. Adam Malik
3. Kepala SPI/Bagian /Bidang RSUP H. Adam Malik
4. Kepala Instalasi/ Unit Kerja RSUP H. Adam Malik
5. Pertinggal
Lampiran Surat Keputusan Direktur Utama RSUP.H.Adam Malik
Nomor : PM.01.14/IV.4.6/....../2015
Tanggal : .....Januari 2015.
Tentang : Kebijakan pengendalian serangga dan binatang pengganggu di RSUP H.
Adam Malik
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KEBIJAKAN PENGENDALIAN SERANGGA DAN BINATANG PENGGANGGU


DI RSUP H.ADAM MALIK MEDAN

I. Pengertian :
Upaya untuk mengurangi populasi serangga, tikus binatang pengganggu lainnya sehingga
keberadaannya tidak menjadi vektor penularan penyakit.

II. Tujuan :
Menjadi dasar dan acuan dalam pengendalian serangga dan binatang pengganggu di RSUP.H.
Adam Malik Medan

III. Kebijakan :
1. Pengendalian serangga, tikus dan binatang pengganggu lainnya adalah semua ruangan rumah
sakit harus bebas dari kecoa, tikus ,lalat, kucing terutama dari dapur, Gudang Makanan dan
ruang steril.
2. Dalam pelaksanaan tugas setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K3 (Kesehatan dan
Keselamatan Kerja).
3. Setiap petugas harus bekerja dengan standart profesi, standart prosedur yang berlaku, etika
profesi, dan menghormati hak pasien.
4. Penyediaan tenaga harus mengacu pada pola ketenagaan.
5. Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan wajib membuat laporan bulanan kepada Direktur
Utama. tentang evaluasi pengendalian serangga dan binatang pengganggu.
6. Pengendalian serangga tikus dan binatang pengganggu lainnya mempunyai beberapa program :
a. Surveilans (pengamatan).
b. Pencegahan dan pemberantasan.
7. Pengendalian serangga tikus dan binatang pengganggu di RSUP.H.Adam Malik dilaksanakan
secara kontineu dan berkelanjutan oleh pihak Ke III.
8. Instalasi Kesehatan Lingkungan bertanggung jawab dalam program Pengendalian serangga
tikus dan binatang pengganggu lainnya .
9. Instalasi Kesehatan Lingkungan berkoordinasi dengan unit kerjai terkait dalam program
Pengendalian serangga tikus dan binatang pengganggu lainnya.
10. Program pemberantasan/pengendalian serangga dan binatang pengganggu antara lain :
a. Nyamuk : Melaksanakan pemberantasan dengan penaburan abate untuk larva dan jentik
serta melakukan foging/pengasapan untuk myamuk dewasa.
b. Kecoa : Pemberantasan kecoa dilaksanakan dengan cara pisik dan kimiawi.
c. Tikus : Pengendalian tikus dapat dilaksanakan dengan secara fisik (perangkap, pemukulan
atau sebagai alternative dapat dilakukan secara kimia dengan menggunakan umpan
beracun.
d. Lalat : Pengendalian lalat dapat dilakukan secara fisik biologi dan kimia.
e. Binatang pengganggu lainnya : Untuk binatang kucing dan anjing maka perlu dilakukan
penangkapan dan dibuang jauh dari lokasi Rumah Sakit dan bila memungkinkan dapat
bekerjasama dengan Dinas Peternakan atau Instansi yang berkopeten.

Ditetapkan di : MEDAN
Pada tanggal : Januari 2015
Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001
KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSUP H. ADAM MALIK
Nomor : PM.01.24/IV.4.6/......../2015
TENTANG
KEBIJAKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI RSUP H. ADAM MALIK

DIREKTUR UTAMA RSUP H. ADAM MALIK

Menimbang : a. bahwa Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan tempat


berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat atau dapat menjadi tempat
penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran
lingkungan dan gangguan kesehatan.
b. bahwa untuk menghindari resiko dan gangguan kesehatan sebagaimana
dimaksud dalam huruf (a), maka perlu disusun kebijakan kebersihan
lingkungan Rumah Sakit.
c. bahwa berdasarkan butir (a) dan (b) perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur Utama RSUP H.Adam Malik.
Mengingat : 1. Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup;
2. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ;
3. Undang-Undang No.44 tahun 2009 tentang Rumah sakit ;
4. Peraturan Menkes RI No. : 416/MENKES/Per/IX/1990 tentang
Persyaratan kualitas air bersih ;
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.244/Menkes/Per/III/2008 tentang
Organisasi dan Tatakerja RSUP H.Adam Malik ;
6. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1204/MenKes/SK/X/2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit ;
7. Keputusan Menteri Keuangan No.214/KMK.05/2009 tentang Penetapan
RSUP H.Adam Malik pada Departemen Kesehatan sebagai Instansi
Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan BLU;
8. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.:198/MenKes/SK/II/2012
tanggal 15 Juni 2012 tentang pola Klasipikasi Arsip dan Kode
Pengolah di Lingkungan Kementerian Kesehatan.
9. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor :2244/Menkes/SK/2011
tentang Pemberian Izin Operasional
MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA TENTANG KEBIJAKAN


KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI RSUP H. ADAM MALIK.

KESATU : Menetapkan Kebijakan Kebersihan Lingkungan di RSUP H. Adam Malik


sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
KEDUA : Kebijakan Kebersihan Lingkungan ini dijadikan pedoman dan acuan
Kebersihan Lingkungan di RSUP H. Adam Malik

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bilamana
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : MEDAN
Pada tanggal : Januari 2015
Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001

Tembusan :
1. Direktur RSUP H. Adam Malik
2. Ketua Komite/SMF RSUP H. Adam Malik
3. Kepala SPI/Bagian /Bidang RSUP H. Adam Malik
4. Kepala Instalasi/ Unit Kerja RSUP H. Adam Malik
5. Pertinggal
Lampiran Surat Keputusan Direktur Utama RSUP.H.Adam Malik
Nomor : PM.01.24/IV.4.6/......./2015
Tanggal : .....Januari 2015.
Tentang : Kebijakan Kebersihan Lingkungan di RSUP H. Adam Malik
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KEBIJAKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN


DI RSUP H.ADAM MALIK

I. Pengertian :
Merupakan kebersihan ruang bangunan dan halaman, yang bebas dari bahaya resiko Infeksi
nosokomial.

II. Tujuan :
Menciptakan lingkungan RSUP H. Adam Malik yang bersih, nyaman dan sehat.

III. Kebijakan :
1. Yang termasuk dalam kebersihan lingkungan RSUP H.Adam Malik yaitu Pembersihan
Ruangan, Taman, Halaman dan parkir, dilaksanakan oleh cleaning service yang diawasi oleh
Petugas Instalasi Kesehatan Lingkungan.
2. Dalam melaksanakan tugasnya, setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja)..
3. Melaksanakan kebersihan lingkungan dengan membersihkan, menyapu dan des infeksi lantai.
4. Pengumpulan sampah dari sumber sampah sampai pengangkutan sampah ketempat
Pembuangan sementara (TPS).
5. Pemilahan sampah domestik dan medis sesuai dengan wadah sampah yang sudah ditentukan.
6. Membersihkan dan membuang sampah yang ada pada Taman, Halaman dan Parkir.
7. Ruangan Lingkungan RSUP H.Adam Malik harus tetap dibersihkan setiap hari kerja dan hari
libur meliputi :
a. Pembersihan lantai.
b. Pembersihan Kamar Mandi
c. Pembersihan Water Closed (WC)
d. Pembersihan kaca/jendela
e. Pembersihan selasar disekeliling gedung
f. Pembersihan lawa-lawa/plapon
g. Pembersihan tempat sampah
h. Pembersihan inventaris peralatan kerja seperti meja, kipas angin dan lemari arsip,lemari
pasien,tempat tidur dll.
i. Pembersihan ruangan harus memakai desinfeksi
j. Peralatan/bahan yang dibutuhkan untuk kebersihan ruangan tetap tersedia.
k. Ruangan harus tetap bersih, tidak becek dan tidak berdebu.
l. Pembersihan lantai dan pengepelan dilakukan pagi dan sore, namun pembersihan lantai
dengan sapu lobi dilakukan setiap saat bila dibutuhkan.
m. Pelaksanaan kebersihan lingkungan RSUP.H.Adam Malik di lakukan oleh pihak ke -3
(tiga).

Ditetapkan di : MEDAN
Pada tanggal : Januari 2015
Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K), MAR


NIP. 19621122 198903 1001
KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RSUP H. ADAM MALIK
Nomor : PM.01.24/IV.4.6/....../2015
TENTANG
KEBIJAKAN PENGUKURAN PENCAHAYAAN, PENGHAWAAN DAN TINGKAT
KEBISINGAN DI RSUP H. ADAM MALIK

DIREKTUR UTAMA RSUP H. ADAM MALIK

Menimbang : a. bahwa Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, haruslah memiliki
pencahayaan, tingkat kebisingan dan , penghawaan yang baik, sehingga dapat
memberikan pelayanan yang maximal.
b. bahwa berdasarkan butir (a) tersebut diatas, perlu dilakukan pengukuran sesuai
dengan standard.
c. bahwa berdasarkan butir (a) dan (b) perlu ditetapkan kebijakan pengukuran
pencahayaan, penghawaan dan tingkat kebisingan dengan Keputusan Direktur
Utama RSUP H. Adam Malik.
Mengingat :
1. Undang-Undang No.23Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup ;
2. Undang-undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ;
3. Undang-undang RI No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit ;
4. Peraturan Menkes Kesehatan RI No. 244/Menkes/Per/III/2008 tanggal
Maret 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUP H.Adam Malik;
5. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. : 1204/MenKes/SK/X/2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit ;
6. Keputusan Menteri Keuangan No. 214/KMK.05/2009 tentang Penetapan
RSUP H. Adam Malik pada Departeman Kesehatan sebagai Instansi
Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan BLU ;
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.:198/MenKes/SK/II/2012 tanggal 15
Juni 2012 tentang pola Klasipikasi Arsip dan Kode Pengolah di
Lingkungan Kementerian Kesehatan.
8. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor :2244/Menkes/SK/2011 tentang
Pemberian Izin Operasional
MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA TENTANG KEBIJAKAN


PENGUKURAN PENCAHAYAAN, PENGHAWAAN DAN TINGKAT
KEBISINGAN DI RSUP H. ADAM MALIK.
KESATU : Menetapkan Kebijakan pengukuran pencahayaan, penghawaan dan tingkat
kebisingan di RSUP H. Adam Malik sebagaimana tercantum dalam lampiran
keputusan ini.
KEDUA : Kebijakan pengukuran pencahayaan, penghawaan dan kebisingan ini dijadikan
pedoman dan acuan di RSUP H. Adam Malik.

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bilamana
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : MEDAN
Pada tanggal : Januari 2015
Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001

Tembusan :
1. Direktur RSUP H. Adam Malik
2. Ketua Komite/SMF RSUP H. Adam Malik
3. Kepala SPI/Bagian /Bidang RSUP H. Adam Malik
4. Kepala Instalasi/ Unit Kerja RSUP H. Adam Malik
5. Pertinggal
Lampiran Surat Keputusan Direktur Utama RSUP.H.Adam Malik
Nomor : PM.01.24/IV.4.6/....../2015
Tanggal : .....Januari 2015.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KEBIJAKAN PENGUKURAN PENCAHAYAAN, PENGHAWAAN DAN KEBISINGAN
DI RSUP H.ADAM MALIK

I. Pengertian :
Kegiatan pengukuran, pencahayaan, penghawaan dan kebisingan bertujuan agar kondisi
ruangan rumah sakit dapat terpantau, sehingga memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.
II. Tujuan :
Agar mendapatkan kondisi ruangan Rumah Sakit dapat bekerja secara efektif dan tidak
mengganggu/membahayakan bagi kesehatan pasien, petugas dan pengunjung.
III. Kebijakan :
1. Pelaksanaan pengukuran dilaksanakan oleh petugas Instalasi Kesehatan Lingkungan yang
terlatih.
2. Dalam pelaksanaan tugas setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K3 (Kesehatan
dan Keselamatan Kerja).
3. Setiap petugas harus bekerja dengan standart profesi, standar prosedur yang berlaku, etika
profesi, dan menghormati hak pasien.
4. Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan wajib membuat laporan kepada Direktur
Utama.tentang hasil pengukuran pencahayaan ,penghawaan dan kebisingan .
5. Kegiatan pengukuran, pencahayaan, penghawaan dan kebisingan dilaksanakan sekurang-
kurangnya dilaksanakan 6 (enam) bulan sekali.
6. Kegiatan pengukuran, pencahayaan, penghawaan dan kebisingan menggunakan alat yang
masih standart dan akuntabel.
7. Titik-titik pemeriksaan dilaksanakan diseluruh ruangan rumah sakit, baik yang diperuntukan
untuk pasien maupun petugas rumah sakit.
8. Instalasi Kesehatan Lingkungan bertanggung jawab dalam program Kegiatan pengukuran,
pencahayaan, penghawaan dan kebisingan.
9. Instalasi Kesehatan Lingkungan berkoordinasi dengan Instalasi terkait dalam program
Kegiatan pengukuran, pencahayaan, penghawaan dan kebisingan.

Direktur Utama,

Dr. dr. Yusirwan, Sp.B, Sp.BA (K), MARS


NIP. 19621122 198903 1001