Anda di halaman 1dari 54

Rangkuman Materi Ilmu Alamiah Dasar Semester 1

RANGKUMAN MATERI ILMU ALAMIAH DASAR

Zalfa May Lutfina


114020574
Manajemen N
Fakultas Ekonomi
Universitas Swadaya Gunung Jati
I. Mengapa Mahasiswa Mempelajari Ilmu Alamiah Dasar?

 IAD ditujukan untuk membantu mahasiswa memiliki pandangan lebiih luas dalam bidang
IPA, serta mendekati persoalan pengetahuan alam dengan penalaran yang lebih komprehensif.
 IAD bertujuan untuk mengembangkan dan memperluaas wawasan pengetahuan serta membanu
mengembangkan kemampuan persoalannya. Membuat mahaiswa semakin peka, tanggap dan
penuh rasa tanggung jawab.

II. Konsep IAD :


- Manusia (Alam pikiran dan pengembangannya).
- Perkembangan dan Pengembangan IPA
- Bumi dan Alam Semesta
- Keanekaragaman Makhluk Hidup
- Makhluk Hidup dalam Ekosistem Alami
- SDA dengan Lingkungan
- IPA dan Teknologi
- Perkembangan IPTEK
- Pencemaran Lingkungan

III. Pengertian IAD?


Ilmu Alamiah Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala di
alam semesta, termasuk planet bumi sebagai bagiannya beserta Makhluk Hidup dan benda-benda
mati yang ada di dalamnya. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang
essensial saja.
A. Manusia Selalu Ingin Tahu
Issac Asimov (1920) mengatakan bahwa binatang sebagai Idle Curiosity (Keingintahuan
yang terbatas). Manusia justru daya pikirnya lebih berperan daripada daya fisiknya.
 Hubungan Kehidupan Manusia dengan Alam:
1. Natural Man
2. Cultural Man = Manusia itu berbudaya

B. Perbedaan Manusia dan Binatang


1. Manusia dapat berpikir (Homo Sapien)
2. Manusia dapat membuat alat (Homo Faber)
3. Manusia dapat berbicara (Homo Longuens)
4. Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo Socius)
5. Manusia dapat berdagang (Homo Economicus)
6. Manusia sadar ada kekuatan diluar dirinya (Homo Religius)

C. Rasa Ingin Tahu dan Mitos


Mitos merupakan cerita yang dibuat-buat atau dongeng yang menyangkut tokoh kuno
seperti dewa, manusia perkasa yang gunanya untuk menjawab keterbatasan pengetahuan
manusia tentang alam. Pengetahuan tentang mitos disebut mitologi muncul pada zaman pra-
sejarah.
Mitos terbagi menjadi 3 macam yaitu :
1. Mitos sebenarnya
2. Cerita rakyat
3. Legenda

 Faktor Mitos dipercayai kebenarannya:


1. Keterbatasan pengetahuan manusia
2. Keterbatasan penalaran manusia
3. Keingintahuan manusia sementara terpenuhi

D. Cara Lama Memperoleh Pengetahuan :


1. Prasangka
2. Intuisi
3. Coba-coba (trial and error)

IV. Pendekatan Non Ilmiah


Pendekatan yang dilakukan melalui pengamatan atau coba-coba

1. Akal sehat (common sense)


2. Prasangka
- Prasangka lahir dari pikiran yang mengada
- Barang siapa yang buruk prasangka dan pikirannya maka hancurlah hidupnya karena buah
prasangka buruk yaitu menimbulkan banyak perpecahan dan permusuhan.
3. Otoritas ilmiah dan kewibawaan
4. Penemuan kebetulan
5. Penemuan coba-coba
6. Pendekatan intuisi

V. Pendekatan Ilmiah
1. Ilmu merupakan cara berpikir dalam menghasilkan suatu kesimpulan berupa pengetahuan.
2. Berpikir bukan satu-satunya cara guna mendapatkan pengetahuan produk dari kegiatan berpikir.
Maka ilmu adalah produk dari proses berpikir menurut langkah-langkah tertentu dinamakan
sebagai berpikir ilmiah (Suriasumantri, 1987).

VI. Perbedaan Pendekatan Ilmiah Dan Non Ilmiah


Pendekatan Ilmiah Pendekatan Non Ilmiah
Perumusan masalah jelas dan spesifik Intuitif (pendekatan terhadap masalah)
Masalah merupakan hal yang dapat Ambigu (konsep atau teori)
diaamati dan diukur secara empiris
Jawaban permasalahan didasarkan pada Tidak dapat dibuktikan (hipotesis)
data
Dapat dibuktikan dan terkontrol Tidak terkontrol, seadanya
(observasi,gejala)

VII. Metode Ilmiah


metode ilmiah merupakan prosedur untuk mendapatkan yang disebut ilmu. Dengan demikian,
cara untuk mendapatkannya harus memenuhi syarat logis, objektif, metodik, sistematis dan
berlaku umum (universal).

 Langkah-Langkah Metode Ilmiah :


1. Perumusan masalah
2. Penyusunan kerangka berpikir
3. Perumusan hipotesis
4. Pengajian hipotesis
5. Penarikan kesimpulan

 Keunggulan Metode Ilmiah :


1. Efisiensi dan efektif dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu)
2. Terbuka (dapat dipakai oleh siapa-siapa saja)
3. Teruji (prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan)

 Keterbatasan Metode Ilmiah :


1. Kebenaran ilmiah bersifat tentatif
2. Tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan yang bersangkutan dengan baik dan buruk
atau system nilai, tentang seni dan keindahan serta juga tida dapat menjangkau adanya tuhan.

 Sikap Ilmiah :
1. Jujur
2. Terbuka
3. Berpandangan luas
4. Toleran
5. Tidak merasa dirinya hebat
6. Skeptic
7. Bersifat hati-hati
8. Kritis
9. Optimis
10. Kreatif
11. Inovatif
12. Selalu ingin mendapatkan
13. Menciptakan hal yang baru untuk meraih nilai tambah
VIII. Jagad Raya, Tata Surya Dan Bumi

A. Jagad Raya
Jagad raya adalah alam semesta yang sangat luas (tidak terukur), mecakup berjuta-juta benda
angkasa dan beribu-ribu kabut gas.

 Teori Pembentukan Jagad Raya


1. Teori Ledakan Besar
Menurut teori ini dahulu kala galaxy-galaxy pernah saling berdekatan. Dengan demikian
mungkin semua galaxy dan jagad raya berasal dari masa tunggal. Dalam keadaan masa tunggal,
jagad raya memiliki suhu dan energi yang besar. Untuk itu, hanya ledakan besarlah yang dapat
hancurkan masa tunggal menjadi serpihan-serpihan sebagai awal jagad raya.

2. Teori Jagad Raya Mengembang


Berdasarkan hasil penelitian oleh Georges-Henri Lemaitre (1927) dan didukung oleh Edwin
Hubble (1929). Menurut teori ini jagad raya bergerak saling menjauh mengembang menjadi luas.

3. Teori Keadaaan Tetap


Teori yang dipelopori oleh Fred Hoyle mengemukaan bahwa materi baru (hydrogen)
diciptakansetiap saat untuk mengisi ruang kosong yang timbul dari pengembangan jagad raya.
Dalam kasus ini jagad raya akan selalu tampak sama.

 Komponen Jagad Raya

1. Galaxy
Galaxy adalah sebuah system perbintangan yang maha luas yang didalamnya terdapat jutaan
bintang serta benda-benda langit lainnya sebagai anggota yang beredar mengelilingi pusat
matahari dengan gerakan yang teratur. Bentuk galaxy yaitu spiral, spiral berbatang, elips dan tak
beraturan.

2. Bintang
Merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di dalamnya. Menurut
hokum fisika, bintang yang memiliki cahaya putih kebiruan memiliki temperature yang tinggi,
semakin kemerahan atau kuning, semakin rendah.

3. Tata Surya
Tata surya adalah sekelompok benda yang terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh planet-
planet beserta satelitnya, asteroid, komet dan meteor. Setidaknya ada dua tanggapan mengenai
alam semesta kita, yaitu Geoncentri (bumi sebagai pusat) dan Heliocentris (Matahari sebagai
pusat).

 Teori – Teori Pembentukan Tata Surya


a. Teori Kabut (Nebula)
Planet-planet dan matahari berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagad raya,
karena putarannya itu sebagian dari masa kabut tersebut lepas, membentuk gelang-gelang
sekeliling bagian utama gumpalan kabut itu. Pada gilirannya, gelang itu membentuk gumpalan-
gumpalan yang pada akhirnya membeku dan membentuk planet-planet (Imanuel Kant, 1755).

b. Teori Planet Esimal


Menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari kabut yang pijar, dimana dalam kabut ini terdapat
material padat yang berhamburan yang disebut planetesimal. Masing-masing benda padat ini
memiliki gaya tarik yang berakibat terjadinya saling tarik-menarik antara sesamanya. Akhirnya
lambat laun terbentuklah gumpalan besar yang disebut planet.

c. Teori Pasang Surut Bintang (James Jean And Harold Jeffreys 1917)
Dahulu kala ada sebuah bintang yang melintas dekat dengan matahari. Adanya gaya tarik bintang
tersebut menyebabkan pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut air laut di bumi
akibat gaya tarik bulan. Gaya tarik tersebut menyebabkan sebagian massa matahari terlepas
membentuk planet-planet.
d. Teori Vortek dan Proto Planet
Teori Vortek oleh Karl Van Weiszacker

 Proses Pelapisan Bumi


 Tahap 1 : Tahap pada saat bumi merupakan homogeny atau terjadi dan zonafikasi
 Tahap 2 : Proses diferensiasi yaitu material besi yang lebih berat tenggelam menuju
pusat bumi dan material yang lebih ringan bergerak ke permukaan.
 Tahap 3 : Proses Zonafikasi

A. Hakikat dan Ruang Lingkup IAD

Hakekatnya IAD bukanlah merupakan satu disiplin ilmu, melainkan suatu pengetahuan
tentang konsep-konsep dasar yang ada dalam Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi.
Perkuliahan IAD ditujukan untuk membantu para mahasiswa agar memiliki pandangan
yang lebih luas dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam.

Perkuliahan IAD dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperluas wawasan


pengetahuan mahasiswa serta mencoba untuk membantu mahasiswa mengembangkan
kemampuan personalnya. Sasaran perkuliahan IAD adalah agar mahasiswa yang
mengikuti mata kuliah IAD dapat memperoleh dan memahami pengetahuan yang ada dan
termasuk dalam bidang IPA dan Teknologi, serta dapat menanggapi dan menghargai
pengetahuan tersebut. Penyusunan materi perkuliahan IAD perlu mempertimbangkan:
a. Matakuliah IAD tidak dimaksudkan untuk member pengetahuan yang mendalam,
melainkan memberikan suatu pandangan mengenai perkembangan IPA dan Teknologi.
b. Pemilihan dan penyusunan materi perlu dilakukan secara sistematis dan berurut mulai
dari perkembangan alam pikiran manusia yang berhasil melagirkan IPA ke
perkembangan teknologi.
c. Isi matakuliah IAD merupakan suatu ramuan materi perkuliahan membuat para
mahasiswa menyadari bahwa IPA dan Teknologi ternyata merupakan pengetahuan yang
memperkaya cakrawala wawasannya.

Ruang lingkup matakuliah IAD


1. Pengantar IAD
- Hakikat dan ruang lingkup IAD
- IAD sebagai bagian dari MBB
2. Alam pikiran manusia dan perkembangannya
- Hakikat manusia dan sifat keingintahuannya
- Perkembangan fisik, sifat dan pikiran manusia
- Sejarah pengetahuan manusia
3. Perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan alam
- Metode ilmiah sebagai dasar IPA
- Perkembangan IPA
- Ruang lingkup IPA dan pengembangannya

B. IAD Sebagai Bagian Dari Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)

Ruang lingkup IAD dan pengelompokkan matakuliah maka matakuliah IAD dapat
dimasukkan dalam kelompok MBB, bersama matakuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
(IBSD). Komponen MBB yang wajib di asuh:
a. Keanekaragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia sebagai individu dan
makhluk social di dalam kehidupan bermasyarakat
b. Tanggungjawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam
berkehidupan bermasyarakat.

Kelengkapan struktur kurikulum inti tersebut yaitu:


a. Kemampuan akademik merupakan kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah
menguasai peralatan analisis, berpikir logis, kritis, sistematis, tidak emosional.
b. Kemampuan professional merupakan kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli
bersangkutan.
c. Kemampuan personal merupakan kepribadian. Dengan kemampuan tersebut, para ahli
diharapkan memiliki pengetahuan, sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku
dan tindakan yang mencerminkan kepribadian bangsa.

Alam Pikiran Manusia dan Perkembangannya

A.Hakikat manusia dan sifat keingintahuannya

Manusia dengan kemampuan berfikir dan bernalar dan dengan akal sehatnya
memungkinkan untuk selalu berbuat yang baik dan bijaksana untuk dirinya serta
lingkungannya.

• Kelebihan manusia dari penghuni bumi lainnya

Manusia mempunyai kelebihan dari makhluk bumi lainnya,karena benda mati tidak
mempunyai perilaku tunduk pada hukum alam sedangkan manusia mempunyai perilaku
bervariasi yaitu dari perilaku sangat sederhana hingga perilaku sempurna.Namun secara
umum makhluk hidup mempunyai prinsip yang sama antara lain daya gerak,naluri
mempertahankan diri dan sebagainya.

• Rasa ingin tahu dan terbentuknya ilmu pengetahuan alam

Binatang mempunyai insting untuk kelansungan hidupnya ,memperoleh makanan,serta


hal-hal lainnya.Aktivitas tersebut tidak berubah dari waktu ke waktu dan dinyatakan
sebagai rasa keingintahuan yang tidak berkembang atau biasa disebut idle
curiousty.Sedangkan manusia menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan
penalaran,pemikiran logis,dan analis .Oleh Karena itu,manusia memiliki rasa igin tahu
yang selalu berkembang yang biasa disebut dengan curiousity.

Secara sederhana perkembangan rasa ingin tahu ini dimulai dengan pertanyaan what
“apa” tentang sesuatu kemudian dilanjutkan dengan how kemudian why.Pengetahuan
yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar dai perkembangan
ilmu pengetahuan alam.Semua pengetahuan dapat diturunkan dari satu generasi ke
generasi selanjutnya.Ilmu ini terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang selalu
ingin tahu,terutama tentang benda yang ada disekelilingnya,alam jagad raya,bahkan
dirinya sendiri.Hal tersebut mendorong manusia untuk memahami serta menjelaskan
gejala-gejala yang terjadi dan dorongan rasa ingin tahu manusia tersebut membuat
mereka mencari jalan keluar dari setiap apa yang terjadi.Pengetahuan tentang satu
masalah mendatangkan pertanyaan (masalah) ;ain yang ingin dijawab.
• Sifat keingintahuan manusia

Manusia dengan rasa keingintahuannya yang besar selalu berusaha mencari jawaban atas
fenomena yang terjadi.Seringkali mereka menerka-nerka sendiri jawabannya.Terkadang
jawaban itu tidak logis namun mudah diterima oleh masyarakat awam.Misalnya kenapa
ada pelangi mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau kenapa
gunung meletus jawabannya karena yang berkuasa marah. Dari hal ini timbulnya
pengetahuan tentang bidadari dan sesuatu yang berkuasa. Pengetahuan baru itu muncul
dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos. Cerita-cerita
mitos disebut legenda. Mitos dapat diterima karena keterbatasan penginderaan, penalaran,
dan hasrat ingin tahu yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman,
maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode ilmiah.

Puncak pemikiran mitos adalah pada zaman Babilonia yati kira-kira 700-600 SM. Orang
Babilonia berpendapat bahwa alam semesta itu sebagai ruangan setengah bola dengan
bumi yang datar sebagai lantainya dan langit dan bintang-bintang sebagai atapnya.
Namun yang menakjubkan mereka telah mengenal bidang ekleptika sebagai bidang edar
matahari dan menetapkan perhitungan satu tahun yaitu satu kali matahari beredar
ketempat semula, yaitu 365,25 hari. Pengetahuan dan ajaran tentang orang Babilonia
setengahnya merupakan dugaan, imajinasi, kepercayaan atau mitos pengetahuan
semacam ini disebut Pseudo science (sains palsu).
Tokoh-tokoh Yunani dan lainnya yang memberikan sumbangan perubahan pemikiran
pada waktu itu seperti Anaximander,herakleitos ,phytagoras,aristoteles serta beberapa
tokoh lainnya. Pada abab 9-11 ilmu pengetahuan dan filasafat Yunani banyak yang
diterjemahkan dan dikembangkan dalam bahasa Arab. Kebudayaan Arab berkembang
menjadi kebudayaan Internasional.

Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh pengetahuan,baik melalui pendekatan non-


ilmiah (sains semu) ataupun ilmiah.Cara memperoleh pengetahuan dengan pendekatan
sains semu dilakukan dengan mengandalkan perasaan,keyakinan tanpa diikuti proses
pemikiran yang cermat.Pengetahuan yang diperoleh bisa benar bisa salah seperti pada
cara prasangka atau intuisi,serta tidak efisien karena harus mencoba tanpa dasar dan
kalaupun benar seringkali hanya kebetulan saja.

B.Perkembangan fisik ,sifat dan pikiran manusia

Fisik manusia berubah mulai sejak berupa sel sederhana yang selanjutnya secara bertahap
menjadi manusia yang sempurna. Sel sederhana berasal dari sel kromosom sperma yang
identik dengan kromosom sel telur, pada prosesnya akan terjadi kromosom yang tidak
homolog yang akan menjadi laki-laki.

Lima minggu setelah terjadi konsepsi, bakal jantung mulai berdenyut yang selanjutnya
akan membagi menjadi serambi kiri dan kanan pada minggu ke-9. Sedangkan pada
minggu ke-13, janin sudah mulai berbentuk yang ditandai dengan berfungsinya berbagai
organ, yang selanjutnya pada usia 18 minggu mulai terasa gerakan dari janin.

Pada usia 32 minggu, janin mulai mempersiapkan diri untuk dilahirkan dengan kepala di
bawah makin mendekati lubang kelahiran. Pada saat ini gerakan semakin berkurang.
Perkembangan tercepat terjadi pada saat setelah kelahiran sampai remaja.

Perubahan fisik yang sangat nyata, terjadi pada saat pubertas, yang ditandai di antaranya
dengan tanda kedewasaan berupa tumbuhnya rambut pada daerah-daerah tertentu dan
fungsi organ-organ reproduksi (organ genitalia).

Perkembangan pengetahuan pada manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan


pengetahuan semasa anak-anak, berupa bimbingan yang baik oleh orang tua dan
lingkungan yang terus akan terbawa sampai dewasa.

Sampai usia 2 tahun, perkembangan kecerdasan sangat cepat, dari belajar, makan,
berbicara dan berjalan. Pada usia 2 – 7 tahun rasa ingin tahu akan makin besar. Masa
remaja merupakan masa pertentangan dengan dirinya maupun dengan orang dewasa,
karena selalu berusaha untuk memposisikan diri sebagai orang dewasa walaupun secara
emosional belum memadai. Selanjutnya, setelah usia 30 tahun, mulai dapat
mengendalikan diri dan mampu menempatkan diri sebagai individu yang bertanggung
jawab

C.Sejarah pengetahuan yang diperoleh manusia

Zaman purba
Alat dari batu ,masa bercocok tanam ,dan bertenak.merupakan pengalaman dan
kmampuan untuk mmengamati alam sekitar .pengetahuan yg diperoleh sampai zaman
babilonia.

Zaman yunani (600-200 SM )


Beberapa pakar yg berpengaruh antara lain :
a.Thales (624-548) menyatakan bahwa bintang mengeluarkan sinar,bulan mementulkan
cahaya matahari
b.Phytagoras(580-500) menyatakan bahwa bumi ini bulat yang terdiri atas 4 unsur utama
(air,api,udara,tanah)
c.Socrates(470-399) dianggap sebagai tonggak ilmu pengetahuan yunani penganut faham
logika dan sebagai pemula penyelidikan kehidupan manusia.
d.Aristotelles (384-322) menyatakan bahwa silogisme satu pikiran yg terdiri dari 3premis

Zaman Pertengahan
Dikembangkan metode eksperimmen menyangkut bidang kedokteran ,farmasi
,astroniomi,kimia dan biolgi.Penulisan bilangan arab dan desilmalmemuncilkan ilmu
aljbar.

Zaman Modern
Banyk penemuan yg menghubah pola pikir yang dibantu dengan alat yg lebih
baik.perubah yang radikal,geosentrisme ke heliosentrisme.Oleh coppernicus (1447-1543)
dan didukunhg olleh gallieleo.Ini dianggap sebagi titik awal ilmu pengetahuan modern
dan membuka cara berpikir yg lebih maju.
materi ilmu alamiah dasar bab 1-bab 5
ILMU ALAMIAH DASAR BAB 1 S/D 5
NAMA : ELISABETH VERO DELLA GUSTANHAI
NPM : 12515176
KELAS : 1PA13

BAB 1
PENDAHULUAN

1. 1 Pengertian Ilmu Alamiah Dasar


Ilmu Alamiah Dasar adalah Ilmu Pengetahuan Alam (natural science) yang
mempelajari tentang gejala–gejala dalam alam sebagai awal proses terbentuknya sebuah Konsep
dan suatu Prinsip yang Konkret. dengan kita mempelajari sebuah Ilmu Alamiah Dasar kita dapat
mengetahui secara luas bagaimana apa yang dipelajari dalam suatu hal mengenai alam semesta
ketika kita mendapatkan ilmunya. Kita juga tahu bagaimana perkembangan ilmu tersebut. Dan
ilmu ini hanya memplajari konsep–konsep dan prinsip–prinsip dasar yang bersifat umum,
contohnya seperti Biologi, Fisika, dan Kimia, Ilmu Alamiah Dasar adalah disiplin ilmu ketika
zaman mengikuti adanya perubahan peradaban sesuai kemajuan peradaban manusia.
Tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar dalam Instruksional Umum
tujuan ilmu alamiah dasar dalam Instuksional adalah untuk mengetahui perkembangan
secara menyeluruh tentang alam semesta dan biasa timbul pernyataan tentang bagaimana alam
semesta itu bisa terbentuk, dan biasanya orang – orang mempunyai rasa ingin tahu yang cukup
kuat dari hati nuraninya untuk mengetahui asal – usul dari alam semesta dan bagaimana alam
semesta itu terbentuk dan bagaimana hal seperti ini bisa terjadi.
Tujuan dari ilmu alamiah dasar itu sendiri menurut saya sendiri adalah ilmu yang memberikan
konsep yang bisa dimengerti dan dipahami oleh manusia serta memberikan suatu gambaran
mengenai ilmu pengetahuan alam kepada manusia supaya mereka mengenal dan lebih jauh
mengetahui tentan
Fungsi Mempelajari Ilmu Alamiah Dasar antara lain, yaitu :
1. Memberi wawasan kepada mahasiswa tentang konsep-konsep alam agar dapat peka
2. Tanggap terhadap masalah-masalah alam yang ada disekitarnya serta dapat
bertanggung jawab terhadap berbagai masalah alam didalam masyarakat sebagai the agen of
change(Agen Perubahan).
3. Dapat mengembangkan apresiasi IPA dan Teknologi kepada mahasiswa serta dapat
mendorong kualitas diri bagi mahasiswa yang berprestasi dalam bidang itu sendiri.
4. Mengembangkan kemanfaatan Ilmu Alamiah Dasar pada perkembangan diri, ilmu,
dan profesi bagi mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA
http://anggunendras.blogspot.com/2011/10/tugas-ilmu-alamiah dasar.html
http://mayadeviamalia.blogspot.com/2013/04/tujuan-mempelajari-ilmu-alamiah-
dasar.htm
http://dzakiyyah95.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-dan-tujuan-mempelajari-ilmu.html
http://larasdwip.blogspot.co.id/2013/03/ilmu-alamiah-dasar.html
Buku Pengantar Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
Pengantar Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Gunadarma. Depok.
Hhttp://itsmedwiramadhani.blogspot.co.id/2014/04/mitos-penalaran-dan-cara-
memperoleh.html armoni, Ati

1.2 Perkembangan Alam Pikiran Manusia

A. Hakekat Manusia dan Sifat Keingintahuannya

1. Hakekat Manusia
Manusia dengan kemampuan berpikir dan bernalar, dengan akal serta nuraninya
memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun
lingkungannya. Akal bersumber pada otak dan budi bersumber pada jiwa. Sejalan dengan
perkembangan manusia pasti sumber daya mausia pun harus juga berkualitas dan memiliki
kebutuhan khusus dan memiliki penalaran yang logis, memiliki rasa ingin tahu yang kuat dalam
mencari informasi jadi dalam persaingan yang global ini kita sebagai manusia bisa saling
mencari informasi dan saling bertukar informasi dengan orang lain karena zaman / peradaban
manusia sudah maju bahkan tekhnologi sekarang pun sekarang sudah sangat canggih sehingga
kita sebagai manusia bisa tahu segalanya bahkan alam semesta pun kita bisa tahu dengan adanya
dukungan dari tekhnologi yang pesat dan perkemabangan yang sangat pesat itu adalah bekal kita
untuk menjadikan kita sebagai manusia yang Berakal dan Berbudi.
Manusia sebagai makhluk yang berakal dan berbudi pasti memiliki kelebihan
dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Beberapa kelebihan manusia dari pada
makhluk lainnya antara lain:
a. Manusia sebagai makhluk berpikir dan bijaksana (Homo sapiens) yang dicerminkan dalam
tindakan dan perilakunya terhadap lingkungannya.
b. Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya.
c. Manusia dapat berbicara (Homo Langues) baik secara lisan maupun tulisan.
d. Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo sosius) dan berbudaya (Homo Humanis).
e. Manusia dapat mengadakan usaha (Homo Economicus).
f. Manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (Homo religious).
2. Sifat Keingintahuan Manusia
Binatang mempunyai insting untuk kelangsungan hidupnya, memperoleh makanan, serta
hal-hal lainnya. Aktivitas tersebut tidak berubah dari waktu ke waktu dan dinyatakan sebagai
rasa keingintahuan yang tidak berkembang atau biasa disebut idle curiousty. Sedangkan
manusia menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan penalaran, pemikiran logis, dan
analis. Oleh karena itu, manusia memiliki rasa ingin tahu yang selalu berkembang yang biasa
disebut dengan curiousity.
Secara sederhana perkembangan rasa ingin tahu ini dimulai dengan pertanyaan what
“apa” tentang sesuatu kemudian dilanjutkan dengan how “bagaimana” kemudian why
“mengapa”. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar
dari perkembangan ilmu pengetahuan alam. Semua pengetahuan dapat diturunkan dari satu
generasi ke generasi selanjutnya. Ilmu ini terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang
selalu ingin tahu,terutama tentang benda yang ada disekelilingnya,alam jagad raya,bahkan
dirinya sendiri. Hal tersebut mendorong manusia untuk memahami serta menjelaskan gejala-
gejala yang terjadi dan dorongan rasa ingin tahu manusia tersebut membuat mereka mencari
jalan keluar dari setiap apa yang terjadi. Pengetahuan tentang satu masalah mendatangkan
pertanyaan (masalah) lain yang ingin dijawab.
Manusia dengan rasa keingintahuannya yang besar selalu berusaha mencari jawaban atas
fenomena yang terjadi. Seringkali mereka menerka-nerka sendiri jawabannya. Terkadang
jawaban itu tidak logis namun mudah diterima oleh masyarakat awam. Misalnya “Mengapa ada
pelangi?” kemudian mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau
“Mengapa gunung meletus?” jawabannya karena yang berkuasa marah. Dari hal ini timbulnya
pengetahuan tentang bidadari dan sesuatu yang berkuasa. Pengetahuan baru itu muncul dari
kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos. Cerita-cerita mitos
disebut legenda. Mitos dapat diterima karena keterbatasan penginderaan, penalaran, dan hasrat
ingin tahu yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman, maka lahirlah
ilmu pengetahuan dan metode (Maskoeri Jasin, 2008: 3)
B. Perkembangan Fisik, Sifat dan Pikiran Manusia

1. Perkembangan Fisik Manusia Manusia sebagai makhluk memiliki ciri-ciri sebagai


berikut Menurut (Maskoeri Jasin, 2008: 1):
a. Memiliki organ tubuh yang kompleks dan sangat khusus terutama otaknya.
b. Mengadakan metabolisme atau penyusunan dan pembongkaran zat, yakni ada zat yang
masuk dan keluar.
c. Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar.
d. Memiliki potensi untuk berkembang.
e. Tumbuh dan berkembang.
f. Berinteraksi dengan lingkungannya.
g. Bergerak
Tubuh manusia berubah mulai sejak berupa sel sederhana yang selanjutnya secara bertahap
menjadi manusia yang sempurna. Sel sederhana berasal dari sel kromosom sperma yang identik
dengan kromosom sel telur, pada prosesnya akan terjadi kromosom yang tidak homolog yang
akan menjadi laki-laki. Lima minggu setelah terjadi konsepsi, bakal jantung mulai berdenyut
yang selanjutnya akan membagi menjadi serambi kiri dan kanan pada minggu ke-9. Sedangkan
pada minggu ke-13, janin sudah mulai berbentuk yang ditandai dengan berfungsinya berbagai
organ, yang selanjutnya pada usia 18 minggu mulai terasa gerakan dari janin.
Pada usia 32 minggu, janin mulai mempersiapkan diri untuk dilahirkan dengan kepala di
bawah makin mendekati lubang kelahiran. Pada saat ini gerakan semakin berkurang.
Perkembangan tercepat terjadi pada saat setelah kelahiran sampai remaja. Bayi manusia (usia 0-2
tahun) tumbuh dan berkembang menjadi anak yang pandai berbicara, membaca, berhitung dan
mampu bergerak dengan lincah. Kemudian anak manusia berada pada masa kanak- kanak pada
usia 3- 5 tahun yang disebut masa bertanya dan ditandai dengan pertumbuhan fisik yang mulai
berkembang serta pandai berbicara, membaca, dan berhitung. Selanjutnya pada usia 13-20 tahun,
anak tersebut menjadi remaja yang mulai mengalami pubertas, seperti perempuan mulai
mensturasi, dan laki-laki mulai memiliki jenggot, kumis, serta membesar suaranya. Selanjutnya
masuk masa dewasa (usia >20 tahun) yang sudah mampu bekerja dan berumah tangga. Setelah
usia 30 tahun, mulai dapat mengendalikan diri dan mampu menempatkan diri sebagai individu
yang bertanggung jawab.
2. Perkembangan Sifat dan Pikiran Manusia
Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan perkembangan umur dan waktu
dimana manusia tersebut hidup. Pada zaman pra sejarah manusia hidup dari berburu dan
berladang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian meningkat menjadi petani
dan peternak yang menetap. Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni
perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan
alam pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini. Berikut ini,pengelompokan
perkembangan kecerdasan manusia berdasarkan usia dari bayi hingga dewasa.
a. Masa bayi (0 – 2 Tahun)
Masa bayi menurut psikologi disebut juga sebagai periode sensomotorik. Pada periode
ini, perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. Ia mulai belajar makan, berjalan, berbicara, dan
mengikatkan diri pada orang lain. Dengan gerakan – gerakan anggota tubuhnya,ia belajar
memadukan keterangan – keterangan melalui semua alat inderanya.
b. Masa Kanak – kanak ( 3 – 5 Tahun )
Masa kanak – kanak disebut sebagai periode praoperasional, dengan kisaran usia 2 – 7
tahun. Pada periode ini,dorongan keingintahuannya sangat besar, sehingga banyak yang
menyebut masa ini sebagai masa bertanya. Apalagi pada masa ini si anak sudah memiliki
keterampilan berbahasa lisan. Namun, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan
lambang– lambang,seperti bermain mobil dengan garasinya menggunakan kotak kosong.

c. Masa Usia Sekolah ( 6 – 12 Tahun )


Masa ini disebut juga sebagai periode operasional nyata,dengan kisaran usia 7-11 tahun.
Pada periode ini,anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik, dan motorik yang baik.
Para ahli psikologi menyebut juga masa ini sebagai “masa tenang”, karena proses perkembangan
emosional si anak telah mendapatkan kepuasan maksimal sesuai dengan kemampuan
individu. Perolehan pengetahuannya masih dengan induksi (pengamatan dan percobaan),
walaupun sudah dimulai dengan menggunakan penalaran dan logika.
d. Masa Remaja ( 13 – 20 Tahun )
Periode ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri maupun
dengan orang dewasa. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya sebagai orang dewasa,padahal
secara fisik, mental, dan emosional belum mampu menggunakan nalar serta berhipotesis.
e. Masa dewasa ( > 20 Tahun )
Masa dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka
mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai anggota dalam
kelompok serta merupakan individu yang bertanggung jawab.
B. Sejarah Pengetahuan Manusia
Menurut Auguste Comte (1798-1857), dalam sejarah perkembangan jiwa manusia, baik
sebagai individu maupun sebagai keseluruhan, berlangsung dalam tiga tahap (Heri Purnama,
2008: 13) Diantaranya Sebagai Berikut :
1. Tahap teologi atau fiktif
Pada tahap teologi atau fiktif, berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang
pertama dan tujuan yang terakhir dari segala sesuatu, dan selalu dihubugkan dengan kekuatan
gaib. Gejala alam yang menarik perhatiannya selalu diletakkan dalam kaitannya dengan sumber
yang mutlak. Mempunyai anggapan bahwa setiap gejala dan peristiwa dikuasai dan diatur oleh
para dewa atau kekuatan gaib lainnya.

2. Tahap filsafat atau fisik atau abstrak


Tahap metafisika atau abstrak merupakan tahap dimana manusia masih tetap mencari
sebab utama dan tujuan akhir, tetapi manusia tidak lagi menyadarkan diri kepada kepercayaan
akan adanya kekuatan gaib, melainkan pada akalnya sendiri, akal yang telah mampu melakukan
abstraksi guna menemukan hakekat segala sesuatu.
3. Tahap positif atau ilmiah riil
Tahap positif atau riil merupakan tahap dimana manusia telah mampu berpikir secara
positif atau riil atas dasar pengetahuan yang telah dicapainya yang dikembangkan secara positif
melalui pengamatan, percobaan dan perbandingan.
Ilmu pengetahuan juga berkembang sesuai dengan zamannya dan sejalan dengan cara
berpikir dan alat bantu yang ada pada saat itu. Sebagai contoh adalah pada zaman Babilonia dan
Yunani, karena keterbatasan alat indera manusia (sebagai alat bantu utama) maka landasan ilmu
pengetahuan zaman ini sebagian berasal dari pengamatan maupun pengalaman namun sebagian
lainnya berupa dugaan, imajinasi, kepercayaan aataupun “mitos.” Sebagai contoh adalah tentang
pertanyaan hujan yang sering dijawab sebagai bocornya atap langit. Pengetahuan semacam ini
disebut sebagai “pseudo science” yaitu mirip sains tapi bukan sains (pengetahuan semu). Berikut
ini perkembangan pengetahuan manusia dari zaman purba sampai zaman modern:
Ø Zaman purba
Alat dari batu, masa bercocok tanam, dan beternak merupakan pengalaman dan kemampuan
untuk mengamati alam sekitar. pengetahuan yg diperoleh sampai zaman Babilonia.
Ø Zaman Yunani (600-200 SM )
Beberapa pakar yang berpengaruh antara lain (Maskoeri Jasin, 2008: 7):
a. Thales (624-548) menyatakan bahwa bintang mengeluarkan sinar, bulan memantulkan cahaya
matahari.
b. Phytagoras(580-500) menyatakan bahwa bumi ini bulat yang terdiri atas 4 unsur utama
(air,api,udara,tanah)
c. Socrates(470-399) dianggap sebagai tonggak ilmu pengetahuan Yunani penganut faham
logika dan sebagai pemula penyelidikan kehidupan manusia.
d. Aristotelles (384-322) menyatakan bahwa silogisme satu pikiran yg terdiri dari 3 premis.
Ø Zaman Pertengahan
Dikembangkan metode eksperimen menyangkut bidang kedokteran, farmasi, astroniomi,
kimia dan biolgi. Penulisan bilangan Arab dan desilmal memunculkan ilmu aljbar.
Ø Zaman Modern
Banyak penemuan yg menghubah pola pikir yang dibantu dengan alat yg lebih baik.
Perubah yang radikal, geosentrisme ke heliosentrisme. Oleh Coppernicus (1447-1543) dan
didukung oleh Gallileo. Ini dianggap sebagai titik awal ilmu pengetahuan modern dan membuka
cara berpikir yg lebih maju.
Suatu pola pikir yang lebih maju dari mitos adalah penggabungan antara pengamatan,
pengalaman dan akal sehat, logika atau rasional. Oleh karena itu berkembanglah faham
“rasionalisme,” yaitu pertanyaan akan dijawab dengan logika atau hal-hal yang masuk akal.
Lebih lanjut dikenal dengan “metode deduksi” yaitu penarikan suatu kesimpulan didasarkan
pada sesuatu yang bersifat umum menuju kepada yang khusus. Sedangkan “metode induksi”
merupakan dasar dari perkembangan metode ilmiah sekarang yang intinya adalah bahwa
pengambilan kesimpulan dilakukan berdasarkan data pengamatan atau eksperimentasi yang
diperoleh. Untuk melakukan eksperimen maka manusia perlu menciptakan alat Bantu atau
instrumentasi pengamatan. Peralatan instrumentasi yang tercipta akan berkembang menjadi lebih
sempurna dan bahkan dimungkinkan pengembangannya menjadi peralatan produksi atau
industri. Metode ini kemungkinan dapat dipengaruhi oleh alat pendukung pengamatan yang
digunakan. Semakin canggih alat yang digunakan maka akurasi datanya semakin tinggi dan
memungkinkan penarikan kesimpulannya juga akan lebih tajam.
Bagaimana Alam Pikiran Manusia Dapat Berkembang
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dalam persaingan hidup di muka bumi ini. Meski banyak keterbatasan fisik, seperti diantaranya :
ukuran, kekuatan, kecepatan, dan panca indera. Keberhasilan tersebut disebabkan karena
manusia memiliki akal yang lebih baik daripada makhluk lainnya, yang memungkinkan manusia
lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Karna itu alam pikir manusia
dapat berkembang dengan kemampuan berfikir dan bernalar manusia, akal serta nuraninya yang
memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik lagi dan bijaksana untuk dirinya maupun
lingkungan sekitarnya.
Pengetahuan yang terkumpul dan semakin maju menyebabkan rasa ingin tahu manusia
semakin berkembang. Rasa ingin tahu pada manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka dapat
berkembang setiap hari, mereka mengamati benda-benda dan peristiwa yang terjadi dialam
sekitarnya. Manusia tidak akan pernah merasa puas jika belum memperoleh jawaban mengenai
apa yang diamatinya, rasa ingin tahu semacam itu yang tidak dimiliki oleh hewan. Manusia
merupakan makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tertinggi bila
dibandingkan dengan hewan atau makhluk lainnya. Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia
ini yang menyebabkan pengetahuan mereka menjadi berkembang.
Dan dengan sifat keingintahuan manusia yang besar, manusia selalu berusaha mencari
keterangan tentang fenomena alam dan pengetahuan-pengetahuan yang sangat banyak, mungkin
karena itu lah secara tidak langsung alam pikiran manusia dapat berkembang. Dan mungkin
karena teknologi juga yang semakin berkembang sesuai zamannya, sehingga sejalan dengan cara
berfikir manusia yang memudahkan manusia untuk mencari informasi dan ilmu pengetahuan
yang sangat banyak, sehingga membuat alam pikir manusia semakin berkembang dan
berkembang lagi.
Manusia secara terus menerus selalu mengembangkan pengetahuan. Mereka
mengembangkan Jadi, dapat disimpulkan bahwa bagaimana alam pikiran manusia dapat
berkembang karena dengan kemampuan manusia untuk berfikir dan bernalar serta sifat
keingintahuan manusia yang sangat besar.

1.3 Mitos Penalaran &Cara Memperoleh Pengetahuan


Dalam masa awal prasejarah manusia memiliki keterbatasan dalam peralatan,
keterbatasan Pola Pemikiraan, sehingga jawaban dari semua pertanyaan maupun pernyataan pun
kurang logis atau kurang tepat sehingga banyak petanyaaan dari orang – orang tentang alam,
tentang manusia, rasa keingintahuaan yang sangat tinggi membuat orang –orang mempercayai
sebuah mitos, dogeng dan sejenis lainya. Sehingga menjadi sebuah bibir di dalm sebuah
masyarakat dan menjadi legenda yang belum terungkap. Dengan mempercayai sebuah mitos
yang dibuat oleh satu orang dan dibicarakanoleh satu orang ke orang lain.
Untuk menjawab keingintahuan tentang alam, manusia menciptakan mitos. Mitos
merupakan cerita yang dibuat - buat atau dongeng yang pada umumnya menyangkut tokoh kuno,
seperti dewa atau manusia perkasa, yang ada kaitannya dengan apa yang terjadi di alam.

Secara garis besar dapat dibedakan 3 macam mitos, yaitu mitos sebenarnya, cerita
rakyat dan legenda.
Ini dalam sejarah mitos yang sebenarnya akan diungkap dibawah ini dengan penjelasan
yang simple dan tidak membosankan dibawah ini kita akan mengetahui bagaimana mitos itu
berkembang, asal – usul seperti apa mau tau lebih lanjut silahkan baca penjelasan dibawah ini
secara umum gambaran dari mitos, cerita rakyat dan legenda.
Mitos yang merupakan cerita rakyat adalah usaha manusia mengisahkan peristiwa
penting yang menyangkut kehidupan masyarakat, biasanya juga disampaikan dari mulut ke
mulut sehingga sulit diperiksa kebenarannya. Dalam mitos sebagai legenda, dikemukakan
tentang tokoh yang dikaitan dengan terjadinya suatu daerah.

Contoh Mitos yaitu Sebagai Berikut :


Jangan duduk di depan pintu, nanti susah berjodoh
Jangan makan pisang yang ada di pinggir, nanti jodohnya adalah orang jauh
Jangan membuka payung di dalam rumah, nanti sulit rejekinya
Contoh cerita rakyat Sebagai Berikut :
Malin Kundang
Ande - ande Lumut
Timun Mas
dan lain lain.
Contoh Legenda Sebagai Berikut:
Legenda Batu Menangis
Legenda Terbentuknya Danau Toba
Sangkuriang

Pada Masa Prasejarah, Mitos Dapat Diterima dan Dipercaya Kebenarannya karena
Diantaranya Sebagai Berikut:
Keterbatasan pengetahuan uang disebabkan karena keterbatasan penginderaan, baik langsung
maupun dengan alat
Keterbatasan penalaran manusia pada saat itu yaitu sebagai berikut :
Hasrat ingin tahunya terpenuhi
Karena kemampuan berpikir manusia makin maju dan disertai pula dengan perlengkapan
pengamatan yang makin baik, mitos dengan berbagai legendanya mulai ditinggalkan. Orang
mulai menggunakan akal sehat serta rasionya untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang alam.
Kegiatan untuk memperoleh atau menemukan pengetahuan yang benar disebut berpikir,
sedangkan proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang benar disebut penalaran.
Pengetahuan yang diperoleh tidak berdasarkan penalaran digolongkan pada pengetahuan yang
non ilmiah atau bukan ilmu pengetahuan.
Terdapat beberapa cara untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang tidak
berdasarkan penalaran, yaitu Sebagai Berikut :
Prasangka, pengambilan kesimpulan berdasarkan perasaan
Intuisi, kegiatan berpikir yang tidak analitis, tidak berdasarkan pola berpikir tertentu. Pandangan
batiniah yang serta merta tembus mengenai peristiwa atau kebenaran tanpa penurutan pikiran
Coba-ralat atau trial and error, suatu cara untuk memperoleh pengetahuan secara coba - coba
atau untung - untungan.
NAMA : ELISABETH VERO DELLA GUSTANHAI
NPM : 12515176
KELAS : 1PA13

BAB 2
METODE ILMIAH

2.1 Pengertian Metode Ilmiah


Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis.
Perkembangan pola pikir manusia telah di mulai sejak zaman Babylonia kurang lebih650
SM dimana orang percaya kepada mitos, ramalan nasib aberdasarkan perbintangan.bahkan
mereka percaya adanya banyak dewa. Ada dewa angin, dewa matahari, dewa petir dan
sebagainya.
Pangetahuan itu mereka peroleh dengan berbagai cara,antara lain:
1. Prasangka,
Yaitu membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai suatu
obyek.
Contohnya adalah pada zaman babylonia, orang percaya bahwa hujan dapat turun dari surga
sampai ke bumi melalui jendela-jendela yang ada di langit. Dengan prasangka,orang sering
keputusan yang keliru.prasangka hanya berguna untuk mencari kemungkinan suatu kebenaran.

2. Intuisi,
Yaitu suatu pendapat seseorang yang diangkat dari perbendaharaan pengetahuannya
terdahulu melalui suatu proses yang tidak disadari.jadi,seolah-olah muncul begitu saja pendapat
itu tanpa dipikir.pengethuan yang dicapai dengan cara ini sukar dipercaya, ungkapan-ungkapan
sering juga masuk akal namun belum tentu cocok dengan kenyataan.
Contohnya adalah seoarang astrolog disamping rumusannya sering menggunakan intuisinya
dalam memberikan ramalan nasib seseorang.
3. Trial and Error
Yaitu metode coba-coba atau untung-untungan.cara ini dapat diibaratkan seekor kera yang
mencoba meraih pisang dalam sebuah kerangkeng dari percobaan Kohler,seorang
psikolog Jerman. Kera itu dengan cara coba-coba akhirnya dapat juga meraih pisang dengan
menggunakan tongkat.

Pada zaman Yunani orang cenderung untuk mengikuti ajaran dari para ahli pikir atau para
penguasa. Namun ajaran-ajaran ini banyak yang keliru karena ahli-ahli pikir itu terlalu
mengandalkan atas pemikran atau akal sehat,dan kabenaran yang dianut itu adalah yang masuk
akalnya.
Contohnya adalah setiap hari kita lihat matahari terbit dari timur lalu terbenam di barat.
Maka masuk akallah bila dikatakan bahwa matahari beredar mengelilingi bumi.Contoh lain,
bila kayu dibakar maka berubah jadi api, udara, dan abu (tanah). Maka menurut akal sehat unsur
dasar pembentuk kayu itu adalah tanah, api, udara.
Pengetahuan yang didapat dengan cara-cara tersebut diatas termasuk pada golongan
pengetahuan yang tidak ilmiah. Lalu bagaimanakah pengetahuan yang ilmiah atau yang disebut
ilmu pengetahuan itu? jawaban singkat dari pertanyaan tersebut diatas adalah sebagai berikut :

a) Pengetahuan dapat dikatakan ilmiah apabila pengetahuan itu memenuhi empat


syarat antara lain:
1. Obyektif,
Artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya maksudnya adalah kesesuaian atau
dibuktikan dengan hasil pengindraan.
2. Metodik,
Artinya pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu dan terkontrol.
3. Sistematik,
Artinya pngetahuan itu disusun dalam suatu sistem dimana satu sama lain saling berkaitan
dan saling menjelaskan, sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.
4. Berlaku umum,
Artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa
orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil
yang sama atau konsisten.
b) Ditinjau dari sejarah cara berfikir manusia,pada dasarnya terdapat dua ara pokok
untuk memperoleh pngetahuan yang benar, ialah Sebagai Berikut :
1. Cara yang didasarkan pada rasio (paham rasionalisme).
2. Cara yang didasarka pada pengalaman (paham empirisme).
c) Langkah-langkah penerapan metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Menentukan dan membeikan batasan kepada masalah yang dihadapi.
2. Menentukan hipotesis atau rumusan pemecahan masalah yang bersifat sementara.
3. Menguji dan mengadakan verifikasi kesimpulan.

B. SIKAP ILMIAH
Salah satu aspek tujuan mempelajari ilmu alamiah adalah pembentukan sikap ilmiah. Orang
yang berkecimpung dalam ilmu alamiah akan terbentuk sikap olmiah yang antara lain ialah:
1. Jujur
Seorang ilmuwan harus dituntut unttuk bersikap objektif dan jujur dalam melakukan
penelitiannya.
2. Terbuka,
Seorang ilmuawan harus mempunyai pandangan yang luas, terbuka akan pendapat orang
lain dan bebas dari praduga.
3. Toleran
Seorang ilmuwan harus mempunyai sikap tenggang rasa atau sikap toleran yang tinggi, jauh
dari sikap angkuh, artinya ia masih mempertimbangkan pendapatnya dengan pendapat orang
lain.
4. Skeptis
Seorang ilmuwan itu harus bersikap kritis karena bila tidak kritis mengenai setiap informasi
yang ia peroleh mungkin ada informasi yang salah hingga menimbulkan akibat suatu kesimpulan
yang salah oleh karena itu suatu informasi memerlukan verifikasi dan perlu diuji kebenarannya
dengan bukti-bukti yang cukup stelah itu ilmuwan baru boleh mengambil kesimpulan dan
memberikan keputusan.
5. Optimis
Seorang ilmuwan selalu berpengharapan baik. Ia tidak akan berkata bahwa sesuatu tidak
dapat dikrjakan, tetapi ia akan mengatakan, “berikan saya kesempatan untuk memikirkan dan
mencoba mengerjakan.” Bahkan rasa humor seorang imiwan ada hubungannya dengan tingkat
kecerdasan maupun sikap optimis seseorang, ia selalu optimis.

6. Pemberani
Ilmuwan sebagai pencari kebenaran harus berani melawan semua ketidakbenaran, penipuan,
kepura-puraan, kemunafikan, dan kebatilan yang akan menghambat kemajuan.
7. Kreatif
Ilmuwan dalam mengembangkan ilmunya harus kreatif sehingga dapat menimbulkan hal-hal
yang baru.
C. LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL METODE ILIMIAH
1. Perumusan masalah
Yang dimaksud dengan masalah disini adalah merupakan pertanyaan apa, mengapa, atau
bagaimana tentang obyek yag diteliti.masalah itu harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-
faktor yang mempengaruhinya.
2. Penyusunan hipotesis
Yang dimaksud hipotesis adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan
jawaban untuk memecahkan masalah yangtelah ditetapkan. Dengan kata lain, hipotesis
merupakan dugaan sementara yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada. Hipotesis
juga dapat dipandang sebagai jawaban semntara dari permasalahan yang harus diuji
kebenarannya.
3. Pengujian hipotesis
Yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah
diajukan untuk memperlihatkan apakah tedapat fakta-fakta yang mendukund jipotesis tersebut
atau tidak.
4. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melalui analisi dari fakta untuk melihat
apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak hipotesis itu dapat diterima bila fakta yang
terkumpul itu mendukung pernyataan hipotesis. Hipotesis yang diterima merupakan suatu
pngetahuan yang kebenarannya telah diuji secra ilmiah, dan merupakn bagian dari ilmu
pngetahuan.
D. KETERBATASAN DAN KEUNGGULAN METODE ILIMIAH
a) Keterbatasan
Dengan metode ilmiah dapat dihasilkan pengetahuan yang ilmiah. Kita telah mengetahui
bahwa data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah itu berasal dari pengamatan.
Kita melakukan pengamatan dengan panca indra yang juga mempunyai keterbatasan
kemampuan untuk menangkap suatu fakta. Jadi kemungkinan keliru dari penangkapan panca
indra tetap ada, sehingga dengan demikian kemungkinan keliru dari suatu kesimpulan ilmiah
juga tetap ada.
Oleh karena itu, semua kesimpulan ilimiah atau kebenaran ilmu pengetahuan, termasuk
ilmu pengetahuan alam (IPA), bersifat tentatif. Artinya, sebelum ada kebenaran ilmu yang dapat
menolak kesimpulan itu, maka kesimpulan itu dianggap benar.
Sebaliknya, kesimpulan ilmiah yang dapat menolak kesimpulan ilmiah yang terdahulu
maka kesimpulan tersebut menjadi kebenaran baru, sehingga tidak mustahil suatu kesimpulan
ilmiah bisa berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.
b) Keunggulan
Keunggulan metode ilmiah terkandung dalam sifat obyektif, metodik, sistematik, dan
berlaku umum yang merupakan ciri khas pengetahuan imiah yang akan membimbing kita pada
sikap ilmiah yang terpuji yaitu sebagai berikut;
a. Mencintai kebenaran yang obyektif, bersifat adil, dan itu semua akan menjurus kearah hidup
yang bahagia.
b. Menyadari bahwa kebenaran ilmu itu tidak absolut, hal ini dapat menjurus kearah mencari
kebenaran itu terus menerus.
c. Dengan ilmu pengetahuan, lorang lalu tidak percaya pada takhayul, astronomi, maupun untung-
untungan karena sesuatu dialam semesta ini terjadi melalui suatu proses yang teratur.
d. Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebih banyak, imlu pengetahuan yang kita
peroleh tentunya akan sngat membantu pola kehidupan kita.
e. Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk tyidak berfikir secara prasangka, tetapi berfikir
secara terbuka atau obyektif, suka menerima pendapat orang lain (toleran).
f. Metode ilmiah membimbing untuk tidak percaya begitu sajapadasuatu kesimpulan tanpa adanya
bukti-bukti yang nyata.
g. Metode imiah juga membimbing kita selalu bersikap optiis, teliti, dan berani membuat suatu
pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah kita adalah benar.

DAFTAR PUSTAKA
1. W, Supartono Drs.MM,dkk.2004.Ilmu Alamiah Dasar.Bogor: Ghalia Indonesia.
2. Purnama, Hari Ir.1986.Ilmu Alamiah Dasar Materi Pokok Universitas
Terbuka.
3 http;//ilmu alamiah dasar/.blogspot.com
4. http://hadisoecipto.blogspot.co.id/2013/07/metode-ilmiah-iad.html
NAMA : ELISABETH VERO DELLA GUSTANHAI
NPM : 12515176
KELAS : 1PA13

BAB 3
RUANG LINGKUP IPA

3.1 Perkembangan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam


Awal dari IPA dimulai pada saat manusia memperhatikan gejala-gejala alam, mencatatnya
kemudian mempelajarinya. Pengetahuan yang diperoleh mula-mula terbatas pada hasil
pengamatan terhadap gejala alam yang ada. Kemudian makin bertambah dengan pengetahuan
yang diperoleh dari hasil pemikirannya. Selanjutnya dari peningkatan kemampuan daya pikirnya
manusia mampu melakukan eksperimen untuk membuktikan dan mencari kebenaran dari suatu
pengetahuan. Dari hasil eksperimen ini kemudian diperoleh pengetahuan yang baru. Setelah
manusia mempu memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimen ini lahirlah IPA (Ilmu
Pengetahuan Alam) sebagai suatu ilmu yang mantap.
Perkembangan IPA itu sendiri mulai berkembang sangat lambat antara abad 15-16. Namum
perkembangan IPA lebih pesat setelah adanya konsep Copernicus yang kemudian diperkuat
Galileo yang dikenal sebagai permulaan abad ilmu pengetahuan modern (kebenaran berdasarkan
induksi). Di awal abad 20 perkembangan ipa khususnya bidang fisika makin berkembang pesat
setelah konsep fisika kuantum dan relativitas dan bermunculan beberapa fisikawan yang terkenal
seperti newton. Hal tersebut perlu di rebisi dan penyesuaian dengan konsep ilmu pengetahuan ke
ara pemikiran yang modern.

Perkembangan ipa tidak jauh dari kaitan Landasan Ilmu Pengetahuan itu sendiri antara lain
Sebagai Berikut :
1. Hipotesis
Merupakan strata ilmu yang paling rendah, berupa dugaan atau prediksi yang diambil
berdasarkan pengetahuan atau teori yang sudah ada untuk menjawab penelitian yang sedang
dilakukan.
2. Teori
Merupakan strata ilmu yang lebih tinggi dari hipotesis, berupa landasan ilmu yang telah teruji
kebenarannya, namun teori masih mungkin untuk dikoreksi dengan teori baru yang lebih tepat.
3. Hukum dan dalil
Merupakan strata ilmu yang paling tinggi, berupa teori yang telah diuji terus- menerus dan
diketahui tidak ditemukan adanya kesalahan.

Berikut ini adalah diagram perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam di uturkan melalui
Abad 15 16 19 20

Gb. 1. Diagram Periode Pengembangan IPA

-Pseudo -Awal IPA -revolusi industri -IPA Modern


science sekarang -penemuan mesin -alat riset canggih
-Mitos -Heliosentris modern: mesin uap -telaah mikroskopik
-logika -Liberalisme kertas, cetak, dll -penemuan anomali
-Penemuan alat -penemuan alat teori sebelumnya
bantu lebih baik -konsep baru
(modern)
sifat: - mikroskopis
- analisis tinggi
- abstraksi dalam

Pengetahuan menjadi displin ilmu seperti yang dapat kita lihat sebagai berikut:
Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Sosial dan
Sains Fisik Sains Hayati (Biologi) Budaya
Fisika Botani Bahasa
Kimia Zoologi Sosiologi
Astronomi Mikrobiologi Pendidikan
Geologi Kesehatan Sejarah
Mineralogi Palaentologi Antropologi
Geografi Fisiologi Etnologi
Geofisika Taksonomi Seni dan Budaya
Meteorologi Dll Psikologi
Oseanologi Ekonomi
Dll Dll
Didukung oleh Matematika/Statistika dan Informatika
Gb. 2. Perkembangan IP Menjadi Berbagai Disiplin Ilmu
Ilmu pengetahuan akan terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang tidak pernah merasa
puas dengan apa yang sudah dipunyai atau diketahuinya. Berdasarkan hal tersebut, maka ilmu
pengetahuan merupakan siklus ilmu dengan penelitian sebagai intinya yang tidak pernah
terputus. Bahkan ia akan semakin membesar dan meluas.
Penggolongan IPA menjadi “klasik” dan “modern” sama sekali bukan berkaitan dengan
waktu maupun klasifikasi bidang ilmu. Penggolongan ini lebih mengacu kepada konsepsi, yaitu
cara berpikir, cara memandang, dan cara menganalisis suatu fenomena alam.
IPA klasik yang telaahannya mengikuti kaidah ilmu tradisional berdasarkan pengalaman,
kebiasaan, dan bersifat makroskopik. Sedangkan IPA modern yang bersifat mikroskopik, muncul
berdasarkan penelitian maupun pengujian dan telah diadakan pembaharuan yang dikaitkan
dengan berbagai disiplin ilmu yang ada.

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam


a. Zaman Kuno
Pengetahuan yang dikumpulkan pada zaman kuno berasal dari kemampuan mengamati dan
membeda-bedakan, serta dari hasil percobaan yang sifatnya spekulatif atau trial and error. Semua
pengetahuan yang diperoleh diterima sebagaimana adanya, belum ada usaha untuk mencari asal-
usul dan sebab akibat dari segala sesuatu.
Pada saat manusia mulai memiliki kemampuan menulis membaca dan berhitung maka
pengetahuan yang terkumpul dicatat secara tertib dan berlangsung terus menerus. Misalnya dari
pengamatan dan pencatatan peredaran matahari, ahli astronomi Babilonia menetapkan
pembagian waktu, tahun dibagi dalam 12 bulan, minggu dibagi dalam 7 hari dan hari dalam 24
jam. Selanjutnya jam dibagi dalam 60 menit dan menit dalam 60 detik. Kemudian satuan enam
puluh ini juga digunakan untuk
pengukuran sudut, 60 detik sama dengan 1 menit, 60 menit sama dengan 1 derajad dan satu
lingkaran penuh sama dengan 360o.
Demikian pula ahli Babilonia dapat meramalkan terjadinya gerhana matahari, tiap 18 tahun
tambah 10 atau 11 hari. Ini terjadi kira-kira 3000 SM.
Pada tahun 2980-2950 SM telah dapat dibangun piramid di Mesir untuk menghormati dewa agar
tidak terjadi bahaya banjir di sungai Nil. Pembangunan piramid itu menunjukkan bahwa
pengetahuan teknik bangunan dan matematika khususnya geometri dan aritmatika telah maju.
Kurang lebih tahun 1.600 SM orang mesir telah menghitung keliling lingkaran sama dengan tiga
kali garis tengahnya sedang luas lingkaran sama dengan seperdua belas kuadrat kelilingnya.
b. Zaman Yunani Kuno
Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat sekali pada zaman Yunani, disebabkan oleh
kemampuan berpikir rasional dari bangsa Yunani. Pada tahap ini manusia tidak hanya menerima
pengetahuan sebagaimana adanya tetapi secara spekulatif mencoba mencari jawab tentang asal-
usul dan sebab-akibat dari segala sesuatu.
1. Thales (624-548 SM)
Ahli filsafat dan matematika, pelopor dari segala cabang ilmu. Ia dianggap orang pertama yang
mempertanyakan dasar dari alam dan segala isinya. Thales berpendapat bahwa pangkal segala
sesuatu adalah air: dari air asal segala sesuatu, kepada air pula ia akan kembali. Disamping itu
dia juga menyatakan bahwa bintang mengeluarkan cahaya sendiri, sedangkan bulan menerima
cahaya dari matahari.
2. Anaximenes (588-526 SM)
Berpendapat bahwa zat dasar adalah udara. Segala zat terjadi dari udara yang merapat dan
merenggang. Pendapat ini mungkin dihubungkan dengan kenyataan bahwa manusia itu
tergantung kepada pernafasan.
3. Anaximander (610-546 SM)
Berpendapat langit dengan segala isinya itu mengelilingi bumi dan sebenarnya langit yang
nampak itu hanya separohnya
4. Heraklitos (535-475 SM)
Menyatakan bahwa api adalah asal segala sesuatu, sebab api ini yang menggerakkan sesuatu,
menghidupkan alam semesta, yang berubah-ubah sifatnya didalam proses yang kekal. Yang
kekal hanyalah perubahan, segala sesuatu adalah mengalir.
5. Pythagoras (580-499 SM)
Mengemukakan 4 unsur dasar yaitu bumi, air, udara, dan api. Dalam bidang matematika
menemukan dalil yang terkenal yaitu bahwa kuadrat panjang sisi miring sebuah segi tiga siku-
siku sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi sikusikunya.
6. Empedokles (495-435 SM)
Menerima 4 unsur dasar menurut Pythagoras dan menyatakan bahwa sifat segala benda terjadi
dari pencampuran keempat unsur itu dalam perbandingan yang berbeda. Keempat unsur itu
adalah sifat panas, dingin, basah dan kering. Kering dan dingin membentuk bumi, panas dan
kering unsur pembentuk api. Air dari basah dan dingin, udara dari basah dan panas. Selain itu
juga dinyatakan bahwa segala benda yang sejenis akan tarik menarik, sedang yang berlawanan
akan tolak menolak.
7. Leukippos dan Demokritos (460-370 SM)
Dalam mencari unsur dasar dari segala sesuatu Leukippos & Demokritos mengemukakan teori
atom sebagai berikut : Zat memiliki bangun butir. Segala zat terdiri atas atom, yang tidak dapat
dibagi, tak dapat dimusnahkan tak dapat diubah. Atom-atom dapat berbeda dalam jumlah dan
susunan atom. Semua perubahan akibat dari penggabungan dan penguraian atom menurut hukum
sebab akibat. Tidak ada masalah kebetulan dan ciptaan. Yang ada hanyalah atom dan kehampaan
8. Plato (427-345 SM)
Menyangkal teori atom, yang menganggap bahwa kebaikan dan keindahan itu timbul dari sebab-
akibat mekanik. Plato menyatakan bahwa pengetahuan yang benar adalah yang sejak semula
telah ada dalam alam pikiran atau alam ide. Apa yang nampak oleh pancaindera hanyalah
bayangan belaka. Pengalaman yang kekal dan benar adalah yang telah dibawa oleh roh dari alam
yang gaib.
9. Aristoteles (384-322 SM)
Menerima 4 unsur dasar: tanah, udara, air dan api dan menambahkan unsur yang kelima yaitu
eter atau "quint essentia". Ia menganggap unsur yang satu dapat berubah menjadi unsure yang
lain, kecuali eter yang tak dapat berubah. Dari air dan tanah yang menjadi masak terjadi garam,
biji dan logam. Emas adalah logam yang tidak mengandung tanah. Logam perak, tembaga, timah
putih dan besi, pada dasarnya banyak mengandung tanah. Semua logam akan mengalami proses
memasak menjadi logam mulia, yaitu emas. Pendapat bahwa unsur berubah menjadi unsur lain
inilah yang menjadi dasar dari alkimia untuk mengubah logam biasa menjadi emas. Pendapat
Aristoteles yang lain adalah bahwa untuk mencari pengetahuan yang benar adalah dengan jalan
pikiran secara deduktif. Berbeda dengan Plato, Aristoteles menyangkal bahwa pengetahuan yang
benar itu berasal dari dunia yang gaib. Melainkan menghargai pengetahuan yang diperoleh dan
dibuktikan dengan pancaindera.
10. Ptolomeus (127-151)
Berpendapat bahwa bumi sebagai pusat jagat raya, bintang dan matahari mengelilingi bumi
(geosentrisme). Planet beredar melalui orbitnya sendiri dan terletak antara bumi dan bintang.
Karya Ptolomeus ditulis sekitar tahun 150 dan diberi nama Syntaxis, yang kemudian oleh bangsa
Arab dinamakan Almagest yang menjadi ensiklopedia dalam ilmu perbintangan. Pendapat dan
pandangan dari Aristoteles serta Ptolomeus berpengaruh sangat lama sampai dengan menjelang
zaman modern, yaitu sampai zaman Galileo, Geosentrisme diganti dengan heliosentris (matahari
sebagai pusat jagat raya).
c. Zaman Pertengahan
Zaman Alkimia (abad 1-2)
Ahli alkimia menerima pendapat empat buah unsur dan bahkan menambahkan tiga lagi, yaitu: air
raksa, belerang dan garam. Disini pengertian usur lebih dimaksudkan sebagai sifatnya daripada
unsur itu
sendiri.
Air raksa = logam yang mudah menjadi uap.
Belerang = mudah terbakar dan memberi warna.
Garam = tak dapat terbakar dan bersifat tanah.
Zaman Latrokimia (latros = Tabib)
Beberapa cendekiawan Islam diantaranya Sebagai Berikut :
1. Al Khowarisni (825)
Menyusun buku Aljabar dan Artimatika yang kemudian mendorong penggunaan sistim desimal.
Menurut catatan sejarah karya Al Khowarisni merupakan pengembangan dari karya bangsa
Hindu yang bernama Aryabhata (476) dan Brahmagupta (628). Kemudian Omar Khayam (1043-
1132) ahli matematika dan astronomi; Abu Ibnusina (atau Avicenna, 980- 1137) menulis buku
tentang kedokteran.
Secara garis besar sumbangan bangsa Arab dalam pengembangan pengetahuan alam adalah:
1. Menerjemahkan peninggalan bangsa Yunani, mengembangkannya dan kemudian
menyebarkan ke Eropa dan selanjutnya dikembangkan di Eropa.
2. Mengembangkan metode eksperimen sehingga memperluas pengamatan dalam lapangan
kedokteran, obat-obatan, astronomi, kimia dan biologi.
3. Memantapkan penggunaan sistim penulisan bilangan dengan dasar sepuluh dan ditulis
dengan posisi letak, artinya nilai suatu angka terletak pada letaknya.

Contoh :
Bilangan 2132 = paling depan berarti dua ribuan, berturut-turut kebelakang, satu ratusan, tiga
puluhan dan dua satuan. Cabang matematika elementer yaitu aljabar diawali dan dikembangkan
bangsa Arab.
d. Zaman Modern, Timbulnya Ilmu Pengetahuan Alam
Pengetahuan yang terkumpul sejak zaman Yunani sampai abad pertengahan sudah banyak tetapi
belum sistimatis dan belum dianalisis menurut jalan pikiran tertentu. Biasanya pemikiran
diwarnai cara berpikir filsafat, agama atau bahkan mistik. Setelah alat sempurna dikembangkan
metode eksperimen.
1. Roger Bacon (1214-1294)
Menyatakan bahwa pada hakekatnya ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang berdasarkan
kepada kenyataan yang disusun dan dibentuk dari pengalamnan, penyelidikan dan percobaan.
Matematika merupakan dasar untuk berpikir dan merupakan kunci untuk mencari kebenaran
dalam ilmu pengetahuan.
2. Leonardo da Vinci (1452-1519)
Pernah menyatakan bahwa: Percobaan tidak mungkin sesat, yang tersesat adalah pandangan dan
pertimbangan kita.
3. Francis Bacon (1561-1626)
Berpendapat bahwa cara berfikir induktif merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai
kebenaran. Hanya percobaan dan penyelidikan yang menumbuhkan pengertian terhadap keadaan
alam. Mulai saat itu kegiatan eksperimen ditingkatkansehingga cara memperoleh pengetahuan
dilakukan dengan
langkah - langkah Sebagai Berikut :
1). Observasi dan pengumpulan data
2). Menyusun model atau ramalan generalisasi
3). Melakukan eksperimen untuk menguji ramalan atau generalisasi
sehingga diperoleh kesimpulan atau hukum yang lebih mantap.

4. Nicolas Copernicus (1473-1543)


Ahli astronomi, matematika dan pengobatan.
Karyanya adalah:
1). Matahari adalah pusat dari sitim tatasurya (heliosentrisme)
2). Bumi mengelilingi matahari sedangkan bulan mengelilingi bumi.
5. Johannes Keppler (1571-1630)
1. Orbit dari semua planet berbentuk elips.
2. Dalam waktu yang sama, maka garis penghubung antara planet dan matahari selalu
melintas bidang yang luasnya sama
3. Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk mengelilingi matahari adalah
sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu dengan matahari.
6. Galileo Galilei (1546-1642)
Antara lain menemukan 4 hukum gerak, penemuan tata bulan planet Jupiter, mendukung
heliosentrisme dari Copernicus dan hukum Keppler. Ia juga menyatakan bahwa bulan tidak
datar, penuh dengan gunung, planet Mercurius dan Venus tidak memancarkan cahaya sendiri dan
juga menemukan 4 buah bulan pada planet Jupiter. Penemuannya ini didasarkan atas pengamatan
dengan alat teropong bintangnya.

2. Peranan Ilmu Pengetahuan Alam

a. Dalam Memenuhi Kebetuhan Manusia


menurut Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang definisi
teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan
alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh
anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang
lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi
sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum
digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan.
Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi
sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan
bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih
ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai” keseluruhan
metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan
manusia”Pengertian teknologi secara umum adalah sebagai berikut :
proses yang meningkatkan nilai tambah
produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan.
Kesimpulan :
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena
kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi
diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak
kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang
teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang
telah dihasilkan dalam zaman terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan
untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal
negatif. Jadi semua itu ada kelebihan dan kekurangan yang harus kita pahami dan kita

b. Dalam Perikebutuhan Manusia


Ilmu dalam bidang IPA dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar atau murni,
IPA terapan, dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologi mengkaji bahan pokok yang
sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak pada aspek yang dikajinya. Menurut Amor et al.
(1988) ilmuwan IPA dasar mencoba untuk memahami bagaimana alam bekerja. Sedangkan
ilmuwan IPA terapan mencoba mencari cara untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ahli
teknologi memanfaatkan penemuan IPA dasar dan IPA terapan untuk membuat alat guna
mengendalikan cara alam bekerja. Menurut White & Frederiksen (2000) IPA dapat dipandang
sebagai proses untuk membentuk hukum, model, dan teori yang memungkinkan orang untuk
memprediksi, menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku alam.
Konsep-konsep IPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui
orang, keingintahuan itu menuntun ke arah mencari prinsip atau teori yang dapat diperoleh dari
hasil pengkajian, yaitu melalui percobaan. Pengkajian ini merupakan pengkajian yang tidak
bermaksud untuk mencari kondisi atau proses optimal yang diharapkan, melainkan hanya untuk
memenuhi penjelasan dari objek (benda dan energi) dan peristiwa alam. Konsep-konsep IPA
dasar merupakan konsep-konsep IPA mengenai kondisi, interaksi, dan peristiwa dari kondisi
yang normal (biologi) atau ideal (fisika). Dalam konsep-konsep IPA dasar, seringkali ada
variabel (parameter), yang dalam kenyataannya berpengaruh, tidak dimasukkan ke dalam
konsep-konsepnya. dan teknologi.
Dampak atau efek dari ilmu alamiah dan teknologi yang telah dikembangkan manusia dalam
rangka memenuhi kebutuhannya sehingga lebih mudah dan menyenangkan dapat bersifat positif
artinya benar-benar bermanfaat, dan dapat juga bersifat negatif, karena menimbulkan akibat
sampingan. Akibat itu bila dibiarkan akan membawa malapetaka. Karena itu, manusia setalah
mengetahui beberapa hasil ilmu alamiah dan teknologi , mencoba mengatasi juga dengan ilmu
alamiah dan teknologi yang baru.

Sandang

Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi telah banyak sumbangannya dalam bidang sandang;
andaikata tidak, maka barang? kita masih hidup dalam zaman purba di mana manusia dalam
zaman purba masih menggunakan kulit kayu atau daun-daun sebagai penutup tubuh kita. Baik
pada abad yang lalu maupun masa kini ilmu pengetahuan alam dan teknologi telah menolong
manusia dalam pengadaan sandang berupa mesin-mesin tekstil. Dengan teknologi itu orang tidak
perlu menunggu terlalu lama hasil serta tanaman kapas. Dengan serat-serat sintetis itu orang
dapat membuat serat secara besar-besaran dalam waku yang singkat.
Dampak negatif dari segala penemuan Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi ini sehubangan
dengan polimersintetis yaitu bahwa bahan-bahan berupa polimersintetis itu yang dalam kata
sehari-hari disebut “plastik” menimbulkan keuntungan dan kerugian. Keuntungannya sudah jelas
kita dapat memproduksi serat tekstil untuk sandang, bahkan hampir semua kebutuhan sehari-hari
yang berupa alat rumah tangga tidak luput dari penggunaan plastik sebagai bahan dasarnya.
Yang menjadi masalah sekarang ialah bahwa sampah-sampah plastik itu tidak dapat dihancurkan
oleh bakteri-bakteri pembusuk.
Papan
manusia yang oleh Tuhan diberi karunia keunggulan berupa akal dan budi. Dengan akal inilah
manusia dapat menyempurnakan rumah tinggalnya dari gua-gua alami ke pohon-pohon,
kemudian berkembang lagi menjadi rumah diatas tiang-tiang penyangga, dan lebih maju lagi
pada masa kini kita telah mampu membuat rumah tembok dengan penuh kenyamanan. Untuk
mencapai puncaknya orang tidak perlu meniti tangga langkah demi langkah, tetapi cukup tekan
tombol dan beberapa detik kemudian sampai ke lantai yang ke 60 dan seterusnya. Uraian diatas
menunjukkan dampak positif Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi dalam bidang papan.
Sebagai contoh dengan alat-alat modern, sekarang orang begitu mudah membabat hutan untuk
bangunan atau perabot lainnya. Pohon-pohon yang relatif mudah yang sehausnya tidak boleh
dibabat, sehingga menimbulkan akibat berantai, mulai dari erosi, pendangkalan sungai, kematian
sumber air, kemerosotan kesuburan tanah, banjir dan selanjutnya rantai itu sampai pada
kesengsaraan manusia itu sendiri yang sebenarnya tidak ikut secara langsung menikmati hasil
hutan itu.

Pangan

Dampak positif ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi dibidang pangan adalah sebakai berikut
: Contohnya saja dalam memperoleh bibit unggul yang banyak produksinya dalam waktu yang
relatif singkat melalui nuklir. Sumbangan Ilmu Pengetahuan Alam di bidang pangan pun telah
banyak dimanfaatkan orang misalnya dengan cara pemupukan yang tepat dan penggunaan
bakteri yang sanggup menunjang akar-akar tanaman mengambil zat hara dengan lebih baik
sehingga produksi bertambah banyak.
Dampak negatif Ilmu Pengetahuan Alam dan teknologi juga ada, Contohnya pemakaian racun
pemberantas hama tanaman (pestisida) ternyata tidak saja dapat memberantas hama, tetapi juga
membunuh hewan ternak, meracuni hasil panen, meracuni manusia itu sendiri. Karena itu
kesadaran, kesadaran dan tanggung jawab manusia itu sendiri juga perlu ikut
di tingkatkan untuk kepentingan bersama dan generasi yang akan datang.
c. Dalam Kebutuhan Industri
Dalam industri itu terdapat tiga komponen, yaitu masukan (input), proses dan hasil-hasil
(output). Dari segi masukan, industri mempunyai dampak negatif misalnya, suatu industri
pembuataan kayu lapis membutuhkan bahan baku berupa kayu gelondongan sebesar satu ton
setiap hari, maka si pengusaha selalu berpikir akan adanya persediaan kayu sebanyak itu setiap
hari agar perusahaannya memperoleh keuntungan.
Pada saaat proses, terjadi kebisingan-kebisingan di dalam penggergajian maupun pemotongan-
pemotongan kayu, yang sering terjadi adalah bahwa pihak perusahaan lupa akan pengaruh buruk
dari kebisingan itu terhadap para pekerja dalam pabrik maupun manusia disekitarnya. Dari
komponen hasil, dmapak Ilmu Alamiah dan teknologi pada umumnya adalah positif, meskipun
kadang-kadang tampak dampak sosial yang negatif juga. Karena itu kita mengharapkan
pembuangan limbah industri yang tampaknya makin meningkat pada masa pembangunan saat ini
tidak akan membawa pengaruh negatif.

Terhadap Sumber Daya Alam


a. Minyak Bumi
Kita juga mengetahui bahwa minyak bumi merupakan bahan galian yang tidak dapat
diperbaharui (unrenewable), artinya sekali pakai habis. Minyak bumi itu berasal dari fosil yang
terbentuk secara alami dalam proses jutaan tahun lamanya yang jumlahnya juga terbatas. Dan
pada suatu saat minyak akan habis. Maka demi kelestarian kehidupan di muka bumi , orang
segera mencari gantinya. Berbagai alternatif pengganti minyak bumi itu akan diuraikan
dibelakang. Pada bagian pertama perlu diketahui adalah dampak negatif, yaitu hasil pembakaran
minyak bumi itu berupa gas-gas oksida, antara lain karbondioksida yang berguna untuk
fotosintesis (pembentukan zat gula atau pati pada tanaman berhijau daun dengan bantuan
matahari) dan gas karbo monoksida yang bersifat sangat beracun. Gas CO ini dapat meracuni
sel-sel darah merah sehingga sel-sel itu tidak mampu berfungsi lagi sebagai pengangkut oksigen
dalam jaringan tubuh. Namun yang sangat berbahaya adalah gas-gas yang mengandunng Pb
(timah hitam) atau Hg (air raksa) yang semuanya ini merupakan campuran premium agar
premium mudah terbakar (sebagai katalissator pembakar).
b. Batubara
Dapak negatif dari penambangan batubara akan menimbulkan , adanya cacing tambang,
marabahaya yang mungkin menimpa manusia-manusia penambang, karena gas oksida dalam
tambang itu sangat terbatas yang banyak adalah gas-gas bumi yang menyesakkan napas yang
mungkin mengandung CO, sulfur oksidan. Akhirnya gas-gas yang timbul dari hasil pembakaran
batubara hampir serupa dengan hasil pembakaran minyak bumi. Minyak bumi dan batubara
termasuk sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui (unrenewable). Jenis mineral misalnya
seng, besi, tembaga, dan sebagainya merupkan sumber daya alam yang juga tidak dapat
diperbaharui.

c. Air
Air walaupun merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui artinya dipakai dapat
dibersihkan kembali, tapi pembersihan itu tidak selalu dapat sempurna, sehingga lama kelamaan
air bersih yang kita perlukan makin hari makin menurun kuantitas dan kualitasnya.
d. Hutan, Hewan dan Ternak
Hutan dan hewan atau ternak merupakan sumber daya alam yang dapat dipengaruhi, tetapi
teknologi modern dapat mengakibatkan sumber daya alam tersebut menjadi tidak berdaya atau
tidak dapat diperbaharui. Walaupun sumber daya alam itu dapat diperbaharui tetapi ada batas
toleransinya. Bila batas ini dilampau maka tidak lagi dapat diperbaharui. Pemungutan ikan di
laut dengan pukat harimau misanya akan menjaring ikan yang besar sampai ke anak cucuknya
sehingga generasi mudanya tak dapat menggantikan generasi tua.
e. Tanah
Tanah pertanian sebagai sumber daya sebenarnya dapat diperbaharui artinya tanah itu dapat
dipergunakan berulang-ulang bila dipelihara dengan baik. Apabila tanah itu dibiarkan dalam
keadaan kosang lalu terkena erosi terus menerus, maka bagian tanah yang sumber (berhumas)
hilang dan tinggallah padas atau batu yang tidak lagi dapat menjadi lahan yang dapat ditanami.
f. Sumber Daya Zat Radioaktif
Zat radioaktif memang zat yang sangat berbahaya. Sejak ditemukannya oleh Madame Curie telah
nampak dampaknya yaitu orang-orang yang bekerja di laboratoriumnya, bahkan terjadi
kebocoran tidak dapat dihindarkan, tetapi kebocoran itu tidak tampak seperti kebocoran minyak
bumi atau batubara. Bahayanya amat besar, meskipun telah memperhitungkan dengan sangat
teliti, tetapi bencana alam sering di luar perhitungan manusia, misalnya kekuatan badai, banjir,
gempa bumi dan sebagainya. Semua itu taruhannya adalah keselamatan jiwa manusia, tidak
hanya pekerjaannya, tetapi masyarakat sekitarnya, misalnya kebocoran reaktor atom di
Chernobile (Rusia) yang beberapa tahun lalu. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia
Nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup Sumber Daya,
sebagai berikut; Sumber daya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya
manusia, sumber daya alam hayati, sumber daya alam non hayati dan sumber buatan.
Pada dasarnya sumber daya alam dapat dibagi menjadi 4 yaitu Sebagai Berikut:
a. Sumber daya manusia, dimana tercakup kuantitas, kualitas pengetahuan dan keterampilan dan
kebudayaan juga sarana dan lembaga swadaya masyarakat.
b. Sumber daya fisik ( sumber daya alam dan buatan) dapat dibedakan menjadi 3 sebagai
berikut:
- Sumber alam hayati, yang terdiri dari flora dan fauna.
- Sumber alam non hayati, meliputi tanah, air , udara, mineral (minyak bumi, batu bara, gas alam
dan sebagainya ).
- Sumber daya strategis (semua mineral essensial) untuk usaha Hankam, iklim, energi matahari.

Kesimpulan :
Kedua sumber daya alam tersebut seringkali merupakan tulang punggung pembangunan suatu
negara, sehingga pengelolaannya harus tepat agar dapat meningkatkan pembagunan suatu
negara, taraf hidup dan kemakmuran bangsa di negara tersebut. Artinya pemanfaat sumber daya
alam untuk suatu produksi tidak dapat berdiri sendiri tetapi harus memperhatikan kepentingan
pemungkiman, lingkungan perlindungan dan industri. Dengan demikian ada keseimbangan
penggunaan antara lingkungan yang satu dengan yang lain sehingga dapat dimanfaatkan secara
terus-menerus.
DAFTAR PUSTAKA
http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/20/peranan-ilmu-pengetahuan-alam-dan-
teknologi-dalam-memenuhi-kebutuhan-kehidupan-manusia/
http://harisbanjarmasin.blogspot.com/2011/11/iad-manusi-berpikir-dari-zaman-dulu.html
http://khairinnisaedogawa.blogspot.com/2011/07/iad-perkembangan-dan-
pengembangan-ilmu.html
http://amadsgtt.blogspot.co.id/

NAMA : ELISABETH VERO DELLA GUSTANHAI


NPM : 12515176
KELAS : 1PA13

BAB 4
KEHIDUPAN DI BUMI

4.1 Asal Mula Kehidupan di Bumi

Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh
dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia
ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil. Fosil telah menjadi bukti yang
paling kuat untuk menjelaskan tentang kejadian makroevolusi. Makroevolusi merupakan
perubahan dalam skala besar diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu yang
sangat lama. Kebanyakan fosil ditemukan tertanam dalam batuan sediment. Melalui prose alami
yang panjang, sediment-sedimen dapat tersusun secara berlapis-lapis membentuk strata
(tingkatan). Setiap lapisan strata, disebut catatan fosil berguna bagi ilmuwan untuk menjelaskan
sejarah kehidupan dibumi. Studi kasus yang mempelajari catatan fosil disebut
paleontology. Dibawah ini adalah beberapa teori asal mula kehidupan dibumi.
Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan hangat dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi
mengadakan kondensasi atau lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit
bumi. Bagian yang berbentuk cair membentuk samudera atau hidrosfer, sedangkan bagian yang
berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer.

Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup melangsungkan kehidupannya
disebut biosfer. Dalam kehidupan makhluk hidup tersebut, terbentuk suatu sistem hubungan
antara makhluk hidup dengan materi dan energi yang mengelilinginya.
Ciri – ciri sebuah benda hidup atau makhluk hidup ialah Sebagai Berikut :
1. Melakukan pertukaran zat atau metabolisme, yakni adanya zat yang masuk dan keluar.
2. Tumbuh atau bertambah besar karena pertambahan dari dalam dan bergerak.
3. Melakukan reproduksi atau berkembangbiak.
4. Memiliki irabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan memberikan reaksi terhadap
rangsangan itu.
5. Memiliki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap lingkungan.
Secara perlahan-lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi lebih dingin sehingga pada
suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Yang berbentuk cair membentuk samudra atau
hidrosfer, yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer. Pada
saat ini kulit bumi tersebut dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam.
Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup itu kita sebut biosfer.
Banyak terdapat teori maupun paham-paham yang dikemukakan oleh para ilmuan
mengenai teori awal mula kehidupan di dunia. Namun semuanya belum dapat memberikan
jawaban yang pasti. Sebenarnya sudah sejak zaman Yunani Kuno manusia berusaha memberikan
jawaban terhadap awal mula kehidupan di muka bumi ini. Namun, jawaban itu umumnya hanya
berupa dongeng atau mitos belaka.
Sejarah Awal Mula Kehidupan di Dunia.

Usia Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas bumi barulah
sekitar 2000 tahun, dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana.
Hal itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode perbandingan
zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Dengan metode itu pula diperkirakan bahwa bumi
telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari berbagai penelitian terdapat
batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang telah menunjukan tanda – tanda kehidupan atau fosil.
Sebenarnya sudah sejak zaman Yunani Kuno manusia berusaha memberikan jawaban
terhadap awal mula kehidupan di muka bumi. Namun jawaban itu umumnya hanya berupa
dongeng atau mitos belaka. Berikut ini dikemukakan beberapa teori-teori awal mula makhluk
hidup di dunia.
Teori Abiogenesis (Aristoteles, 384-322 SM)
Teori Abiogenesis ini menyatakan bahwa mahkluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini
berasal dari benda mati. Teori ini disebut juga dengan Generatio Spontanea. Menurut penganut
paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja atau secara spontan. Jadi, kalau
pengertian abiogenesis dan Generatio Spontanea digabungkan, maka pendapat paham tersebut
adalah makhluk hidup yang pertama kali di bumi tersebut dari benda mati/tidak hidup yang
terjadinya secara spontan, misalkan :
Ikan dan katak berasal dari lumpur.
Cacing berasal dari tanah, dan
Belatung berasal dari daging yang membusuk.
Pada pertengahan abad ke-17, Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana
yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda aneh yang amat kecil yang terdapat pada
setetes air rendeman jerami. Oleh para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie
Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka.
2. Teori Biogenesis (Francesco Redi)
Teori ini bertentangan dengan teori abiogenesis, karena menganggap bahwa makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya. Tiga tokoh terkenal pendukung teori ini
adalah Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Redi merupakan orang pertama
yang melakukan eksperimen untuk membantah teori abiogenesis. Dia melakukan percobaan
dengan menggunakan bahan daging segar yang ditempatkan dalam labu dan diberi perlakuan
tertentu.
3. Teori Evolusi Kimia
Ketidakpuasan para ilmuwan terhadap apa yang dikemukakan para tokoh teori abiogenesis dan
biogenesis mendorong para ilmuwan lain untuk terus mengadakan penelitian tentang awal mula
kehidupan. Para ilmuwan dalam teori ini berpendapat bahwa organisme terbentuk pertama kali di
bumi ini berupa makhluk bersel satu. Namun hingga kini masalah utama tentang asal-usul
kehidupan tetap merupakan rahasia alam yang belum terjawab. Hasil yang mereka buktikan
barulah mengetahui terbentuknya senyawa organik secara bertahap, yakni dimulai dari
bereaksinya gas-gas diatmosfer purba dengan energi listrik halilintar. Selanjutnya semua
senyawa tersebut bereaksi membentuk senyawa yang lebih kompleks dan terkurung dilautan.
Akhirnya membentuk senyawa yang merupakan komponen sel.
4. Teori Evolusi Biologi (Alexander Oparin)
Alexander Oparin adalah ilmuwan Rusia. Oparin menyatakan bahwa pada suati ketika atmosfer
bumi kaya akan senyawa uap air, CO2, CH4, NH3, dan Hidrogen. Karena adanya energi radiai
benda-benda angkasa yang amat kuat, seperti sinar Ultraviolet, memungkinkan senyawa-
senyawa sederhana tersebut membentuk senyawa organik atau senyawa hidrokarbon yang lebih
kompleks. Proses reaksi tersebut berlangsung dilautan.
Teori evolusi biologi ini banyak diterima oleh para ilmuwan. Namun, tidak sedikit ilmuwan yang
membantah tentang interaksi molekul secara acak yang dapat menjadi awal terbentuknya
organisme hidup. Teori evolusi kimia dan teori evolusi biologi banyak pendukungnya, namun
baru teori evolusi kimia yang telah dibuktikan secara eksperimental, sedangkan teori evolusi
biologi belum ada yang menguji secara eksperimental.
Seandainya apa yang dikemukakan dua teori tersebut benar, tetapi belum mampu menjelaskan
bagaimana dan dari mana kehidupan diplanet bumi ini pertama kali muncul. Yang perlu diingat
adalah bahwa kehidupan adalah tidak hanya menyangkut masalah replikas, atau masalah
kehidupan biologis saja, tetapi juga menyangkut masalah kehidupan rohani.

Percobaan dari Para Ilmuwan Pencetus Teori Asal Mula Kehidupan di Bumi

Percobaan Francesco Redi (1626-1697)


Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap paham Abiogenesis, Frncesco Redi mengadakan
percobaan. Pada percobaannya Redi menggunakan tiga bahan kerat daging dan tiga toples.
Percobaan Redi selengkapnya adalah sebagai berikut:
Stoples I : Diisi dengan sekerat danging, ditutup rapat-rapat.
Stoples II : Diisi dengan sekarat daging, dibiarkan tetap terbuka.
Stoples III: Diisi dengan sekarat daging,dibiarkan tetap terbuka.
Selanjutnya ketiga stoples tersebut diletakkan pada rempat yang aman. Setelah beberapa hari,
keadaan daging dalam ketiga stoples tersebut diamati. Dan hasilnya sebagai berikut:
Stoples I : Daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik/larva atau belatung
dan lalat.
Stoples II : Daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung
dan lalat.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Francesco Redi menyimpulkan bahwa larva atau belatung
yang terdapat dalam daging busuk di stoples II dan III bukan terbentuk dari daging yang
membusuk, tetapi berasal dari telur lalat yang ditinggal pada daging ini ketika lalat tersebut
hinggap disitu. Hal ini akan lebih jelas lagi, apabila melihat keadaan pada stoples II, yang
tertutup kain kasa. Pada kain kasa penutupnya ditemukan lebih banyak belatung, tetapi pada
dagingnya yang membusuk belatung relative sedikit.
2. Percobaan Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Yang juga merupakan ahli biologi dari Italia, membuktikan ketidak benaran teori Abiogenesis
dengan menggunakan air kaldu yang diisikan pada dua buah labu erlenmeyer.Labu pertama diisi
air kaldu kemudian dibiarkan tetap terbuka, sedangkan labu kedua diisi air kaldu, kemudian
ditutup dengan rapat.
Setelah beberapa hari kemudian, air kaldu dalam labu pertama berubah menjadi keruh dengan
bau tidak enak, sedangkan air kaldu pada labu ke dua tidak mengalami perubahan apapun.
Dari percobaan tersebut, Spallanzani menarik kesimpulan bahwa mikroba pembusuk yang
membusukan air kaldu dalam labu pertama bukanlah berasal dari air kaldu, melainkan dari
mikroba yang sebelumnya terdapat di udara yang masuk ke dalam labu.
Buktinya, bila labu ditutup rapat pembusukan air kaldu tidak terjadi. Dengan percobaan itu pula
Spallanzani menyatakan bahwa asal usul kehidupan dimulai dari telur (omne ovum ex vivum).

3. Percobaan Louis Pasteur (1822-1895)


Yang merupakan ahli biologi Perancis, membuktikan ketidakbenaran teori Abiogenesis melalui
eksperimen dengan berbagai jenis jasad renik. Eksperimen dilakukan dengan meletakan air kaldu
yang sudah dipanaskan ke dalam tabung leher angsa (leher yang meski corongnya terbuka tapi
udara tidak bisa masuk). Air kaldu tersebut didiamkan selama beberapa waktu namun bakteri
tidak dapat membusukannya. Baru setelah tabung dimiringkan hingga kaldu mencapai ujung
corong, bakteri pembusuk dapat membusukan air kaldu. Dengan percobaan itu, Pasteur
menyatakan bahwa asal usul kehidupan dimulai dari kehidupan sebelumnya (omne vivum ex
vivum). Dari hasil percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Redi, Spallanzani, dan Pasteur
itulah teori asal usul kehidupan berasal dari kehidupan (biogenesis) mulai berkembang, seiring
dengan itu pula teori abiogenesis pun mulai ditinggalkan. Lebih lanjut, perkembangan
tentangteori asal usul kehidupan juga diteliti melalui cabang ilmu alam lainnya seperti kimia.

DAFTAR PUSTAKA
https://googleweblight.com/?lite_url=https://bhatarilarasati94.wordpress.com/2013/05/29
/asal-mula-kehidupan-di-bumi/&ei=0QlKC7K8&lc=id-
ID&s=1&m=989&host=www.google.co.id&ts=1458910084&sig=APY536ydWwGnGDEd
h7mjiQ7-qIv04ZOpsQ
http://duniabaca.com/teori-teori-awal-mula-kehidupan-di-
dunia.html&ei=NryvSVnn&lc=id-
ID&s=1&m=989&host=www.google.co.id&ts=1458742194&sig=APY536xTd3myhuKJDi
LyP-HWhllhnGqfxA
http://www.materibiologi.com/teori-biogenesis-dan-abiogenesis/&ei=iiyjgukB&lc=id-
ID&s=1&m=989&host=www.google.co.id&ts=1458908042&sig=APY536ys-
VXxLD6NG0JdSluEFpiBRoPqtQ
http://biologimediacentre.com/asal-usul-kehidupan-biogenesis-versus-abiogenesis-1-
2/&ei=iiyjgukB&lc=id-
ID&s=1&m=989&host=www.google.co.id&ts=1458908042&sig=APY536yxeUarQHJeX7
RlAOuj1litizoMP
http://biologi.lkp.web.id
https://retnoas.wordpress.com/2016/03/31/tugas-matematika-iad-kehidupan-di-bumi/
NAMA : ELISABETH VERO DELLA GUSTANHAI
NPM : 12515176
KELAS : 1PA13

BAB 5
Perkembangbiakan seksual & aseksual

5.1 Perkembangbiakan Secara Seksual Dan Aseksual

1. Reproduksi Seksual (Generatif)


Reproduksi biologis atau reproduksi seksual dalah suatu proses biologis penggunaan seks
secara rutin dimana individu organisme baru diproduksi.
Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk
kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh
pendahulunya.
Cara reproduksi secara umum dibagi menjadi dua jenis: seksual dan aseksual.
Dalam reproduksi aseksual, suatu individu dapat melakukan reproduksi tanpa keterlibatan
individu lain dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri menjadi dua sel anak adalah contoh
dari reproduksi aseksual. Walaupun demikian, reproduksi aseksual tidak dibatasi kepada
organisme bersel satu. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan
reproduksi aseksual.
Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang
berbeda. Reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum,
organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme
yang lebih sederhana, biasanya satu sel, bereproduksi secara aseksual.
Pada reproduksi seksual/generatif terjadi persatuan dua macam gamet dari dua individu yang
berbeda jenis kelaminnya, sehingga terjadi percampuran materi genetik yang memungkinkan
terbentuknya individu baru dengan sifat baru.
Pada organisme tingkat tinggi mempunyai dua macam gamet, gamet jantan atau spermatozoa
dan gamet betina atau sel telur, kedua macam gamet tersebut dapat dibedakan baik dari bentuk,
ukuran dan kelakuannya, kondisi gamet yang demikian disebut heterogamet.
Peleburan dua macam gamet tersebut disebut singami. Peristiwa singami didahului dengan
peristiwa fertilisasi (pembuahan) yaitu pertemuan sperma dengan sel telur.
Pada organiseme sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan gamet betina karena
keduanya sama, dan disebut isogamet. Bila salah satu lebih besar dari lainnya disebut
anisogamet.

Membedakan dengan jelas teori abiogenesis dan Biogenesis yaitu dengan teori sebagai
berikut :
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup atau makhluk
hidup ada dengan sendirinya. Teori ini dikenal dengan teori Generation Spontanea. Tokoh
pencetus teori ini yaitu Aristoteles dan John Nedham.
Pada percobaan Aristoteles, tanah yang direndam air akan muncul cacing. Pada percobaan
Nedham, kaldu direbus dalam wadah selama beberapa menit, setelah itu wadah ditutup
menggunakan gabus. Setelah beberapa hari, terdapat bakteri dalam kaldu tersebut. Nedham
berpendapat bahwa bakteri berasal dari kaldu.
Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Tokoh
pencetus teori ini adalah Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Hasil
penelitian Francesco Redi adalah Belatung berasal dari lalat yang hinggap di daging untuk
bertelur.

Macam –Macam Percobaan yang dilakukan Para Ilmuwan Pencetus Teori Asal Mula
Kehidupan di Bumi
1. Generation Spontanea
Sebelum abad 17, orang menganggap bahwa makhluk hidup terbentuk secara spontan atau
terbentuk dengan sendirinya.
Contoh: dari lumpur akan timbul cacing. Paham ini dipelopori oleh Aristoteles.
2. Cosmozoa
Adalah pendapat yang menyatakan bahwa makhluk hidup di bumi ini berasal dari luar bumi,
mungkin dari planet lain. Benda hidup itu datang dalam bentuk spora yang aktif, jatuh kebumi
lalu berkembang biak.
3. Omne Vivum ex Ovo
Francisco Redi, ahli Biologi Italia, dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal
dari telur lalat. Kemudian mengemukakan pendapat bahwa dari telur atau Omne Vivum ex Ovo.
4. Omne Vivum ex Vivo
Lazarro Spallanzani, ahli Biologi Italia, dapat membuktikan bahwa mikroorganisme atau jasad
renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu. Bila kalau dididihkan kemudian ditutup
rapat-rapat, maka pembusukan tidak terjadi . ia menyimpulkan bahwa telur berasal dari jasad
hidup.
5. Teori Uray
Harold Uray, ahli kimia Amerika, mengemukakan bahwa atmosfer Bumi pada mulanya karya
akan gas-gas metan, amoniak, hidrogen, dan air. Zat-zat ini merupakan unsur-unsur penting
dalam tubuh makhluk hidup.
Diduga, karena adanya energi idari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos, unsur-unsur
itu mengadakan reaksi kimia membantuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mula-mula terbentuk
kira-kira sama dengan virus yang kita kenal sekarang. Zat ini setelah berjuta-juta tahun
berkembang menjadi organisme.

Perkembangbiakan Aseksual dan Seksual


Pembiakan dapat berlangsungdengan dua cara yang sangat berpengaruh terhadap
kesinambungan species, yaitu pembiakan secara aseksual dan seksual.
1. Pembiakan Aseksual
Adalah terjadinya pembentukan individu baru dari satu induk tanpa melalui proses
penggabungan atau perpaduan antara dua sel kelamin.
a. pembelahan kembar
sel membelah membantuk dua sel anak yang mempunyai jumlah sitoplasma yang sama. Contoh:
Amoeba,bakteri, ganggang.
b. kuncup
cara ini terdapat pada tumbuhan dan hewan tingkat rendah. Inti sel membelah menjadi dua belah
yang sama tetapi sitoplasmanya membelah tidak sama besar. Bagian kecil disebut kuncup.
c. Pembentukan spora
spora adalah sel yang sangat kecil, diiputi dinding selulosa yang keras. Contoh: bakteri,
cendawan, lumut, paku-pakuan.
2. pembiakan seksual
Cara ini berlaku untuk hewan dan tumbuhan. Dengan cara ini, hanya sel-sel yang khusus saja
yang dapat bersatu dalam proses pembuatan. Sel-sel ini disebut gamet(yunani,gamos
perkawinan). Pada beberapa organisme uniseluler, gameet berwujud seperti sel-sel lain dari
spesiesnya, sedangkan pada beberapa organisme multiseluler, gamet berbeda dari sel-sel lain
dalam jumlah kromosomnya.

Perbedaan dan contoh perkembangbiakan secara seksual dan aseksual


1. Pembiakan Aseksual
Adalah terjadinya pembentukan individu baru dari satu induk tanpa melalui proses
penggabungan atau perpaduan antara dua sel kelamin.
Contohnya: lumut, tunas umbi: kentang, tales, dan tunas daun: cocor bebek.
2. pembiakan seksual
Cara ini berlaku untuk hewan dan tumbuhan. Dengan cara ini, hanya sel-sel yang khusus saja
yang dapat bersatu dalam proses pembuatan. Sel-sel ini disebut
Gamet (yunani, gamet= perkawinan). Pada beberapa organisme uniseluler, gameet berwujud
seperti sel-sel lain dari spesiesnya, sedangkan pada beberapa organisme multiseluler, gamet
berbeda dari sel-sel lain dalam jumlah kromosomnya. Contohnya:
1. pembuahan di luar tubuh, seperti ikan mas dan katak.
2. pembuahan di dalam tubuh, seperti ikan paus, dan kucing.

2. Reproduksi Aseksual (Vegetatif)


Reproduksi Vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya
peleburan sel kelamin jantan dan betina).
Reproduksi Aseksual dibagi menjadi 2 yaitu Vegetatif bisa terjadi secara alami maupun
buatan.
a. Vegetatif Alami
Vegetatif Alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti
manusia.
b. Vegetatif Buatan
Vegetatif Buatan adalah reproduksi aseksual yang terjadi karena bantuan pihak lain seperti
manusia.

Reproduksi aseksual dapat dibagi atas lima jenis, yaitu Sebagai Berikut :

1. Fisi
Fisi terjadi pada organisme bersel satu. Pada proses fisi individu terbelah menjadi dua bagian
yang sama.
2. Pembentukan spora
Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik,
maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru, spora dihasilkan oleh jamur,
lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadang-kadang juga dihasilkan oleh
bakteri.
3. Pembentukan tunas
Organisme tertentu dapat membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan
kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini akan
lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. Pembentukan tunas merupakan ciri
khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata).
4. Fragmentasi
Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih, kemudian setiap bagian
akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya. Peristiwa fragmentasi
bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan atau organ
yang telah hilang. Fragmentasi terjadi antara lain pada hewan spons (Porifera), cacing pipih,
algae.

5. Propagasi vegetatif
Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. Pada proses
propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi
satu/lebih tanaman baru.
Kesimpulan
Reproduksi aseksual adalah proses reproduksi di saat keturunan timbul dari orang tua tunggal,
dan mewariskan genetika dari satu orang tua. Aseksual adalah reproduksi yang tidak
melibatkan meiosis, ploidi pengurangan, atau fertilisasi. Sebuah definisi yang lebih ketat adalah
agamogenesis yang adalah reproduksi tanpa fusi gamet. Reproduksi aseksual adalah bentuk
reproduksi organisme bersel tunggal seperti archaea, bakteri, dan protista. Banyak tanaman
dan jamur bereproduksi yang lain dengan hal yang sama dengan dia secara aseksual juga.
Sementara semua prokariota bereproduksi secara aseksual (tanpa pembentukan dan
penggabungan sel gamet), mekanisme transfer gen lateral yang sepertikonjugasi, transformasi,
dan transduksi kadang-kadang disamakan dengan reproduksi seksual. Kurang lengkapnya
reproduksi seksual relatif jarang terjadi di antara organisme multiseluler ,terutama pada hewan
yg memiliki organism yg baik.
Hal ini tidak sepenuhnya mengerti mengapa kemampuan untuk bereproduksi secara seksual
begitu umum di antara mereka. Hipotesis saat ini menunjukkan bahwa reproduksi aseksual
mungkin memiliki manfaat jangka pendek ketika pertumbuhan penduduk yang cepat adalah
penting atau dalam lingkungan yang stabil, sedangkan reproduksi seksual menawarkan
keuntungan bersih dengan generasi yang lebih cepat memungkinkan keragaman genetik,
memungkinkanadaptasi terhadap perubahan lingkungan. Kendala perkembangan mungkin
mendasari mengapa beberapa hewan telah melakukan reproduksi seksual sepenuhnya
dalam siklus kehidupan biologi mereka.

DAFTAR PUSTAKA
http://gurungeblog.wordpress.com/2009/01/02/asal-usul-kehidupanteori-generatio-
spontaneateori-evolusi-biokimia/
http://raihangesit.blogspot.co.id/2016_06_01_archive.html
Kusumawati, Rohana. Dkk. Detik-detik Ujian Nasional Biologi untuk SMA/MA. Jakarta: Intan
Pariwara.