Anda di halaman 1dari 48

LEMBAR PERTANYAAN

BAB IV MENGAPA PANCASILA MENJADI IDEOLOGI NEGARA

Untuk memahami Pancasila sebagai ideologi negara, Anda dipersilakan untuk


mencari informasi dari berbagai sumber tentang:
1. Berbagai konsep dan pengertian dan karakter tentang ideologi besar dunia,
khususnya tentang ideologi tertutup dan ideologi terbuka.
2. Pancasila sebagai ideologi, termasuk bersifat tertutup atau terbuka, berikan
argumen Anda.
3. Berbagai kasus yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba dan yang
mengancam eksistensi Pancasila.
4. Berbagai kasus yang terkait dengan terorisme yang mengancam eksitensi
ideologi Pancasila.
5. Berbagai kasus yang terkait dengan korupsi di Indonesia yang mengancam
eksistensi ideologi Pancasila.
6. Berbagai kasus kesadaran pajak warga Negara yang mengancam eksistensi
ideologi Pancasila.
Anda juga dipersilakan untuk mendiskusikan faktor-faktor yang mengancam
keutuhan nasional bangsa Indonesia, sekaligus memperlihatkan peran ideologi
Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia.

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pancasila adalah dasar falsafah Negara Republik Indonesia yang
secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan
tercantum dalam pembukaan UUD 1945, di Undangkan dalam Berita
Republik Indonesia tahun 11 No. 7 bersama-sama dengan batang tubuh
UUD 1945.
Dalam perjalanannya, sejarah eksisitensi pancasila sebagai dasar
filsafat Negara Republik Indonesia mengalami berbagai macam
interpretasi dan menipulasi politik sesuai dengan kepentingan penguasa
demi kokoh dan tegaknya kekuasaan yang berlindung di balik legitimasi
ideology Negara pancasila dengan kata lain pancasila hanya sebagai
symbol formalitasnya saja namun tidak difungsikan sebagaimana fungsi
yang harus dijalankan dan tidak lagi diletakkan sebagai dasar filsafat serta
pandangan hidup. Pada hal secara historisnya pancasila sudah melalui
proses yang panjang dan rumit terkait keberadaanya sebagai ideology
nasional dasar dalam kehidupan berpolitik bangsa kita.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari tugas ini adalah sebagai berikut :
1. Apa saja konsep dan pengertian dan karakter tentang ideologi besar
dunia, khususnya tentang ideologi tertutup dan ideologi terbuka?
2. Pancasila sebagai ideologi, termasuk bersifat tertutup atau terbuka?
berikan argumen!
3. Berbagai kasus yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba dan yang
mengancam eksistensi Pancasila?
4. Berbagai kasus yang terkait dengan terorisme yang mengancam
eksitensi ideologi Pancasila?
5. Berbagai kasus yang terkait dengan korupsi di Indonesia yang
mengancam eksistensi ideologi Pancasila?

2
6. Berbagai kasus kesadaran pajak warga Negara yang mengancam
eksistensi ideologi Pancasila?
7. Faktor-faktor yang mengancam keutuhan nasional bangsa?
8. Peran ideologi pancasila sebagai pemersatu bangsa?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari tugas ini ialah :
1. Mengetahui apa saja konsep dan pengertian dan karakter tentang
ideologi besar dunia, khususnya tentang ideologi tertutup dan ideologi
terbuka.
2. Mengetahui Pancasila sebagai ideologi, termasuk bersifat tertutup atau
terbuka.
3. Mengetahui berbagai kasus yang terkait dengan penyalahgunaan
narkoba dan yang mengancam eksistensi Pancasila.
4. Mengetahui berbagai kasus yang terkait dengan terorisme yang
mengancam eksitensi ideologi Pancasila.
5. Mengetahui berbagai kasus yang terkait dengan korupsi di Indonesia
yang mengancam eksistensi ideologi Pancasila.
6. Mengetahui berbagai kasus kesadaran pajak warga Negara yang
mengancam eksistensi ideologi Pancasila.
7. Mengetahui faktor-faktor yang mengancam keutuhan nasional bangsa.
8. Mengetahui peran ideologi pancasila sebagai pemersatu bangsa.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep dan Pengertian Ideologi Besar Dunia


2.1.1 Pengertian ideologi
Secara etimologi istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti
gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita, dan logos yang berarti Ilmu
dan kata idea berasal dari bahasa yunani eidos yang artinya bentuk. Di
samping itu ada kata idein yang artinya melihat. Maka secara harfiah,
ideologi adalah ilmu atau pengertian-pengertian dasar.
Dalam pengertian sehari-hari, ide disamakan artinya dengan cita-
cita. Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita yang bersifat tetap yang
harus dicapai, sehingga cita-cita yang bersifat tetap itu sekaligus
merupakan dasar, pandangan atau faham. Memang pada hakikatnya,
antara dasar dan cita-cita itu sebenarnya dapat merupakan satu kesatuan.
Dasar ditetapkan karena atas dasar landasan, asas atau dasar yang telah
ditetapkan pula. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang
idea-idea, pengertian dasar, gagasan-gagasan dan cita-cita.
Apabila ditelusuri secara historis istilah ideologi pertama kali
dipakai dan dikemukakan oleh seorang perancis, Destutt de Tracy, pada
tahun 1976. Seperti halnya Leibniz, de Tracy mempunyai cita-cita untuk
membanggun suatu sistem pengetahuan. Apabila Leibniz menyebutkan
impiannya sebagai one great system of trunth dimana tergabung segala
cabang ilmu dan segala kebenaran ilmiah, mak De Tracy menyebutkan
ideologie yaitu scieence of ideas, suatu program yang diharapkan dapat
membawa perobahan Internasional dalam masyarakat perancis. Namun
Napoleon mencemoohkannya sebagai khayalan belaka, yang tidak
mempunyai arti praktis. Hal semacam itu hanya impian belaka yang tidak
akan menemukan kenyataan.
Sedangkan secara terminologi, menurut Soerjanto Poespowardjojo,
ideologi adalah suatu pilihan yang jelas dan membawa komitmen untuk
mewujudkannya. Sejalan dengan itu, Sastrapratedja mengemukakan

4
bahwa ideologi memuat orientasi pada tindakan. Ia merupakan pedoman
kegiatan untuk mewujudkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Persepsi yang menyertai orientasi, pedoman dan komitmen
berperan penting sekali dalam mewarnai sikap dan tingkah laku ketika
melakukan tindakan, kegiatan atau perbuaan dalam rangka mewujudkan
atau merealisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam ideologi
tersebut. Logikanya, suatu ideologi menuntut kepada mereka yang
meyakini kebenarannya untuk memiliki persepsi, sikap dan tingkah laku
yang sesuai, wajar dan sehat tentang dirinya, tidak lebih dan tidak
kurang. Karena, melalui itulah dapat diharapkan akan lahir dan
berkembang sikap dan tingkah laku yang pas dan tepat dalam proses
perwujudannya dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
Sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Sastrapratedja di
atas, maka ideologi memiliki kecenderungan untuk doktriner, terutama
karena ia berorientasi pada tindakan atau perbuatan untuk merealiasikan
nilai-nilainya. Meskipun kecenderungan doktriner itu tidak selalu
bermakna negatif, kemungkinan doktriner itu tidak selalu bermakna
negatif, kemungkinan ke arah itu selalu terbuka. Obsesi atau komitmen
yang berlebihan terhadap ideologi, biasanya merangsang orang untuk
berpersepsi, bersikap dan bertingkah laku sangat doktriner, dan ini jelas
sangat keliru.
Ada beberapa istilah ideology menurut beberapa para ahli yaitu:
1. Destut De Traacy :
istilah ideology pertama kali dikemukakan oleh destut de Tracy
tahun 1796 yang berarti suatu program yang diharapkan dapat
membawa suatu perubahan institusional dalam masyarakat
Perancis.
2. Surbakti membagi dalam dua pengertian yakni :
a. Ideologi secara fungsional : seperangkat gagasan tentang
kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan Negara
yang dianggap paling baik.

5
b. Ideologi secara structural : suatu system pembenaran
seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan
dan tindakan yang diambil oleh penguasa.
3. AL-Marsudi:
Ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah
pikiran atau science des ideas
4. Puspowardoyo:
Bahwa ideologi dapat dirumuskan sebagai komplek
pengetahuan dan nilai secara keseluruhan menjadi landasan
seseorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan
bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk
mengolahnya. Berdasarkan pemahaman yang dihayatinya
seseorang dapat menangkap apa yang dilihat benar dan tidak
benar, serta apa yang dinilai baik dan tidak baik.
5. Karl Marx:
Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan
kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

2.1.2 Makna dan Peran Ideologi Bagi Suatu Negara


Pada hakikatnya ideologi adalah merupakan hasil reflesi manusia
berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya.
Maka terdapat suatu yang bersifat dialektis antara ideologi dengan
masyarat negara. Di suatu pihak membuat ideologi semakin realistis dan
pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yang ideal.
Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara,
namun juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya.
Dengan demikian ideologi sangat menentukan eksestensi suatu
bangsa dan negara untuk mencapai tujuannya melalui berbagai realisasi
pembanggunan. Hal ini disebabkan dalam ideologi terkandung suatu
orieantasi praktis. Ideologi dalam artian ini sangat diperlukan, karena
dianggap mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan,
memberikan arahan mengenai dunia beserta isinya, serta menanamkan

6
semangat dalam perjuangan masyarakat untuk bergerak melawan
penjajahan, yang selanjutnya mewujudkannya dalam kehidupan
penyelenggaraan negara. Pentingnya ideologi bagi suatu negara juga
terlihat dari fungsi ideologi itu sendiri. Adapun fungsi ideologi adalah
membentuk identitas atau ciri kelompok atau bangsa. Ideologi memiliki
kecenderungan untuk memisahkan kita dari mereka. Ideologi berfungsi
mempersatukan sesama kita. Apabila dibandingkan dengan agama, agama
berfungsi juga mempersatukan orang dari berbagai pandangan hidup
bahkan dari berbagai ideologi.
Sebaliknya ideologi mempersatukan orang dari berbagai agama.
Oleh karena itu ideologi juga berfungsi untuk mengatasi berbagai
pertentangan (konflik) atau ketegangan sosial. Dalam hal ini ideologi
berfungsi sebagai pembentuk solidaritas (rasa kebersamaan) dengan
mengangkat berbagai perbedaan ke dalam tata nilai yang lebih tinggi.
Fungsi pemersatu itu dilakukan dengan memenyatukan keseragaman
ataupun keanekaragaman, misalnya dengan memakai semboyan kesatuan
dalam perbedaan dan perbedaan dalam kesatuan.

2.1.3 Macam-macam Ideologi Secara Umum


Terdapat 2 macam watak Ideologi yaitu :
1. Ideologi Terbuka
Ideologi terbuka adalah ideologi yang mampu mengikuti
perkembangan jaman dan bersifat dinamis atau merupakan suatu
sistem pemikiran terbuka yang merupakan hasil konsensus dari
masyarakat itu sendiri, nilai-nilai dari cita-citanya tidak dipaksakan
dari luar melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan, rohani,
moral dan budaya masyarakat itu sendiri.
Ideologi terbuka hanya berisi orientasi dasar, sedangkan
penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan norma-norma sosial-
politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan
prinsip moral yang berkembang di masyarakat. Operasional cita-cita
yang akan dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori, melainkan

7
harus disepakati secara demokratis. Dengan sendirinya ideologi
terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter dan tidak dapat dipakai
melegitimasi kekuasaan sekelompok orang. Ideologi terbuka hanya
dapat ada dan mengada dalam sistem yang demokratis.
Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak dimutlakkan. Ideologi
macam ini memiliki ciri:
1. Merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat
(falsafah). Jadi, bukan keyakinan ideologis sekelompok orang
melainkan kesepakatan masyarakat. Dasarnya bukan keyakinan
ideologis sekelompok orang, melainkan konsensus masyarakat.
Ideologi terbuka tidak diciptakan, melainkan ditemukan dalam
masyarakat sendiri. Oleh karena itu ideologi terbuka itu adalah
milik seluruh rakyat; masyarakat dapat menemukan dirinya
kembali di dalamnya.
2. Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat
sendiri, ia adalah milik seluruh rakyat, dan bisa digali dan
ditemukan dalam kehidupan mereka.
3. Isinya tidak langsung operasional. Sehingga, setiap generasi baru
dapat dan perlu menggali kembali falsafah tersebut dan kembali
mencari implikasinya dalam situasi kekinian mereka. Keterbukaan
ideologi bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung
didalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya lebih kongkrit,
sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan
masalah-masalah aktual yang senentiasa berkambang seiring
dengan aspirasi rakyat, perkembangan iptek dan zaman.
4. Tidak pernah memaksa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat,
melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup
bertanggung jawab sesuai dengan falsafah itu.
5. Ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat reformatif,
dinamis dan terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa bersifat aktual,
dinamis, antisifasif dan senentiasa mampu menyelesaikan dengan

8
perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta
dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.
6. Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga masyarakat
yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

2. Ideologi Tertutup
Ideologi Tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia atau filsafat
yang menentukan tujuan – tujuan dan norma – norma politik dan sosial
yang ditetapkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi,
melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus
dipatuhi. Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh
dipermasalahkan berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral
yang lain. Isinya dogmatis dan apriori sehingga tidak dapat dirubah
atau dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial. Karena itu ideologi
ini tidak mentolerir pandangan dunia atau nilai-nilai lain
Ideologi tertutup bersifat Dogmatis dan Apriori, dogmatis berarti
mempercayai suatu keadaan tanpa data yang valid, sedangkan apriori ,
yaitu berprasangka terlebih dahulu akan suatu keadaan. ideologi
tertutup tersebut dipaksakan berlaku dan dipatuhi oleh masyarakat
yang di atur oleh masyarakat elit tertentu atau kelompok masyarakat,
yang berarti bersifat otoriter dan dijalankan dengan cara yang totaliter.
bersifat totaliter berarti menyangkut seluruh aspek kehidupan.
Ideologi tertutup adalah ideologi yang bersifat mutlak. Ideologi macam
ini memiliki ciri:
1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat,
melainkan cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar
untuk mengubah masyarakat.
2. Apabila kelompok tersebut berhasil menguasai negara, ideologinya
itu akan dipaksakan kepada masyarakat. Nilai-nilai, norma-norma,
dan berbagai segi kehidupan masyarakat akan diubah sesuai dengan
ideologi tersebut.

9
3. Bersifat totaliter, artinya mencakup/mengurusi semua bidang
kehidupan. Karena itu, ideologi tertutup ini cenderung cepat-cepat
berusaha menguasai bidang informasi dan pendidikan, sebab kedua
bidang tersebut merupakan sarana efektif untuk mempengaruhi
perilaku masyarakat.
4. Pluralisme pandangan dan kebudayaan ditiadakan
5. Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan
berdasarkan nilai – nilai atau prinsip – prinsip moral yang lain.
6. Ideologi tertutup tidak mengakui hak masing – masing orang untuk
memiliki keyakinan dan pertimbangannya sendiri.
7. Menuntut masyarakat untuk memiliki kesetiaan total dan kesediaan
untuk berkorban bagi ideologi tersebut.
8. Isinya dogmatis dan apriori sehingga tidak dapat diubah atau
dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial dan isinya juga tidak
hanya nilai-nilai dan cita-cita, tetapi tuntutan-tuntutan konkret dan
operasional yang keras, mutlak dan total.

- Bahaya ideologi tertutup


Tanpa disadari dan disengaja, sifat sombong ini menyelinap ke
ranah ideologi. Jadilah dia pandangan dan pedoman hidup, juga pola
pikir atau mind set: Akulah yang baik, kamilah yang baik, kalau mahu
baik ikutlah kami, dan seterusnya. Dari sikap seperti itulah (yang lain
tidak ada, yang ada kami), maka menjadi tertutup atau terkunci untuk
menerima yang lain: ideologi tertutup Seberapa berbahaya ideologi
tertutup itu? Sepintas seperti menguntungkan: agar organisasi kokoh
dan kuat serta tercipta militansi dari anggotanya, sehingga rela
berkorban apa saja. Tidak ada yang salah dan sah-sah saja. Tetapi
menyangkut tujuan jangka panjang, lebih-lebih bersentuhan dengan
kekuasaan adalah sangat berbahaya.
Sejarah telah membuktikan, ideologi apapun ketika bersifat
tertutup dan berkaitan dengan kekuasaan maka akan membahayakan.
Contoh paling dekat adalah Pancasila di masa ORBA. Ia menjadi

10
ideologi tertutup ketika “ditafsirkan” oleh kekuatan tertentu menjadi
P4. Tentu kita masih ingat semua peristiwa yang terjadi zaman ORBA
disebabkan oleh ideologi negara yang tertutup ini. Begitu juga Islam,
ketika ditafsirkan oleh DI/TII, Ia menjadi tertutup sehingga
melakukan pemberontakan. Tidak boleh lupa juga ideologi komunis.
Ketika ditafsirkan secara tertutup oleh PKI maka terjadi pertumpahan
darah.
Contoh di atas adalah peristiwa sejarah yang telah dilalui bangsa
ini zaman ORLA dan ORBA. Zaman yang masih sangat dekat dengan
zaman kita, bukan berarti sebelumnya tidak ada peristiwa yang sama.
Tujuan memberi contoh yang paling dekat, karena masih ingat, agar
tidak terjadi perdebatan kusir yang tidak perlu.

a. Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup


Setelah membahas satu persatu tentang ideologi terbuka dan tertutup,
kita dapat menyimpulkan perbedaan dari keduanya. Dibawah ini
adalah perbedaannya:

No Ideologi Terbuka Ideologi Tertutup

1 Sistem pemikiran yang terbuka Sistem pemikiran yang tertutup

Nilai-nilai dan cita-citanya tidak Cenderung memaksakan


dipaksakan dari luar, melainkan mengambil nilai-nilai ideologi
2 digali dan diambil dari kekayaan dari luar masyarakatnya yang
rohani,moral dan budaya tidak sesuai dengan keyakinan
masyarakat itu sendiri dan pemikiran masyarakatnya.
Dasar pembentukan ideologi Dasar pembentukannya adalah
bukan keyakinan ideologis cita-cita atau keyakinan ideologis
sekelompok orang, melainkan perorangan atau satu kelompok
3
hasil musyawarah dan orang
kesepakatan dari masyarakat
sendiri

11
Tidak diciptakan oleh negara, Pada dasarnya ideologi tersebut
melainkan oleh masyarakat itu diciptakan oleh negara, dalam hal
4 sendiri sehingga ideologi ini penguasa negara yang mutlak
tersebut adalah milik seluruh harus diikuti oleh seluruh warga
rakyat atau anggota masyarakat masyarakat
Tidak hanya dibenarkan, Pada hakikatnya ideologi tersebut
melainkan dibutuhkan oleh hanya dibutuhkan oleh penguasa
seluruh warga masyarakat negara untuk melanggengkan
5
kekuasaannya dan cenderung
memiliki nilai kebenaran hanya
dari sudut pandang penguasa saja
Isinya tidak bersifat operasional. Isinya terdiri dari tuntutan-
Ia baru bersifat operasional tuintutan kongkrit dan operasional
apabila sudah dijabarkan ke yang bersifat keras yang wajib
6
dalam perangkat yang berupa ditaati oleh seluruh warga
konstitusi atau peraturan masyarakat
perundangan lainnya
Milik seluruh rakyat sekaligus Loyalitas ideologi yang kaku
7 menjiwai ke dalam kepribadian
masyarakat
Bersifat aktual, dinamis, Ketaatan yang mutlak, kadang
antisifasif dan senentiasa mampu bahkan menggunakan kekuatan
menyelesaikan dengan dan kekuasaan
perkembangan zaman, ilmu
8
pengetahuan dan teknologi serta
dinamika perkembangan aspirasi
masyarakat.

12
2.1.4 Macam-macam Ideologi Besar di Dunia
1. Liberalisme
Liberalisme merupakan paham yang mengutamakan kebebasan individu
sebagai pangkal kebahagiaan hidup. Ideologi liberalis diperkenalkan di
Indonesia oleh orang-orang Belanda yang mendukung perjuangan bangsa
Indonesia. Dan Paham liberal ini dikembangkan oleh organisasi-organisasi
politik di Indonesia seperti Indische Partij.
Ciri-ciri ideologi, antara lain sebagai berikut.
- Bidang ideologi : menerapkan paham sekuler
- Bidang politik : dikenal adanya partai oposisi
- Bidang ekonomi : sistem ekonomi kapitalis, perekonomian
diserahkan kepada perseorangan.
- Bidang sosial budaya: anggota masyarakat cenderung individualis.

2. Sosialisme atau Komunisme


Sosialisme adalah merupakan suatu paham yang menghendaki segala
sesuatu itu harus diatur bersama, dan hasilnya pun harus bersama-sama
pula. Dengan menggunakan cara itu, tidak akan terjadi satu pihak yang
sangat berlebihan dan dilain pihak pihak sangat kekurangan. Maka
dengan begitu lahirlah semboyan “sama rata sama rasa”.
Lalu kemudian sosialisme dikembangkan oleh Karl Max dan Friedrich
Engels. Dan ajaran Karl Marx kemudian terkenal dengan nama
Marxisme atau Wetenschppelijk Sosialisme (sosialisasi yang bersifat
ilmu pengetahuan). Karl Marx selanjutnya menyebut ajarannya itu
sebagai komunisme dan pengikutnya disebut dengan komunis.
Ideology komunisme di Indonesia diperkenalkan untuk pertama
kalinya oleh Sneevliet, yakni seorang pegawai perkeretaapian yang
berkebangsaan Belanda. Ideologi komunisme ini diwujudkan dalam
pembentukan organisme yang bernama Indische Social Democratis
The Vereeniging (ISDV).

13
Ciri-ciri ideologi komunis, adalah sebagal berikut.
- Bidang politik : politik bersifat tertutup hanya ada satu partal yang
berkuasa yaltu partai komunis, rakyat hanya sebagai objek negara.
- Bidang ekonomi : sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem
ekoriomi etatisme.
- Bidang sosial budaya : tidak percaya adanya Tuhan, masyarakat
hanya mengenal satu kelas sosial.

3. Kapitalisme
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa
pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan
sebesar-besarnya. Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu
sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak
swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal
bakal kapitalisme. Adam Smith adalah tokoh ekonomi kapitalis klasik
yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung
ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang menganggap
tanah adalah sesuatu yang paling penting dalam pola produksi.
Gerakan produksi haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-
Comodity-Money, modal-komoditas-uang), yang menjadi suatu hal
yang tidak akan berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi
dan akan berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang
bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar
(invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire atau
kebebasan dari intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas
sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh
rakyatnya. Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris,
Belada, Spanyol, Australia, Portugis, dan Perancis.
Ciri-Ciri ideologi Kapitalisme sebagai berikut
- Kebebasan warga negara dijunjung tinggi. Warga negara bebas
melakukan apa saja asalkan tidak melanggar tertib hukum.
- Negara hanya bertindak sebagai pengawas jalannya tertib hukum.

14
- Pada kapitalis monopolis mengesampingkan nilai-nilai agama
sehingga melahirkan sekulerisme (paham yang memisahkan
agama dengan negara).

4. Fasisme
Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan
kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme
yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara. Kata fasisme
diambil dari bahasa Italia, fascio, sendirinya dari bahasa Latin, fascis,
yang berarti seikat tangkai-tangkai kayu. Ikatan kayu ini lalu
tengahnya ada kapaknya dan pada zaman Kekaisaran Romawi dibawa
di depan pejabat tinggi. Fascis ini merupakan simbol daripada
kekuasaan pejabat pemerintah. Negara yang menganut paham faiisme
adalah Italia, Jerman.
Ciri-ciri ideologi fasisme adalah sebagai berikut:
- Pemerintahan bersifat otoriter dan totaliter.
- Sistem pemerintahan satu partai.
- Negara dijadikan alat permanen untuk mencapai tujuan negara.
- Mempercayai adanya perbedaan antara orang yang memerintah
dan yang diperintah, antara elite dan massa.
- Membenci kemerdekaan berbicara dan berkumpul.

5. Anarkisme
Anarkisme yaitu suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk
negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga
yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena
itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus
dihilangkan/dihancurkan.Secara spesifik pada sektor ekonomi, politik,
dan administratif, Anarki berarti koordinasi dan pengelolaan, tanpa
aturan birokrasi yang didefinisikan secara luas sebagai pihak yang
superior dalam wilayah ekonomi, politik dan administratif (baik pada
ranah publik maupun privat).

15
6. Pancasila
Pancasila sebagal dasar negara, mempunyai kekuatan mengikat
secara hukum, sehingga semua peraturan hukum/ketatanegaraan yang
bertentangan dengan Pancasila harus dicabut. Perwujudan nilai-nilai
Pancasila sebagai dasar negara, dalam bentuk peraturan perundang-
undangan bersifat imperatif (mengikat) bagi penyelenggara negara,
lembaga kenegaraan, lembagakemasyarakatan, warga negara Indonesia
di manapun berada, dan penduduk di seluruh wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam tinjauan yuridis
konstitusional, Pancasila sebagai ideologi negara tercantum dalam Tap
MPR No. XVIII/MPRJ1 998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI
No. II/MPRI1 978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan
Pancasila (Eka Prasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan
Pancasila sebagai Dasar Negara. Ketetapan tersebut menyatakan
bahwa Pancasila seperti yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945
adalahdasar negara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.
Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan
śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik
Indonesia berisi:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Ciri-ciri ideologi Pancasila, antara lain sebagai berikut.
- Bidang politik : politik berdasarkan demokrasi Pancasila.
- Bidang ekonomi : sistem ekonomi yang bertujuan mewujudkan
kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
- Bidang sosial budaya : pola kehidupan sosial adalah kekeluargaan
dan kegotongroyongan.

16
7. Demokrasi
Secara luas demokrasi diartikan sebagai suatu sistem pemerintahan
yang berasal dari rakyat, dan untuk rakyat. Dan kata demokrasi sendiri
berasal dari bahasa Yunani, yakni “demos” yang artinya rakyat dan
kata “kratos” yang artinya pemerintahan. Ada beberapa macam praktek
demokrasi yang dilaksanakan diberbagai Negara saat ini, yakni
demokrasi parlementer, demokrasi dengan sistem pemisahan
kekuasaan, serta demokrasi yang melalui referendum dan inisiatif
rakyat. Demokrasi artinya hukum untuk rakyat oleh rakyat. kata ini
merupakan himpunan dari dua kata : demos yang berarti rakyat, dan
kratos berarti kekuasaan. Jadi artinya kekuasaan ditangan
rakyat.Sebenarnya pemikiran untuk melibatkan rakyat dalam
kekuasaan sudah muncul sejak zaman dahulu. Di beberapa kota
Yunani didapatkan bukti nyata yang menguatkan hal ini, seperti di
Athena dan Sparta. Hal ini pernah diungkapkan Plato, bahwa sumber
kepemimpinan ialah kehendak yang bersatu milik rakyat. dalam suatu
kesempatan Aristoteles menjelaskan macam-macam pemerintahan,
dengan berkata,“ada tiga mcam pemerintahan: kerajaan, aristokrasi,
republik, atau rakyat memagang sendiri kendali urusannya.”
1. inti pemikiran: kedaulatan ditangan rakyat
2. filsafat : menurut Dr. M. Kamil Lailah menetapkan tiga macam
justifikasi ilmiah dari prinsip demokrasi, yaitu: a. ditilik dari
pangkal tolak dan perimabngan yang benar, bahwa system ini
dimaksudkan untuk kepentingan social dan bukan untuk
kepentingan individu, b. unjustifikasi berbagai macam teori yang
bersebrangan dengan prinsip demokrasi, c. opini umum dan
pengaruhnya
3. landasan pemikiran. Rakyat membuat ketetapan hukum bagi
dirinya sendiri lewat dewan perwakilan, yang kemudian
dilaksanakan oleh pihak pemerintah atau eksekutif.

17
4. system pemerintahan (harus) : domokrasi. Negara Penganutnya
adalah Inggris, Norwegia, Denmark, Swedia, Belanda, Belgia,
Australia, Selandia Baru, Israel, dan Venezuela.

8. Konservatisme
Hal atau unsure yang terkandung di dalamnya, antara lain:
1. Inti pemikiran : memelihara kondisi yang ada, mempertahankan
kestabilan, baik berupa kestabilan yang dinamis maupun kestabilan
yang statis. Tidak jarang pula bahwa pola pemikiran ini dilandasi
oleh kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa lampau.
2. Filsafatnya adalah bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan.
Oleh karena itu, sebaiknya perubahan berlangsung tahap demi
tahap, tanpa menggoncang struktur social politik dalam negara atau
masyarakat yang bersangkutan.
3. Landasan pemikirannya adalah bahwa pada dasarnya manusia
lemah dan terdapat “evil instinct and desires” dalam dirinya. oleh
karena itu perlu pola-pola pengendalian melalui peraturan yang
ketat
4. System pemerintahan (boleh): demokrasi, otoriter

9. Marxisme
Marxisme, dalam batas-batas tertentu bisa dipandang sebagai jembatan
antara revolusi Prancis dan revolusi Proletar Rusia tahun 1917. Untuk
memahami Marxisme sebagai satu ajaran filsafat dan doktrin
revolusioner, serta kaitannya dengan gerakan komunisme di Uni Soviet
maupun di bagian dunia lainnya, barangkali perlu mengetahui terlebih
dahulu kerangka histories Marxisme itu sendiri. Berbicara masalah
Marxisme, memang tidak bisa lepas dari nama-nama tokoh seperti Karl
Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895).
Kedua tokoh inilah yang mulai mengembangkan akar-akar komunisme
dalam pengertiannya yang sekarang ini. Transisi dari kondisi
masyarakat agraris ke arah industrialisasi menjadi landasan kedua

18
tokoh diatas dalam mengembangkan pemikirannya. Dimana eropa
barat telah menjdai pusat ekonomi dunia, dan adanya kenyataan di
mana Inggris Raya berhasil menciptakan model perkembangan
ekonomi dan demokrasi politik.Tiga hal yang merupakan komponen
dasar dari Marxisme adalah :
1. filsafat dialectical and historical materialism
2. sikap terhadap masyarakat kapitalis yang bertumpu pada teori nilai
tenaga kerja dari David Ricardo (1772) dan Adam Smith (1723-
1790)
3. menyangkut teori negara dan teori revolusi yang dikembangkan
atas dasar konsep perjuangan kelas. Konsep ini dipandang mampu
membawa masyarakat ke arah komunitas kelas.
Dalam teori yang dikembangkannya, Marx memang meminjam
metode dialektika Hegel. Menurut metode tersebut, perubahan-
perubahan dalam pemikiran, sifat dan bahkan perubahan
masyarakat itu sendiri berlangsung melalui tiga tahap, yaitu tesis
(affirmation), antitesis (negation), dan sintesisI (unification).
Dalam hubungan ini Marx cendrung mendasarkan pemikiran
kepada argumentasi Hegel yang menandaskan bahwa kontradiksi
dan konflik dari berbagai hal yang saling berlawanan satu sama
lain sebenarnya bisa membawa pergeseran kehidupan social-politik
dari tingkat yang sebelumnya ke tingkat yang lebih tinggi. Selain
dari itu, suatu tingkat kemajuan akan bisa dicapai dengan jalan
menghancurkan hal-hal yang lama dan sekaligus memunculkan
hal-hal yang baru.

19
2.2 Pancasila Sebagai Ideologi terbuka atau Tertutup
Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-
cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau
sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, serta
menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia.
Pancasila dijadikan ideologi terbuka dikarenakan, Pancasila
memiliki nilai-nilai falsafah mendasar dan rasional. Pancasila telah
teruji kokoh dan kuat sebagai dasar dalam mengatur kehidupan
bernegara. Selain itu, Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus
nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain
negara modern yang disepakati oleh para pendiri negara Republik
Indonesia kemudian nilai kandungan Pancasila dilestarikan dari
generasi ke generasi.
Indonesia adalah sebuah negara dan sebuah negara memerlukan
sebuah ideologi untuk menjalankan sistem pemerintahan yang ada
pada negara tersebut, dan masing-masing negara berhak menentukan
ideologi apa yang paling tepat untuk digunakan, dan di Indonesia yang
paling tepat adalah digunakan adalah ideologi terbuka karena di
Indonesia menganut sistem pemerintahan demokratis yang di
dalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan
melaksanakan sesuatu sesuai dengan keinginannya masing-masing.
Maka dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang
paling tepat untuk digunakan oleh Indonesia.
Berikut ini adalah lebih dari satu contohnya :
1. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang sesuai bersama
dengan pancasila
Contoh yang pertama berasal dari ideologi menurut
pancasila adalah menghormati tinggi nilai-nilai kemanusiaan
masyarakatnya. Seperti yang tertuang di didalam keliru satu
sila pancasila yaitu “kemanusiaan yang adil dan beradab”. Di
didalam keliru satu sila itu telah dijelaskan kecuali

20
kemanusiaan sangat dihargai dan sangat dijunjung tinggi oleh
pancasila. Ideologi terbuka yang dijadikan sebagai dasar negara
ini memiliki keliru satu obyek yang sangat perlu dan
bersangkutan bersama dengan penduduk Indonesia. Dengan
terdapatnya Pancasila maka dikehendaki agar kemanusiaan
lebih ulang diharga dan dinjunjung tinggi. Pancasila sangat
menghormati dan berpikiran “kemanusiaan” merupakan suatu
hal yang sangat perlu dan tidak dapat diabaikan begitu saja.

2. Menjunjung tinggi nilai keTuhanan


Contoh berasal dari ideologi pancasila yang ke dua adalah
menghormati tinggi nilai keTuhanan. Seperti yang kami
ketahui pada sila pertama pancasila yaitu “KeTuhanan yang
Maha Esa”. Indonesia merupakan negara yang menganut
beraneka macam agama, tidak cuma tersedia satu agama saja.
Indonesia tersedia beraneka macam agama yang membuatnya
jadi Bhinneka Tunggal Ika. Dengan terdapatnya ideologi
terbuka pancasila maka memiliki tujuan agar masyarakatnya
dapat memiliki langkah pandang dan langkah berpikir yang
lebih terbuka dan lebih bersifat rohani. Ideologi pancasila
terhitung tersedia bersama dengan harapan untuk menghormati
tinggi nilai keTuhanan. Bangsa Indonesia dan kami sendiri
sesungguhnya tersedia di dunia ini dikarenakan Tuhan yang
Maha Esa telah menciptakan dan telah memelihara kami
sampai hari ini.

3. Mau terima masukan budaya luar secara selektif


Contoh yang ketiga adalah pancasila sebagai ideologi
terbuka bermakna tidaklah paten dan tidak memaksa. Ideologi
pancasila sebagai ideologi terbuka ini tidak memaksakan
kepada individunya. Ideologi pancasila yang terbuka bersama
dengan ini tersedia untuk mempersatukan kesatuan dan

21
persatuan Bangsa Indonesia agar obyek dan cita-cita Bangsa
Indonesia dapat tercapai bersama dengan baik. Dengan
terdapatnya ideologi pancasila sebagai dasar negara Indonesia
ini maka Indonesia tidak memaksa semua masyarakatnya untuk
tidak terima budaya berasal dari luar. Ideologi pancasila ini
bersifat sangat fleksibel dan sangat terbuka agar kami sebagai
penduduk dapat sesuaikan diri bersama dengan sangat mudah.
Kita tidak dilarang untuk mengetahui budaya luar negeri, kami
tidak dilarang untuk mendengarkan musik maupun budaya
lainnya berasal dari luar. Hanya saja sebagai warga negara
Indonesia telah sebaiknya kami memilih budaya berasal dari
luar itu secara selektif. Jika sesungguhnya kebudayaan itu
dapat memicu penduduk Indonesia jadi makin baik dan
berkembang maka itu tidaklah masalah. Idelogi pancasila
tersedia tidak untuk mengekang penduduk Indonesia,
melainkan tersedia untuk menghimpun beraneka macam
perbedaan yang ada. Ideologi pancasila yang terbuka
dikehendaki dapat untuk menghimpun segala perbedaan yang
tersedia di Indonesia agar Indonesia dapat jadi negara yang
makmur dan sejahtera.

22
2.3 Beberapa contoh Kasus Narkoba
 Enam Anggota PP Kota Tangerang Dipecat karena Positif
Konsumsi Narkoba

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG- Penyebaran narkotika semakin


merangsek masuk kalangan aparatus negara dan pemerinthan,
termasuk Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP), yang merupakan
perangkat pemerintah daerah dalam memelihara ketentraman dan
ketertiban umum serta menegakkan peraturan daerah.

Di Kota Tangerang sejumlah anggota Satpol PP positif


menggunakan narkoba. Akibatnya kini mereka dipecat.

"Ada enam anggota kami yang terindikasi positif pakai narkotika,"


ujar Kasatpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana, kepada Warta
Kota, Jumat (5/1/2018).

Ia menjelaskan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota


Tangerang telah melakukan pemeriksaan terhadap para
anggota Satpol PP Kota Tangerang itu. Mereka menjalani tes urine
dan dinyatakan positif. "Setelah dites ulang dan diperiksa, hasilnya
lima orang yang positif," ucapnya.

Mumung Nurwana menegaskan dirinya telah memberikan sanksi


kepada anak buahnya dalam permasalahan ini. Kelima petugas Satpol
PP yang mengonsumsi barang haram itu diberhentikan pada Selasa
(2/1/2018).

"Mereka sudah dipecat. Kelima orang ini merupakan pekerja harian


lepas," kata Mumung Nurwana.
Kepala BNN Kota Tangerang, AKBP Akhmad Hidayanto
menambahkan, saat ini pihaknya tengah membidik para pegawai
Pemerintahan Kota Tangerang yang terlibat dalam
penyalahgunaan narkoba.

Ia menekankan, dalam memberantas peredaran narkotika, jajarannya


bersikap tidak pandang bulu. "Kami serius menanggulangi
peredaran narkotika di ranah pemerintah," ujar AKBP Akhmad
Hidayanto.

23
 Narkoba Anggota DPRD Bali Berasal dari Napi Lapas Cipinang
Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Bali,
I Nyoman Wirama Putra alias INWP (35) ditangkap Ditres Narkoba
Polda Metro Jaya di kamar hotel bilangan Pecenongan, Gambir,
Jakarta Pusat. Pria 35 tahun itu diduga telah pesta narkoba.

Politikus Partai Golkar itu diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu


yang disuplai dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo
Yuwono mengatakan, Wirama ditangkap bersama teman wanitanya
berinisial LOS (19). Penangkapan keduanya setelah polisi
menangkap pengedar berinisial NYA (28) dan LP (32).

"NYA dan LP ini sepasang suami istri yang sudah diintai sejak Senin
(12/6) di sebuah hotel. Dan baru ditangkap Selasa (13/6) di basement
B1 hotel," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/6/2017).

Namun, kata Argo, tidak ditemukan barang bukti di tangan NYA dan
LP. Keduanya mengaku habis menginap bersama rekannya INWP
dan LOS di kamar nomor 1916. Setelah dicek, di kamar tersebut
terdapat INWP yang merupakan anggota DPRD Bali bersama teman
wanitanya, LOS.

"Setelah digeledah kamarnya ditemukan barang bukti satu bong atau


alat hisap sabu, satu cangklong, dua pipet plastik, satu plastik klip
kosong bekas sabu, dan satu korek api," tutur dia.

INWP dan LOS kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya.


Sementara, pasutri NYA dan LP dilakukan pengembangan di
rumahnya kawasan Sawah Besar, Ciputat, Tangerang Selatan,

24
Banten, dan ditemukan barang bukti ekstasi 2.053 butir dan sabu 1,8
gram.

"Dari keterangan tersangka NYA dan LP, barang bukti narkoba itu
didapat dari seorang napi LP Cipinang berinisial A," ucap Argo.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda


Metro Jaya AKBP Gidion Arief Setyawan mengatakan, INWP cukup
lama mengenal LP yang merupakan pengedar narkoba. Namun polisi
belum bisa memastikan berapa lama anggota DPRD Bali itu telah
mengonsumsi narkoba.

"Berapa lamanya ya lagi didalami. Simpulkan sendiri coba.


Berkawan sama bandar itu gimana," kata Gidion.

Polisi saat ini tengah melakukan pengembangan terhadap A, yang


mendekam di LP Cipinang. Dia diduga sebagai bandar yang
mengatur peredarannya dari tangan sejumlah pengedar narkoba,
seperti NYA dan LP.

"Kalau dari LP Cipinang kan pengatur, ya. Pengatur peredaran


ekstasi dan asal usul barang," Gidion menandaskan.

25
 Ternyata 1,9 Persen Pelajar dan Mahasiswa Salahgunakan
Narkoba

WARTA KOTA, CIPAYUNG -- Badan Narkotika Nasional


(BNN) mengelar acara dalam rangka memperingati Hari Anti
Narkoba Internasional (HANI) 2017 di Plaza Tugu Api Pancasila
TMII, Jakarta Timur, Kamis (13/7/2017).

Sesuai dengan temannya HANI 2017 Peran Aktif dan


Pemerdayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa Dalam
Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia yang
Sehat.

Peringangatan hari anti narkotika internasional memiliki makna


keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,
sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan seluruh
umat manusia di dunia.

"Hal ini untuk membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan


memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan
presekusor narkotika yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa,
bernegara dan bermasyaraka," kata Kepala BNN Komjen Pol Budi
Waseso di sambutannya di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Kamis
(13/7).

Menurutnya narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang


mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu proxy war
untuk melumpuhkan kekuatan bangsa.

Oleh karena itu, Kejahatan ini harus diberantas dan ditangani secara
komprehensif dan menyeluruh.

Berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan oleh BNN bekerja sama


dengan pusat penelitian kesehatan UI tahun 2016 diperoleh angka
prevalensi penyalahgunaan narkoba pada kelompok pelajar dan

26
mahasiswa sebesar 1,9 Persen atau dalam bahasa lain 2 dari 100
orang pelajar dan mahasiswa yang menyalah gunakan narkoba.

"Penyalahgunaan dan peredaran narkotika di dalam masyarakat


cenderung meningkat dengan korban yang meluas terutama di
lapangan anak-anak, remaja, generasi muda, oknum aparatur sipil
negara, prajurit TNI, anggota kepolisian, kepala daerah, hingga di
lingkungan pesantren," katanya.

Sebagai negara yang menjadi salah satu sasaran terbesar dalam


peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika yang dikendalikan
oleh jaringan nasional dan jaringan internasional, untuk itu Indonesia
mengambil langkah tegas untuk menghadapi perang modern ini.

Dalam upaya penindakan secara tegas oleh BNN sebagai lambang


negara yang bertugas melaksanakan pemerintahan di bidang
pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran,
permasalahan narkotika di Indonesia dapat teratasi dengan baik.

Langkah-langkah yang akan dilakukan antara lain melalui strategi


DEMAND reduction yaitu dengan tindakan preventif GUNA
memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun
terhadap penyalahgunaan narkotika, dan strategi supply reduction
melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat
narkoba jera. (*)

27
2.4 Beberapa Contoh Kasus Terorisme
 Densus Tangkap Terduga Teroris Jamaah Anshorut Khilafah di
Sumsel
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat melakukan pers
conference tentang penangkapan terduga teroris (Liputan6.com / ist -
Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri


kembali menangkap terduga teroris yang tergabung dalam kelompok
Jamaah Ashorut Khilafah (JAK) asal Jambi. Lima orang terduga
teroris tertangkap di beberapa kawasan di Sumatera Selatan (Sumsel).

Dari informasi yang diperoleh, Tim Densus 88 AT sudah melakukan


penangkapan terhadap kelompok JAK di Jambi, pada bulan Agustus
2017 lalu. Namun, kelima terduga teroris tersebut berhasil melarikan
diri ke Sumsel.

Kelima terduga teroris yaitu Abdul Qadir alias Yaziz dan Muhammad
Suriadi, yang ditangkap pada hari Minggu (10/12/2017) subuh,
sekitar pukul 04.00 WIB di Desa Pulai Semambu Kec Inderalaya
Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.

Di tempat terpisah, Tim Densus 88 AT menangkap Abu Hasan alias


Imron , sekitar pukul 05.25 WIB, di wilayah Talang Kramat kec.
Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Lalu, pada pukul 10.00 WIB, Sugianto alias Abu Faris dan Suarto
alias Abu Jakfar diringkus Tim Densus 88 AT di Desa Lecah kec
Lubay Ulu, Kabupaten Muara Enim. Kelima terduga teroris tersebut
saat ini masih diperiksa dan diamankan di Mako Brimobda Sumsel.

28
Foto terduga teroris JAK Jambi saat ditangkap,menyebar di media
sosial (Liputan6.com / ist - Nefri Inge) Kemungkinan, ada tiga orang
terduga teroris lainnya yang sedang dibidik Tim Densus 88 AT
Mabes Polri, di Desa Lecah, Kecamatan Lubay, Kabupaten Muara
Enim, Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, sudah


ada 12 orang terduga teroris yang dibekuk Tim Densus 88 AT Mabes
Polri. Kebanyakan mereka menetap di Kabupaten Ogan Komering
Ulu (OKU), Ogan Ilir, Muara Enim dan Palembang.

Penangkapan para terduga teroris ini, merupakan lanjutan dari


penangkapan teroris pada tahun 2016 lalu. Para teroris saat itu
ditangkap di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumsel.

"Para terduga teroris yang sudah diamankan masih diperiksa dan


diselidiki. Jadi, belum ditetapkan apakah mereka bisa bebas atau
ditetapkan sebagai tersangka (teroris)," ujarnya di Mapolda Sumsel,
Senin, 11 Desember 2017.

Dari hasil penangkapan, Tim Densus 88 AT Mabes Polri


mengamankan beberapa barang bukti, seperti telepon genggam, buku
nikah dan Pasport.

Dari hasil pantauan di Mako Brimobda Sumsel, terlihat beberapa


orang terduga teroris yang dikawal masuk oleh anggota Mako
Brimobda Sumsel, pada Senin pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka menggunakan penutup kepala saat dibawa anggota keluar


ruangan Mako Brimobda Sumsel.

29
 Serangan teroris di Tuban: Enam pelaku tewas dalam 'kontak
tembak' dengan polisi

Hak atas foto DETIKCOM Image caption Kapolda mengatakan enam


orang tersebut tewas dalam kontak tembak dengan aparat kepolisian
di sekitar perkampungan Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Kabupaten
Tuban, Jawa Timur.

Enam orang terduga teroris yang tewas dalam kontak tembak dengan
aparat kepolisian di Kota Tuban, Jawa Timur, diduga terkait
kelompok Jemaah Ansharut Daulah, JAD.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mengungkapkan hal


itu dalam keterangan pers di Mapolres Tuban, Sabtu (8/4/2017)
malam.

Kapolda Jatim menyebut serangan bersenjata ini dilatari motif "balas


dendam" terhadap aparat kepolisian.

Kelompok JAD dipimpin oleh Aman Abdurrahman yang saat ini


tengah dipenjara dalam kasus pelatihan militer di Pegunungan Jalin
Jantho Aceh Besar pada 2010 lalu. Sejumlah kasus serangan
terorisme belakangan ini juga terkait kelompok ini, kata polisi.

"Yang jelas, ada kaitannya teroris, kelompok Jemaah Ansharut


Daulah, JAD," ungkap Machfud Amin, saat ditanya wartawan
tentang kepastian kaitan enam terduga pelaku penyerangan tersebut
dengan kelompok teroris.

Hak atas foto DETIKCOM Image caption Kapolda Jatim Irjen


Machfud Arifn menyebut serangan bersenjata ini dilatari motif "balas
dendam" terhadap aparat kepolisian.

30
Kapolda mengatakan enam orang tersebut tewas dalam kontak
tembak dengan aparat kepolisian - terdiri dari Brimob dan Densus 88
- di sekitar perkampungan Desa Suwalan, Kecamatan Jenu,
Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

"Yang berhasil kita eksekusi ada enam orang dan di situ ada
senjatanya enam. Terjadi kontak tembak sebenarnya," jelas Kapolda.

Sejauh ini kepolisian belum mengungkapkan jati diri para pelaku,


tetapi Kapolda menyebutkan kelompok ini terkait dengan
penangkapan dua tersangka teroris di Lamongan, Jumat (07/04).

Kepada wartawan, Kapolda juga menyebutkan bahwa ada salah-


seorang yang ditangkap karena dicurigai terkait kelompok tersebut,
walaupun belum bisa dipastikan.

"Masih pendalaman, tapi indikasi dari keluarganya (yang) sudah


telepon, (bahwa pria itu) pernah dirawat di RSJ Menur tiga kali,"
tambahnya.

Hak atas foto Polres Tuban Image caption Barang bukti yang
ditemukan di dalam kendaraan pelaku penembakan di pinggiran Kota
Tuban, Jatim

Rencananya enam jenazah terduga teroris itu akan diidentifikasi di


Surabaya, kata polisi.

Dalam jumpa pers, Kapolda Jatim menjelaskan bahwa kontak tembak


pihaknya dengan enam terduga teroris diawali saat kendaraan roda
empat yang ditumpangi enam terduga berhenti di sebuah pos polisi
lalu lintas di Jalan Raya Tuban.

31
Kejadiannya sekitar pukul 10 pagi. "Anggota (polisi) berpikir mereka
mau bertanya. Tahu-tahunya, mereka menonjolkan senjatanya, dan
menembakkannya ke arah petugas," ungkapnya.

Semua tembakan itu tidak mengenai sasaran, karena para petugas


kepolisian dalam posisi duduk. "Ditembak lagi, tidak kena. Anggota
(polisi) tiarap. Yang di belakang menembak, yang di depan
(kendaraan) juga menembak."

Hak atas foto Polres Tuban Image caption Di dalam kendaraan roda
empat milik terduga, polisi menemukan antara lain satu kotak berisi
peluru.

Menurut Kapolda, setelah gagal menembak sasaran, para pelaku


melarikan kendaraannya. Petugas kepolisian kemudian mengontak
atasannya untuk meminta agar pelaku dicegat atau dihadang. Aparat
kepolisian lainnya kemudian mengejarnya.

Situasi jalan raya saat itu tengah macet, ungkapnya. "Kemudian


terjadi senggol-menyenggol (antar kendaraan petugas dan terduga).
"(Pelaku kemudian) nodongin senjata, dan anggota mundur."

Namun demikian, aparat kepolisian berhasil mengejar kendaraan


pelaku. "Karena dihadang di sana, mereka takut, berhenti dan
meninggalkan kendaraannya. Mereka kemudian melarikan diri ke
arah pemukiman penduduk di sekitar perkampungan Desa Suwalan,
Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Aparat kepolisian, yang terdiri antara lain pasukan Brimob dan


Densus 88 kemudian mengepung para terduga. "Kemudian terjadi
baku tembak," kata Kapolda Jatim.

32
 12-10-2002: Bom Bali I Renggut 202 Nyawa

Peristiwa Bom Bali I ini dianggap sebagai aksi terorisme terparah


dalam sejarah Indonesia.

Liputan6.com, Denpasar - 12 Oktober 2002, atau tepat 12 tahun


silam, aksi teror melanda Indonesia, tepatnya di Pulau Dewata, Bali.
Tiga lokasi di Bali dibom saat hiruk pikuk pada Sabtu malam atau
malam Minggu.

Semarak malam akhir pekan yang dipenuhi tawa dan canda dari para
turis serta warga lokal mendadak sirna. Dua bom pertama meledak di
Paddy's Pub dan Sari Club di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan
ledakan selanjutnya terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika
Serikat, Jalan Hayam Wuruk 188, Denpasar.

Menurut sumber dari Museum.polri.go.id yang dikutip


Liputan6.com, Minggu (12/10/2014), korban tewas mencapai 202
orang. Sebanyak 164 orang di antaranya warga asing dari 24 negara,
38 orang lainnya warga Indonesia 209 orang mengalami luka-luka.
Dampak kerusakan hingga radius satu kilometer dari pusat ledakan.

Peristiwa yang disebut Bom Bali I ini dianggap sebagai aksi


terorisme terparah dalam sejarah Indonesia]

Kejadian bermula pada pukul 20.45 Wita. Salah satu pelaku, Ali
Imron menyiapkan satu bom kotak dengan berat sekitar 6 kilogram
yang telah dipasang sistem remote ponsel, di rumah kontrakan.
Artinya bom itu diledakkan dari jarak jauh menggunakan ponsel.

Bom tersebut dibawa Ali Imron menggunakan sepeda motor Yamaha,


dan diletakkan di trotoar sebelah kanan kantor Konsulat Amerika
Serikat. Selanjutnya, dia pergi menuju Sari Club dan Paddy's Pub

33
untuk memantau situasi serta lalu lintas di sekitar. Ali selanjutnya
kembali ke rumah kontrakan.

Sekitar pukul 22.30 Wita, Ali Imron bersama dua pelaku bom bunuh
diri, yakni Jimi dan Iqbal pergi menuju Legian dengan menggunakan
mobil Mitshubishi L 300. Idris, pelaku lain, mengikuti mereka
dengan menggunakan motor Yamaha.

Sesampainya di Legian, Ali Imron mengintruksikan Jimi untuk


menggabungkan kabel-kabel dari detonator ke kotak switch bom
mobil L 300. Jimi akan melancarkan bom bunuh diri menggunakan
mobil L 300 di Sari Club.

Pada saat yang bersamaan, Ali Imron menyuruh Iqbal untuk memakai
bom rompi. Iqbal juga akan beraksi sebagai 'pengantin' (sebutan
untuk pelaku bom bunuh diri) di Paddy's Pub.

Setelah persiapan rampung, Iqbal turun dari mobil dan masuk ke


dalam Paddy's Pub. Duar! Bom meledak dari restoran tempat
nongkrong tersebut.

Sementara itu, Ali Imron turun dari mobil L 300 kemudian dijemput
Idris untuk menuju Jalan Imam Bonjol. Sedangkan Jimi langsung
memacu mobil menuju Sari Club, lalu meledakkan bom di dalam
mobil yang ia kendarai. Bom kedua pun meledak dari mobil tersebut.
Ratusan orang tewas akibat dua bom tersebut.

Di tengah perjalanan, Ali Imron menekan tombol remote control


yang sudah dipasang pada ponselnya. Duar! Bom kotak meledak
yang telah ia taruh sebelumnya meledak di depan konsulat Amerika
Serikat. Ini merupakan bom yang ketiga dan tak mengakibatkan
korban jiwa.

34
Sejak itu, eksodus besar-besaran terjadi di Pulau Dewata. Bandara
Ngurah Rai sesak didatangi banyak warga asing, terutama tim
investigasi dari Biro Investigasi Amerika Serikat (FBI).

Vonis Pelaku
Setelah melewati proses penyelidikan, Polri berhasil menangkap para
pelaku yang dinyatakan terlibat, di antaranya Amrozi, Ali Imron,
Imam Samudra, dan Ali Gufron.

Ali Imron divonis hukuman seumur hidup. Hukuman untuk Ali


Imron yang menjadi "sutradara" pengeboman itu lebih ringan dari
tiga tersangka lainnya yang divonis hukuman mati. Ini lantaran Ali
Imron dinilai kooperatif dan membantu polisi mengungkap tabir otak
terorisme di Indonesia.

Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri yang telah
dibentuk untuk menangani kasus ini menyimpulkan, bom yang
digunakan berjenis TNT seberat 1 kg dan bom RDX berbobot antara
50-150 kg.

Peristiwa Bom Bali I ini diangkat menjadi film layar lebar dengan
judul "Long Road to Heaven", dengan pemain antara lain Surya
Saputra sebagai Hambali dan Alex Komang, serta melibatkan
pemeran dari Australia dan Indonesia.

Jika dihitung-hitung, bom yang meledak di dua tempat hiburan di


Jalan Legian, Kuta, Bali itu tepat 1 tahun, 1 bulan dan 1 hari setelah
bom yang mengguncang World Trade Center (WTC) Amerika
Serikat pada 11 September 2001. Tak cuma warga di Indonesia,
dunia pun bergetar mendengar kabar ini.

35
Untuk kedua kalinya, teror bom kembali mengguncang Bali pada 1
Oktober 2005. Serangan bom bunuh diri di Jimbaran dan Kuta ini
menelan korban jiwa sebanyak 23 orang, 196 lainnya mengalami
luka-luka. Peristiwa ini disebut Bom Bali II.

Pada tanggal yang sama tahun 2000, serangan bom bunuh diri terjadi
di kapal militer Amerika Serikat USS Cole yang sedang melintas
Perairan Aden, Yaman. Akibatnya 17 kru kapal tewas dan 35 lainnya
terluka.

Lalu 12 Oktober 1984, serangan bom juga mengguncang the Grand


Hotel di Brighton, Inggris, sebagai upaya pembunuhan terhadap
Perdana Menteri Margaret Thatcher. Ledakan bom itu menyebabkan
5 orang tewas, 31 lainnya cedera. (Tnt)

36
2.5 Beberapa Contoh Kasus Korupsi
 Tak Kenal Libur, KPK Geledah Ruang Kerja Zumi Zola

Meski hari libur, sejumlah petugas KPK menggeledah dua ruangan di


kantor Gubernur Jambi. (Liputan6.com/B Santoso)

Liputan6.com, Jambi - Tak ada kata libur bagi tim Satgas KPK di
Jambi. Meski hari Jumat, 1 Desember 2017, merupakan hari libur
nasional, sejumlah tim Satgas KPK bekerja menggeledah sejumlah
kantor. Salah satunya adalah ruang kerja Gubernur Jambi, Zumi Zola.

Penggeledahan tersebut merupakan proses lanjutan setelah Operasi


Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Jambi pada Selasa, 28
November 2017. Selama empat hari di Jambi, tim Satgas KPK
bekerja maraton memeriksa dan menggeledah sejumlah kantor.

Ada tiga kantor yang menjadi fokus penggeledahan, yakni kantor


Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi
Jambi. Lalu penggeledahan kantor Gubernur Jambi. Di sini, ada dua
ruangan yang digeledah yakni ruang kerja Gubernur Jambi, Zumi
Zola, dan ruang kerja Asisten III Pemprov Jambi, Saipudin yang
sudah ditangkap KPK.

Kemudian penggeledahan di gedung DPRD Provinsi Jambi. Salah


satu ruangan yang digeledah adalah ruang kerja salah satu anggota
DPRD Provinsi Jambi, Supriyono. Ia salah satu anggota dewan yang
ikut terjaring OTT KPK, Selasa lalu.

Penggeledahan berlangsung dari pagi hingga menjelang salat Jumat.


Kemudian kembali dilanjutkan hingga sore hari. Tidak ada
keterangan resmi dari para petugas KPK di lapangan. Mengenakan
rompi bertuliskan KPK, para petugas hanya diam saat ditanya
sejumlah wartawan.

37
Dilengkapi senjata lengkap, sejumlah aparat kepolisian dari Polda
Jambi ikut mengamankan jalannya penggeledahan.

Sejumlah berkas tampak dibawa oleh tim Satgas KPK di lapangan.


Sementara di kantor Gubernur Jambi, selain berkas, petugas KPK
terlihat membawa satu perangkat kamera pengintai atau CCTV.

"Ia ada petugas KPK datang, ada bawa juga kamera CCTV," ucap
salah seorang sumber di kantor Gubernur Jambi yang enggan ditulis
namanya.

Zumi Zola menyatakan siap dipanggil KPK terkait OTT sejumlah


pejabat di Jambi. (Liputan6.com/B Santoso)
Lama ditunggu-tunggu, Zumi Zola akhirnya mengeluarkan
pernyataan resmi dengan menggelar jumpa pers di rumah dinasnya,
Jumat sore.

Di depan sejumlah awak media, Zola mengaku sengaja menggelar


jumpa pers untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi atas
pemberitaan terkait operasi tangkap tangan sejumlah pejabat di
Jambi.

Ia menyatakan prihatin atas kejadian OTT pejabat tersebut. Padahal,


ia dan Wakil Gubernur, Fachrori Umar sudah mengingatkan dan
menegaskan kepada seluruh pejabat bekerja profesional dan tidak
melakukan tindakan melawan hukum.

Beberapa hari sebelumnya, Pemprov Jambi bahkan baru saja


kedatangan komisioner KPK, La Ode Muhammad Syarif dalam
rangka penandatanganan pakta integritas komitmen pemberantasan
korupsi.

38
Selaku gubernur, Zola mengaku kejadian OTT KPK itu di luar
kontrol dirinya sebagai gubernur. Ia tidak pernah memerintahkan baik
secara lisan maupun tulisan kepada para pejabat Jambi untuk
melakukan hal yang melanggar hukum.

"Saya hormati para petugas KPK yang datang ke Jambi. Apabila


misalkan dipanggil oleh KPK, saya katakan, Insya Allah saya siap,"
ucap Zola.

Selain itu, Zola juga sudah menunjuk sejumlah pejabat baru untuk
menggantikan posisi pejabat yang sebelumnya terjaring OTT KPK.
Seperti jabatan Asisten III, Plt Kepala Dinas PUPR dan Kepala
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Sementara untuk posisi Erwan Malik selaku Plt Sekretaris Daerah


(Sekda) usai ikut terjaring OTT KPK, posisinya akan diganti dengan
Sekda definitif. Di mana Zumi Zola sebelumnya sudah mengajukan
tiga nama ke Kemendagri. Pertengahan Desember ini, nama Sekda
Provinsi Jambi yang baru bakal diumumkan.

"Pergantian ini untuk memastikan agar roda pemerintahan Provinsi


Jambi tidak terganggu," ucap Zola.

39
 Aksi Haram PNS Jambi, Tilap Gaji Pegawai Miliaran Rupiah

Liputan6.com, Jambi - Jabatannya hanya seorang staf bendahara


pengeluaran di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jambi. Namun,
pegawai negeri sipil (PNS) bernama Mulyadi itu bisa membobol
anggaran gaji pegawai Pemprov Jambi hingga Rp 4,6 miliar. Aksi tak
terpuji Mulyadi berjalan cukup lama. Yakni, selama kurang lebih tiga
tahun, antara 2013 hingga 2016.

Berdasarkan informasi, aksi Mulyadi mulai tercium kala Pemprov


Jambi mendapati ada selisih antara jumlah pegawai dengan besaran
gaji yang dibayarkan. Selisihnya lumayan besar rata-rata mencapai
ratusan juta rupiah per bulan. Pemprov Jambi pun gempar.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi,


Erwan Malik, saat masih menjabat mengaku kaget akan kelakuan
salah satu bawahannya itu. Ia mengatakan, Pemprov Jambi
mendukung penuh pengungkapan kasus pembobolan anggaran gaji
tersebut.

"Kita serahkan semua (kasus) ini ke pihak kejaksaan. Agar terungkap


siapa-siapa saja pelakunya," ujar Erwan beberapa saat usai kasus
Mulyadi terungkap awal 2017 lalu.

Sempat muncul isu di kalangan pegawai bahwa pembobol anggaran


gaji tersebut adalah seorang pejabat besar di Pemprov Jambi. Namun
siapa sangka, pelakunya ternyata hanya seorang staf biasa.

Lantas, bagaimana modus Mulyadi membobol anggaran gaji tersebut


berjalan mulus selama tiga tahun?

40
Kini, Mulyadi menjadi satu-satunya orang yang bersalah dalam kasus
tersebut. Statusnya kini sebagai satu-satunya terdakwa kasus
pembobolan atau mark-up gaji di Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Sebelum kasus itu dibawa ke meja hijau, Kejaksaan Tinggi (Kejati)


Jambi yang mengusut kasus ini sempat mengungkap modus Mulyadi
menilap anggaran gaji pegawai Pemprov Jambi hingga merugikan
negara Rp 4,6 miliar.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jambi, Dedy Susanto


mengatakan, modus pelaku adalah menggelembungkan besaran gaji
bulanan yang dibayarkan.

Misalnya, di setiap Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) anggaran


besaran gaji pegawai adalah Rp 500 juta. Biasanya, besaran gaji yang
diusulkan dilebihkan 10 persen sehingga anggarannya menjadi Rp
550 juta dan biasanya tidak dihabiskan. Usulan kelebihan 10 persen
itu dimaksudkan untuk antisipasi apabila ada kenaikan gaji atau
penambahan pegawai honor.

Namun oleh Mulyadi, kelebihan tersebut tetap dicairkan sesuai


jumlah pegawai yang ada. Caranya dengan membuat laporan SPJ
fiktif. Dengan begitu, seluruh anggaran gaji pegawai tiap bulan habis
tak tersisa.

Dari informasi yang diterima Liputan6.com, SPJ fiktif itu dibuat


Mulyadi sendiri menggunakan komputer. Besaran gaji tiap pegawai
yang ada di lembaran file atau data yang berbentuk PDF diubah
terlebih dahulu untuk selanjutnya dicetak layaknya asli.

Berlanjut hingga persidangan di PN Jambi, oleh jaksa penuntut


umum (JPU), Mulyadi dituntut 7 tahun penjara. Ia juga diharuskan

41
membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 4,6 miliar
subsider 3,5 tahun penjara. Tak hanya itu, Mulyadi juga dituntut
membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara.

Pada persidangan terakhir pada Rabu, 20 Desember 2017, Mulyadi


diberi kesempatan untuk membacakan pleidoi atau nota pembelaan.
Dalam pleidoi yang dibacakan penasihat hukum Mulyadi, Tengku
Ardiansyah, ia mengungkapkan alasan menilap anggaran gaji
pegawai itu.

Ia mengaku banyak tunggakan utang di bank atau koperasi sejumlah


PNS di Pemprov Jambi. Sebab itu, ia terpaksa menggelembungkan
gaji hingga Rp 100 juta per bulan.

"Utang pegawai itu tersebar di Bank Syariah Mandiri, Bank BRI,


Bank Artha dan Koperasi Kantor Gubernur, Koperasi Main Sari,
Koperasi Sembilan Lurah, Koperasi Karya Mandiri dan Koperasi
Ganda Jaya," ucap Ardiansyah saat membacakan pleidoi.

Ardiansyah juga meminta agar penyidik tidak tinggal diam atas kasus
tersebut. Sebab, ada sejumlah atasan Mulyadi yang seharusnya ikut
bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Mengingat aksi menilep anggaran gaji pegawai itu berjalan lumayan


lama, fungsi pengawasan artinya tidak berjalan. Apalagi, status
Mulyadi hanya staf biasa dan tidak mungkin bekerja hanya atas
inisiatif sendiri.

"Atasan terdakwa seperti Kasubag Administrasi, Kabag Keuangan,


Kepala Biro Umum juga harus bertanggung jawab," ucap
Ardiansyah.

42
2.6 Kasus Kesadaran Pajak
Kesadaran dan kepedulian sukarela Wajib Pajak sangat
sulit untuk diwujudkan seandainya dalam definisi ‘pajak’ tidak ada
frase “yang dapat dipaksakan” dan “yang bersifat memaksa.” Bertitik
tolak dari frase ini menunjukkan membayar pajak bukan semata-mata
perbuatan sukarela atau karena suatu kesadaran. Frase ini memberikan
pemahaman dan pengertian bahwa masyarakat dituntut untuk
melaksanakan kewajiban kenegaraan dengan membayar pajak secara
sukarela dan penuh kesadaran sebagai aktualisasi semangat gotong-
royong atau solidaritas nasional untuk membangun perekonomian
nasional. Sampai sekarang kesadaran masyarakat membayar pajak
masih belum mencapai tingkat sebagaimana yang diharapkan.
Umumnya masyarakat masih sinis dan kurang percaya terhadap
keberadaan pajak karena masih merasa sama dengan upeti,
memberatkan, pembayarannya sering mengalami kesulitan, ketidak
mengertian masyarakat apa dan bagaimana pajak dan ribet menghitung
dan melaporkannya. Namun masih ada upaya yang dapat dilakukan
sehingga masyarakat sadar sepenuhnya untuk membayar pajak dan ini
bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Ketika masyarakat memiliki
kesadaran maka membayar pajak akan dilakukan secara sukarela
bukan keterpaksaan.
Kesadaran membayar pajak ini tidak hanya memunculkan
sikap patuh, taat dan disiplin semata tetapi diikuti sikap kritis juga.
Semakin maju masyarakat dan pemerintahannya, maka semakin tinggi
kesadaran membayar pajaknya namun tidak hanya berhenti sampai di
situ justru mereka semakin kritis dalam menyikapi masalah
perpajakan, terutama terhadap materi kebijakan di bidang
perpajakannya, misalnya penerapan tarifnya, mekanisme pengenaan
pajaknya, regulasinya, benturan praktek di lapangan dan perluasan
subjek dan objeknya. Masyarakat di negara maju memang telah
merasakan manfaat pajak yang mereka bayar. Bidang kesehatan,
pendidikan, sosial maupun sarana dan prasarana transportasi yang

43
cukup maju maupun biaya operasional aparat negara berasal dari pajak
mereka. Pelayanan medis gratis, sekolah murah, jaminan sosial
maupun alat-alat transportasi modern menjadi bukti pemerintah
mengelola dana pajak dengan baik. Dengan digalakannya kesadaran
akan pajak ini diharapkan Indonesia akan menuju kesejahteraan yang
selama ini diharapkan. Slogan “LUNASI PAJAKNYA AWASI
PENGGUNAANNYA” tidak hanya suara dan gaungnya semata yang
nyaring namun bisa benar-benar terwujudkan bahwa pajak menjadi
pendapatan utama negara yang diperuntukkan dan dikelola dengan
transparan dan akuntabel bagi kepentingan masyarakatnya sendiri.
Perlu kiranya mengambil contoh tentang cara-cara
pemahaman dan pengamalan Pancasila, dimana dalam rangka
membangun kesadaran dan kepedulian sukarela Wajib Pajak
dibutuhkan langkah-langkah strategis. Kita sudah sering mendengar
bagaimana dikumandangkannya untuk membudayakan Pancasila.
Bahkan untuk tujuan itu dalam era orde baru dimuculkan suatu project
yang dinamakan P4 (Pedoman Pemahaman dan Pengamalan
Pancasila). Yang tak akan hilang dalam ingatan kita yang pernah
belajar P4 yaitu jurus membudayakan Pancasila dengan memahami,
menghayati dan mengamalkan Pancasila. Dirasakan cukup berhasil
jurus jitu yang pernah dilakukan itu sehingga menumbuhkan rasa
Pancasilais murni, membentuk manusia Pancasilais dan semua serba
berbau Pancasila. Tidak ada salahnya bila kita melakukan ‘ATM’
(Amati, Tiru dan Modifikasi) menyitir kata-kata yang sering diberikan
salah satu pimpinan DJP dalam pengarahannya. Berkaitan dengan hal
itu bukan hanya merupakan tanggung jawab Direktorat P2Humas yang
secara struktural organisatoris memegang tugas sebagai corong suara
dan garda terdepan DJP, melainkan seluruh jajaran Direktorat Jenderal
Pajak mengemban tanggung jawab ini dan diperlukan sinergi antar
aparat perpajakan.

44
2.7 Faktor-faktor yang mengancam keutuhan Nasional
Dalam masyarakat majemuk seperti di Indonesia, terdapat potensi
konflik yang besar mengingat adanya berbagai nilai-nilai yang dianut
oleh berbagai kelompok masyarakat, dan hal ini dapat pula
bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Untuk itu perlu diketengahkan di sini hambatan dan tantangan, baik itu
dari negara sendiri maupun dari luar negeri.
1. Hambatan
Hambatan muncul karena adanya perbedaan aliran pemikiran,
misalnya :
a. Paham individualistis. Negara adalah masyarakat hukum yang
disusun atas kontrak semua individu dalam masyarakat. Disini
kepentingan harkat dan martabat manusia dijunjung tinggi. Hak
kebebasan individu hanya dibatasi oleh hak yang sama yang
dimiliki individu lain, bukan oleh kepentingan masyarakat.
b. Paham golongan. Negara adalah suatu susunan golongan (kelas)
untuk menindas kelas lain. Paham ini berhubungan dengan
paham materialisme sejarah (suatu ajaran yang bertitik tolak pada
hubungan-hubungan produksi dan kepemilikan sarana produksi
serta berakibat pada munculnya dua kelas yang bertentangan,
kelas buruh dan kelas majikan dan semua itu terjadi dan berada
dalam sejarah kehidupan manusia.
c. Isu, penyebaran berita bohong dan fitnah atau desas desus
dengan tujuan tertentu.
d. Gejala-gejala negative, antara lain pola hidup konsumtif,
sikap mental individualistis, pemaksaan kehendak, kemalasan,
penurunan disiplin dan lain lain.

45
2. Tantangan
Tantangan dari dalam negeri
a. Tantangan disintegrasi, adanya perpecahan-perpecahan
yang disebabkanmtidak puasnya sikap daerah
menimbulkanpermasalahan-permasalahan yang dapat
menghancurkan persatuan dan kesatuan NKRI, seperti lepasnya
Timor Timur pada tahun 1999.
b. Pemberontakan-pemberontakan sejak jaman Revolusi
c. Tantangan dari masalah agama : adanya usaha-usaha yang
timbul karena keinginan untuk mengganti Pancasila dengan
symbol keagamaan, antara lain: Gerakan Republik Maluku Selatan
(RMS)
d. Tantangan dari masalah SARA : adanya perpecahan yang mengatas
namakan SARA menyebabkan beberapa peristiwa yang
dapat menghancurkan Pancasila antara lain: Peristiwa Poso,
Peristiwa Tanjung Periok, Peristiwa Mei 1998, dan masih banyak
lagi.

Tantangan dari Luar Negeri


a. Adanya tantangan dari ideologi lain yang ingin mengganti ideologi
Pancasila dengan ideologi lain.
b. Adanya intervensi dari negara lain untuk menghancurkan NKRI
contohnya privatisasi BUMN atau campur tangan Amerika dalam
penanganan hukum dan keamanan di Indonesia.

46
2.8 Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa
Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang
ramah dan santun, bahkan predikat ini menjadi cermin kepribadian
bangsa kita di mata dunia internasional. Indonesia adalah Negara yang
majemuk, bhinneka dan plural. Indonesia terdiri dari beberapa suku,
etnis, bahasa dan agama namun terjalin kerja bersama guna meraih dan
mengisi kemerdekaan Republik Indonesia kita. Namun akhir-akhir ini
keramahan kita mulai dipertanyakan oleh banyak kalangan karena ada
beberapa kasus kekerasana yang bernuansa Agama. Ketika bicara
peristiwa yang terjadi di Indonesia hampir pasti semuanya melibatkan
umat muslim, hal ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama
Islam. Masyarakat muslim di Indonesia memang terdapat beberapa
aliran yang tidak terkoordinir, sehingga apapun yang diperbuat oleh
umat Islam menurut sebagian umat non muslim mereka seakan-seakan
merefresentasikan umat muslim. Pancasila dalam pengertian ini sering
disebut Dasar Falsafat Negara. Dengan kata lain, Pancasila digunakan
sebagai dasar negara untuk mengatur penyelenggaraan Negara. Fungsi
pokok daripada Pancasila adalah sebagai dasar negara sesuai dengan
pembukaan UUD 1945, dan yang pada hakikatnya adalah sebagai
sumber dari segal sumber hukum atau sumber dari tertib hukum.
Pengertian tersebut adalah pengertian Pancasila yang bersifat yudiris
kenegaraan.
Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk
kehidupan sehari-hari (Pancasila diamalkan dalam kehidupan sehari-
hari). Dengan kata lain, Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah
semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan didalam segala
bidang. Pancasila sebagai norma fundamental, berfungsi sebagai suatu
cita-cita atau ide yang harus diwujudkan menjadi suatu kenyataan.
Adapun wujud Pancasila secara konkret merupakan perwujudan
Pancasila itu dalam setiap perbuatan. Dilihat dari kedudukannya,
Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi, yakni sebagai cita-cita
dan pandangan hidup bangsa dan negara republik Indonesia.

47
DAFTAR PUSTAKA

http://wartakota.tribunnews.com/2017/07/13/ternyata-19-persen-pelajar-dan-
mahasiswa-salahgunakan-narkoba

http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39538927

http://regional.liputan6.com/read/3192338/densus-tangkap-terduga-teroris-
jamaah-anshorut-khilafah-di-sumsel

http://news.liputan6.com/read/2117622/12-10-2002-bom-bali-i-renggut-202-
nyawa

http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol8420/bom-di-jw-marriot-bukti-
teroris-bisa-kelabui-sistem-pengamanan--

http:/regional.liputan6.com/read/3202658/aksi-haram-pns-jambi-tilap-gaji-
pegawai-miliaran-rupiah

http://regional.liputan6.com/read/3182023/tak-kenal-libur-kpk-geledah-ruang-
kerja-zumi-zola

48