Anda di halaman 1dari 5

Tugas Penelitian Tindakan Kelas 27/02/2018

Nama Anggota Kelompok :

1. Aisyah Nestria Al Falah Ramadhanty (150321602681)


2. Laili
3. Novita

_________________________________________________________________________________________

Telitilah permasalahan di bawah ini, apakah bisa dijadikan sumber masalah


dalam penelitian tindakan kelas? Jelaskan alasan anda

1. Bagaimana cara guru mengajar fisika agar siswa lebih memahami


konsep yang disampaikan
2. Cara siswa memahami fisika
3. Minat siswa terhadap pelajaran fisika
4. Bagaimana dampaknya terhadap orang tua pada minat anak belajar
fisika
5. Apakah kondisi lingkungan masyarakat mempengaruhi minat belajar
fisika
6. Bagaimana pengaruh fasilitas sekolah terhadap motivasi belajar fisika
7. Apakah ada perbedaan antara daya tangkap siswa putra dan putri
terhadap konsep hukum Newton II di SMU
8. Pengaruh umur dalam pengertian rumusan – rumusan formal
kelistrikan di sekolah formal
9. Manakah yang lebih mempengaruhi keberhasilan dalam memahami
fisika di SMU, kemahiran guru ataukah kedekatam guru dengan siswa
10. Model evaluasi mana yang paling cocok untuk mengukur kemampuan
siswa dalam bidang fisika

Jawab :

Terdapat beberapa kriteria yang perlu diperahatikan dalam identifikasi


masalah PTK sebagai berikut:
1. Masalah yang akan dijadikan topic PTK benar-benar muncul dalam
pembelajaran.
2. Penting dan bermanfaat untuk memecahkan masalah dan
meningkatkan mutu pembelajaran.
3. Penting bagi guru sebagai peneliti dan sejalan dengan rencana
pengembangan sekolah.
4. Dapat dipecahkan dengan mempertimbangkan waktu, tenaga, dan
biaya yang ada.
5. Mengungkap berbagai aspek fundamental mengenai sebab dan akibat
sehungga pemecahannya dapat dilakukan berdasarkan hal-hal yang
fundamental pula.
6. Adanya alasan rasional, logis, dan sistematis yang mendasari perlunya
penelitian tersebut dilakukan.
7. Adanya metode dan prosedur yang jelas untuk menemukan jawaban
terhadap masalah tersebut.
8. Masalah tersebut berada dalam jangakauan tugas guru yang dapat
dihadapi secara proporsional dan professional.
9. Masalah tersebut riil dan problematika yang memerlukan pemecahan
dengan segera (Mulyasa, 2009)

Permasalahan 1

Bisa. Materi cukup spesifik sehingga disini dapat dikembangkan dengan


berbagai macam model pembelajaran yang ada dan masalahnya timbul
dikelas. Dalam ilmu pembelajaran kita dikenalkan dengan berbagai jenis
pendekatan, model, dan metode. Dan beragam penelitian telah dikembangkan
baik untuk mengajarkan materi dengan konkret pada siswa atau materi yang
bersifat abstrak. Selain materi yang dibawakan terdapat pula faktor eksternal
yaitu motivasi siswa untuk belajar yang sedikit banyak juga mempengaruhi.
Namun kita fokus dalam hal bagaimana siswa mengkonstruk pengetahuan dan
menjadikan siswa dapat bertindak seperti halnya ilmuwan karena kita
membahas dalam konteks fisika. Sebelum memasuki pembelajaran tentu
siswa juga mengetahui beberapa fakta terkait materi yang akan dipelajari
tugas guru adalah membawa fakta tersebut, dan menyesuaikan nya dengan
fakta ilmiah jika siswa mengalami miskonsepsi dsb. Disini diperlukan medel-
model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk memulai kembali
untuk membangun pengetahuan tersebut. Dan setiap model memilki sintaks
masing-masing yang tentunya memiliki tujuan instruksional yang berbeda-
beda. Dan pendekatan yang digunakan adalah 5 M yaitu Mengamati, Menanya
Mengmpulkan Data, Mengasosiasi, dan Menyimpulkan. Jika siswa mampu
melakukan 5M tadi tentu siswa kan memahami konsep fisika

Permasalahan 3

Bisa. Minat siswa terhadap pembelajaran fisika ini bisa dijadikan sumber
permasalahan dalam PTK. Karena apa?? Dalam PTK ini yang digunakan
merupakan permasalahan benar –benar terjadi dalam kelas. Dan masalah
yang diteliti merupakan masalah yang penting dan mendesak. Minat belajar
ini termasuk permasalahan karena jika minat untuk belajar fisika saja peserta
didik sudah malas apa lagi buat mempelajari fisika. Ini merupakan
permasalahan yang sering dihadapi guru. Sehingga guru harus terampil dan
kreatif dalam memberikan model pembelajaran Fisika. Apalagi model
pembeljaran yang konvensional bisa membuat peserta didik cepat jenuh dan
malas untuk mempelajari fisika. Jadi apabila minat belajar Fisika peserta didik
kurang maka proses pembelajaran yang dirancang oleh guru tidak akan
berjalan sesuai dengan tujuan.

Permasalahan 4

Tidak Bisa. Minat anak dalam belajar fisika berdampak pada orang tua ini
sangat sulit dan tidak timbul dalam pembelajaran dikelas. Dari pembuat
instrumen juga sulit, pengambilan data, dan indikator yang digunakan akan
sulit dibuat. Metode prosedure nya sulit. Tidak logis

Permasalahn 6
Bisa. Fasilitas sekolah ini memang mempengaruhi motivasi belajar siswa,
dimana peran fasilitas ini untuk membantu dan menunjang kegiatan belajar
siswa. Apabila fasilitas yang dibutuhkan kurang memadai siswa akan merasa
malas dan enggan untuk belajar. Karena apa, kebutuhan yang sedang
diperlukan siswa ternyata tidak disediakan oleh sekolah sehingga dalam
pemikiran siswa pembelajaran yang diberikan oleh guru serasa tidak menarik.

Permasalahan 7

Tidak Bisa. Mungkin untuk penelitian awal atau jika belum ada yang meneliti
ini perlu dilakukan tapi karena sudah diteliti dan alhasil jenis kelamin tidak
berpengaruh maka permasalahan ini tidak dapat digunakan yang menjadi
tolak ukur. Jenis kelamin laki-laki tidak dengan sendirinya menghasilkan
prestasi belajar yang tinggi dan jenis kelamin perempuan tidak dengan
sendirinya menghasilkan prestasi belajar yang rendah. Tidak ada pengaruh
yang signifikan antara prestasi belajar dengan jenis kelamin, sehingga ada
faktor lain yang lebih dominan yang menentukan prestasi belajar siswa. 2.
Intensitas belajar memiliki pengaruh yang signifikas pada prestasi belajar.
Siswa dengan intensitas belajar yang tinggi memiliki prestasi yang lebih baik
dari siswa yang intensitas belajarnya rendah. 3. Tidak ada interaksi antara
jenis kelamin dengan intensitas belajar.

Permasalahan 9

Bisa. Menurut kelompok kami, ketiga tiganya itu sama – sama mempengaruhi.
Memahami fisika di SMU itu penting karena apa jika peserta didik ketika lulus
sekolah ingin melanjutkan keperguruan tinggi negeri dengan jurusan MIPA
maka mereka harus dan wajib memahami fisika di SMU karena ini merupakan
dasar dari semua pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik. Kemudian
kemahiran guru, kemahiran guru dalam menguasai materi juga penting agar
tidak terjadi miskonsepsi. Sehingga siswa tidak merasa bingung dengan
kebenaran suatu teori. Yang terakhir kedekatan guru terhadap siswa,
kedekatan guru terhadap siswa memang harus dilakukan oleh seorang guru.
Guru sebagai faisilitator siswa, sehingga permasalahan – permasalahan yang
dihadapi siswa guru harus bisa tahu dan mengerti cara mengatasinya.

Permasalahan 10

Bisa. Karena tingkat wawasan, tingkat kecakapan, tingkat kecerdasan


seseorang akan bertambah seiring bertambahnya usia sehingga hal ini dapat
digunakan.