Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di masa sekarang ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang
sangat tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan
kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak
buruk bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Para perokok
sudah mengetahui akan dampak dan bahaya merokok, namun masih tetap saja
melakukan aktivitas tersebut. Berbagai pihak sudah sering mengeluhkan
ketidak nyamanannya ketika berdekatan dengan orang yang merokok, terbukti
bahwa bahaya merokok bukan saja milik perokok tetapi juga berdampak pada
orang - orang disekelilingnya (Permathic, 2012).
Menurut World Health Organization (WHO),tembakau membunuh
lebih dari 5 juta orang per tahun dan diproyeksikan akan membunuh 10 juta
orang sampai tahun 2020,dari jumlah itu 70% korban berasal dari negara
berkembang yang didominasi oleh kaum laki-laki sebesar 700 juta terutama di
Asia. WHO memperkirakan 1,1 miliar perokok dunia berumur 15 tahun ke
atas yaitu sepertiga dari total penduduk dunia. Indonesia menduduki peringkat
ke-5 dalam konsumsi rokok di dunia setelah China, Amerika Serikat, Jepang
dan Rusia (Tarwoto, dkk, 2010).
Bahkan saat ini bukan hanya orang dewasa saja yang aktif merokok
namun sudah banyak terlihat anak- anak dengan seragam SMP bahkan SD
mulai merokok di kota - kota besar di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari
peran serta orang dewasa yang merokok.Berbagai kandungan zat yang
terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh
penghisapnya, masalah ini masih sulit diselesaikan hingga saat ini.Berbagai
dampak dan bahaya merokok sebenarnya sudah dipublikasikan kepada
masyarakat, namun kebiasaan merokok masyarakat Indonesia masih sulit
untuk dihentikan, terbukti dari data WHO pertumbuhan rokok Indonesia pada
periode 2000-2008 adalah 0.9 % per tahun (Triyono, 2009).

1
Menurut PP. No. 19 (2003) mengatakan bahwa tingkat kematian akibat
kebiasaan merokok di Indonesia telah mencapai 57.000 orang pada setiap
tahunnya dan mencapai 4.000.000 kematian di dunia setiap tahunnya. Pada
tahun 2030 diperkirakan tingkat kematian akibat konsumsi tembakau akan
mencapai 10.000 orang tiap tahunnya, dengan sekitar 70% terjadi di negara-
negara berkembang termasuk Indonesia (Saktyoati, 2008).

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan di atas, dapat diambil rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Apa Pengertian Merokok?
2. Bagaimana Kandungan Kimia dalam Rokok?
3. Bagaiaman dampak Dampak Fisikologis Merokok terhadap Fungsi Kerja
Organ Tubuh?
4. Bagaimana Cara Menghindari dan Menghentikan Kebiasaan Merokok
5. Apa Saran Bagi Bukan Perokok dan Perokok?
6. Bagaimana Asuhan Keperatan dengan klien penggunaan tembakau atau
merokok?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari pembuatan
makalah ini adalah sebagai penambah pengetahuan tentang Penggunaan
Tembakau Selain itu juga, tujuan khusus dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui Apa Pengertian Merokok
7. Untuk mengetahui Kandungan Kimia dalam Rokok
8. Untuk mengetahui dampak Dampak Fisikologis Merokok terhadap Fungsi
Kerja Organ Tubuh
9. Untuk mengetahui Cara Menghindari dan Menghentikan Kebiasaan
Merokok
10. Untuk mengetahui Apa Saran Bagi Bukan Perokok dan Perokok
11. Untuk mengetahui Asuhan Keperatan dengan klien penggunaan tembakau
atau merokok

2
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Penggunaan Tembakau dan Rokok


1. Pengertian Merokok
Rokok adalah produk yang berbahaya & adiktif (menimbulkan
ketergantungan) karena didalam rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya
yang diantaranya merupakan zat karsinogenik (dapat menimbulkan kanker).
Merokok adalah kegiatan yang membakar rokok dan atau mengisap
asap rokok. Merokok merupakan salah satu penyebab gangguan kesehatan dan
penyebab kematian.(Kemendikbud, 2014).

2. Kandungan Kimia dalam Rokok


Asap rokok diperkirakan mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia, yang
secara farmakologis terbukti aktif, beracun, dapat menyebabkan mutasi
(mutagenic), dan kanker (carcinogenic). Tiga racun utama dalam rokok, yaitu
nikotin, tar dan karbon monoksida (Sugito, 2007).
1. Nikotin
Nikotin, senyawa kimia yang secara alami ditemukan pada tembakau,
merupakan senyawa kimia adiktif (yang mampu menyebabkan
kecanduan). Seiring dengan berjalannya waktu, tubuh akan semakin
tergantung secara fisik dan psikologis terhadap nikotin. Selain menjadi
“biang kerok” ketagihan pada manusi, nikotin sejak dulu juga sering
digunakan sebagai insektisida (bahan kimia beracun yang digunakan untuk
membunuh serangga).
Nikotin memproduksi perasaan senang yang membuat para perokok ingin
terus-terusan merokok.Setelah sistem saraf beradaptasi dengan nikotin,
perokok cenderung menambah jumlah batang rokok yang dihisap.
Akibatnya, kadar nikotin dalam darah juga ikut meningkat. Dosis 30-60
mg dari nikotin dianggap sebagai dosis yag mematikan pada manusia.
Nikotin adalah salah satu racun yang bekerja sangat cepat.

3
Saat menghirup asap rokok, nikotin turut masuk kedalam paru-paru,
kemudian diabsorbsi secara cepat kedalam darah, dan menyebar keseluruh
tubuh. Nikotin memengaruhi banyak organ, termasuk jantung dan
pembuluh darah, sistem hormon, metabolisme, dan otak.
Efek ketagihan dari nikotin berasal dari fungsinya dalam merangsang
pembentukan dopamine (senyawa kimia pada otak yang menimbulkan
perasaan senang). Penelitian terkini menunjukkan bahwa pemakaian
nikotin dalam waktu lama akan menurunkan kemampuan otak untuk
mengenali perasaan “senang yang sesungguhnya”. Oleh karena itu, para
perokok biasanya menambah batang rokok yang disulut setiap harinya
untuk memperoleh kenikmatan yang sama seperti saat pertama kali
merokok.
Saat seorang perokok berusaha mengurangi atau menghentikan kebiasaan
merokoknya, ketiadaan nkotin bisa menimbulkan efek ketagihan.Efek
ketagian ini bisa muncul dalam dua sisi, yakni mental dan fisik.Gejala
ketagihan yang muncul biasanya berupa hal-hal berikut.
a. Pusing (hanya bertahan sekitar 1-2 hari setelah berhenti merokok)
b. Depresi
c. Merasa frustasi dan mudah marah
d. Sulit tidur, termasuk sulit terlelap,atau tetap terlelap namun akan
mengalami mimpi buruk
e. Perasaan lelah yang tidak kunjung hilang
f. Peningkatan nafsu makan
Secara umum, nikotin dan sampingannya akan tetap berada dalam tubuh
selama 3-4 hari setelah berhenti.
2. Tar
Tar dideskripsikan sebagai bahan partikulat (bahan padat halus yang
berukuran lebih kecil dari debu) yang turut masuk kedalam tubuh saat
perokok menghisap asap rokok dari dalam lintingan rokok yang menyala.
Setiap partikel tar merupakan komposisi dari bahan kimia organik dan
anorganik. Sebagian besar berupa nitrogen, oksigen, hydrogen,

4
karbondioksida, karbonmonoksida, dan bahan-bahan kimia organik lain
yang mudah menguap.
Tar merupakan bahan kimia yang menjadi penyebab noda kuning
kecoklatan pada kuku dan gigi para perokok. Selain itu, tar juga dapat
membuat flek pada paru-paru.Benzopyrene (senyawa polycyclic aromatic
hydrocarbon) adalah salah satu zat karsinogen (zat penyebab kanker) yang
terkandung dalam tar.
3. Karbon monoksida (CO)
Gas berbahaya ini seharusnya hanya ada dalam pembuangan asap
kendaraan. Namun, dengan adanya sumbangan dari para perokok, gas
yang juga dapat berikatan kuat dengan haemoglobin darah ini menjadi
lebih banyak di udara dan di dalam tubuh manusia. Dengan adanya karbon
monoksida (CO) yang berikatan dengan haemoglobin darah, maka jantung
seorang perokok yang memerlukan lebih banyak oksigen ternyata
mendapat oksigen lebih sedikit. Ini akan menyebabkan bertambahnya
risiko penyakit jantung dan paru-paru, serta penyakit saluran nafas. Selain
sesak nafas, batuk terus-menerus, stamina serta daya tahan tubuh si
perokok juga berangsur-angsur akan menurun. Terganggunya sistem
peredaran darah normal, yaitu dengan adanya gas karbon monoksida pada
darah, juga akan mengakibatkan rusaknya pembuluh darah sebagai
distributor aliran darah. Akan terdapat endapan-endapan lemak sehingga
pembuluh darah akan tersumbat. Hal ini meningkatkan lagi risiko terkena
serangan jantung ataupun mati mendadak (Sugito, 2007).

3. Dampak Fisikologis Merokok terhadap Fungsi Kerja Organ Tubuh


Rokok bukan hanya menyebabkan kanker paru, penyakit jantung, dan
masalah kesehatan yang serius.Di bawah ini ada beberapa dampak akibat
merokok yang jarang dipublikasikan, mulai dari ujung rambut sampai ujung
kaki (Kemendikbud, 2014).
1. Dampak Terhadap Rambut
Rokok memperlemah sistem kekebalan, sehingga tubuh lebih rentan
terhadap penyakit, seperti lupus; erythernatosus, yang menyebabkan

5
rambut rontok. Dampak lain, sariawan mulut dan erupsi cutan (bintik
merah) di wajah, kulit kepala dan tangan.
2. Dampak Terhadap Mata
Merokok dipercaya dapat memperburuk kondisi mata, karena perokok
mempunyai resiko 40% lebih tinggi terkena katarak, yaitu buramnya
atau memutihnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya dan
menyebabkan kebutaan. Rokok dapat menyebabkan katarak, dengan
cara mengiritasi mata dengan terlepasnya zat-zat kimia dalam paru yang
oleh aliran darah sampai ke mata.
3. Dampak Terhadap Kulit
Merokok dapat menyebabkan penuaan dini kepada kulit karena
merusaknya protein yang berguna untuk berjaga ekstisitas kulit,
terkikisnya vitamin A dan terhambatnya aliran darah.Kulit perokok
menjadi kering dan keriput terutama di daerah bibir dan mata. Perokok
dua sampai tiga kali lebih mudah terkena Psioriasis, suatu proses
pembengkakan/inflamasi kulit yang terasa gatal dan meninggalkan
guratan merah yang menjadi faktor terjadinya kanker kulit.
4. Dampak Terhadap Pendengaran
Karena tembakau menyebabkan timbulnya flek atau atau endapan pada
dinding pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran darah ke
dalam telinga bagian dalam, perokok dapat kehilangan pendengaran dari
yang tidak merokok atau lebih mudah kehilangan karena infeksi telinga
atau suara yang keras.Lebih berisiko untuk terkena infeksi telinga
bagian tengah yang dapat mengarah pada komplikasi yang lebih jauh,
seperti manginitis, dan paralis wajah.Bagi perokok resikonya tiga kali
lebih besar dibandingkan dengan yang tidak merokok.
5. Dampak Terhadap Gigi
Rokok mempengaruhi keseimbangan kimia dalam mulut, membentuk
flek yang berlebihan, membuat gigi menjadi kuning, dan terjadi
karies/lobang gigi. Perokok beresiko kehilangan gigi mereka 1,5 kali
lipat.

6
6. Dampak Terhadap Sistem Pernapasan
Bahan kimia yang dihisap dari asap rokok merangsang permukaan sel
saluran pernapasan, sehingga menyebabkan keluar lendir atau dahak.
Pada perokok, buluh getar saluran pernapasan oleh asap rokok, sehingga
lendir bertahan di saluran pernapasan yang menyebabkan bakteri
berkembang yang akan menyebabkan bronkhitis kronis. Partikel dalam
asap rokok akan mengendap, yang menjadi sumber rangsangan kronis
dinding saluran pernapasan akan merubah sel paru menjadi pra kanker
yang akhirnya menjadi kanker paru. Penyebab emphysema, yaitu
pelebaran dan rusaknya kantung udara pada paru-paru yang menurun
kapasitas paru-paru untuk menghisap oksigen dan melepaskan CO2.
2. Dampak Terhadap Tulang
Karbon monoksida, yaitu zat kimia beracun yang banyak terdapat pada
asap rokok lebih mudah terikat dalam darah dari pada oksigen, sehingga
kemampuan udara turun sampai 15% pada perokok, sehingga
menyebabkan para perokok tulangnya berkurang dan menjadi lebih
mudah patah/retak, penyembuhannya 80% lebih lama.
3. Dampak Terhadap Jantung dan Pembuluh Darah
Gas karbon monoksida yang dihisap dari asap rokok akan menurunkan
kapasitas sel darah merah mengangkut oksigen yang diperlukan jaringan
tubuh. Satu di antara tiga kematian di dunia diakibatkan penyakit
kardiovaskuler dan pemakaian tembakau adalah salah satu faktor resiko
terbesar untuk penyakit jantung.
Kemampuan darah 200 kali lebih besar mengikuti karbonmonoksida
dibanding oksigen, sehingga otak kekurangan oksigen, yang sering
ditandai dengan nafas pendek dan dangkal. Terjadinya inflamasi pada
arteri vena dan syaraf utama kaki yang mengakibatkan terhambatnya
aliran darah dan bila dibiarkan tanpa perawatan akan mengarah ke
gangren (matinya jaringan tubuh) sehingga pasien perlu diamputasi.
4. Dampak Terhadap Sistem Pencernaan
Konsumsi tembakau menurunkan resistensi terhadap bakteri yang
menyebabkan tukak lambung, juga meminimilisasi kemampuan lambung

7
untuk menetralkan asam lambung setelah makan sehingga akan
menggerogoti dinding lambung. Tukak lambung yang diderita para
perokok lebih sulit dirawat dan disembuhkan.
5. Dampak Terhadap Uterus Wanita
Rokok dapat menyebabkan kanker leher rahim dan uterus, juga
menyebabkan timbulnya masalah kesuburan pada wanita dan berbagai
komplikasi selama masa kehamilan serta kelahiran bayi. Merokok
selama masa kehamilan meningkatkan resiko kelahiran bayi dengan
berat badan rendah dan masalah kesehatan sesudahnya.
Kegagalan kehamilan/abortus terjadi 2 – 3 kali lebih besar pada wanita
perokok, karena kekurangan oksigen pada janin dan plasenta yang
abnormal karena tercemar oleh karbon monoksida dan nikotin sehingga
kematian bayi mendadak.
6. Dampak Terhadap Bukan Perokok
Rokok yang dibakar mengeluarkan dua kali lebih banyak dibandingkan
dengan asap yang dihisap oleh perokok, yaitu pada kadar karbon
monoksida sampai empat kali lebih tinggi.
7. Dampak Terhadap Jari-jari dan Kuku
Tar yang terdapat pada asap rokok terakumulasi pada jari-jari dan kuku
perokok sehingga menimbulkan warna kuning kecoklatan. Semua ini
terjadi karena pengaruh bahan-bahan dalam asap rokok seperti gas CO,
nikotin, tar dan lain-lainnya.

4. Cara Menghindari dan Menghentikan Kebiasaan Merokok


Agar terhindar dari kebiasaan merokok, maka sepatutnya kita
menanamkan keyakinan yang kuat bahwa kebiasaan merokok tidak akan
pernah menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Kita harus terbiasa untuk
bersikap asertif, untuk tetap mengatakan tidak pada rokok. Apabila telah
mampu kita terapkan, maka teman sebaya atau kelompok kita bisa dijadikan
kader pendidik sebaya.
Bagi para perokok, khususnya remaja, untuk berhenti dari kebiasaan
merokok bukanlah suatu hal yang mustahil. Apabila remaja meninggalkan

8
kebiasaan merokok hari ini, maka badan akan terbebas dari nikotin dalam
masa 8 jam. Setelah satu minggu efek dari kebiasaan merokok tersebut akan
hilang. Lama-kelamaan, tubuh akan memperbaiki kerusakannya akibat
tembakau dan bahan kimia lain yang pada rokok. Menghentikan kebiasaan
merokok, bisa tetap dilakukan, antara lain dengan cara sebagai berikut.
1. Berhenti secara mendadak
Tidak ada suatu cara terbaik bagi perokok untuk berhenti merokok, karena
pengaruhnya terhadap setiap perokok adalah berbeda. Namun, hanya ada
satu hal yang sama diantara mantan perokok yang berhasil, yaitu mereka
semua memang berkeinginan untuk berhenti merokok. Sebagaian besar,
perokok memilih cara ini untuk menghentikan kebiasaannya. Cara ini bisa
dipilih sebagai salah satu alternatif.
2. Cara menunda secara perlahan
Cara ini mengajak anda menunda masa menghisap batang rokok yang
pertama sehingga anda tetap dapat bertahan tanpa rokok. Atau anda bisa
menunda untuk menyalakan batang rokok dalam beberapa menit, sampai
anda bisa bertahan sepenuhnya setiap kali anda ingin merokok.
3. Cara mengurangi
Cara ini dilakukan dengan mengurangi jumlah batang rokok yang anda
hisap setiap merokok. Dalam satu hari, setiap kali merokok, bisa dikurangi
jumlah rokok yang anda hisap, mulai dari hitungan satu batang, dua
batang, hingga separuh dari jatah rokok anda setiap harinya, atau bahkan
mengurangi sepenuhnya.
4. Tidak mengikuti kebiasaan perokok
Pada umumnya, merokok identik dengan minum kopi ataupun minuman
keras. Apabila seseorang mengkonsumsi kopi ataupun minuman
beralkohol, maka biasanya dilengkapi dengan sebatang atau sebungkus
rokok. Dengan mengurangi atau sama sekali tidak mengkonsumsi kopi
atau minuman beralkohol secara berlebihan, maka keinginan untuk
merokok bisa dikurangi.

9
5. Pengalihan aktivitas
Biasanya, remaja mulai merokok karena ada waktu yang tersisa. Pada
waktu tersebut bisa dilakukan aktivitas-aktivitas lain, yang tentunya lebih
positif, untuk menghindari kebiasaan merokok. Bagi perokok yang ingin
berhenti, alternatif ini juga bisa ditempuh setiap anda ingin merokok.
Misalnya, melakukan aktivitas-aktivitas yang anda senangi, mulai dari
berolah raga, rekreasi bersama teman, membaca majalah atau komik
kesukaan, bermain atau mendengarkan musik, mengikuti kegiatan
organisasi remaja, seperti OSIS di sekolah-sekolah,organisasi
kemahasiswaan di kampus, hingga mengerjakan tugas bersama teman-
teman kelompok belajar. Tentunya hal ini akan berhasil apabila kondisi
keluarga dan tempat bergaul saling mendukung untuk mengurangi atau
bahkan menghentikan sama sekali kebiasaan merokok remaja. Tentu
masih banyak cara lain yang bisa dilirik untuk mengalihkan kebiasan
merokok. Yang terpenting, kebiasaan merokok tetap dialihkan pada
aktivitas lain yang positif dan bermanfaat.
6. Menanamkan sikap asertif pada diri serta pemahaman akan dampak
negatif rokok terhadap kesehatan
Sikap tegas untuk tidak merokok atau memang akan menghentikan sama
sekali kebiasaan ini, sangat diperlukan untuk menunjang upaya berhenti
merokok. Dengan pemahaman yang cukup tentang berbagai dampak
negatif merokok bagi kesehatan, akan semakin menambah keyakinan serta
motivasi diri untuk tetap berusaha menghentikan kebiasaan merokok.
Secara berangsur-angsur, pemahaman ini akan semakin kuat karena setiap
kita mulai terbiasa berhenti merokok, akan terasa manfaatnya.
7. Konsumsi makanan dengan menu seimbang
Menu seimbang adalah seperangkat makanan yang mengandung hampir
seluruh zat makanan yang diperlukan tubuh. Terdiri dari nasi, sayur-
sayuran, lauk-pauk, buah-buahan, air, serta dilengkapi dengan susu. Sayur
dan buah-buahan serta air mineral mengandung antioksidan yang dapat
mengurangi efek negatif bahan kimia pada rokok. Nasi, lauk-pauk dan
susu pun memiliki sejumlah vitamin, mineral, protein, serta serat yang

10
diperlukan tubuh.Untuk menambah keinginan mengkonsumsi menu ini,
bisa disiasati dengan tampilan menu yang menarik. Potongan lauk-pauk
ataupun sayuran bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menarik
bentuknya. Buah-buahan tertentu juga bisa dikonsumsi dalam bentuk jus
buah segar.
8. Membentuk kelompok sebaya
Kelompok ini bisa dibentuk berdasarkan kesamaan prinsip para remaja,
yaitu terdiri dari sekelompok remaja yang sama-sama menginginkan
berhenti merokok. Selain memberi ruang yang cukup bagi para remaja
yang ingin berhenti merokok, kelompok ini juga bisa menampung segala
permasalahan yang dialami remaja, khususnya yang berkaitan dengan
upaya menghentikan kebiasaan merokok. Kelompok ini bisa dikepalai oleh
seorang pendidik ataupun kolsultan yang mampu menggerakkan dan
menampung remaja yang ingin berhenti merokok, misalnya psikiater
ataupun mahasiswa yang peduli. Secara berangsur-angsur, kelompok ini
akan menghasilkan remaja-remaja yang benar-benar telah terbebas dari
kebiasan merokok, sehingga hal ini akan berguna bagi remaja yang lain
yang mempunyai keinginan yang sama untuk berhenti merokok. Apabila
kelompok semacam ini mendapat perhatian khusus dari pihak yang
berwenang, dan diberi kemudahan atau fasilitas tertentu, maka lama-
kelamaan akan dihasilkan kader pendidik sebaya yang semakin bertambah
dan tentunya semakin bermanfaat.
9. Senantiasa berdoa
Upaya sekeras apapun tidak akan pernah membuahkan hasil, apabila tidak
diikuti dengan doa. Selain bisa menambah keyakinan diri, doa bisa
memberikan semacam kekuatan pelindung, terutama bagi remaja perokok
untuk tetap melanjutkan upaya berhenti merokok, dan tidak akan pernah
merokok lagi. Selain itu, dukungan keluarga, serta teman-teman dan
masyarakat sekitar akan sangat membantu remaja untuk menghentikan
kebiasaan merokok.
Masih banyak terdapat cara-cara lain yang bisa ditempuh untuk berhenti
merokok. Remaja juga bisa memilih waktu yang tepat untuk mulai

11
berhenti. Anda boleh memilih hari atau tanggal tertentu yang bermakna
dalam hidup anda, misalnya hari ulang tahun, tahun baru, atau hari-hari
lain, seperti bulan Ramadhan, Galungan atau hari-hari besar lainnya.
(Sugito, 2007)

5. Saran Bagi Bukan Perokok dan Perokok


1. Bagi yang belum pernah merokok jangan memulainya dan jangan sekali-
kali mencoba.
2. Merokok jelas-jelas dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan tidak
hanya bagi perokok tapi juga bagi orang lain, seperti banyak dibuktikan
oleh para peneliti.
3. Banyak fakta menunjukan bahwa merokok membebani ekonomi keluarga.
4. Berhentilah merokok karena berhenti merokok sangat mudah caranya,
yang penting niat.
5. Jika sayang pada diri sendiri, pada keluarga, peduli dengan orang-orang
sekitar dan juga lingkungan, jangan merokok!
6. Jauh lebih baik belanja hal-hal yang membuat lebih sehat baik jasmani
maupun rohani.
(Kemendikbud, 2014)

12
B. Asuhan Keperatan dengan klien penggunaan tembakau atau merokok

1 Pengkajian
1. Data Umum
a. Nama KK :
b. Usia :
c. Pendidikan :
d. Pekerjaan :
e. Alamat :
2. Komposisi Keluarga
No Nama Jk Hub dg KK Umur Pendidikan Pekerjaan Status imunisasi
1 L
2 P
3 L
4 P

~ Pemeriksaan fisik
No Sistem Bp.p Ibu y An. N An. A
1. TTV  BB: 50 kg BB: 32kg BB: 49kg
TB: 155 cm, TB:157 cm, TB: 169 cm,
Sh: 36 C, Sh: 36 C, Sh: 36C
N:80X/mnt, N: 90X/mnt, N:90X/mnt,
TD:120/80 mmHg RR: 20X/menit RR: 19X/menit
RR:18X/Mnt

2. Kulit  Warna kulit tidakWarna kulit tidakWarna kulit tidak


ada kelainan, ada kelainan, ada kelainan,
gatal tidak ada, gatal tidak ada, gatal tidak ada,
tidak ada luka,tidak ada luka,tidak ada luka,
rambut bersih, rambut bersih, rambut bersih,
pendek danpendek danpendek dan
tidak rontok tidak rontok tidak rontok
3. Mata  Kelapak mataKelapak mataKelapak mata
tidak ptosis, tidak ptosis, tidak ptosis,
Tdk ada peradangan,tidak tidak
conjungtiva tidak ada peradangan, ada peradangan,
anemis, conjungtiva tidakconjungtiva tidak
tidak menggunakan anemis, anemis,
kacamata tidak menggunakan tidak menggunak
kacamata an kacamata
4. telingaPendengaran baik, Pendengaran baik, Pendengaran baik, Pendengaran
tinnitus tidaktinnitus tidaktinnitus tidak baik,

13
adaseruman (+), adaseruman (+), adaseruman (+), tinnitus tidak
perulentidak ada, perulentidak ada, perulentidak ada, adaseruman (+),
tidak ada nyeri ditidak ada nyeri ditidak ada nyeri diperulentidak ada,
telinga. telinga. telinga. tidak ada nyeri di
telinga.
5. HidungTidak adaTidak adaTidak adaTidak ada
kelainan bentuk, kelainan bentuk, kelainan bentuk, kelainan bentuk,
Tidak tersumbat, Tidak tersumbat, Tidak tersumbat, Tidak tersumbat,
tidak ada secret tidak ada secret tidak ada secret tidak ada secret
6. mulut Gigi bersih, Gigi bersih, Gigi bersih, Gigi bersih,
tidak ada karies, tidak ada karies, tidak ada karies, tidak ada karies,
gosok gigigosok gigi 2Xseharigosok gigi 2Xseharigosok gigi
2Xsehari setiap setiap mandi setiap mandi 2Xsehari setiap
mandi mandi
7. Payu Tidak adaTidak adaTidak adaTidak ada
dara pembesaran, pembesaran, pembesaran, pembesaran,
tidak ditemukantidak ditemukantidak ditemukantidak ditemukan
adanya tumor adanya tumor adanya tumor adanya tumor
8. ThorakBunyi jantung IBunyi jantung I danBunyi jantung I danBunyi jantung I
dan II normal, II normal, II normal, dan II normal,
murmur (-), murmur (-), murmur (-), murmur (-),
Gallop (-), Gallop(-), Gallop (-), Gallop (-),
Paru-paru ronchiParu-paru ronchiParu- paru ronchiParu- paru ronchi
(-), (+), (-) (+),
Stri-dor (-),
wheezing (-)tidak
ada kelainan.
9. abdomeTidak buncit, Tidak buncit, Tidak buncit, Tidak buncit,
n permukaandatar, permukaandatar, permukaandatar, permukaandatar
tidak adatidak adatidak adatidak ada
asites bising usus asites bising usus asites bising usus asites bising
(+), (+), (+), usus (+),
tidak adanyeri tidak adanyeri tidak adanyeri tidak adanyeri

~ Harapan Keluarga
Keluarga merasa senang dengan kehadiran perawat dan berharap dapat
membantu keluarga untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dihadapi
keluarga saat ini.
~ Analisa Data
No Data Diagnosa keperawatan
1. Data Subyektif : Gangguan bersihan
ibu Y mengeluh batuk dan mengatakan tidak berobat jalan napas pada
karena menganggap hanya batuk 100 hariyang akan keluarga bapak P
sembuh sendiri, khususnya pada ibu
ibu Y mengatakan sering membuang dahaknya Y berhubungan
sembarangan karena menganggap tidak berbahaya dengan

14
Bapak p mengatakan suka merokok karena menganggap ketidakmampuan
tidak ada orang yang meninggal karena merokok keluarga merawat
bapak P dan ibu Y mengatakan jarang membawa anggota keluarga
anggota keluarga ke puskesmas-ibu Y mengatakan tidak dengan TBC
membeli obat apapun untuk mengobati penyakitnya

Data Obyektif :
BB: 49kg
TB: 169 cm,
Sh: 36 C
N:60X/mnt,
RR: 25X/menit
rumah bpk P tidak ada ventilasi
lingkungan rumah kotor

2. Data subjektif : Resiko Gangguan


ibu Y mengeluh tidak napsu makan karena menganggap pemenuhan nutrisi
hanya bawaan bayi tidak adekuat pada
bapak P dan ibu Y mengatakan lebih sering keluarga bpk p
mengkonsumsi mie instant dibandingkan nasi karena khususnya Ibuy b.d
menganggap mie instant lebih murah ketidakmampuan
mengenal resiko
Data objektif : kurangnya nutrisi
BB: 49kg
TB: 169 cm,
Sh: 36 C,
N: 60X/mnt,
RR: 25X/menit

3.2 Daftar Diagnosa


Dx 1 : Gangguan bersihan jalan napas pada keluarga bapak P khususnya pada ibu
Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga dengan TBC
No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
1. Sifat masalah: aktual 3/3X1 1 Ibu Y mengeluh batuk dan
tidak mengobatinya karena
menganggap batuk 100
hari dan tidak membeli
obat kemana - mana
2. Potensi di ubah : 1/2X2 1 Potensi diubah sebagian
sebagian karena pengetahuan
keluarga bapak P kurang
cukup
3. Potensi dicegah: cukup 2/3X1 2/3 Potensi untuk dicegah
sedang, karena kepelikan

15
masalah masih
dalam batas yang bisa
ditoleransi,
4. Menonjolnya masalah 2/2X1 1 persepsi keluarga melihat
masalah
Jumlah 3 2/3

Dx 2 : Resiko Gangguan pemenuhan nutrisi tidak adekuat pada keluarga bpk p


khususnya Ibuy b.d ketidakmampuan mengenal resiko kurangnya nutrisi
No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
1. Persepsi keluarga 2/3X1 2/3 karena sangat
melihat masalah mempengaruhi
nutrisi
2. Potensi diubah:sebagian 2/2X2 1/2 Potensi diubah
sebagian karena
pengetahuan
keluarga bapak P
kurang cukup.
3. Potensi dicegah: sedang 3/3X1 1 Potensi untuk
dicegah sedang,
karena kepelikan
masalah masih
dalam batas
yang bisa
ditoleransi,
4. Menonjolnya masalah 2/2X1 1 persepsi
keluarga melihat
masalah yaitu
harus segera
diatasi
Jumlah 1/6

~ Diagnosa Berdasarkan Prioritas


1. Resiko Gangguan pemenuhan nutrisi tidak adekuat pada keluarga bpk p
khususnya Ibuy b.d ketidakmampuan mengenal resiko kurangnya nutrisi
2. Gangguan bersihan jalan napas pada keluarga bapak P khususnya pada ibu
Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
dengan TBC

16
~ Pemeriksaan fisik
No Sistem Bp.p Ibu y An. N An. A
1. TTV BB 54 kg, BB: 50 kg BB: 32kg BB: 49kg
TB 165 cm TB: 155 cm, TB:157 cm, TB: 169 cm,
Sh: 36 C, Sh: 36 C, Sh: 36 C, Sh: 36C
N:80X/mt, N:80X/mnt, N: 90X/mnt, N:90X/mnt,
TD:120/80 mmHg TD:120/80 mmHg RR: 20X/menit RR: 19X/menit
RR:18X/Mnt RR:18X/Mnt

2. Kulit Warna kulit tidakWarna kulit tidakWarna kulit tidakWarna kulit tidak
ada kelainan, ada kelainan, ada kelainan, ada kelainan,
gatal tidak ada, gatal tidak ada, gatal tidak ada, gatal tidak ada,
tidak ada luka,tidak ada luka,tidak ada luka,tidak ada luka,
rambut bersih, rambut bersih, rambut bersih, rambut bersih,
pendek danpendek danpendek danpendek dan
tidak rontok tidak rontok tidak rontok tidak rontok
3. Mata Kelapak mataKelapak mataKelapak mataKelapak mata
tidak ptosis, tidak ptosis, tidak ptosis, tidak ptosis,
tidak Tdk ada peradangan,tidak tidak
ada peradangan, conjungtiva tidak ada peradangan, ada peradangan,
conjungtiva tidak anemis, conjungtiva tidakconjungtiva tidak
anemis, tidak menggunakan anemis, anemis,
tidak menggunaka kacamata tidak menggunakan tidak menggunak
n kacamata kacamata an kacamata
4. telingaPendengaran baik, Pendengaran baik, Pendengaran baik, Pendengaran
tinnitus tidaktinnitus tidaktinnitus tidak baik,
adaseruman (+), adaseruman (+), adaseruman (+), tinnitus tidak
perulentidak ada, perulentidak ada, perulentidak ada, adaseruman (+),
tidak ada nyeri ditidak ada nyeri ditidak ada nyeri diperulentidak ada,
telinga. telinga. telinga. tidak ada nyeri di
telinga.
5. HidungTidak adaTidak adaTidak adaTidak ada
kelainan bentuk, kelainan bentuk, kelainan bentuk, kelainan bentuk,
Tidak tersumbat, Tidak tersumbat, Tidak tersumbat, Tidak tersumbat,
tidak ada secret tidak ada secret tidak ada secret tidak ada secret
6. mulut Gigi bersih, Gigi bersih, Gigi bersih, Gigi bersih,
tidak ada karies, tidak ada karies, tidak ada karies, tidak ada karies,
gosok gigigosok gigi 2Xseharigosok gigi 2Xseharigosok gigi
2Xsehari setiap setiap mandi setiap mandi 2Xsehari setiap
mandi mandi
7. Payu Tidak adaTidak adaTidak adaTidak ada
dara pembesaran, pembesaran, pembesaran, pembesaran,
tidak ditemukantidak ditemukantidak ditemukantidak ditemukan
adanya tumor adanya tumor adanya tumor adanya tumor
8. ThorakBunyi jantung IBunyi jantung I danBunyi jantung I danBunyi jantung I
dan II normal, II normal, II normal, dan II normal,

17
murmur (-), murmur (-), murmur (-), murmur (-),
Gallop (-), Gallop(-), Gallop (-), Gallop (-),
Paru-paru ronchiParu-paru ronchiParu- paru ronchiParu- paru ronchi
(-), (+), (-) (+),
Stri-dor (-),
wheezing (-)tidak
ada kelainan.
9. abdomeTidak buncit, Tidak buncit, Tidak buncit, Tidak buncit,
n permukaandatar, permukaandatar, permukaandatar, permukaandatar
tidak adatidak adatidak adatidak ada
asites bising usus asites bising usus asites bising usus asites bising
(+), (+), (+), usus (+),
tidak adanyeri tidak adanyeri tidak adanyeri tidak adanyeri

~ Harapan Keluarga
Keluarga merasa senang dengan kehadiran perawat dan berharap dapat
membantu keluarga untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dihadapi
keluarga saat ini.
~ Analisa Data
No Data Diagnosa keperawatan
1. Data Subyektif : Gangguan bersihan
ibu Y mengeluh batuk dan mengatakan tidak berobat jalan napas pada
karena menganggap hanya batuk 100 hariyang akan keluarga bapak P
sembuh sendiri, khususnya pada ibu
ibu Y mengatakan sering membuang dahaknya Y berhubungan
sembarangan karena menganggap tidak berbahaya dengan
Bapak p mengatakan suka merokok karena menganggap ketidakmampuan
tidak ada orang yang meninggal karena merokok keluarga merawat
bapak P dan ibu Y mengatakan jarang membawa anggota keluarga
anggota keluarga ke puskesmas-ibu Y mengatakan tidak dengan TBC
membeli obat apapun untuk mengobati penyakitnya

Data Obyektif :
BB: 49kg
TB: 169 cm,
Sh: 36 C
N:60X/mnt,
RR: 25X/menit
rumah bpk P tidak ada ventilasi
lingkungan rumah kotor

2. Data subjektif : Resiko Gangguan


ibu Y mengeluh tidak napsu makan karena menganggap pemenuhan nutrisi
hanya bawaan bayi tidak adekuat pada
bapak P dan ibu Y mengatakan lebih sering keluarga bpk p

18
mengkonsumsi mie instant dibandingkan nasi karena khususnya Ibuy b.d
menganggap mie instant lebih murah ketidakmampuan
mengenal resiko
Data objektif : kurangnya nutrisi
BB: 49kg
TB: 169 cm,
Sh: 36 C,
N: 60X/mnt,
RR: 25X/menit

Daftar Diagnosa
Dx 1 : Gangguan bersihan jalan napas pada keluarga bapak P khususnya pada ibu
Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
dengan TBC
No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
1. Sifat masalah: aktual 3/3X1 1 Ibu Y mengeluh batuk dan
tidak mengobatinya karena
menganggap batuk 100
hari dan tidak membeli
obat kemana - mana
2. Potensi di ubah : 1/2X2 1 Potensi diubah sebagian
sebagian karena pengetahuan
keluarga bapak P kurang
cukup
3. Potensi dicegah: cukup 2/3X1 2/3 Potensi untuk dicegah
sedang, karena kepelikan
masalah masih
dalam batas yang bisa
ditoleransi,
4. Menonjolnya masalah 2/2X1 1 persepsi keluarga melihat
masalah
Jumlah 3 2/3

19
Dx 2 : Resiko Gangguan pemenuhan nutrisi tidak adekuat pada keluarga bpk p
khususnya Ibuy b.d ketidakmampuan mengenal resiko kurangnya nutrisi
No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
1. Persepsi keluarga 2/3X1 2/3 karena sangat
melihat masalah mempengaruhi
nutrisi
2. Potensi diubah:sebagian 2/2X2 1/2 Potensi diubah
sebagian karena
pengetahuan
keluarga bapak P
kurang cukup.
3. Potensi dicegah: sedang 3/3X1 1 Potensi untuk
dicegah sedang,
karena kepelikan
masalah masih
dalam batas
yang bisa
ditoleransi,
4. Menonjolnya masalah 2/2X1 1 persepsi
keluarga melihat
masalah yaitu
harus segera
diatasi
Jumlah 1/6

~ Diagnosa Berdasarkan Prioritas


1. Resiko Gangguan pemenuhan nutrisi tidak adekuat pada keluarga bpk p
khususnya Ibuy b.d ketidakmampuan mengenal resiko kurangnya nutrisi
2. Gangguan bersihan jalan napas pada keluarga bapak P khususnya pada ibu
Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
dengan TBC

20
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Rokok adalah produk yang berbahaya & adiktif (menimbulkan
ketergantungan) karena didalam rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya yang
diantaranya merupakan zat karsinogenik (dapat menimbulkan kanker). Merokok
adalah kegiatan yang membakar rokok dan atau mengisap asap rokok. Merokok
merupakan salah satu penyebab gangguan kesehatan dan penyebab
kematian.(Kemendikbud, 2014).
Berikut ini beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam rokok :
1. Nikotin
Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk
trus menghisap rokok.
2. Tar
Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan
bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker.
3. Karbon Monoksida
Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat
oksigen dalam tubuh.
4. Zat kimia mematikan
Zat yang jumlahnya ribuan ini berpotensi menimbulkan kanker baik pada
prau-paru, kulit, tenggorokan maupun bagian tubuh lainnya.

B. Saran
Dalam penyusunan makalah ini, penulis sangat menyadari bahwa masih
banyak kesalahan yang terdapat dalam makalah ini. Untuk itu, sangat
diharapkan kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan sarannya demi
tercapainya kesempurnaan penyusunan makalah

21
DAFTAR PUSTAKA

Kemendikbud.(2014). Pedoman pencegahan penyalahgunaan narkoba di


sekolah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar tahun 2014

Mansjoer Arief, (2000), Kapita Selekta Kedokteran Jilid II, Jakarta : Media
Ausculapius,

Sugito.(2007). Stop rokok-mudah, murah, cepat. Jakarta: Redaksi Plus

Tjandra Y Aditama. 2001. Masalah Merokok dan Penanggulangannya. Jakarta :


Yayasan Penerbiyan IDI bekerjasama dengan PDPI dan LM3.

22
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu
tercurahkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW. Berkat
limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah
yang berjudul: “Asuhan Keperawatan keluarga dengan Penggunaan
Tembakau dan Rokok.”
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan
menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Akper
Pemda Kab. Padang Pariaman. Saya sadar bahwa ma kalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna.
Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya meminta masukannya
demi perbaikan pembuatan makalah saya di masa yang akan datang dan
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Pariaman, Desember 2017


Penyusun

Kelompok. VI

23
i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................ i


DAFTAR ISI ........................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................. 1
B. Rumusan Masalah .............................................................. 2
C. Tujuan ................................................................................ 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Penggunaan Tembakau dan Rokok.................................... 3
1. Pengertian Merokok ..................................................... 3
2. Kandungan Kimia dalam Rokok.................................. 3
3. Dampak Fisikologis Merokok terhadap Fungsi Kerja
Organ Tubuh ................................................................ 5
4. Cara Menghindari dan Menghentikan Kebiasaan
Merokok ....................................................................... 8
5. Saran Bagi Bukan Perokok dan Perokok ..................... 12
B. Asuhan Keperatan dengan klien penggunaan tembakau
atau merokok...................................................................... 13

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan .......................................................................... 21
B. Saran ...................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA

24
ii
MAKALAH DAN ASKEP

Asuhan Keperawatan keluarga dengan Penggunaan


Tembakau dan Rokok

Disusun Oleh :
Kelompok. VI

1. NURFIFAH SYAHTIARA
2. SUHARDINA PUTRI
3. FITRI YANTI
4. ADE KURNIATI
5. ZULHARBI

DOSEN PEMBIMBING
DEBBY SILVIA, DEWI, M.Kep

AKADEMI KEPERAWATAN
PADANG PARIAMAN
TAHUN 2017

25
26