Anda di halaman 1dari 45

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu kegiatan yang
mengharuskan mahasiswa terjun langsung ke masyarakat, berbaur dan
merasakan kegiatan masyarakat dan sekaligus bentuk pengabdian diri
dari tridarma perguruan tinggi. UIN Alauddin Makassar menempatkan
mahasiswanya diberbagai daerah yang berada di sekitar Sulawesi
Salatan. Salah satunya ialah kelurahan Cikoro kecamatan Tompobulu
yang berada di kabupaten Gowa.
Gowa merupakan salah satu kerajaan yang terdapat di daerah
Makassar. Ketika kerajaan gowa diperintah oleh Tumanurung Bainea
sebagai raja pertama pada tahun 1320 M, maka wilayah kerajaan
Gowa pada saat itu hanya terbatas pada 9 daerah kecil yang di sebut
Kasuwiang. Ke-9 daerah kecil itu kemudian lebih dikenal dengan
nama Kasuwiang Salapanga. Adapun yang dimaksud yaitu Tombolo,
Lakiung, Saumata, Parang-parang, Data, Agang Jeknek, Bisei,
Kalling dan Sero.
Dari wilayah Gowa yang disebutkan pada masa Tumanurung,
nampak bahwa belum ada daerah Tompobulu atau salah satu daerah
kecil lainnya yang disebut dengan Kasuwiang Salapanga, ini
menandakan bahwa Tompobulu dan daerah kecil lainnya belum
bergabung dalam kerajaan Gowa pada saat itu. Menurut informasi dari
salah satu tokoh masyarakat setempat, bahwa Batara Gowa merupakan
Tumanurung yang mucul bersamaan dengan proses terjadinya Butta
Gowa (negeri yang usianya paling tua).

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Setelah diangkatnya Tumanurung menjadi raja Gowa, kerajaan
Gowa mengalami perubahan dengan melakukan ekspansi ke wilayah
kerajaan sekitarnya, sudah ada beberapa kerajaan tetangga yang
berdiri. Dibagian Tenggara, ada dua kerajaan besar yaitu kerajaan
Datara dan Garing. Keduanya memiliki pengaruh yang besar bagi
daerah sekitarnya. Konon. Ketika pertama kali kerajaan ini berdiri,
masing-masing memiliki Tumanurung. Dikerajaan Garing pemimpin
pertamanya adalah perempuan atau ratu yang bernama Tanikobbika
Nammikki (belum dicolek sudah kaget). Demikian pula di Datara,
Tumanurungnya disebut Labba Simboleng (si sanggul lebar).
Kerajaan Datara saat itu meliputi Datara, Lauwa, Malakaji,
Rappoala. Lembaya, Batu Ma’lonro, Sapaya, dan beberapa daerah
sekitar Lompobattang. Mengenai nama Tompobulu sebenarnya
bukanlah nama baru yang muncul pasca kemerdekaan, tetapi dulunya
adalah sebuah perkampungan kecil yang ada dipuncak gunung yang
paling tinggi di Tonrorita. Menurut catatan sejarah dari mantan camat
Tompobulu H. Mansyur Naro pada tahun 1974 menjelaskan bahwa di
Tompobulu pada awalnya merupakan sebuah kerajaan kecil yang
berdiri sendiri sampai tahun 1640 M.
Berbicara tentang sejarah Cikoro tidaklah terlepas dari sejarah
kerajaan Gowa-Makassar. Tompobulu merupakan salah satu
kecamatan induk yang berada di kabupaten gowa, kemudian
mengalami pemekaran dan terbagi menjadi kecamatan Biringbulu,
Bontolempangan dan Bungaya.
Salah satu daerah yang terdapat dikecamatan Tompobulu
adalah kelurahan Malakaji, kemudian menurut salah satu tokoh agama

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
setempat menyatakan bahwa kelurahan Malakaji mengalami
pemekaran pada tahun 1993 dan terbentuklah kelurahan Cikoro.
Di kelurahan Cikoro masih berpegang teguh yang namanya
adat dan istiadat, seperti halnya ketika melihat yang namanya
perselingkuhan dan seks bebas maka akan dikenakan hukum mati atau
diusir keluar dari kelurahan tersebut untuk selamanya. Dan kelurahan
ini pula dalam pemahaman-pemahaman mengenai agama Islam yang
mencampurbaur dengan anismisme dan dinamisme serta pemahaman
tentang haji atau umrah Lompobattang sedikit demi sedikit mulai
hilang atau mulai ditinggalkan oleh masyarakat kelurahan Cikoro,
walaupun pemahaman-pemahaman itu masih ada sampai sekarang,
akan tetapi masih bisa dihitung jari. Menurut salah satu warga bahwa
yang menganut pemahaman haji atau umrah Lompobattang ini
katanya tidak akan sah haji atau umrahnya kalau tidak pergi haji atau
umrah di gunung Lompobattang lagi.
B. Sejarah Singkat Kelurahan Cikoro
Sebelum dikenalnya istilah kelurahan, masyarakat sekitar
menyebut kata desa atau kelurahan dengan istilah galarang. Malakaji
termaksud dalam wilayah galarang Garing sedangkan Lembangbu’ne
dan Parangkeke termaksud wilayah Galarang Lembayya atau sekarang
dikenal dengan desa Rappolemba. Saat kata Galarang diganti dengan
kelurahan maka terjadi pemekaran antara Malakaji dengan Garing dan
wilayah lingkungan Lembangbu’ne dan Parangkeke masuk kedalam
wilayah Malakaji yang dulu merupakan bagian dari Galarang
Lembayya. Pada tahun 1993 daerah Malakaji kembali dimekarkan
menjadi kelurahan Cikoro, yang awalnya hanya terdiri dari tiga

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
lingkungan yaitu lingkungan Cikoro, lingkungan Lembangbu’ne dan
linkungan Parangkeke. Dan pada 4 tahun terakhir ada satu lingkungan
yang ada di kelurahan Cikoro dimekarkan yaitu lingkungan Cikoro,
sehingga dari hasil pemekaran itu kelurahan Cikoro menjadi empat
lingkungan yaitu ditambahnya lingkungan Gantarang. Alasan
pemekarannya untuk memudahkan sistem pemerintahan karena
mengingat daerah lingkungan Cikoro yang terlalu luas.
Arti kata Lembangbu’ne berasal dari dua kata yaitu Lembang
yang berarti lembah dan Bu’ne yang artinya buah-buahan. Arti kata
Parangkeke yaitu Parang yang artinya padang rumput dank Keke
yang artinya digali. Alasan pemberian nama daerah yaitu sesuatu yang
menjadi ciri khas dari kampung tersebut. Misalnya lingkungan Cikoro
yang merupakan suatu kejadian alam yang terjadi didaerah tersebut,
begitu pula dengan yang lainnya.
Sedangkan kata Cikoro di ambil dari asal kata Ta Cikoro yang
berasal dari bahasa Makassar yang artinya memancar. Awalnya lokasi
ini ditemukan oleh salah satu warga yang memiliki kebun. Dan
dikebun tersebut terdapat dua buah pohon berigin besar dan terdapat
sebuah mata air yang memancar disekitar pohon tersebut.
Rasa dan warna air yang terpancar dari tempat tersebut tidak
terpengaruh oleh kondisi cuaca yang ada, meskipun dalam kondisi
hujan sekalipun warna air tersebut masih tetap jernih. Dan anehnya
jika anggota keluarga yang memiliki kebun tersebut menggali tanah
disekitaran lokasi air yang terpancar maka akan ditemukan mata air
yang baru. Namun jika orang lain yang juga memiliki tanah disekitar
tempat itu, justru tidak mendapatkan mata air sekalipun lokasi tanah
yang dimiliki berdekatan dengan lokasi mata air tersebut.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Mata air yang telah ditemukan sejak zaman dahulu tersebut
masih dapat digunakan dan dialirkan ke daerah kelurahan Malakaji.
Konon katanya bahwa mata air yang menjadi asal mula terbentuknya
nama Cikoro ini “bersaudara” dengan mata air yang terdapat di
Makkah, ini menurut pengakuan salah seorang anak yang memiliki
kebun tempat air yang memancar tersebut. Dan juga setiap anggota
keluarga tersebut memiliki mata air masing-masing. Hingga saat ini
mata air tersebut masih dapat kita jumpai.
Sekitar tahun 1970-an telah diberikan penampungan air berupa
bak, sehingga mata air tersebut bisa dimanfaatkan dan dialirkan
kemasyarakat kelurahan Malakaji, kemudian setelah banyak warga
yang menginginkan air tersebut maka pada tahun 1980-an bak tempat
penampungan air tersebut diperbesar. Pada saat pemahaman
masyarakat kelurahan Cikoro ini bercampurbaur dengan pemahaman
animism dan dinamisme banyak warga yang mengkeramatkan tempat
ditemukannya ait itu, sehingga banyak dari mereka membawa sesajen
ketempat tersebut sebagai salah satu bentuk rasa syukur, meminta
rezeki dan masih banyak lagi keinginan-keinginan yang akan diminta
dengan harapan bahwa kunjungan yang dilakukan ketempat tersebut
maka permohonannya bisa dikabulkan.
Namun kebiasaan membawa sesajen ketempat air yang
memancar itu tidak lagi kita jumpai hingga saat ini, karena banyak
para pendakwah atau ulama yang masuk menyebarkan agama Islam
dikelurahan Cikoro ini menyesatkan bagi masyarakat yang membawa
sesajen ketempat tersebut.
Cikoro juga merupakan salah satu daerah yang pernah didiami
oleh Belanda, dan ini dibuktikan dengan adanya pohon Kenanga

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Kembar yang konon katanya daun dari pohon tersebut tidak pernah
layu atau berubah menjadi warna kekuningan. Pada saat pohon
tersebut berbunga maka akan mengeluarkan aroma yang semerbak,
dibawah pohon tersebut ada sebuah bangunan yang merupakan
peninggalan Belanda yang telah dirobohkan dengan alasan agar
Belanda tidak lagi menempati atau kembali ke lingkungan Cikoro.
Masyarakat yang berada di kelurahan Cikoro memiliki suatu
kebiasaan atau kebudayaan yang hingga saat ini masih dilestarikan,
dimana dalam salah satu dusun tepatnya di pemukiman Lanta, ada
beberapa orang yang menganut pemahaman bahwa seseorang yang
melakukan ritual di gunung Lompobattang sama halnya dengan
melakukan ibadah haji atau umrah di Makkah. Dan hal tersebut
dilakukan pada saat perayaan hari raya Idul Fitri atau Idul Adha,
apabila ritual tersebut dilakukan pada bulan yang lain maka sama
halnya dengan melakukan ibadah Umrah. Ritual tersebut sering kali
dilengkapi dengan prosesi pelepasan binatang ternak di atas gunung,
hal tersebut menandakan nazar yang telah diniatkan telah dibayar. Di
atas gunung Lompobattang tersebut terdapat sebuah batu besar yang
dipercaya dapat memberikan faedah kepada orang-orang yang
meminta atau melakukan ritual.
Awal peyebaran agama Islam di Cikoro dipelopori oleh Kahar
Muzakkar, yang menyiarkan agama Islam dengan cara mengajarkan
seni bela diri kepada masyarakat. Kemudian agama Islam kembali
disempurnakan dengan adanya para ulama, Islam masuk ke daerah
Gowa pada abad 16 M.
C. Populasi Penduduk dan Profil Kelurahan Cikoro

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Kelurahan Cikoro merupakan salah satu wilayah dari delapan
desa dan kelurahan di kecamatan Tompobulu kabupaten Gowa
propinsi Sulawesi Selatan. Luas kelurahan Cikoro yaitu 17,33 Km2
yang merupakan wilayah terluas ke 4 dikecamatan Tompobulu, luas
ini setara 13,08% luas wilayah kecamatan. Terbagi dalam 4
lingkungan yaitu lingkungan Cikoro, ligkungan Gantarang,
lingkungan Lembangbu’ne dan linglkungan Parangkeke. 13 Rukun
Warga (RW) dan 29 Rukun Tetangga (RT). Lingkungan
Lembangbu’ne awalnya merupakan bagian dari desa Rappolemba,
yang terdiri dari dua kata yaitu Rappo yang artinya banyak buah dan
Lemba yang berarti banyak lembah, hanya saja karena pembagian
wilayah sehingga lingkungan Lembangbu’ne masuk dalam wilayah
kelurahan Cikoro.
Kelurahan Cikoro sebagian besar wilayahnya berada pada
lereng dengan batas-batas wilayah sebagai berikut; pada sebelah utara
berbatasan dengan kabupaten Sinjai, sebelah selatan berbatasan
dengan kelurahan Malakaji, sebelah barat berbatasan dengan desa
Rappolemba, dan sebelah timur berbatasan dengan kabupaten
Jeneponto.
Di kelurahan Cikoro sendiri telah mengalami pergantian lurah
sebanyak 4 kali kepala lurah dimulai pada tahun 1993 sampai 2017
yaitu yang pertama dipimpin oleh Idris Nuntur yang merupakan
pensiunan ABRI, yang berasal dari Limbung, dan menjabat selama 10
tahun, yang pada kepemimpinannya kelurahan Cikoro mengalami
perkembangan yang cukup pesat. Selama masa jabatannya beliau telah
berhasil melakukan pembangunan diantaranya pembuatan jalan baru,
lapangan sepak bola, kantor kelurahan, baruga sejahtera, TK PAUD,
KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO
35
Masjid 45 dan masih banyak yang lainnya. Kemudian lurah yang
kedua bernama, H. Arsyad Abdullah Dg.Tompo S.E, yang berasal dari
desa Datara yang menjabat selama 8 tahun. Pembangunan yang telah
dilakukan pada masa jabatannya yaitu pengaspalan jalan,
pembangunan rumah jabatan lurah dan renovasi kantor keluarahan.
Kepala lurah yang ketiga yaitu Hasbullah Dg. Tompo S.Hi yang
berasal dari Malakaji, yang menjabat dalam kurun waktu yang cukup
singkat yaitu selama 3 tahun karena terangkat sebagai lurah Malakaji,
pembangunan yang telah dilakukan diantaranya yaitu pemberdayaan
kelompok tani dan penggratisan sertifikat tanah. Dan selam satu tahun
ada istilah transisi jabatan kepala kelurahan Cikoro tepatnya pada
tahun 2014. Setelah itu yang menjabat sebagai kepala lurah pada tahun
2015 hingga sekarang bernama Zulfikar yang berasal dari desa
Garing. Sebelum menjabat sebagai kepala lurah, beliau merupakan
sekretaris dari kepala lurah sebelumya yaitu bapak Hasbullah Dg.
Tompo S.Hi. Pembangunan yang telah dilakukan bapak Zulfikar yaitu
pembangunan pagar dikator kelurahan, pengaspalan jalan dan
pengaliran aliran air bersih dilingkungan Parangkeke.
Jika melihat kondisi saat ini, di kelurahan Cikoro masih
melestarikan nilai-nilai adat secara turun-temurun yang sudah ada dari
zaman nenek moyang. Diantaranya ada beberapa kepercayaan berupa
pamali yang masih diyakini kebenarannya. Misalnya tidak boleh
duduk di dekat tangga, sampai kepercayaan dengan melakukan ritual
Barasanji sebagai bentuk kesyukuran baik dalam keadaan senang
karena telah mendapatkan rezeki maupun saat berduka atau
mengalami musibah. Ada pula kebudayaan yang unik saat seseorang

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
ingin memasuki rumah baru yang akan ditempati maka akan
melaksanakan ritual barasanji dan ada beberapa daun-daunan yang
akan direndam dalam Pa’busala yang bertujuan sebagai penolak bala
dan masing-masing daun tersebut menyimbolkan sesuatu. Lain halnya
dengan ritual adat saat pernikahan, yaitu warga yang sedang hajatan
akan menabuh Gandrang yang artinya menabuh Gendrang.
Hukum adat yang berlaku dalam kelurahan Cikoro masih
dipegang kuat oleh masyarakat setempat misalnya jika seseorang
melakukan kesalahan “Silariang” hanya saja belum melakukan
perzinahan, maka peraturan yang berlaku yaitu pihak kepala
lingkungan akan mengirimi surat kepada pihak keluarga perempuan
dan jika di setujui maka mereka akan menikah, namun jika pihak
keluarga perempuan tidak menyetuji maka mereka akan dibiarkan
untuk meninggalkan kampung dan menikah ditempat yang menjadi
tujuan mereka.
Beda halnya dengan seseorang yang melakukan perzinahan
sebelum adanya akad nikah jika ketahuan oleh masyarakat setempat
maka akan terlebih dahulu diadili oleh masyarakat bahkan sampai
meninggal dunia atau mereka akan diusir dari kampung dan dilarang
memasuki kampung halamannya sendiri dan itu masih berlaku hingga
saat ini.
Tingkat pendidikan yang ada di kelurahan Cikoro jika dirata-
ratakan maka diketahui bahwa untuk tingkat SD (Sekolah Dasar)
kurang dari 30%, untuk tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama)
kurang dari 10%, untuk tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas)
kurang dari 10% sedangkan untuk tingkat sarjana dapat dihitung jari.
Bahkan jika kita melihat kondisi disini banyak pernikahan yang

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
dilakukan oleh anak-anak diusia dini. Keinginan untuk melanjutkan
pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi sangat kurang karena
dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kurangnya dukungan dari
pihak orang tua.
Sistem perekonomian yang telah dijalankan oleh masyarakat
disini awalnya dari menanam padi hanya saja kondisi yang tidak
mendukung yang menyebabkan hasil yang diperoleh tidak
memuaskan sehingga masyarakat beralih untuk menanam sayuran,
sebagai tanaman jangka pendek, dan tanaman jangka panjang ada
coklat, cengkeh dan kopi. Kopi merupakan suatu hasil pertanian yang
cukup menjanjikan dengan kopi jenis Arabika yang banyak di tanam
di kawasan Cikoro, sekarang harga kopi telah mencapai Rp. 5.200 /
Liter untuk kopi yang belum diolah. Dan dihargai sebesar Rp. 13.000/
Liter untuk jenis kopi yang telah siap dipasarkan. Kawasan kopi yang
berada di kelurahan Cikoro sangatlah luas bahkan lebih luas dari
kawasan kebun kopi yang berada di kabupaten Toraja, namun karena
kualitas yang belum memenuhi standar maka harga yang diberikan
jauh dari harga kopi asal Toraja. Selain bekerja sebagai seorang petani,
masyarakat juga berprofesi sebagai orang yang membatu untuk
memetik kopi dan juga mencuci kopi yang telah dipetik.
Untuk sistem keagamaan yang ada di kelurahan Cikoro, setiap
lingkungan memiliki sistem yang berbeda, yaitu lingkungan Cikoro
dan lingkungan Gantarang dan lingkungan Parangkeke yang notabene
penduduknya tidak terlalu fanatik dalam menjalankan rutinitas
keagamaan, berbeda dengan lingkungan Lembangbu’ne yang
notabene masyarakatnya masih sangat kental dalam hal peribadatan.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
BAB II
DINAMIKA MASYARAKAT DESA/LURAH
Dinamika sosial adalah penelahan tentang perubahan-
perubahan yang terjadi didalam fakta-fakta sosial yang saling
berhubungan satu dengan lainnya. Dinamika sosial meliputi
pembahasan tentang:
a. Pengendalian sosial atau pengawasan sosial, yaitu segenap
cara dan proses yang ditempuh oleh sekelompok orang atau
masyarakat sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai
dengan harapan masyarakat.
b. Mobilitas Sosial Lingkup meliputi peristiwa sosial di mana
individu atau kelompok-kelompok bergerak atau berpindah
dari suatu lapisan sosial kelapisan sosial lainnya, baik gerak

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
kelapisan yang lebih rendah dalam suatu hierarki sosial
sehingga perpindahan ini memiliki dua arah, yaitu ke arah atas
dan ke arah bawah.
c. Penyimpangan sosial merupakan perilaku yang oleh sejumlah
besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas
toleransi. Penyimpangan sosial mempunyai ciri-ciri
diantaranya dapat didefinisikan, ada penyimpangan yang
ditolak dan ada yang justru diterima, penyimpangan yang
relatif dan mutlak.
d. Perubahan sosial pada setiap masyarakat senantiasa mengalami
perubahan-perubahan. Perubahan itu menyangkut nilai-nilai,
norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan
lembaga-lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam
masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, dan
lain sebagainya.
Dinamika sosial diartikan sebagai keseluruhan perubahan dari
seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Keterkaitan
antara dinamika sosial dengan interaksi sosial adalah interaksi
mendorong terbentuknya suatu gerak keseluruhan antara komponen
masyarakat yang akhirnya menimbulkan perubahan-perubahan dalam
masyarakat baik secara progresif ataupun retrogresif.
Di kelurahan Cikoro perubahan sosial yang dimaksud adalah
perubahan dari pola pemikiran, mulai dari tradisi keagamaan yang
dulunya masih menyembah berhala, aktivitas pertanian yang telah
menggunakan mesin-mesin modern, aktivitas perekonomian yang
memumpuni karena ditunjang dengan pertanian dan perkebunan, iklim
pendidikan ditandai dengan berdirinya sekolah-sekolah pemerintah
KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO
35
maupun swasta yaitu madrasah aliya, kebudayaan yang masih melekat
di masyarakatnya yaitu membuat acara saat menaiki rumah baru atau
merayakan hari raya Idul Adha di atas gunung pada tengah malam.
Masyarakat merupakan sekumpulan kelompok yang
membentuk sebuah organisasi sosial dan bersifat kompleks. Dalam
masyarakat ada norma dan nilai-nilai yang tidak boleh dilanggar oleh
masyarakat lainnya, jika ada seorang masyarakat yang melanggar
norma serta aturan maka akan dikenakan sanksi yang berlaku dalam
kelompok masyarakat itu sendiri. Dalam kehidupan masyarakat di
kelurah Cikoro juga terdapat aturan-aturan untuk bertingkah laku
dengan baik dan benar antara orang yang satu dengan orang yang lain
agar tercipta kehidapan yang harmonis dalam bermasyarakat.
Dalam kehidupan bermasyarakat dimanapun pasti akan
mengalami dinamika sosial, baik di desa maupun di kota. Dinamika
sosial terjadi sebagai akibat adanya interaksi antar manusia dan antar
kelompok, sehingga antara mereka terjadi proses saling memengaruhi
yang menyebabkan terjadinya dinamika sosial.
Dinamika sosial yang terjadi pada masyarakat dapat berupa
perubahan-perubahan nilai-nilai sosial, norma-norma yang berlaku di
masyarakat, pola-pola perilaku individu dan organisasi, susunan
lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan maupun kelas-kelas dalam
masyarakat, kekuasaan, dan wewenang. Dengan kata lai perubahan
sosial meliputi perubahan organisasi sosial, status, lembaga, dan
struktur sosial masyarakat.
Tidak selamanya perubahan/dinamika sosial menghasilkan
kemajuan, dalam dinamika sosial perubahan juga bisa berarti

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
perubahan dalam maksud negatif. Seperti di kelurahan Cikoro
perubahan sosial yang dirasakan masyarakat adalah perubahan sosial
yang negatif, yaitu semakin banyak generasi muda atau generasi
penerus bangsa yang terjerumus kedalam pergaulan bebas. Berdirinya
sekolah-sekolah naungan pemerintah dan swasta tidak menjadikan
anak-anak untuk rajin menuntut ilmu ke sekolah, tetapi lebih memilih
ke kebun dengan alasan untuk membantu orang tua, serta faktor
ekonomi yang menjadi pemicu utama sehingga anak-anak tidak dapat
melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Namun, yang
jelas perubahan sosial menyangkut perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosialnya termasuk nilai,
sikap, dan pola perilaku antara kelompok-kelompok dan masyarakat.
Fungsi dinamika sosial pada masyarakat Cikoro yaitu, antara
lain:
1. Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam
mengatasi persoalan hidup. (Bagaimanapun manusia tidak bisa
hidup sendiri tanpa bantuan orang lain).
2. Memudahkan segala pekerjaan. (Banyak pekerjaan yang tidak
dapat dilaksanakan tanpa bantuan orang lain).
3. Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah
dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga
seleseai lebih cepat, efektif dan efesian. (pekerjaan besar
dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masing-masing /
sesuai keahlian).

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
4. Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat
(setiap individu bisa memberikan masukan dan berinteraksi
dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat).
A. Aktifitas Keagamaan Kelurahan Cikoro
Agama sebagai refleksi atas cara beragama tidak hanya
terbatas pada kepercayaan saja, akan tetapi merefleksikan dalam
perwujudan tindakan kolektivitas umat (aktivitas keagamaan).
Aktivitas keagamaan suatu umat beragama bukan hanya pada tataran
relasi dengan Tuhan, namun juga meliputi relasi dengan sesama
makhluk. Aktivitas keagamaan merupakan bagian dari dimensi ritual
suatu agama dan pada dasarnya aktivitas keagamaan itu timbul dari
cara manusia mengejewantahkan keberagamaannya.
Sebagai seorang muslim dan muslimah tentu menyadari
sepenuhnya bahwa setiap apa yang dikerjakan haruslah disesuaikan
dengan Al Qur’an dan Al Hadits. Begitu pula dalam pelaksanaan
aktivitas keagamaan, segala tindakan perlu kiranya didasari kedua
pedoman pokok umat Islam tersebut. dengan kata lain segala tindakan,
tingkah laku dan perbuatan hendaknya sesuai dengan pedoman umat
Islam yakni Al Qur’an dan Al Hadits. Dengan bersandarnya kita
kepada kedua pedoman pokok tersebut, maka akan membawa yang
bersangkutan (yang dalam hal ini pelaku aktivitas keagamaan
tersebut) ke arah keteguhan dan keyakinan serta kenikmatan hidup
yang sesungguhnya ini karena kedua pedoman tersebut membimbing
pelaku aktivitas ke jalan yang diridhai oleh Allah SWT. Al Qur’an
merupakan landasan yang utama dan terutama, ajaran yang
terkandung dalam Al Qur’an mencakup segala demensi kehidupan

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
masyarakat. Sedangkan Al Hadits merupakan sumber kedua, Hadits di
sini sebagai pelaksana dari hubungan-hubungan yang terkandung
dalam Al Qur’an yang berisikan petunjuk (pedoman) untuk
kemaslahatan hidup umat agar menjadi manusia seutuhnya.
Tradisi keagamaan pada dasarnya merupakan pranata
keagamaan yang sudah dianggap baku oleh masyarakat
pendukungnya. Dengan demikian tradisi keagamaan sudah merupakan
kerangka acuan norma dalam kehidupan dan perilaku masyarakat. Dan
tradisi keagamaan sebagai pranata primer dari kebudayaan memang
sulit untuk berubah, karena keberadaannya didukung oleh kesadaran
bahwa pranata tersebut menyangkut kehormatan, harga diri dan jati
diri masyarakat pendukungnya.
Tradisi keagamaan bersumber dari norma-norma yang termuat
dari kitab suci. Agama yang terlihat sebagai pusat kebudayaan dan
penyaji aspek kebudayaan yang tertinggi dan suci, menunjukkan mode
kesadaran manusia yang menyangkut bentuk-bentuk simbolik sendiri.
Agama juga merupakan ajaran yang luhur dari Tuhan pada
gilirannya juga akan membentuk sebuah tatanan baru. Setiap agama
hadir di dunia berfungsi sebagai pedoman dan peraturan bagi tata cara
hidup umat manusia. Keinginan mengejawantahkan ajaran agama di
dalam kehidupannya, seseorang akan menerjemahkan ajaran kitab suci
dalam praktik hidup mereka sehari-hari. Ketika telah diterjemahkan
menjadi rangkaian pemikiran dan perilaku, ia terus dipertahankan
sehingga membentuk tradisi beragama. Dari tradisi agama dalam
konteks individu, hasil interaksi dan sifat sosial setiap individu
sehingga lahirlah tradisi masyarakat. Berbagai praktik agama sangat

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
lazim muncul sebagai tradisi masyarakat, sehingga akan terbentuk
tradisi agama yang sangat kuat dan selalu terpelihara dengan baik
dalam sebuah masyrakat. Masyarakat yang selalu mempertahankan
tradisi agama sebagai bagian dari kehidupannya yang akan
membentuk sebuah masyarakat religious yang didalamnya terdiri dari
anggota-anggota masyarakat dengan agama dan kesadaran
mengamalkan agama yang berbeda.
Era globalisasi memberikan perubahan besar pada tatanan
dunia secara menyeluruh dan tatanan itu di hadapi bersama sebagai
suatu perubahan yang wajar. Sebab mau tidak mau siap tidak siap
perubahan itu diperkirakan akan terjadi. Di kala itu, manusia di
hadapkan pada peradaban umat manusia, disisi lain manusia di
hadapkan kepada malapetaka sebagai dampak perkembangan dan
kemajuan modernisasi dan perkembangan teknologi itu sendiri.
Pada garis besarnya teori mengungkapkan bahwa sumber jiwa
keagamaan berdasarkan faktor intern dan faktor ekstern manusia.
pendapat pertama menyatakan bahwa manusia adalah homo religius
(makhluk beragama) karena manusia sudah memiliki jiwa untuk
beragama. Potensi tersebut bersumber dair fakta intern manusia yang
termuat dalam aspek kejiwaan manusia seperti nalauri, akal perasaan
maupun kehendak. Teori kedua menyatakan bahwa kejiwaaan manusia
bersumber dari faktor ekstern. Manusia terdorong untuk beragama
karena faktor diluar dirinya seperti rasa takut, rasa ketergantungan
ataupun rasa bersalah.
Kedua pendekatan itu tampak berbeda, namun keduanya
mengingkari bahwa secara psikologis manusia tidak dapat dipisahkan

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
dari agama. Pengaruh psikologis ini pula yang tercermin dalam sikap
dan tingkah laku keagamaan manusia, baik dalam kehidupan individu
maupun dalam kehidupan sosialnya. Dalam kehidupan manusia
sebagai individu, pengaruh psikologi itu membentuk keyakinan dalam
diriya dan menampakkan pola tingkah laku sebagai realisasi dari
keyakinan tersebut. Sedangkan dalam kehidupan sosial keyakinan dan
pola tingkah laku tersebut mendorong manusia untuk melahirkan
norma-norma dan pranata keagamaan sebagai pedoman dan sarana
kehidupan beragama di masyarakat.
Kelurahan Cikoro merupakan suatu tempat yang tradisi
keagamaannya masih terasa sangat kental, perayaan maulid nabi
masih dirayakan sampai sekarang (setelah Islam masuk ke kelurahan
Cikoro), mengaqikah anak juga sudah menjadi budaya turun temurun
yang dilakukan oleh orang tua agar membuat anaknya menjadi anak
yang shaleh serta berguna bagi masyarakat sekitarnya. Tradisi tersebut
tidak serta-merta ada pada masayarakat Cikoro, namun perlu
menunggu masuknya Islam dahulu di kelurahan ini. Sebab,
masyarakat Cikoro pada zaman dahulu masih menyembah berhala dan
mengagung-agungkan sesuatu yang dinilai keramat dan dapat
membawa rezeki bagi pemercayanya. Masyarakat Cikoro menerima
Islam dengan hati yang terbuka serta mulai melakukan kajian-kajian
keagamaan di berbagai tempat ibadah. Tidak hanya itu, banyaknya
wanita-wanita berhijab syar’i menandakan masyarakat Cikoro
menerima Islam dengan ikhlas dan tanpa perlawanan. Terdapatnya
pengajian-pengajian kelompok yang berisikan ibu-ibu dan anak-anak
menandakan pula agama Islam mulai berkembang dengan pesat dan

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
baik di kelurahan Cikoro, serta melakukan tradisi seperti yang
disebutkan diatas guna menghormati nilai-nilai dalam Islam.
B. Aktivitas Pertanian
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati
yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan
baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan
hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk
dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau
bercocok tanam, serta pembesaran hewan ternak meskipun
cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan
bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju
dan tempe, atau sekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan
atau eksploitasi hutan. Pertanian muncul ketika masyarakat mampu
untuk menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya sendiri. Pertanian
adalah bagian dari sejarah kehidupan manusia. Pertanian memaksa
suatu kelompok orang untuk menetap dan dengan demikian
mendorong kemunculan peradaban. Kebudayaan masyarakat yang
tergantung pada aspek pertanian diistilahkan sebagai kebudayaan
agraris.
Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, pertanian telah
membawa revolusi yang besar dalam kehidupan manusia sebelum
revolusi industri. Bahkan dapat dikatakan bahwa revolusi pertanian
adalah revolusi kebudayaan pertama yang dialami manusia.
Kegiatan pertanian merupakan salah satu kegiatan yang paling
awal dikenal peradaban manusia dan mengubah total bentuk
kebudayaan. Istilah pertanian telah dikenal oleh masyarakat yang telah

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
mencapai kebudayaan batu muda, perunggu dan megalitikum.
Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan dari pemujaan
terhadap dewa-dewa perburuan menjadi pemujaan terhadap dewa-
dewa perlambang kesuburan dan ketersediaan pangan.
Pertanian telah membawa perubahan baru dalam kehidupan
manusia dari zaman ke zaman. Tidak ada manusia yang hidup tanpa
dasar dari pertanian. Pertanian merupakan kunci awal dari suatu
kehidupan, karena makanan yang dimakan manusia berasal dari
kegiatan pertanian.
Pertanian merupakan salah satu sektor yang diunggulkan di
Indonesia. Indonesia dikenal dengan Negara agraris karena sebagian
besar penduduk Indonesia mata pencahariannya adalah bertani atau
bercocok tanam. Sebagian besar wilayah Indonesia adalah lahan
pertanian, tetapi karena kehidupan yang semakin modern, maka lahan-
lahan pertanian dijadiakan sebagai tempat bangunan perumahan dan
juga sebagai jalan.
Selain faktor kehidupan yang semakin modern, lahan pertanian
semakin sempit karena generasi muda sekarang enggan mengelola
lahan pertanian, sehingga lahan pertanian dialih fungsikan. Generasi
muda sekarang lebih menyukai hasil-hasil yang bersifat teknologi,
kreasi, seni, dan olahraga dibandingkan mengelola pertanian.
Sistem pertanian di Indonesia masih sangat minim, hal ini
disebabkan karena kurangnya sosialisasi pemerintah mengenai hal
pertanian dan pengetahuan para petani mengenai cara bertani sehingga
masyarakat hanya menggunakan pengetahuan yang didapatkan secara
turun temurun dari nenek moyang sebelumnya. Pertanian adalah salah

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
satu faktor untuk kemajuan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu banyak
hal yang diupayakan dalam peningkatan pertanian khususnya
produktifitas pertanian. Dengan meningkatnya produktifitas pertanian
akan menciptakan ketahanan pangan di Indonesia.
Ketahanan pangan merupakan hal mutlak yang harus dimiliki
oleh suatu negara agar tidak ketergantungan dengan negara lain.
Dalam pengertiannya ketahanan pangan adalah suatu kegiatan
produksi, penyimpanan dan distribusi kebutuhan pokok dalam rangka
menjaga pasokan nasional. Yang menjadi pokok utama dalam
menciptakan ketahanan pangan nasional ialah peningkatan produksi
peertanian. Dimana produksi pertanian bergantung pada 3 kelompok
besar yaitu kondisi alam, kualitas SDM, dan teknologi. Ketiga hal itu
adalah faktor utama yang menentukan kapasitas produksi pertanian.
Dalam menciptakan ketahanan pangan nasional salah satu
yang perlu mendapat perhatian ialah kondisi alam. Dimana kondisi
alam akan menentukan jenis dan bentuk budidaya yang yang dapat
dikembangkan. Peningkatan produksi pertanian yang mengarah pada
kondisi alam dapat dibagi menjadi 2 yaitu lahan dan pemetaan daerah.
Pengidentifikasian pada lahan dapat membantu mengetahui kontur
tanah, ketinggian lahan, ketersediaan lahan dan tingkat kesuburan
tanah. Sedangkan pemetaan daerah berfungsi untuk menciptakan
ketahanan pangan nasional.
Indonesia merupakan negara yang sangat diuntungkan oleh
kondisi alam karena memiliki kekayaan alam yang melimpah, tanah
yang subur dan wilayah perairan yang luas. Faktor yang dapat
mendukung kondisi alam adalah kualitas sumber daya manusia.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Dengan sumber daya manusia yang berkualitas pengidentifikasian
pemetaan dan pengambilan keputusan atas kegiatan produksi dapat
dilakukan dengan tepat, selain itu kualitas SDM ikut menentukan
pengembangan sektor pertanian yang pada akhirnya mampu
memberikan manfaat bagi terciptanya katahanan pangan nasional.
Aktivitas pertanian di Indonesia masih sangat minim dibandingkan
dengan produksi yang ingin dicapai walaupun kualitas sumber daya
manusia di Indonesia sangat bagus. Hal ini disebabkan karena
pengaruh perkembangan zaman yang tidak kita sadari dapat
memengaruhi aktivitas pertanian.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan aktivitas pertanian


adalah:
a. Dukungan dan kekayaan alam yang sangat luar biasa dengan
tanah yang subur dan dapat ditumbuhi dengan berbagai macam
tumbuhan.
b. Kreatifitas masyarakat dalam pembuatan pupuk alami yang
sangat berguna bagi kegiatan pertanian.
c. Adanya peluang sebagai penyerapan ketenaga kerjaan bagi
pengangguran yang sebelumnya lahan pertanian tersebut telah
terlebih dahulu dikelola oleh pemerintah.
d. Pemberian bimbingan dan pengajaran mengenai pertanian dan
pengembangannya.
e. Pengenalan teknologi-teknologi canggih dalam kegiatan
pertanian.
f. Lahan yang luas yang biasa memungkinkan untuk melakukan
kegiatan pertanian.
KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO
35
g. Adanya saling gotong royong dan saling membantu dalam
kegiatan pertanian.
Aktivitas pertanian pada masyarakat Cikoro bisa dikatakan
telah modern, mesin-mesin penggiling kopi telah ada di rumah-rumah
warga setempat, tidak hanya penggiling kopi namun ada pula
penggiling padi yang telah disiapkan oleh pihak pemerintah agar
menunjang kemudahan bagi masyarakat. Bibit unggul yang
didatangkan pemerintah telah membuahkan hasil yang maksimal dan
dapat dirasakan oleh masyarakat Cikoro. Lahan yang luas serta udara
yang dingin membuat beberapa bibit pertanian tumbuh dengan subur
di kelurahan ini. Tidak hanya kopi dan beras, namun sayur-sayuran
seperti cabai dan kol telah menjadi salah satu mata pencaharian warga
Cikoro. Kelompok-kelompok tani juga telah dibentuk disetiap
lingkungan agar memaksimalkan produktivitas pertanian. Kelompok
tersebut bertujuan untuk mendiskusikan hasil tani serta masalah-
masalah dalam bidang pertanian.
Apabila aktivitas pertanian Cikoro semakin meningkat,
otomatis produktivitas pertanian di Cikoro juga semakin meningkat,
dengan itu kebutuhan pangan akan semakin terbantu khususnya
Indonesia dan tidak menutup kemungkinan bahwa Indoesia tidak
mengimpor beras, kopi, dan sayuran lagi melainkan mengekspor
beras, kopi, dan sayur.
C. Aktivitas Perekonomian Kelurahan Cikoro
Aktivitas perekonomian pokok dalam kehidupan sehari-hari
meliputi kegiatan konsumsi, kegiatan produksi dan kegiataan
distribusi, kegiatan tersebut pastinya saling berhubungan antara yang

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
satu dengan yang lainnya. Di dalam kegiatan tersebut pastinya ada
pelaku yang menjalankannya, orang-orang yang menjalankan kegiatan
ekonomi tersebut disebut pelaku ekonomi, pelaku ekonomi adalah
orang yang melakukan kegiatan ekonomi. Setiap orang dalam
memenuhi kebutuhannya akan melakukan kegiatan ekonomi, kegiatan
ekonomi yang dilakukan oleh pelaku ekonomi berbeda-beda karena
setiap orang pasti mempunyai kebutuhan yang berbeda pula. Berikut
ini adalah macam-macam pelaku ekonomi di dalam masyarakat, yaitu:
a. Rumah tangga adalah pelaku ekonomi yang terdiri dari ayah,
ibu, anak dan keluarga lainnya. Rumah tangga termasuk
pelaku ekonomi yang cakupan wilayahnya paling kecil, namun
walaupun rumah tangga merupakan pelaku ekonomi terkecil
rumah tangga memiliki peran penting dalam kegiatan
ekonomi. Rumah tangga terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Rumah tangga sebagai konsumen Disini rumah tangga
berperan sebagai pelaku ekonomi yang mengkonsumsi
suatu barang atau jasa yang disediakan oleh produsen.
2. Rumah tangga sebagai produsen Rumah tangga produsen
berperan sebagai pelaku ekonomi yang menghasilakan
suatu barang yang kemudian dijual kepada konsumen.
3. Rumah tangga sebagai distributor Peran rumah tangga
distributor yaitu menjajakan atau mendistribusikan suatu
barang kepada konsumen.
b. Masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti yang seluas-
luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka
anggap sama. Masyarakat terdiri dari kumpulan rumah tangga

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
dalam kegiatan ekonomi masyarakat terbagi ke dalam
beberapa macam, diantaranya yaitu:
1. Masyarakat sebagai konsumen, masyarakat konsumen
adalah masyarakat yang berperan sebagai pelaku ekonomi
yang cenderung mengkonsumsi.
2. Masyarakat sebagai produsen, peran masyarakat produsen
yaitu memproduksi atau menghasilkan suatu barang atau
jasa untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen.
3. Masyarakat sebagai distributor, peran masyarakat
distributor yaitu mendistribusikan suatu barang kepada
konsumen.
c. Perusahaan adalah unit usaha yang bertujuan menghasilkan
barang-barang dan jasa. Peran perusahaan tidak hanya sebagai
produsen saja akan tetapi juga berperan sebagai konsumen dan
distributor.
1. Perusahaan berperan sebagai produsen juga sebagai
pengahasil barang yang berusaha mengasilkan suatu
barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pelaku
ekonomi lainnya.
2. Perusahaan sebagai konsumen, Kegiatan konsumsi yang
dilakukan oleh perusahaan betujuan untuk memperoleh
keuntungan yang kemudian keuntungan tersebut digunakan
kembali dalam kegiatan produksi berikutnya dengan tujuan
mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
3. Perusahaan berperan sebagai distributor terjadi apabila
melakukan kegiatan menyampaikan pendapat atau
menyalurkan barang dan jasa kepada konsumen.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan orang
dalam bidang ekonomi untuk menghasilkan pendapatan dalam rangka
memenuhi kebutukan hidup. Kegiatan ekonomi secara garis besarnya
meliputi produksi, distribusi dan konsumsi.
Produksi adalah kegiatan menambah faedah ( kegunaan ) suatu
benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam
memenuhi kebutuhan. Produksi di bagi menjadi dua macam yaitu
produksi barang dan produksi jasa.
a. Produksi Barang yaitu kegiatan menambah faedah dengan
mengubah sifat dan bentuknya. Hal ini terdiri dari barang
konsumsi dan barang modal.
b. Produksi Jasa yaitu kegiatan menambah faedah suatu benda
tanpa mengubah bentuknya.
Aktivitas ekonomi dalam produksi bertujuan antara lain:
a. Meningkatkan nilai guna barang atau jasa.
b. Meningkatkan kemakmuran masyarakat.
c. Memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
d. Memperluas lapangan usaha.
e. Menjaga kesinambungan usaha perusahaan.
f. Memenuhi kebutuhan rumah tangga produksi maupun rumah
konsumsi
g. Memenuhi kebutuhan sesuai perkembangan zaman dan
kemajuan teknologi serta penduduk yang semakin meningkat.
h. Memacu tumbuhnya usaha produksi lain sehingga dapat
menyerang pengangguran.
i. Meningkatkan pendapatan masyarakat atau pendapatan
Negara.
Distribusi adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa
dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut pada
dasarnya menciptakan faedah waktu, tempat, dan pengalihan hak
milik.
Distribusi bertujuan untuk:
a. Pemerataan pemenuhan masyarakat di berbagai daerah.
b. Menstabillkan harga barang/jasa.
c. Menjaga kelangsungan hidup perusahasaan.
d. Menjaga kesinambungan kegiatan produksi
e. Mempercepat sampainya produksi ke tangan konsumen.
Cara-cara Distribusi Untuk menyalurkan barang/jasa
digunakan badan perantara yaitu:
1. Penyaluran barang/jasa melalui pedagang. Barang yang dibuat
produsen disalurkan melalui pedagang besar, lalu pedagang
besar menjualnya kepedagang kecil atau eceran dan pedagang
kecil menjualnya kekonsumen.
2. Penyalur barang/jasa melalui koperasi koperasi berusaha
memenuhi kebutuhan anggotanya/masyarakat disekelilingnya.
3. Penyaluran barang/jasa melalui toko milik produsen sendiri.
Produsen yang memiliki took dapat menjual hasil produksinya
kepada konsumen melalui toko tersebut.
4. Penyaluran barang/jasa melalui penjualan dari rumah ke
rumah. Barang hasil produsen dijual oleh produsen dengan
cara berkeliling dari rumah-ke rumah.
5. Penyaluran barang/jasa melalui penjualan di tempat tertentu
yang ditetapkan pemerintah.
6. Tempat lain yang dipakai untuk menyalurkan barang/jasa
Konsumsi adalah tindakan menghabiskan atau mengurangi
secara berangsur-angsur manfaat suatu barang dalam memenuhi
kebutuhan untuk memelihara kelangsungan hidupnya. Tujuan

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Fungsi dari
komsumsi adalah agar kelangsungan hidup tetap terjaga.
Masyarakat Cikoro mempunyai aktivitas perekonomian yang
tertata dengan rapi, para petani kopi di kelurahan Cikoro sudah boleh
dikatakan petani yang makmur, dengan adanya penjualan berton-ton
hasil panen tidak heran menjadikan masyarakat Cikoro hidup
berkecukupan dari segi kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, kopi
Cikoro juga telah diekspor ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura,
dan Cina.

Rantai perekonomian di Cikoro menyebabkan siklus


kehidupan ketergantungan (saling membutuhkan) antara masyarakat
yang satu dengan masyrakat yang lain, masyarakat yang mempunyai
kebun kopi sampai berhektar-hektar membutuhkan pegawai untuk
memproduksi kopi ketika hendak panen, mulai dari pemetikan,
pemisahan antara kulit kopi dan biji kopi, pencucian, penjemuran
sampai pada penjualan atau distribusi ke berbagai daerah atau bahkan
negara. Dari hal tersebutlah aktivitas perekonomian di Cikoro sangat
stabil dan saling menguntungkan antara satu dengan yang lainnya.
D. Iklim Pendidikan
Persoalan mendasar yang sangat mempengaruhi kemajuan
bangsa seperti Pendidikan dan Kesehatan memang kurang populer
dibandingkan persoalan hukum dan Politik di Indonesia. Pendidikan
adalah persoalan vital yang perlu diperhatikan demi kemajuan suatu
bangsa, hal ini yang disadari oleh kaisar Hirohito dari jepang ketika
baru saja kota Hiroshima dan Nagasaki di bombardir oleh Amerika.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Bukan berapa prajurit atau tentara yang ia tanyakan jumlahnya, tetapi
berapa jumlah guru yang tersisa. Ia sadar betul guru adalah profesi
vital untuk kemajuan negerinya.
Jepang tidak memiliki minyak atau tambang yang melimpah,
SDA mereka tidak ada apa-apanya jika dibandingkan sumber daya
alam (SDA) Indonesia tetapi jika melihat pendapatan negara tersebut,
jumlah pendapatan negara kita sangat jauh dari mereka. Apa yang
salah dengan Indonesia? satu hal, kualitas Sumber daya Manusia
(SDM) kita kalah jauh dengan kualitas sumber daya manusia jepang.
Hal ini membuktikan bahwa SDA yang melimpah tidak menjamin
kemajuan suatu bangsa bahkan dengan sumber daya alam yang
minim, namun dengan sumber daya manusia yang berkualitas dapat
memajukan suatu negara. Pendidikan yang baik berkaitan dengan
tenaga pengajar (Guru, Dosen) yang baik pula, peningkatan
kompetensi guru adalah hal yang perlu lebih serius diperhatikan oleh
pemerintah.
Kurikulum atau materi pelajaran sebaik apapun, tidak akan
tersampaikan dengan baik jika yang menyampaikan (guru) tidak
memiliki kompetensi yang baik. Tenaga pengajar haruslah memiliki
kompetensi yang baik dan harus mendapat perhatian lebih serius dari
pemerintah. Tenaga pengajar hendaklah menjalankan tugasnya dengan
profesional dan menyadari bahwa kemajuan didikannya adalah tujuan
utama pekerjaannya.
Dari hal kecil yang saya amati, banyak tenaga pengajar
menjalankan tugasnya hanyalah sebagai rutinitas, asal mengajar, asal
terima gaji. Hal-hal kecil yang sering terjadi di kampus seperti, tidak

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
hadir tepat waktu, membuang-buang waktu dengan celotehan diluar
mata kuliah, mengubah jadwal kuliah seenaknya, memberi materi
seenaknya (sesimple mungkin, sesedikit mungkin), tidak ada jam
berkunjung di pintu ruang dosen, menganggap mahasiswa sebagai
suruhan/bawahan, dan sebagainya. Sepertinya sudah menjadi hal yang
dianggap biasa dan lumrah yang terjadi di beberapa kampus di
Indonesia.
Pendidikan merupakan aktivitas yang berlangsung sepanjang
hidup manusia. Pendidikan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari
istilah belajar karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari
aktivitas pendidikan. Selain itu proses belajar merupakan suatu
kegiatan yang pokok atau utama dalam dunia pendidikan. Manusia
tidak akan pernah berhenti belajar karena setiap langkah manusia
dalam hidupnya akan dihadapkan pada permasalahan yang
membutuhkan pemecahan dan menuntut manusia untuk belajar
menghadapinya.
Belajar merupakan suatu perubahan dari tidak tahu menjadi
tahu dari tidak bisa menjadi bisa. Kegiatan belajar merupakan proses
pendidikan di sekolah. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian
tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses
belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Anak merupakan
individu yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Perkembangan anak bersifat menyeluruh baik secara fisik, intelegensi,
psikomotor, sikap, emosi dan lain-lain atau dapat dikatakan
meningkatnya potensi siswa.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Meningkatnya potensi yang ada pada diri siswa berarti dapat
meningkatkan prestasi belajarnya disekolah, karena potensi yang
dituntut bagi seorang siswa adalah pencapaian prestasi belajar yang
maksimal. Prestasi belajar itu sendiri adalah hasil evaluasi dari suatu
proses belajar yang biasanya dinyatakan dalam bentuk kuantitatif atau
angka yang khusus dipersiapkan untuk proses evaluasi.
Belajar sangat dibutuhkan adanya aktivitas, dikarenakan tanpa
adanya aktivitas proses belajar tidak mungkin berlangsung dengan
baik. Pada proses aktivitas pembelajaran harus melibatkan seluruh
aspek peserta didik, baik jasmani maupun rohani sehingga perubahan
perilakunya dapat berubah dengan cepat, tepat, mudah dan benar, baik
berkaitan dengan aspek kognitif, afektif maupun psikomotor.
Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun
mental. Dalam proses belajar kedua aktivitas itu harus saling berkaitan
satu dengan yang lainnya. Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana
menjelaskan bahwa aktivitas belajar dapat memberikan nilai tambah
(added value) bagi peserta didik, berupa hal-hal berikut ini:
1. Peserta didik memiliki kesadaran (awareness) untuk belajar
sebagai wujud adanya motivasi internal untuk belajar sejati.
2. Peserta didik mencari pengalaman dan langsung mengalami
sendiri yang dapat memberikan dampak terhadap pembentukan
pribadi yang integral.
3. Peserta didik belajar dengan menurut minat dan
kemampuannya.
4. Menumbuh kembangkan sikap disiplin dan suasana belajar
yang demokratis di kalangan peserta didik.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
5. Pembelajaran dilaksanakan secara konkret sehingga dapat
menumbuh kembangkan pemahaman dan berfikir kritis serta
menghindarkan terjadinya verbalisme.
6. Menumbuh kembangkan sikap kooperatif dikalangan peserta
didik sehingga sekolah menjadi hidup, sejalan dan serasi
dengan kehidupan di masyarakat di sekitarnya.
Paul B. Diedrich menyatakan aktivitas belajar dibagi ke
dalam delapan kelompok, yaitu sebagai berikut:
1. Kegiatan-kegiatan visual (visual activities), yaitu membaca,
melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi,
pameran dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.
2. Kegiatan-kegiatan lisan (oral activities), yaitu mengemukakan
suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian
mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan
pendapat, berwawancara diskusi dan interupsi
3. Kegiatan-kegiatan mendengarkan (listening activities), yaitu
mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan
atau diskusi kelompok, atau mendengarkan radio.
4. Kegiatan-kegiatan menulis (writing activities), yaitu menulis
cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan
copy, membuat outline atau rangkuman, dan mengerjakan tes
serta mengisi angket.
5. Kegiatan-kegiatan menggambar (drawing activities), yaitu
menggambar, membuat grafik, diagram, peta dan pola.
6. Kegiatan-kegiatan motorik (motor activities), yaitu melakukan
percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran,

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
membuat model, menyelenggarakan permainan, serta menari
dan berkebun.
7. Kegiatan-kegiatan mental(mental activities), yaitu
merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisa
faktor-faktor, melihat hubungan-hubungan, dan membuat
keputusan.
8. Kegiatan-kegiatan emosional (emotional activities), yaitu
minat, membedakan, berani, tenang, merasa bosan dan gugup.
Dengan adanya pembagian jenis aktivitas di atas, menunjukkan
bahwa aktivitas di sekolah cukup kompleks dan bervariasi. Jika
kegiatan-kegiatan tersebut dapat tercipta di sekolah, pastilah sekolah-
sekolah akan lebih dinamis, tidak membosankan dan benar-benar
menjadi pusat aktivitas belajar yang maksimal.
Pembelajaran adalah integrasi dari proses dan produk. Hal ini
mengindikasikan bahwa proses pembelajaran yang baik akan
berdampak baik pula pada produk atau hasil dari pembelajaran
tersebut. Proses pembelajaran tidak terlepas dari peran pendidik dan
perseta didik. Komunikasi yang lancar antar keduanya akan membuat
pembelajaran lebih hidup. Salah satu hal yang berpengaruh pada
proses pembelajaran adalah aktifitas belajar peserta didik.
Aktivitas belajar peserta didik adalah aktivitas yang bersifat
fisik ataupun mental. Aktivitas belajar adalah serangkaian kegiatan
fisik atau jasmani maupun mental atau rohani yang saling berkaitan
sehingga tercipta belajar yang optimal. Dalam aktivitas belajar ini
peserta didik haruslah aktif mendominasi dalam mengikuti proses
belajar mengajar sehingga mengembangkan potensi yang ada pada

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
dirinya. Dengan kata lain dalam beraktivitas peserta didik tidak hanya
mendengarkan dan mencatat seperti yang dijumpai di sekolah-sekolah
yang melakukan pembelajaran secara konvensional.
Proses pembelajaran dikatakan efektif bila peserta didik secara
aktif ikut terlibat langsung dalam pengorganisasian dan penemuan
informasi (pengetahuan), sehingga mereka tidak hanya menerima
secara pasif pengetahuan yang diberikan oleh guru. Dalam proses
belajar mengajar tugas guru adalah mengembangkan dan menyediakan
kondisi agar peserta didik dapat mengembangkan bakat dan
potensinya. Menurut Nasution, aktivitas belajar adalah aktivitas yang
bersifat jasmani ataupun rohani. Dalam proses pembelajaran, kedua
aktivitas tersebut harus selalu terkait. Seorang peserta didik akan
berpikir selama ia berbuat, tanpa perbuatan maka peserta didik tidak
berfikir. Oleh karena itu agar peserta didik aktif berfikir maka peserta
didik harus diberi kesempatan untuk berbuat atau beraktifitas.
Pendidikan di kelurahan Cikoro masih belum optimal
perealisasiannya, banyaknya anak-anak dibawah umur yang putus
sekolah karena faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab lemahnya
tingkat pendidikan di lingkungan ini. Tidak hanya itu, faktor lain
menjadi penyebab kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya
dunia pendidikan, misalnya saja perjodohan anan-anak di bawah
umur. Pada dasarnya kelurahan Cikoro sebenarnya sudah memiliki
akses yang baik untuk menjamin mutu pendidikan yang lebih baik
lagi, namun semua hal tersebut kembali kemasyarakat itu sendiri.
Masyarakat di keluruhan Cikoro lebih memilih mempekerjakan
anaknya menjadi petani kopi dan bekerja di kebun dari pada

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
menyekolahkan anaknya, atau parahnya lagi, masyarakat disini lebih
memilih menikahkan anaknya yang dibawah umur. Namun, tidak
semua masyarakat di kelurahan Cikoro melakukan hal yang demikian.
Hal ini ditandainya dengan telah banyak sekolah-sekolah yang berdiri
di kelurahan ini, dan diterimanya mahasiswa KKN dari berbagai
kampus di Makassar, ini menandakan keterbukaan pemikiran
masyarakat yang berdomisili di Cikoro.
E. Kebudayaan/Lokalitas
Kebudayaan berasal dari kata budha dalam bahasa sangsakerta
yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau
budhaya (majemuk). Kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran
atau akal manusia. Ada juga pendapat bahwa kebudayaan berasal dari
kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani
dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar
sebagai unsur rohani sehingga kebudayaan di artikan sebagai hasil
dari akal dan ikhtiar manusia.
Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan dan
budhaya diartikan sama.
1. Kebudayaan dalam arti luas adalah keseluruhan sistem
gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia
dengan belajar.
2. Kebudayaan dalam arti sempit dapat di sebut dengan istilah
budaya atau sering disebut kultur yang mengandung
pengertian keseluruhan sistem gagasan dan tindakan.
Kebudayaan atau disebut peradaban, mengandung

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
pengertian luas, meliputi pemahaman perasaan suatu
bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan,
kepercayaan, seni, moral, adat istiadat, dan pembawaan
lainnya.
Keanekaragaman adat istiadat, agama, seni, budaya, dan
bahasa yang berkembang melahirkan adanya kebudayaan nasional dan
kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah memiliki ciri khas tersendiri.
Namun secara keseluruhan ciri khas tersebut mengandung banyak
unsur kesamaan yang melahirkan kebudayaan nasional.
Kebudayaan daerah adalah kebudayaan yang tumbuh dan
berkembang disuatu daerah tertentu yang memiliki ciri-ciri khas
kedaerahan. Ciri-ciri kebudayan daerah antara lain yaitu:
a. Memiliki sifat kedaerahan tertentu.
b. Mempunyai adat istiadat yang khas.
c. Memiliki unsur kebudayaan asli dan tradisional.
d. Dianut oleh penduduk daerah tersebut.
e. Adanya bahasa dan seni daerah
f. Adanya unsur kepercayaan
g. Adanya peninggalan sejarah
Kebudayaan nasioanal adalah kebudayaan seluruh rakyat
Indonesia yang merupakan kebudayaan daerah. Adapun ciri-ciri
kebudayaan nasional adalah sebagai berikut:
a. Mengandung unsur budaya daerah yang sifatnya diakui
secara nasional.
b. Mencerminkan nilai luhur dan kepribadian bangsa.
c. Merupakan kebanggaan seluruh rakyat Indonesia
d. Mengandung unsur-unsur yang memmpersatukan bangsa.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,
termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,
pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa sebagaimana juga budaya
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak
orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika
seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda
budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya membuktikan
bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya juga bisa diartikan adalah suatu pola hidup
menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak
aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur
sosial-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial
manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika
berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi
budaya. Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang
dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas
keistimewaannya sendiri. Citra yang memaksa itu mengambil bentuk-
bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti individualisme kasar di
Amerika, keselarasan individu dengan alam di Jepang dan kepatuhan
kolektif di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali
anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak
dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam
anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa
bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu
kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang
dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain. perwujudan
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda
yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan
bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh
kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk
pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian
disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan
mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu
pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi,
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut dapat diperoleh pengertian
mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat
pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam
pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan
itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-
benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang
berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi
sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk
membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
1. Unsur-Unsur Kebudayaan
Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur
kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh
unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
a. Kesenian
b. Sistem teknologi dan peralatan
c. Sistem organisasi masyarakat
d. Bahasa
e. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
f. Sistem pengetahuan
g. Sistem religi
Pada jaman modern seperti ini budaya asli negara kita
memang sudah mulai memudar, faktor dari budaya luar memang
sangat mempengaruhi pertumbuhan kehidupan di negara kita ini.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Contohnya saja anak muda zaman sekarang mereka sangat antusias
dan up to date untuk mengetahui juga mengikuti perkembangan
kehidupan budaya luar negeri. Sebenarnya bukan hanya orang-orang
tua saja yang harus mengenalkan dan melestarikan kebudayaan asli
negara kita tetapi juga para anak muda harus senang dan mencintai
kebudayaan asli negara sendiri. Banyak faktor juga yang menjelaskan
soal 7 unsur budaya universal yaitu :
a. Kesenian
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga
memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka
sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.
b. Sistem teknologi dan peralatan
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan
barang-barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan
hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
c. Sistem organisasi masyarakat
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa
meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun
tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing antar
individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
d. Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode tulisan hingga
berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama
manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal
seperti bahasa Inggris.
e. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan
barang-barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan
hidup dan membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain.
f. Sistem pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal
dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan
sesuatu yang berbeda pula sehingga perlu disampaikan agar yang lain
juga mengerti.
g. Sistem religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta
yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha
Kuasa.
2. Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan
menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
a. Gagasan (Wujud ideal), wujud ideal kebudayaan adalah
kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide,
gagasan,nilai-nilai,norma-norma, peraturan, dan sebagainya
yang sifatnya abstrak tidak dapat diraba atau disentuh.
Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di
alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut
menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka
lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan
buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat
tersebut.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
b. Aktivitas (tindakan), aktivitas adalah wujud kebudayaan
sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam
masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem
sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling
berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan
manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang
berdasarkan adat tata kelakuan.
c. Artefak (karya). Artefak adalah wujud kebudayaan
fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya
semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau
hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.
Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud
kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud
kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan
ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan
(aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
3. Faktor Yang Mendorong Dan Menghambat Perubahan
Kebudayaan
a. Mendorong Perubahan Kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi
mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi. Adanya
individu-individu yang mudah menerima unsur-unsur perubahan
kebudayaan terutama generasi muda.
b. Menghambat perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi
sukar berubah seperti: adat istiadat, keyakinan agama, adanya

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur perubahan
terutama generasi kolot.
a) Faktor Internal
1. Perubahan Demografis
Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung
terus bertambah yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan
diberbagai sektor kehidupan, contohnya: bidang perekonomian,
pertambahan peduduk akan persediaan kebutuhan pangan, sandang
dan papan.
2. Konflik Sosial
Konflik sosial dapat mempengaruhi terjadinya perubahan
dalam suatu masyarakat, contohnya: konflik kepentingan antara kaum
pendatang dengan penduduk setempat di daerah transmigrasi untuk
mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam
program pembangunan bersama-sama para transmigran.
3. Bencana Alam
Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat
mempengaruhi perubahan contohnya: banjir, bencana longsor, letusan
gunung berapi masyarakat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat
yang baru,disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi
lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilisasi
maupun alkuturasi.

4. Perubahan Lingkungan Alam

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
Ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai
yang membentuk delta, rusaknya hutan karena erosi, perubahan
demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena
kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.
b) Faktor Eksternal
1. Perdagangan
Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur dengan
India, Timur Tengah bahkan eropa barat, itulah sebabnya Indonesia
sebagai persinggahan pendagang pendagang besar, selain berdagang
mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat
setempat sehingga terjadilah perubahan budaya.
2. Penyebaran Agama
Masuknya unsur-unsur agama Hindu dari India atau budaya
Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindu dan Islam ke
Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya Barat melalui
proses penyebaran agama Kristen dan kalonialisme.
3. Peperangan
Kedatangan bangsa barat ke Indonesia umumnya
menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan,dalam
suasana tersebut ikut masuk pula unsur unsur budaya bangsa asing ke
Indonesia.

Adapun kebudayaan Cikoro dari zaman dulu hingga zaman


sekarang yaitu:

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35
a. Budaya naik rumah
Setiap membangun rumah, tiang-tiang rumah itu diikat
dengan daun sirih, pisang balerang, sarung kemudian
dibangun dengan membaca barasanji, begitupun dengan
masuk rumah.
b. Budaya menyammbut bulan suci ramadhan
Sebelum bulan suci ramadhan tiba warga Cikoro harus
membaca barasanji, baca-baca pakai dupa.
c. Budaya pernikahan
Setiap pernikahan harus diadakan tari-tarian, membuat
perkumupulan seperti perkumpulan gambus dan kecapi.
d. Budaya ke tanah suci
Dimana dikatakan tidak sah haji seseorang apabila tidak
kegunung Lompo Battang.
Akan tetapi kebudayaan itu sudah terkikis setelah
masukanya agama Islam di kelurahan Cikoro.

KKN UIN ALAUDDIN MAKASSAR ANG. 55 TAHUN 2017 KELURAHAN CIKORO


35