Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

LAPORAN KASUS

1.1. Identitas Pasien

Nama : AA

Umur : 18 bulan

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Ds. Keude Peunteut, Blang Mangat

Agama : Islam

Nomor RM : 04.86.14

Masuk RS : 28 /05/ 2013

1.2. Anamnesis

1. Keluhan Utama : Bengkak pada lutut sebelah kiri dan demam

2. Riwayat Perjalanan Penyakit : Pasien datang dibawa oleh keluarganya ke

IGD RSUCM dengan keluhan lutut sebelah kiri bengkak dan kemerahan

yang timbul secara tiba-tiba sejak ± 2 hari SMRS. Pasien mengalami demam

tidak terlalu tinggi sejak keluhan tersebut timbul. Kaki yang sakit sulit

digerakkan, anak tampak rewel dan kesakitan. Dari alloanamnesa diketahui

sebelumnya os sering mengalami batuk, pilek dan demam. Riwayat trauma

atau terjatuh sehingga menimbulkan bengkak pada lutut sebelah disangkal

oleh keluarganya. Riwayat alergi dan riwayat kejang demam juga disangkal.

3. Riwayat Penyakit Terdahulu : ISPA dan diare

4. Riwayat penyakit keluarga : Disangkal

1
1.3. Pemeriksaan Fisik

A. Status present

Keadaan Umum : Lemah

Sensorium : Compos Mentis

Nadi : 92x/menit

RR : 28x/menit

Suhu : 38,9 oC

BB : 10 kg

B. STATUS GENERALISATA

1. KEPALA

a. Bentuk kepala: kontur maxillofasial simetris

b. Mata : pupil isokor +/+, konjungtiva anemis -/-

c. Hidung : dbn

d. Mulut : dbn

e. Leher : tidak ada massa atau pembesaran KGB

2. THORAKS

a. Inspeksi : simetris dalam keadaan statis maupun dinamis

b. Palpasi : stem fremitus normal kiri dan kanan

c. Perkusi : sonor seluruh lapangan paru.

d. Auskultasi : Paru : vesikuler +/+, Wheezing -/-, Rhonki -/-

Jantung : BJ1>BJ2

2
3. ABDOMEN

a. Inspeksi : simetris, tidak terlihat penonjolan, distensi (-)

b. Palpasi : nyeri tekan (-) a/r epigastrium

Darm contour (-), darm steifung (-)

c. Perkusi : timpani (+), shifting dullness(-)

d. Auskultasi : peristaltik + (normal)

4. GENITALIA

Dalam batas normal (dbn)

5. EKSTREMITAS

Deformitas (-), edema tungkai (-/-)

C. STATUS LOKALISATA

a. Look : Tumor et regio Genue/ knee joint (Sinistra), unilateral, hiperemis,

batas tidak tegas, ukuran 5x4 cm.

b. Feel : Nyeri tekan(+), warm/hangat

c. Move : ROM minimal, sendi lutut kaku

Gambar 1.1 Tumor a/r genue sinistra

3
1.4. Diagnosa Banding

1. Septik arthritis

2. Sellulitis

3. Demam Reumatik

4. SLE

1.5. Pemeriksaan Penunjang

1. Laboratorium darah lengkap (Tanggal 28/05/2013)

Hemoglobin : 9,7 g% (N : L=13-18, P:12-16)

LED :- (L<15, P<20)

Eritrosit : 4,4x105/mm2 (N : L=4,5-6,5, P=3,8-5,8)

Leukosit : 14,2x103/mm2 (N : 4-11)

Hematokrit : 29,0% (N : 37-47)

MCV : 66 fl (N : 76-96)

MCH : 21,4 pg (N : 27-32)

MCHC : 33,4 g% (N : 30-35)

RDW : 17,1% (N : 13,6%)

Trombosit : 362x103/mm3 (N : 150-450)

2. Pemeriksaan kultur (Tanggal 04/06/2013 - Laboratorium Prodia):

Hasil kultur : Staphylococcus aureus

Uji Resistensi : Resisten terhadap Penicillin dan Ampicillin

4
3. Pemeriksaan Radiologi

Gambar 1.2 Foto Roentgen Pada Knee joint (S)

Gambar 1.3 Foto Roentgen Thoraks, tampak infiltrat


pada lapangan paru

1.6. Diagnosis Kerja

Septic Arthritis of the left knee joint

5
1.7. Penatalaksanaan

1. Non Medikamentosa

- Bed Rest

- Diet TKTP

2. Medikamentosa

- IVFD RL 30 gtt/menit

- Inj. Cefotaxime 350 mg/8 jam

- Inj. Ranitidine 3x50mg/2ml

- Diazepam ¼ amp /12 jam

- Paracetamol syr 3 dd C 1

3. Operatif

- Insisi + drainase

1.8. Laporan Operasi

1. Tanggal 4 Juni 2013, pukul 11.30 WIB operasi dimulai

2. Pasien dengan posisi telentang dalam general anastesi dilakukan

tindakan aseptik.

3. Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril

4. Dilakukan insisi dari atas massa

5. Keluar darah + pus + jaringan nekrotik

6. Cuci dengan NaCl + Povidone iodine

7. Pasang tampon

8. Luka ditutup dengan kasa steril

6
Gambar 1.4 Tindakan Operasi pada Septik Arthritis

7
1.9. Prognosis

 Quo ad vitam : bonam

 Quo ad fungtionam : bonam

 Quo ad sanationam : bonam

1.10 Follow Up

Tanggal S O A P
3/06/2013 - anak rewel KU: lemah Suspect - IVFD RL 30
- malas menyusu S : CM Septic gtt/menit
- demam RR: 28 x/i arthtritis - Inj. Cefotaxime 350
- lutut kiri HR: 92 x/i mg/8 jam
bengkak, sulit T : 38,7oC - Inj. Ranitidine
digerakkan Genue (S) : 3x50mg/2ml
swelling (+), - Diazepam ¼ amp
hiperemis /12 jam
(+),warm (+) - Paracetamol syr 3
dd Cth 1
4/06/2013 - anak rewel KU: lemah Suspect - Insisi + drainase
- malas menyusu S : CM Septic pus
- demam RR: 28 x/i arthtritis - Kultur bakteri dari
- lutut kiri HR: 92 x/i bahan pus
bengkak, sulit T : 38,2oC - IVFD RL 30
digerakkan Genue (S) : gtt/menit
swelling (+), - Inj. Cefotaxime 350
hiperemis mg/8 jam
(+),warm (+) - Inj. Ranitidine
3x50mg/2ml
- Diazepam ¼ amp
/12 jam
- Paracetamol syr 3
dd Cth 1
5/06/2013 - Anak tampak KU: lemah Post op - IVFD RL 30
tenang, tidak S : CM Septic gtt/menit
rewel RR: 24 x/i arthtritis - Inj. Cefotaxime 350
-demam turun HR: 92 x/i (H+1) mg/8 jam
-terasa nyeri pada T : 37,0 oC - Inj. Ranitidine
luka bekas op Luka tertutup 3x50mg/2ml
verban, - Paracetamol syr 3
basah (+) dd Cth 1
- GV tiap hari

8
6/06/2013 - Anak tampak KU: Baik Post op - IVFD RL 30
tenang, tidak S : CM Septic gtt/menit
rewel RR: 24 x/i arthtritis - Inj. Cefotaxime 350
-demam turun HR: 92 x/i (H+2) mg/8 jam
-terasa nyeri pada T : 37,0 oC - Inj. Ranitidine
luka bekas op Luka tertutup 3x50mg/2ml
verban, - Paracetamol syr 3
basah (+), dd Cth 1
pus (+) - GV tiap hari
7/06/2013 - bengkak pada KU: Baik Post op - IVFD RL 30
lutut berkurang, Sensorium: Septic gtt/menit
- anak tidak rewel CM arthtritis - Inj. Cefotaxime 350
- nyeri minimal RR: 26x/i (H+3) mg/8 jam
- pergerakan HR: 89 x/i - Inj. Ranitidine
mulai aktif T : 36,5 oC 3x50mg/2ml
Luka tertutup - Paracetamol syr 3
verban, pus dd Cth 1
(-), bengkak - GV tiap hari
minimal,
hiperemis (-)
8/06/2013 - bengkak pada KU: Baik Post op - IVFD RL 30
lutut berkurang, Sensorium: Septic gtt/menit
- anak tidak rewel CM arthtritis - Inj. Cefotaxime 350
- nyeri minimal RR: 26x/i (H+4) mg/8 jam
- pergerakan HR: 90 x/i - Inj. Ranitidine
mulai aktif T : 36,5 oC 3x50mg/2ml
Luka tertutup - Paracetamol syr 3
verban, pus dd Cth 1
(-), bengkak - GV tiap hari
minimal, - Rencana PBJ
hiperemis (-)

9
1.11 Diskusi

Telah dirawat seorang pasien anak usia 18 bulan, jenis kelamin laki-laki,

BB: 10 kg. Pasien dibawa oleh keluarganyanya karena mengalami pembengkakan

pada lutut sebelah kiri yang timbul secara tiba-tiba disertai demam tinggi.

Sebelumnya anak tersebut sering mengalami batuk, pilek dan demam. Riwayat

trauma atau terjatuh yang menyebakan pembengkakan pada lutut disangkal.

Dugaan kasus diatas menjurus kepada septic arthritis dimana terdapat

triasnya yaitu demam, pembengkakan dan nyeri pada sendi yang terkena. Hasil

kultur dari pus yang diambil menunjukkan kumannya adalah Staphylococcus

aureus. Penyebaran kuman ini terjadi secara hematogen dari saluran pernafasan ke

dalam celah sendi.

Penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan insisi dan drainase pus

dari sendi yang terkena. Pemberiaan antibiotik harus berdasarkan hasil sensitivitas

antibiotika yang sesuai dengan kuman penyebab septik arthritis. Terapi supportif

lain juga diperlukan seperti pemberian analgetik-antipiretik dan anti konvulsan.

Prognosis dari penyakit ini umumnya baik.

10