Anda di halaman 1dari 2

Aplikasi Sistem Pemipaan di Industri

Pada saat ini sistem pemipaan sangat banyak digunakan, baik untuk industri besar ataupun
industri yang kecil sistem pemipaan selalu digunakan.
a. Pada Pompa
Fluida akan dialirkan melalui suatu sistem pemipaan dari satu tempat ketempat
yang lain dengan bantuan pompa. Tekanan yang dihasilkan oleh pompa akan mendorong
fluida agar dapat mengalir melewati sistem pemipaan yang telah ditentukan. Pada
pelaksanaannya tekanan yang diperlukan untuk tugas tersebut akan semakin besar jika
jarak yang ditempuh semakin besar pula, semakin panjang pipa dan semakin banyak
instrument pemipaan yang dipakai maka tekanan yang hilang juga akan semakin besar.
Oleh karena itu untuk memperkecil tekanan yang hilang akibat penggunaan instrument
pemipaan maka perlu dilakukan perencanaan yang tepat untuk sistem pemipaan yang
akan dipakai. Dengan melakukan analisa yang tepat pada berbagai sistem pemipaan dan
komponen yang dipakai, akan mempermudah pemilihan dan perencanaan pemasangan
sistem pemipaan yang lebih efisien.
b. Pemipaan udara bertekanan
Ketersediaan udara bertekanan pada proses produksi tidak bisa lepas dari suatu
sistem udara bertekanan. Sistem pemipaan udara bertekanan bertujuan untuk
mendistribisikan udara bertekanan dari mesin penghasil udara bertekanan. Dalam kondisi
nyata sistem tersebut masih banyak terdapat kerugian, dalam hal ini adalah penurunan
tekanan sepanjang jalur distribusi. Penurunan tekanan dalam jalur distribusi disebabkan
oleh tiga faktor yaitu akibat gesekan sepanjang jalur pemipaan (rugi-rugi mayor),
sambungan (fitting) sepanjang jalur pipa (rugi-rugi minor) dan penurunan tekanan akibat
komponen penunjang.
c. Utilitas
Pada sistem utilitas dan pengadaan air untuk reboiler atau pembangkit steam,
sitem pemipaan berfungsi untuk saluran utama uap keluaran boiler (main steam), saluran
pemanasan kembali (reheat), atau saluran air umpan masuk boiler (feedwater lines).
Material pipa yang digunakan sebisa mungkin memiliki keuletan yang baik dan laju
strain hardening yang rendah.

d. Heat Exhanger Double Pipe


Heat exchanger ini menggunakan dua pipa dengan diameter yang berbeda. Pipa
dengan diameter lebih kecil dipasang paralel di dalam pipa berdiameter lebih besar.
Perpindahan panas terjadi pada saat fluida kerja yang satu mengalir di dalam pipa
diameter kecil, dan fluida kerja lainnya mengalir di luar pipa tersebut. Arah aliran fluida
dapat didesain berlawanan arah untuk mendapatkan perubahan temperatur yang tinggi,
atau jika diinginkan temperatur yang merata pada semua sisi dinding heat exchanger
maka arah aliran fluida dapat didesain searah.

REFERENSI
Aprizal. 2013. Rancangan Alat Sistem Pemipaan Dengan Cara Teoritis Untuk Uji Pompa
Skala Laboratorium. Jurnal Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian.
Awwaludin, Muhammad. 2007. Analisis Perpindahan Kalor Pada Heat Exchanger Pipa
Ganda Dengan Sirip Berbentuk Delta Wing. Skripsi Teknik Mesin Universitas Negeri
Semarang.
Hamid, Abdul dan Hilman Muwardi. 2015. Evaluasi Penurunan Tekanan Pada Pemipaan
Sistem Udara Bertekanan Di PT.Indofood Sukses Makmur (Bogasari Flour Mill).
Jurnal Teknik Mesin Universitas Mercu Buana Jakarta.
Ratna, Laila Utari. 2010. Analisis Limit Momen pada Pipa Elbow Akibat In-Plane Bending.
Skripsi Fakultas Teknik Universitas Lampung.