Anda di halaman 1dari 3

Tes Sesi 4 Modul E

1. Roda gigi payung adalah jenis roda gigi yang dipergunakan untuk....

a. Mengubah gerak putar menjadi gerak putar dengan posisi tegak lurus
b. Mengubah gerak putar menjadi gerak putar dengan posisi menyilang dan
bertumpuk
c. Mengubah gerak putar menjadi gerak putar dengan posisi sejajar
d. Mengubah gerak lurus menjadi gerak putar dengan posisi tegak

2. Nomor cutter yang dipergunakan dalam pembuatan roda gigi payung akan
berpengaruh terhadap....
a. Diameterporos spindel yang dipergunakan
b. Kedalaman gigi yang terbentuk
c. Diameter cutter yang dipergunakan

d. Lebar gigi yang terbentuk

3. Sudut diameter luar yang terbentuk pada roda gigi payung lurus dengan sudut
diameter pitchnya terhadap sumbu poros akan selalu....
a. Tidak tentu
b. Sama
c. Lebih kecil

d. Lebih besar

4. Kedalaman pemotongan pertama yang dilakukan pada pengefraisan roda gigi payung
dengan memperhatikan finishing untuk koreksi, sebesar...
a. 2 x m

b. 2.2 x m
c. 1.25 x m
d. 1 x m

5. Sudut tekan dari suatu roda gigi akan berpengaruh terhadap kekuatan gigi. Sudut
tekan yang besar akan berakibat pada...
a. Pembebanan radial yang semakin besar
b. Pembebanan aksial yang semakin besar

c. Pembebanan aksial dan radial yang semakin besar


d. Pembebanan tangensial yang semakin besar
6. Jika rasio kepala pembagi 40:1, maka untuk pembagian gigi sebanyak 22 buah, engkol
pada kepala pembagi akan diputar sebanyak...

a. 40/22 putaran
b. (40/2) putaran
c. 40-22 putaran
d. (22/2) putaran
e. 22/40 putaran

7. Konstruksi roda gigi payung memiliki bentuk diameter luar dan diameter dalam yang
berbeda, sehingga perhitungan diameter pitch menggunakan acuan....
a. Perhitungan khusus
b. Diameter luar
c. Diameter dalam

d. Antara diameter luar dan dalam

8. Perhitungan modul yang dipergunakan dalam pembuatan roda gigi payung lurus
menggunakan persamaan:
a. m=Z1/d1

b. m=d1/Z1
c. m=Z1/Z2
d. m=Z1 x d1

9. Jika diketahui sepasang roda gigi payung dengan Z1 = 40, dan Z2 = 20, maka
kecepatan putaran roga gigi payung tersebut...
a. Z1 > Z2

b. Z2 > Z1
c. Z1 > Z2
d. Z1 = Z2

10. Setting kemiringan kepala pembagi menggunakan dial indikator saat akan melakukan
pengefraisan roda gigi payung dilakukan pada saat....

a. Setelah benda kerja terpasang pada kepala pembagi


b. Sebelum benda kerja terpasang pada kepala pembagi
c. Sebelum kepala pembagi terpasang pada mesin frais
d. Setelah mandrel terpasang pada kepala pembagi
11. Ukuran modul untuk bagian luar dan bagian dalam yang dipergunakan dalam
pembuatan roda gigi payung lurus adalah....
a. Sama
b. Sesuai dengan kondisi

c. Lebih besar
d. Lebih kecil

12. Untuk mendapatkan kontur roda gigi payung yang proporsional antara bagian dalam
dan luar, teknik pengefraisannya dilakukan dengan cara...

a. Melakukan koreksi dengan menggeser meja/ kepala mesin


b. Melakukan koreksi dengan menambah besar sudut kemiringan
c. Menggunakan cutter dalam dan cutter luar
d. Melakukan koreksi dengan menambah/ menaikkan nomor dari cutter

13. Acuan dari sudut yang dipergunakan untuk pengaturan kepala pembagi pada saat
pengefraisan roda gigi payung adalah ...
a. Sudut dedendum
b. Sudut addendum
c. Sudut miring

d. Sudut konis

14. Pada pemeriksaan roda gigi payung, dimensi gigi akan diukur dengan
menggunakan....
a. Pembanding
b. Gauge block

c. Jangka sorong gigi


d. Mikrometer luar

15. Ukuran addendum dan dedendum dari suatu roda gigi akan berlaku ketentuan...

a. Adendum < Dedendum


b. Adendum > Dedendum
c. Adendum > Dedendum
d. Adendum = Dedendum