Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH VARIASI SUDUT DAN JARAK PENEMBAKAN TERHADAP

KEKASARAN PERMUKAAN DAN KEKUATAN REKAT CAT PADA PROSES


SANDBLASTING BAJA KARBON RENDAH
(Effect Of Various Angle And Distance Description Of Surface Roughness And Adhesion
Strength Coating At The Sandblasting Proces Of Low Carbon Steel)

Charis Nurhidayat, Bayu Satriya Wardhana, Teguh Dwi Widodo


Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
E-mail: Charishidayat17@gmail.com

ABSTRAK
Sandblasing adalah proses pembersihan permukaan dengan cara menembakkan
partikel abrasif ke suatu material logam sehingga menimbulkan gesekan/tumbukan dengan
tujuan untuk menghilangkan material-material kontaminasi seperti karat, cat, garam, oli dan
mengupas cat lama yang sudah rusak atau pudar, selain itu juga bertujuan untuk membuat
profil kekasaran pada permukaan sehingga cat lebih melekat dan material tersebut akan lebih
tahan lama terhadap korosi , Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari sudut
dan jarak penembakan pada proses sandblasting terhadap kekuatan daya rekat cat pada
material baja karbon rendah. Alat yang digunakan pada proses pengujian kekuatan daya rekat
dengan menggunakan metode Pull off. Adapun variasi penelitian ini meliputi sudut 40°, 70°,
dan 90° dan jarak 10 cm 20 cm dan 30 cm. Hasil dari pengujian menunjukan bahwa semakin
dekat jarak dan semakin besar sudut penembakan, maka semakin besar pula nilai
kekasarannya dengan kekasaran yang meningkat akan mempengaruhi nilai dari kekuatan
daya rekat cat semakin tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tertinggi
terjadi pada sudut 90° dan jarak 10 cm dengan nilai kekasaran permukaan sebesar 7.049 µm
dan nilai kekuatan daya rekatnya sebesar 6.9 Mpa.Sedangkan nilai terendah terjadi pada
sudut 40° dan jarak 20 cm dengan nilai kekasaran permukaan sebesar 3.275 µm dan nilai
kekuatan daya rekatnya sebesar 5 Mpa.
Kata kunci : Sandblasting, Sudut, Jarak, Pull Off, Baja Karbon Rendah

ABSTRACT
Sandblasing is the process of cleaning the surface by spraying the abrasive particles onto a
material surface resulting in friction / impact in order to remove contaminant materials such as rust,
paint, salt, oil and peeling old coating that has been damaged or faded, create a roughness profile on
the surface so that the paint is more attached and the material will be more durable to corrosion. This
research is done to analyze the effect of the angle and the shooting distance on the sandblasting
process on the strength of coating adhesion on low carbon steel material, the tool used in the process
testing the power of adhesive power by using the Pull off method. The variations of this study include
an angle of 40 °, 70 °, and 90 ° and a distance of 15 cm 20 cm and 30 cm. The results of the test show
that there is a tendency that the closer the distance and the greater the spraying angle, the greater the
roughness value and the greater the the roughness value, so that with increasing roughness will affect
the value of adhesion strength coating. highest value occurred at 90 ° angle and 10 cm distance with
surface roughness value amounting to 7.049 μm and value of strength of magnitude of 6.9 MPA. the
lowest value occurs at an angle of 40 ° and a distance of 20 cm with surface roughness value of 3.275
μm and the value of strength of 5 Mpa
Keywords: Sandblasting, Angle, Distance, Pull Off, Low Carbon Steel

1
PENDAHULUAN terutama pengkaratan dan mempunyai
Pada umumnya baja karbon rendah fleksibilitas yang tinggi dalam mengikuti
rentan terhadap korosi. Korosi adalah bentuk benda kerja yang berlekuk rumit
reaksi antara logam dengan zat-zat yang tidak bisa dikerjakan dengan mesin
disekitarnya misalnya udara dan air konvensional.
sehingga menimbulkan senyawa baru. Sesuai penjelasan diatas maka
Dalam senyawa baru yang dimaksud penulis ingin melakukan penelitan guna
ialah zat padat berwarna coklat kemerahan mengetahui pengaruh yang terjadi dari
yang bersifat rapuh serta berpori.Maka posisi sudut dan jarak penembakan pada
dari itu,salah satu cara pencegahan proses sandblasting terhadap kekasaran
material dari korosi,yaitu dengan proses permukaan dan daya perekatan cat pada
coating/pengecatan. baja karbon rendah
Coating atau pengecatan adalah
lapisan penutup yang diterapkan pada METODOLOGI PENELITIAN
permukaan sebuah benda dengan tujuan Material yang digunakan pada
dekoratif maupun untuk melindungi benda penelitian ini adalah baja karbon rendah
tersebut dari kontak langsung dengan dengan komposisi kimia sebagaimana
lingkungan. Jika daya adhesif tidak kuat tertera pada tabel 1 berikut ini:
maka selain coating tidak menempel
dengan baik, hal ini dapat menyebabkan Tabel 1. Komposisi Kimia Baja Karbon
laju korosi semakin cepat. Untuk Unsur C Fe Mn Cr Ni
meningkatkan meningkatkan daya rekat % 0.158 93.5 0.284 0.035 0.008
cat dapat dilakukan yaitu dengan cara
proses sandblasting. Variabel bebas dalam penelitian ini :
Sandblasting adalah suatu proses 1. Variabel Bebas
pembersihan permukaan dengan cara Sudut penembakan 40°,70° dan 90°
menembakan partikel abrasif ke suatu Jarak penembakan 10 cm, 15cm
permukaan material sehingga dan 20 cm.
menimbulkan gesekan/tumbukan dengan 2. Variabel Terkontrol
tujuan untuk menghilangkan material- Tekanan kompresor 6 bar, Waktu
material kontaminasi seperti karat, cat, penembakan 60 detik, Nozzle yang
garam, oli dan mengupas cat lama yang digunakan jenis sraight bore no 6
sudah rusak atau pudar ,selain itu juga diameter 3/8 in (9.5mm) jenis cat
bertujuan untuk membuat profil kekasaran yang digunakan yaitu interbond
pada permukaan sehingga cat lebih 201.
melekat dan material tersebut akan lebih 3. Variabel Terikat
tahan lama terhadap korosi.[1] Perlu Nilai kekasaran dan daya rekat cat.
diketahui berhasil atau gagalnya suatu
Alat yang digunkan dalam pengujian daya
pengecatan sangat tergantung pada tingkat
rekat cat menggunakan elcometer model
kebersihan dan tingkat perekatan antara cat
106 adhesion tester berdasarkan standar
dan permukaan itu sendiri. faktor-faktor
ASTM D 4541.[2]
yang dapat mempengaruhi pada hasil dari
proses sandblsting diantaranya : material
abrasif yang digunakan, tekanan udara
pada penembakan, jarak pada penembakan
dan posisi sudut pada penembakan.
Sandblasting dipilih karena proses
ini yang paling cepat dan efisien untuk
membersihkan permukaan material yang
terkontaminasi oleh berbagai kotoran

2
Berikut ini bentuk dimensi spesimen.

Gambar 1 Bentuk spesimen

Skema poses sandblasting pada penelitian


ini dapat dilihat seperti gambar dibawah Gambar 3 Grafik Pengaruh Hubungan
ini Sudut dan jarak Sandblasting Terhadap
Kekasaran Permukaan

Gambar 3 menunjukkan adanya


kecenderungan bahwa semakin dekat jarak
dan semakin besar sudut penembakan,
maka yang didapatkan semakin besar nilai
kekasarannya, dilihat dari tabel 2 nilai
kekasaran tertinggi terjadi pada jarak 10
cm dan sudut 90° yaitu sebesar 7.049 µm
dan nilai kekasaran terendah terjadi pada
jarak 20 cm dan sudut 40° yaitu sebesar
3.275 µm. Hal tersebut terjadi karena
Gambar 2 Proses Sandblasting
pada sudut 90° menghasilkan posisi tegak
lurus sehingga material steel grit
HASIL PEMBAHASAN menumbuk secara keseluruhan terhadap
Pengukuran kekasaran dengan spesimen sehingga profil kekasaran
menggunakan alat surface roughness permukaan yang dihasilkan menjadi
mitutoyo sj 210. kemudian di didapatkan dalam, dan pada sudut 70° dan 40°
hasil sebagai berikut. material steel grit yang menumbuk pada
spesimen secara tidak sempurna hanya
spesimen Sudut Jarak kekasaran sebagian atau hanya menggores saja
(°) (cm) permukaan
(µm) sehingga profil kekasaran permukaan yang
1 10 4.394 dihasilkan tidak sedalam yang terjadi pada
2 40 15 3.880
3 20 3.275
sudut 90°. Namun semakin rendahnya
posisi sudut atau menjauhi posisi tegak
4 10 5.618 lurus hanya akan menghasilkan goresan
5 70 15 5.347
6 20 4.768 yang semakin besar sehingga profil
7 10 7.049 kekasaran permukaan pada spesimen akan
8 90 15 6.620
9 20 6.071
semakin dangkal atau semakin halus dan
Tabel : 2 Data Hasil Kekasaran dapat terlihat pada gambar 4

Pengujian kekasaran dapat dilihat


pada gambar 3 berikut ini.

3
Grafik Dry Film Thickness (DFT)
dilihat pada gambar 5 berikut ini.

Gambar 4 Tumbukan material abrasif


pada sudut tinggi dan rendah

Pada variasi jarak menunjukkan


bahwa semakin jauh jarak penembakan
pada proses sandblasting,maka akan terjadi
perlambatan dan menyebabkan
kecepatanya menurun yang akan
memperkecil energi yang dihasilkan, Gambar 5 Grafik Pengaruh Hubungan
sehingga profil kekasaranya menjadi Sudut dan jarak Sandblasting Terhadap
dangkal ketebalan cat

Kecepatan partikel material abrasif Gambar 5 menunjukkan adanya


yang menumbuk pada profil permukaan kecenderungan bahwa semakin dekat jarak
dipengaruhi oleh besaran jarak tempuh dan semakin besar sudut penembakan,
pada benda sehingga semakin besar jarak maka didapat semakin semakin besar pula
tempuh pada proses penyemprotan maka nilai ketebalanya. Dapat dilihat pada tabel
akan terjadi perlambatan(Vt<Vo), yang 3 bahwa nilai ketebalan cat tertinggi
akan memperkecil energi yang dihasilkan terdapat pada sudut 90° pada jarak 10 cm
sehingga profil kedalam permukaan yang dengan nilai sebesar 292 µm sedangkan
dihasilkan menjadi dangkal. Karena nilai ketebalan terendah terdapat pada
mengalami peristiwa gerak lurus berubah penembakan dengan sudut 40° dan jarak
beraturan maka berlaku rumus : 20 cm dengan nilai 144 µm. Hal ini
dikarenakan permukaan yang terbentuk
............(3) semakin kasar sehingga menyebabkan
Dimana : ketebalanya yang meningkat, dimana pada
Vo= Kecepatan awal Partikel (m/s) proses pengecatan tebal dan tipisnya
Vt= Kecepatan akhir Partikel (m/s) lapisan cat yang dihasilkan pada proses
a = Perlambatan yang timbul pada benda pengecatan tergantung dari kekasaran
( )
permukaan dari benda tersebut. Hal
s = Jarak tempuh benda (m)
tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh
Tabel 3 Hasil Dry Film Thickness (DFT) meningkatnya luasan kedalaman profil
kekasaran dari suatu profil akibat dari
spesimen Sudut Jarak Dry Film pengerjaan proses sandblasting sehingga
(°) (cm) Thickness pada profil kekasaran yang dalam
(µm)
Panel 1 10 173 membutuhkan banyak cat untuk
Panel 2 40 15 164 menutup/meratakan pori pori permukaan.
Panel 3 20 144
Panel 4 10 205
Panel 5 70 15 184
Panel 6 20 181
Panel 7 10 292
Panel 8 90 15 274
Panel 9 20 213

4
Metode pengujian pull off yang akan menyebabkan permukaan yang
mengacu pada ASTM D 4541-09 secara terbentuk semakin dalam dan ketebalanya
luas digunakan untuk mengukur kekuatan juga meningkat, dimana semakin dalam
kerekakatan antara cat dengan permukaan profil kekasaran yang tercipta akan
substart dalam bentuk satuan Mpa yang menghasilkan ketebalan yang tinggi
terbaca pada alat uji elcometer 106 berikut sehingga hal tersebut berpengaruh
ini adalah data pull off yang tersaji terhadap ikatan adhesif dan kohesif yang
meningkat , dimana ikatan adhesif adalah
Tabel 4 Hasil pengujian Pull Off ikatan substrat dengan cat dan ikatan
Spesimen Sudut Jarak Pull Off Value kohesif adalah ikatan cat dengan cat itu
(°) (cm) (MPA)
1 10 5.4
sendiri , dengan demikian maka dengan
2 40 15 5.2 semakin tebalnya lapisan cat maka
3 20 5 kekuatan daya rekat cat juga akan semakin
4 10 5.9 tinggi hal tersebut terjadi karena cat tidak
5 70 15 5.8
hanya mengikat substrat namun cat juga
6 20 5.6
7 10 6.9 mengikat antar cat itu sendiri
8 90 15 6.7
9 20 6.1 KESIMPULAN DAN SARAN
Sudut dan jarak penembakan pada
proses sandblasting mempunyai pengaruh
grafik pengujian Pull Off terlihat
yang nyata terhadap kekasaran permukaan
pada gambar 6
dan nilai dari kekuatan daya rekat cat itu
sendiri, semakin tegak lurus posisi sudut
dan semakin dekat jarak penembakanpada
proses sandblasting mengakibatkan tingkat
kekasaran permukaan semakin dalam
sehingga mengakibatkan ketebalan cat
juga meningkat dengan ketebalan cat yang
meningkat maka akan mempengaruhi nilai
dari kekuatan daya rekat cat yang semakin
tinggi. Hasil penelitian ini nilai tertinggi
terjadi pada sudut 90° dan jarak 10 cm
dengan nilai kekasaran permukaan sebesar
7.049 µm nilai dan nilai kekuatan daya
Gambar 6 Grafik Pengaruh Hubungan
rekatnya sebesar 6.9 Mpa. nilai terendah
Sudut dan jarak Sandblasting Terhadap
terjadi pada sudut 40° dan jarak 20 cm
Kekuatan Daya Rekat
dengan nilai kekasaran permukaan sebesar
3.275 µm dan nilai kekuatan daya
Gambar 6 menunjukkan adanya
rekatnya sebesar 5 Mpa.
kecenderungan bahwa semakin dekat jarak
dan semakin besar sudut penembakan,
DAFTAR PUSTAKA
maka didapat semakin semakin besar pula
[1] Trethewey, Kenneth R and
nilai kekuatan pull off. Dapat dilihat pada
Chamberlain,John., (1991). Korosi
tabel 4 bahwa nilai kekuatan pull off
Untuk Mahasiswa dan Rekayasa.
tertinggi terdapat pada sudut 90° pada
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
jarak 10 cm dengan nilai sebesar 6,9 Mpa
sedangkan nilai pull off terendah terdapat
pada tembakan dengan sudut 40° dan jarak
20 cm dengan nilai 5 Mpa . Hal ini
dikarenakan perbedaan jarak dan sudut
penyemprotan dalam proses sandblasting

5
[2] ASTM D4541., (1995). Standards
Test Method for Pull-Off Strength of
Coatings Using Portable Adhesion
Testers. America: The United States
of America Legally Binding
Document.

6
7