Anda di halaman 1dari 4

Analisa Internal Perusahaan

Analisa internal perusahaan dilakukan untuk mengetahui tingkat daya saing


perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan.
Faktor internal perusahaan sepenuhnya dapat dikendalikan sehingga kelemahan yang
diketahuinya dapat diperbaiki. Analisa internal yang dikenal dengan rantai nilai yang
memposisikan perusahaan pada matriks strategi generik dan menemukan keunggulan
bersaing perusahaan melalui analisa kompetensi inti.
Lingkungan internal merupakan suatu kondisi yang ada di dalam suatu perusahaan.
Analisis internal adalah proses perencanaan strategi menentukan letak kekuatan dan
kelemahan suatu perusahaan. Lingkungan internal menurut merupakan kekuatan dan
kelemahan perusahaan pada area fungsional bisnis, termasuk manajemen, pemasaran,
keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi
manajemen. Analisis Lingkungan Internal merupakan suatu proses untuk menemukan aspek-
aspek internal/variabel internal perusahaan yang diperlukan dalam menghadapi lingkungan
eksternalnya dan mengevaluasinya apakah berada dalam posisi yang kuat atau lemah.

Dalam menganalisis lingkungan internal ada beberapa unsur yang dianalisis, yaitu
diantaranya:

Sumber daya Perusahaan

Sumber daya perusahaan adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh
perusahaan guna mendukung perkembangan perusahaan, diantaranya sumberdaya manusia,
sumberdaya produksi, sumberdaya keuangan, pemasaran serta penelitian dan pengembangan.

Analisis dan diagnosis keuntungan strategi (internal) menunjukkan adanya


penggunaan waktu dari para penentu strategi untuk memeriksa dan mengidentifikasi faktor-
faktor keuntungan strategi perusahaan dalam rangka menentukan kekuatan dan kelemahan
perusahaan sehingga penentu strategi dapat memanfaatkan dan mengelolanya secara efektif
dan efisien.

Kompetensi Inti (Core Competence)

Ada dua pengertian mengenai kompetensi, yakni kompetensi individual dan


kompetensi organisasi. Kompetensi individu meliputi pengetahuan (knowledge),
keterampilan (skills) dan kemampuan (abilities) yang dimiliki seseorang dalam suatu
organisasi. Sedangkan kompetensi organisasi merupakan tindakan kolektif dari karakteristik
kompetensi individu dalam tingkatan organisasi. Kompetensi inti merupakan sekumpulan
keterampilan dan teknologi yang memungkinkan suatu perusahaan menyediakan manfaat
tertentu kepada pelanggan agar bersaing lebih efektif. Ada tiga parameter yang dapat
diterapkan untuk mengidentifikasi kompetensi inti dalam perusahaan sebagai berikut:

 Kompetensi inti memberikan akses potensial kepada berbagai macam pasar

 Kompetensi inti dapat memberikan kontribusi signifikan pada kegunaan yang diterima
pelanggan

 Kompetensi inti yang dimiliki perusahaan membuat pesaing mengalami kesulitan untuk
meniru (imitasi). Jika dihubungkan dengan kapabilitas, maka seluruh kompetensi inti
merupakan kapabilitas dan sebaliknya tidak semua kapabilitas merupakan kompetensi
inti. Hanya kapabilitas yang mempunyai kriteria tertentu yang dapat dikategorikan
sebagian komptensi inti. Kemampuan atau kapabilitas merupakan kompetensi inti jika
memenuhi empat kriteria, yakni:

1. Kemampuan yang Bernilai (Valuable Capabilities), yakni kemampuan yang


memungkinkan perusahaan dapat memanfaatkan peluang dan meminimalkan
ancaman eksternal.

2. Kemampuan yang Langka (Rare Capabilities), yakni kemampuan yang hanya


dimiliki oleh sangat sedikit pesaing, baik pesaing saat ini maupun pesaing yang
akan datang.

3. Kemampuan yang Tidak Dapat Ditiru Secara Sempurna (Imperfectly Imitable


Capabilities), yakni kemampuan yang tidak mudah dikembangkan oleh
perusahaan lain.

4. Kemampuan yang Tidak Dapat Diganti (Nonsubstitutable Capabilities), yakni


kemampuan yang sukar untuk digantikan.

Penentuan Kekuatan Dan Kelemahan Perusahaan


Analisis SWOT merupakan teknik yang sering digunakan untuk mendapatkan
gambaran dengan cepat mengenai situasi strategis perusahaan. Analisis SWOT merupakan
cara sistematis untuk mengidentifikasi faktor kekuatan dan kelemahan internal perusahaan
serta peluang dan ancaman dalam lingkungan yang dihadapi oleh perusahaan.

Analisis SWOT dapat digunakan dengan berbagai cara untuk membantu analisis strategi.
Cara yang paling lazim adalah memanfaatkannya sebagai kerangka acuan logis yang
memedomi pembahasan sistematik tentang situasi perusahaan dan alternatif-alternatif pokok
yang mungkin dipertimbangkan perusahaan.

Audit pemasaran

Audit pemasaran adalah pemeriksaan lingkungan, sasaran, strategi dan aktivitas perusahaan
secara lengkap, sistematik, independen dan periodik untuk menentukan bidang masalah dan
peluang. Audit memberikan masukan yang baik untuk merencanakan tindakan perbaikan
presentasi kerja pemasaran.

Suatu alat utama untuk melakukan pengendalian strategik adalah Audit Pemasaran. Audit
pemasaran adalah pemeriksaan lingkungan, sasaran, strategi dan aktivitas perusahaan secara
lengkap, sistematik, independen dan periodik untuk menentukan bidang masalah dan
peluang. Audit memberikan masukan yang baik untuk merencanakan tindakan perbaikan
presentasi kerja pemasaran.

Audit pemasaran mencakup seluruh bidang sasaran utama dari suatu bisnis, bukan terbatas
pada beberapa masalah yang muncul. Biasanya audit pemasaran dilakukan oleh pihak lain
yang obyektif, berpengalaman dan independen terhadap departemen pemasaran.

Tujuan Audit Pemasaran :

a. Untuk mendeteksi ancaman – ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan

b. Merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeliminasi ancaman tersebut.

Manfaat Audit Pemasaran:

a. Analisis mengenai lingkungan eksternal dan situasi internal

b. Penilaian kinerja masa lalu dan aktivitas sekarang

c. Identifikasi peluang dan ancaman masa yang akan datang.


Audit pemasaran penting karena ketika hal-hal mulai berjalan tidak mulus dalam suatu
perusahaan, seperti penjualan menurun, margin yang menurun, kehilangan pangsa
pasar,kepastian produksi yang kurang dimanfaatkan, dsb.

Bentuk Audit

a. Audit Eksternal: Berhubungan dengan variabel yang tidak dapat dikendalikan oleh
perusahaan, dimulai dari pengujian informasi ekonomi umum menuju pertumbuhan
pasar yang dilayani oleh perusahaan

b. Audit Internal: Berkaitan dengan variabel yang dapat dikendalikan oleh


perusahaan yang bertujuan untuk menilai sumber daya organisasi sebagaimana
berhadapan dengan sumber daya pesaing.

Tipe Audit Pemasaran

a. Audit fungsional (vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa aktivitas
dari departemen pemasaran seperti periklanan atau penjualan dan membuat analisis
terhadap bagian-bagian yang diaudit tersebut.

b. Audit menyeluruh (horizontal), yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi
pemasaran perusahaan.

Dalam penentuan tipe audit yang digunakan tergantung dari perusahaan itu sendiri akan
seberapa penting audit pemasaran dibutuhkan oleh perusahaan dan seberapa besar pula dana
yang sanggup dikeluarkan perusahaan tersebut untuk melakukan audit pemasaran, karena
untuk melakukan audit menyeluruh diperlukan dana yang cukup besar.

Anda mungkin juga menyukai